Вы находитесь на странице: 1из 19

PENGARUH DAR, DER DAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TERHADAP

KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN FARMASI

Riesta Chahya Agustina1), Awan Santosa2).


1
Fakultas Ekonomi, Universitas Mercu Buana Yogyakarta
email: riesta508@gmail.com
2
Fakultas Ekonomi, Universitas Mercu Buana Yogyakarta
email: awan@mercubuana-yogya.ac.id

Abstract
This study aims to determine the effect of debt to asset ratio, debt to equity ratio and corporate
governance on financial performance in pharmaceutical sub-manufacturing manufacturing companies
listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2013-2017. The type of research used is
quantitative research. The population in this study were all Pharmaceutical Manufacturing Sub-Sector
Companies listed on the Indonesia Stock Exchange totaling 10 companies, while the sample for this study
amounted to 8 Pharmaceutical Companies. The data collection technique in this study is to use
documentation and literature study techniques. The results show, 1) debt to asset ratio does not
significantly influence financial performance, 2) debt to equity ratio has a significant effect on financial
performance, 3) corporate governance has a significant effect on financial performance, 4) debt to asset
ratio, debt to equity ratio and corporate governance simultaneously have a significant effect on financial
performance. the coefficient of determination (R2) obtained is 0.637, meaning that the ability of the
independent variable to describe the dependent variable is 63.7%, while the rest (100% - 63.7% =
36.3%). 36.3% are described by other factors outside the variables in the regression equation.

Keywords: Leverage Ratio, Debt to Asset Ratio, Debt to Equity Ratio, Corporate Governance, Financial
Performance
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh debt to aset ratio, debt to equity ratio dan
tata kelola perusahaan terhadap kinerja keuangan pada perusahaan manufaktur sub sektor farmasi yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2017. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian
kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah Seluruh Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Farmasi
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia berjumlah 10 perusahaan, sedangkan sampel untuk penelitian ini
berjumlah 8 Perusahaan Farmasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan
menggunakan teknik dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan, 1) debt to aset ratio
tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan, 2) debt to equity ratio berpengaruh signifikan
terhadap Kinerja Keuangan, 3) tata kelola perusahaan berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan,
4) debt to aset ratio, debt to equity ratio dan tata kelola perusahaan secara simultan berpengaruh
signifikan terhadap Kinerja Keuangan. koefisien determinasi (R2) yang diperoleh sebesar 0,637, berarti
bahwa kemampuan variabel independen dalam mendiskrispsikan variabel dependen adalah sebesar
63,7%, sedangkan sisanya (100% - 63,7% = 36,3%). Sebesar 36,3% didiskripsikan oleh faktor-faktor lain
di luar variabel dalam persamaan regresi.

Kata Kunci : Rasio Leverage, Debt to Aset Ratio, Debt to Equity Ratio, Tata Kelola Perusahaan, Kinerja
Keuangan

Kata Kunc
A. PENDAHULUAN persaingan antara perusahaan-
Perkembangan politik, sosial, perusahaan yang semakin meningkat.
teknologi dan perekonomian di Hal ini menuntut perusahaan untuk
Indonesia dari tahun ke tahun semakin lebih optimal dalam beroperasi
meningkat. Perkembangan dunia bisnis sehingga dapat terus meningkatkan
juga semakin maju dan menimbulkan
JURNAL EKONOMI DAN MANAJEMEN
CAPITAL P-ISSN: 2598-9022/ E-ISSN: 2598-9618
Available at: http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/capital

