Вы находитесь на странице: 1из 18

PENERAPAN SURAT PEMBERITAHUAN ELEKTRONIK

(E-SPT) MASA PPN TERHADAP PEMENUHAN PEMERIKSAAN PADA


WAJIB PAJAK
BADAN
(STUDI KASUS KPP MADYAMAKASSAR)

REZKY WARDANI
105751100316

ABSTRACT

REZKY WARDANI, 2019. Application of Electronic Notice (E-SPT) of


VAT Period to Fulfillment of Examination of Corporate Taxpayers at KPP
Madya Makassar, Scientific Writing of the Faculty of Economics and Business Tax
Study Program Muhammadiyah University of Makassar. Guided by Advisor I H.
Andi Rustam and Advisor II Amran.

This research is based on fluctuating tax receipts for each tax receipt paid, so
that in dealing with these problems there needs to be a system reform in stimulating
tax revenues each year. A good reform of the management information system and
using an e-government system in a service system is needed where the onliline
system is needed for tax audit compliance.

The purpose of this study is to answer the problem of how the


implementation of the online service system is the application of electronic
notification letters (E-SPT) that are carried out towards the fulfillment of tax audits. In
accordance with Parker's theory (2011: 1) in the form of optimal information or
optimal information services such as Availability, easy to understand, relevant,
useful, timely, reliability, accurate, and consistent. The basis of this research is
qualitative with descriptive research type. The techniques used in collecting data are
field observations, in-depth interviews, and documentation. Then the data and
interview results obtained were analyzed descriptively qualitatively.

From the results of the research conducted, there is data that states that the
process of applying an Online-based System to the fulfillment of examinations has
been well implemented, evidenced by the existence of very synchronous answers
between service informants and tax audit information and. Therefore, in-depth
socialization is needed so that all parties served and parties served can optimize the
online system.

Keywords: Online Service System, Online Reporting (E-SPT), Tax Examination.


ABSTRAK

REZKY WARDANI, 2019. Penerapan Surat Pemberitahuan Elektronik (E-SPT)


Masa PPN Terhadap Pemenuhan Pemeriksaan Pada Wajib Pajak Badan di KPP
Madya Makassar, Karya Tulis Ilmiah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prodi Perpajakan
Universitas Muhammadiyah Makassar. Dibimbing oleh Pembimbing I H. Andi
Rustam, dan Pembimbing II Amran.

Penelitian ini didasari adanya fluktuatif penerimaan pajak tiap penerimaan


pajak yang dibayarkan, sehingga dalam menangani masalah tersebut perlu adanya
reformasi sistem dalam menstimulus penerimaan pajak tiap tahunnya. Reformasi
sistem informasi manajemen yang baik dan menggunakan sistem e-government
dalam sebuah sistem pelayanan sangatlah dibutuhkan dimana sistem onliline sangat
dibutuhkan bagi pemenuhan pemeriksaan pajak.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab permasalahan mengenai


bagaimana penerapan sistem pelayanan online yaitu penerapan surat
pemberitahuan elektronik (E-SPT) yang dijalankan terhadap pemenuhan
pemeriksaan pajak Sesuai dengan teori Parker (2011:1) berupa optimalnya sebuah
informasi atau layanan informasi yang optimal seperti Ketersediaan, mudah
dipahami, relevan, bermanfaat, tepat waktu, keandalan, akurat, dan konsisten.
Dasar penelitian ini adalah bersifat kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Teknik
yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi lapangan, wawancara
mendalam, dan dokumentasi. Kemudian data dan hasil wawancara yang diperoleh
di analisis secara deskriptif kualitatif.

Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan adanya data yang


menyatakan bahwa proses penerapan Sistem berbasis Online terhadap pemenuhan
pemeriksaan telah diterapkan dengan baik itu dibuktikan adanya jawaban yang
sangat sinkron antara informan pelayanan dan informa pemeriksaan pajak dan
menunjukkan konsistensi dengan mengharuskan seluruh wajib pajak yang terdaftar
di KPP Madya Makassar memakai sistem online yang berkelanjutan. Maka dari itu di
perlukan sosialisasi yang mendalam agar sampai kepada seluruh pihak yang
dilayani dan pihak dilayani dapat mengoptimalkan sistem online tersebut.

