Вы находитесь на странице: 1из 44

Peraturan

Kawasan SCBD
tentang
Keselamatan dan
Kesehatan Kerja

SCBD Estate Regulations


Occupational Health and Safety
www.scbd.com
DAFTAR ISI
TABLE OF CONTENTS

UMUM 2.2 KONSEP 5R 10 PELAKSANAAN RENCANA


GENERAL (RINGKAS, RAPI, KESELAMATAN DAN
KESEHATAN KERJA (K3) DALAM
RESIK, RAWAT, DAN
KEGIATAN
RAJIN) DI LOKASI
THE IMPLEMENTATION OF
KEGIATAN/TEMPAT
OCCUPATIONAL HEALTH
KERJA
AND SAFETY (OHS) PLAN IN ACTIVITIES
THE 5R CONCEPT
IN THE ACTIVITY
LOCATION/
WORKPLACE
2.3 IDENTIFIKASI 10
BAHAYA DAN
PENGENDALIAN
RISIKO KEGIATAN
(HIRADC)
LANDASAN KESELAMATAN
HAZARD
DAN KESEHATAN KERJA (K3)
IDENTIFICATION,
THE FOUNDATION
RISK ASSESMENT
OF OCCUPATIONAL HEALTH
AND SAFETY (OHS) AND DETERMINING
CONTROL (HIRADC) 3.1 SUMBER DAYA 16
2.4 PENANGGUNG 11 MANUSIA/TENAGA
JAWAB KERJA
KESELAMATAN DAN HUMAN RESOURCES/
KESEHATAN KERJA WORKERS
(K3)
3.2 PERALATAN DAN 16
OCCUPATIONAL FASILITAS KEGIATAN
HEALTH AND
EQUIPMENT AND
SAFETY (OHS)
FACILITIES OF THE
REPRESENTATIVE
ACTIVITIES
2.5 RENCANA 12
3.2.1 Alat Kerja 16
KESELAMATAN DAN
KESEHATAN KERJA Working Equipment
2.1 KOMITMEN 8 (K3) KEGIATAN 3.2.2 Alat Pelindung Diri 17
DAN KEBIJAKAN OCCUPATIONAL Personal Protective
KESELAMATAN DAN HEALTH AND SAFETY Equipment (PPE)
KESEHATAN KERJA (OHS) PLAN OF
(K3) 3.2.3 Alat Komunikasi 18
ACTIVITIES
OCCUPATIONAL Communication
HEALTH AND SAFETY Equipment
(OHS) COMMITMENT 3.2.4 Lokasi Kegiatan/ 18
AND POLICY Tempat Kerja
Activity Location/
Workplace
3.2.5 Alat dan Fasilitas 18 PENANGANAN MANAJEMEN
Tanggap Darurat KEADAAN DARURAT INSIDEN
EMERGENCY HANDLING INCIDENT
Emergency Equipment MANAGEMENT
and Facilities
3.2.6 Sistem Proteksi 20
Kebakaran
Fire Protection System
3.2.7 Fasilitas Proteksi 20
Bahaya
Hazard Protection
Facility
3.3 PROSEDUR 21
PELAKSANAAN
KESELAMATAN DAN
KESEHATAN KERJA
(K3)
5.1 KESIAPAN UNTUK 24
OCCUPATIONAL LAMPIRAN PERATURAN 32
MENANGANI
HEALTH AND PERUNDANG-UNDANGAN
KEADAAN DARURAT
SAFETY (OHS) TERKAIT PERATURAN
EMERGENCY KAWASAN SCBD TENTANG
IMPLEMENTATION
RESPONSE KESELAMATAN DAN
PROCEDURES
READINESS KESEHATAN KERJA
3.4 SOSIALISASI 21
5.2 PERTOLONGAN 26 ATTACHMENT OF LAWS AND
KESELAMATAN DAN
PERTAMA PADA REGULATIONS CONCERNING
KESEHATAN KERJA
KECELAKAAN (P3K) THE SCBD REGULATIONS ON
(K3)
FIRST AID OCCUPATIONAL HEALTH AND
OCCUPATIONAL SAFETY
HEALTH AND SAFETY 5.3 PEMULIHAN 27
(OHS) SOCIALIZATION KEADAAN DARURAT
EMERGENCY
RECOVERY
PENINGKATAN
KINERJA KESELAMATAN DAN
KESEHATAN KERJA (K3)
IMPROVEMENT
OF THE OCCUPATIONAL HEALTH
AND SAFETY (OHS) PERFORMANCE

Dokumen ini telah memiliki The document is copyright of and may not
hak cipta dan tidak diizinkan di be reproduced without the permission of
produksi ulang tanpa ada izin dari PT Danayasa Arthatama Tbk.
PT Danayasa Arthatama Tbk
• Revisi: • Revision:
01 01
• Klasifikasi Sekuriti • Security Classification
Publik Publik

Hak cipta Peraturan Kawasan SCBD telah tercatat dalam Daftar Umum Ciptaan di
Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan nomor dan tanggal permohonan
C00201703862, 6 September 2017, dengan nomor pencatatan 088929.
The copyright for the SCBD Regulations has been listed in the General Register of Works
at the Ministry of Law and Human Rights with the number and date of application of
C00201703862 on 6 September 2017 and listing number 088929.
Umum Landasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pelaksanaan Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dalam Kegiatan

General The Foundation of Occupational Health and Safety (OHS) The Implementation of Occupational Health and Safety (OHS) Plan in Activities

1 UMUM
GENERAL

Pemilik Lot, Pengguna atau External The Lot Owners, Users or External
Provider yang melakukan kegiatan di Providers carrying out activities in
dalam Kawasan SCBD wajib mengutamakan SCBD must prioritize and guarantee
dan menjamin keselamatan dan the health and safety of every person
kesehatan semua orang yang terlibat who is involved in every activity, and
d a l a m s e t i a p k e g i a t a n ny a , s e r t a apply all efforts to provide protection on
mengerahkan segala daya upaya untuk occupational risk, in accordance with
memberikan perlindungan atas risiko the prevailing Laws and Regulations
bekerja, sesuai dengan Peraturan in Indonesia.
Perundang-undangan yang berlaku
di Indonesia.

4 Peraturan Kawasan SCBD tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja


Peningkatan Kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Penanganan Keadaan Darurat Manajemen Insiden

Improvement of The Occupational Health and Safety (OHS) Emergency Handling Incident Management

SCBD Estate Regulations on Occupational Health and Safety 5


Umum Landasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pelaksanaan Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dalam Kegiatan

General The Foundation of Occupational Health and Safety (OHS) The Implementation of Occupational Health and Safety (OHS) Plan in Activities

Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider yang melakukan The Lot Owners, Users or External Providers carrying out
kegiatan di dalam Kawasan SCBD wajib memastikan bahwa activities in SCBD must ensure that they use all equipment and
penggunaan dan pemakaian setiap peralatan dan fasilitas facilities in a safe and efficient manner.
kegiatan senantiasa dilaksanakan dengan aman dan efisien.

Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider yang melakukan The Lot Owners, Users or External Providers carrying out
kegiatan di dalam Kawasan SCBD wajib memastikan bahwa activities in SCBD must maintain that all Activity Locations/
setiap lokasi kegiatan/tempat kerja selalu dalam kondisi Workplaces are safe, hazard free, and healthy for everyone
aman, bebas dari bahaya, dan sehat bagi semua orang yang involved and for people who are in the vicinity of such Activity
terlibat dalam kegiatan dan orang-orang yang berada di Location/Workplace.
sekitar lokasi kegiatan/tempat kerja tersebut.

Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider yang melakukan The Lot Owners, Users or External Providers carrying out
kegiatan di dalam Kawasan SCBD wajib mengacu dan activities in SCBD must refer and adhere to the prevailing Laws
mematuhi Peraturan Perundang-undangan yang berlaku di and Regulations in Indonesia and the SCBD Estate Regulations
Indonesia dan Peraturan Kawasan SCBD tentang Keselamatan on Occupational Health and Safety (OHS).
dan Kesehatan Kerja.

Dalam rangka mencegah dan meminimalisasi kecelakaan In order to prevent and minimize occupational accident and
kerja dan penyakit akibat kerja serta terciptanya kondisi illness as well as to establish a working condition that is safe,
kerja yang aman, nyaman, sehat, efisien, dan produktif, maka comfortable, healthy, efficient and productive, the Lot Owners,
Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider yang melakukan Users or External Providers must implement Occupational Health
kegiatan di dalam Kawasan SCBD wajib menerapkan Sistem and Safety Management System (OHSMS) in accordance with
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sesuai the prevailing Laws and Regulations in Indonesia. Such OHSMS
Peraturan Perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, must be planned, measurable, structured and integrated in the
yang terencana, terukur, terstruktur, dan terintegrasi di Activity Location/Workplace. This entails aspects that include
lokasi kegiatan/tempat kerja, termasuk namun tidak terbatas but not limited to:
pada hal-hal:
• Menetapkan kebijakan dasar pelaksanaan K3; • Establishing the basic policies on OHS implementation;
• Membuat Rencana K3; • Developing the OHS Plan;
• Melaksanakan Rencana K3; • Implementing the OHS Plan;
• Melaksanakan Pemantauan dan Evaluasi Kinerja K3; dan • Observing and Evaluating the OHS Performance; and
• Melaksanakan Peninjauan dan Peningkatan Kinerja K3. • Overseeing and Improving the OHS Performance.

Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider yang melakukan The Lot Owners, Users or External Providers carrying out
kegiatan di dalam Kawasan SCBD wajib membentuk unit activities in SCBD must establish a work unit or appoint a person
kerja atau menunjuk personil sebagai Penanggung Jawab to be in charge of OHS, employ sufficient professional and
K3, mempekerjakan tenaga-tenaga khusus bidang K3 competent OHS specialized personnel, and equip them with
yang profesional dan kompeten dalam jumlah yang cukup, adequate instrumentation, to implement the OHSMS properly
serta melengkapinya dengan peralatan-peralatan K3 yang and effectively in the Activity Location/Workplace.
memadai, untuk menerapkan SMK3 dengan baik dan efektif
di lokasi kegiatan/tempat kerjanya.

Dalam pelaksanaan SMK3 tersebut di atas, Pemilik Lot, In implementing the OHSMS, the Lot Owners, Users or External
Pengguna atau External Provider yang melakukan kegiatan Providers must at all times coordinate with the SCBD Estate
di dalam Kawasan SCBD senantiasa wajib berkoordinasi Management.
dengan Pengelola Kawasan SCBD.

6 Peraturan Kawasan SCBD tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja


Peningkatan Kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Penanganan Keadaan Darurat Manajemen Insiden

Improvement of The Occupational Health and Safety (OHS) Emergency Handling Incident Management

Pengelola Kawasan SCBD sewaktu-waktu dapat mengundang The SCBD Estate Management at all times may invite the Lot
Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider atau melakukan Owners, Users or External Providers for a meeting, or conduct an
inspeksi K3 ke dalam lokasi kegiatan/tempat kerjanya, jika OHS inspection at the Activity Location/Workplace, should there
terindikasi adanya ketidaksesuaian/ketidakpatuhan atas be any indication of non-conformity/non-compliance with the
program K3 dalam pelaksanaan kegiatannya. OHS program.