kemampuan bersaing demi perusahaan telah melaksanakan dan


kelangsungan hidupnya. telah menggunakan aturan – aturan
pelaksanaan keuangan secara baik dan
Perusahaan farmasi adalah
benar (Fahmi, 2011:2). faktor – faktor
perusahaan bisnis komersial yang fokus
yang dapat memperbaiki kinerja
dalam meneliti, mengembangkan dan
keuangan sangat penting untuk
mendistribusikan obat, terutama dalam
diketahui oleh perusahaan.
hal kesehatan. Perusahaan ini di
Indonesia merupakan perusahaan besar Debt to aset ratio merupakan rasio
yang mampu menyumbang (PDB) keuangan yang digunakan untuk
Produk Domestik Bruto sebesar 6,3% mengukur seberapa besar aktiva
pertahun (M.Fithrul Mubarok, 2017). perusahaan yang dibiayai oleh utang
Farmasi merupakan kebutuhan sekunder atau seberapa besar utang perusahaan
masyarakat. Sektor industri ini berpengaruh terhadap pengelolaan
mengalami pertumbuhan paling tajam aktiva. Debt to equity ratio merupakan
yang dipicu oleh menurunnya perilaku rasio yang digunakan untuk mengukur
hidup sehat masyarakat Indonesia. Hal seberapa besar total aset yang dimiliki
ini mengakibatkan industri ini terus perusahaan dibiayai dengan penggunaan
berkembang, sehingga perusahaan yang utang, sehingga dengan rasio ini dapat
melakukan bisnis ini pun semakin mengetahui seberapa bagus kondisi
bertambah yang mengakibatkan suatu perusahaan. Apabila rasio utang
persaingan-persaingan ketat diantara semakin rendah, maka semakin bagus
perusahaan. kondisi perusahaan tersebut karena
hanya sebagian kecil aset perusahaan
Kemampuan perusahaan agar dapat
yang dibiayai dengan utang. Tata kelola
bersaing sangat ditentukan oleh kinerja
perusahaan dimaksudkan untuk
perusahaan, terutama di bagian kinerja
mengatur hubungan dan mencegah
keuangan. Kinerja keuangan merupakan
terjadinya kesalahan dalam strategi
gambaran dari pencapaian keberhasilan
korporasi dan untuk memastikan
perusahaan, dapat diartikan sebagai
kesalahan yang terjadi dapat segera
hasil yang telah dicapai atas berbagai
diperbaiki (Muharam, 2012). Tata
aktivitas yang telah dilakukan sehingga
kelola perusahaan juga mepengaruhi
dapat dilihat sudah sejauh mana suatu
pengarahan, pengelolaan, serta

17 | CAPITAL, VOLUME 3, NOMOR 1, SEPTEMBER 2019


JURNAL EKONOMI DAN MANAJEMEN
CAPITAL P-ISSN: 2598-9022/ E-ISSN: 2598-9618
Available at: http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/capital

pengontrolan suatu perusahaan yang 3. Menguji pengaruh tata kelola


bertujuan dapat mewujudkan perusahaan terhadap kinerja
pengelolaan bisnis yang sesuai dengan keuangan pada perusahaan sub
prinsip – prinsip tata kelola perusahaan sektor farmasi yang terdaftar di
yang baik. Bursa Efek Indonesia tahun 2013
sampai dengan 2017.
Berdasarkan latar belakang diatas
4. Menguji secara simultan pengaruh
dapat dilihat betapa pentingnya
debt to aset ratio, debt to equity ratio
pengaruh rasio leverage berupa debt to
dan tata kelola perusahaan terhadap
aset ratio dan debt to equity ratio, tata
kinerja keuangan pada perusahaan
kelola perusahaan terhadap kinerja
sub sektor farmasi yang terdaftar di
keuangan suatu perusahaan, maka
Bursa Efek Indonesia tahun 2013
penulis melakukan suatu penelitian
sampai dengan 2017.
yang berjudul, “Pengaruh Debt To Aset
Ratio, Debt To Equity Ratio dan Tata
B. TINJAUAN PUSTAKA
Kelola Perusahaan Terhadap Kinerja
Penelitian Terdahulu
Keuangan Pada Perusahaan Manufaktur
Subsektor Farmasi Yang Terdaftar Di Penelitian Ali (2012) dengan judul
“Pengaruh Good Corporate Governance
Bursa Efek Indonesia Periode 2013-
Dan Leverage Terhadap Kinerja Keuangan
2017”.
Perbankan Di BEI Tahun 2007-2010”,
Tujuan Penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Ukuran

