Вы находитесь на странице: 1из 17

Jurnal Valuta Vol 2 No 1, April 2016, 66-82 ISSN : 2502-1419

ANALISIS MOTIVASI KERJA KARYAWAN PADA PT. PEPUTRA


MASTERINDO KEC. TAPUNG KAB. KAMPAR

Adi Widyo Prastowo dan Arief Rifai H


Mahasiswa dan Dosen Program Studi Administrasi Bisnis
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Riau
Email : ariefrh16@yahoo.co.id

Abstract

The aim of this study was to see how the implementation of the provision of employee motivation in the
PT. Peputra Masterindo district. Tapung Kab. Kampar assessment indicators that achievement,
recognition, responsibility, opportunity to progress, promotion, work itself, pay, benefits, working
conditions, physical, interpersonal relationships, policies and administration of the company, control,
status and job security. This type of research is located at PT. Peputra Masterindo district. Tapung Kab.
Kampar is descriptive, ie prioritize the questionnaires as a means of collecting data and data collected
with this tool then used as the main raw material for evaluating the condition of the existence of empirical
and objective research purposes at the location investigated. There are groups of the population and the
sample in this study is 169 employees. The sampling technique used in the determination of the individual
sample is census techniques. Types and data collection techniques used consisted of primary data
collected by using questionnaires and interviews and secondary data was collected using direct
observation techniques to place the study site. Data analysis technique that classification of data in the
form of group and descriptive type and make of the findings of the study quantitatively analyzed along
with the quality that comes with the percentage data. Once the data is analyzed then proceed with making
conclusions and suggestions of research results. The conclusions and recommendations of the research
about motivation at PT. Peputra Masterindo district. Tapung Kab. Kampar categorized less well with the
advice of more attention to the home office allowance. Then facilities given more attention care
Keywords: Analysis, and Employee Motivation

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pelaksanaan pemberian motivasi kerja karyawan pada
pada PT. Peputra Masterindo Kec. Tapung Kab. Kampar indikator penilaian yaitu prestasi, penghargaan,
tanggung jawab, kesempatan untuk maju, kenaikan pangkat, pekerjaan itu sendiri, gaji, tunjangan, kondisi
kerja fisik, hubungan interpersonal, kebijakan dan administrasi perusahaan, pengawasan, status dan
keamanan kerja. Tipe penelitian yang berlokasi di PT. Peputra Masterindo Kec. Tapung Kab. Kampar ini
adalah deskriptif, yaitu memprioritaskan daftar kuesioner sebagai alat pengumpul data dan data yang
terkumpul dengan alat ini kemudian dijadikan bahan baku utama untuk mengevaluasi kondisi empiris dan
obyektifitas keberadaan tujuan penelitian pada lokasi diteliti. Terdapat kelompok populasi dan sampel
dalam penelitian ini yaitu 169 orang karyawan. Teknik sampling yang dipergunakan dalam penetapan
individu sampel adalah teknik sensus. Jenis dan teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri dari data
primer dikumpulkan dengan menggunakan teknik daftar kuesioner dan wawancara serta data sekunder
yang dikumpulkan menggunakan teknik observasi atau pengamatan langsung ketempat lokasi penelitian.
Sedangkan teknik analisis data yaitu klasifikasi data dalam bentuk kelompok dan jenis serta membuat
deskriptif dari temuan-temuan dari penelitian yang dianalisa secara kuantitatif beserta kualitas yang
dilengkapi dengan data persentase. Setelah data dianalisa maka dilanjutkan dengan membuat kesimpulan
dan saran hasil penelitian. Adapun kesimpulan dan saran dari penelitian menganai pemberian motivasi
pada PT. Peputra Masterindo Kec. Tapung Kab. Kampar dikategorikan kurang baik dengan saran lebih
diperhatikan terhadap tunjangan rumah dinas. Kemudian fasilitas yang diberikan lebih diperhatikan
perawatan.
Kata kunci : Analisis, Motivasi dan Karyawan

66
Analisis Motivasi Kerja Karyawan Pada PT. Peputra Masterindo Kec. Tapung Kab. Kampar
Adi Widyo Prastowo Dan Arief Rifai H

PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah pengolahan Tandan Buah Segar (TBS)
Motivasi mempunyai peranan yang menjadi minyak sawit dan inti sawit.Dengan
penting bagi seorang penanggung jawab kapasitas oleh Tandan Buah Segar (TBS) di
dalam suatu perusahaan untuk setiap Pabrik Kelapa Sawit (PKS) adalah 90
menggerakkan segala daya dan batas Ton/ jam. Karyawan PT. Peputra Masterindo
kemampuan manusia dan fasilitas lainnya. yang terdiri dari:
Motivasi mempersoalkan bagaimana cara 1. Karyawan kebun terdiri dari : Staff/
mendorong gairah kerja bawahan, agar Asisten, Mandor dan Karyawan Tetap
mereka mau bekerja keras dengan 2. Karyawan Pabrik Kelapa Sawit (PKS)
memberikan semua kemempuan dan terdiri dari: Staff/ Asisten, Pegawai
keterampilan untuk mewujudkan perusahaan Tetap dan Karyawan Tetap
tersebut. Sebagai perusahaan perkebunan
PT Peputra Masterindo Kec. Tapung PT.Peputra Masterindo Kec. Tapung Kab.
Kab. Kampar merupakan sebuah perusahaan Kampar memberikan gaji untuk setiap
yang bargerak dibidang perkebunan kelapa karyawannya berdasarkan aturan yang
sawit didirikan pada tahun 1995 yang ditentukan oleh pimpinan perusahaan dan
memiliki karyawan tetap berjumlah 334 berdasarkan ketetapan golongan masing –
meliputi karyawan kebun dan pabrik, luas masing yang ada diperusahaan tersebut.
Lahan 1.989 Ha terdiri Inti 989 Ha dan Masing – masing karyawan tiap bulannya
Plasma 1.000 Ha hampir 60% merupakan diberikan upah dengan ketentuan yang
milik masyarakat sekitar.yang secara umum berlaku pada perusahaan tersebut. Dapat kita
mengolah hasil produksinya yaitu dengan lihat pada tabel berikut :

Tabel 1 : Daftar Gaji Karyawan Menurut Golongan PT. Peputra Masterindo Kec.
Tapung Kab. Kampar
Golongan
Tahun A B C D E
1 1.650.000 1.900.000 2.150.000 2.400.000 2.650.000
2 1.670.000 1.920.000 2.170.000 2.420.000 2.670.000
3 1.690.000 1.940.000 2.190.000 2.440.000 2.690.000
4 1.710.000 1.960.000 2.210.000 2.460.000 2.710.000
5 1.730.000 1.980.000 2.230.000 2.480.000 2.730.000
6 1.750.000 2.000.000 2.250.000 2.500.000 2.750.000
Sumber Data : PT. Peputra Masterindo

Golongan A tingkat lulusan SMP terima golongan D1 yaitu sebesar Rp


sederajat sedangkan A1-A6 berdasarkan 2.400.0000, gaji yang di terima golongan E1
tahun masa kerja. Golongan B tingkat yaitu sebesar Rp 2.650.0000
lulusan SMA sedangkan B1-B6 berdasarkan Bentuk-bentuk prestasi kerja dari
tahun kerja. Golongan C tingkat lulusan DIII perusahaan:
sedangkan C1-C6 berdasarkan tahun kerja. a. Kehadiran dan disiplin kerja :
Golongan D tingkat lulusan S1 sedangkan Absensi, kehadiran tepat waktu dan
D1-D6 berdasarkan tahun kerja. Golongan E disiplin dalam mengunakan waktu
tingkat lulusan S2 sedangkan E1-E6 b. Kualitas kerja: ketepatan, ketelitian,
berdasarkan tahun kerja. Untuk lulusa S3 keterampilan dan kebersihan
tidak ada yang bekerja di perusahaan c. Tanggung jawab: kesediaan
sehingga tidak ada penggolongannya. melaksanakan kewajiban secara
Gaji yang di terima golongan A1 tuntas
yaitu sebesar Rp 1.650.0000, gaji yang di d. Sikap: sikap terhadap perusahaan,
terima golongan B1 yaitu sebesar Rp karyawan lain dan pekerjaan
1.900.0000, gaji yang di terima golongan C1 Bentuk penghargaan prestasi kerja:
yaitu sebesar Rp 2.150.0000, gaji yang di a. Insentif / Upah lembur

67
Jurnal Valuta Vol 2 No 1, April 2016, 66-82 ISSN : 2502-1419

b. Kenaikan pangkat mendapatkan Reward dari perusahaan PT.