Dalam hal terjadi kejadian atau kecelakaan kerja yang In the case of incidents or occupational accidents resulting
berakibat fatal (kematian) dan/atau kejadian yang in fatality (death) and/or incidents resulting in loss of assets/
mengakibatkan kerugian aset/materiil baik internal material both internally or externally, the SCBD Estate
maupun eksternal, maka Pengelola Kawasan SCBD dapat Management may suspend the activity of the Lot Owners, Users
menghentikan kegiatan. or External Providers.

Dalam hal Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider In cases where the Lot Owners, Users or External Providers fail to
tidak melakukan pemulihan terhadap ketidaksesuaian/ remedy any non-conformity/non-compliance, the SCBD Estate
ketidakpatuhan maka Pengelola Kawasan SCBD dapat Management may impose sanctions as stipulated in the SCBD
mengenakan sanksi-sanksi yang diatur dalam Peraturan Estate Regulations.
Kawasan SCBD ini.

Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider yang melakukan The Lot Owners, Users or External Providers are strongly
kegiatan di dalam Kawasan SCBD sangat dianjurkan untuk encouraged to obtain certificates related to OHS from nationally
memperoleh sertifikasi-sertifikasi yang terkait dengan K3 and internationally accredited and acknowledged certification
dari badan-badan sertifikasi yang terakreditasi dan diakui institutions.
secara nasional maupun internasional.

SCBD Estate Regulations on Occupational Health and Safety 7


Umum Landasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pelaksanaan Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dalam Kegiatan

General The Foundation of Occupational Health and Safety (OHS) The Implementation of Occupational Health and Safety (OHS) Plan in Activities

2 LANDASAN KESELAMATAN DAN


KESEHATAN KERJA (K3)
THE FOUNDATION OF
OCCUPATIONAL HEALTH AND
SAFETY (OHS)
• Komitmen dan Kebijakan Keselamatan • Occupational Health and Safety (OHS)
dan Kesehatan Kerja (K3) Commitment and Policy
• Konsep 5R (Ringkas, Rapi, Resik, • The 5R Concept in the Activity Location/
Rawat, dan Rajin) di Lokasi Kegiatan/ Workplace
Tempat Kerja • Hazard Identification, Risk Assesment
• Identifikasi Bahaya dan Pengendalian and Determining Control (HIRADC)
Risiko Kegiatan (HIRADC) • Occupational Health and Safety (OHS)
• Penanggung Jawab Keselamatan dan Representative
Kesehatan Kerja (K3) • Occupational Health and Safety (OHS)
• Rencana Keselamatan dan Kesehatan Plan of Activitites
Kerja (K3) Kegiatan

KOMITMEN DAN KEBIJAKAN KESELAMATAN


DAN KESEHATAN KERJA (K3)
OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY (OHS) COMMITMENT
AND POLICY
Pemilik Lot, Pengguna atau External The Lot Owners, Users or External Providers
Provider yang melakukan kegiatan di carrying out activities in SCBD must be
dalam Kawasan SCBD wajib memiliki committed to and employ policies on
komitmen dan kebijakan khusus dalam OHSMS implementation, in accordance
melaksanakan SMK3, mengacu pada with the prevailing Laws and Regulations
Peraturan Perundang-undangan yang in Indonesia. The Lot Owners, Users or
berlaku di Indonesia. Pemilik Lot, Pengguna External Providers are fully responsible
atau External Provider bertanggung jawab for the execution and implementation of
penuh atas pelaksanaan dan penerapan OHSMS in every activity carried out in SCBD.
SMK3 untuk setiap kegiatannya yang
dilaksanakan di dalam Kawasan SCBD.
Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider yang melakukan The Lot Owners, Users or External Providers carrying out
kegiatan di dalam Kawasan SCBD wajib memastikan activities in SCBD must ensure that every person involved in
bahwa semua pihak yang terlibat dalam kegiatannya, their activities understands, supports and actively participates
sudah memahami, mendukung, dan berpartisipasi aktif in the implementation of the OHS programs, in accordance with
dalam pelaksanaan program-program K3, sesuai Peraturan the prevailing Laws and Regulations in Indonesia and the SCBD
Perundang-undangan yang berlaku di Indonesia dan Estate Regulations on Occupational Health and Safety (OHS).
Peraturan Kawasan SCBD tentang Keselamatan dan
Kesehatan Kerja.

8 Peraturan Kawasan SCBD tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja


Peningkatan Kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Penanganan Keadaan Darurat Manajemen Insiden

Improvement of The Occupational Health and Safety (OHS) Emergency Handling Incident Management

SCBD Estate Regulations on Occupational Health and Safety 9


Umum Landasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pelaksanaan Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dalam Kegiatan

General The Foundation of Occupational Health and Safety (OHS) The Implementation of Occupational Health and Safety (OHS) Plan in Activities

2.2. KONSEP 5R (RINGKAS, RAPI, RESIK, 2.2 THE 5R CONCEPT IN THE ACTIVITY
RAWAT, DAN RAJIN) DI LOKASI LOCATION/WORKPLACE
KEGIATAN/TEMPAT KERJA
Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider yang The Lot Owners, Users or External Providers must apply
melakukan kegiatan di dalam Kawasan SCBD the 5R concept Ringkas (Uncluttered), Rapi (Tidy),
wajib menerapkan konsep 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Resik (Clean), Rawat (Maintain) and Rajin (Diligent) to
Rawat, dan Rajin) untuk meningkatkan efisiensi, improve efficiency, productivity, quality and OHS in the
produktivitas, kualitas, dan K3 di lokasi kegiatan/ Activity Location/Workplace.
tempat kerja.

Konsep 5R adalah langkah awal untuk meningkatkan The 5R concept is a preliminary step to improve
kesehatan kerja dan mencegah kecelakaan kerja, occupational health and prevent occupational
dan merupakan konsep dasar yang melandasi accidents, and is the underlying concept in the
penerapan Komitmen dan Kebijakan K3: implementation of the Occupational Health and Safety
Commitment and Policy:
• Ringkas adalah memisahkan segala sesuatu • Ringkas (Uncluttered) is sorting out
yang diperlukan dan menyingkirkan yang tidak items in the Activity Location/Workplace a n d
diperlukan dari lokasi kegiatan/tempat kerja; disposing unnecessary items;
• Rapi adalah menempatkan barang pada • Rapi (Neat) is keeping items in the proper place to
tempatnya sehingga tidak terlihat berserakan keep the Activity Location/Workplace neat to prevent
pada lokasi kegiatan/tempat kerja yang berpotensi any harm to the safety of the employees;
membahayakan keamanan pekerjaannya;
• Resik adalah melakukan pembersihan tempat, • Resik (Clean) is cleaning up the location, equipment
peralatan maupun pakaian kerja yang digunakan; and work clothes;
• Rawat adalah melakukan perawatan agar apa • Rawat (Upkeep) is maintaining the three foregoing
yang diperoleh pada tiga tahapan sebelumnya aspects;
dicapai dapat dipertahankan; dan
• Rajin adalah terciptanya kebiasaan pribadi tenaga • Rajin (Diligent) is nurturing the personal habits of
kerja untuk menjaga dan meningkatkan apa yang maintaining and improving achievements.
sudah dicapai.

Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider yang The Lot Owners, Users or External Providers must ensure
melakukan kegiatan di dalam Kawasan SCBD wajib that all parties involved in the activity are committed
memastikan bahwa semua pihak yang terlibat to implementing the 5R concept. This is carried out by
di dalam kegiatan berkomitmen menerapkan communicating all matters related to the 5R concept
konsep 5R, dengan mensosialisasik an dan to the relevant stakeholders and encourages all parties
mengkomunikasikan semua hal yang berkaitan involved to actively participate in applying the 5R
dengan konsep 5R, serta mendorong semua concept. The Lot Owners, Users or External Providers
pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan may socialize the 5R through a myriad of effective
untuk berpartisipasi aktif menerapkan konsep 5R communication tools.
tersebut di setiap lokasi kegiatannya. Sosialisasi dan
komunikasi tentang hal-hal yang terkait dengan
konsep 5R harus dilakukan dengan metode dan cara
serta melalui media yang efisien dan efektif.

2.3 IDENTIFIKASI BAHAYA DAN 2.3 HAZARD IDENTIFICATION, R I S K


PENGENDALIAN R I S I K O K E G I ATA N A S S E S M E N T AND DETER M ININ G
(HIRADC) CONTROL (HIRADC)
Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider yang The Lot Owners, Users or External Providers carrying out
melakukan kegiatan di dalam Kawasan SCBD wajib activities in SCBD must i m p l e m e n t t h e r e q u i r e d
menetapkan dan melaksanakan identifikasi bahaya, Hazard Identification, Risk Assessment and Determining
penilaian risiko, dan penentuan pengendalian risiko Control (HIRADC) in every activity. The methodology of
yang diperlukan untuk setiap kegiatannya (HIRADC). hazard identification and risk assessment must be set in
Metodologi dalam identifikasi bahaya dan penilaian terms of the scope, nature, and time to ensure that such
risiko harus ditetapkan berkenaan dengan cakupan, matter is proactive rather than reactive, and be used for
sifat, dan waktu untuk memastikan bahwa hal the identification, prioritization and documentation

10 Peraturan Kawasan SCBD tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja


Peningkatan Kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Penanganan Keadaan Darurat Manajemen Insiden

Improvement of The Occupational Health and Safety (OHS) Emergency Handling Incident Management

tersebut lebih bersifat proaktif dari pada reaktif of Risks and the implementation of proper Risk
ser ta disediak an untuk identifikasi, prioritas, control. In the HIRADC document, the Lot Owners,
dan dokumentasi dari risiko dan pelaksanaan Users or External Providers should at least identify
pengendalian risiko yang tepat. Dalam dokumen potential hazards based on types of work, materials, and
HIRADC setiap kegiatan yang akan dilakukannya, equipment used, evaluate activity risks and formulate
Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider minimal actions of Mitigation or control over such Risks.
wajib melakukan identifikasi potensi-potensi
bahaya berdasarkan jenis pekerjaan, material dan
alat yang digunakan, melaksanakan penilaian atas
risiko-risiko kegiatan, dan merumuskan tindakan-
tindakan mitigasi atau pengendalian atas risiko-
risiko tersebut.

