Вы находитесь на странице: 1из 7

JURNAL SSBN Vol. 1 No.

1 Januari 2019 : 1-7


e-journal.stikessatriabhakti.ac.id

DUKUNGAN SUAMI DENGAN PEMILIHAN KOTRASEPSI IUD PADA


PASANGAN USIA SUBUR

Sefrina Rukmawati1, Luthfi Sholichul Ardian2, Puji Astutik3


123
STIKes Satria Bhakti Nganjuk
Email : sefrinarkmawati99@gmail.com

Abstract

Introduction : Contraception is part of reproductive health services for the regulation of pregnancy,
and is the right of every individual as a sexual being. There are two methods of contraception that are
Non-MKJP (Non Long Term Contraception Method and MKJP (Long Term Contraception Method)
one of them is IUD Contraception IUD is a contraceptive device installed in uterus which is relatively
more effective than other contraception. knowing the relationship of husband support with IUD contra
ception election at Pria Age Subur (PUS) in Jatirejo Village Nganjuk regency. Methods: This research
use correlation research method with cross sectional, conducted on February 21, 2018. Population in
this research is All acceptor of new KB in January-August as many as 38 people. Sampling used total
sampling. Independent variable of research is husband support, while research dependent variable is
IUD contraception choice. Data collection with questionnaires. Data analysis with Coefficient
Contingency test with α = 0,05. Results: The result of the research shows that most of respondents
(55,3%) have good support from husband while most of them are 21 respondents (55,3%) respondents
in IUD contraception choice have good husband support. Coefficient Contingency test results show ρ
value = 0,000 ≤ α = 0,05 and so Ho is rejected and Ha accepted. Conclusions: There is a relationship
of husband support with the selection of iUD cotration on the couples of childbearing age (pus) in
Jatirejo village Nganjuk regency so it is necessary counseling on husband about the importance of
husband support in choosing the most appropriate contraception.

Keywords: Husband Support, Constitueption Selection, IUD Contraception, EFA

Pendahuluan

Kontrasepsi merupakan bagian dari Panjang) salah satunya yaitu IUD ,


pelayanan kesehatan reproduksi untuk (Departemen Kesehatan RI, 2008). IUD
pengaturan kehamilan, dan merupakan hak merupakan alat kontrasepsi yang dipasang
setiap individu sebagai makhluk seksual dalam rahim yang relatif lebih efektif bila
(BKKBN, 2011). Metode kontrasepsi dibandingkan dengan metode pil, suntik,
dibagi menjadi 2 yaitu Non-MKJP (Bukan dan kondom (Setiayaningrum, 2015).
Metode Kontrasepsi jangka Panjang) dan Dalam penggunaan kontrasepsi, ada
MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka beberapa faktor yang mempengaruhi

e-journal.stikessatriabhakti.ac.id 1
JURNAL SSBN

dalam pemilihan salah satunya faktor yang diberikan akan mempengaruhi minat
eksternal yang berupa dukungan suami dan kepercayaan diri istri untuk memilih
misalnya suami mengantar dan membiayai kontrasepsi yang ingin digunakan.
istri untuk memasang KB IUD (Pendit, Peran suami dalam Keluarga
2006). Sebagai kepala rumah tangga Berencana antara lain sebagai peserta
pendapat suami mengenai KB cukup Keluarga Berencana dan mendukung
berpengaruh untuk menentukan pemilihan pasangan menggunakan alat kontrasepsi.
kontrasepsi (Angaraini, 2007). Upaya untuk meningkatkan partisipasi
Dimana sebanyak 59,3% suami dalam program Keluarga Berencana
mengunakan kontrasepsi moderen, dan adalah dengan meningkatkan dukungan
hanya 0,4% yang menggunakan suami dalam pemilihan kontrasepsi
kontrasepsi cara tradisional. Selain itu sehingga suami dapat ikut serta menemani
dapat di ketahui pula bahwa sebanyak istrinya menemui konselor keluarga
24,8%, dari pasangan usia subur berencana atau petugas kesehatan untuk
mengaku pernah menggunakan mengetahui metode kontrasepsi yang
kontrasepsi, meski saat ini tidak tersedia dan memilih salah satu metode
menggunakanya. Sedangkan 15,5% kontrasepsi yang tepat, dan
pasangan usia subur mengaku tidak memperhatikan tanda-tanda bahaya
pernah menggunakan kontrasepsi, pemakaian kontrasepsi terutama
(Riskesdes,2013). kontrasepsi IUD. Dukungannya dapat
Menurut Jasmaniar (2013) minat berupa informasi atau nasehat verbal
penggunaan kontrasepsi dipengaruhi oleh dan non verbal, bantuan nyata atau
pengetahuan, pendidikan, usia, dan tindakan yang diberikan oleh keakraban
dukungan suami. Pada penelitian Marliani sosial atau didapat karena kehadiran
(2011), minat yang timbul dalam hati suami dan mempunyai manfaat
seorang istri bisa disebabkan karena emosional atau efek perilaku bagi pihak
adanya dorongan dan dukungan dari luar penerima (istri) (Ninuk, 2007).
seperti dari suami atau keluarga. Dukungan suami merupakan salah
Dukungan suami biasanya berupa satu faktor penguat yang dapat
perhatian dan memberikan rasa nyaman mempengaruhi seseorang dalam
serta percaya diri dalam mengambil berperilaku. Sedangkan dukungan suami
keputusan tersebut dalam pemilihan alat dalam KB merupakan bentuk nyata dari
kontrasepsi. Kurangnya dukungan suami kepedulian dan tanggung jawab para pria.