c. Tanda penghargaan Peputra Masterindo Kec. Tapung
d. Hadiah (reward) Kab.Kampar:
Berikut ini daftar nama-nama
karyawan dan pegawai yang pernah

Tabel 2 : Daftar Karyawan Yang Mendapat Reward PT. Peputra Masterindo Kec.
Tapung Kab.Kampar
NO NAMA PEKERJAAN
1 Erwin Asisten/ Staf
2 Yessi Maqfirah Pegawai
3 Suwandi Asisten/ Staff
4 Herianto Pegawai
5 M. Hanafi Mandor
6 Lilik Rijali Pegawai
7 Siswanto Karyawan
Sumber Data : PT. Peputra Masterindo 2014

PT. Peputra Masterindo Kec. memperoleh hasil kerja yang baik


Tapung Kab. Kampar dalam pemenuhan diperusahan tersebut.
kebutuhan karyawannya telah memberikan Tunjangan Insentif Karyawan PT.
Motivasi yang berupa gaji dan upah lembur, Peputra Masterindo Kec. Tapung
tunjangan pengobatan, tunjangan baras, Kab.Kampar terbagi 3, yaitu:
santunan sosial, jamsostek, tunjangan hari 1. Uang dalam bentuk Gaji, Upah
raya dan rumah dinas. Hal ini dimaksudkan Lembur, Uang Beras, THR
sebagai imbalan dan balas jasa kepada 2. Jaminan dalam bentuk JAMSOSTEK,
karyawan dalam rangka memotivasi mereka Pemberian Cuti
dalam mengerjakan tugas – tugas yang 3. Fasilitas dalam bentuk Rumah Dinas,
dibebankan kepada karyawan sehingga Tempat Ibadah, Fasilitas Olah Raga

Tabel 3 : Jumlah Fasilitas Tunjangan Karyawan PT. Peputra Masterindo Kec. Tapung
Kab.Kampar
NO FASILITAS JUMLAH
1 Rumah Dinas 203 Unit
2 Tempat Ibadah 3 Unit
3 Fasilitas Olah Raga 2 Lapangan. Badminton dan Sepak Bola
Sumber Data : PT.Peputra Masterindo 2014

Pekerjaan akan dapat berjalan tentu tidak seimbang dengan tunjagan yang
dengan lancar apabila para pekerja atau di berikan kepada karyawan , di samping itu
karyawan akan menerima insentif & karyawan harus berkerja keras sesuai dengan
tunjangan yang dianggap sesuai dengan jasa ketentuan yang di tetapkan. Dengan
yang telah dilakukan perusahaan. Oleh tunjangan sebesar itu apakah cukup? Untuk
sebab itu, motivasi bukanlah hal yang menambah kehidupan keluarga, sedangkan
mudah, sebab perusahaan harus mempunyai kebutuhan keluarga sangatlah besar,
pedoman bagaimana menetapkan motivasi, misalnya pembayaran pendidikan, sandang,
bukan hanya sebatas dalam jumlahnya akan pangan, dan keperluan lainnya. Adapun
tetapi masih banyak faktor lain yang tunjangan beras dapat dilihat tabel di bawah
dipertimbangkan. ini:
Apa bila kita lihat dan bandingkan
kondisi keadaan sekarang (semakin
meningkatnya kebutuhan harga sembako)

68
Analisis Motivasi Kerja Karyawan Pada PT. Peputra Masterindo Kec. Tapung Kab. Kampar
Adi Widyo Prastowo Dan Arief Rifai H

Tabel 4 : Tunjanggan Beras Karyawan PT Peputra Masterindo Kec. Tapung


Kab.Kampar
No Tanggungan Jumlah
1 1 Jiwa Rp 55.000
2 2 Jiwa Rp 110.000
3 3 Jiwa Rp 165.000
4 4 Jiwa Rp 215.000
5 4+ Jiwa Rp 280.000
Sumber Data : PT.Peputra Masterindo 2014

Dari tabel diatas maka dapat dilihat seseorang karena setiap motif mempunyai
bahwa besarnya tunjangan beras yang di tujuan tertentu yang ingin dicapai. Hamalik
berikan kepada karyawan yang paling besar (1993,111), mengatakan ada dua prinsip
Rp 280.000, sedangkan paling kecil adalah yang dapat digunakan untuk meninjau
Rp 55.000. Dilihat dari tunjangan beras yang motivasi yaitu:
di berikan kepada karyawan sangat sedikit 1. Motivasi dipandang suatu proses
sekali yang menjadi pertanyaan kita 2. Menentukan karakter dari proses ini.
cukupkah tunjangan beras tiap bulanya Rp Berdasarkan uraian dan fenomena
215.000 untuk sekeluarga berisi 4 orang yang punulis kemukakan pada latar belakang
padahal harga beras dari 10 kg bisa masalah tersebut, maka penulis tertarik
mencapai Rp 90.000 kalu dalam keluarga itu untuk melakukan sesuatu penelitian dengan
membutuhkan 30 kg tentu tunjangan beras judul: “Analisis Motivasi Kerja Karyawan
itu kurang untuk di makan. Pada PT. Peputra Masterindo Kec. Tapung
Setelah karyawan diberikan Kab. Tapung”.
motivasi tersebut maka perusahaan
mengharapkan agar karyawan tersebut dapat Perumusan Masalah Penelitian
termotivasi kerjanya agar bekerja dengan Berdasarkan fenomena yang terjadi
baik dan supaya berprestasi pada bidang di latar belakang yang telah dikemukakan
pekerjaan yang dijalani. Dari paparan di atas diatas, maka penulis mengajukan masalah
penulis menemukan fenomena-fenomena pokok penelitian yaitu sebagai berikut: “
sebagai berikut: Bagaimanakah Motivasi Kerja karyawan di
a. Kondisi Rumah Dinas bagi karyawan PT . Peputra Masterindo Kec. Tapung Kab.
tingkat bawah yang tidak layak Kampar ?”
kondisi atau berkarat juga cat yang
telah pudar yang membutuhkan Tujuan Penelitian
renovasi ulang dan juga kualitas air Sejalan dengan rumusan masalah
tidak baik. penelitian, mala tujuan dari penelitian ini
b. Perusahaan sering telat melakukan adalah “Untuk menganalisis dan
pembayaran gaji karyawan sesuai menjelaskan motivasi kerja karyawan pada
dengan waktu yang telah ditetapkan. PT. Peputra Masterindo Kec.Tapung
c. Perusahaan tidak memberikan Kab.Kampar.”
penghargaan kepada karyawan level
tingkat bawah jika karyawan tersebut
berprestasi. STUDI KEPUSTAKAAN
d. Tunjangan dan Insentif yang 1. Konsep Motivasi
diberikan Perusahaan Peputra Kata motivasi berasal dari bahasa
Masterindo kepada karyawan cukup latin yaitu Movere yang berarti
kecil sehingga diduga mengurangi menggerakan. Dalam istilah motivasi
motivasi karyawan dalam bekerja. mencakup aspek tingkah laku manusia yang
Hasibuan (1999,110) mengemukakan, mendorongnya untuk berbuat atau tidak
motivasi adalah suatu rangsangan keinginan berbuat (syadam, 2000;227). Motivasi
dan daya penggerak kemauan bekerja adalah kekuatan (dorongan) yang kuat dari

