Вы находитесь на странице: 1из 10

PELATIHAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MUTU TENAGA KEPENDIDIKAN

DI LINGKUNGAN DINAS PENDIDIKAN PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA


JAKARTA (Studi di Pusat Pengembangan Manajemen Sekolah, 2016)

Awalien Dhea Syafitrie, Amril Muhammad, Siti Rochanah

awalien.dhea.sy@gmail.com

ABSTRACT

This research aimed to describe the planning and execution of training in improving the quality of
education personnel in Jakarta. Research on quality managament be specified in two sub research
focus is the planning of training and implementation of training activities in PPMS. The method
used is a qualitative case research. The data obtained by researchers is through observation, depth
interviews (depth interview), and documentation research. Key informant interviews were
conducted at the Head Centre and supported by the informant support consists of the Head of
Administration, Head of Executive Management Development Medium, instructor and trainees.

The research concluded that 1) Planning of training undertaken in an effort to improve the quality
of education personnel through the stages of training needs analysis, a coordination meeting
between the committee and implementing units, define the training objectives, determining the
training target, specify the subject matter, time, and number of participants, determine More
specifically instructor with the materials according to their fields of expertise. Resulting from this
process that the terms of reference of activities and proposal activities, criteria for participants
and instructors criteria, the list of participants will be invited, syllabus and training schedules,
training materials by the instructor, training rules and list of required facilities and infrastructure.
2) Implementation of the training activities carried out through pre-test phase – IN 1 – On the Job
Learning – IN 2 – Post test up until the evaluation results come out in the form of certificates to
the participants assessment. Output generated in the form of training implementation
Accountability report along with photo documentation of training activities.

PPMS should conduct a detailed analysis of requirement operating more hearts held trainin, set
time allocation complex material material adjustments and trainer right, make a detailed schedule
and disseminate the material shown to the participants which impacted the increasing skills from
the training participants.

Keywords: Training, Planning of Training, Implementation Training Activities.

Pendahuluan lebih bersifat filosofis dan teoritis. Sama


halnya seperti pendidikan, pelatihan
Salah satu usaha dalam peningkatan dan memiliki tujuan yang sama yaitu,
pengembangan sumber daya manusia adalah Pembelajaran, dimana seseorang
melalui pelatihan. Pelatihan merupakan dimungkinkan untuk menjadi seorang
bagian dari pendidikan. Pendidikan yang innovator, pengambil inisiatif pemecah