e-journal.stikessatriabhakti.ac.id 2
JURNAL SSBN

Aspek-aspek yaitu dukungan emosional, adalah teknik total sampling. Total


informasi, instrumental dan penghargaan sampling yaitu teknik pengambilan sempel
(Friedman,2010). dimana jumlah sempel sama dengan
Hasil wawancara didapatkan populasi (Sugiono, 2007). Alasan
sebanyak 15 orang istri, 3 orang istri mengambil total sampling karena menurut
menggunakan kontrasepsi suntik, 5 orang Sugiono (2007) jumlah populasi yang
istri menggunakan kontrasepsi implan, dan kurang dari 100 seluruh populasi di
7 orang istri menggunakan kontrasepsi jadikan sample penelitian semuanya.
IUD. Dari 15 orang istri yang Sehingga sample yang diambil dalam
menggunakan kontrasepsi, 10 di antaranya penelitian ini sebanyak 38 responden.
bermusyawarah sebelum mengambil Variabel independen pada penelitian ini
keputusan, sedangkan 5 orng istri dalam adalah dukungan suami yang diukur
pengambil keputusan sendiri tanpa menggunakan kuesioner dukungan suami
didasari musyawarah sebelumnya. Atas dan pemilihan kontrasepsi IUD. Teknik
dasar permasalahan tersebut maka peneliti analisis untuk uji hipotesis menggunakan
ingin meneliti tentang dukungan suami uji statistik Coefisient Contingency dengan
dengan pemilihan kontrasepsi IUD pada tingkat signifikan α = 0,05
pasangan usia subur (PUS) di kelurahan Hasil
Jatirejo Kabupaten Nganjuk. Tabel 1 Distribusi Frekuensi Dukungan Suami
dan Pemilihan IUD di wilayah
Methode Kelurahan Jatirejo Kecamatan
Desain penelitian menggunakan Nganjuk Kabupaten Nganjuk
No Dukungan Suami ∑ %
korelasi dengan pendekatan secara cross
1 Baik 21 55,3
sectional karena pengambilan data 2 Cukup 12 31,6
variabel independen dan variabel 3 Kurang 5 13,2

dependen dilakukan hanya satu kali pada Total 38 100


No Pemilihani IUD ∑ %
satu saat. Jadi tidak ada tindak lanjut
1 IUD 21 55,3
(Nursalam, 2016). Penelitian dilaksanakan 2 Non IUD 17 44,7
pada tanggal 21 Februari 2018 di wilayah Total 38 100

Kelurahan Jatirejo Kecamatan Nganjuk


Kabpuaten Nganjuk. Populasi pada
Tabel 2 Tabulasi silang hubungan dukungan
penelitian ini didapatkan sebanyak 38 suami dengan pemilihan kontrasepsi
orang pada bulan Januari-Agustus 2017. IUD pada pasangan usia suabur
(PUS) di kelurahan Jatirejo
Dan tehnik sampling yang digunakan kabupaten Nganjuk