69
Jurnal Valuta Vol 2 No 1, April 2016, 66-82 ISSN : 2502-1419

dalam diri seseorang untuk melakukan 1. kebutuhan Fisiologis (fisik) yang


aktifitas sesuai dengan dorongan tersebut meliputi kebutuhan – kebutuhan pokok
(Tohardi, 2002:334). sandang, pangan , tempat tinggal , dan
Agar karyawan dan pegawai dapat kebutuhan fisik lainnya .
tetap bekerja dengan baik dan memberikan 2. kebutuhan keamanan yang meliputi
prestasi terbaiknya bagi perusahaan atau keamanan dan perlindungan dari
organisasinya, maka karyawan dan gangguan fisik dan emosi, dan perlakuan
pegawainya tersebut perlu di berikan adil dalam pekerjaan seseorang
motivasi. Tujuan perusahaan atau organisasi 3. kebutuhan sosial yang meliputi kasih
harus memikirkan bagai mana agar sayang, menjadi bagian dari
karyawan dan pegawai tersebut selalu kelompoknya, di terima oleh orang lain
bergairah dalam berkerja dan memepunyai dan pengikutsertaan dalam pengambil
prilaku positif dalam melaksanakan tugas. keputusan perusahaan
Meskipun pemberian motivasi 4. kebutuhan Esteem (harga diri) yaitu
sangat penting untuk meningkatkan prestasi pengkuan atas keberadaan dan statusnya
dan semangat kerja, tetapi proses ini sangat oleh orang lain. seperti ingin di hargai,
sulit di laksanakan karena pekerja pegawai di hormati, status , pengakuan dan
adalah manusia hidup yang mempunyai perhatian .
prasaan, harga diri, dan keinginan keinginan 5. kebutuhan aktualisasi diri seperti
yang berbeda – beda. pengembangan diri, pencapaian potensi
Untuk itu yang di perlukan meneger seseorang, pemenuhan diri sendiri,
adalah memberikan motivasi yang tepat minat dan potensi dorongan untuk
kepada pegawai atau karyawan . dengan menjadi apa yang dicapai.
pemberian motivasi yang tepat di harapkan
pegawai dan karyawan dapat terdorong 2. Faktor – faktor yang mempengaruhi
bekerja lebih baik sehingga dalam diri motivasi
mereka timbul keyakinaan bahwa dengan Motivasi sebagai proses psikologis
bekerja baik, tunjangan perusahaan atau dalam diri seseorang akan di pengaruhi oleh
organisasi akan lebih mudah dicapai dan beberapa faktor .faktor – faktor tersebut
tunjangan pribadi juga akan terpenuhi. dapat dibedakan atas :
Menurut teori ini ada 2 Faktor yang 1. Faktor intern yang dapat mempengaruhi
mempengaruhi seseorang dalam tugas atau pemberian motivasi pada seseorang
pekerjaannya, yakni: antara lain :
1. Faktor motivasional terdiri dari : a. Keinginan untuk dapat hidup
Prestasi, Penghargaan, Tanggung b. Keinginan untuk dapat memiliki
Jawab, Kesempatan Untuk Maju, c. Keinginan untuk memperoleh
Kenaikaan Pangkat dan Pekerjaan penghargaan
Itu Sendiri d. Keinginan untuk memperoleh
2. Faktor Higiene (pemeliharaan) pengakuan
terdiri dari : Gaji, Tunjangan, e. Keinginan untuk berkuasa
Kondisi Kerja Fisik, Hubungan 2. Faktor ekstern
Interpersonal, Kebijakan Dan a. Kondisi lingkungan kerja
Administrasi Perusahaan, b. Kompensasi yang memadai
Pengawasan, status dan Keamanan c. Supervise yang baik
Kerja d. Adanya jaminan pekerjaan
Teori motivasi menurut Maslow e. Status dan tanggung jawab
dalam bukunya Dr.Sondang P. Siagian f. Peraturan yang fleksibel
(2012:146) adalah sebagai berikut:

70
Analisis Motivasi Kerja Karyawan Pada PT. Peputra Masterindo Kec. Tapung Kab. Kampar
Adi Widyo Prastowo Dan Arief Rifai H

Kerangka Pikiran Analisis Motivasi Kerja karyawan di PT . Peputra Masterindo Kec.


Tapung Kab. Kampar

Gambar 1. Kerangka Pikiran Pada PT. Peputra Masterindo Kec. Tapung Kab. Kampar.

Administrasi
Faktor Motivasional

- Prestasi
Organisasi
- Penghargaan
- Tanggung Jawab
- Kesempatan Untuk
Manajemen Maju
- Kenaikan Pangkat
- Pekerjaan Itu Sendiri
Manajemen Motivasi Faktor Hagiene
Sumber Daya
(pemeliharaan)
Manusia
- Gaji
Sumber: Frederick Herzberg - Tunjangaan
- Kondisi Kerja Fisik
- Hubungan Interpersonal
- Kebijakan Dan
Administrasi
Perusahaan
- Pengawasan
- Status
- Keamanan Kerja
Operasionalisasi Variabel
Tabel 5 : Operasional Variabel Penelitian Pada PT. Peputra Masterindo Kec. Tapung
Kab. Kampar.
KONSEP VARIABEL INDIKATOR SUB INDIKATOR SKALA
Motivasi Motivasi Faktor Motivasional a) Prestasi
adalah suatu Kerja b) Penghargaan
perangsang Karyawan c) Tanggung Jawab
keinginan dan d) Kesempatan Untuk Maju
daya penggerak e) Kenaikaan Pangkat Ordinal
kemauan f) Pekerjaan Itu Sendiri
pekerja Faktor Higiene a) Gaji
seseorang (pemeliharaan) b) Tunjangaan
karna seliap c) Kondisi Kerja Fisik
motif d) Hubungan Interpersonal Ordinal
mempunyai e) Kebijakan Dan
tujuan tertentu Administrasi Perusahaan
yang dicapai f) Pengawasan
(Hasibuan g) status
1999;110) h) Keamanan Kerja
Sumber : Olahan Data 2014

Teknik Pengukuran seseorang atau sekelompok orang tentang


Pengukuran terhadap setiap fenomena sosial. Pengukuran terhadap
indicator variabel penelitian ini indicator fariabel diklasifikasikan menjadi 3
penggunakan skala liter. Skala liter bagian kategori penelitian yaitu baik, cukup
(sugiyono 2005, 107) digunakan untuk baik, dan kurang baik. Berdasarkan nilai
mengukur sikap, pendapat, persepsi yang di tetapkan untuk 169 orang responden,

71
Jurnal Valuta Vol 2 No 1, April 2016, 66-82 ISSN : 2502-1419

dengan persentase baik 100% dan persentase PT. Peputra Masterindo Kec. Tapung Kab.
cukup baik 67% dan dengan persentase Kampar Alasan penulis melakukan
kurang baik 33%. penelitian di PT. Peputra Masterindo Kec.
Tapung Kab. Kampar tersebut adalah karena
METODE PENELITIAN penulis menangkap beberapa indikasi yang
Tipe Penelitian menunjukan adanya beberapa gejala yang
Dalam penelitian ini menggunakan relatif berjalan kurang baik sehingga
metode penelitian deskriptif yang memudahkan untuk memahami fenomena –
menggunakan survey dan menggambarkan fenomena yang ada pada PT. Peputra
keadaan sebenarnya tentang apa yang Masterindo Kec. Tapung Kab. Kampar
terdapat pada saat penelitian dengan cara Populasi Dan Sampel
mengumpulkan data, mengklasifikasikan, Populasi adalah keseluruhan subjek
serta menganalisanya sehingga diperoleh penelitian, sedangkan sampel adalah wakil
perumusan analisa terhadap masalah yang populasi yang diteliti. Populasi penulis
dihadapi. Alasan penulis menggunakan adalah karyawan PT. Peputra Masterindo
metode ini adalah untuk mengetahui secara Kec. Tapung Kab. Kampar yang berjumlah
jelas dan konkrit tentang pengaruh motivasi 334 karyawan.
terhadap kinerja karyawan pada PT.Peputra Adapun yang menjadi sampel di ambil
Masterindo Kec. Tapung Kab. Kampar. sebanyak 169 orang karyawan Sebagai
Lokasi Peneliti resonden yang bersifat mewakili. Untuk
Dalam penulisan skripsi ini, penulis lebih jelasnya dapat di lihat pada tabel
memilih tempat / lokasi peneliti pada sebagai berikut:
perusahaan perkebunan kelaa sawit yaitu

Tabel 6. Populasi dan Sampel Penelitian


NO SUB POPULASI POPULASI SAMPEL PERSENTASE
1 General Manager 1 1 0,6%
2 HRD 1 1 0,6%
3 KTU 1 1 0,6%
4 Asisten Kepala 1 1 0,6%
5 Humas 1 1 0,6%
6 Satpam 6 6 3,5%
7 Krani 8 3 1,8%
8 Mandor 10 4 2,4%
9 Karyawan Kebun 167 84 49,7%
10 Karyawan Pabrik 138 67 39,6%
Jumlah 169 100%
Sumber : Olahan Data 2014

Teknik Penarikan Sampel a. Data Primer. Data yang diperoleh


Adapun teknik penarikan sampel secara langsung pada perusahaan yang
yang digunakan oleh penulis dalam bersangkutan baik yang diperoleh dari
penelitian ini yaitu dengan menggunakan pimpinan maupun karyawan. Dalam
teknik penarikan sampel stratified random hal ini yang digunakan sebagai data
sampling dikarenakan jumlahnya banyak primer adalah hasil kuisioner yang
sehingga dalam pengambilan anggota dibagikan kepada responden penelitian.
sampel dari populasi dapat dilakukan secara b. Data Sekunder. Data yang di peroleh
acak. dari perusahaan tempat penelitian ini
Jenis Dan Sumber Data dilaksanakan yang bersifat mendukung
Adapun jenis dan sumber data yang analis penelitian,yang meliputi : Sejarah
dipergunakan dalam penelitian ini adalah singkat perusahaan, Stuktur organisasi
sebagai berikut: perusahaan dan Aktifitas pada bagian-
bagian yang ada pada perusahaan.

