Вы находитесь на странице: 1из 4

ORIGINAL ARTICLE

Intisari Sains Medis 2018, Volume 9, Number 2: 156-159


P-ISSN: 2503-3638, E-ISSN: 2089-9084

Pengaruh personal hygiene terhadap timbulnya


akne vulgaris pada mahasiswa Program Studi
Pendidikan Dokter angkatan 2014 di Fakultas CrossMark
Published by DiscoverSys
Kedokteran Universitas Udayana

I Putu Indra Ardhiyana Putra,1* Ketut Kwartantaya Winaya2

ABSTRACT

Introduction: The most common skin problem in teenager are Method: Study design is a cross-sectional analytical study to find the
acne vulgaris, could be define as an inflammatory skin disease relationship between personal hygiene with acne vulgaris. Data from
that comes from pilosebaceous follicles. There are several factors this research using primary data obtained from the questionnaire With
that influence the occurrence of acne vulgaris such as increased a total sample of 43. The sample was student of medical school, Faculty
production of sebum, clogging the follicle pilosebasea, increased of Medicine, Udayana University.
colonization of bacteria Propionibacterium acnes, and individual Result: Based on the results of chi-square test between the level of
level of hygiene. Personal hygiene can affect the onset of of skin personal hygiene and the incidence of acne vulgaris showed significant
diseases. Good hygiene couldt removes excess sebum without results (p = 0.020) so that there is a significant relationship between
damaging the skin’s protective lipids, and remove bacteria from the level of personal hygiene with the incidence of acne vulgaris.
the skin surface. Most teens, especially high school students Conclusion: It concluded that students who have high levels of
often overlook the importance of maintaining the cleanliness of bad personal hygiene more experienced acne vulgaris. There is a
their faces. This study aims to determine the relationship between significant correlation between maintaining personal hygiene
personal hygiene to complaints of acne vulgaris. with the onset of acne vulgaris.

Keywords: Third molar surgery, post-operative complications, reverse triangular flap


Cite This Article: Putra, I.P.I.A., Winaya, K.K. 2018. Pengaruh personal hygiene terhadap timbulnya akne vulgaris pada mahasiswa Program Studi
Pendidikan Dokter angkatan 2014 di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Intisari Sains Medis 9(2): 156-159. DOI: 10.1556/ism.v9i2.258

ABSTRAK

Latar Belakang: Akne vulgaris (AV) merupakan penyakit kulit yang Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian crossectional
meradang berasal dari folikel pilosebasea. Ada beberapa Faktor analitik untuk mencari hubungan antara personal hygiene dengan
yang mempengaruhi terjadinya akne vulgaris antara lain terdapat acne vulgaris. Data dari penelitian ini menggunakan data primer
peningkatan produksi sebum, penyumbatan folikel pilosebasea, yang didapat dari hasil kuisioner Dengan jumlah sampel sebanyak
1
Program Studi Pendidikan Dokter,
Fakultas Kedokteran Universitas peningkatan kolonisasi bakteri Propionibacterium acnes. Personal 43. Sampel penelitian adalah mahasiswa program studi pendidikan
Udayana hygiene dapat berpengaruh terhadap timbulnya keluhan penyakit dokter angkatan 2014 di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
2
Bagian/SMF Kulit dan Kelamin, kulit seperti personal hygiene. Kebersihan yang baik adalah Hasil: Berdasarkan hasil uji chi square antara tingkat personal
Fakultas Kedokteran, Universitas kebersihan yang menghilangkan kelebihan sebum tanpa merusak hygiene dan kejadian akne vulgaris menunjukkan hasil yang signifikan
Udayana-RSUP Sanglah Denpasar
lipid pelindung kulit, dan menghilangkan bakteri dari permukaan (p = 0,020) sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara
kulit. Kebanyakan remaja khususnya pelajar SMA seringkali tingkat personal hygiene dengan kejadian akne vulgaris.
*
Corresponding mengabaikan tentang pentingnya menjaga kebersihan wajah Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa Mahasiswa yang memiliki
I Putu Indra Ardhiyana Putra,
Program Studi Pendidikan Dokter, mereka. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara tingkat personal hygiene buruk lebih banyak mengalami acne vulgaris.
Fakultas Kedokteran Universitas personal hygiene terhadap keluhan acne vulgaris. Terdapat hubungan yang signifikan antara menjaga personal hygiene
Udayana dengan timbulnya akne vulgaris (p = 0,020).
indraardhiyana@gmail.com