Kata Kunci : Sistem Pelayanan Online, Pelaporan Online (E-SPT),Pemeriksaan


Pajak.
PENDAHULUAN menurut persepsi Wajib Pajak
ternyata sangat berpengaruh
Latar Belakang
terhadap efisiensi pengisian SPT.
Pajak merupakan sumber
Sehingga kewajiban petugas
penerimaan yang penting dalam
perpajakan dapat berjalan dengan
menopang pembiayaan pembangunan
baik dan cepat. Semakin baik
yang bersumber dari dalam negeri.
penerapan E-SPT Masa PPN, maka
Besar kecilnya pajak akan
semakin efisien juga dalam
menentukan kapasitas anggaran
pengisian SPT.
negara dalam membiayai pengeluaran
Penggunaan E-SPT dimaksudkan
negara, baik untuk pembiayaan
agar semua proses kerja dan
pembangunan maupun untuk
pelayanan perpajakan berjalan
pembiayaan rutin. Salah satu upaya
dengan baik, lancar, akurat serta
yang dilakukan Dirjen Pajak untuk
mempermudah wajib pajak dalam
memaksimalkan penerimaan pajak
melaksanakan kewajiban
adalah dengan melakukan reformasi
perpajakannya sehingga kepatuhan
administrasi perpajakan.Direktur
wajib pajak diharapkan dapat
Jenderal (Dirjen) Pajak, menyatakan
meningkat. Selain kemudahan yang
bahwa, salah satu langkah strategis
diberikan oleh wajib pajak, petugas
dalam pengamanan pajak adalah
pajak pun menjadi efisien dalam
dengan Penyempurnaan sistem
menjalankan tugasnya khususnya
administrasi perpajakan di sektor
dalam hal pemeriksaan pajak.
PPN. Administrasi perpajakan yang
Pemeriksaan pajak adalah
efektif harus menciptakan lingkungan
serangkaian kegiatan menghimpun
yang mendorong Wajib Pajak secara
data dan mengolah data, keterangan
sukarela mematuhi peraturan yang
atau bukti yang dilaksanakan secara
berlaku.
objektif dan profesional berdasarkan
Untuk dapat mencapai tujuan
suatu standar pemeriksaan.
tersebut diperlukan sarana dan
Fasilitas pajak dalam rangka
prasarana yang tentunya tidak
modernisasi administrasi perpajakan
terlepas dari masalah E-SPT masa
E-SPT ini sudah mulai diterapkan,
PPN. Penerapan E-SPT Masa PPN,
untuk digunakan oleh Wajib Pajak dengan judul Analisis Sistem E-SPT
sehingga memudahkan dalam pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP)
penyampaian SPT. Hal ini Pratama Tuban yang menyatakan
dikarenakan seringnya terjadi bahwa Direktorat Jendral Pajak
kesalahan dalam pelaporan pajak menciptakan sistem tersebut untuk
terutang melalui SPT manual. menghindari adanya penumpukan
Pelaporan pajak terutang data yang dikirimkan oleh wajib pajak.
melalui SPT manual dianggap Selain itu sistem ini bertujuan untuk
memiliki kelemahan, khususnya melakukan perekaman data secara
bagi wajib pajak yang melakukan cepat dan efektif guna mempercepat
transaksi dalam jumlah yang besar, proses penyelesaian pemeriksaan
dimana wajib pajak harus pajak.
melampirkan dokumen (hardcopy) Berdasarkan penelitian
dalam jumlah yang cukup besar tersebut, peneliti tertarik untuk
kepada Kantor Pelayanan Pajak melakukan penelitian yang berjudul
(KPP) Madya Makassar, sehingga “Penerapan Surat Pemberitahuan
hal ini menyebabkan pemborosan Elektronik (E-SPT) Masa PPN
dalam penggunaan kertas, Terhadap Pemenuhan Pemeriksaan
sementara proses perekaman data Pada Wajib Pajak Badan (Studi
memerlukan waktu yang cukup Kasus Di Kpp Madya Makassar)”.
lama sehingga pelaporan SPT
menjadi tertunda dan terlambat Rumusan Masalah
serta mengakibatkan adanya denda Berdasarkan latar belakang
yang harus dibayar wajib pajak. penelitian yang telah diuraikan di atas,
Penelitian mengenai penerapan maka dapat dirumuskan masalah
E-SPT telah dilakukan, yang bertujuan sebagai berikut “Bagaimana
untuk mengetahui sejauh mana penerapan E-SPT Masa PPN
penerapan E-SPT tersebut terhadap terhadap pemenuhan pemeriksaan
Pemeriksaan Pajak. Salah satunya, pajak pada wajib pajak badan di KPP
menurut hasil peneitian yang Madya Makassar?”
dipaparkan oleh Husna Devita (2018)
Tujuan Penelitian Universitas Muhammadiyah
Berdasarkan rumusan masalah Makassar.
yang telah dikemukakan, maka tujuan 2. Bagi Kantor Pelayanan Pajak
dari penelitian ini adalah untuk (KPP) Makassar, Hasil penelitian
mengetahui penerapan E-SPT Masa ini dapat memberikan informasi
PPN terhadap pemenuhan mengenai penerapan E-SPT
pemeriksaan pajak pada wajib pajak Masa PPN di KPP yang ada di
badan di KPP Madya Makassar. Makassar dan efisiensinya
terhadap pengisian SPT Masa
Manfaat Penelitian
PPn. Serta hasil penelitian ini
Hasil Penelitian ini diharapkan
dapat dijadikan umpan balik untuk
dapat memberikan manfaat sebagai
meningkatkan kepatuhan wajib
berikut :
pajak dengan menggunakan
1. Bagi akademisi, bagi penulis
sistem administrasi perpajakan
diharapkan dapat memberikan
modern.
manfaat sebagai ilmu
pengetahuan baru mengenai
Kerangka Konseptual
penerapan E-SPT yang ada di
KPP Madya Makassar, Bagi Kerangka konseptual adalah