72
Analisis Motivasi Kerja Karyawan Pada PT. Peputra Masterindo Kec. Tapung Kab. Kampar
Adi Widyo Prastowo Dan Arief Rifai H

Teknik Pengumpulan Data mengemukakan hasil analisis data sebagai


Dalam penelitian ini penulis berikut :
menggunakan teknik pengumpulan data:
a. Observasi yaitu mengadakan FAKTOR MOTIVASIONAL
mengamatan langsung terhadap 1. Prestasi
responden bagaimana tangapan Prestasi kerja ialah suatu hasil kerja
karyawan tentang motivasi kerja yang dicapai karyawan dalam melaksanakan
karyawan pada. PT. Peputra Masterindo tugas – tugas yang dibebankan kepadanya.
Kec. Tapung Kab. Kampar Sehingga dibutuhkan system penilaian
b. Kuisioner yang dibagikan secara prestasi kerja yang tepat, yang berguna
langsung oleh penulis kepada karyawan untuk memperbaiki keputusan-keputusan
perusahaan di PT. Peputra Masterindo yang dibuat perusahaan dan memberikan
Kec. Tapung Kab. Kampar yang berisi umpan baik kepada karyawan tentang
tanggapan pegawai tentang motivasi pelaksanaan kerja mereka sebagai evaluasi
kerja. atau perbaikan-perbaikan prestasi kerja
c. Wawancara yaitu teknik pengumpulan mereka.
data yang digunakan untuk memperkuat Untuk indikator prestasi kerja yang
fakta yang didapatkan dengan terdiri dari enam item yang dinilai yaitu
menggunakan Tanya jawab secara sistem penilaian prestasi kerja, sistem
langsung dengan dengan pihak penilaian prestasi kerja berjalan semestinya,
perusahaan dan karyawan perusahaan efektifitas sistem penilaian sebagai pengukur
yang merupakan pegawai di PT. Peputra prestasi kerja, pemberian insentif, kenaikan
Masterindo Kec. Tapung Kab. Kampar. pangkat bentuk prestasi kerja dan hadih
(reward) berada pada kategori cukup baik
Teknik Analisis Data dengan persentase 40,1% atau berada pada
Analisis data yang digunakan dalam skor 34%-66%.
penelitian ini adalah teknik analisis Untuk hasil Wawancara yang
deskriptif, yaitu analisis data dengan cara penulis lakukan kepada karyawan mengenai
merumuskan dan menguraikan serta sistem prestasi kerja ialah sistem yang
menginterprestasikan berdasarkan teori yang digunakan sebagai penilaian prestasi kerja
erat hubungannya dengan masalah yang karyawan sudah baik, dikarenakan
terdapat. Selanjutnya hasil analisa tersebut, perusahaan sudah banyak memberikan
kemudian diambil beberapa kesimpulan bentuk prestasi kerja seperti kenaikan
serta diakhiri dengan mengemukakan pangkat, insentif dan upah lembur kepada
beberapa saran yang dianggap perlu. karyawan perusahaan.
Sementara berdasarkan Analisis
PEMBAHASAN mengenai prestasi kerja karyawan yang
Pelaksanaan Pemberian Motivasi penulis temukan dilapangan yaitu sistem
karyawan PT. Peputra Masterindo Kec. penilaian prestasi kerja sudah ada dan cukup
Tapung Kab. Kampar baik hanya terjadi kekurangan pada
Untuk memberikan motivasi penerapan karena mayoritas yang
karyawan pada karyawan PT. Peputra mendapatkan hanya pegawai yang bekerja
Masterindo Kec. Tapung Kab. Kampar dikantor, sementara banyak karyawan kebun
peneliti menganalisis beberapa program yang telah lama bekerja untuk perusahaan
yaitu Prestasi, Penghargaan, Tanggung masih belum mendapatkan kenaikan
Jawab, Kesempatan Untuk Maju, Kenaikaan pangkat.
Pangkat, Pekerjaan Itu Sendiri, Gaji, 2. Penghargaan
Tunjangaan, Kondisi Kerja Fisik , Hubungan Pemberian penghargaan merupakan
Interpersonal, Kebijakan Dan Administrasi balas jasa atas hasil kerja karyawan,
Perusahaan, Pengawasan, status dan sehingga dapat mendorong karyawan
Keamanan Kerja. Dengan demikian, bekerja lebih giat dan termotivasi. Karyawan
berdasarkan hasil penelitian penulis akan memerlukan suatu penghargaan pada saat
hasil kerjanya telah memenuhi atau bahkan

73
Jurnal Valuta Vol 2 No 1, April 2016, 66-82 ISSN : 2502-1419

melebihi standar yang telah di tentukan memperlakukan karyawan dalam bekerja


perusahaan tidak ada tindakan-tidakan yang berlebihan
Untuk indikator penghargaan yang dalam memperlakukan karyawan dalam
terdiri dari empat item yang dinilai yaitu bekerja, perusahaan juga telah memberikan
pemberian penghargaa, pemberian JAMSOSTEK sebagai jaminan sosial apa
penghargaan sesuai standar ketetapan, bila ada karyawan yang mengalami
Keluhan yang timbul terhadap pemberian kecelakaan kerja.
penghargaan dan Pemberian penghargaan 4. Kesempatan untuk maju
dapat Memotivasi kerja,berada pada kategori Dalam hal ini ada tidaknya
cukup baik dengan persentase 40,0% atau perusahaan memberi kesempatan kepada
berada pada skor 34%-66%. karyawan untuk meningkatkan kemampuan
Untuk hasil Wawancara yang kerja, memperoleh pengalaman sebanyak-
penulis lakukan kepada karyawan mengenai banyaknya dan juga kesempatan
pemberian penghargaan ialah kurang ada pengembangan karir, yang dapat bermanfaat
perhatian dari perusahaan terhadap baik untuk kemajuan dan perkembangan
pemberian penghargaan bentuk prestasi perusahaan ataupun karyawan tersebut.
kerja kepada karyawan kebun. Untuk indikator kesempatan untuk
Sementara berdasarkan Analisis maju empat item yang dinilai yaitu
mengenai pemberian penghargaan yang pemberian pelatihan-pelatihan, Kesempatan
penulis temukan dilapangan yaitu karyawan melanjutkan jenjang pendidikan, Pemberian
kebun masih kurang mendapatkan perhatian jenjang karir dan Kemudahan proses
mengenai pemberian penghargaan bentuk promosi berada pada kategori cukup baik
prestasi kerja dari perusahaan, karena dengan persentase 42,6% atau berada pada
penghargan yang diberikan hanya sebatas skor 34%-66%.
ucapan lisan langsung kepada karyawan. Untuk hasil Wawancara yang
3. Tanggung jawab penulis lakukan kepada karyawan mengenai
Dalam hai ini perusahaan kesempatan untuk maju ialah untuk
bertangung jawab kepada karyawan mereka melanjutkan pendidikan karyawan,
yang berkerja di perusahaan tersebut. Yang perusahaan sudah memberikan keleluasan
diperlukan perusahaan ialah jagan memaksa dan kebebasan bagi karyawannya
karyawan sampai batas kemapuan, perusahaan. Tetapi untuk pemberian jenjang
memperlakukan karyawan dengan baik dan karir bagi karyawan kebun masih
juga memberikan asuransi bagi karyawan dibutuhkan perhatian lagi dari perusahan,
yang sakit atau kecelakaan kerja karena dikarenakan tidak ada pemberian jenjang
mereka adalah tanggung jawab perusahaan. karir bagi karyawan kebun dan pabrik.
Untuk indikator tanggung jawab Sementara berdasarkan Analisis
yang terdiri dari tiga item yang dinilai yaitu mengenai kesempatan untuk maju yang
Memperlakukan karyawan, Lingkungan penulis temukan dilapangan yaitu
kerja yang diberikan dan Pemberian perusahaan telah memberikan kesempatan
JAMSOSTEK berada pada kategori cukup untuk melanjutkan pendidikan bagi
baik dengan persentase 38,9% atau berada karyawan dan juga talah memberikan
pada skor 34%-66%. pelatihan-pelatihan kepada karyawan, tetapi
Untuk hasil Wawancara yang belum maksimal dikarenakan masih
penulis lakukan kepada karyawan mengenai minimnya proses pelatihan pada karyawan..
tanggung jawab perusahaan ialah untuk 5. Kenaikan pangkat
perlakuan kerja yang diberikaan cukup baik Kenaikan pangkat adalah
pada karyawan hal ini dikarenakan tidak ada penghargaan yang di berikan perusahaan
tindakan-tindakan berlebihan seperti atas prestasi kerja karyawan dan pengabdian
paksaan dan kekerasan. karyawan pada perusahaan, serta sebagai
Sementara berdasarkan Analisis dorongan kepada karyawan untuk lebih
mengenai tanggung jawab perusahaan yang meningkatkan prestasi kerja. Maka kenaikan
penulis temukan dilapangan yaitu pangkat harus diberikan tepat pada
perusahaan sudah baik dalam waktunya.

