Вы находитесь на странице: 1из 6

BRAIN GYM DAPAT MENINGKATKAN KONSENTRASI BELAJAR

MAHASISWA STEI INDONESIA RAWAMANGUN JAKARTA TIMUR

Mohammad Ali , Toto Aminoto


Poltekkes Kemenkes Jakarta III
Email: dedekali@yahoo.com

ABSTRCT
The ability to focus on tasks / lessons is important to improve the achievement of a student.
To get the results, it takes a sufficient intake of oxygen for the brain to generate energy. One
form of effort to increase the intake of such intake is with Brain Gym. This study aims to
prove the influence of Brain Gym on the concentration of students learning STEI Indonesia
rawamangun East Jakarta. The benefits of this study is for physiotherapists to prove the
influence of Brain Gym on the concentration of students learning STEI Indonesia
rawamangun East Jakarta to always be able to concentrate so as to get better learning
outcomes. Sampling technique used is purposive sampling and continued with simple random
sampling. Total number of 68 students divided into study and control group participated in
this research. Statistical analysis used is paired t test and independent t test if normal
distributed. The results showed that Before Intervention produced average value equal to
44.65 which means the level of concentration is moderate and after Intervention produced
average value equal to 59.26 which means the level of concentration is quite moderate. The
calculation results show that there is a difference between the control group and the
treatment group. The result of the calculation of the average value shows that the treatment
group is higher than the control group. Thus the treatment group is more effective.

Keywords: Brain Gym, Concentration Learning

ABSTRAK
Kemampuan untuk memusatkan perhatian pada tugas/pelajaran adalah penting untuk
meningkatkan prestasi bagi seorang mahamsiswa. Untuk mendapatkan hasil tersebut, sangat
dibutuhkan asupan oksigen yang cukup bagi otak untuk menghasilkan energi. Salah satu
bentuk upaya meningkatkan kecukupan asupan tersebut adalah dengan Brain Gym.
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh Brain Gym terhadap
konsentrasi belajar mahasiswa STEI Indonesia Rawamangun Jakarta Timur. Manfaat
penelitian ini adalah bagi fisioterapi untuk membuktikan pengaruh Brain Gym terhadap
konsentrasi belajar mahasiswa STEI Indonesia Rawamangun Jakarta Timur agar senantiasa
dapat berkonsentrasi sehingga mendapatkan hasil belajar yang lebih baik. Teknik sampling
yang digunakan adalah purposive sampling dan dilanjutkan dengan simple random
sampling. 68 mahasiswa berpartisipasi pada penelitian ini yang dibagi menjadi kelompok
perlakuan dan control. Analisa statistik yang digunakan adalah uji paired t test dan uji t
independent jika terdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum intervensi
dihasilkan nilai rata-rata sama dengan 44,65 yang berarti tingkat konsentrasinya tergolong
sedang dan setelah intervensi dihasilkan nilai rata-rata sama dengan 59,26 yang berarti
tingkat konsentrasinya tergolong sedang. Hasil perhitungan menunjukan terdapat perbedaan
antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Hasil perhitungan nilai rata-rata
menunjukan bahwa kelompok perlakuan nilainya lebih tinggi dibanding kelompok kontrol.
Dengan demikian kelompok perlakuan lebih efektif.

Kata kunci : Brain Gym, Konsentrasi Belajar.


Mohammad A dan Toto A, Brain Gym dapat Meningkatkan Konsentrasi Belajar 174
Mahasiswa STEI Indonesia Rawamangun Jakarta Timur