penulis selanjutnya, diharapkan model teoritis yang berkaitan

dapat memberikan manfaat dengan bagaimana seseorang

sebagai alat literatur dan salah menyusun teori atau

satu referensi yang akan menghubungkan secara logis

digunakan guna mengembangkan beberapa faktor yang dianggap

penelitian, khususnya Penerapan penting untuk masalah. Maka dari

E-SPT Masa PPN terhadap itu peneliti membuat kerangka

Pemenuhan Pemeriksaan Pajak pemikiran sebagai berikut:

serta untuk memenuhi salah satu


persyaratan memperoleh gelar
Ahli Madya Perpajakan pada
program studi D-III Perpajakan di
Syarat-syarat yang
mendukung
Penerapan tersedianya informasi
Pajak E-SPT yang optimal menurut
Masa PPN Parker :
1. Ketersediaan
2. Mudah dipahami Pemeriksaan Pajak di KPP Madya
Reformasi 3. Relevan
Perpajakan 4. Bermanfaat Makassar.
5. Tepat Waktu

Objek atau Subjek Penelitian


1.
1.
Kecepatan Objek penelitian yang
dalam 2. K
Pemenuhan mengolah data digunakan peneliti adalah Penerapan
e
Pemeriksaan dan t
Pajak mengumpulka E-SPT Masa PPN Terhadap
n data.
Pemenuhan Pemeriksaan K Pajak.
2. Keakuratan
data yang e
diperoleh.
Subjek Penelitian adalah orang-orang
t
e
yang berpotensi untuk memberikan
r
Gambar 2.2. informasi tentang bagaimana
s
Kerangka Konseptual Penerapan Sistem E-SPT Masa e PPN
d
terhadap Pemenuhan Pemeriksaani
a
Metode Pelaksanaan Penelitian Pada Wajib Pajka Badan di KPP
a
Tipe Penelitian Madya Makassar yaitu : n
Tipe peneltiian yang digunakan 3.
a. Pelaksana seksi PelayananC
o
dalam penelitian ini yaitu tipe b. Pelaksana seksi Pemeriksaan.
m
p
penelitian deskriptif. Penelitian
r
deskriptif adalah penelitian yang Tempat dan Waktu e
h
dilakukan untuk mengetahui nilai Lokasi penelitian ini adalah
e
variable mandiri, baik satu variable Kantor Pelayanan Pajak Madya n
s
atau lebih, yaitu tanpa membuat Makassar yang berada di Kompleks
i
perbandingan atau menghubungkan Gedung Keuangan Negara Jlb Urip
i
dengan variable yang lainnya. Oleh Sumoharjo Km. 4, Makassar, 90113.
l
i
karena itu penulis menggunakan tipe Penelitian ini akan dilaksanakan
t
penelitian deskriptif yang dimaksudkan selama 2 (dua) bulan yang dimulai
y
untuk memberi gambaran secara jelas dari bulan Maret sampai dengan
(
mengenai masalah masalah yang bulan Juni Tahun 2019. m
u
diteliti yaitu tentang Penerapan Surat d
Pemberitahuan Elektronik (E-SPT) a
h
Masa PPN Terhadap Pemenuhan
d
i
p
a
h
a
m
Jenis Data dan Sumber Data a. Wawancara, dengan mengadakan
Menurut Suliyanto (2006 : 131-133) tanya jawab dengan bagian
jenis data dibagi menjadi 2 yaitu: akuntansi atau perpajakan.
1. Data Primer Data yang diperoleh b. Observasi, melakukan
langsung dari perusahaan atau pengamatan langsung ke KPP
data yang terjadi di lapangan Madya Makassar mengenai
penelitian yang diperoleh dengan penerapan E-SPT Masa Pajak
wawancara dan kemudian akan Pertambahan Nilai Terhadap
diolah oleh penulis. Pemenuhan Pemeriksaan Pajak.
2. Data Sekunder c. Dokumentasi, melakukan
Data yang telah ada di pengamatan langsung terhadap