e-journal.stikessatriabhakti.ac.id 3
JURNAL SSBN
kontrasepsi individu, yaitu istri. Pada dasarnya,
Dukungan Total dukungan suami mengacu kepada
IUD Non IUD
suami
dukungan sosial keluarga yang berasal dari
∑ % ∑ % ∑ %
Baik 18 85,7 3 17,6 21 55,3 suami ayah, ibu maupun dari mertua.
Cukup 3 17,6 9 42,9 12 31,6 Faktor yang mempengaruhi dalam
Kurang 0 0 5 29,4 5 13,2
penggunaan kontrasepsi salah satunya
Total 21 100 17 100 38 100
Uji Contigency Coefisient didapatkan ρ value=
adalah dukungan sosial khususnya dari
0,000 ≤ α= 0,05 suami, pasangan harus saling mendukung
Berdasarkan tabel 2 : Dapat satu sama lain termasuk juga penggunaan
diketahui bahwa dari sebagian besar yaitu alat kontrasepsi (Gebremariam, 2014).
21 responden (55,3%) memiliki dukungan Faktor pekerjaan juga akan berpengaruh
yang baik dan berdasarkan uji Coefficien pada penggunaan kontrasepsi pada ibu, hal
Contingency didapatkan p value: 0,000, ini didukung dalam artikel penelitian
karena ρ value 0,000 ≤ α (0,05) sehingga menyebutkan bahwa pekerjaan
Ho di tolak dan H1 di terima yang berarti mempunyai hubungan signifikan terhadap
ada hubungan dukungan suami dengan penggunaan kontrasepsi jangka panjang
pemilihan kontrasespi IUD di wilayah (Sahilemichaelet al, 2015).
kelurahan Kabupaten Nganjuk.
Pembahasan Pemilihan kontrsepsi IUD Pada
Dukungan suami Pada Pasangan Usia Pasangan Usia Subur (PUS)
Subur (PUS) Dari analisa data didapatkan dari
Hasil analisa data didapatkan 38 responden, sebagian besar yaitu 21
bahwa dari 38 responden, sebagian besar responden (55,3%) memilih kontrasepsi
21 responden (55,3%) memiliki dukungan IUD.
baik dari suaminya. Dari hasil uji statistik Tindakan seseorang dalam
di dapatkan ρ-value pekerjaan suami = pemilihan kontrasepsi IUD dipengaruhi
0,027 ρ-value pendidikan suami = 0,009. oleh faktor predisposisi salah satunya
Maka dukungan suami di pengaruhi oleh adalah pengetahuan. . Pengetahuan bisa di
faktor pekerjaan dan pendidikan suami. peroleh dari media cetak ataupun media
Setiadi (2008) bahwa dukungan masa lainnya tingkat pendidikan seseorang
suami merupakan sifat interaksi yang berpengaruh dalam memberikan
berlangsung dalam berbagai hubungan responterhadap sesuatu yang datang dari
sosial sebagaimana yang dievaluasi luar. Seseorang yang mempunyai tingkat

e-journal.stikessatriabhakti.ac.id 4
JURNAL SSBN

pendidikan tinggi akan memberikan sehingga mereka lebih cenderung


respon yang lebih rasional dari pad mengalami ketakutan atau kekhawatiran
berpendidikan rendah, (Notoatmodjo, ketika menggunakan kontrasepsi IUD.
2003). Hubungan dukungan suami dengan
Hasil penelitian tidak sejalan pemilihan kotrasepsi IUD Pada
dengan penelitian yang dilakukan Pasangan Usia Subur (PUS)
Kusumaningrum (2009) yang menyatakan Hasil analisa data didapatkan
bahwa tidak ada hubungan antara jumlah bahwa dari 38 responden, hampir
anak (paritas) dengan penggunaan IUD. seluruhnya (85,7%) memiliki dukungan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu suami yang baik dengan pemilihan
yang memiliki lebih 2 anak cenderung kontrapsepsi IUD. Berdasarkan hasil uji
tidak memilih IUD dengan berbagai Coeficient Contingency menunjukkan ρ-
alasan, salah satunya adalah alasan value 0,000 ≤ α 0,05. Sehingga dapat
responden atau ibu merasa kurang nyaman disimpulkan Ha diterima artinya ada
dan merasa ketakutan dengan proses hubungan dukungan suami dengan
pemasangan IUD. pemilihan kontrasepsi IUD pada pasangan
Pemilihan Kontrasepsi pada usia subur.
pasangan usia subur di pengaruhi oleh Dukungan dapat berupa informasi
faktor pendidikan. Seseorang yang atau nasehat verbal dan non verbal,
mempunyai pendidikan tinggi akan bantuan nyata atau tindakan yang
memeberikan respon yang lebih rasional diberikan oleh keakraban soaial atau
dari pada berpendidikan lebih rendah. didapat karena kehadiran suami dan
Responden yang pendidikan lebih tinggi mempunyai manfaat emosional atau efek
mempunyai pengetahuan baik terkait alat perilaku bagi pihak penerima (istri)
kontrasepsi IUD sehingga mereka akan (Kurniawati,2007). Notoatmodjo (2003)
lebih memilih kontrasepsi IUD dari pada menyatakan bahwa suami merupakan
metode yang lain. Sedangkan terkait salah satu unsur pendukung dlam perilaku
jumlah anak Ibu yang memiliki 2 anak sesorang. Dukungan suami mempunyai
atau lebih dianjurkan untuk menggunakan andil yang besar bagi tindakan seseorang
alat kontrasepsi jangka panjang seperti istri untuk memilih kontrasepsi yang akan
IUD karena memiliki efektifitas yang dipakainya. Hal ini sejalan dengan
tinggi dari pada metode kontrasepsi yang Penelitian Isti (2007), faktor yang
lainnya. Namun kurangnya informasi mempengaruhi dukungan suami salah

