Вы находитесь на странице: 1из 14

Jurnal Dinamika Akuntansi dan Bisnis Vol.

5(2), 2018, pp 137-150

Dampak Pengendalian Intern dan Ketepatan Informasi Terhadap


Kebermanfaatan Akuntansi Akrual: Studi pada Pemerintah Daerah
Ratna Fatmawati, Doddy Setiawan*
Universitas Sebelas Maret
*Corresponding author: doddy.setiawan@staff.uns.ac.id
http://dx.doi.org/10.24815/jdab.v5i2.10900
ARTICLE INFORMATION ABSTRACT

Article history: This study aims at examining the effect of internal control and the accuracy of
Received date: 17 May 2018 financial reporting information on the usefulness of accrual information for
Received in revised form:10 August 2018 decision-making in Indonesian local governments. The samples of this study are
Accepted: 13 August 2018
financial officers in the Indonesian local governments. The questionnaires were
Available online: 30 September 2018
sent to Regional Work Unit financial officers consisting of Budget Users, Finance
Administering officials (PPK) and Treasurers expenditure in six local
governments: Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen
Keywords: and Klaten. The 570 questionnaires were sent to the respondenst and only 423
Internal control, the accuracy of financial
questionnaires that can be used and analysed, resulting in the response rate
reporting information, decision-usefulness,
of 76.31%. A multiple linear regression was utilized for the data analysis. The
accrual
result of the study shows that the internal controls and the accuracy of financial
reporting information have positive influence on the usefulness of accrual
accounting information for decision-making in the local governments. Thus, if the
level of internal control is higher and the information is more precise, then the
information will be more useful for decision-making.
©2018 FEB USK. All rights reserved.

1. Pendahuluan mengharapkan pelaporan keuangan di sektor


Konsep New Public Management (NPM) yang publik juga memberikan informasi yang lebih baik
mulai berkembang sejak era tahun 1990-an dan berkualitas. Terdapat dua sistem akuntansi
mendorong cara pengelolaan pemerintahan yang yang berlaku, yaitu akuntansi berbasis kas dan
berbeda dengan periode sebelumnya. Konsep ini akuntansi berbasis akrual. Akuntansi berbasis
dipopulerkan oleh Osborne & Gaebler (1993) yang akrual dianggap lebih baik dibandingkan akuntansi
berargumen pemerintahan harus berbenah diri berbasis kas karena akuntansi berbasis akrual
dalam melakukan pelayanan kepada publik. menyajikan informasi yang lebih dapat dipercaya
Pengelolaan pemerintah harus lebih efisien dan (Aryani & Kiswanto, 2017) sehingga lebih berguna
produktif sehingga mempunyai kinerja yang lebih untuk pengambilan keputusan (Nogueira, Jorge, &
baik. Dunleavy & Hood (1994) menyatakan bahwa Oliver, 2013; Nogueira & Jorge, 2016).
konsep NPM adalah penataan ulang pengelolaan Tujuan dari sistem akuntansi dan pelaporan di
entitas publik, seperti aspek manajemen, pelaporan pemerintah daerah adalah, untuk meningkatkan
dan akuntansi dengan menggunakan pendekatan akuntabilitas dan pengendalian sesuai dengan
bisnis. Dengan demikian, NPM juga peraturan, juga untuk memberikan informasi yang

137
138
Fatmawati & Setiawan/Jurnal Dinamika Akuntansi dan Bisnis Vol. 5(2), 2018, pp 137-150

tepat waktu, berguna dan dapat diandalkan, dan pengendalian internal (Nogueira & Jorge,
memenuhi kebutuhan berbagai pengguna informasi 2012). Badara & Saidin (2013) menyatakan bahwa
yang berkaitan dengan pengambilan keputusan pengendalian internal merupakan faktor yang
penting untuk meningkatkan efektifitas kinerja Surakarta terdapat 5 (lima) permasalahan SPI,
pemerintah daerah. Penelitian yang dilakukan oleh Kabupaten Boyolali terdapat 2 (dua) permasalahan
Lu, Richardson, & Salterio (2011) menunjukkan SPI, Kabupaten Sukoharjo 8 (delapan)
bahwa kualitas pengendalian internal berbanding permasalahan SPI, Kabupaten Karanganyar
lurus dengan dengan kualitas laporan keuangan. terdapat 4 (empat) permasalahan SPI, Kabupaten
Pengendalian internal yang baik akan Wonogiri terdapat 9 (sembilan) permasalahan SPI,
meminimalisasi salah saji pencatatan keuangan di Kabupaten Sragen terdapat 6 (enam) permasalahan
lingkungan pemerintah daerah (Mulyani & SPI dan Kabupaten Klaten terdapat 5 (lima)
Suryawati, 2011). Semakin baik pengendalian permasalahan SPI. Informasi berbasis akrual
internal maka semakin baik kualitas informasi dinilai relatif lebih berguna untuk pembuatan
yang dihasilkan oleh laporan keuangan. Hal ini keputusan karena laporan keuangan yang disusun
akan meningkatkan efektifitas pengambilan berdasarkan basis akrual telah menyajikan
keputusan oleh pihak pengguna laporan keuangan. informasi yang paling komprehensif (Kober, Lee,
Fenomena pentingnya pengendalian internal & Ng, 2010).
untuk meningkatkan kebermanfaatan informasi Informasi akan bermanfaat kalau informasi
akuntansi dalam pengambilan keputusan di tersebut dapat digunakan untuk pengambilan
pemerintah daerah merupakan hal yang menarik keputusan atau informasi harus mempunyai nilai
untuk dikaji, terlebih informasi akuntansi akrual (Suwardjono, 2005). Kebermanfaatan merupakan
merupakan hal yang baru di pemerintah daerah. suatu karakteristik yang hanya dapat ditentukan
Semakin banyak temuan pemeriksaan terkait secara kualitatif dalam hubungannya dengan
pengendalian internal, maka mengakibatkan keputusan, pemakai dan keyakinan pemakai
informasi akuntansi yang digunakan untuk terhadap informasi. Kriteria ini secara umum
pengambilan keputusan menjadi bias. Hasil disebut karakteristik kualitatif (qualitative
pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan atas 504 characteristics) atau kualitas informasi. Kriteria
LKPD Tahun 2017 mengungkapkan masih dan unsur-unsur pembentuk kualitas informasi
terdapat banyak kelemahan pengendalian internal yang menjadikan informasi dalam laporan
di Pemerintah Daerah diantaranya 6.053 keuangan pemerintah mempunyai nilai atau
permasalahan SPI (Sistem Pengendalian Internal). manfaat yang disebutkan dalam Rerangka
Permasalahan SPI tersebut meliputi 2.156 Konseptual Akuntansi Pemerintahan (PP No 71
(35,62%) kelemahan sistem pengendalian tahun 2010) terdiri dari: (a) relevan, (b) andal, (c)
akuntansi dan pelaporan, 2.657 (43,90%) dapat dibandingkan dan (d) dapat dipahami.
kelemahan sistem pengendalian pelaksanaan Informasi keuangan yang relevan dan handal
anggaran pendapatan dan belanja, dan 1.240 mungkin akan kehilangan relevansinya untuk
(20,49%) kelemahan struktur pengendalian intern pengambilan keputusan jika tidak tersedia tepat
(BPK RI, 2017). waktu (tepat waktu dalam penyajian dan
Menurut hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa pengungkapkan informasi). Relevansi
Keuangan semester I tahun 2015 atas LKPD tahun mempengaruhi keputusan dan hal penting dalam
2014 untuk pemerintah kabupaten/kota pada penyusunan dan penyajian informasi keuangan.
wilayah Subosukawonosraten juga masih terdapat Informasi yang tepat waktu akan memberikan
permasalahan terkait dengan lemahnya manfaat yang lebih besar (Grossi & Reichard,
pengendalian intern yang dapat dirinci : Kota 2009). Jika penyusunan dan pengungkapan
139
Fatmawati & Setiawan/Jurnal Dinamika Akuntansi dan Bisnis Vol. 5(2), 2018, pp 137-150