Selama masa kegiatannya, dokumen HIRADC During the activity period, the HIRADC document
tersebut di atas wajib ditinjau kembali secara as mentioned above must be periodically reviewed.
berkala. Dokumen HIRADC“Metodologi dalam The document should be adjusted or
tersebut di atas juga harus updated whenever there are changes.
ditinjau kembali, dan jikaidentifikasi bahaya dan These changes may include changes in
perlu dilakukan penyesuaian the prevailing Laws and Regulations in
atau pemutakhiran, apabilapenilaian risiko harus Indonesia, change in scope of activity,
terjadi perubahan Peraturanditetapkan berkenaan dengan change in activity implementation
Perundang-undangan method, change in tools, and any
yang berlaku di Indonesia,cakupan, sifat, dan occupational accident resulting in injury
perubahan lingkup kegiatan, or death.
perubahan metode pelaksanaanwaktu untuk memastikan
kegiatan, perubahan peralatanbahwa hal tersebut lebih
kerja, dan terjadi kecelakaan
kerja yang mengakibatkanbersifat proaktif dari pada
cidera atau kematian.
reaktif serta disediakan
2.4 PENANGGUNG JAWABuntuk identifikasi, prioritas, 2.4 OCCUPATIONAL HEALTH
KESELAMATAN DANdan dokumentasi dari AND SAFETY (OHS)
KESEHATAN KERJA (K3) REPRESENTATIVE
Pemilik Lot, Pengguna ataurisiko dan pelaksanaan The Lot Owners, Users or External
E x te r n a l Prov ider yang Providers carrying out activities
melakuk an kegiatan dipengendalian risiko in SCBD must establish a special
dalam Kawasan SCBD wajibyang tepat.” work unit or appoint a personnel
membentuk unit kerja khusus to be responsible for the
at a u m enunju k p erso nil implementation and execution
yang independen sebagai of the OHSMS in accordance
Penanggung Jawab K3 yang bertanggung jawab with the prevailing Laws and
penuh atas penerapan dan pelaksanaan SMK3 untuk Regulations in Indonesia.
setiap kegiatan yang dilaksanakannya, sesuai
Peraturan Perundang-undangan yang berlaku di
Indonesia.

Unit kerja khusus sebagai Penanggung Jawab K3 A special work unit as the OHS Representative or a Joint
atau Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Occupational Health and Safety Committee (JOHSC)
Kerja (P2K3) wajib dibentuk untuk : must be formed for:
• Kegiatan-kegiatan yang mempekerjakan 100 • Activities employing 100 employees or over;
orang atau lebih; dan
• Kegiatan-kegiatan yang mempekerjakan kurang • Activities employing less than 100 employees, yet
dari 100 orang, akan tetapi menggunakan bahan, utilizing materials, process and installation with
proses dan instalasi yang mempunyai risiko yang high risk of explosion, fire, poisoning and radioactive
besar akan terjadinya peledakan, kebakaran, radiation.
keracunan dan penyinaran radioaktif.

SCBD Estate Regulations on Occupational Health and Safety 11


Umum Landasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pelaksanaan Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dalam Kegiatan

General The Foundation of Occupational Health and Safety (OHS) The Implementation of Occupational Health and Safety (OHS) Plan in Activities

Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider yang The Lot Owners, Users or External Providers must ensure
melakukan kegiatan di dalam Kawasan SCBD wajib that the OHS Representative possesses the knowledge,
memastikan bahwa Penanggung Jawab K3 kegiatan competence and/or Certificate of OHS Expertise in
wajib mempunyai pengetahuan, kompetensi dan/ accordance with the prevailing Laws and Regulations
atau Sertifikat Keahlian dalam bidang K3 sesuai in Indonesia.
Peraturan Perundang-undangan yang berlaku di
Indonesia.

2 . 5 R E N C A N A K E S E L A M ATA N D A N 2.5 OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY


KESEHATAN KERJA (K3) KEGIATAN (OHS) PLAN OF ACTIVITIES
Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider yang The Lot Owners, Users or External Providers must
melakukan kegiatan di dalam Kawasan SCBD wajib develop the OHS Plan of Activity elaborating on the
membuat Rencana K3 Kegiatan, sesuai Peraturan Occupational Health and Safety Commitment and
Perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, Policy throughout and during the activity in accordance
yang merupakan penjabaran dari Komitmen dan with the prevailing Laws and Regulation in Indonesia.
Kebijakan K3 selama dan dalam pelaksanaan
kegiatannya.

Rencana K3 harus dapat memberikan gambaran The OHS Plan must describe the parties who are
tanggung jawab pihak terkait terhadap K3, rencana responsible for OHS, the compliance plan and the
pemenuhan peraturan K3 terkait dan rencana program plan. The OHS programs stipulated in the OHS

12 Peraturan Kawasan SCBD tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja


Peningkatan Kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Penanganan Keadaan Darurat Manajemen Insiden

Improvement of The Occupational Health and Safety (OHS) Emergency Handling Incident Management

program-program K3. Progam-program K3 yang ada Plan may include, but not limited to OHS inspection,
dalam Rencana K3 terdiri dari namun tidak terbatas hazard control initiative, work license, OHS operation
pada inspeksi K3, upaya pengendalian bahaya, izin standard and procedure, OHS promotion, as well as
kerja, standar operasi dan prosedur K3, promosi K3, emergency response program.
serta program tanggap darurat dan penanganannya.

Rencana K3 harus disusun sedemikian rupa sehingga The OHS Plan must be compiled in such a way so
seluruh pihak yang telibat dalam kegiatan selalu that every party involved in the activity at all times
menjaga konsistensi dan kinerja untuk mencegah/ maintains consistency and performance to prevent
menghindari potensi bahaya karena kegagalan/ potential hazards caused by failure/error, uncertainty,
kesalahan, keraguan, duplikasi, dan inefisiensi. duplication and inefficiency.

Rencana K3 tersebut di atas harus dikoordinasikan The OHS Plan as mentioned above must be coordinated
dengan, dan mendapat persetujuan dari Pemilik with and approved by the Lot Owners, Users or External
Lot, Pengguna atau External Provider sebagai Providers as the main responsible party for the activities
penanggung jawab utama pelaksanaan kegiatan within the SCBD, as well as reported to the SCBD Estate
di dalam Kawasan SCBD, dan dilaporkan kepada Management.
Pengelola Kawasan

SCBD Estate Regulations on Occupational Health and Safety 13


Umum Landasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pelaksanaan Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dalam Kegiatan

General The Foundation of Occupational Health and Safety (OHS) The Implementation of Occupational Health and Safety (OHS) Plan in Activities

3 PELAKSANAAN RENCANA
KESELAMATAN DAN KESEHATAN
KERJA (K3) DALAM KEGIATAN
THE IMPLEMENTATION OF
OCCUPATIONAL HEALTH AND
SAFETY (OHS) PLAN IN ACTIVITIES

• Sumber Daya Manusia/Tenaga Kerja • Human Resources/Workers


• Peralatan dan Fasilitas Kegiatan • Equipment and Facilities of The
• Prosedur Pelaksaaan Keselamatan dan Activities
Kesehatan (K3) • Occupational Health and Safety (OHS)
• Sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Implementation Procedures
Keselamatan dan Kesehatan (K3) • Occupational Health and Safety (OHS)
Socialization

Pemilik Lot, Pengguna atau External The Lot Owners, Users or External Providers
Provider yang melakukan kegiatan di carrying out activities in SCBD are fully
d a l a m K a w a s a n S C B D bertanggung responsible to implement the OHS Plan
jawab penuh untuk melaksanak an they have developed. This includes,
Rencana K3 yang telah dibuatnya, but is not limited to the provision of
termasuk namun tidak terbatas qualified human resources/workers and
pada penyediaan sumber daya manusia/ the provision of adequate facilities and
tenaga kerja yang berkualifikasi dan infrastructure.
penyediaan prasarana dan sarana yang
memadai.

14 Peraturan Kawasan SCBD tentang Keselamatan dan Kesehatan kerja


Peningkatan Kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Penanganan Keadaan Darurat Manajemen Insiden

Improvement of The Occupational Health and Safety (OHS) Emergency Handling Incident Management

Peraturan
SCBD
Kawasan
EstateSCBD
Regulations
tentangon
Keselamatan
Occupational
danHealth
Kesehatan
and Safety
kerja 15
Umum Landasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pelaksanaan Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dalam Kegiatan

General The Foundation of Occupational Health and Safety (OHS) The Implementation of Occupational Health and Safety (OHS) Plan in Activities

3.1 SUMBER DAYA MANUSIA/TENAGA 3.1 HUMAN RESOURCES/WORKERS


KERJA
Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider yang The Lot Owners, Users or External Providers carrying
melakukan kegiatan di dalam Kawasan SCBD out activities in SCBD are fully responsible to provide
bertanggung jawab penuh untuk memberikan protection from occupational risks and to guarantee
perlindungan atas risiko kerja serta menjamin the health of all workers involved in the implementation
kesehatan seluruh tenaga kerja yang terlibat dalam of their activities.
pelaksanaan kegiatannya.

Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider yang The Lot Owners, Users or External Providers must ensure
melakukan kegiatan di dalam Kawasan SCBD wajib that all of the workers involved in the implementation
memastikan bahwa seluruh tenaga kerja yang of activities have a clear identity, discipline and
terlibat dalam pelaksanaan kegiatan harus memiliki competency in their fields, and at all times prioritize
identitas yang jelas, berdisiplin dan kompeten dalam safety in their work, understand and be knowledgeable
bidangnya, selalu mengutamakan keselamatan regarding the OHS, wear adequate personal protective
dalam bekerja, memiliki pengetahuan dan equipment (PPE) at all times, maintain good health,
memahami K3, selalu menggunakan alat pelindung actively participate in the implementation of OHS
diri (APD) yang memadai, selalu dalam keadaan programs and apply the 5R concept at the Activity
sehat, berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Location/Workplace and the surrounding environment
program-program K3, serta selalu menerapkan in accordance with the prevailing Laws and Regulations
konsep 5R di lokasi kegiatan/tempat kerja dan in Indonesia.
lingkungan sekitarnya sesuai Peraturan Perundang-
undangan yang berlaku di Indonesia.

Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider yang The Lot Owners, Users or External Providers carrying out
melakukan kegiatan di dalam Kawasan SCBD wajib activity in SCBD must ensure that all workers behave in
memastikan bahwa seluruh tenaga kerja yang an orderly manner, as well as dress and behave politely.
terlibat dalam kegiatannya selalu tertib, berpakaian,
dan bertingkah laku sopan.

3.2 PERALATAN DAN FASILITAS KEGIATAN 3.2 EQUIPMENT AND FACILITIES OF THE
ACTIVITIES
3.2.1 Alat Kerja 3.2.1 Working Equipment
Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider yang The Lot Owners, Users or External Providers must
melakukan kegiatan di dalam Kawasan SCBD wajib ensure that the equipment, and all components of the
memastikan peralatan, dan seluruh komponen equipment used in activities are always functioning
dari peralatan, yang digunakan dalam pelaksanaan properly, safe, not detrimental to health, adequate and,
kegiatan harus selalu laik operasi dan dapat if required, equipped with Equipment Certificate issued
berfungsi dengan baik, aman, tidak membahayakan by the Authorized Government Agency, in accordance
kesehatan, memadai, dan jika dipersyaratkan with the prevailing Laws and Regulations in Indonesia.
maka wajib dilengkapi dengan Sertifikat Peralatan The equipment must be used according to the standard
yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang operating procedure attached to the equipment. This
berwenang, sesuai dengan Peraturan Perundang- includes conducting periodic inspection, calibration,
undangan yang berlaku di Indonesia. Penggunaan and special testing.
atau pengoperasian setiap alat kerja harus mengacu
kepada prosedur operasi standar dari masing-
masing alat tersebut, termasuk namun tidak
terbatas pada melakukan pemeriksaan alat sebelum
mengoperasikannya, dan secara berkala melakukan
pemeriksaan, kalibrasi serta pengujian khusus.

Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider yang Lot Owners, Users or External Providers carrying out
melakukan kegiatan di dalam Kawasan SCBD activities in SCBD must ensure that every operator or
wajib memastikan bahwa setiap operator atau the user of working equipment has the knowledge,

16 Peraturan Kawasan SCBD tentang Keselamatan dan Kesehatan kerja


Peningkatan Kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Penanganan Keadaan Darurat Manajemen Insiden

Improvement of The Occupational Health and Safety (OHS) Emergency Handling Incident Management

pemakai alat kerja wajib mempunyai pengetahuan, competency and, if required, a Certificate of Expertise
kompetensi dan, jika dipersyaratkan, wajib memiliki to operate the working equipment issued by the
Sertifikat Keahlian untuk mengoperasikan alat kerja authorized government agency, in accordance with the
yang diterbitkan oleh instansi pemerintah yang prevailing Laws and Regulations in Indonesia.
berwenang, sesuai Peraturan Perundang-undangan
yang berlaku di Indonesia.

Sebelum melaksanakaan kegiatannya, Pemilik Lot, Prior to the execution of the activity, the Lot Owners,
Pengguna atau External Provider wajib memastikan Users or External Providers must ensure that the
bahwa lokasi pengoperasian atau pemakaian location of the operation or where the equipment will
alat kerja dalam keadaan aman dan bebas dari be used is safe and hazard free. Sufficient protection
bahaya. Jika perlu dilakukan pemasangan proteksi- and safety marks must also be installed if deemed
proteksi bahaya dan rambu-rambu pengaman necessary.
yang memadai.

3.2.2 Alat Pelindung Diri 3.2.2 Personal Protective Equipment (PPE)


Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider yang The Lot Owners, Users or External Providers must
melakukan kegiatan di dalam Kawasan SCBD wajib ensure that the PPE worn by every worker complies with
memastikan bahwa alat pelindung diri yang dipakai the Indonesian National Standard (INS) or any other
oleh setiap pekerjanya memenuhi Standar Nasional prevailing standard, is properly functioning, in good
Indonesia (SNI) atau standar lain yang berlaku, condition, not past its expiration date and free from
berfungsi dengan baik, tidak rusak, tidak melebihi hazardous materials, in accordance with the prevailing
masa pakai/kadaluarsa, dan tidak mengandung Laws and Regulations in Indonesia.
bahan berbahaya, sesuai Peraturan Perundang-
undangan yang berlaku di Indonesia.

SCBD Estate Regulations on Occupational Health and Safety 17


Umum Landasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pelaksanaan Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dalam Kegiatan

General The Foundation of Occupational Health and Safety (OHS) The Implementation of Occupational Health and Safety (OHS) Plan in Activities

3.2.3 Alat Komunikasi 3.2.3 Communication Equipment


Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider yang The Lot Owners, Users or External Providers must
melakukan kegiatan di dalam Kawasan SCBD wajib ensure that all communication equipment used in
memastikan semua alat komunikasi yang digunakan every activity is properly functioning. The Lot Owners,
untuk membantu pelaksanaan kegiatan harus Users or External Providers carrying out activities in
dapat berfungsi dengan baik. Pemilik Lot, Pengguna SCBD must allocate and perform frequency settings
atau External Provider yang melakukan kegiatan di used in their activities to allow for effective and secured
dalam Kawasan SCBD wajib mengalokasikan dan communication.
melakukan pengaturan frekuensi yang digunakan
dalam kegiatannya agar komunikasi dapat berjalan
dengan efektif dan aman.

3.2.4 Lokasi Kegiatan/Tempat Kerja 3.2.4 Activity Location/Workplace


Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider yang The Lot Owners, Users or External Providers must
melakukan kegiatan di dalam Kawasan SCBD wajib maintain that every Activity Location/Workplace is
memastikan bahwa setiap lokasi kegiatan/tempat safe and hazard free for all workers involved in their
kerjanya selalu dalam kondisi aman dan bebas dari activities and the people in the vicinity of such Activity
bahaya bagi semua tenaga kerja yang terlibat dalam Location/Workplace.
kegiatannya maupun orang-orang yang berada
disekitar lokasi kegiatan/tempat kerja tersebut.

Pemilik Lot, Pengguna atau


“Pemilik Lot, Pengguna The Lot Owners, Users or External
E x t e r n a l Pr o v i d e r y a n gatau External Provider yang Providers carrying out activities in
melakuk an kegiatan di SCBD must maintain the cleanliness,
dalam Kawasan SCBD wajibmelakukan kegiatan di brightness, security and health of every
memastikan bahwa setiapdalam Kawasan SCBD wajib Activity Location/Workplace for all
lokasi kegiatan atau tempat workers involved in their activities.
kerjanya selalu dalam kondisimemastikan bahwa semua
bersih, terang, aman, dan sehat
b a gi s e m u a tenag a kerjapihak yang terlibat dalam
yang terlibat dalam kegiatannya. kegiatannya memahami

Pemilik Lot, Pengguna ataudan menerapkan Konsep 5R The Lot Owners, Users or External
External Provider yang melakukan Providers carrying out activities in
kegiatan di dalam Kawasandi lokasi kegiatan/ tempat SCBD must ensure that all parties
SCBD wajib memastikankerjanya masing-masing.” involved in their activities understand
bahwa semua pihak yang and implement the 5R Concept in their
terlibat dalam kegiatannya Activity Location/Workplace.
memahami dan menerapkan
Konsep 5R di lokasi kegiatan/
tempat kerjanya masing-
masing.

3.2.5 Alat dan Fasilitas Tanggap Darurat 3.2.5 Emergency Equipment and Facilities
Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider yang The Lot Owners, Users or External Providers carrying
melakukan kegiatan di dalam Kawasan SCBD out activities in SCBD must maintain every emergency
senantiasa wajib memastikan bahwa setiap alat dan equipment and facilities in the Activity Location/
fasilitas tanggap darurat di lokasi kegiatan/tempat Workplace in good condition and properly functioning
kerjanya, selalu laik operasi dan dapat berfungsi at all times, not past its expiration date, visible,
dengan baik, tidak melebihi masa pakai/kadaluarsa, accessible/reachable, easy to operate, ready to use, safe
mudah terlihat, mudah diakses/dijangkau, mudah and well-maintained, in accordance with the prevailing
dioperasikan, siap pakai, aman, dan terawat dengan Laws and Regulations in Indonesia.
baik, sesuai Peraturan Perundang-undangan yang
berlaku di Indonesia.

18 Peraturan Kawasan SCBD tentang Keselamatan dan Kesehatan kerja


Peningkatan Kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Penanganan Keadaan Darurat Manajemen Insiden

Improvement of The Occupational Health and Safety (OHS) Emergency Handling Incident Management

SCBD Estate Regulations on Occupational Health and Safety 19


Umum Landasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pelaksanaan Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dalam Kegiatan

General The Foundation of Occupational Health and Safety (OHS) The Implementation of Occupational Health and Safety (OHS) Plan in Activities

3.2.6 Sistem Proteksi Kebakaran 3.2.6 Fire Protection System


Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider yang The Lot Owners, Users or External Providers carrying
melakukan kegiatan di dalam Kawasan SCBD wajib out activities in SCBD must ensure that the fire
memastikan seluruh sistem proteksi kebakaran yang protection system at the Activity Location/Workplace
diterapkan di lokasi kegiatan/tempat kerjanya selalu is functioning properly at all times for the efficient and
dapat berfungsi dengan baik untuk mencegah dan effective prevention and mitigation of fire hazard in
menanggulangi bahaya kebakaran secara efisien accordance with the prevailing Laws and Regulations
dan efektif, sesuai dengan Peraturan Perundang- in Indonesia.
undangan yang berlaku di Indonesia.

Peralatan proteksi kebakaran harus selalu laik operasi Fire protection equipment must at all times be operable
dan dapat berfungsi dengan baik, tidak melebihi and function properly, not past its expiration date,
masa pakai/kadaluarsa, mudah terlihat, mudah visible, accessible/reachable, easy to operate, ready to
diakses/dijangkau, mudah dioperasikan, siap pakai, use, safe, and well maintained, in accordance with the
aman, dan terawat dengan baik, sesuai Peraturan prevailing Laws and Regulations in Indonesia.
Perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider yang The Lot Owners, Users or External Providers carrying out
melakukan kegiatan di dalam Kawasan SCBD wajib activities in SCBD must have or establish a fire prevention
memiliki atau membentuk unit pencegahan dan and mitigation unit, as part of the OHS Representative,
penanggulangan kebakaran, sebagai bagian dari to efficiently and effectively handle fire prevention
organisasi Penanggung Jawab K3, untuk menangani and mitigation at the Activity Location/Workplace.
pencegahan dan penanggulangan kebakaran The duties of such fire prevention and mitigation
di lokasi kegiatan/tempat kerja dengan efisien unit include, but not limited to administration,
dan efektif. Lingkup tugas unit pencegahan dan hazardous sources identification, maintenance
penanggulangan kebakaran tersebut termasuk inspection and fire protection system improvement,
namun tidak terbatas pada kegiatan administrasi, as well as fire prevention and mitigation programs, in
identifikasi sumber-sumber bahaya, pemeriksaan accordance with the prevailing Laws and Regulations
pemeliharaan, dan perbaikan sistem proteksi in Indonesia.
kebakaran, serta membuat program-program yang
terkait dengan pencegahan dan penanggulangan
kebakaran, sesuai Peraturan Perundang-undangan
yang berlaku di Indonesia.

3.2.7 Fasilitas Proteksi Bahaya 3.2.7 Hazard Protection Facility


Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider yang The Lot Owners, Users or External Providers carrying
melakukan kegiatan di dalam Kawasan SCBD wajib out activities in SCBD must provide the required
menyediakan seluruh fasilitas proteksi bahaya hazard protection facilities at every Activity Location/
yang diperlukan di setiap lokasi kegiatan/tempat Workplace, in order to create a safe and healthy
kerja, agar dapat tercipta kondisi bekerja yang environment for its employees and the people in
aman dan sehat bagi tenaga kerja dan orang-orang the vicinity.
di sekitarnya.

Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider yang The Lot Owners, Users or External Providers must ensure
melakukan kegiatan di dalam Kawasan SCBD wajib that such hazard protection facilities are sufficient and
memastikan bahwa fasilitas proteksi bahaya tersebut adequate, as well as comply with the standard and
layak dan memadai serta sudah memenuhi standar criteria set by the prevailing Laws and Regulations in
dan kriteria sesuai Peraturan Perundang-undangan Indonesia.
yang berlaku di Indonesia.