74
Analisis Motivasi Kerja Karyawan Pada PT. Peputra Masterindo Kec. Tapung Kab. Kampar
Adi Widyo Prastowo Dan Arief Rifai H

Untuk indikator kenaikan pangkat Untuk indikator pekerjaan itu


tiga item yang dinilai yaitu Sistem penilaian sendiri tiga item yang dinilai yaitu Pekerjaan
proses promosi jabatan, Pemberian kenaikan sesuai dengan keinginan dan harapan, Beban
pangkat sesuai dengan ketetapan dan pekerjaan dan Bidang pekerjaan sesuai
kemudahan proses promosi jabatan berada dengan keahlian berada pada kategori cukup
pada kategori cukup baik dengan persentase baik dengan persentase 39,2% atau berada
36,5% atau berada pada skor 34%-66%. pada skor 34%-66%.
Untuk hasil Wawancara yang Untuk hasil Wawancara yang
penulis lakukan kepada karyawan mengenai penulis lakukan kepada karyawan mengenai
Kenaikan pangkat ialah proses pemberian pekerjaan itu sendiri ialah pekerjaan tidak
kenaikan pangkat bagi karyawan perusahaan sesuai dengan harapan dan juga beban kerja
sudah disesuaikan dengan kemampuan dan dianggap terlalu memberatkan karyawan.
prestasi kerja karyawan tersebut, sehingga Sementara berdasarkan Analisis
karyawan yang terpilih sudah mempunyai mengenai pekerjaan itu sendiri yang penulis
kemampuan cukup baik. temukan dilapangan yaitu mayoritas
Sementara berdasarkan Analisis karyawan perusahaan menganggap beban
mengenai pemberian kenaikan pangkat yang kerja terlalu berat, tetapi karyawan tetap
penulis temukan dilapangan yaitu banyak dapat menerima dikarenakan mayoritas
karyawan kebun yang telah lama bekerja karyawan adalah lulusan SMA dan SMP
tidak mendapatkan kenaikan pangkat sehingga menyulitkan mereka dalam
dikarenakan jumlah karyawan yang banyak mencari pekerjaan lain.
tidak sesuai dengan jumlah pangkat/jabatan
yang akan di isi dikarenakan sedikit FAKTOR HIGIENE
jumlahnya. (PEMELIHARAAN)
6. Pekerjaan itu sendiri 1. Gaji
Pekerjaan itu sendiri adalah suatu Gaji yaitu balas jasa dalam bentuk
bidang pekerjaan yang dikerjakan oleh uang yang diterima oleh karyawan sebagai
karyawan. Maka perushaan haruslah konsekuensi dari statusnya sebagai
menempatkan karyawan sesuai dengan karyawan yang memberikan kontribusi
bidang keahlian masing-masing karyawan, dalam pencapaian tujuan perusahaan. Dan
agar karyawan menunjukan sikap yang berikut daftar jumlah gaji yang di berikan
menyenangkan dan mencintai pekerjaannya, oleh PT. Peputra Masterindo Kec. Tapung
yang di tujukan karyawan kepada Kab. Kampar.
perusahaanyanya.

Tabel 7 : Daftar Gaji Karyawan Menurut Golongan pada PT. Peputra Masterindo Kec.
Tapung Kab. Kampar
GOLONGAN
Tahun A B C D E
1 1.650.000 1.900.000 2.150.000 2.400.000 2.650.000
2 1.670.000 1.920.000 2.170.000 2.420.000 2.670.000
3 1.690.000 1.940.000 2.190.000 2.440.000 2.690.000
4 1.710.000 1.960.000 2.210.000 2.460.000 2.710.000
5 1.730.000 1.980.000 2.230.000 2.480.000 2.730.000
6 1.750.000 2.000.000 2.250.000 2.500.000 2.750.000
Sumber: Data Olahan 2014
Untuk indikator Gaji delapan item setelah mencapai target atau diakumulasikan
yang dinilai yaitu Pemberian gaji sesuai gaji, Pemberian insentif berjalan dengan
dengan kualitas dan beban kerja, Pemberian baik dan benar dan Keluhan-keluhan yang
gaji berjalan dengan benar, Pemberian gaji timbul terhadap pemberian Insentif berada
Sesuai waktu, Gaji yang di berikan dapat pada kategori cukup baik dengan persentase
memenuhi Kebutuhan berada, Pemberian 41,1% atau berada pada skor 34%-66%.
gaji sesuai dengan UMR, Insentif diberikan

75
Jurnal Valuta Vol 2 No 1, April 2016, 66-82 ISSN : 2502-1419

Untuk hasil Wawancara yang 3. Kondisi kerja fisik


penulis lakukan kepada karyawan mengenai Kondisi kerja fisik merupakan
pemberian gaji ialah besaran gaji yang kondisi atau keadaan kerja yang menjadi
dibayarkan perusahaan sudah sesuai dengan tempat kerja, yang perlu di perhatikan
UMR tetapi memang belum dapat perusahaan agar karyawan dapat bekerja
memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk dengan baik dan nyaman sehingga di
permasalahan sering telatnya pembayaran butuhkan fasilitas - fasilitas penunjang kerja.
gaji, karyawan tidak mengetahui penyebab Karena dengan tidak adanya fasilitas kerja
pastinya dan menyayangkan hal ini sering maka kegiatan didalam perusahaan tidak
terulang. akan berjalan dengan baik karena fasilitas
Sementara berdasarkan Analisis kerja sangat menunjang dalam kegiatan
mengenai pemberian gaji yang penulis didalam suatu perusahaan.
temukan dilapangan yaitu gaji yang Untuk indikator kondisi kerja fisik
diberikan perusahaan sudah sesuai dengan lima item yang dinilai yaitu Fasilitas yang
UMR, hanya saja besaran UMR yang telah diberikan, Fasilitas yang di berikan sesuai
ditetapkan memang belum sepenuhnya dapat standar, Perawatan fasilitas, Kualitas
memenuhi kebutuhan karyawan sehari-hari. peralatan penunjang dan Suasana lingkngan
2. Tunjangan pekerjaan berada pada kategori cukup baik
Tunjangan atau kompensasi di luar dengan persentase 45,9% atau berada pada
gaji pokok karyawan sebagai suplemen skor 34%-66%.
terhadap upah atau gaji pokok untuk Untuk hasil Wawancara yang
mencukupi kebutuhan lain – lain pekerja penulis lakukan kepada karyawan mengenai
tergantung dari kemampuan perusahaan kondisi kerja fisik ialah fasilitas-fasilitas
dalam menyediakan tunjangan yang layak yang diberikan oleh perusahaan kepada
bagi karyawan. karyawan sebagai penunjang kerja sudah
Untuk indikator tunjangan tujuh baik, tidak ada permasalahan.
item yang dinilai yaitu Tunjangan Rumah Sementara berdasarkan Analisis
Dinas, Ukuran rumah dinas, Kenyamanan mengenai kondisi kerja fisik yang penulis
rumah dinas, Kualitas air, Besaran tunjangan temukan dilapangan yaitu kondisi kerja yang
beras, Kualitas beras dan Pemberian insentif diberikan perusahaan sudah baik dengan
berjalan dengan baik dan benar berada pada memberikan fasilitas penunjang kerja pada
kategori cukup baik dengan persentase karyawan, untuk pegawai disediakan
34,0% atau berada pada skor 34%-66%. komputer, mesin print, pendingin ruangan
Untuk hasil Wawancara yang dan juga pencahayaan yang memadai untuk
penulis lakukan kepada karyawan mengenai karyawan pabrik sediakan helm kerja, alat
pemberian tunjangan ialah mengenai pemadam api ringan dan juga pakaian kerja
tunjangan perumahan karyawan, perusahaan sementara untuk karyawan kebun disedikan
kurang memperhatikan kelayakannya karena alat panen.
dianggap karyawan tidak sesuai dan tidak 4. Hubungan interpersonal
memadai untuk karyawan. Untuk tujangan- Hubungan interpersonal atau
tunjangan yang lain seperti tunjangan beras antarmanusia adalah hubungan kemanusian
dan THR dianggap sudah baik. yang harmonis tercipta atas kesadaran dan
Sementara berdasarkan Analisis kesediaan melebur keinginan individu demi
mengenai pemberian tunjangan yang penulis terpadunya kepentingan bersama yaitu
temukan dilapangan yaitu masih banyak kemajuan perusahaan. Maka Manager
kekurangan dalam pemberian tunjangan hendaknya terbuka mendorong partisipasi
seperti pemberian tunjangan rumah bagi dan keberanian para karyawan untuk
karyawan yang penulis anggap tidak layak menyampaikan pendapat dan keluhan-
dan juga keluhan dari karyawan dengan keluhannya.
kualitas air yang diberikan perusahaan Untuk indikator hubungan
dikarenakan tidak jernih dan bau tanah interpersonal empat item yang dinilai yaitu
lumpur sehingga tidak layak untuk Komunikasi yang terjalin dilingkungan
digunakan. kerja, Komunikasi yang terjalin diluar