informasi dilakukan dengan tepat, memungkinkan (Andriani et al., 2010; Bergmann, 2012;
untuk membuat keputusan dengan baik dan Kobayashi, Yamamoto, & Ishikawa, 2016; Kober
memberikan informasi yang memuaskan bagi et al., 2010), akan tetapi masih sedikit yang
pembuat keputusan (Alijarde, 1997; Andriani, menguji faktor-faktor yang mempengaruhi
Kober, & Ng, 2010 dan Kober et al., 2010) kebermanfaatan akuntansi akrual. Kebermanfaatan
Penelitian mengenai kebermanfaatan informasi akuntansi berbasis akrual untuk
akuntansi akrual di sektor publik telah dilakukan pengambilan keputusan dipengaruhi oleh faktor
oleh Andriani, Kober, & Ng (2010); Nogueira & internal dan faktor eksternal (Nogueira & Jorge,
Jorge (2012) (2016) dan Nogueira et al. (2013). 2016). Oleh karena itu, penelitian ini meneliti
Informasi yang disajikan oleh akuntansi berbasis secara mendalam mengenai faktor internal
akrual mempunyai kandungan informasi yang perusahaan yaitu ketepatan informasi laporan
memang dibutuhkan pengguna laporan keuangan keuangan pemerintah daerah dan pengendalian
pemerintahan (Bergmann, 2012; Jagalla, Becker, internal terhadap kebermanfaatan informasi
& Weber, 2011). Penelitian di Indonesia yang akuntansi berbasis akrual untuk pengambilan
dilakukan oleh Aryani & Kiswanto (2017) dan keputusan di lingkungan pemerintah daerah.
Ferryono & Sutaryo (2017) yang mengkonfirmasi Penelitian ini difokuskan pada kelompok
pentingnya akuntansi akrual dalam proses pengambil keputusan internal pemerintah daerah
pengambilan keputusan. Pemerintah Indonesia yang dalam hal ini diwakili oleh pengelola
memang mendorong penggunaan akuntansi keuangan Satuan Kerja Pemerintah Daerah
berbasis akrual di sektor pemerintahan karena (SKPD) yang terdiri dari Pengguna Anggaran
diharapkan memberikan pengaruh positif terhadap SKPD, Pejabat Penatausahaan Keuangan dan
kinerja entitas publik (Harun, An, & Kahar, 2013) bendahara pengeluaran sebagai pengambil
dan meningkatkan transparansi (Christiaens, keputusan teknis di level operasional satuan kerja.
Reyniers, & Rollé, 2010) Selanjutnya, penelitian Informasi akrual yang disajikan dalam laporan
yang dilakukan oleh Nogueira & Jorge (2016) keuangan pemerintah daerah akan dimanfaatkan
menunjukkan bahwa penggunaan informasi akrual oleh para pengelolaan keuangan dalam
dipengaruhi oleh faktor eksternal dan faktor pengambilan keputusan di satuan kerja.
internal entitas publik tersebut. Salah satunya
adalah pemahaman yang memadai dari karyawan 2. Kerangka Teoritis dan Pengembangan
mengenai sistem akuntansi akrual (Harun et al., Hipotesis
2013; Harun, Peursem, & VanEggleton, 2012; Pengendalian Internal
Nogueira & Jorge, 2016). Pemahaman pegawai Pengendalian internal pelaporan keuangan
yang memadai akan membantu dalam proses dapat didefinisikan sebagai proses yang dilakukan
penyajian laporan keuangan yang tepat. Selain itu, oleh manajemen untuk memberikan keyakinan
Craft (2013) juga menyatakan bahwa kondisi yang memadai bahwa perusahaan mampu
organisasi juga sangat berpengaruh terhadap mencapai tujuan perusahaan secara efektif dan
proses pengambilan keputusan. Salah satu aspek efisien, laporan keuangan yang dapat dipercaya
penting organisasi sektor publik adalah dan mematuhi hukum dan peraturan (Petrovits,
pengendalian internal yang dilakukan. Shaspeare, & Shih, 2011). Pengertian ini bisa
Pengendalian internal yang baik akan diterapkan pada entitas yang berorientasi
meningkatkan kualitas laporan keuangan (Lu et keuntungan dan entitas sektor publik. Entitas
al., 2011 dan Mulyani & Suryawati, 2011). sektor publik sangat erat kaitannya dengan
Penelitian terdahulu menunjukkan kebermanfaatan pengendalian internal. Pada lembaga
akuntansi akrual untuk pengambilan keputusan pemerintahan, maka lembaga tersebut harus
140
Fatmawati & Setiawan/Jurnal Dinamika Akuntansi dan Bisnis Vol. 5(2), 2018, pp 137-150

bertanggung jawab terhadap penggunaan dana (understandability), relevan (relevance), dapat