12
masalah yang kreatif, serta menjadikan Sesuai dengan salah satu tugas pokok dari
seseorang efektif dan efisien dalam PPMS, yaitu melaksanakan pendidikan dan
melakukan pekerjaan. pelatihan, terhitung dari tahun 2010 sampai
dengan 2015 PPMS sudah melaksanakan
Menurut informasi yang diperoleh peneliti 91pelatihan. Dengan rincian 80 pelatihan saat
dari hasil grandtour, pada tahun 2002 sesuai masih dengan nama PPGTK pada tahun 2010
SK Gubernur Nomor 95 Tahun 2002 sampai dengan 2015 dan 12 pelatihan sebagai
terbentuklah Balai Pelatihan Tenaga PPMS.
Kependidikan Dasar yang telah berubah
nomenklaturnya sesuai dengan Peraturan Dari semua pelatihan yang telah
Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 51 dilaksanakan oleh PPMS, melalui proses
Tahun 2010 menjadi Pusat Pelatihan Guru kegiatan dilakukan berdasarkan struktur
dan Tenaga Kependidikan yang kemudian persiapan, pelaksanaan, hasil dan tindak
disingkat dengan PPGTK. PPGTK lanjut. Dalam tahap persiapan, kegiatan yang
merupakan salah satu unit pelaksana Teknis dilakukan adalah penyusunan kerangka
Dinas Pendidikan dengan salah satu tugas acuan, penyusunan proposal kegiatan,
pokok dan fungsinya yaitu sebagai penyusunan program umum, pokok dan
penyelenggara berbagai pelatihan kepada penunjang, penentuan kriteria peserta,
guru dan tenaga kependidikan di Provinsi penentuan kriteria penatar, hubungan
DKI Jakarta. instansional, pemanggilan peserta,
penyusunan buku panduan, inventarisasi
Dengan semakin majunya perkembangan materi dan sarana-prasarana. Dalam tahap
zaman di dunia Pendidikan di Indonesia pelaksanaan kegiatan yang dilakukan adalah
maka Pusat Pengembangan Manajemen pengarahan inti, pengarahan teknis,
Sekolah Provinsi DKI Jakarta berproses pendidikan dan latihan: negosiasi, pre test,
melalui perubahan Struktur Lama yaitu Pusat post test, sidang pleno, sidang kelompok,
Pelatihan Guru dan Tenaga Kependidikan tugas mandiri, dan simulasi pembelajaran.
(PPGTK) dan pengembangan struktur Unit
Pelaksana Teknis dilingkungan Dinas Dengan demikian nampak pelaksanaan
Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nomor 340 pelatihan dalam upaya peningkatan tenaga
Tahun 2014 pada tanggal 31 Desember 2014 kependidikan yang bermutu dan memiliki
tentang Pembentukan Organisasi dan Tata standar kompetensi yang harus dimiliki tidak
Kerja Pusat Pengembangan Manajemen terlepas dari proses perencanaan yang
Sekolah (PPMS). matang. Untuk melakukan pelatihan yang
maksimal perlu koordinasi yang lebih intens
Pusat Pengembangan Manajemen Sekolah dan persiapan yang optimal untuk
yang kemudian disebut PPMS, yaitu memaksimalkan proses pembelajaran yang
organisasi yang keberadaannya berada di lebih baik dan manfaat pelatihan dapat
bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala dirasakan oleh peserta pelatihan.
Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakartadan
dipimpin oleh Seorang Kepala Pusat yang Berangkat dari hal yang telah dipaparkan di
mempunyai tugas pokok yaitu melaksanakan atas, menarik perhatian peneliti untuk
Pendidikan dan Pelatihan, Pengkajian, dan mengangkat fenomena tersebut. Peneliti
Pengembangan Manajemen Sekolah. tertarik mengusung tema peningkatan mutu
tenaga kependidikan. Penelitian dilakukan
untuk mengetahui bagaimana peningkatan

13
mutu secara nyata untuk tenaga kependidikan Menurut Daft (1997:8), “management is the
DKI Jakarta. Penelitian dilakukan di attainment of organizational goals in
Lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi effective and efficient manner through
Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Adapun planning, organizing, leading and
judul penelitian ini adalah ‘’Pelatihan controllong organizational recources”.
Sebagai Upaya Peningkatan Mutu Tenaga Definisi yang dikemukakan oleh Jones dan
Kependidikan di Lingkungan Dinas George (2003:5), “management is the
Pendidikan Provinsi Daerah Khusus planning, organizing, leading, and
Ibukota Jakarta’’ controlling of human and other resources to
achieve organizational goals effectively and
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, efficiently”. Menurut Goetsch dan Davis
penelitian ini difokuskan pada manajemen yang dikutip oleh Tjiptono dan Diana
mutu, dengan subfokus yang meliputi (2013:4), “mutu adalah suatu kondisi dinamis
perencanaan pelatihan dan pelaksanaan yang berhubungan dengan produk, jasa,
pelatihan di PPMS. Adapun manfaat dari manusia, proses, dan lingkungan yang
penelitian ini yaitu: (1) sebagai bahan kajian memenuhi atau melebihi harapan”.
untuk pengembangan ilmu pengetahuan
terkait proses perencanaan dan pelaksanaan Menurut Crosby, seperti dikutip oleh Ross
kegiatan pelatihan Tenaga Kependidikan, (2) (1995:6), mutu adalah: (1) Sesuatu yang
sebagai masukan atau rekomendasi yang sesuai dengan yang disyaratkan atau
bermanfaat bagi Kepala Pusat, Pegawai serta dibutuhkan, bukan kebaikan; (2) Sistem
Instruktur di Pusat Pengembangan untuk mencapai mutu adalah pencegahan,
Manajemen Sekolah Dinas Pendidikan bukan penaksiran; (3) Tampilan baku dengan
Provinsi DKI Jakarta dalam pelaksanaan prinsip tanpa cacat, bukan hanya mendekati
upaya meningkatkan mutu pelatihan tenaga kecukupan; (4) Ukuran mutu adalah nilai
kependidikan, (3) menambah pengalaman ketidaksesuaian, bukan sesuatu nilai yang
dan pengetahuan peneliti setelah diurut-urutkan (indexes). Menurut Juran
membandingkan hasil temuan dari kegiatan yang dikutip oleh Ross (1995:6),
di lapangan dengan teori yang diperoleh dari mengemukakan bahwa mutu adalah
sumber – sumber yang relevan. kesesuaian manfaat dengan rancangan,
kebutuhan, ketersediaannya,
Kajian Teori keamananannya, dan kegunaan umumnya.
Ross (1995:97) mengutip pendapat Garvin
Menurut Stoner, Edward, dan Gilbert yang menganjurkan lima pendekatan untuk
(1994:7), “Management: the process of mendefinisikan mutu, yaitu suatu kondisi
planning, organizing, leading, and dinamis yang berhubungan dengan: (1)
controlling the work of organization Produk (product-based), (2) Manusia/tenaga
members and using all available kerja (user-based), (3) Proses
organization resources to reach stated (manufacturing-based), (4) Tugas, (5)
organization goals”. Robbins dan Coulter Lingkungan yang memenuhi atau melebihi
(1999:8) mengemukakan manajemen adalah harapan pelanggan atau konsumen
proses pengkoordinasian dan (transcendent and value-based).
mengintegrasikan kegiatan-kegiatan kerja
agar diselesaikan secara efisien dan efektif Jones dan George (2003:380) mendefinisikan
dengan dan melalui orang lain. pelatihan sebagai, “Teaching organizational
members gow to perform their current jobs