perusahaan seperti struktur dokumen-dokumen yang ada
organisasi, sejarah perusahaan, pada KPP Madya Makassar
dan laporan keuangan. mengenai Penerapan E-SPT
Data yang akan digunakan dalam Masa PPN Terhadap Pemenuhan
penelitian ini adalah data primer dan Pemeriksaan Pajak.
data sekunder. Data primer yang
dihasilkan dari penelitian ini adalah Teknik Analisis Data
melalui hasil wawancara dan Menurut Sugiyono (2015, h.140-141)
observasi. Sedangkan data sekunder Teknik analisis terbagi 2 yaitu:
yang dihasilkan adalah data yang a) Analisis Kualitatif
telah ada di perusahaan seperti Analisis kualitatif adalah analisis
sejarah perusahaan, struktur yang tidak dapat dinyatakan dalam
organisasi perusahaan, data Pajak angka-angka dan dapat merupakan
Pertambahan Nilai, dan data lainnya jawaban dari suatu peristiwa yang
yang dibutuhkan dalam penelitian ini. sulit diukur.
b) Analisis Kuantitatif
Teknik Pengumpulan Data Analisis kuantitatif adalah analisis
Menurut Sugiyono (2006, h.130- yang dapat dinyatakan dalam
139) Prosedur pengumpulan data bentuk angka-angka dan dapat
yang digunakan adalah : dihitung dengan rumus statistik.
Teknik analisis data yang data selanjutnya, dan mencari
digunakan dalam penelitian ini apabila diperlukan. Reduksi data
adalah analisis data deskriptif dapat dibantu, dengan peralatan,
kualitatif yaitu melakukan analisa dari seperti komputer, notebook, dan
beberapa penjelasan atau uraian lain sebagainya.
pembahasan berdasarkan data hasil 2. Penyajian Data
penelitian yang diperoleh melalui Setelah data direduksi, maka
wawancara langsung, observasi dan langkah selanjutnya adalah
dokumentasi dengan cara menyajikan data dalam penelitian
mengorganisasikan data ke dalam kualitatif, di mana penyajian data
kategori, menjelaskan ke dalam unit- dilakukan dalam bentuk uraian
unit, melakukan sintesa, menyusun singkat, bagan, hubungan
dan memilih mana yang penting dan antarkategori, dan sejenisnya.
yang akan dipelajari, dan membuat Dengan adanya penyajian data,
pola kesimpulan sehingga mudah maka akan memudahkan untuk
dipahami oleh diri sendiri maupun memahami apa yang terjadi, dan
orang lain, seperti : merencanakan kerja selanjutnya
sejarah ringkas instansi, struktur berdasarkan apa yang telah
organisasi, data lain yang dipahami tersebut. Selanjutnya
berhubungan dengan penelitan : dalam melakukan display data,
Teknik analisis terdiri atas: selain dengan teks yang naratif,
1. Reduksi Data juga dapat berupa grafik, matrik,
Mereduksi data berarti network (jaringan kerja), dan
merangkum, memilih hal-hal yang chart.
pokok, memfokuskan pada hal-hal 3. Penarikan Kesimpulan dan
yang penting, serta dicari tema Verifikasi
dan Lpolanya. Dengan demikian Langkah ketiga dalam analisis
data ayang telah diereduksi akan data dalam penelitian kualitatif
memberikan gambaran yang lebih penarikan kesimpulan dan
jelas, dan mempermudah peneliti verifikasi. Kesimpulan awal
k
untuk melakukan pengumpulan yang dikemukakan masih
e