PENDAHULUAN dimana pikiran tidak dapat bekerja untuk


Keberhasilan suatu proses belajar dalam lupa dan ingat dalam waktu bersamaan.
perkuliahan dipengaruhi oleh kemampuan Apabila konsentrasi seseorang mulai
individ uuntuk memusatkan perhatian lemah maka akan cenderung mudah
terhadap objek yang sedang dipelajarinya. melupakan suatu hal dan sebaliknya
Terkait dengan hal tersebut maka apabila konsentrasi masih cukup kuat
konsentrasi merupakan aspek yang penting maka akan dapat mengingat dalam waktu
bagi mahasiswa dalam mencapai yang lama. Beberapa yang mempengaruhi
keberhasilan belajar (Desmita, 2009). konsentrasi diantaranya lingkungan,
Proses pembelajaran dikampus terkadang modalitas belajar dan pergaulan (Slameto,
membuat fungsi otak mahasiswa 2010)
mengalami penurunan. Hal ini disebabkan
Salah satu alat untuk mengukur
oleh adanya faktor pemicu yang dapat
konsentrasi belajar adalah menggunakan
menyebabkan mahasiswa mengalami
Stroop test mini card. Metode ini pertama
kelelahan dan ketegangan selama proses
kali dikenalkan oleh John Ridey pada
belajar berlangsung. Kadang Dosen
tahun 1935. Tesini digunakan para
mengharapkan mahasiswa untuk duduk
psikolog untuk menilai fungsi kognitif
diam selama satu jam atau lebih dalam
seseorang terutama dalam fungsi ekskutif,
deretan bangku-bangku yang menghadap
perhatian yang selektif terhadap informasi
ke depan (DePorter, 2000). Kondisi seperti
spesifik dan menghambat segala kejadian
inilah yang dapat menyebabkan otot-otot
yang mengganggu dalam pengambilan
dan saraf mengalami ketegangan dan
keputusan.
kondisi otak akan mengalami kekurangan
energi sehingga asupan oksigen dan aliran Dalam melaksanan tes ini, responden harus
darah menuju ke otak pun tidak optimal. dalam keadaan yang nyaman, misalnya
Apabila otak kekurangan energi, maka dengan suhu yang terkontrol, bebas bising
hal ini dapat menyebabkan otak tidak lingkungan untuk meminimalisir berbagai
berfungsi secara optimal dan dapat hal yang dapat mengganggu. Tujuan tes ini
menyebabkan penurunan konsentrasi untuk menilai kecepatan dan akurasi
belajar pada mahasiswa. responden dalam menjawab. Cara
Hendra (2009) berpendapat konsentrasi melakukan tes ini yaitu menggunakan
adalah sumber kekuatan pikiran dan sebuah kartu yang berisi 100 kata dengan
bekerja berdasarkan daya ingat dan lupa ejaan dan warna yang berbeda. Responden
175 Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan, Vol 5 Nomor 2, Maret 2018, hlm : 173 - 178

diinstruksikan untuk menyebutkannya Indonesia Rawamangun Jakarta tahun


selama 45 detik. Nilai pengukurannya 2017.
adalah bila responden dapat menjawab <
20 sangat rendah, 20 – 39 rendah, 40 – 59 METODE
sedang, 60 – 80 tinggi dan > 80 sangat Pada penelitian ini menggunakan
tinggi. penelitian quasi eksperimental dengan
rancangan pre dan post test two group
Saat ini mahasiswa di kampus STIE
design yang melihat efek atau pengaruh
Indonesia Rawamangun Jakarta masih
Brain Gym terhadap Konsentrasi Belajar
banyak mahasiswa semester 1-4 yang
pada mahasiswa (Sugiyono, 2003). Teknik
memiliki nilai IPK rendah (dibawah 3,0
sampling yang digunakan adalah purposive
sebagai standar kelulusan). Menurut
sampling yaitu teknik penentuan sampel
Humas STIE Indonesia Rawamangun saat
dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono,
ini proporsi IPK yang kurang dari 3
2001). Penelitian ini akan dilaksanakan di
mencapai hampir 40% dari jumlah
kampus STIE Indonesia Rawamangun
mahasiswa yang ada. Dari proporsi itu
Jakarta Timur pada bulan April sampai
jurusan Manajemen paling banyak
bulan November 2017. Pemberian barain
dibanding dengan jurusan akuntansi.
gym dilakukan selama 4 minggu dan
Untuk meningkatkan nilai IPK adalah
dilakuan sebanyak 3x setiap minggu
dengan memotivasi belajar supaya lebih
dengsan durasi tiap sesi selama 15 menit.
giat. Salah satu cara untuk memotivasi
belajar adalah dengan meningkatkan
konsentrasi belajarnya. Untuk itu, HASIL DAN PEMBAHASAN
dibutuhkan suatu perlakuan yang diberikan Untuk membandingkan perbedaan antara
untuk membantu mahasiswa memiliki kelompok kontrol dan perlakuan maka
kemampuan konsentrasi belajar yang baik. dilakukan uji independent t test jika data
Konsentrasi belajar dapat dilatih dengan terdistribusi normal dan uji Mann Whitney
menggunakan metode senam otak atau jika data terdistribusi tidak normal
Brain Gym. Berkenaan dengan latar (Nursalam, 2008). Untuk itu langkah
belakang masalah yang terjadi, maka pertama adalah uji normalitas terhadap
penelitian ini akan menguji selisih antara post dan pre pada masing-
keefektifan Brain Gym terhadap masing kelompok. Hasil uji normalitas
konsentrasi belajar pada mahasiswa STIE sebagai berikut
Mohammad A dan Toto A, Brain Gym dapat Meningkatkan Konsentrasi Belajar 176
Mahasiswa STEI Indonesia Rawamangun Jakarta Timur