14
and helping them acquire the knowledge and specific ruture that managers desire for their
skills tey need to be effective performers.” organizations.”
Menurut Dessler yang dikutip Tohari
(2015:19), “Training refers to the methods Menurut Robbin dan Coulter (1999:201),
used to give new or present employees the jenis-jenis perencanaan dapat dibedakan
skill they need to perform their jobs”. berdasarkan luasnya (strategis lawan
operasional), Kerangka waktu (jangka
Menurut Bernardin dan Russel yang dikutip pendek lawan jangla panjang), kekhususan
Tohari (2015:19), menyatakan bahwa (pengarahan lawan khusus), dan frekuensi
pelatihan adalah untuk memperbaiki penggunaan (dipakai sekali lawan terus
penguasaan berbagai keterampilan dan menerus).
teknik pelaksanaan kerja tertentu, terinci,
rutin, dan yang dibutuhkan sekarang. Menurut pendapat Daud (2004:3), semua
Menurut Milkovich dan Doudreau kegiatan perencanaan pada dasarnya melalui
(1994:490), “Training is a systematic beberapa tahapan, antara lain yaitu: (1)
process to foster the acquisition of skills, Menyadari kesempatan, (2) Menetapkan
rules, concepts, or attitudes that result in an tujuan atau serangkaian tujuan, (3)
improved match between employee Menentukan Dasar Fikiran (premis), (4)
characteristics and employment Menentukan Arah-arah Tindakan Alternatif,
requirements”. (5) Mengevaluasi Arah-arah Tindakan
Alternatif, (6) Memilih suatu Arah Tindakan
Omocharu dan Ross (1994:70) Alternatif, (7) Merumuskan Rencana-
mengungkapkan untuk melihat mutu rencana Turunan, serta (8) Mengurutkan
pelayanan dapat menggunakan pengukuran Rencana-rencana Berdasarkan Anggaran.
mutu pelayanan yang mencakup: (1)
Performance, (2) Features, (3) Reability, (4) Majone dan Wildavsky yang dikutip Usman
Conformance, (5) Durability, (6) (2002:70) menyatakan pelaksanaan sebagai
Serviceablity, (7) Aesthetics, (8) Perceived evaluasi, pelaksanaan adalah suatu tindakan
and Quality. atau pelaksanaan dari sebuah rencana yang
sudah disusun secara matang dan terperinci,
Robbin dan Coulter (1999:200) menyatakan implementasi biasanya dilakukan setelah
bahwa perencanaan adalah suatu proses yang perencanaan sudah dianggap siap. Menurut
melibatkan penentuan sasaran atau tujuan Syukur (2000:10), Pelaksanaan merupakan
organisasi, menyusun strategi menyeluruh aktifitas atau usaha-usaha yang dilaksanakan
untuk mencapai sasaran yang ditetapkan, dan untuk melaksanakan semua rencana dan
mengembangkan hierarki rencana secara kebijaksanaan yang telah dirumuskan dan
menyeluruh untuk mengintegrasikan dan ditetapkan dengan dilengkapi segala
mengkoordinasikan kegiatan. kebutuhan, alat-alat yang diperlukan, siapa
yang melaksanakan, dimana tempat
Menurut Daft (1997:214), “planning is the pelaksanaannya mulai dan bagaimana cara
act of determining the organization’s goals yang harus dilaksanakan, suatu proses
and the means for achieving them”. rangkaian kegiatan tindak lanjut setelah
Kemudian dinyatakan oleh Stoner dkk program atau kebijaksanaan ditetapkan yang
(1994:263) bahwa, “Planning is a particular terdiri atas pengambilan keputusan, langkah
kind of decision making that addresses the yang strategis maupun operasional atau
kebijaksanaan menjadi kenyataan guna