yang diperoleh masyarakat. Pengendalian internal diandalkan (reliability) dan dapat dibandingkan
berfungsi untuk mengawasi penggunaan dana (comparability). Informasi keuangan yang relevan
tersebut. Apakah penggunaan tersebut sudah dan handal mungkin akan kehilangan relevansinya
sesuai dengan tujuannya, apakah penggunaan dana untuk pengambilan keputusan jika tidak tersedia
tersebut telah dikelola dengan baik? Penelitian tepat waktu (tepat waktu dalam penyajian dan
yang dilakukan oleh Petrovits et al. (2011) pengungkapkan informasi). Relevansi
menunjukkan bahwa lembaga yang memperoleh mempengaruhi keputusan dan hal penting dalam
bantuan hibah dari pemerintah dan penyusunan dan penyajian informasi keuangan.
mengungkapkan adanya masalah pengendalian Informasi yang tepat waktu memberikan manfaat
internal akan menerima bantuan yang lebih kecil yang lebih besar (Alijarde, 1997; Grossi &
di masa depan. Ada hubungan negatif antara Reichard, 2009). Jika penyusunan dan
masalah pengendalian internal dan pemberian pengungkapan informasi dilakukan dengan tepat,
bantuan di masa depan. Hal ini menunjukkan memungkinkan untuk membuat keputusan dengan
pengendalian internal merupakan hal yang penting baik dan memberikan informasi yang memuaskan
bagi entitas sektor publik. bagi pembuat keputusan (Alijarde, 1997;
Pengertian sistem pengendalian internal Bergmann, 2012).
pemerintah berdasarkan (PP No. 60 Tahun 2008)
adalah proses yang melibatkan pimpinan dan Kebermanfaatan Keputusan Informasi
karyawan untuk memberikan keyakinan memadai Akuntansi Akrual
dalam mencapai tujuan organisasi melalui Menurut Suwardjono (2005) informasi dalam
kegiatan yang efisien dan efektif, pelaporan laporan keuangan sangat diperlukan sebagai dasar
keuangan yang andal, pengamanan aset negara dan untuk pengambilan keputusan berbagai pihak,
patuh terhadap Undang-Undang yang berlaku. sehingga informasi tersebut harus bermanfaat atau
Pengertian pengendalian internal di lingkungan dengan kata lain, informasi tersebut harus
pemerintah daerah ini sejalan dengan pengertian mempunyai nilai. Informasi dikatakan mempunyai
pengendalian internal di lingkungan swasta, akan nilai (kebermanfaatan keputusan) apabila informasi
tetapi dengan titik berat pencapaian tujuan tersebut: 1) menambah pengetahuan pembuat
pemerintahan dan pengamanan terhadap aset yang keputusan tentang keputusannya di masa lalu,
dimiliki oleh negara. Penelitian yang dilakukan sekarang dan masa datang; 2) menambah keyakinan
oleh Mulyani & Suryawati (2011) menunjukkan para pemakai mengenai probabilitas terealisasinya
pengendalian internal mempunyai peran penting suatu harapan dalam kondisi ketidakpastian; 3)
untuk meminimalisasi salah saji di laporan mengubah keputusan atau perilaku pemakai.
keuangan pemerintah daerah. Informasi berbasis akrual dinilai relatif lebih
berguna dalam pembuatan keputusan. Para
Ketepatan Informasi dalam Pelaporan pengguna yakin dalam membuat keputusan,
Keuangan karena kualitas laporan keuangan yang disusun
Konsep kebermanfaatan informasi secara luas berdasarkan basis akrual telah menyajikan
dianggap sebagai penyempurnaan beberapa informasi yang paling komprehensif (Andriani et
karakteristik kualitatif informasi (Kober et al., al., 2010; Kober et al., 2010). Akuntansi berbasis
2010). International Public Sector Accounting akrual, adalah basis akuntansi dimana waktu
Standards Board (IPSASB) merekomendasikan pencatatan (recording) sesuai dengan saat
karakteristik kualitatif utama informasi keuangan terjadinya arus sumber daya, sehingga dapat
entitas publik, yaitu dapat dipahami
141
Fatmawati & Setiawan/Jurnal Dinamika Akuntansi dan Bisnis Vol. 5(2), 2018, pp 137-150

menyediakan informasi yang paling komprehensif Misalnya, ketika menganalisis faktor-faktor


karena seluruh arus sumber daya dicatat. penentu hubungan antara manfaat dan kegunaan
Konsep decision-usefullnes memang berawal informasi keuangan untuk proses pengambilan
untuk entitas bisnis. Konsep ini menyatakan keputusan politisi pada Pemerintah pusat dan
bahwa pihak regulator mensyaratkan laporan daerah di Jepang, hasil penelitiannya
keuangan disusun untuk menyajikan informasi menyimpulkan, bahwa politisi di pemerintah
yang berguna dalam pengambilan keputusan Jepang menekankan pentingnya pengendalian
ekonomis (Williams & Ravenscroft, 2013). Oleh internal dalam penggunaan informasi keuangan
karena itu, informasi akuntansi berguna bagi untuk pengambilan keputusan mereka. Penelitian
pengguna laporan keuangan saat akan mengambil yang dilakukan Alijarde (1997) di pemerintah kota
keputusan yang mempunyai dampak ekonomis. Spanyol, menunjukkan adanya hubungan positif
Lebih lanjut konsep ini juga diadopsi di sektor antara pengendalian internal informasi keuangan
publik. International Public Sector Accounting dengan kegunaan informasi. Penelitian yang
Standards Board (2011), menyatakan bahwa dilakukan Nogueira & Jorge (2012) di kota
informasi yang disajikan pada akuntansi berbasis Braganca, menyimpulkan bahwa sebagian besar
akrual dalam pelaporan keuangan memungkinkan responden di kota Braganca menganggap
pemangku kepentingan (stakeholder) dalam pengendalian internal informasi keuangan penting
rangka: dalam pengambilan keputusan karena
a. Menilai akuntabilitas pengelolaan seluruh pengendalian internal memberikan kontribusi
sumber daya entitas serta penyebaran sumber untuk meningkatkan keandalan informasi
daya tersebut. keuangan dan memungkinkan informasi yang
b. Menilai kinerja, posisi keuangan dan arus disajikan tepat waktu.
kas dari suatu entitas. Penelitian mengenai sistem pengendalian
c. Pengambilan keputusan mengenai internal di sektor publik di Indonesia telah
penyediaan sumber daya, atau melakukan dilakukan oleh Mulyani & Suryawati (2011)
bisnis dengan suatu entitas. menunjukkan bahwa pengendalian internal yang
Dalam PP No 71 tahun 2010 juga dinyatakan baik dapat meminimalisasi salah saji laporan
bahwa laporan keuangan yang disajikan keuangan pemerintah daerah di Indonesia. Jadi,
pemerintah bisa digunakan untuk proses laporan keuangan yang disajikan mempunyai
pengambilan keputusan. Informasi yang disajikan informasi yang lebih akurat dan tepat. Dengan
di laporan keuangan pemerintah diharapkan demikian keberadaan pengendalian internal
mempunyai kebermanfaatan bagi pengguna berpengaruh positif terhadap kualitas laporan
laporan keuangan yang akan membuat keputusan keuangan. Akan tetapi, Yendrawati (2013) justru
ekonomis. Pengguna utama laporan keuangan menunjukkan pengendalian internal di tingkat
pemerintah terdiri dari empat kelompok yaitu: pemerintah daerah berpengaruh negatif terhadap
masyarakat, DPR, pihak pemberi pinjaman dan kualitas laporan keuangan pemerintah daerah di
pemerintah. Indonesia. Penelitian yang dilakukan oleh
Setiawan & Basuki (2018) menunjukkan bahwa
Pengendalian Internal dan Kebermanfaatan pengendalian internal yang baik akan berpengaruh
Informasi Akuntansi Akrual positif terhadap pencapaian kinerja di sektor
Penelitian yang dilakukan oleh Yamamoto publik. Hasil penelitian Mulyani & Suryawati
(2008) menunjukkan bahwa pengendalian internal (2011) dan Setiawan & Basuki (2018)
memang penting untuk kegunaan informasi menunjukkan pentingnya pengawasan internal di
keuangan dalam pengambilan keputusan internal. lingkungan pemerintah daerah.
142
Fatmawati & Setiawan/Jurnal Dinamika Akuntansi dan Bisnis Vol. 5(2), 2018, pp 137-150