b
e
bersifat sementara, dan akan Perlu diketahui E-SPT Masa
mengalami perubahan apabila PPN merupakan suatu cara
tidak ditemukan bukti-bukti yang penyampaian Surat Pemberithunan
kuat yang mendukung pada tahap (SPT) Masa PPN secara elektronik
pengumpulan data berikutnya. yang dilakukan secara Online dan
Tetapi apabila kesimpulan yang Real Time melalui internet pada
dikemukakan pada tahap awal website Direktorat Jenderal Pajak atau
didukung oleh bukti-bukti yang penyedia layanan SPT Elektronik atau
valid dan konsisten saat peneliti Application Service Provider (ASP).
kembali ke lapangan Sedangkan Surat Pemberitahunan
mengumpulkan data, maka Masa PPN oleh wajib pajak digunakan
kesimpulan yang dikemukakan untuk melaporkan penghitungan,
merupakan kesimpulan yang pembayaran pajak dan atau
kredibel. pelunasan pajak, objek pajak dan atau
bukan objek pajak dan atau harta dan
Hasil Penelitian Dan Pembahasan kewajiban serta penyetoran pajak dari
Hasil penelitian pemotong atau pemungut pajak,
Sesuai dengan tujuan penelitian menurut ketentuan peraturan
yaitu ingin mengetahui seberapa jauh perundang-undangan perpajakan.
penerapan E-SPT Masa PPN
terhadap Pemenuhan Pemeriksaan Penerapan Surat Pemberitahuan
Pajak pada wajib pajak badan di Elektronik (E-SPT) Masa PPN
kantor KPP Madya Makassar, maka Terhadap Pemenuhan Pemeriksaan
penulis melakukan metode penelitian Pajak Pada Wajib Pajak Badan Di
secara kualitatif dengan narasumber KPP Madya Makassar
yang berkaitan dengan pelaksanaan Dalam pelayanan Direktorat
dan mengetahui jalan atau proses Jenderal Pajak selalu berinovasi
penerapan E-SPT Masa PPN di kantor memberikan pelayanan prima dengan
tersebut, melalui teknik wawancara diterbitkannya sistem informasi
dengan informan yang terkait di kantor berbasis online dan elektronik dengan
KPP Madya Makassar. menggunakan sistem komputerisasi
yaitu E-SPT dalam melaporkan SPT pemanfaatan teknologi, yang secara
wajib pajak khususnya SPT Masa keseluruhan cenderung berbiaya
PPN dalam format aplikasi E-SPT lebih murah dan dengan proses
Masa PPN. Berdasarkan hasil yang lebih cepat karena Wajib Pajak
Wawancara dengan Seksi Pelaksana merekam sendiri Surat
Pelayanan terbentuklah alur Aplikasi Pemberitahuannya sehingga bisa
Masa PPN. lebih akurat, efektif dan efisien.
Adanya data silang pajak akan
Mulai
menciptakan keadilan pajak dan
transparansi sehingga dapat
Penginputan
Data WP meminimalisasi segala kecurangan,
kebocoran dan penyimpangan
Pengisian SPT (KKN) dalam penerimaan pajak.
Masa PPN Menurut Peraturan Direktorat Jenderal
Mencetak Formulir
Induk SPT Masa PPN Pajak Nomor PER-02/PJ/2019 tentang
Buat CSV dengan melengkapi Tata Cara Penyampaian, Penerimaan
Data SSP dan Pengolahan Surat pemberitahuan
yaitu wajib pajak yang akan
melaporkan SPT Masa PPN, harus
KPP
melakukan instalansi Aplikasi E-SPT
ke situs Direktorat Jenderal Pajak.
Perekaman
Induk SPT Masa Sebelum mengolah data wajib pajak
PPN maka perangkat komputer dan aplikasi
Gambar 3.4.2.1 tersebut harus terkoneksi dengan
Alur Aplikasi E-SPT Masa PPN database. Kemudian masuk ke
Alur dari aplikasi E-SPT Masa aplikasi E-SPT Masa PPN dan
PPN ini maka dapat dijelaskan menginput data mulai dari identitas
bahwa tujuan dari penyediaan Wajib Pajak hingga mencetak Formulir
fasilitas ini adalah untuk lebih Induk SPT Masa PPN itu.
memberikan layanan kepada Hasil data inputan SPT Masa
masyarakat Wajib Pajak dengan PPN melalui E-SPT akan dilakukan