15
mencapai sasaran dari program yang berdasarkan pada pertimbangan memiliki
ditetapkan semula. jabatan dan akses informasi yang
memudahkan peneliti menjelajahi objek
Menurut pendapat Wahab (2001:65), penelitian. Informan pada penelitian ini
pelaksanaan adalah tindakan-tindakan yang adalah Kepala PPMS, Kepala Sub Bagian
dilakukan oleh individu atau pejabat-pejabat, Tata Usaha, Kepala Satuan Pelaksana
kelompok-kelompok pemerintah atau swasta Pengembangan Manajemen Pendidikan
yang diarahkan pada terciptanya tujuan- Menengah, Pejabat Fungsional Umum,
tujuan yang telah digariskan dalam keputusan Instruktur dam Peserta.
kebijakan. Menurut pendapat Setiawan
(2004:39), pelaksanaan adalah perluasan Pengumpulan data dilakukan dengan teknik
aktivitas yang saling menyesuaikan proses wawancara, observasi dan studi dokumen.
interaksi antara tujuan dan tindakan untuk Adapun tahapan penelitian dimulai dari tahap
mencapainya serta memerlukan jaringan pra lapangan yang terdiri dari kegiatan (1)
pelaksana, birokrasi yang efektif. Menurut menyusun rancangan penelitian, (2) memilih
pendapat Harsono (2002:67), pelaksanaan lapangan penelitian, (3) mengurus perizinan,
adalah suatu proses untuk melaksanakan (4) menjajaki dan menilai keadaan lapangan,
kebijakan menjadi tindakan dari politik ke (5) memilih dan memanfaatkan informan
dalam administrasi. Pengembangan serta (6) menyiapkan perlengkapan
kebijakan dalam rangka penyempurnaan penelitian. Kemudian dilanjutkan dengan
suatu program. Menurut Syukur (2000:398), tahap pekerjaan lapangan yang terdiri dari
faktor-faktor yang dapat menunjang program kegiatan (1) memahami latar penelitian dan
pelaksanaan terdiri dari empat faktor, yaitu: persiapan diri, (2) memasuki lapangan, serta
(1) Komunikasi, (2) Resouces (sumber daya), (3) mengumpulkan data dan informasi dari
(3) Disposisi, dan (4) Struktur Birokrasi. penelitian.