20 Peraturan Kawasan SCBD tentang Keselamatan dan Kesehatan kerja


Peningkatan Kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Penanganan Keadaan Darurat Manajemen Insiden

Improvement of The Occupational Health and Safety (OHS) Emergency Handling Incident Management

3.3 PR O S E D U R P E L A K S A N A A N 3.3 OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY


KESELAMATAN DAN KESEHATAN (OHS) IMPLEMENTATION PROCEDURES
KERJA (K3)
Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider yang The Lot Owners, Users or External Providers carrying
melakukan kegiatan di dalam Kawasan SCBD out activities in SCBD must perform procedures related
wajib melaksanakan prosedur-prosedur terkait K3 to OHS for all types of activities, as part of the OHS
untuk semua jenis kegiatan, sebagai bagian dari Plan that has been developed in accordance with the
Rencana K3 yang telah dibuatnya, berdasarkan prevailing Laws and Regulations in Indonesia. Such
Peraturan Perundang-undangan yang berlaku di procedures must be able to guarantee the health and
Indonesia. Prosedur-prosedur tersebut harus dapat safety of the workers involved in the activities and other
menjamin keselamatan dan kesehatan tenaga kerja people in the vicinity. The procedures must also clearly
yang terlibat dalam kegiatan atau orang lain yang show the hierarchy of responsibilities in every activity.
berada di dekat kegiatan. Dalam prosedur-prosedur
tersebut juga harus diperlihatkan secara jelas hirarki
tanggung jawab dari pelaksanaan setiap kegiatan.

Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider yang The Lot Owners, Users or External Providers must ensure
melakukan kegiatan di dalam Kawasan SCBD wajib that all workers carrying out activities at the Activity
memastikan bahwa seluruh tenaga kerja yang Location/Workplace understand that the procedures
melakukan kegiatan di lokasi kegiatan/tempat and work methods are required for safety, efficiency
kerjanya memahami prosedur dan metode/cara and effectiveness, as well as to prevent/avoid hazard
kerja yang dilakukannya adalah aman, efisien serta caused by failures/errors, uncertainty and inefficiencies.
efektif, dan dapat mencegah/menghindari potensi
bahaya karena kegagalan/ kesalahan, keraguan
serta inefisiensi.

Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider yang The Lot Owners, Users or External Providers must
melakukan kegiatan di dalam Kawasan SCBD wajib ensure the proper implementation of the foregoing
memastikan bahwa semua prosedur-prosedur K3 di OHS procedures through effective supervision
atas dilaksanakan dengan baik dalam seluruh proses and monitoring.
kegiatan, dengan menerapkan pengawasan dan
pemantauan yang efektif.

3.4 SOSIALISASI KESELAMATAN DAN 3.4 OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY


KESEHATAN KERJA (K3) (OHS) SOCIALIZATION
Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider yang The Lot Owners, Users or External Providers must
melakukan kegiatan di dalam Kawasan SCBD wajib socialize and communicate all matters related
mensosialisasikan dan mengkomunikasikan semua to OHS at the Activity Location/Workplace to all
hal yang berkaitan dengan K3 di lokasi kegiatan/ relevant stakeholders. All OHS-related matters must
tempat kerja kepada semua pihak yang terlibat be socialized and communicated in an effective and
dalam pelaksanaan kegiatan termasuk seluruh efficient way, in accordance with the prevailing Laws
tenaga kerjanya. Sosialisasi dan komunikasi tentang and Regulations in Indonesia.
hal-hal yang terkait dengan K3 harus dilakukan
dengan metode dan cara serta melalui media
yang efisien dan efektif, sesuai dengan Peraturan
Perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider wajib The Lot Owners, Users or External Providers must
memastikan bahwa semua pihak yang terlibat ensure that all relevant stakeholders support and
dalam pelaksanaan kegiatan mendukung dan actively participate in the execution of OHS programs.
berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan program-
program K3.

SCBD Estate Regulations on Occupational Health and Safety 21


Umum Landasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pelaksanaan Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dalam Kegiatan

General The Foundation of Occupational Health and Safety (OHS) The Implementation of Occupational Health and Safety (OHS) Plan in Activities

4 PENINGKATAN KINERJA
KESELAMATAN DAN KESEHATAN
KERJA (K3)
IMPROVEMENT OF THE
OCCUPATIONAL HEALTH AND
SAFETY (OHS) PERFORMANCE

Untuk meningkatkan kinerja berkelanjutan To improve the sustainable performance


dari SMK3 yang diterapkannya, Pemilik of the OHSMS, the Lot Owners, Users or
Lot, Pengguna atau External Provider yang External Providers carrying out activities
melakukan kegiatan di dalam Kawasan in SCBD must conduct Per formance
SCBD wajib melaksanakan tindakan Supervision and Evaluation, as well as
Pemantauan dan Evaluasi Kinerja, serta Review and Improvement of OHSMS
Peninjauan dan Peningkatan Kinerja SMK3, Performance, in accordance with the prevailing
sesuaidenganPeraturanPerundang-undangan Laws and Regulations in Indonesia.
yang berlaku di Indonesia.

22 Peraturan Kawasan SCBD tentang Keselamatan dan Kesehatan kerja


Peningkatan Kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Penanganan Keadaan Darurat Manajemen Insiden

Improvement of The Occupational Health and Safety (OHS) Emergency Handling Incident Management

Pemantauan secara terus-menerus yang harus dilakukan The continuous supervision will include, but not limited to
termasuk namun tidak terbatas pada pencatatan, recording, documenting and testing (procedures, personnel,
dokumentasi, pengujian (prosedur, personil, peralatan, equipment, facilities etc.), which is followed up with periodic
fasilitas, dll), yang ditindak lanjuti dengan evaluasi secara evaluations to measure the effectiveness of the OHSMS.
berkala untuk mengetahui keefektifan kinerja SMK3
yang diterapkan.

Hasil proses ini, terutama hasil evaluasinya wajib disampaikan The evaluation result of this process must be submitted
secara berkala kepada Pengelola Kawasan SCBD. periodically to the SCBD Estate Management.

Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider yang melakukan The Lot Owners, Users or External Providers carrying out
kegiatan di dalam Kawasan SCBD perlu melakukan activities in SCBD must periodically review the OHSMS
peninjauan ulang secara berkala terhadap kinerja dan SMK3 implemented, to anticipate market demands, product changes,
yang diterapkannya, sebagai antisipasi tuntutan pasar, changes in the organizational structure of the executor, or
perubahan produk, perubahan struktur organisasi pelaksana changes in the prevailing Laws and Regulations in Indonesia,
kegiatan atau perubahan Peraturan Perundang-undangan so that the OHSMS is always effective and up to date. Based
yang berlaku di Indonesia, sehingga SMK3 yang diterapkan on the performance review, remedial actions and performance
selalu sesuai dan efektif secara berkesinambungan. improvement concerning the previously implemented OHSMS
Berdasarkan peninjauan ulang Kinerja tersebut, dilakukan will be taken and made.
tindakan-tindakan perbaikan dan peningkatan kinerja atas
SMK3 yang diterapkan sebelumnya.

Hasil peninjauan ulang atas pelaksanaan SMK3 yang The result of the review of the OHSMS implementation along
diterapkan beserta rencana tindakan-tindakan perbaikan with the plans for the remedial actions and performance
dan peningkatan kinerja SMK3 wajib disampaikan kepada improvement concerning OHSMS must be reported to the SCBD
Pengelola Kawasan SCBD. Estate Management.

SCBD Estate Regulations on Occupational Health and Safety 23


Umum Landasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pelaksanaan Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dalam Kegiatan

General The Foundation of Occupational Health and Safety (OHS) The Implementation of Occupational Health and Safety (OHS) Plan in Activities

5 PENANGANAN KEADAAN
DARURAT
EMERGENCY HANDLING

• Kesiapan untuk Menangani Keadaan • Emergency Responds Readiness


Darurat • First Aid
• Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan • Emergency Recovery
(P3K)
• Pemulihan Keadaan Darurat

KESIAPAN UNTUK MENANGANI KEADAAN DARURAT


EMERGENCY RESPONSE READINESS

Pemilik Lot, Pengguna atau External The Lot Owners, Users or External Providers
Provider yang melakukan kegiatan di must at all times be ready to handle all
dalam Kawasan SCBD senantiasa harus types of emergency that may occur in the
siap menghadapi dan menangani segala activity, through the following methods,
bentuk keadaan darurat yang mungkin among others:
terjadi dalam pelaksanaan kegiatannya,
dengan cara antara lain :

24 Peraturan Kawasan SCBD tentang Keselamatan dan Kesehatan kerja


Peningkatan Kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Penanganan Keadaan Darurat Manajemen Insiden

Improvement of The Occupational Health and Safety (OHS) Emergency Handling Incident Management

SCBD Estate Regulations on Occupational Health and Safety 25


Umum Landasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pelaksanaan Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dalam Kegiatan

General The Foundation of Occupational Health and Safety (OHS) The Implementation of Occupational Health and Safety (OHS) Plan in Activities

• Mengidentifikasi seluruh potensi keadaan darurat • Identifying all emergencies that may occur within
yang mungkin terjadi di dalam dan/atau di luar and/or outside of the Activity Location/Workplace;
lokasi kegiatan/tempat kerja;
• Mendokumentasikan semua prosedur untuk • Documenting all procedures to overcome and
menghadapi dan menangani setiap potensi h a n d l e e v e r y p o t e n t i a l e m e r g e n c y, a n d
keadaan darurat, dan mensosialisasikannya secara communicate it clearly to be recognized and
jelas sedemikian rupa sehingga diketahui dan understood by all parties involved in the activity;
dipahami oleh semua pihak yang terlibat dalam
kegiatan;
• Menyediakan peralatan/sarana/fasilitas untuk • Providing equipment/facilities/infrastructure to
menghadapi dan menangani setiap potensi overcome and handle every potential emergency
keadaan darurat berdasarkan hasil identifikasi. based on the identification result. The type, amount,
Jenis, jumlah, penempatan, dan kemudahan placement and accessibility of the emergency
untuk mendapatkan peralatan keadaan darurat equipment must comply with the prevailing Laws
harus sesuai dengan Peraturan Perundang- and Regulations in Indonesia. The equipment/
undangan yang berlaku di Indonesia. Peralatan/ facilities/infrastructure to overcome and handle
sarana/ fasilitas untuk menghadapi dan every potential emergency must be tested
menangani setiap potensi keadaan darurat and reviewed regularly by the competent and
tersebut senantiasa harus diuji serta ditinjau authorized officers, so that at all times they are
secara rutin oleh petugas yang berkompeten dan always operable and functioning properly, are not
berwenang, agar selalu laik operasi dan dapat past their expiration date, easily visible, accessible/
berfungsi dengan baik, tidak melebihi masa reachable, easy to operate, ready to use, safe and
pakai/kadaluarsa, mudah terlihat, mudah diakses/ well maintained;
dijangkau, mudah dioperasikan, siap pakai, aman,
dan terawat;
• Membentuk tim atau menunjuk personil untuk • Establishing a team or appointing personnel to
menghadapi dan menangani setiap potensi handle potential emergency, and provide
keadaan darurat, dan memberikan pelatihan special training for such team or personnel, as well
khusus kepada tim atau personil tersebut, serta as informing the existence of such team or personnel
menginformasikan keberadaan tim atau personil to all stakeholders;
tersebut kepada semua pihak yang terlibat dalam
kegiatan; dan
• Secara berk ala melakuk an latihan untuk • Periodically conducting emergency drills to be
menghadapi dan menangani keadaan darurat yang participated by all parties involved in the activity.
secara aktif diikuti oleh semua pihak yang terlibat
dalam kegiatan.

Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider yang The Lot Owners, Users or External Providers carrying
melakukan kegiatan di dalam Kawasan SCBD out activity in SCBD must periodically report their
secara berkala wajib melaporkan kesiapannya readiness in handling every potential emergency
dalam menghadapi dan menangani setiap potensi at their respective Activity Locations/Workplaces
keadaan darurat di lokasi kegiatan/tempat kerjanya to the SCBD Estate Management. Activities related
masing-masing kepada Pengelola Kawasan SCBD. to their readiness in handling emergencies must be
Kegiatan-kegiatan yang terkait dengan kesiapannya coordinated with the SCBD Estate Management,
dalam menghadapi dan menangani setiap potensi including but not limited to emergency drills.
keadaan darurat, termasuk namun tidak terbatas
pada pelatihan keadaan darurat (emergency drill),
wajib dikoordinasikan dengan Pengelola Kawasan
SCBD.

5.2 PERTOLONGAN PERTAMA PADA 5.2 FIRST AID


KECELAKAAN (P3K)
Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider yang The Lot Owners, Users or External Providers carrying
melakukan kegiatan di dalam Kawasan SCBD wajib out activities in SCBD must provide adequate first aid

26 Peraturan Kawasan SCBD tentang Keselamatan dan Kesehatan kerja


Peningkatan Kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Penanganan Keadaan Darurat Manajemen Insiden

Improvement of The Occupational Health and Safety (OHS) Emergency Handling Incident Management

menyediakan alat, fasilitas, dan personil untuk P3K equipment, facilities and personnel at the Activity
yang memadai di lokasi kegiatan/tempat kerja, Location/Workplace, to anticipate for accidents or
sebagai upaya untuk memberikan pertolongan illnesses involving a person involved in the activity and/
pertama secara cepat dan tepat kepada semua or other people in the vicinity, in accordance with the
pihak yang terlibat dalam kegiatan dan/atau orang prevailing Laws and Regulations
lain yang berada di lokasi kegiatan/tempat kerja, in Indonesia.
yang mengalami kecelakaan atau sakit di lokasi
kegiatan/tempat kerja, sesuai Peraturan Perundang-
undangan yang berlaku di Indonesia.

5.3 PEMULIHAN KEADAAN DARURAT 5.3 EMERGENCY RECOVERY


Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider yang The Lot Owners, Users or External Providers must
melakukan kegiatan di dalam Kawasan SCBD have an efficient and effective procedure/plan for the
sejak awal wajib memiliki prosedur/rencana untuk recovery of the workforce condition and the repair
pemulihan kondisi tenaga kerja serta perbaikan of the production facilities and equipment in case of
sarana dan peralatan produksi akibat terjadinya emergencies. When an emergency occurs at the Activity
keadaan darurat, yang efisien dan efektif. Dalam hal Location/Workplace, the relevant Lot Owners, Users or
keadaan darurat terjadi di lokasi kegiatan/tempat External Providers must immediately perform recovery
kerjanya maka Pemilik Lot, Pengguna atau External actions so they can resume activities.
Provider yang bersangkutan harus segera melakukan
tindakan-tindakan untuk memulihkan semua hal
akibat terjadinya keadaan darurat tersebut, sedemikian
rupa sehingga kegiatannya dapat segera dan terus
berlangsung/dilanjutkan.

SCBD Estate Regulations on Occupational Health and Safety 27


Umum Landasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pelaksanaan Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dalam Kegiatan

General The Foundation of Occupational Health and Safety (OHS) The Implementation of Occupational Health and Safety (OHS) Plan in Activities

6 MANAJEMEN INSIDEN
INCIDENT MANAGEMENT

Pemilik Lot, Pengguna atau External The Lot Owners, Users or External Providers
Provider yang melakukan kegiatan di carrying out activities in SCBD must
dalam Kawasan SCBD wajib memiliki have procedures/plans to handle every
prosedur/rencana untuk menangani occupational accident or incidents causing
setiap kecelakaan kerja atau kejadian death or assets/material loss, either
yang mengakibatkan kematian atau internally or externally, or illness caused by
kejadian yang mengakibatkan kerugian occupation occurring during the activity
aset/materiil baik internal maupun (incident management) as part of the OHS
eksternal, atau penyakit akibat kerja Plan.
(manajemen insiden) yang terjadi dalam
masa pelaksanaan kegiatannya, sebagai
bagian dari Rencana K3.

28 Peraturan Kawasan SCBD tentang Keselamatan dan Kesehatan kerja


Peningkatan Kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Penanganan Keadaan Darurat Manajemen Insiden

Improvement of The Occupational Health and Safety (OHS) Emergency Handling Incident Management

SCBD Estate Regulations on Occupational Health and Safety 29


Umum Landasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pelaksanaan Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dalam Kegiatan

General The Foundation of Occupational Health and Safety (OHS) The Implementation of Occupational Health and Safety (OHS) Plan in Activities

Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider yang melakukan The Lot Owners, Users or External Providers carrying out
kegiatan di dalam Kawasan SCBD wajib melaporkan setiap activities in SCBD must report every occupational accident or
kecelakaan kerja atau kejadian yang mengakibatkan incidents causing death or assets/material loss, either internally
kematian atau kejadian yang mengakibatkan kerugian aset/ or externally, or illness caused by occupation to all authorized
materiil baik internal maupun eksternal, atau penyakit akibat parties in accordance with the prevailing Laws and Regulations
kerja yang terjadi di lokasi kegiatan/tempat kerjanya kepada in Indonesia. The Lot Owners, Users or External Providers must
semua pihak yang berwenang, sesuai Peraturan Perundang- also report those incidents to the SCBD Estate Management.
undangan yang berlaku di Indonesia. Laporan tentang
kejadian tersebut wajib disampaikan juga kepada Pengelola
Kawasan SCBD.

Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider yang melakukan The Lot Owners, Users or External Providers carrying out
kegiatan di dalam Kawasan SCBD wajib dan bertanggung activities in SCBD must perform a comprehensive investigation
jawab melakukan langkah-langkah investigasi dan evaluasi and evaluation toward every occupational accident or incident
yang komprehensif terhadap setiap kecelakaan kerja atau causing death or incidents that cause assets/material loss,
kejadian yang mengakibatkan kematian atau kejadian yang either internally or externally, or illness caused by occupation.
mengakibatkan kerugian aset/materiil baik internal maupun This includes, but not limited to:
eksternal, atau penyakit akibat kerja yang terjadi di lokasi
kegiatan/tempat kerja, sesuai dengan Peraturan Perundang-
undangan yang berlaku di Indonesia, termasuk namun tidak
terbatas pada:
• Membentuk tim investigasi yang profesional dan • Establishing a professional and competent investigation
kompeten, dengan jumlah anggota tim yang disesuaikan team, with the number of team members adjusted to the
dengan jenis kejadian, termasuk namun tidak terbatas type of incident. This includes, but not limited to coordinator/
pada koordinator/pengawas, pemilik fasilitas kerja, supervisor, work facility owner, experts in certain fields
keahlian bidang tertentu (untuk kasus-kasus yang (for cases that require experts), Authorized Government
membutuhkan ahli di bidangnya), instansi pemerintah Agency, as well as the management and top management
yang berwenang serta keterlibatan manajemen dan top involvement;
manajemen;
• Mengumpulkan segala informasi terkait secara langsung • Gathering all information from the scene and interviewing
di tempat kejadian, melakukan interview dengan berbagai the parties involved;
pihak yang terlibat dan sebagainya;
• Membuat kronologis kejadian untuk memahami alur • Constructing incident chronology to understand the
cerita dari awal sampai kejadian itu terjadi; narrative from the beginning to the end;
• Mengidentifikasi semua tindakan mitigasi/pengendalian • Identifying all Risk mitigation/control actions that have
risiko yang sudah dibuat dan dilakukan untuk mengetahui been taken to figure out and determine the root cause of
dan menentukan akar penyebab dari kejadian tersebut; such incident;
• Melakukan analisis dan menentukan akar penyebab dari • Analyzing and determining the root cause of such incidents
kejadian tersebut atau Root Cause Analysis (RCA); or Root Cause Analysis (RCA);
• Membuat evaluasi dan rekomendasi berupa solusi untuk • Making evaluations and recommendations in the form of
mengatasi akar penyebabnya, sehingga kejadian atau solutions to overcome its root cause to prevent similar events
insiden serupa tidak terjadi lagi. Rekomendasi tersebut or incidents from reoccurring. Such recommendations must
harus detail, jelas, dan relevan dengan akar penyebabnya be detailed, clear and relevant with the root cause and
serta harus jelas penanggung jawab pelaksananya; dan clearly state the designated person; and
• Hasil investigasi beserta evaluasi dan rekomendasinya • Submitting the investigation result along with its evaluation
harus dilaporkan, sebagai masukan utama bagi and recommendation, as primary input for the management
manajemen atau top manajemen agar kejadian atau or top management to prevent similar incident from
insiden serupa tidak terulang. recurring.

30 Peraturan Kawasan SCBD tentang Keselamatan dan Kesehatan kerja


Peningkatan Kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Penanganan Keadaan Darurat Manajemen Insiden

Improvement of The Occupational Health and Safety (OHS) Emergency Handling Incident Management

Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider yang The respective Lot Owners, Users or External Providers must
bersangkutan wajib melaporkan kepada Pengelola Kawasan submit to the SCBD Estate Management all investigation results
SCBD semua hasil investigasi dan evaluasi/rekomendasi and evaluations/recommendations as mentioned above, along
tersebut di atas, yang dilengkapi dengan program-program with the recovery programs for the impact of the incident.
pemulihan atas dampak insiden yang terjadi.

Untuk kejadian-kejadian yang merugikan atau merusak citra The SCBD Estate Management may impose special sanctions
Kawasan SCBD, Pengelola Kawasan SCBD dapat menjatuhkan for incidents that are destructive to the image of SCBD.
sanksi khusus.

Selanjutnya Pemilik Lot, Pengguna atau External Provider yang Subsequently, the relevant Lot Owners, Users or External
bersangkutan harus segera melakukan tindakan-tindakan Providers must immediately take action to restore the state that
untuk memulihkan semua hal akibat terjadinya kejadian atau arises from such events or incidents, in such a way so that they
insiden tersebut, sedemikian rupa sehingga kegiatannya can resume their activities.
dapat terus berlangsung/dilanjutkan.