Wajib Pajak Pelaksana


perekaman data oleh petugas pajak yang akan meneliti dan memproses
untuk dilakukan pemeriksaan apabila SPT yang terdapat kesalahan
hasil E-SPT Masa PPN itu masuk matematis atau terlambat dibayar
kedalam kriteria Pemeriksaan. sesuai dengan hasil rekaman. Setelah
itu jika terjadi kelebihan bayar pada
wajib pajak maka akan diberikan ke
Seksi Pemeriksaan.
Penugasan Persiapan Pemberitahuan
Seksi Account Pelaksana
Instruksi Pemeriksaan SP2 kepada WP
Pemeriksaan Respresentative Seksi
Pemeriksaa
s Penyampaian
n Pelaksanaan Peminjaman
Gambar 3.4.2.13 SPHP Pengujian Dokumen
Alur Perekaman Data E-SPT Masa
PPN
Pembahas Pelaporan Pengembalian
Dari hasil wawancara mengenai an Akhir Penerbitan Dokumen
alur perekaman data bahwa Alur Hasil Ketetapan
perekaman data SPT Masa PPN Pemeriksa
diawali dari pelaporan SPT Masa dari an
Gambar 3.4.2.14
wajib pajak badan ke petugas TPT. Alur Pemeriksaan Pajak
Laporan SPT tersebut masih Berdasarkan hasil wawancara
berbentuk sebuah data yang mengenai prosedur Pemeriksaan
tersimpan didalam media flashdisk pajak E-SPT Masa PPN pada Wajib
atau disket. Kemudian setelah SPT pajak Badan maka, setelah wajib
diterima, petugas TPT akan pajak melaporkan SPT Masa PPN nya
memproses SPT tersebut dan maka kantor pelayanan pajak
memberikannya ke seksi pengolahan mendapat instruksi dari kanwil DJP
data dan informasi untuk mengecek untuk melakukan pemeriksaan
dan mencocokan kebenaran fisik SPT terhadap wajib pajak. Pemeriksaan
Masa PPN ini telah sesuai dan yang dilakukan menurut analisis dan
merekam SPT Masa dengan lengkap. data yang konkret.
Setelah data SPT Masa PPN itu telah Kemudian pemeriksaan pajak
dicek maka akan diberikan kepada AR diawali dengan pembentukan tim. Tim
pemeriksaan terdiri dari supervisor kegiatan kedalam kertas pemeriksaan
dan beberapa anggota. Tim tersebut pajak dan laporan hasil pemeriksaan
merumuskan audit plan yang akan yang berisi nota perhitungan pajak
diperiksa pada wajib pajak setelah itu yang seharusnya diterbitkan.
menerbitkan SP2. Tim pemeriksa Setelah laporan hasil
menyampaikan SP2 kepada wajib pemeriksaan terbit maka pemeriksaan
pajak, paling lambat 5 hari setelah pajak akan mengembalikan dokumen
terbitnya SP2. Tim pemeriksa akan yang dipinjam selama rangkaian
melakukan peminjaman data atau pemeriksaan paling lambat 7 hari
dokumen salah satunya adalah seksi setelah diterbitkannya laporan hasil
pelayanan yang bertanggung jawab pemeriksaan.
atas jalannya aplikasi E-SPT Masa
PPN. Ada juga peminjaman dokumen Pembahasan
kepada wajib pajak yang harus Penerapan E-SPT Masa PPN
dipenuhi wajib pajak maksimal 1 sudah diterapkan dengan baik di KPP
bulan. Madya Makassar itu dibuktikan
Pelaksanaan pengujian dilakukan adanya teori yang dijadikan patokan
oleh tim pemeriksaan pajak dengan dalam mengetahui apakah penerapan
memperhatikan temuan yang ada E-SPT Masa PPN itu sudah optimal
selama pemeriksaan berlangsung. atau belum, Teori tersebut
Pengujian ini berdasarkan metode, dikemukakan oleh Parker (2011) yang
teknik, dan prosedur pemeriksaan berisi syarat syarat informasi yang
yang sudah dituangkan kedalam audit harus dipenuhi jika Penerapan Sistem
plan. ini dianggap optimal, dikarenakan
Kemudian wajib pajak menerima muatan-muatan yang disediakan berisi
surat pemeberitahuan hasil informasi wajib pajak yang harus
pemeriksaan yang berisi koreksi dan dilaporkan oleh petugas pajak. Maka
pemberian hak kepada wajib pajak dari itu teori tersebut sangat berperan
untuk hadir dalam pembahasan akhir penting di dalam menilai penerapan E-
hasil pemeriksaan. Setelah itu SPT Masa PPN tersebut, dengan
pemeriksaaan pajak menelaah mengetahui syarat-syarat yang
dikemukakan seperti syarat sebagai oleh pelaksana pelayanan dan
berikut : pemeriksaan bahwa sistem E-
a. Ketersedian, menjelaskan syarat SPT Masa PPN ini mudah sekali
informasi yang di butuhkan oleh untuk dipahami karena mayoritas
wajib pajak dan juga penerima masyarakat sekarang adalah
informasi yang mengelola pengguna basis jaringan.
informasi dari wajib pajak c. Relevan, Proses ini akan
tersebut, ini dibuktikan dari hasil dikatakan sebuah system yang
wawancara oleh petugas dinilai baik apabila sesuai
pelayanan serta pelaksana dengan kebutuhan kantor saat ini
pemeriksaan bahwa fasilitas ini dan apa yang dibutuhkan oleh
merupakan layanan online wajib pajak, dan ini dibuktikan dari