Diterima: 2018-05-16 Kata kunci : Akne vulgaris, personal hygiene, mahasiswa


Disetujui: 2018-07-5 Cite Pasal Ini: Putra, I.P.I.A., Winaya, K.K. 2018. Pengaruh personal hygiene terhadap timbulnya akne vulgaris pada mahasiswa Program Studi
Diterbitkan: 2018-08-1 Pendidikan Dokter angkatan 2014 di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Intisari Sains Medis 9(2): 156-159. DOI: 10.1556/ism.v9i2.258

156 Open access: http://isainsmedis.id/


ORIGINAL ARTICLE

PENDAHULUAN yang kurang memadai juga mempengaruhi. Selain


factor factor tersebut ada juga factor lain yang
Banyak yang mengatakan dalam tubuh yang akan menimbulkan keluhan penyakit kulit seperti
bersih, terdapat jiwa yang sehat, akan tetapi masih personal higine yang kurang memadai. Penelitian
banyak juga orang yang sakit dan biasanya terjadi ini bertujuan untuk melakukan evaluasi hubungan
dikarenakan karena pola hidup mereka sendiri antara personal hygiene terhadap akne vulgaris
yang kurang baik dan kebiasaan yang kurang baik. pada mahasiswa program studi pendidikan dokter
Personal higiene yang kurang bagus yang dapat Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana angka-
menimbulkan keluhan penyakit kulit seperti akne tan 2014.
vulgaris. Beberapa upaya pemerintah atau instansi
yang terkait sudah dilakukan untuk memerangi
kurangnya kebersihan terhadap kulit guna untuk METODE
mengurangi keluhan-keluhan akne vulgaris.Upaya Penelitian ini merupakan penelitian analitik karena
yang dilakukan pemerintah berupa pengadaan air dalam pelaksanaannya meliputi pengumpulan data,
bersih, pengadaan toilet-toilet layak pakai dan juga analisis dan interpretasi dari data yang diperoleh.
penyuluhan-penyuluhan hidup sehat dan bersih Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan
juga sudah banyak dilakukan oleh pemerintah dan pendekatan cross-sectional, dimana proses peneli-
instansi terkait. tian menggunakan data primer untuk mengetahui
Akne vulgaris menjadi masalah yang umum, pengaruh personal hygiene terhadap keluhan akne
terutama terjadi pada kalangan remaja. Belum vulgaris pada mahasiswa program studi pendi-
ada data angka kejadian dan faktor resiko akne dikan dokter angkatan 2014, Fakultas Kedokteran
vulgaris di masyarakat.1 Selain masalah kosme- Universitas Udayana. Penelitian ini menggunakan
tika, akne vulgaris bisa muncul karena bebrapa 43 subjek penelitian yang dicari melalui metode
factor seperti produksi sebum, hiperkeratinisasi konsekutif. Data kebersihan diri dan kejadian akne
folikular, proliferasi Propionibacterium acnes diperoleh melalui kuesioner kebersihan yang telah
(P. acnes) peradangan, dan genetika (gurdanc, 2005), dilakukan validasi. Analisis data menggunakan
selain itu kurang nya menjaga kebersihan kulit bantuan program Statistical Package for Social
wajah maupun lingkungan juga bisa menimbulkan Science version 17.0, uji chi-square digunakan untuk
akne vulgaris. kebersihan kulit wajah dapat di jaga mengetahui hubungan antara personal hygiene dan
dengan cara meningkatkan personal higine kita akne vulgaris.
seperti rajin membersihkan kamar mandi, rajin
mengganti sepray kasur, sarung bantal tidur, cuci
muka atau kulit wajah setelah bepergian, setelah
HASIL
kontak langsung dengan sinar matahari, polusi, Data dari penelitian ini merupakan data primer yang
setelah menggunakan make up, dan masih banyak di dapat dari hasil kuisioner yang di sebar pada maha-
lagi. Angka kejadiannya akne vulgaris berkisar siswa program studi pendidikan dokter angkatan
85 % dan terbanyak pada usia muda. Pada umum- 2014 di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
nya insiden akne terjadi pada usia 14-17 tahun pada Subjek dari penelitian ini adalah mahasiswa angka-
wanita dan 16-19 tahun pada laki-laki, dengan lesi tan 2014 program studi pendidikan dokter yang
predominan adalah komedo dan papul.1,3 bersedia menjadi sampel penelitian dengan jumlah
Kulit merupakan pembungkus yang elastik sampel sebanyak 43 orang. Karakteristik subjek
yang melindungi tubuh dari pengaruh lingkungan. penelitian dapat dilihat pada tabel 1.
Kulit juga merupakan alat tubuh yang terberat dan Berdasarkan tabel 1, Karakteristik dari subjek
terluas ukurannya, yaitu 15% dari berat tubuh dan terdiri atas usia dan jenis kelamin. Responden
luasnya 1,50 – 1,75 m², rata-rata tebal kulit 1-2 mm, laki-laki berjumlah 17 orang (39,5%) dan perem-
paling tebal (6 mm) ada ditelapak tangan dan kaki puan sebanyak 26 orang (60,5%). Rentang usia
paling tipis (0,5 mm) ada di penis. Selain itu Kulit responden adalah 17-21 tahun. Responden paling
adalah salah satu bagian tubuh yang cukup sensitif banyak berusia 19 tahun, yaitu sebanyak 25 orang
terhadap berbagai macam penyakit. Lingkungan (58,1%). Rata-rata usia responden adalah 18 tahun.
yang kotor akan menjadi sumber munculnya berb- Kebersihan responden diukur dengan menjawab
agai macam penyakit kulit.2 Faktor- faktor yang pertanyaan kuesioner. Berdasarkan hasil perhitun-
mempengaruhi tingginya prevalensi penyakit kulit gan statistika didapatkan rata-rata nilai kebersihan
adalah iklim yang panas dan lembab, kebersihan responden adalah 7,0155. Klasifikasi personal
perorangan yang kurang baik yaitu kebersihan hygiene pada penelitian ini dikelompokkan
kulit, kebersihan rambut dan kulit kepala, kebersi- menjadi dua derajat yaitu derajat kurang (skor 1-7),
han kuku, intesitas mandi selain itu faktor ekonomi dan derajat baik (skor 8-10). Responden yang