SCBD Estate Regulations on Occupational Health and Safety 31


Umum Landasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pelaksanaan Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dalam Kegiatan

General The Foundation of Occupational Health and Safety (OHS) The Implementation of Occupational Health and Safety (OHS) Plan in Activities

Lampiran Peraturan Perundang-Undangan Attachment of the Laws and Regulations


Terkait Peraturan Kawasan SCBD Tentang Concerning the SCBD Regulations on
Keselamatan dan Kesehatan Kerja Occupational Health and Safety

No. PERATURAN PERUNDANGAN DAN TENTANG


PERATURAN LAINNYA SUBJECT
LAWS AND
OTHER REGULATIONS
Undang - Undang Laws
1 UU No. 14 Tahun 1969 Ketentuan-Ketentuan Pokok Mengenai Tenaga Kerja
Law No. 14 of 1969 Principal Provisions on Manpower
2 UU No. 01 Tahun 1970 Keselamatan Kerja
Law No. 01 of 1970 Occupational Safety
3 UU No. 03 Tahun 1992 Jaminan Sosial Tenaga Kerja
Law No. 03 of 1992 Manpower Social Security
4 UU No. 14 Tahun 1992 Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Umum
Law No. 14 of 1992 Traffic and Public Road Transportation
5 UU No. 18 Tahun 1999 Jasa Konstruksi
Law No. 18 of 1999 Construction Services
6 UU No. 19 Tahun 1999 Konvensi ILO Mengenai Penghapusan Kerja Paksa
Law No. 19 of 1999 ILO Convention on the Abolition of Forced Labor
7 UU No. 21 Tahun 2000 Serikat Pekerja dan Buruh
Law No. 21 of 2000 Labor Unions
8 UU No. 28 Tahun 2002 Bangunan Gedung
Law No. 28 of 2002 Building Construction
9 UU No. 13 Tahun 2003 Ketenagakerjaan
Law No. 13 of 2003 Employment
10 UU No. 40 Tahun 2004 Sistem Jaminan Sosial Nasional
Law No. 40 of 2004 National Social Security System
11 UU No. 24 Tahun 2007 Penanggulangan Bencana
Law No. 24 of 2007 Catastrophe Mitigation
12 UU No. 22 Tahun 2009 Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
Law No. 22 of 2009 Traffic and Road Transportation
13 UU No. 30 Tahun 2009 Ketenagalistrikan
Law No. 30 of 2009 Electricity
14 UU No. 35 Tahun 2009 Narkotika
Law No. 35 of 2009 Narcotics
15 UU No. 36 Tahun 2009 Kesehatan
Law No. 36 of 2009 Health

Peraturan Pemerintah Government Regulations


1 PP No. 14 Tahun 1993 Penyelenggaraan Program Jamsostek
PP No. 14 of 1993 Manpower Social Security (Jamsostek) Program Implementation
2 PP No. 53 Tahun 2012 Perubahan ke Delapan atas PP No. 14 Tahun 1993 tentang Penyelesaian
Program Jamsostek
PP No. 53 of 2012 Eighth Amendment to PP No. 14 of 1993 concerning Jamsostek Program
Settlement.

32 Peraturan Kawasan SCBD tentang Keselamatan dan Kesehatan kerja


Peningkatan Kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Penanganan Keadaan Darurat Manajemen Insiden

Improvement of The Occupational Health and Safety (OHS) Emergency Handling Incident Management

No. PERATURAN PERUNDANGAN DAN TENTANG


PERATURAN LAINNYA SUBJECT
LAWS AND
OTHER REGULATIONS
3 PP No. 41 Tahun 1999 Pengendalian Pencemaran Udara
PP No. 41 of 1999 Air Pollution Control
4 PP No. 101 Tahun 2002 Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
PP No. 101 of 2002 Hazardous and Toxic Waste Management
5 PP No. 85 Tahun 1999 Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1999 tentang
Pengelolaan Limbah B3
PP No. 85 of 1999 Amendment to PP No. 18 of 1999 concerning HTW Management
6 PP No. 29 Tahun 2000 Penyelenggaraan Jasa Konstruksi
PP No. 29 of 2000 Construction Services Implementation
7 PP No. 82 Tahun 2001 Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air
PP No. 82 of 2001 Water Quality Management and Water Pollution Control
8 PP No. 27 Tahun 2012 Izin Lingkungan
PP No. 27 of 2012 Environmental Permit
9 PP No. 64 Tahun 2005 Perubahan ke Empat Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 1993 tentang
Penyelenggaraan Program Jamsostek (Pasal 22 dan Lampiran II)
PP No. 64 of 2005 Fourth Amendment to PP No. 14 of 1993 concerning the Implementation of
Jamsostek Program (Article 22 and Attachment II)
10 PP No. 50 Tahun 2012 Penerapan Sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja
PP No. 50 of 2012 Occupational Health and Safety Program Implementation
11 PP No. 78 Tahun 2015 Pengupahan
PP No. 78 of 2015 Wages

Peraturan Presiden Presidential Regulations


1 Perpres No. 12 Tahun 2013 Jaminan Kesehatan
Perpres No. 12 of 2013 Health Security

Keputusan Presiden Presidential Decree


1 Keppres No. 22 Tahun 1993 Penyakit yang Timbul Karena Hubungan Kerja
Keppres No. 22 of 1993 Illness Caused by Employment Relation
2 Keppres No. 04 Tahun 1980 Wajib Lapor Lowongan Pekerjaan
Keppres No. 04 of 1980 Compulsory Reporting of Job Vacancy

Peraturan Menteri Ministerial Regulations


1 Permen Perburuhan No. 07 Tahun 1964 Syarat Kesehatan, Kebersihan serta Penerangan dalam Tempat Kerja
Regulation of the Minister of Manpower No. Health, Hygiene and Lighting Requirements in the Workplace
07 of 1964
2 Permen Tenaga Kerja No. 01 Tahun 1976 Wajib Latihan Hyperkes Bagi Dokter Perusahaan
Regulation of the Minister of Manpower No. Compulsory Industrial Hygiene and Occupational Health (Hyperkes)
01 of 1976 Training for Company Doctors
3 Permen Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Persyaratan Penunjukan dan Wewenang serta Kewajiban Pegawai
Koperasi No. 03 Tahun 1978 Pengawas Keselamatan Kerja dan Ahli Keselamatan Kerja
Regulation of the Minister of Manpower, Appointment Requirements and the Authority and Obligations of
Transmigration & Cooperation No. 03 of Occupational Safety Controller and Occupational Safety Expert
1978
4 Permen Tenaga Kerja No. 01 Tahun 1980 Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Konstruksi Bangunan
Regulation of the Minister of Manpower No. Occupational Health and Safety in Building Construction
01 of 1980
SCBD Estate Regulations on Occupational Health and Safety 33
Umum Landasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pelaksanaan Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dalam Kegiatan

General The Foundation of Occupational Health and Safety (OHS) The Implementation of Occupational Health and Safety (OHS) Plan in Activities

No. PERATURAN PERUNDANGAN DAN TENTANG


PERATURAN LAINNYA SUBJECT
LAWS AND
OTHER REGULATIONS
5 Permen Tenaga Kerja No. 02 Tahun 1980 Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja dalam Penyelenggaraan Keselamatan
Kerja
Regulation of the Minister of Manpower No. Health Inspection of Labor in the Implementation of Occupational Safety
02 of 1980
6 Permen Tenaga Kerja No. 04 Tahun 1980 Syarat-Syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan
Regulation of the Minister of Manpower No. Installation and Maintenance Requirements of Portable Fire Extinguishers
Per.04 of 1980
7 Permen Tenaga Kerja No. 01 Tahun 1981 Kewajiban Melapor Penyakit Akibat Kerja
Regulation of the Minister of Manpower No. Obligation to Report Occupational Illness
01 of 1981
8 Permen Tenaga Kerja No. 02 Tahun 1982 Kualifikasi Juru Las
Regulation of the Minister of Manpower No. Welder Qualification
02 of 1982
9 Permen Tenaga Kerja No. 03 Tahun 1982 Pelayanan Kesehatan dan Tenaga Kerja
Regulation of the Minister of Manpower No. Health and Labor Services
03 of 1982
10 Permen Tenaga Kerja No. 02 Tahun 1983 Instalasi Alarm Kebakaran Automatik
Regulation of the Minister of Manpower No. Installation of Automatic Fire Alarm
02 of 1983
11 Permen Tenaga Kerja No. 05 Tahun 1985 Pesawat Angkat dan Angkut
Regulation of the Minister of Manpower No. Lifting and Transportation Aircraft
05 of 1985
12 Permen Tenaga Kerja No. 04 Tahun 1987 Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Tata Cara
Penunjukan Ahli Keselamatan Kerja
Regulation of the Minister of Manpower No. Committee of the Occupational Health and Safety Mentors and
04 of 1987 Appointment Procedures for Occupational Safety Experts
13 Permen Tenaga Kerja No. 01 Tahun 1989 Kualifikasi dan Syarat-Syarat Operator Keran Angkat
Regulation of the Minister of Manpower No. Qualification and Requirements of Crane Operator
01 of 1989
14 Permen Tenaga Kerja No. 02 Tahun 1989 Pengawasan Instalasi Penyalur Petir
Regulation of the Minister of Manpower No. Supervision of Lightning Distributor Installation
02 of 1989
15 Permen Tenaga Kerja No. 02 Tahun 1992 Tata Cara Penunjukan Kewajiban dan Wewenang Ahli Keselamatan dan
Kesehatan Kerja
Regulation of the Minister of Manpower No. Appointment Procedures for the Obligations and Authorities of Occupational
02 of 1992 Health and Safety Experts
16 Permen Tenaga Kerja No. 04 Tahun 1993 Jaminan Kecelakaan Kerja
Regulation of the Minister of Manpower No. Occupational Accident Insurance
04 of 1993
17 Permen Kesehatan No. 472 Tahun 1996 Pengamanan Bahan Berbahaya Bagi Kesehatan
Regulation of the Minister of Health No. 472 Security of Hazardous Materials for Health
of 1996
18 Permen Tenaga Kerja No. 01 Tahun 1998 Penyelenggaraan Pemeliharaan Kesehatan Bagi Tenaga Kerja dengan
Manfaat Lebih Baik dari Paket Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Dasar
Jaminan Sosial Tenaga Kerja
Regulation of the Minister of Manpower No. Organizing Health Maintenance for Manpower with Better Benefit from the
01 of 1998 Basic Health Care Insurance Package of Manpower Social Security

34 Peraturan Kawasan SCBD tentang Keselamatan dan Kesehatan kerja


Peningkatan Kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Penanganan Keadaan Darurat Manajemen Insiden

Improvement of The Occupational Health and Safety (OHS) Emergency Handling Incident Management