e-journal.stikessatriabhakti.ac.id 5
JURNAL SSBN

satunya yairu tingkat pengetahuan, dimana subur diharapkan memilih kontrasepsi


semakin baik ingkat pengetahuan suami IUD dan mencari informasi tentang
tentang alat kontrasepsi maka semakin pemasangan maupun efek samping yang
baik pula dukungan yang diberikan suami diberikan. Terdapat hubungan dukungan
dalam pemilihan alat kontrasepsi. suami dengan pemilihan kotrasepsi IUD
Nuryati & Fitria (2014), juga pada pasangan usia subur (PUS) di
mengungkapkan ada hubungan yang Kelurahan Jatirejo Kabupaten Nganjuk.
bermakna antara dukungan suami dengan Hal ini ditujukkan hasil uji Coeficient
pemilihan alat kontrasepsi. Sehingga, Contingency dsidapatkan ρ-value 0,000 ≤
dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi α 0,05. sehingga itu Alat kontrasepsi IUD
dukungan dari suami. maka semakin tinggi merupakan alat kontrasepsi yang dipasang
pula prosentase penggunaan alat dalam rahim yang relatif lebih efektif
kontrasepsi yang sesuai dengan sehingga perlunya dukungan suami dalam
karakteristik dan kebutuhan istri. Salah pemeilihan kontrasepsi yang paling tepat
satu faktor penguat yang yang untuk istri sehingga sumi istri mersa
mempengaruhi pemilihan kontrasepsi nyaman.
diantaranya dukungan suami. Peran suami Daftar Pustaka
sebagai kepala keluarga merupakan faktor Afandi, B. (2011). Buku Panduan Praktik
Pelayanan Kontraspsi. Jakarta:
penentu dalam pemilihan kontrasepsi.
BKKBN.
Komunikasi efektif yang terjalin bagi Angraini, M.D .(2007). Peran Suami
Dalam Penggunaan Alat Kontrasepsi
suami dan istri memberikan dampak
Yang Berwawasan Gender. Jawa
positif terutama dalam pemasangan dan Tengah: Univesitas Jendral Soederman
Anwar, M. Baziad, A (2011). Ilmu
kontrol KB.
kandungan edisi ke tiga. Jakarata:BPSP
Kesimpulan Arikunto,S. ( 2010). Prosedur
Penelitian Suatu Pendekatan
Dukungan suami di Kelurahan
Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Jatirejo Kabupaten Nganjuk, sebagian Astutik, R.Y. (2014). Buku Ajar
Keperawatan dan Laktasi edisi ke 4.
besar dalam kategori baik yaitu 21
Jakarta: Salemba Medika
responden (55,3%). Suami diharapkan Bobak, dkk. (2004). Buku Ajar
keperawatan Maternitas. Edisi 4.
berperan aktif dalam mendukung istri
Jakarta: EGC
untuk melilih kontrasepsi yang tepat Departemen Kesehatan RI. (2008).Buku
panduan praktis pelayanan
.Pemilihan kotrasepsi IUD di kelurahan
kontrasepsi. Jakarta: Yayasan Bina
jatirejo kabupaten nganjuk 21 sebagian Pustaka
Friedman,& Marlyn, M.(2010). Buku ajar
besar responden (55,3%). Pasangan usia
kePerawatan keluarga:riset, teori &
e-journal.stikessatriabhakti.ac.id 6
JURNAL SSBN