Pengendalian internal penting untuk apabila laporan keuangan terlambat dikeluarkan


mendukung kebermanfaatan keputusan informasi, (Henke & Maher, 2016). Harga obligasi
karena dengan adanya pengendalian internal akan mengalami penurunan sebanding dengan
menjamin keakuratan, ketepatan dan keandalan keterlambatan dalam melaporkan laporan
informasi yang disajikan dan diungkapkan dalam keuangan pemerintah daerah.
laporan keuangan pemerintah daerah. Dengan Penelitian yang dilakukan oleh Dixon, Coy, &
melakukan dan menerapkan pengendalian secara Tower (1991) pada kasus di universitas New
baik dan benar dalam pelaporan keuangan daerah, Zealand dan penelitian Smith & Coy (1999) di
maka tujuan pelaporan keuangan akan lebih kota New Zealand, menemukan adanya hubungan
mudah dicapai dan meminimalkan risiko. Jika positif antara kualitas informasi dan
suatu pengendalian internal telah ditetapkan maka ketepatan/kesesuaian informasi pelaporan
semua operasi, sumber daya fisik, dan data akan keuangan. Pengungkapan informasi secara tepat
dimonitor serta berada dibawah kendali, tujuan waktu memungkinkan untuk pembuatan keputusan
akan tercapai, risiko menjadi kecil, dan informasi dengan baik dan memuaskan kebutuhan
yang dihasilkan akan lebih berkualitas dan pengambil keputusan (Alijarde, 1997).
berguna untuk pengambilan keputusan internal. Keterlambatan penyajian informasi keuangan
Terkait dengan faktor pengendalian internal dalam pelaporan keuangan berarti bahwa
tersebut peneliti mengajukan hipotesis sebagai pelaporan keuangan belum/tidak memenuhi nilai
berikut : informasi yang disyaratkan, yaitu ketepatan waktu,
H1: Pengendalian internal berpengaruh positif sehingga informasi dalam laporan keuangan tidak
terhadap kebermanfaatan informasi bisa digunakan oleh penggunanya untuk
akuntansi akrual dalam pengambilan pengambilan keputusan. Penelitian yang dilakukan
keputusan di pemerintah daerah. oleh Trisaptya, Perdana, & Sulardi (2016)
menunjukkan bahwa pelaporan kinerja pemerintah
Ketepatan Informasi dalam Pelaporan daerah berpengaruh terhadap kualitas laporan
Keuangan dan Kebermanfaatan Informasi keuangan pemerintah daerah. Pelaporan keuangan
Akuntansi Akrual pemerintah daerah yang tepat akan meningkatkan
Menurut Kober et al. (2010) informasi kualitas laporan keuangan, sehingga memberikan
keuangan yang relevan dan handal mungkin akan informasi yang lebih akurat untuk pengambilan
kehilangan relevansinya untuk pengambilan keputusan. Selanjutnya, Winarna, Kuncara, &
keputusan jika tidak tersedia tepat waktu Setiawan (2017) membuktikan bahwa laporan
(ketepatan dalam penyajian dan mengungkapkan keuangan pemerintah daerah di Indonesia berguna
informasi). Oleh karena itu, ketepatan waktu untuk menilai kondisi pemerintah daerah,
pengungkapan merupakan kendala dalam sehingga laporan keuangan pemerintah daerah
memberikan informasi yang relevan. Dengan mempunyai nilai yang baik. Jadi, pengguna
demikian, ketika membahas kegunaan informasi laporan keuangan pemerintah daerah di Indonesia
keuangan seseorang harus menghubungkannya bisa menggunakan laporan keuangan pemerintah
dengan relevansi. Relevansi mempengaruhi daerah untuk mengambil keputusan. Dalam
keputusan dan penting dalam penyusunan dan konteks informasi akuntansi berbasis akrual,
penyajian informasi keuangan. Informasi yang beberapa peneliti seperti Kobayashi et al. (2016)
tepat waktu akan memberikan manfaat yang lebih menunjukkan informasi yang dihasilkan oleh
besar (Alijarde, 1997; Grossi & Reichard, 2009). akuntansi berbasis akrual berguna bagi pengambil
Pemerintah daerah yang mengeluarkan obligasi di keputusan di Jepang. Hasil ini sejalan dengan
Amerika Serikat akan mengalami dampak negatif penelitian Bergmann (2012) di Swis; Jagalla et al.
143
Fatmawati & Setiawan/Jurnal Dinamika Akuntansi dan Bisnis Vol. 5(2), 2018, pp 137-150