dengan menyediakan informasi hasil wawancara oleh seksi
mengenai identitas wajib pajak. pelayanan bahwa aplikasi
Karena adanya feedback yang tersebut sudah sangat relevan
saling sinkron antara kedua karena dapat diakses dimana saja
informan ini maka ketersedian E- walaupun kantor pelayanan pajak
SPT Masa PPN sangat sudah tutup.
diterapkan. d. Bermanfaat, hal yang sangat
b. Mudah dipahami, adalah cara berperan mengapa informasi itu di
bagaimana menunjukkan sebuah butuhkan, tidak lain adalah
layanan yang baik dalam manfaat bagi keseluruhan yang
memberikan sebuah pelayanan menggunakan informasi tersebut,
yang maksimal agar customer berdasarkan dari hasil wawancara
dalam hal ini wajiib pajak sebagai bahwa semenjak aplikasi E-SPT
penerima layanan dapat Masa PPN ini diterapkan maka
menangkap dengan cepat sistem akan mengurangi masalah yang
yang diperbaharui dari manual dihadapi oleh petugas pajak
menjadi sistem online, ini maupun oleh wajib pajak itu
dibuktikan dari hasil wawancara sendiri.
e. Ketepatan waktu, proses pelayanan dengan sistem E-SPT
Masa PPN merupakan alat online Kesimpulan
yang dipahami dengan mudah Dari beberapa pembahasan
sehingga cepat mengetahui SPT dan serangkaian analisis yang telah
yang dilaporkan Wajib pajak, di penulis lakukan di Kantor Pelayanan
karenakan prosesnya yang biasa Pajak Madya Makassar di peroleh
disebut Real Time, data yang kesimpulan sebagai berikut :
diterima dengan cepat oleh 1. Bahwa dalam penerapan sistem E-
petugas pajak akan langsung di SPT Masa PPN ini telah
kelola. Ini dibuktikan dari dilaksanakan dengan baik, dan
wawancara dari seksi proses penerapannya pun secara
pelaksanaan pemeriksaan yang bertahap dilaksanakan. Pemberian
mengatakan bahwa sistem informasinya pun di katakan dapat
aplikasi yang sangat cepta karena sesuai dengan teori yang di
di dukung oleh jaringan yang jelaskan oleh parker, dimana
sering dipakai di era teknologi maksud dan tujuan informasi yang
sekarang. optimal itu di tujukan dari beberapa
f. Akurat, berdasarkan hasil faktor pendukung yang
wawancara oleh seksi mengharuskan pelaporannya
pelaksanaan pemeriksaan melakukan basis elektronik yang
Keakuratan sangat penting dalam biasa dikenal dengan E-SPT .
proses pengelolaan data, dalam 2. Bahwa dalam mewujudkan kinerja
hal ini keakuratan sistem E-SPT dari petugas pajak khususnya
Masa PPN yang dapat membantu dalam bidang pemeriksaan pajak,
seorang dalam mengelola data penerapan sistem E-SPT Masa
yang masuk atau dalam hal ini PPN pada Kantor Pelayanan Pajak
SPT yang dilaporkan Wajib Pajak. Madya Makassar sudah
melaksanakan sosialisasi atau
edukasi mengenai pengisian E-SPT
Masa PPN dari pihak DJP sendiri
dengan menghimbau dan
KESIMPULAN DAN SARAN mewajibkan Wajib Pajak baik
badan ataupun orang pribadi memerlukan jaringan internet atau
semua wilayah untuk melaporkan biasa dikenal edukasi offline di
SPT nya secara online yaitu smartphone atau PC menciptakan
dengan sistem E-SPT Masa PPN. aplikasi baik di playstore bagi
Guna untuk mengurangi pengguna android ataupun
penggunaan kertas, kehilangan aplikasi yang mendukung hal
berkas, ataupun mengurangi tersebut dengan menampilkan
kesalahan pengolahan data yang konten yang berisi himbauan bagi
akan dilaporkan kedalam Kantor para Wajib Pajak agar segera
Pelayanan Pajak Madya Makassar. melaporkan SPT nya beserta
Apabila terjadi kendala umum dengan cara menginputnya
seperti jaringan yang lambat, yang dengan mengakses E-SPT,
kadang mempengaruhi proses dimana jika di klik himbauan ini
pelaporan online menjadi lambat maka dapat membuka website
maka dapat menghubungi petugas DJP Sistem Online maupun offline
pajak di kantor pelayanan pajak tersebut.
tempat wajib pajak dikukuhkan. 2. Sehubungan dengan pemenuhan
4.2 Saran pemeriksaan pajak maka
1. Dalam menerapkan sistem E-SPT diharapkan sistem yang
Masa PPN di kantor Madya diciptakan bekerja dengan optimal
Makassar agar dikatakan dan membantu Wajib Pajak dan
maksimal pusat pelayanan data petugas pajak dalam mengecek
dan informasi mensosialisasikan pelaporan SPTnya dengan tepat
di bidang elektronik harus waktu dan cepat, serta perlu
memperluas jejaring dengan adanya regulasi yang mengatur
bentuk kata sosialisasi tidak tentang Wajib Pajak melakukan
hanya terbatas di media sosial pelaporan secara online dengan
facebook atau instagram tetapi menggunakan E-SPT tersebut
juga di perangkat yang tidak secara real time.