Published by DiscoverSys | Intisari Sains Medis 2018; 9(2): 156-159 | doi: 10.15562/ism.v9i2.258 157
ORIGINAL ARTICLE

Tabel 1  Karakteristik Subjek Penelitian hubungan antara tingkat kebersihan dengan keja-
dian akne, dan di dapatkan hasil p = 0,020 (< 0,05),
Karakteristik Responden Jumlah (n = 43) Persen (%)
sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan
Jenis Kelamin Laki-laki 17 39,5 yang bermakna antara kebersihan diri dengan akne
Perempuan 26 60,5 vulgaris. (Tabel 2)
Usia 17 1 2,3
18 16 37,2 PEMBAHASAN
19 25 58,1 Berdasarkan Hasil uji chi square antara tingkat
21 1 2,3 personal hygiene dan kejadian akne vulgaris menun-
Kebersihan Baik 25 58,1 jukkan hasil yang signifikan (p = 0,020) sehingga
terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat
Buruk 18 41,9
personal hygiene dengan kejadian akne vulgaris.
Kejadian Akne Ya 33 76,7 Personal hygiene adalah bagian penting dari
Tidak 10 23,3 menjaga atau meningkatkan kesehatan kulit, khusus-
nya integritas penghalang kulit. Akne vulgaris atau
yang biasa di sebut jerawat adalah penyakit kulit
Tabel 2  T
 abulasi silang dan uji chi-square antara jenis kelamin dan
kronis yang di akibatkan karena adanya peradangan
kebersihan terhadap kejadian akne
yang bisa di tandai dengan adanya pustule, nodul,
Kejadian akne papul, komedo dan kista yang biasanya muncul
Variabel Ya tidak Total Nilai p pada kelenjar sebasea berukuran besar seperti
Laki-laki 14 3 17 wajah, punggung, dan dada.4
Jenis Kelamin 0,481 Berdasarkan studi yang di lakukan oleh
Perempuan 19 7 26
Hertanto (2013) studi mengenai tingkat kebersi-
Baik 16 9 25 han wajah dengan kejadian akne vulgaris pada
Kebersihan 0,020
Buruk 17 1 18 siswa SMA menyatakan terdapat adanya hubun-
gan yang signifikan antara derajat kebersihan
memiliki kebersihan baik sebanyak 25 orang wajah dengan kejadian akne vulgaris.5 Studi
(58,1%) dan kebersihan buruk sebanyak 18 orang lain yang dilakukan oleh Utami (2008) menge-
(41,9%). Responden yang mengalami akne seban- nai hubungan tingkat stress dan kebersihan
yak 33 orang (76,7%). Hubungan antara jenis diri dengan kejadian akne vulgaris menyatakan
kelamin, tingkat kebersihan terhadap akne vulgaris yang sama yaitu terdapat adanya hubungan
dapat dilihat pada tabel 2. yang signifikan antara derajat kebersihan wajah
Berdasarkan tabel 2, Pada penelitian ini didapa- dengan kejadian akne vulgaris.5,6
tkan 14 orang laki-laki mengalami kejadian akne Penelitian ini sesuai dengan teori bahwa makin
vulgaris sedangkan 3 orang tidak mengalami sering seseorang membersihkan wajah, maka
kejadian akne vulgaris. Pada perempuan sebanyak makin rendah angka kejadian akne vulgaris karena
19 orang mengalami kejadian akne vulgaris membersihkan wajah secara teratur dapat mengu-
sedangkan 7 orang tidak mengalami kejadian akne rangi minyak yang berlebih serta mengangkat sel