(2011) di Jerman; Nogueira et al. (2013), Variabel Penelitian dan Pengukurannya


Nogueira & Jorge (2012; 2016) di Portugal yang Variabel yang digunakan dalam penelitian ini
menunjukkan peran akuntansi akrual untuk terdiri dari variabel independen dan dan variabel
memberikan suplai informasi yang berguna bagi dependen. Variabel independen dalam penelitian
pengambil keputusan. Berdasarkan uraian tersebut, ini adalah pengendalian internal dan ketepatan
penelitian ini menduga terdapat hubungan positif informasi pelaporan keuangan Sedangkan variabel
antara ketepatan informasi dalam pelaporan dependen dalam penelitian ini adalah
keuangan dan kebermanfaatan keputusan kebermanfaatan keputusan informasi akuntansi
informasi akrual, sehingga penulis mengajukan akrual.
hipotesis : Variabel independen pengendalian internal
H2: Ketepatan informasi dalam pelaporan dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan
keuangan berpengaruh positif terhadap instrumen yang diadopsi dari instrumen kuesioner
kebermanfaatan informasi akuntansi akrual penelitian Nogueira & Jorge (2012). Kuesioner
untuk pengambilan keputusan di pemerintah terdiri dari 12 (dua belas) pertanyaan/ pernyataan
daerah. dengan menggunakan skala Likert 5 poin (1=
sangat tidak setuju, 2 = tidak setuju, 3 = netral, 4 =
3. Metode Penelitian setuju, 5 = sangat setuju), sesuai dengan penelitian
Populasi dan Sampel yang dilakukan sebelumnya.
Populasi dari penelitian ini adalah Aparatur Variabel independen ketepatan informasi
Sipil Negara yang bertugas sebagai Pengelola pelaporan keuangan dalam penelitian ini diukur
Keuangan SKPD di Pemerintah Daerah dengan menggunakan instrumen yang diadopsi
SUBOSUKAWONOSRATEN yang terdiri dari 1 dari instrumen kuesioner penelitian Nogueira dan
kota dan 6 kabupaten yaitu Kota Surakarta, Jorge (2012) yang terdiri dari 11 (sebelas)
Kabupaten Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, pertanyaan /pernyataan dan menggunakan skala
Wonogiri, Sragen dan Klaten. Pengambilan Likert 5 poin (1= sangat tidak setuju, 2 = tidak
Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik setuju, 3 = netral, 4 = setuju, 5 = sangat setuju)
nonprobability sampling dengan cara Purposive sesuai dengan penelitian sebelumnya.
sampling. Sampel yang diambil dalam penelitian Variabel dependen kebermanfaatan informasi
ini adalah pengelola keuangan SKPD yang terdiri akuntansi akrual untuk pengambilan keputusan
dari Pengguna Anggaran, Pejabat Penatausahaan (decision usefulness) dalam penelitian ini diukur
Keuangan dan bendahara pengeluaran SKPD dengan menggunakan instrumen yang diadopsi
karena setiap level pengelola keuangan dari instrumen kuesioner penelitian Andriani et al.,
berkontribusi terhadap penyusunan informasi (2010) Kuesioner terdiri dari 19 (sembilan belas)
akuntansi yang disajikan dalam laporan keuangan pertanyaan/pernyataan dengan menggunakan skala
pemerintah daerah selain itu mereka sebagai Likert 5 poin (1= sangat tidak setuju, 2 = tidak
pengambil keputusan internal di tingkat teknis setuju, 3 = netral, 4 = setuju, 5 = sangat setuju)
pada satuan kerja. sesuai dengan penelitian sebelumnya.
Pada tahap awal adopsi kuesioner dari luar
Jenis Data negeri, peneliti berkonsultasi dengan ahli di
Penelitian ini menggunakan data primer yang bidang bahasa inggris dan praktisi di bidang
bersumber dari kuesioner. Dilihat dari jenis akuntansi sektor publik untuk menerjemahkan
datanya penelitian ini merupakan penelitian kuesioner tersebut.
kuantitatif.
144
Fatmawati & Setiawan/Jurnal Dinamika Akuntansi dan Bisnis Vol. 5(2), 2018, pp 137-150

Setelah melalui proses diskusi dengan kedua keuangan terhadap kebermanfaatan informasi
ahli tersebut, penelitian ini melakukan pilot test akuntansi akrual untuk pengambilan keputusan di
untuk menguji kuesioner yang menggunakan pemerintah daerah. Model analisis regresi dengan
Bahasa Indonesia. Setelah selesai melakukan pilot persamaan sebagai berikut.
test, maka kuesioner tersebut siap untuk
digunakan.
Keterangan:
KK = Kebermanfaatan–keputusan informasi
Model
akuntansi akrual
Model regresi berganda dalam penelitian ini
PI = Pengendalian internal
adalah untuk menguji pengaruh pengendalian
KI = Ketepatan informasi pelaporan keuangan
internal dan ketepatan informasi pelaporan

Pengendalian internal
H1 +
Decision usefulness informasi
akuntansi akrual
Ketepatan informasi pelaporan H2 +
keuangan

Gambar 1
Model Penelitian

4. Hasil Penelitian dan Pembahasan Karakteristik responden meliputi jenis kelamin,


Karakteristik Responden usia, jenjang pendidikan, dan jabatan dalam
Penelitian ini menggunakan data primer yang pengelolaan keuangan daerah (sebagai Pengguna
diperoleh dari jawaban responden atas pertanyaan Anggaran/Pejabat Penatausahaan Keuangan/
yang berhubungan dengan pengendalian internal, bendahara pengeluaran). Responden dalam
ketepatan informasi pelaporan keuangan dan penelitian ini adalah pengelola keuangan SKPD
kebermanfaatan informasi akrual untuk pengambilan sebagai pengambil keputusan teknis di tingkat
keputusan di pemerintah daerah Subosukawonosraten. operasional pada satuan kerja yang terdiri dari
Pengumpulan data menggunakan metode survei Pengguna Anggaran (PA) yang dijabat oleh kepala
dengan kuesioner. Kuesioner tersebut disebarkan SKPD, Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK)
langsung oleh peneliti kepada responden yaitu SKPD yang dijabat oleh Sekretaris/Kasubag pada
pengelola keuangan SKPD yang terdiri dari Pengguna badan/dinas/kantor yang merupakan pengguna
Anggaran, Pejabat Penatausahaan Keuangan dan internal informasi akuntansi, yang memiliki
bendahara pengeluaran pada Badan, Dinas dan Kantor wewenang sebagai penyusun laporan keuangan
Pemerintah Daerah di Kota Surakarta, Kabupaten SKPD serta bendahara pengeluaran yang
Sukoharjo, Boyolali, Karanganyar, Wonogiri, Sragen berkontribusi nyata terhadap proses penyusunan
dan Klaten (SUBOSUKAWONOSRATEN). Jumlah laporan keuangan SKPD serta pengambilan
kuesioner yang disebarkan kepada responden keputusan yang terkait dengan pengelolaan
sejumlah 570 kuesioner dan yang diterima atau keuangan. Karakteristik 423 responden yang
kembali sejumlah 435 kuesioner, dengan tingkat berpartisipasi dalam pengisian kuesioner
respon rate sebesar 76,31 %. Data yang dapat penelitian dapat dilihat pada tabel 1 di bawah ini.
diolah lebih lanjut sejumlah 423 kuesioner.
145
Fatmawati & Setiawan/Jurnal Dinamika Akuntansi dan Bisnis Vol. 5(2), 2018, pp 137-150

Tabel 1
Karakteristik Responden
Keterangan Jumlah (Orang) Prosentase
Jenis Kelamin
1. Pria 259 61,23%
2. Wanita 164 38,77%
Usia
1. < 30 tahun 21 4,96%
2. 31 – 40 tahun 87 20,57%
3. 41 - 50 tahun 99 23,40%
4. > 50 tahun 216 51,06%
Pendidikan Terakhir
1. SMU 19 4,49%
2. Diploma 17 4,01%
3. Sarjana Akuntansi 60 14,18%
4. Pasca Sarjana Akuntansi 20 4,73%
5. Sarjana Lainnya (Non Akuntansi) 145 34,28%
6. Pasca Sarjana Lainnya (Non Akuntansi) 162 38,29%
Jabatan dalam pengelolaan keuangan daerah pada SKPD
1. PA / KPA (kepala SKPD) 135 31,91%
2. PPK (Sekretaris/kasi/kasubag SKPD) 139 32,86%
3. Bendahara pengeluaran 149 35,22%
Sumber: data primer diolah, 2016