Metodologi Penelitian Tahap selanjutnya yakni tahap analisis data


dengan langkah – langkah yaitu reduksi data,
Penelitian ini menggunakan pendekatan penyajian data, dan menarik kesimpulan
kualitatif dan metode deskriptif analitik. (verifikasi). Tahapan ini kemudian diakhiri
Penelitian dilakukan di sekolah Bosowa Bina dengan pemeriksaan atau pengecekan
Insani Bogor, jalan KH. Sholeh Iskandar, keabsahan data dengan tahapan (1)
Kota Bogor. Penelitian dilaksanakan secara kepercayaan, menggunakan triangulasi
bertahap selama kurang lebih tiga bulan, sumber, teori dan metode, (2) keteralihan,
mulai November 2015 hingga Januari 2016. dengan paparan menggunakan metode
penulisan naratif, (3) kebergantungan,
Data yang digunakan adalah data primer dengan menyajikan hasil penelitian secara
yang diperoleh dari pengamatan penelitian sistematis serta (4) kepastian, yakni peneliti
dan dikumpulkan dalam bentuk catatan melakukan pengecekan dan konfirmasi ulang
lapangan, dan data sekunder yang diperoleh akan hasil penelitian yang didapatkan.
dari PPMS, serta dari pustaka yang relevan.
Serta data sekunder diperoleh dari Hasil Penelitian
pengumpulan data berupa dokumen-
dokumen pendukung penelitian. Adapun Hasil penelitian yang berkaitan dengan
teknik pemilihan informan dilakukan dengan perencanaan pelatihan yaitu a) PPMS
teknik snowball sampling dan dipilih melakukan analisis kebutuhan dengan

16
menyebar instrumen kepada calon sasaran – Inti – Penutup. Dimana di dalam
pelatihan, mengadakan jejak pendapat pembukaan terdapat kegiatan seperti
dengan beberapa perwakilan dari tenaga mengucapkan salam, berkenalan dan
kependidikan di DKI Jakarta. Dari hasil menyampaikan tema pembelajaran sebagai
itulah dapat diketahui pelatihan apa yang stimulus respon bagi perserta. Kemudian
dibutuhkan dalam upaya meningkatkan mutu adanya kegiatan Inti berupa penayangan
tenaga kependidikan, diantaranya adalah 1) materi dan menerangkan serta membahas
Peningkatan Motivasi dan Pembangunan materi. Di kegiatan Inti juga terdapat
Karakter bagi Pengawas TK, SD dan SMP, 2) kegiatan seperti analisis dan studi kasus
Peningkatan Kompetensi Teknis Penyusunan sehingga dapat dihasilkan kesimpulan dalam
Penelitian Tindakan Sekolah bagi Kepala satu sesi. Yang terakhir adalah penutup yaitu
SMA dan SMK, 3) Peningkatan Kompetensi terdiri dari kegiatan seperti meriview dan
Teknis bagi Calon Pengawas TK, SD dan mengambil kesimpulan dari materi yang
SMP, b) Kemudian dalam tahap telah dipaparkan. Dalam beberapa kasus,
merencanakan pelatihan selanjutnya, Instruktur memberikan penugasan sebagai
kegiatan yang dilakukan oleh PPMS adalah upaya evaluasi pelatihan yang telah Ia
penyusunan kerangka acuan, penyusunan laksanakan, c) Setelah mengikuti kegiatan
proposal kegiatan, penyusunan program “IN 1” peserta wajib melaksanakan Proses
umum, pokok dan penunjang, penentuan “ON THE JOB LEARNING” dalam kegiatan
kriteria peserta, penentuan kriteria penatar, ini peserta melakukan aktivitas di tempat
hubungan instansional, pemanggilan peserta, kerjanya masing-masing melalui tuntunan
penyusunan buku panduan, inventarisasi instrumen dan modul yang telah disiapkan
materi dan sarana-prasarana, c) Kegiatan oleh panitia penyelenggara diklat sesuai
perencanaan tersebut dapat menciptakan dengan petunjuk narasumber. “ON THE JOB
output yang berupa Kerangka Acuan LEARNING” dilaksanakan dalam waktu
Kegiatan dan Proposal Kegiatan Pelatihan, kurang lebih dua hari, d) Selanjutnya peserta
Panitia Pelaksana, nama Instruktur, Daftar diklat berkumpul kembali pada kegiatan “IN
Peserta yang akan diundang, Silabus dan 2” dengan membawa hasil kerja yang
Jadwal Pelatihan, Materi Pelatihan oleh dilakukan dalam kegiatan “ON THE JOB
Instruktur, Tata Tertib Pelatihan, Sarana dan LEARNING”. Pada kegiatan ini peserta
Prasarana yang dibutuhkan. harus memaparkan hasil kerjanya di depan
peserta lainnya secara bergantian sesuai
Hasil penelitian yang berkaitan dengan dengan arahan instrumen dan modul terkait
pelaksanaan pelatihan yaitu a) pelaksanaan dengan pelatihan yang diikuti.
pelatihan didasarkan dari hasil perencanaan
yaitu mengacu pada kerangka acuan kegiatan Pembahasan
yang telah dibuat dan menetapkan peserta,
kemudian dilaksanakan oleh Panitia dan PPMS dengan dibantu oleh Tim ahli dalam
difasilitatori instruktur yang kompeten, dan melakukan perencanaan pelatihan untuk
juga didukung oleh fasilitas yang memadai meningkatkan mutu tenaga kependidikan
sehingga pelaksanaan pelatihan berjalan adalah dengan mengadakan analisis
optimal, b) Dalam pelaksanaan kegiatan kebutuhan pelatihan dengan melakukan jejak
pelatihan ada istilah “IN 1”, yaitu pendapat dan diskusi sehingga akan diketahui
pembelajaran di kelas. Di dalam kebutuhan yang harus dipenuhi. Ini didukung
pembelajaran di kelas terdapat tahapan oleh pendapat Daft (1997:214) , “planning is
pelaksanaan pembelajaran yaitu Pembukaan