DAFTAR PUSTAKA
Apriliani Indah. Pengaruh Penerapan E-Spt (Masa Ppn) Terhadap Efisiensi
Pemrosesan Data Perpajakan (Studi Kasus Pada Pengusaha Kena
Pajak Di Kpp Pratama Semarang Barat). E-jurnal Universitas Dian
Nuswantoro Semarang.

Aryati. 2013. Pengaruh Pelaksanaan Self Assessment System Terhadap


Persepsi Wajib Pajak Di Kota Banda Aceh. jurnal ekonomi dan bisnis
(Online), Vol 14, No. 1 (http://jurnal.pnl.ac.id. Diakses 14 Mei 2015).

Bohari. 2012. Pengantar Hukum Pajak. Jakarta: Rajawali Pers.Madewing. 2013.


Pengaruh Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan Terhadap
Kepatuhan Wajib Pajak Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama
Makassar Utara. Makassar: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
Hasanuddin.

Didit Mulyadi Mahyudin. 2015. Analisis Kepatuhan Wajib Pajak Dengan


Diterapkannya Program E-SPT Dalam Melaporkan SPT Masa PPN
Pada KPP Pratama Bitung. Jurnal EMBA/ Vol. 3 No/1 Maret 2015.

Dini Wahyu Hapsari. 2014. Analisis Penerapan E-SPT PPN Terhadap Kepatuhan
Wajib Pajak. Jurnal Infestasi vol.10 no. 1 Juni 2014.

(download.portalgaruda.org/article.php?...SPT%20SEBAGAI%20 /18 Februari


2019/02:49)

Devita Husna. 2018. Analisis Sistem E-SPT Kantor Pelayanan Pajak (KPP)
Pratama Tuban. Skripsi : Universitas Islam Negeri Maulana
Malikibrahim Malang. (Diakses pada hari Sabtu, 16 Februari Jam
09:56). Website: etheses.uin-malang.ac.id/12307/1/14520114.pdf.

https://pemeriksaanpajak.com/2015/10/30/apa-itu-pemeriksaan-pajak/(diakses
pada hari Jumat, 16 Februari 2019. Jam 00:45)

Jakijan dan Khairani. 2013. Analisis Aplikasi E-Spt Ppn Pada Kantor Konsultan
Pajak Madya Palembang. Palembang: Jurusan Akuntansi STIE MDP.

Keputusan Direktur Jendral Pajak Nomor KEP-88/PJ/2004 tentang Penyampaian


Surat Pemberitahuan Secara Elektronik.2004.Jakarta: Direktur Jendral
Pajak.

Lingga. 2012. Pengaruh Penerapan E-Spt Ppn Terhadap Efisiensi Pengisian Spt
Menurut Persepsi Wajib Pajak: Survey Terhadap Pengusaha Kena
Pajak Pada Kpp Pratama Majalaya. Bandung. Jurnal Akuntasi, (Online),
Vol.4, No.2, (majour.maranatha.edu, diakses 14 April
Mardiasmo. 2011. Perpajakan Edisi Revisi 2011. Yogyakarta: Andi.

Nurbaeti. 2015. Skripsi Pengaruh Penerapan E-SPT Masa PPN Terhadap


Efisiensi Pengisian SPT Menurut Persepsi Wajin Pajak Badan. Website:
(https://core.ac.uk /download/pdf/77624304.pdf) /diakses pada hari
Minggu,17 Februari/20:39

Pudyatmoko, S. 2009. Pengantar Hukum Pajak. Yogyakarta: Andi Offset

PMK No. 152/PMK.03/2009 Tentang Bentuk dan Isi Surat Pemberitahuan, serta
Tata Cara Pengambilan Pengisian, Penandatanganan, dan
Penyampaian Surat Pemberitahuan.

PMK No. 80/PMK.03/2010 Tentang Penentuan Tanggal Jatuh Tempo


Pembayaran dan Penyetoran Pajak, Penentuan Tempat Pembayaran
Pajak, dan Tata Cara Pembayaran, Penyetoran dan Pelaporan Pajak,
Serta Tata Cara Pengangsuran dan Penundaan Pembayaran Pajak.

Pandiangan, L. 2008. Modernisasi dan Reformasi Pelayanan Perpajakan.


Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

PER-47/PJ/2008 Tentang Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan


Wajib Pajak Badan Beserta Petunjuk Pengisiannya. Jakarta: Direktur
Jendral Pajak.

Ramadhan, F. 2010. Pengaruh Manfaat dan Kemudahan e-SPT terhadap


Penggunaan Fasilitas e-SPT oleh Wajib Pajak Pribadi.Skripsi: Fakultas
Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah
Jakarta.

Republik Indonesia, Undang-Undang No. 42 Tahun 2009 Tentang Perubahan


Ketiga Atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun1983 Tentang Pajak
Pertambahan Nilai Barang dan Jasa Dan Pajak Penjualan Atas Barang
Mewah.

Sripeni Rusbiyanti. 2011. Pengaruh Penerapan E-SPT (Masa PPN) Terhadap


Efisiensi pengisian SPT Masa PPN menurut Persepsi Wajib Pajak
Badan. E-Jurnal /vol.12 No/2 September 2011

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2007 Tentang Perubahan


Ketiga Atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 Tentang Ketentuan
Umum Dan Tata Cara Perpajakan. 2007. Jakarta: Kementrian Hukum
dan Hak Asasi Manusia.
Undang-Undang Nomor 16 tahun 2009 mengenai Ketentuan Umum dan Tata
Cara Perpajakan. 2009. Jakarta: Kementrian Hukum dan Hak Asasi
Manusia.

Waluyo. 2011. Perpajakan Indonesia Edisi 10 Buku 1. Jakarta: Salemba Empat

www.pajak.go.id/18 Februari 2019/11:56

www.wibowopajak.com/19 februari 2019/10:45