Responden laki-laki yang menjadi sampel Sarjana Akuntansi sebanyak 20 orang atau 4,73%
penelitian berjumlah 259 orang atau sebesar dan kemudian diikuti responden dengan tingkat
61,23% dari total jumlah sampel, sedangkan pendidikan SLTA/ sederajat sebanyak 19 orang
sisanya sejumlah 164 orang atau 38,77% adalah atau 4,49%.
responden perempuan. Distribusi usia pegawai di Jumlah paling sedikit adalah responden
SKPD yang diteliti, mayoritas adalah responden dengan tingkat pendidikan D3 (Diploma 3)
dengan usia di atas 50 tahun sebanyak 216 orang sebanyak 17 orang atau 4,01%. Responden yang
atau 51,06%, kemudian diikuti responden dengan mengikuti survei sebagian besar menduduki
usia antara 41 sampai dengan 50 tahun berjumlah jabatan dalam pengelolaan keuangan sebagai
99 orang atau 23,40%, selanjutnya usia 31 sampai bendahara pengeluaran yaitu sebanyak 149 orang
dengan 40 tahun yaitu berjumlah 87 orang atau atau 35,22% dari jumlah sampel, kemudian diikuti
20,57%. Jumlah responden paling sedikit adalah oleh Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK)
pengelola keuangan yang usianya di bawah 30 sebanyak 139 orang atau 32,86% dari jumlah
tahun sebanyak 21 orang atau 4,96%. Mayoritas sampel, dan responden paling rendah yang
responden dengan tingkat pendidikan Pasca mengikuti survei adalah pengelola keuangan
Sarjana non Akuntansi yaitu sebanyak 162 orang dengan jabatan Pengguna Anggaran berjumlah
atau 38,29%. Jumlah responden dengan tingkat 135 orang atau 31,91%.
pendidikan sarjana non akuntansi sebanyak 145
orang atau 34,28%, diikuti responden dengan Hasil Penelitian
tingkat pendidikan Sarjana Akuntansi sebanyak Tabel 2 berikut ini menyajikan statistik
60 orang atau 14,18%, kemudian diikuti deskriptif masing-masing variabel penelitian yang
responden dengan tingkat pendidikan Pasca digunakan pada penelitian ini:
146
Fatmawati & Setiawan/Jurnal Dinamika Akuntansi dan Bisnis Vol. 5(2), 2018, pp 137-150

Tabel 2
Statistik Deskriptif
No Variabel Mean Standar Deviasi
1 Pengendalian Intern 4,25 0,54
2 Ketepatan Informasi 3,94 0,62
3 Kebermanfaatan Informasi 3,91 0,66

Tabel 2 menunjukkan nilai rata-rata 3,91. Nilai ini juga mendekati nilai maksimal,
pengendalian intern adalah 4,25. Kuesioner sehingga informasi akuntansi yang berasal dari
penelitian ini menggunakan skala likert 5 point. sistem akrual mempunyai tingkat manfaat yang
Artinya rata-rata responden menganggap tinggi.
pengendalian intern di pemerintah daerah sudah Pengujian hipotesis dilakukan untuk menguji
dilakukan dengan baik. Nilai ini memang ada atau tidaknya pengaruh yang signifikan dari
mendekati nilai maksimal. Selanjutnya nilai rata- variabel-variabel yang diuji seperti variabel
rata ketepatan informasi adalah 3,94. Nilai ini juga independen pada variabel dependen dengan
menunjukkan responden menganggap informasi menggunakan regresi linier berganda dengan
yang berasal dari laporan keuangan yang program Statistical Package for Social Science
menggunakan sistem akrual merupakan informasi (SPSS) 20. Berikut ini merupakan uraian hasil
yang tepat. Selanjutnya, variabel kebermanfaatan pengujian regresi berganda yang telah dilakukan.
informasi juga menunjukkan nilai rata-rata sebesar

Tabel 3
Hasil Pengujian Hipotesis
Keterangan Coefficcients Nilai t Sig. Hasil Pengujian
(constant) -95,411* -6,482 0,000
Pengendalian Internal 26,110* 4,884 0,000 H1 diterima
Ketepatan Informasi 18,193* 8,252 0,000 H1 diterima

Adjusted R-square 0,256


F statistic 73,788
Prob (F-statistic) 0,000
*, signifikan pada 1%

Hasil uji statisik yang ditampilkan di Tabel 3 Oleh karena itu, dapat disimpulkan adanya
berhasil membuktikan bahwa pengendalian hubungan antara pengendalian internal dalam
internal mempunyai pengaruh positif terhadap pelaporan keuangan dengan kebermanfaatan
kebermanfaatan keputusan informasi akuntansi informasi akrual untuk pengambilan keputusan,
akrual di pemerintah daerah. Hasil penelitian ini jika pengendalian internal dalam pelaporan
mendukung secara empirik penelitian yang keuangan tinggi maka tingkat penyimpangan dan
dilakukan Alijarde (1997), Nogueira & Jorge kebocoran dalam pengelolaan keuangan daerah
(2012), Mulyani & Suryawati (2011). Hal ini akan berkurang. Minimnya tingkat kebocoran
dapat diartikan bahwa dengan semakin baik dan penyimpangan yang terjadi mengindikasikan
tingkat pengendalian internal informasi keuangan informasi akuntansi yang disajikan dalam laporan
dalam pengelolaan keuangan pada satuan kerja di keuangan akan lebih akurat dan tepat, sehingga
pemerintah daerah, maka semakin berguna dapat digunakan untuk pengambilan keputusan
informasi akuntansi untuk pengambilan keputusan dengan tepat.
oleh para pengelola keuangan yang dalam hal ini Tabel 3 juga menunjukkan ketepatan
pengambil keputusan teknis di pemerintah daerah. informasi pelaporan keuangan mempunyai
147
Fatmawati & Setiawan/Jurnal Dinamika Akuntansi dan Bisnis Vol. 5(2), 2018, pp 137-150

pengaruh positif terhadap kebermanfaatan P. S. Nogueira et al., (2013), S. P. Nogueira &