17
the act of determining the organization’s didasarkan pada kriteria tertentu, yaitu
goals and the means for achieving them”. Tenaga Kependidikan di wilayah DKI
Jakarta yang belum pernah mengikuti
Kemudian perencanaan selanjutnya agar pelatihan yang sama yang diselenggarakan
jelas siapa yang bertanggung jawab terhadap oleh Dinas Pendidikan Prov. DKI Jakarta,
pelaksanaan suatu pelatihan, maka PPMS nama-nama calon didasarkan pada daftar
perlu menunjuk atau menetapkan seseorang yang ada di Dinas Pendidikan Provinsi.
yang bertanggung jawab sebagai pimpinan Kemudian dilaksanakan pelatihan dengan
suatu pelatihan. Dalam setiap pelatihan pola IN1 – ON – IN2 yang diadakan sesuai
memiliki masing-masing penanggungjawab jadwal yang telah direncanakan. Yang
yang berbeda yaitu dalam pelatihan masing-masing pembelajarannya terdiri dari
Peningkatan Motivasi dan Pembangunan proses pembukaan – pemberian materi –
Karakter Bagi Pengawas TK, SD dan SMP, penutup. Ini sejalan dengan pendapat Majone
serta Pelatihan Peningkatan Kompetensi dan Wildavsky yang dikutip Usman
Teknis Bagi Calon Pengawas TK, SD, dan (2002:70), yang menyatakan bahwa
SMP ditanggungjawabi oleh Satuan pelaksanaan adalah suatu tindakan atau
Pelaksana Pengembangan Manajemen pelaksanaan dari sebuah rencana yang sudah
Pendidikan Dasar kemudian Pelatihan disusun secara matang dan terperinci,
Peningkatan Kompetensi Teknis Penyusunan implementasi biasanya dilakukan setelah
Penelitian Tindakan Sekolah Bagi Kepala perencanaan sudah dianggap siap.
SMA dan SMK ditanggungjawabi oleh
Satuan Pelaksana Pengembangan Selain itu jika melihat pendapat dari Syukur
Manajemen Pendidikan Menengah. (2000:398) tentang proses implementasi
Kemudian setelah adanya tim disusunlah yang menyatakan sekurang-kurangnya
kerangka acuan yang berisi tentang tujuan terdapat tiga unsur penting dan mutlak yaitu:
dan landasan pelatihan, sasaran pelatihan,
subjek atau materi yang akan diberikan pada 1. Adanya program (kebijaksanaan)
waktu pelatihan, jadwal dan lamanya yang dilaksanakan;
pelatihan serta sarana prasarana yang 2. Kelompok masyarakat yang menjadi
menunjang pelatihan. Hal ini sejalan dengan sasaran dan manfaat dari program
pendapat Robbin dan Coulter (1999:200) perubahan dan peningkatan;
yang menyatakan bahwa perencanaan adalah 3. Unsur pelaksanaan baik organisasi
suatu proses yang melibatkan penentuan maupun perorangan yang
sasaran atau tujuan organisasi, menyusun bertanggung jawab dalam
strategi menyeluruh untuk mencapai sasaran pengelolaan pelaksana dan
yang ditetapkan, dan mengembangkan pengawasan dari proses implementasi
hierarki rencana secara menyeluruh untuk tersebut.
mengintegrasikan dan mengkoordinasikan
kegiatan. Pendapat di atas mendukung apa yang
dilakukan PPMS, dibuktikan dengan
Dalam pelaksanaan pelatihan di PPMS, program yang sudah ada dari hasil
diawali dengan melihat output dari tahap perencanaan melalui rapat koordinasi dan
perencanaan berupa hasil analisis kebutuhan analisis kebutuhan. Semuanya pun dilakukan
berupa kerangka acuan dan proposal kegiatan sesuai dengan kebijakan hukum yang sesuai
dimana terdapat daftar peserta yang akan di yaitu mengacu pada Peraturan Gubernur DKI
undang, dan proses rekrutmen peserta yang Jakarta NO.304 Tahun 2014 mengenai