Tabel 1. Uji Normalitas

Jenis Kelompok Sign Alpha Keterangan


Kontrol 0,075 0,05 Normal
Perlakuan 0,970 0,05 Normal

Hasil uji menunjukan bahwa data dahulu dilakukan uji homogenitas atau
terdistribusi normal. Untuk itu dilakukan varians. Berikut uji homogenitas dengan
Uji 2 rata-rata (independen t test). Pada uji menggunakan uji Levene’s. Hasilnya
2 rata-rata (independen t test) terlebih sebagai berikut.

Tabel 2. Hasil uji Homogenitas

Variabel Sign Kesimpulan


Perlakuan-kontrol 0,000 Tidak Homogen

Berdasarkan uji homogen dengan uji yang dilihat adalah signifikansi tidak

levene’s nilai sign = 0,000, artinya data homogeny.

adalah tidak homogen. Dengan demikian

.
Tabel 3. Hasil uji perbedaan antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan Setelah
Intervensi (independent sampel t test)

Kelompok Mean Selisih Mean Sign Kesimpulan


Kontrol 1,41
13,20 0,000 Signifikan
Perlakuan 14,62

Berdasarkan uji pengaruh Independent kelompok perlakuan lebih efektif dari


Sample T-test didapatkan nilai sign = kelompok kontrol.
0,000, artinya, ada perbedaan antara
Hasil penelitian menunjukan bahwa
kelompok kontrol dan kelompok
pemberian Intervensi Brain Gym mampu
perlakuan terhadap intervensi. Nilai mean
meningkatkan konsentrasi belajar
pada kelompok kontrol sebesar 1,41
mahasiswa (Nuryana, 2010). Hasil
sedangkan kelompok perlakuan sebesar
penelitian ini sejalan dengan penelitian
14,62. Dengan demikian kelompok
yang telah dilakukan oleh Hizkia (2012)
perlakuan nilai mean (selisih antara post
dalam penelitiannya yang dilaksanakan di
dan pre test) lebih besar dari kelompok
SD Negeri 13 Pagi Lubang buaya Pondok
kontrol. Sehingga disimpulkan bahwa
177 Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan, Vol 5 Nomor 2, Maret 2018, hlm : 173 - 178

Gede Jakarta Timur pada periode 20 Juli (otak atasbawah). Masing-masing dimensi
2012– 9 Agustus 2012. Hasil penelitiannya mempunyai tugas tertentu sehingga
menunjukan bahwa terdapat beda efek garakan senam yang dilakukan dapat
dengan pemberian Brain Gym terhadap bervariasi.
peningkatan konsentrasi belajar pada anak.
Brain Gym dapat membantu mahasiswa
Disamping itu penelitian ini juga sejalan belajar mengkordinasikan gerakan mata,
dengan penelitian yang dilakukan oleh tangan dan tubuh karena gerakan Brain
Prasetyo (2015) dimana telah dilakukan Gym adalah suatu usaha alternatif alami
penelitian pada siswa kelas V sekolah yang sehat untuk menghadapi ketegangan
dasar di SD Muhammadiyah 11 Surabaya. dan tantangan pada diri sendiri dan orang
Sampel berjumlah 26 responden dengan lain (Dennison, 2009). Latihan mengulur,
sampel 24 responden yang dipilih melalui meregangkan atau meringankan otot
teknik Simple Random Sampling. (gabungan dari ketiga dimensi),
Pengumpulan data dilakukan melalui menyangkut konsentrasi, pengertian, dan
observasi nilai kuisioner sebelum dan pemahaman akan mengaktifkan dimensi
sesudah dilakukan senam otak. Hasil muka-belakang yang bermanfaat,
menunjukkan rata-rata nilai sebelum membantu kesiapan dan konsentrasi untuk
dilakukan senam otak yaitu cukup (65-74) menerima hal baru, serta mengekspresikan
50,00% dan setelah diberikan senam otak apa yang sudah diketahui. Gerakan dalam
menjadi sangat baik. Hasil penelitiannya dimensi ini membantu berkonsentrasi pada
dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh apa yang sedang dikerjakan dan juga
senam otak terhadap daya ingat siswa menolong mengingat apa yang telah
kelas V sekolah dasar di SD dipelajari. 006). Brain Gym dilakukan
Muhammadiyah 11 Surabaya. dengan cara menstimulasi gelombang otak
melalui gerakan-gerakan ringan dengan
Setiap gerakan Brain Gym memiliki sistem
permainan melalui olah tangan dan kaki.
kerja sendiri-sendiri dan memiliki dimensi-
Gerakan-gerakan dapat memberikan
dimensi yang berbeda. Seperti yang ada
rangsangan atau stimulus pada otak. Hal
dalam penelitian Paul dan Gail E
tersebut dapat meningkatkan kemampuan
.Dennison yang telah membagi otak ke
belajar dan pemusatan perhatian atau
dalam 3 dimensi, yakni dimensi lateralis
konsentrasi mahasiswa karena seluruh
(otak kiri-kanan), dimensi pemfokusan
bagian otak digunakan dalam proses
(otak depan-belakang), dimensi pemusatan
belajar dan berkonsentrasi (Dewi, 2010).
Mohammad A dan Toto A, Brain Gym dapat Meningkatkan Konsentrasi Belajar 178
Mahasiswa STEI Indonesia Rawamangun Jakarta Timur