praktek. Jakarta: buku kedokteran Purwoastuti, E (2015).Ilmi Kesehatan


EGC. Masyarakat Dalam Kebidanan nsep,
Gebremariam A, Addissie A. (2014). Teori, Dan Aplikasi.Yogyakarta:PB
Intention to use long acting and Sahilemichael A (2015). Determinants of
permanent contraceptive methods and Long Acting Reversible Contraceptives
factors affecting it among married Use among Child Bearing Age Women
women in Adigrat town, Tigray, in Dendi District, Western Ethiopia.
Northern Ethiopia. Reproductive Journal of Womens Health Care, 4(4).
Health. 11(1): 24. doi: doi: 10.4172/2167-0420.-1000242
http://dx.doi.org/10.1186/1742- 4755- diakses pada tanggal 20 juni 2018
11-24 di akses pada tanggal 20 Juni Setiadi. (2008) . Konsep dan Proses
2018 Keperawatan Keluarga. Surabaya :
Hartanto, H. (2004). Keluarga berencana Graha Ilmu.
dan kontrasepsi.jakarta:CV MLIA Setiadi. (2013). Konsep dan Praktik
SARI Penulisan Riset Keperawatan.
Hidayat, A. (2007). Pengantar Ilmu Yogyakarta: Graha Ilmu
keperawatan Anak jilid 1. Jakarta : Setiani, N. Dhevita,(2016). Keseahatn
Salemba Medika. Reproduksi Untuk SMK kesehatan.
Irianto, K. (2014) Pelaynan Keluaraga Jakarta : EGC
Berencana Duana Cukup. Bandung: Setiyaningru, E.(2015). Pelayan Keluarga
ALAFABETA Berencana & Kesehatan Reproduksi
Jasmaniar. (2013). Faktor-Faktor Yang Edisi Revis. Jakarta:TIM
Mempengaruhi Minat Akseptor KB Saifuddin. 2006. Buku PedomanPraktis
Terhadap Pemakaian Alat Kontrasepsi PelayananKontrasepsi. Jakarta
Impant Di Puskesmas Simeulue Timur. Yayasan Bina Pustaka.
Skripsi. STIKes U’Budiyah Banda Syaifuddin, M. (2013). Dukungan Suami
Aceh. dengan Tindakan Istri dalam Pemilihan
Marlaini.(2011).Gambaran Faktor-Faktor Kontrasepsi Suntik Di Desa
Yang Berhubungan Dengan Minat Ibu Warujayeng Kecamatan Tanjunganom
Menggunakan Kontrasepsi Implant Kabupaten Nganjuk. Skripsi. Nganjuk :
DiPuskesmas Mesjid Raya STIKes Satria Bhakti Nganjuk.
KecamatanMesjid Raya Kabupaten Thahjadi.(2008).Panduan Peningkatan
Aceh Besar. KTI STIKes U’Budiyah Partisispasi Pria DalamKB ,jakarta.
Banda Aceh. BKKBN
Muchtar,W.(2000). Pedoman WHO. (2014). Penggunaan Kontrasepsi.
Penggarapan Peningkatan Partisipasi [Internet] Bersumber dari:
Pria Dalam Program KB & Kesehatam https:/www.google.co.id/url?sa=&so
Reproduksi Yang Berwawasan urce=j&url=http://eprits.ums.ac.id/33
Jemder,jakarta .BKKBN 7661/4/BAB[Diakses tanggal 13
Muhammad,. (2009). Teknik kip/pelayan September 2017].
kontrasepsi. Jawa timur.bkkbn Yuhedi, L.Titik (2015).buku ajar
Nursalam.(2016). Metodologi Penelitian kependudukan & pelayanan
Ilmu Keperawatan: Pendekatan KB.Jakarta:EGC
Praktik. Jakarta: Salemba Medika.
Notoatmodjo, S. (2010). Metode
Penelitian Kesehatan.
Jakarta:RinekaCipta.
Pendit, B.U. (2006). Ragam metode
kontrasepsi. Jakarta : EGC

e-journal.stikessatriabhakti.ac.id 7