1. Menguji pengaruh debt to aset ratio dewan direksi, ukuran dewan komisaris

terhadap kinerja keuangan pada dan komite audit tidak berpengaruh

perusahaan sub sektor farmasi yang terhadap kinerja perusahaa, sedangkan

terdaftar di Bursa Efek Indonesia leverage berpengaruh terhadap kinerja

tahun 2013 sampai dengan 2017. perusahaan. Secara simultan ukuran dewan

2. Menguji pengaruh debt to equity direksi, ukuran dewan komisaris, komite


audit dan leverage berpengaruh positif
ratio terhadap kinerja keuangan pada
terhadap kinerja perusahaan.
perusahaan sub sektor farmasi yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia Penelitian Augtiah (2017) dengan judul
tahun 2013 sampai dengan 2017. “Pengaruh Good Corporate Governance
Dan Leverage Terhadap Kinerja Keuangan

18 | CAPITAL, VOLUME 3, NOMOR 1, SEPTEMBER 2019


JURNAL EKONOMI DAN MANAJEMEN
CAPITAL P-ISSN: 2598-9022/ E-ISSN: 2598-9618
Available at: http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/capital

Pada Bank Umum Yang Terdaftar Di Bei berdasarkan penilaian tersebut dapat
Tahun 2013-2015”, menunjukan bahwa dijadikan sebagai ukuran keberhasilan
secara parsial Dewan komisaris perusahaan selama perode waktu
Independen, Komisaris Independen, dan tertentu. Semakin baik kinerja keuangan
Leverage secara bersama-sama perusahaan maka perusahaan bisa
berpengaruh signifikan terhadap dikatakan semakin berhasil.
Kinerja Keuangan Bank (ROA). Secara
ROA=
parsial Dewan Komisaris Independen
berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Debt to Assets Ratio (DAR)
Keuangan Bank (ROA) sedangkan Rasio ini mengukur berapa besar
Komisaris Independen dan Leverage aktiva perusahaan yang dibiayai oleh
tidak berpengaruh tidak signifikan kreditur atau dengan kata lain jumlah
terhadap Kinerja Keuangan Bank aset yang dibiayai oleh utang.
(ROA).
DAR=
Penelitian Efendi (2017) dengan
judul “Pengaruh Debt To Equity Ratio Debt to Equity Ratio (DER)
(Der) Dan Debt To Asset Ratio (Dar) Rasio ini menunjukkan
Terhadap Kinerja Perusahaan Di Sektor kemampuan perusahaan untuk
Keuangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek memenuhi kewajibannya dengan
Indonesia”, menunjukan bahwa DER menggunakan modal yang ada. Semakin
berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan tinggi debt to equity ratio (DER).
(ROA dan ROE), sedangkan DAR
semakin besar pula risiko keuangannya,
berpengaruh terhadap ROA dan tidak
ataupun sebaliknya semakin rendah
berpengaruh terhadap ROE.
rasio ini akan semakin rendah risiko
Kinerja Keuangan keuangannya.
Kinerja keuangan merupakan
DER=
sesuatu yang dihasilkan suatu organisasi
dalam periode waktu tertentu dengan Tata kelola perusahaan merupakan
standar yang ditetapkan (Zarkasyi, salah satu dari pengendalian perusahaan
2008:48). Penilaian terhadap kinerja yang mengatur kebijakan-kebijakan
keuangan perusahaaan merupakan suatu yang ada didalam perusahaan dan
kegiatan yang sangat penting karena sangat mempengaruhi kinerja keuangan

19 | CAPITAL, VOLUME 3, NOMOR 1, SEPTEMBER 2019


JURNAL EKONOMI DAN MANAJEMEN
CAPITAL P-ISSN: 2598-9022/ E-ISSN: 2598-9618
Available at: http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/capital

perusahaan. Tujuan penerapan GCG H4: Debt to aset ratio, debt to equity
(Good Corporate Governance) pada ratio dan Tata Kelola Perusahaan
BUMN untuk memaksimalkan kinerja secara simultan berpengaruh
dan mendorong pengelolaan BUMN terhadap kinerja keuangan.
secara profesional, serta turut
menyukseskan program privatisasi C. METODE PENELITIAN
BUMN. Manfaat penerapan GCG Rancangan penelitian
adalah untuk meningkatkan kinerja Jenis penelitian yang dilakukan
perusahaan, meminimalkan pembiayaan adalah peneliti menggunakan
dalam perusahaan dan meningkatkan pendekaan kuantitatif, pendekatan
kepercayaan investor untuk kuantitatif merupakan bentuk analisa
menanamkan modalnya dalam data yang berupa angka – angka dengan
perusahaan. menggunakan perhitungan statistik.
Populasi dalam penelitian ini adalah
TKP=
seluruh perusahaan manufaktur
Kerangka Konsep Penelitian subsektor farmasi yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia selama periode
2013 sampai 2017 yaitu sebanyak 10
perusahaan, sedangkan sampel