No. PERATURAN PERUNDANGAN DAN TENTANG


PERATURAN LAINNYA SUBJECT
LAWS AND
OTHER REGULATIONS
19 Permen Tenaga Kerja No. 03 Tahun 1998 Tata Cara Pelaporan dan Pemeriksaan Kecelakaan
Regulation of the Minister of Manpower No. Procedures for Reporting and Inspecting Accidents
03 of 1998
20 Permen Tenaga Kerja No. 03 Tahun 1999 Syarat-Syarat K3 Lift Untuk Pengangkutan Orang dan Barang
Regulation of the Minister of Manpower No. Occupational Health and Safety Requirements for Elevators Carrying
03 of 1999 Persons and Goods
21 Permen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan dan Peredaran
No. 11 Tahun 2005 Gelap Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya di Tempat Kerja
Regulation of the Minister of Manpower & Prevention and Mitigation of Abuse and Illicit Distribution of Narcotics,
Transmigration No. 11 Tahun 2005 Psychotropics, and Other Addictive Substances at the Workplace
22 Permen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di Tempat Kerja
No. 15 Tahun 2008
Regulation of the Minister of Manpower & First Aid on Accidents at the Workplace
Transmigration No. 15 of 2008
23 Permen Pekerjaan Umum No. 09 Tahun Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
2008 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum
Regulation of the Minister of Public Works Guidelines for Occupational Health and Safety Management System
No. 09 of 2008 (OHSMS) Construction in the Public Works Sector
24 Permen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Alat Pelindung Diri
No. 08 Tahun 2010
Regulation of the Minister of Manpower & Personal Protective Equipment
Transmigration No. 08 of 2010
25 Permen Kesehatan No. 492 Tahun 2010 Persyaratan Kualitas Air Minum
Regulation of the Minister of Health No. 492 Drinking Water Quality Requirements
of 2010
26 Permen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Operator dan Petugas Pesawat Angkat Angkut
No. 09 Tahun 2010
Regulation of the Minister of Manpower & Operators and Officers of Lifting Transportation Aircraft
Transmigration No. 09 of 2010
27 Permen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nilai Ambang Batas Fisika dan Kimia di Tempat Kerja
No. 13 Tahun 2011
Regulation of the Minister of Manpower & Physics and Chemical Thresholds at the Workplace
Transmigration No. 13 of 2011
28 Permen Kesehatan No. 35 Tahun 2012 Pedoman Identifikasi Faktor Risiko Kesehatan
Regulation of the Minister of Health No. 35 Guidelines for Health Risk Factors Identification
of 2012
29 Permen Komunikasi dan Informasi No. 04 Ketentuan Operasional dan Tata Cara Perizinan Penggunaan Spektrum
Tahun 2015 Frekuensi Radio
Regulation of the Minister of Operational Requirements and Licensing Procedures for the Use of Radio
Communication & Information No. 04 of Frequency Spectrum
2015
30 Permen Perhubungan No. 13 Tahun 2014 Rambu Lalu Lintas
Regulation of the Minister of Transport No. Traffic Signs
13 of 2014
31 Permen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Listrik di Tempat Kerja
No. 12 Tahun 2015
Regulation of the Minister of Manpower & Occupational Health and Safety on Electricity at the Workplace
Transmigration No. 12 of 2015

SCBD Estate Regulations on Occupational Health and Safety 35


Umum Landasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pelaksanaan Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dalam Kegiatan

General The Foundation of Occupational Health and Safety (OHS) The Implementation of Occupational Health and Safety (OHS) Plan in Activities

No. PERATURAN PERUNDANGAN DAN TENTANG


PERATURAN LAINNYA SUBJECT
LAWS AND
OTHER REGULATIONS
32 Permen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Perubahan atas Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 02 Tahun 1989
No. 31 Tahun 2015 tentang Pengawasan Instalasi Penyalur Petir
Regulation of the Minister of Manpower & Amendment to Regulation of the Minister of Manpower No. 02 of 1989 on
Transmigration No. 31 of 2015 the Supervision of Lightning Distributor Installation
33 Permen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan
No. 06 Tahun 2016
Regulation of the Minister of Manpower & Religious Holidays Allowance for Workers in Companies
Transmigration No. 06 of 2016
34 Permen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bekerja pada Ketinggian
No. 09 Tahun 2016
Regulation of the Minister of Manpower & Working at an Altitude
Transmigration No. 09 of 2016
35 Permen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Bejana Tekanan dan Tangki Timbun
No. 37 Tahun 2016
Regulation of the Minister of Manpower & Occupational Health and Safety for Pressure Vessel and Storage Tank
Transmigration No. 37 of 2016
36 Permen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat Tenaga dan Produksi
No. 38 Tahun 2016
Regulation of the Minister of Manpower & Occupational Health and Safety for Power Plane and Production
Transmigration No. 38 of 2016

Keputusan Menteri Ministerial Decree


1 Keputusan Bersama Menteri Tenaga Kerja Keselamatan Kerja pada Tempat Kegiatan Konstruksi
dari Menteri Pekerjaan Umum No. 174
Tahun 1986, No.: 104/KPTS/1986
Joint Decree of the Minister of Manpower Occupational Safety at Construction Place
from the Minister of Public Works No. 174 of
1986, No.: 104/KPTS/1986
2 Kepmen Tenaga Kerja No. 1135 Tahun Bendera Keselamatan dan Kesehatan Kerja
1987
Decree of the Minister of Manpower No. Flags of Occupational Health and Safety
1135 of 1987
3 Kepmen Tenaga Kerja No. 333 Tahun 1989 Diagnosis dan Pelaporan Penyakit Akibat Kerja
Decree of the Minister of Manpower No. 333 Diagnosis and Reporting of Occupational Illness
of 1989
4 Kepmen Perhubungan No. 61 Tahun 1993 Rambu-Rambu Lalu Lintas di Jalan
Decree of the Minister of Transport No. 61 of Traffic Signs on the Road
1993

36 Peraturan Kawasan SCBD tentang Keselamatan dan Kesehatan kerja


Peningkatan Kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Penanganan Keadaan Darurat Manajemen Insiden

Improvement of The Occupational Health and Safety (OHS) Emergency Handling Incident Management

No. PERATURAN PERUNDANGAN DAN TENTANG


PERATURAN LAINNYA SUBJECT
LAWS AND
OTHER REGULATIONS
5 Kepmen Tenaga Kerja No. 51 Tahun 1999 Nilai Ambang Batas Faktor Fisika di Tempat Kerja
Decree of the Minister of Manpower No. 51 Physics Thresholds at the Workplace
of 1999
6 Kepmen Tenaga Kerja No. 187 Tahun 1999 Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya di Tempat Kerja
Decree of the Minister of Manpower No. 187 Control of Hazardous Chemicals at the Workplace
of 1999
7 Kepmen Tenaga Kerja No. 186 Tahun 1999 Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja
Decree of the Minister of Manpower No. 186 Fire Control Unit at the Workplace
of 1999
8 Kepmen Pekerjaan Umum No. 10 Tahun Ketentuan Teknis Pengamanan Terhadap Bahaya Kebakaran pada
2000 Bangunan Gedung dan Lingkungan
Decree of the Minister of Public Works No. Technical Requirements of Fire Safety in Buildings and the Environment
10 of 2000
9 Kepmen Kesehatan No. 907 Tahun 2002 Syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum
Decree of the Minister of Health No. 907 of Requirements and Supervision of Drinking Water Quality
2002
10 Kepmen Kesehatan No. 1405 Tahun 2002 Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri
Decree of the Minister of Health No. 1405 of Occupational Health Requirements in the Office and Industry
2002
11 Kepmen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di Tempat Kerja
No. 68 Tahun 2004
Decree of the Minister of Manpower and HIV/AIDS Prevention and Control in the Workplace
Transmigration No. 68 of 2004
12 Kepmen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pedoman Penyelesaian Kasus Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat
No. 609 Tahun 2012 Kerja
Decree of the Minister of Manpower and Guidelines for Occupational Accident and Occupational Illness Settlement
Transmigration No. 609 of 2012

Instruksi Menteri Ministerial Instructions


1 Intruksi Menteri Tenaga Kerja No. 11 Tentang Pengawasan Khusus K3 Penanggulangan Kebakaran
Tahun 1997
Instruction of the Minister of Manpower No. Special Supervision of Occupational Health and Safety on Fire Mitigation
11 of 1997

SCBD Estate Regulations on Occupational Health and Safety 37


Umum Landasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pelaksanaan Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dalam Kegiatan

General The Foundation of Occupational Health and Safety (OHS) The Implementation of Occupational Health and Safety (OHS) Plan in Activities

No. PERATURAN PERUNDANGAN DAN TENTANG


PERATURAN LAINNYA SUBJECT
LAWS AND
OTHER REGULATIONS
Surat Edaran Menteri Circular of the Ministers
1 Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Pengadaan Kantin dan Ruang Makan
Transmigrasi No. 01 Tahun 1979
Circular Letter of the Minister of Manpower Procurement of Cafeteria and Dining Room
and Transmigration No. 01 of 1979
2 Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja No. 06 Pewarnaan Botol Baja atau Tabung Gas Bertekanan
Tahun 1990
Circular Letter of the Minister of Manpower Coloring of Steel Bottle or Pressure Gas Tube
No. 06 of 1990
3 Surat Edaran Dirjen, Binawas No. 05 Tahun Penggunaan Alat Pelindung Diri
1997
Circular Letter of the Director General, of Use of Personal Protective Equipment
Guidance and Supervision No. 05 of 1997
4 Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Peningkatan Pembinaan dan Pengawasan Keselamatan dan Kesehatan
No. 13 Tahun 2015 Kerja Bidang Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja
Circular Letter of the Minister of Manpower Improvement of Mentoring and Supervision for Occupational Health and
No. 13 of 2015 Safety on Fire Mitigation in the Workplace
5 Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Pembayaran Tunjangan Hari Raya Keagamaan
No. 01 Tahun 2016
Circular Letter of the Minister of Manpower Payment of Religious Holiday Allowance
No. 01 of 2016

Keputusan Dirjen Kementerian Decree of the Directorate Generals of Ministiers


1 Keputusan Direktur Jenderal Binawas No. Persyaratan, Penunjukan, Hak, dan Kewajiban Teknisi Lift
407 Tahun 1999
Decree of the Director General of Guidance Requirements, Appointment, Rights and Obligations of Lift Technicians
and Supervision No. 407 of 1999
2 Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Sertifikat Kompetensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Teknisi Listrik
Hubungan Industrial dan Pengawasan
Ketenagakerjaan No. 311 Tahun 2002
Decree of the Director General of Industrial Certificate of Occupational Health and Safety Competency for Electrical
Relations and Labor Inspection No. 311 of Technicians
2002

38 Peraturan Kawasan SCBD tentang Keselamatan dan Kesehatan kerja


Peningkatan Kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Penanganan Keadaan Darurat Manajemen Insiden

Improvement of The Occupational Health and Safety (OHS) Emergency Handling Incident Management

No. PERATURAN PERUNDANGAN DAN TENTANG


PERATURAN LAINNYA SUBJECT
LAWS AND
OTHER REGULATIONS
Peraturan Daerah Local Regulation
1 Peraturan DKI Jakarta No. 8 Tahun 2008 Penanggulangan Bahaya Kebakaran dalam Wilayah DKI Jakarta
DKI Jakarta Regulation No. 8 of 2008 Fire Mitigation in the DKI Capital Region

Peraturan Gubernur Governor Regulation


1 Pergub DKI Jakarta No. 08 Tahun 2008 Kawasan Dilarang Merokok
DKI Jakarta Governor Regulation No. 08 of Non-smoking Area
2008
2 Pergub DKI Jakarta No. 102 Tahun 2012 Penyediaan dan Penyelengaraan Fasilitas Parkir di Luar Ruang Milik Jalan
DKI Jakarta Governor Regulation No. 102 of Provision and Operation of Off-Road Parking Facilities
2012

Keputusan Gubernur Governor Decree


1 Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Pengendalian Merokok di Tempat Kerja di Lingkungan Pemerintah DKI
No. 11 Tahun 2004
DKI Jakarta Governor Decree No. 11 of 2004 Smoking Control in the Workplace within the Territory of the Government of
the Special Capital Region

SCBD Estate Regulations on Occupational Health and Safety 39


Halaman ini sengaja dikosongkan
This page is intentionally left blank
Gedung Artha Graha Lt.12
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 52.53
Jakarta 12190
Tel: +62 (21) 515 2390
Fax: +62 (21) 515 2391
E-mail: corporate.secretary@scbd.com