76
Analisis Motivasi Kerja Karyawan Pada PT. Peputra Masterindo Kec. Tapung Kab. Kampar
Adi Widyo Prastowo Dan Arief Rifai H

lingkungan kerja, Komunikasi yang terjalin Sementara berdasarkan Analisis


antara karyawan dan Atasan menerima mengenai kebijakan dan administrasi
pendapat, keluhan dan masukan dari perusahaan yang penulis temukan
karyawa berada pada kategori cukup baik dilapangan yaitu tidak adanya jenjang karir
dengan persentase 40,1% atau berada pada bagi karyawan kebun dimana kondisi ini
skor 34%-66%. akan mempersulit setiap karyawan tingkat
Untuk hasil Wawancara yang bawah untuk mendapatkan posisi yang lebih
penulis lakukan kepada karyawan mengenai tinggi.
hubungan interpersonal ialah hubungan yang 6. Pengawasan
terjalin antar karyawan perusahaan baik Pengawasan ialah proses
diluar lingkungan kerja dan didalam pengamatan dari pada pelaksanaan seluruh
lingkungan kerja sangat baik, hanya kegiatan perusahaan. Berfungsi untuk
memang atasan tingkat atas jarang menjamin agar supaya semua pekerjaan
melakukan interaksi dan kegiatan bersama yang sedang dilakukan karyawan berjalan
karyawan diluar lingkungan kerja/ diluar sesuai dengan rencana yang telah ditentukan
pekerjaan. perusahaan.
Sementara berdasarkan Analisis Untuk indikator pengawasan tiga
mengenai hubungan interpersonal yang item yang dinilai yaitu Pengawasan yang di
penulis temukan dilapangan yaitu hubungan terapkan memberikan kenyamanan kerja,
yang terjalin pada karyawan disaat bekerja Pengawasan yang diterapkan sesuai standar
ataupun diluar lingkungan kerja sangat baik, dan Atasan sering melakukan pengawasan
bahkan karyawan sering melakukan kegiatan berada pada kategori cukup baik dengan
bersama-sama diluar lingkungan kerja persentase 44,4% atau berada pada skor
seperti kegiatan keagamaan dan juga olah 34%-66%.
raga. Untuk hasil Wawancara yang
5. Kebijakan dan Administrasi penulis lakukan kepada karyawan mengenai
perusahaan pengawasan ialah beberapa pengawasan
Kebijakan dan administrasi adalah yang dilakukan atasan kepada karyawan
keputusan yang di ambil suatu perusahaan berjalan baik. Memang ada beberapa atasan
untuk mengatasi permasalahan yang di yang dianggap berlebihan dalam
hadapi perusahaan sebagai keputusan atau memberikan arahan dan pengawasan, namun
untuk mencapai tujuan yang diharapkan itu dianggap karyawan hanya dilakukan
perusahaan, berisikan ketentuan– ketentuan atasan untuk mendapatkan hasil kerja yang
yang dapat dijadikan pedoman dalam baik.
pengambil keputusan. Penerapan atau Sementara berdasarkan Analisis
pelaksanaan kebijakan yang telah ditetapkan mengenai pengawasan yang penulis
kepada karyawan perusahaan. temukan dilapangan yaitu pihak perusahaan
Untuk indikator kebijakan dan sering melakukan pengawasan terhadap
administrasi empat item yang dinilai yaitu karyawan-karyawanyan baik disaat memulai
Penilaian kebijakan dan Administrasi yang pemanenan buah sawit hingga proses
diterapkan, Kebijakan dan administrasi pengolahan sawit dipabrik sehingga jarang
dapat mendukung kerja, Kebijakan dan terjadi penyimpangan.
administrasi sesuai keinginan dan tuntutan 7. Status
karyawan dan Melibatkan karyawan dalam Status kerja merupakan jenis
membuat kebijakan berada pada kategori kedudukan dalam melakukan pekerjaan
cukup baik dengan persentase 44,8% atau disuatu perusahaan diharapkan dengan
berada pada skor 34%-66%. pemberian dan pengakuan status baik dari
Untuk hasil Wawancara yang perusahaan atau sesama karyawan akan
penulis lakukan kepada karyawan mengenai meningkatkan gairah dan semangat kerja
kebijakan dan administrasi perusahaan ialah karyawan tersebut.
sejauh ini tidak ada kebijakan yang Untuk indikator status tiga item
diterapkan perusahan yang dapat yang dinilai yaitu Pemberian status kerja,
membebani karyawan. Pemberian status kerja sesuai dengan

77
Jurnal Valuta Vol 2 No 1, April 2016, 66-82 ISSN : 2502-1419

ketentuan dan ketetapan dan Pengakuan perusahaan, sementara keamanan kerja


status kerja (pangkat/jabatan) berada pada karyawan pabrik masih ada kekurangan
kategori cukup baik dengan persentase yang perlu diperhatikan dikarenakan
42,6% atau berada pada skor 34%-66%. memiliki resiko kecelakaan kerja yang tinggi
Untuk hasil Wawancara yang seperti kelengkapan pakaian, sepatu, helm,
penulis lakukan kepada karyawan mengenai kotak P3K dan pemadam api dingan
status kerja ialah karyawan mengakui, dianggap belum memadai.
menghormati dan menghargai kepada Sementara berdasarkan Analisis
karyawan perusahaan yang memiliki status mengenai tingkat keamanan lingkungan
kerja yang lebih tinggi yang diberikan kerja yang penulis temukan dilapangan yaitu
perusahaan. untuk tingkat keamanan lingkungan kerja
Sementara berdasarkan Analisis cukup baik hanya ada beberapa kekurangan
mengenai status kerja yang penulis temukan seperti alat pemadam api ringan di pabrik
dilapangan yaitu karyawan perusahaan agar diperlengkap dan kotak P3K yang harus
sangat menghargai dan menghormati pada disesuaikan dengan jumlah karyawan
karyawan yang memiliki pangkat atau perusahaan yang banyak sebagai antisipasi
jabatan lebih tinggi diatas mereka. Meski kecelakaan kerja.
ada beberapa karyawan yang memberika Selanjutnya dapat dilihat dari
penilai buruk pada beberapa atasan mereka, Wawancara yang penulis lakukan dengan
hal ini disebabkan prilaku, sifat dan juga Manager yaitu bapak zulfahmi menjelaskan
kebijakan yang dibuat dianggap beberapa untuk tunjangan rumah dinas kami dari
karyawan tidak baik. pihak perusahaan telah memberikan sebaik-
8. Keamanan kerja baiknya sesuai kemampuan perusahaan,
Tujuan utama keamanan kerja hanya saja karyawan tidak melakukan
adalah agar karyawan di sebuah perusahaan perawatan dengan baik sehingga mengalami
mendapat kesehatan yang seoptimal kerusakan dan juga perusahaan belum
mungkin sehingga mendapat produktivitas memiliki dana untuk melakukan renovasi.
kerja yang setinggi-tinginya. Sedangkan Sementara untuk kualitas air yang tidak baik
tujuan keselamatan kerja agar para karyawan beliau mengatakan kualitas air didaerah
di sebuah perusahaan bebas dari segala tersebut memang seperti itu dan tidak
kecelakaan akibat kerja, atau ganguan- mengetahui penyebab pastinya.
ganguan yang lain sehingga menurunkan Kemudian untuk hasil Wawancara
bahkan menghilangkan produktivitas kerja. yang penulis lakukan dengan bapak
Untuk indikator keamanan kerja zulfahmi menyebutkan untuk masalah
lima item yang dinilai yaitu Tingkat keterlambatan pembayaran gaji/upah
keamanan lingkungan kerja, Perlengkapan disebabkan ada permasalah diinternal
keamanan Kerja sebagai penunjang perusahaan namun ia mengangap
Keselamatan, Pencahayaan dan penerangan keterlambatan tidak lebih dari satu bulan.
tempat kerja, Perlengkapan keamanan Dari dua (2) indikator yaitu faktor
Sesuai standar kerja dan Beban pekerjaan motivasional dan faktor higine
berada pada kategori cukup baik dengan (pemeliharaan) indikator pemberian
persentase 43,4% atau berada pada skor motivasi pada karyawan PT. Peputra
34%-66%. Masterindo Kec. Tapung Kab. Kampar,
Untuk hasil Wawancara yang selanjutnya dari analisis yang telah dibuat
penulis lakukan kepada karyawan mengenai diatas maka dapat ditarik rekapitulasi dari
tingkat keamanan lingkungan kerja ialah jawaban responden tersebut yang untuk
untuk tingkat keamanan perusahaan sangat lebih jelasnya dapai di lihat pada tabel
baik dikarenakan ada petugas keamanan berikut ini.