18
Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Instruktur, Daftar Peserta yang akan
Pusat Pengembangan Manajemen Sekolah. diundang, Silabus dan Jadwal
Kemudian jika mengacu poin kedua adanya Pelatihan, Materi Pelatihan oleh
masyarakat yang menjadi sasaran program Instruktur, Tata Tertib Pelatihan serta
hal ini sesuai, yaitu sasaran pelatihan PPMS Sarana dan Prasarana yang
adalah tenaga kependidikan di lingkungan dibutuhkan. Perencanaan pelatihan
Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Dan yang dilakukan oleh Tim yang terdiri dari
selanjutnya di dalam pelaksanaan pelatihan, Satuan Pelaksana, Instruktur yang
di pimpim oleh koordinator yang sudah menjalin kerjasama, dan tenaga
bertanggungjawab terhadap pelaksanaannya, lain yang dipercaya.
ada instruktur yang mengawasi langsung 2. Dalam melaksanakan pelatihan,
terhadap kegiatan pembelajaran dan PPMS mengandalkan Panduan atau
mengevaluasi peserta baik mengadakan silabus dan Kerangka Acuan
penungasan, OJL, pretes maupun post test. Kegiatan (KAK) dalam
Ini sejalan dengan poin yang ketiga yaitu melaksanakan pelatihan. Dengan
adanya unsur pelaksanaan baik organisasi adanya panduan dan komitmen yang
maupun perorangan yang bertanggung jawab kuat, tujuan pelatihan akan tercapai
dalam pengelolaan pelaksana dan walau tidak dipungkiri hambatan
pengawasan dari proses implementasi terjadi di dalam pelaksanaan
tersebut. pelatihan. Dalam pelatihan satu tahun
ini, yaitu 2015, PPMS berhasil
Kesimpulan mengadakan 12 pelatihan dengan
hasil evaluasi yang cukup baik yang
1. Perencanaan pelatihan dalam upaya didapat dari instrument evaluasi yang
peningkatan mutu tenaga diisi oleh Peserta pelatihan. Pihak
kependidikan di PPMS dilakukan yang paling berperan dalam
dimulai dari diputuskannya APBD melaksanakan pelatihan adalah
dan terlihat anggaran pelatihan, Satuan Pelaksana baik Pengembang
PPMS kemudian mengadakan Pendidikan Dasar maupun
analisis kebutuhan pelatihan, jejak Menengah. Tahapan Pelaksanaan
pendapat dengan calon sasaran terdiri dari tahap pemberian pre tes –
pelatihan, Rapat Koordinasi antara IN 1 – OJL – IN 2 – post tes hingga
Panitia dan Satuan Pelaksana, Tim sampai hasil evaluasi keluar berupa
Instruktur yang sudah mendapatkan sertifikat penilaian untuk para
kepercayaan yang kemudian di peserta. Output yang dihasilkan
laporkan kepada Kepala PPMS, dalam pelaksanaan pelatihan berupa
Menentukan tujuan pelatihan, Laporan Pertanggungjawaban
Menentukan sasaran pelatihan, berserta dokumentasi foto kegiatan
Menentukan Subjek Materi, Waktu, pelatihan.
dan Jumlah Peserta, Menentukan
secara lebih spesifik Instruktur Saran
dengan materi yang sesuai dengan
keahlian bidangnya. Dari proses 1. Kepada Kepala Pusat, saran yang
inilah dihasilkan Kerangka Acuan dapat diberikan dalam melakukan
Kegiatan dan Proposal Kegiatan, analisis kebutuhan adalah ikut turut
Kriteria Peserta dan Kriteria andil dalam jejak pendapat dengan