vulgaris. Berdasarkan hal tersebut maka dilaku- kulit mati pada wajah serta membersihkan wajah
kan uji chi-square terhadap jenis kelamin dengan adalah bagian dari menjaga personal hygiene. 7
kejadian akne untuk mengetahui adanya hubungan Penelitian ini tidak terlepas dari berbagai keter-
antara tingkat kebersihan dengan kejadian akne dan batasan seperti variable dan jumlah sampel. Selain
didapatkan hasil nilai p = 0,481 (p > 0,05), sehingga itu karena data yang di gunakan adalah data primer
dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan yang yang diambil dari kuisioner sehingga mengakibat-
bermakna antara jenis kelamin dan kebersihan diri. kan adanya keterbatasan dalam pengolahan vari-
Pada variabel tingkat kebersihan, dari able perancu dan keterbatasan dalam penyusunan
25 subjek dengan tingkat kebersihan baik, 16 orang kuisioner. Selain itu terdapat juga faktor-faktor
diantaranya mengalami kejadian akne vulgaris lain yang tidak dapat diteliti yang mungkin akan
sedangkan 9 orang tidak mengalami kejadian akne mempengaruhi hasil penelitian.
vulgaris. Pada subjek yang tingkat kebersihan nya
buruk dengan jumlah 18 orang, 17 diantaranya
SIMPULAN
mengalami kejadian akne vulgaris sedangkan
hanya 1 orang yang tidak mengalami kejadian akne Terdapat hubungan yang bermakna antara kebersi-
vulgaris. Berdasarkan hal tersebut maka dilaku- han diri dengan akne vulgaris, namun tidak
kan uji chi-square terhadap tingkat kebersihan terdapat adanya hubungan yang bermakna antara
dengan kejadian akne untuk mengetahui adanya jenis kelamin dengan akne vulgaris.

158 Published by DiscoverSys | Intisari Sains Medis 2018; 9(2): 156-159 | doi: 10.15562/ism.v9i2.258
ORIGINAL ARTICLE

DAFTAR PUSTAKA 6. Utami. Hubungan tingkat stress dan kebersihan diri den-
gan kejadian akne vulgaris. (skripsi). Universitas airlangga:
1. Tjekyan S. Kejadian dan Faktor Resiko Akne Vulgaris. airlangga university library. 2008.
Mediana Medika Indonesia. 2009; 43(1):37 – 43. 7. Ghodsi SZ, Orawa H, Christos C. prevalence, severity, and
2. Sinclair W, Jordan HF. Acne guideline 2005 update. severity risk factor of acne in high school pupils: A commu-
S Afr Med J. 2005;95(11):881-892. nity-based study. Journal of Inverstigative Dermatology.
3. Abdulmajeed A, Yousef AAT, Alhazanni Y, Alhowaish N, 2009;129(9):2136-2141.
Eid NA, Alhozaimi Z, Saleh WA, et al. Prevalence, level
of knowledge and lifestyle association with acne vulgaris
among medical students. Journal of Dermatology
& Dermatologic Surgery. 2017;21(2):58-61.
4. Anjali M, Acne Vulgaris: a review. Medicine.
2017;45(6):386-389.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution
5. Hertanto. Hubungan antara kebersihan wajah dengan keja-
dian akne vulgaris (skripsi). Universitas muhamadiyah:
Surakarta. 2013.

Published by DiscoverSys | Intisari Sains Medis 2018; 9(2): 156-159 | doi: 10.15562/ism.v9i2.258 159