78
Analisis Motivasi Kerja Karyawan Pada PT. Peputra Masterindo Kec. Tapung Kab. Kampar
Adi Widyo Prastowo Dan Arief Rifai H

Tabel 8: Rekapitulasi Jawaban Responden Indikator Motivasional Pemberian Motivasi


Kerja Karyawan Pada PT. Peputra Masterindo Kec. Tapung Kab. kampar
Kategori pengukuran
No Item yang dinilai Baik Cukup Baik Kurang Baik Jumlah

1 Prestasi 330 (32,6%) 406 (40,0%) 278 (27,4%) 1014 (100%)


2 Penghargaan 205 (30,3%) 270 (40,0%) 201 (29,7%) 676 (100%)
3 Tanggung jawab 203 (40,0%) 197 (38,9%) 107 (21,1%) 507 (100%)
4 Kesempatan untuk maju 198 (29,3%) 288 (42,6%) 190 (28,1%) 676 (100%)
5 Kenaikan pengkat 170 (33,5%) 185 (36,5%) 152 (30,0%) 507 (100%)
6 Pekerjaan itu sendiri 113 (22,3%) 199 (39,2%) 195 (38,5%) 507 (100%)
Jumlah 1219 1545 1123 3887
Rata-Rata 203,2 257,5 187,2 647,9
Persentase 31,4% 39,7% 28,9% 100%
Standar Pengukuran 34%-66%
Kriteria Cukup Baik
Sumber: Data Olahan 2014
Dengan melihat tabel rekapitulasi 39,7%. terketegorikan cukup baik, dengan
jawaban responden diatas mengenai alasan terlalu banyak aspek/ item yang
indikator Motivasional pemberian motivasi dinilai sebagai penilaian prestasi kerja
kepada karyawan PT. Peputra Masterindo karyawan. Pemberian penghargaan dapat
Kec. Tapung Kab. Kampar maka dapat di memotivasi karyawan dalam bekerja.
kategorikan baik hal ini terlihat dari jawaban Kemudian sebanyak 187,2 orang atau
responden yang ada dari 169 responden 28,9%. terketegorikan kurang baik, dengan
maka yang terkategorikan baik sebanyak alasan sistem penilaian prestasi kerja tidak
203,2 orang atau 31,4%. yang terketegorikan diterapkan bagi karyawan tingkat bawah.
baik dengan alasan sistem penilaian prestasi Banyak karyawan kebun tidak mendapat
kerja sudah baik, dikarenakan menjadikan penghargaan dan penghargaan yang
perusahaan dapat mengetahui hasil kerja diberikan hanya sebatas ucapan lisan. Dari
karyawan. Pemberian penghargaan hasil keseluruhan dengan kata lain sesuai
menjadikan semangat kerja karyawan dengan tehnik pengukuran yang telah di buat
meningkat. Banyak karyawan berprestasi ternyata pada interval 34%-66% dengan
yang mendapatkan kenaikan pangkat. kategori cukup baik.
Kemudian sebanyak 257,5 orang atau
Tabel 9 : Rekapitulasi Jawaban Responden Indikator Higiene Pemberian Motivasi Kerja
Karyawan Pada PT. Peputra Masterindo Kec. Tapung Kab. kampar
Kategori pengukuran
No Item yang dinilai Jumlah
Baik Cukup Baik Kurang Baik
1 Gaji 336 (24,9%) 555 (41,0%) 461 (34,1%) 1352 (100%)
2 Tunjangan 174 (14,7%) 402 (34,0%) 607 (51,3%) 1183 (100%)
3 Kondisi kerja fisik 197 (23,3%) 388 (45,9%) 260 (30,8%) 845 (100%)
4 Hubungan interpersonal 183 (27,1%) 271 (40,1%) 222 (32,8%) 676 (100%)
5 Kebijakan dan administrasi 156 (23,1%) 303 (44,8%) 271 (40,1%) 676 (100%)
Perusahaan
6 Pengawasan 127 (25,0%) 225 (44,4%) 155 (30,6%) 507 (100%)
7 Status 146 (28,8%) 216 (42,6%) 145 (28,6%) 507 (100%)
8 Keamanan kerja 261 (30,9%) 367 (43,4%) 217 (25,7%) 845 (100%)
Jumlah 1580 2727 2338 6645
Rata-Rata 197,5 340,9 292,3 830,7
Persentase 23,8% 41,0% 35,2% 100%
Standar Pengukuran 34%-66%
Kriteria Cukup Baik
Sumber: Data Olahan 2014