keputusan informasi akuntansi akrual Jorge (2012; 2016) yang menunjukkan pentingnya
dipemerintah daerah. Hal ini dapat diartikan informasi akuntansi akrual. Hal ini disebabkan
bahwa dengan semakin tepat informasi akuntansi informasi akuntansi memainkan peran kunci
dalam pelaporan keuangan maka akan semakin dalam organisasi (Andriani et al., 2010;
bermanfaat informasi akuntansi tersebut untuk Bergmann, 2012; Christiaens et al., 2010). Seperti
pengambilan keputusan. Hasil ini menunjukkan dikemukakan oleh Kober et al. (2010) bahwa
pentingnya pelaporan keuangan pemerintah daerah konsep kebermanfaatan informasi secara luas
yang tepat untuk menunjang pengambilan dianggap sebagai penyempurnaan beberapa
keputusan. karakteristik kualitatif informasi. Ketepatan
Hasil pengujian hipotesis H1 menunjukkan informasi pelaporan keuangan sangat erat
bahwa pengendalian internal berpengaruh positif kaitannya dengan relevansi dan reliabilitas,
signifikan terhadap kebermanfaatan informasi sehingga dengan menyajikan informasi akuntansi
akrual untuk pengambilan keputusan di secara relevan, reliabel dan tepat waktu dalam
pemerintah daerah. Hasil ini konsisten dengan laporan keuangan, maka informasi tersebut akan
penelitian di Portugal oleh Nogueira & Jorge tepat untuk pengambilan keputusan.
(2012) dan di Spanyol oleh Alijarde (1997) yang
menunjukkan pentingnya pengendalian internal di 5. Kesimpulan, Keterbatasan, dan Saran
lingkungan pemerintah daerah. Pengendalian Penelitian ini bertujuan untuk menguji
internal yang baik dalam pelaporan keuangan akan dampak pengendalian internal dan ketepatan
menjamin keakuratan, ketepatan dan keandalan informasi akuntansi berbasis akrual terhadap
informasi keuangan yang disajikan dalam laporan kebermanfaatan informasi akuntansi yang
keuangan sehingga informasi dalam laporan dihasilkan oleh akuntansi akrual dengan konteks
keuangan dapat digunakan untuk pengambilan pemerintah daerah. Hasil penelitian ini
keputusan dengan tepat. Hasil ini tidak sesuai mengkonfirmasi dugaan bahwa pengendalian
dengan hasil penelitan Yendrawati (2013) di internal yang baik akan meningkatkan kualitas
Indonesia yang menemukan pengendalian internal laporan keuangan, sehingga dapat meningkatkan
di lingkungan pemerintah daerah tidak efektif kebermanfaatan informasi akuntansi yang berasal
dalam mendukung peningkatan kualitas laporan dari laporan keuangan pemerintah daerah yang
keuangan pemerintah daerah, namun penelitian ini disusun berdasarkan sistem akuntansi akrual.
sejalan dengan Mulyani & Suryawati (2011) yang Selain itu, ketepatan informasi akuntansi juga akan
menunjukkan pengendalian internal yang baik memberikan dampak positif terhadap
dapat mengurangi salah saji laporan akuntansi, kebermanfaatan akuntansi akrual.
sehingga dapat mendorong pemerintah daerah Implikasi dari penelitian ini adalah
dalam mencapai tujuannya (Setiawan & Basuki, pemerintah daerah sebaiknya terus meningkatkan
2018). kualitas pengendalian internal yang ada di
Hasil pengujian hipotesis kedua menunjukkan pemerintahan daerah. Pengendalian internal yang
bahwa ketepatan informasi dalam pelaporan baik akan mempengaruhi kualitas laporan
keuangan berpengaruh positif signifikan terhadap keuangan. Peningkatan kualitas pengendalian
kebermanfaatan informasi akuntansi akrual untuk internal dapat dilakukan dengan cara
pengambilan keputusan di pemerintah daerah. meningkatkan kualitas staf di lingkungan
Temuan ini konsisten dengan penelitian pengendalian internal di pemerintah daerah. Hal
sebelumnya seperti Kobayashi et al. (2016), ini sejalan dengan penelitian Wanke, Azad,
Bergmann (2012) di Swiss, Jagalla et al. (2011), S. Barros, & Hassan (2016), McLeod & Harun
148
Fatmawati & Setiawan/Jurnal Dinamika Akuntansi dan Bisnis Vol. 5(2), 2018, pp 137-150

(2014) dan Harun et al. (2013) yang menunjukkan Management, 32(1), 15–20.
pentingnya meningkatkan pemahaman staf https://doi.org/10.1080/09540962.2012.6430
pemerintahan mengenai akuntansi akrual untuk 50
BPK RI. (2017). Ikhtisar hasil pemeriksaan
memaksimalkan kebermanfaatan akuntansi
semester I tahun 2017. Jakarta.
berbasis akrual. Penelitian ini juga menunjukkan Christiaens, J., Reyniers, B., & Rollé, C. (2010).
pentingnya laporan keuangan yang tepat untuk Impact of IPSAS on reforming
mendukung pengambilan keputusan. governmental financial information systems:
Penelitian ini masih memiliki keterbatasan A comparative study. International Review
diantaranya, penelitian ini dilakukan pada awal of Administrative Sciences, 76(3), 537–554.
tahun 2016 ketika Laporan Keuangan Pemerintah https://doi.org/10.1177/0020852310372449
Craft, J. L. (2013). A Review of the Empirical
Daerah berbasis full acrual belum selesai disusun
Ethical Decision-Making Literature : 2004 –
dan diaudit oleh BPK RI, sehingga persepsi 2011. Journal of Business Ethics, 221–259.
pengelola keuangan baru sebatas informasi https://doi.org/10.1007/s10551-012-1518-9
akuntansinya saja yaitu pada tahun 2015. Akan Dixon, K., Coy, D., & Tower, G. (1991). External
sangat menarik, apabila penelitian selanjutnya reporting by new zealand universities 1985-
menguji ulang hasil penelitian ini dengan 1989: improving accountability. Financial
menggunakan laporan keuangan pemerintah Accountability & Management, 7(3), 159–178.
Dunleavy, P., & Hood, C. (1994). From old public
daerah yang sudah menerapkan akuntansi akrual
administration to new public management.
secara penuh. Public Money and Management,
0962(November), 954–962.
Daftar Pustaka https://doi.org/10.1080/09540969409387823
Alijarde, M. I. B. (1997). The usefulness of Ferryono, B., & Sutaryo. (2017). Manfaat
financial reporting in spanish local Akuntansi Basis Akrual dan Akuntansi Basis
goverments, 13(February), 17–34. Kas Menuju Akrual dalam Pengambilan
Andriani, Y., Kober, R., & Ng, J. (2010). Decision Keputusan Internal Pemerintah Daerah.
Usefulness of Cash and Accrual Jurnal Dinamika Akuntansi Dan Bisnis,
Information: Public Sector Managers’ 4(1), 143–158.
Perceptions. Australian Accounting Review, Grossi, G., & Reichard, C. (2009). The limited use
20(2), 144–153. of financial data for governmental decision-
https://doi.org/10.1111/j.1835- making–An exploratory study with reference
2561.2010.00087.x to Germany and Italy.
Aryani, M. K., & Kiswanto. (2017). The effect of Harun, H., An, Y., & Kahar, A. (2013).
accrual-GAS on the financial reporting Implementation and challenges of introducing
reliability with HR capacity as mediating NPM and accrual accounting in Indonesian
variables. Jurnal Dinamika Akuntansi, 9(2), local government. Public Money and
110–122. Management, 33(5), 383–388.
https://doi.org/http://dx.doi.org/10.15294/jda https://doi.org/10.1080/09540962.2013.817131
.v9i2.9733 Harun, H., Peursem, K., & VanEggleton, L.
Badara, M., & Saidin, S. (2013). Impact of the (2012). Institutionalization of accrual
effective internal control system on the accounting in the Indonesian public sector.
internal audit effectiveness at local Journal of Accounting & Organizational
government level. Journal of Social and Change, 8(2), 257–285.
Development Sciences, 4(1), 16–23. https://doi.org/10.1108/18325911211258308
https://doi.org/10.5923/j.ijfa.20130202.05 Henke, T. S., & Maher, J. J. (2016). Government
Bergmann, A. (2012). The influence of the nature Reporting Timeliness and Municipal Credit
of government accounting and reporting in Market Implications. Journal of
decision-making: Evidence from Governmental & Nonprofit Accounting,
Switzerland. Public Money and
149
Fatmawati & Setiawan/Jurnal Dinamika Akuntansi dan Bisnis Vol. 5(2), 2018, pp 137-150