19
Satuan Pelaksana sehingga Daft,Richard L. (1997). Management. New
kebutuhan pelatihan diketahui dan York: The Dryden Press
memudahkan dalam mengambil
keputusan. Sebagai Kepala Pusat Daud, Jaleluddin. (2004). Prosedur
tentunya harus mengetahui dan Perencanaan (Planning Procedure). Medan:
melaksanakan tugas sesuai deskripsi e-USU Universitas Sumatera Utara.
pekerjaan meskipun berlatar belakang
berbeda dengan dunia pelatihan Harsono, Hanifah. (2002). Implementasi
khususnya di bidang pendidikan. Dan Kebijakan dan Politik. Bandung: PT.
dalam pelaksanaan pelatihan Kepala Mutiara Sumber Widya.
Pusat sebagai supervisor jalannya
kegiatan sebaiknya melakukan Jones, Gareth R. dan Jennifer M. George.
pengamatan secara langsung dan (2003). Contemporary Management. New
monitoring yang berkelanjutan untuk York: McGraw-Hill
dijadikan bahan evaluasi kegiatan
mendatang. Milkovich, George T. dan DI Boudreau.
2. Kepada Satuan Pelaksana, saran yang (1994). Human Resource Management.
dapat diberikan adalah sebagai pihak Sydney: IRWIN
yang mengupdate kurikulum dan
materi sebaiknya ikut menetapkan Omocharu, Vincent K. dan Joel E. Ross.
materi bersama tim instruktur (1994). Principles of Total Quality, Florida:
sehingga tujuan kegiatan yang St. Lucie Press
diinginkan dapat selaras dengan
materi yang disampaikan oleh Robbins, Stephen P. dan Mary Coulter.
Instruktur. Dalam pelaksanaan (1999). Manajemen Jilid 1 Edisi Keenam.
pelatihan Satuan Pelaksana sebaiknya Diterjemahkan oleh: T. Hermaya. Jakarta:
lebih mengawasi kembali atas PT. Prenhallindo
kehadiran dan kedisiplinan peserta
serta Instruktur yang sudah Ross, Joel R. (1995). Total Quality
ditetapkan. Sehingga kegiatan Management, Text, Case, and Readings.
pelatihan terlaksana sebagaimana Singapore: S.S Mubaruk & Brothers Pte
mestinya. Ltd.,
3. Kepada instruktur, saran yang dapat
diberikan adalah sebagai salah satu Setiawan, Guntur. (2004). Implementasi
faktor penting dalam pembelajaran di Dalam Birokrasi Pembangunan. Jakarta:
kelas sebaiknya menyiapkan lebih Raja Grafindo
detail terkait materi yang lebih
bervariasi dan tentu saja dalam Stoner, James A. F., R. Edward Freeman,
pelaksanaanya pun dilakukan dengan dan Daniel R. Gilbert. (1994). Management.
metode yang uptodate sehingga London: Prentice – Hall International, Inc.
menarik perhatian peserta dan tujuan
pembelajaran pun tercapai. Syukur , Abdullah. (2000). Kumpulan
Makalah “Research Implementasi Latar
Daftar Pustaka Belakang Konsep Pendekatan dan
Relevansinya Dalam Pembangunan”. Ujung
Pandang: Persadi

20
Tjiptono, Fandy dan stiner Diana. (2013). Usman, Nurdin. (2002). Konteks
Total Quality Management (TQM) Edisi Implementasi Berbasis Kurikulum. Jakarta:
Revisi. Yogyakarta: Andi PT. Raja Grafindo Persada

Tohari, Ahmad. (2015). Membangun Wahab, Solichin Abdul. (2001). Analisis


Budaya Organisasi Pada Instansi Kebijakan Dari Formulasi ke Implementasi
Pemerintahan. Yogyakarta: CV Budi Utama Kebijakan Negara. Jakarta: Bumi Aksara.

21