79
Jurnal Valuta Vol 2 No 1, April 2016, 66-82 ISSN : 2502-1419

Dengan melihat tabel rekapitulasi PENUTUP


jawaban responden di atas mengenai Kesimpulan
pemberian motivasi kepada karyawan PT. Hasil penelitian yang didapat oleh
Peputra Masterindo Kec. Tapung Kab. penulis yaitu motivasi yang di berikan PT.
Kampar maka dapat di kategorikan baik hal Peputra Masterindo Kec. Tapung Kab.
ini terlihat dari jawaban responden yang ada Kampar terlaksana cukup baik, sehingga
dari 169 responden maka yang dapat memotivasi karyawan dalam berkerja.
terkategorikan baik sebanyak 197,5 orang 1) Untuk pemberian Prestasi pada PT.
atau 23,8%. yang terketegorikan baik Peputra Masterindo Kec. Tapung Kab.
dengan alasan pemberian gaji yang Kampar yang diberian cukup baik dan
diberikan oleh perusahaan sudah baik dan akan lebih baik lagi bila dilakukan
sesuai UMR dan juga pemberian fasilitas, penyempurnaan dalam pelaksanaanya
tunjangan dan bantuan telah diberikan sehinga dapat memotivasi karyawan
semuanya dan sebaik-baiknya. Kemudian dalam berkerja.
sebanyak 340,9 orang atau 41,0%. 2) Untuk pemberian Penghargaan yang
terketegorikan cukup baik, dengan alasan diberikan perusahaan cukup baik dan
pemberian tunjangan yang diberikan oleh akan lebih baik lagi bila karyawan
perusahaan masih ada kekurangan- tingkat bawah lebih diperhatikan lagi
kekurangn yang perlu dibenahi. Kemudian dalam pemberian penghargaan sehingga
sebanyak 292,3 orang atau 35,2%. akan meningkatkan semangat dalam
terketegorikan kurang baik, dengan alasan berkerja.
karyawan pemberian tunjangan yang 3) Untuk pemberian Tanggung jawab yang
diberikan berupa fasilitas yang diberikan diberikan perusahaan cukup baik dan
perusahaan seperti rumah karyawan tidak perusahaan harus tetap memparlakukan
layak, air membutuhkan perbaikan dan juga karyawan dengan sebaik-baiknya dalam
sering adanya keterlambatan pembayaran berkerja.
gaji. Dari hasil keseluruhan dengan kata lain 4) Untuk Kesempatan untuk maju pada PT.
sesuai dengan tehnik pengukuran yang telah Peputra Masterindo Kec. Tapung Kab.
di buat ternyata pada interval 34%-66% Kampar yang diberian cukup baik
dengan kategori cukup baik. dikarenakan perusahaan telah
Dari data penjelasan diatas dapat memberikan kesempatan kepada
disimpulkan bahwa untuk variabel karyawannya untuk melanjutkan jejang
pemberian motivasi untuk karyawan PT. pendidikan yang lebih tinggi lagi.
Peputra Masterindo Kec. Tapung Kab. 5) Untuk pemberian Kenaikan pangkat
Kampar cukup baik kerena berdasarkan yang diberikan perusahaan cukup baik
jawaban dari responden yang diukur dari dan akan lebih baik lagi bila perusahaan
dua (2) indikator yaitu Faktor Motivasional memberi kemudahan proses promosi
dan Faktor Higine (Pemeliharaan) dan jabatan kepada karyawanya.
terdapat empat belas (14) Subindikator yaitu 6) Untuk Pekerjaan itu sendiri pada PT.
prestasi, penghargaan, tanggung jawab, Peputra Masterindo Kec. Tapung Kab.
kesempatan untuk maju, kenaikan pangkat, Kampar yang diberian cukup baik tetapi
pekerjaan itu sendiri, gaji, tunjangan, masih perlu diperhatikan beban
kondisi kerja fisik, hubungan interpersonal, pekerjaan dan penyesuaian bidang
kebijakan dan aministrasi perusahaan, keahlian.
pengawasan, status dan keamanan kerja. 7) Untuk pemberian Gaji karena sudah
Dan untuk penulis temukan sesuai dengan ketentuan standar UMR,
dilapangan yaitu rumah dinas yang masih ada kekurangan ketepatan waktu
membutuhkan renovasi dan juga dalam pembayaran gaji.
keterlambatan pembayaran gaji saat 8) Untuk pemberian Tunjangan pada PT.
dikonfirmasi oleh manager PT. Peputra Peputra Masterindo Kec. Tapung Kab.
Masterindo Kec. Tapung Kab. Kampar hal Kampar yang diberian cukup baik tetapi
ini disebabkan keuanagan perusahaan yang masih banyak kekurangan yang perlu
sedang berjalan tidak baik. diperhatikan seperti kelayakan rumah

80
Analisis Motivasi Kerja Karyawan Pada PT. Peputra Masterindo Kec. Tapung Kab. Kampar
Adi Widyo Prastowo Dan Arief Rifai H

dinas dan juga kualitas air yang Masterindo Kec. Tapung Kab. Kampar
diberikan, agar nantinya karyawan lebih agar lebih memperhatikan dalam
dapat termotivasi dalam bekerja. pemberian motivasi yang diberikan
9) Untuk Kondisi kerja fisik yang kepada karyawan dan penulis juga
diberikan perusahaan cukup baik yang menyarankan agar permasalahan yang
perlu lebih diperhatikan hanya sering terjadi keterlambatan gaji tidak
perawatan fasilitas kerja. terulang lagi kemudian fasilitas kerja
10) Untuk Hubungan interpersonal pada PT. perlu diperhatikan perawatanya dan
Peputra Masterindo Kec. Tapung Kab. rumah dinas membutuhkan perbaikan
Kampar yang terjalin cukup baik karena agar lebih diperhatikan lagi.
tidak hanya didalam linkungan kerja
tetapi juga diluar lingkungan kerja.
11) Untuk pelaksanaan Kebijakan dan DAFTAR PUSTAKA
administrasi pada PT. Peputra Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur
Masterindo Kec. Tapung Kab. Kampar Penelitian. Rineka Cipta Jakarta
berjalan cukup baik tetapi kurang Assauri, Sofyan. 2002. Kiat Meningkatkan
mengikut sertakan karyawan dalam Produktifitas Kerja, Penerbit Rineka
membuat kebijakan. Cipta, Jakarta, 2002
12) Untuk pelaksanaan Pengawasan yang Dharma, Agus. 2000. Manajemen Prestasi
diterapkan perusahaan cukup baik Kerja, Rajawali, Jakarta
dikarenakan atasan sering melakukan Gasper, Vincent,1998 Manajemen
pengawasan langsung karyawan dalam Produktivitaas Total Strategi
bekerja. Peningkatan Produktivitas Bisnis
13) Untuk pemberian Status kerja yang Global, Penerbit PT. Gramedia
diberikan perusahaan cukup baik Pustaka Utama, Jakarta
dikarenakan seseorang yang memiliki Hamzah, P. Dan Lamatenggo Nina, D. 2012
jabatan/kedudukan mendapat pengakuan Teori Kinerja Dan Pengukuranya.
baik dari perusahaan ataupun karyawan. Penerbit Bumi Aksara
14) Untuk Keamanan kerja yang diberikan Handayaningrat, Drs Soewarno.1996.
pada PT. Peputra Masterindo Kec. Pengantar Study Ilmu Administrasi
Tapung Kab. Kampar cukup baik Dan Manajemen. PT Toko Gunung
dikarenakan tingkat keamanan dan juga Agung
perlengkapan keamanan sudah Hasibuan. 2001. Dasar – dasar organisasi.
memadai. Raja grafindo persada. Jakarta
Hasibuaan, Malayu S.P. 2013. Manajemen
Saran Sumber Daya Manusia: Edisi Revisi.
Dari kesimpulan yang diperoleh Jakarta. Bumi Aksara
dalam penelitian ini, maka penulis Hasibuan, Melayu S.P., 1996. Manajemen
memberikan saran kepada pihak perusahaan Sumber Daya Manusia: Dasar Dan
sebagai berikut: Kunci Keberhasilan , Penerbit CV.
1) Hendaknya pemberian tunjangan rumah Haji Masagung, Jakarta
dinas karyawan lebih diperhatikan lagi Hasibuan, Melayu. 1996. Organisasi Dan
agar meningkatkan semangat kerja Motivasi. Jakarta. Bumi Aksara
karyawan. Kussrianto, Bambang, 1991. Meningkatkan
2) Agar pelaksanaan pemberian gaji Produktifitas Karyawan, Binaman
karyawan harus lebih diperhatikan dan Pressindo, Jakarta
juga disesuaikan dengan beban/kualitas Manullang. 2001. Dasar – Dasar
kerja karyawan. Manajemen. Jakarta. Gajah Mada
3) Hendaknya lebih ditingkatkan lagi Universitas Press
kelengkapan fasilitas kerja karyawan Martoyo, Susilo, 2000. Manajemen
dan perawatannya. Sumberdaya Manusia. Edisi Ke -
4) Untuk keseluruhan penulis 4,BPFE, Yogyakarta
menyarankan perusahaan PT. Peputra

81
Jurnal Valuta Vol 2 No 1, April 2016, 66-82 ISSN : 2502-1419

Namawi, 2005. Manajemen Sumberdaya


Manusia, Gajah Mada University
Press
Notoatmodjo, Soekidjo, 2009.
Pengembangan Sumber Daya
Manusia, Rineka Cipta, Jakarta
Rivai, Viethazal, 2004. Manajemen Sumbar
Daya Manusia Untuk Perusahaan.
PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Robin, Steven P,. 1998. Prilaku Organisasi :
Konsep, Kontroversi, Aplikasi, Jilid
2, Edisi Bahasa Indonesia, Penerbit
PT. Perhallindo, Jakarta
Siagian, Sondang P. 2004. Teori
Pengembangan Organisasi. Penerbit
Bumi Aksara. Jakarta
Siagian, Sondang P, 2012 Teori Motivasi
Dan Aplikasinya. Penerbit Rineka
Cipta
Sihotang, A. 2007. Manajemen Sumber
Daya Manusia. Pradnya Paramita,
Jakarta
Sinamora, Henry, 2001. Manajemen Sumber
Daya Manusia. Penerbit STIE
YKPN, Yogyakarta
Sugiono. 2006. Metode Penelitian. Alfabeta,
Jakarta
Sugiono. 2005. Pengantar Manajemen.
Bumi Aksara Bandung
Tohardi, Ahmad ,2002, Pemahaman Praktis
: Manajemen Sumber Daya
Manusia. Universitas Tanjung Pura ,
Cv.Mmandar Maju, Bandung.
Zulkifli. 2005. Pengantar Ilmu Administrasi
Dan Manajemen. UIR Press

82