5(1), 1–24. https://doi.org/10.1016/j.rcsar.2015.09.002


https://doi.org/10.2308/ogna-51601 Nogueira, S. P. S., Jorge, S. M. F., & Oliver, M.
Jagalla, T., Becker, S. D., & Weber, J. (2011). A C. (2013). The usefulness of fınancial
taxonomy of the perceived benefts of accrual reporting for internal decision-making in
accounting and budgeting: evidence from Portuguese municipalities. Management
german states. Financial Accounting & Research, 11(2), 178–212.
Managemenrt, 27(2), 134–165. https://doi.org/10.1108/MRJIAM-Dec-2011-
Kobayashi, M., Yamamoto, K., & Ishikawa, K. 0465
(2016). The Usefulness of Accrual Osborne, D., & Gaebler, T. (1993). Reinventing
Information in Non-mandatory government: how the entrepreneurial spirit
Environments : The Case of Japanese Local is transforming the public sector (plume).
Government. Australian Accounting Review, New York.
26(77), 1–6. Petrovits, C., Shaspeare, C., & Shih, A. (2011).
https://doi.org/10.1111/auar.12093 The Causes and consequences of internal
Kober, R., Lee, J., & Ng, J. (2010). Mind your control problems in nonprofit organizations.
accruals: perceived usefulness of financial American Accounting Association, 86(1),
information in the australian public sector 325–357.
different accounting systems. Financial https://doi.org/10.2308/accr.00000012
Accounting & Managemenrt, 26(August). Republik Indonesia. PP No 60 Tahun 2008 tentang
Lu, H., Richardson, G., & Salterio, S. (2011). sistem pengendalian intern pemerintah
Direct and indirect effects of internal control (2008).
weaknesses on accrual quality: Evidence Republik Indonesia. PP No 71 Tahun 2010 tentang
from a unique Canadian regulatory setting. standar akuntansi pemerintahan berbasis
Contemporary Accounting Research, 28(2), akrual (2010).
675–707. https://doi.org/10.1111/j.1911- Setiawan, D., & Basuki, M. A. (2018). Peran
3846.2010.01058.x auditor intern pemerintah, motivasi, dan
McLeod, R. H., & Harun, H. (2014). Public sector kinerja pegawai negeri sipil. Jurnal
accounting reform at local government level Akuntansi, XXII(01), 86–104.
in Indonesia. Financial Accountability & Smith, S., & Coy, D. (1999). An analysis of New
Management, 30(2), 238–258. Zealand city council annual reports from a
Mulyani, P., & Suryawati, R. F. (2011). Analisis public accountability perspective. In AAANZ
peran dan fungsi sistem pengendalian intern conference. Cairns.
pemerintah (SPIP/PP NO.60 TAHUN 2008) Suwardjono. (2005). Teori akuntansi:
dalam meminimalisasi tingkat salah saji perekayasaan pelaporan keuangan (Ketiga).
pencatatan akuntansi keuangan pemerintah Yogyakarta: BPFE UGM.
daerah. Jurnal Organisasi Dan Manajemen, Trisaptya, Y., Perdana, H. D., & Sulardi. (2016).
7(2), 102–106. Evaluasi akuntabilitas laporan keuangan
Nogueira, S. P., & Jorge, S. M. (2012). Adequacy of pemerintah daerah di Indonesia. Jurnal
the Local Government financial reporting Akuntansi Dan Bisnis, 15(1), 65–73.
model in the context of internal decision- Wanke, P., Azad, M. A. kalam B., Barros, C. P., &
making: An exploratory study in the Hassan, M. K. (2016). Journal of
municipality of Bragança. Tékhne - Review of International Financial Markets , Institutions
Applied Management Studies, 10(2), 74–86. & Money Predicting efficiency in Islamic
https://doi.org/10.1016/j.tekhne.2012.06.001 banks : An integrated multicriteria decision
Nogueira, S. P., & Jorge, S. M. (2016). making ( MCDM ) approach. Journal of
Explanatory factors for the use of the International Financial Markets, Institutions
financial report in decision-making: & Money, 45, 126–141.
Evidence from Local Government in https://doi.org/10.1016/j.intfin.2016.07.004
Portugal. Revista de Contabilidad, 19(2), Williams, P. F., & Ravenscroft, S. P. (2013).
216–226. Rethinking decision usefulness.
150
Fatmawati & Setiawan/Jurnal Dinamika Akuntansi dan Bisnis Vol. 5(2), 2018, pp 137-150

Contemporary Accounting Research,


XX(Xx), 1–26. https://doi.org/10.1111/1911-
3846.12083
Winarna, J., Kuncara, A. W., & Setiawan, D.
(2017). Financial distress of local
government: A study on local government
characteristics, infrastructure, and financial
condition. Global Bussines & Finance
Review, 22(2), 34–47.
Yamamoto, K. (2008). What matters in
legislators’ information use for financial
reporting: the case of Japan. (I. da U. de
Coimbra, Ed.). Inglês.
https://doi.org/http://dx.doi.org/10.14195/97
8-989-26-0422-0_19
Yendrawati, R. (2013). Pengaruh sistem
pengendalian intern dan kapasitas sumber
daya manusia terhadap kualitas informasi
laporan keuangan dengan faktor eksternal
sebagai variabel moderating. Jurnal
Akuntansi & Auditing Indonesia, 17(2),
166–175.

Похожие интересы