SIMPULAN Nambangan Kidul 05Kecamatan


Jiwan Kabupaten Madiun.
Intervensi Brain Gym terbukti sebagai cara
Skripsi pada Universitas
praktis dan efesien untuk meningkatkan Brawijaya Malang: tidak
diterbitkan.
konsentrasi belajar mahasiswa STEI
Indonesia rawamangun Jakarta Timur. Hizkia dkk. 2012. Efek Pemberian Brain
Gym Terhadap Kemampuan
Saran: Perlu adanya pembinaan kader
Konsentrasi Belajar Anak Kelas 2
mahasiswa. Hal ini penting terutama untuk Di Sd Negeri 13 Pagi Lubang
Buaya. Program Studi D-V
mengecek tingkat kepatuhan responden Fisioterapi, Fakultas Fisioterapi,
dan mengingat responden adalah para Universitas Esa Unggul

mahasiswa maka perlu dipertimbangkan Nuryana Aryati. 2010. Efektivitas Brain


kompensasi (bahan kontak) karena Gym Dalam Meningkatkan
Konsentrasi Belajar Pada Anak.
kompensasi dapat meningkatkan Skripsi pada Universitas
keseriusan dan kesediaan untuk menjadi Muhammadiyah Surakarta: tidak
diterbitkan.
responden. Selain itu untuk responden
yang telah mengikuti penelitan dapat Nursalam. 2008. Konsep dan Penerapan
Metodologi Penelitian Ilmu
diberikan media berupa leaflet mengenai keperawatan. Penerbit : Salemba
tata cara pelaksanaan Brain Gym agar bisa Medika, edisi ke -2
diterapkan secara mandiri. Prasetyo, W dkk. 2015..Pengaruh Senam
Otak terhadap daya Ingat Anak
Sekolah. Akper William Booth
DAFTAR RUJUKAN Surabaya
Dennison, P. E. dan Dennison, G.E. 2009.
Buku Panduan Lengkap Brain Slameto. 2010. Belajar Dan Faktor-
Gym: Senam Otak. Jakarta: Faktor Yang Mempengaruhinya.
Gramedia. Jakarta: Rineka Cipta.
DePorter. 2000. Quantum Learning: Sugiyono 2001, Metode Penelitian
Unleasing the Genius in You. New Administrasi, Penerbit Alfabeta
York: A Dell Trade Paperback. Bandung
Desmita. 2009. Psikologi Perkembangan. Sugiyono 2003, Metode Penelitian Bisnis,
Bandung: PT Remaja Rosdakarya Edisi 1. Penerbit Alfabeta Bandung

Dewi, N. P. 2010. Pengaruh Senam Surya Hendra. 2009. Menjadi


Otak Terhadap Peningkatan Manusia Pembelajar. Jakarta:
KonsentrasiBelajar Siswa Elek Media Komputindo.
(Umur 11-12 Tahun) Di SDN