Gambar Kerangka Konsep Penelitian dikumpulkan dengan cara purposive


Berdasarkan kajian teori dan sampling dan diperoleh 8 perusahaan.
kerangka pikir tersebut, maka dapat Sumber data
dirumuskan hipotesis. Peneliti melakukan penelitian
H1: Debt to aset ratio berpengaruh pada perusahaan manufaktur subsektor
terhadap kinerja keuangan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek
perusahaan. Indonesia (BEI) selama periode 2013-
H2: Debt to equity ratio berpengaruh 2017 dengan pengamatan data
terhadap kinerja keuangan dilakukan di www.idx.co.id, Index
perusahaan Capital Market Directory (ICMD) serta
H3: Tata kelola perusahaan berpengaruh annual report.
terhadap kinerja keuangan.

20 | CAPITAL, VOLUME 3, NOMOR 1, SEPTEMBER 2019


JURNAL EKONOMI DAN MANAJEMEN
CAPITAL P-ISSN: 2598-9022/ E-ISSN: 2598-9618
Available at: http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/capital

Teknik Pengumpulan Data 2013:160). Metode yang digunakan


Teknik pengumpulan data dalam dalam pengujian kenormalan data yang
penelitian ini adalah dengan digunakan adalah metode grafik
menggunakan teknik dokumentasi dan (Histogram dan probability plot) dan
studi pustaka. metode pengujian Kolmogorove
Smirnov.
Analisis Data Kriteria pengujian berdasarkan
Penelitian ini menggunakan metode grafik histogram yaitu:
Analisis Statistik Deskriptif, Uji Asumsi dikatakan berdistribusi normal, apabila
Klasik yang terdiri dari : Normalitas, data menyebar disekitar garis diagonal
Multikolinearitas, Autokorelasi dan dan mengikuti arah garis diagonal atau
Heteroskedastisitas, Analisis Regresi grafik histogramnya, begitu sebaliknya.
Liner Berganda dan Uji Hipotesis yang Kriteria pengujian berdasarkan metode
berupa Uji t, Uji F dan Uji R2 dalam grafik probability plot yaitu jika titik-
menguji pengaruh variabel bebas titik terlihat mengikuti dan mendekati
terhadap variabel terikat. garis diagonalnya maka dapat dikatakan
bahwa berdistribusi normal, sedangkan
Analisis Statistik Deskriptif jika titik-titik menjauh atau tersebar
Analisis statistik deskriptif tidak mengikuti garis diagonal maka hal
berupa gambaran atau deskripsi suatu ini menunjukkan bahwa nilai residual
data yang berkaitan untuk mengetahui berdistribusi normal. Kriteria pengujian
nilai mean, nilai maksimum, nilai berdasarkan metode Kolmogorov
minimum, standard deviasi (Ghozali, Sminov Jika nilai signifikansi atau nilai
2011:19). probabilitas>0,05 maka data
terdistribusi normal dan jika nilai
Uji Asumsi Klasik signifikansi atau nilai probabilitas<0,05
Uji Normalitas maka data tidak terdistribusi normal.
Uji normalitas bertujuan
menguji apakah dalam metode regresi, Uji Multikolinearitas
variabel dependen dan variabel Uji multikoloniearitas ini
independen keduanya mempunyai bertujuan untuk mengetahui apakah
distribusi normal atau tidak (Ghozali, tiap-tiap variabel bebas berhubungan

21 | CAPITAL, VOLUME 3, NOMOR 1, SEPTEMBER 2019


JURNAL EKONOMI DAN MANAJEMEN
CAPITAL P-ISSN: 2598-9022/ E-ISSN: 2598-9618
Available at: http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/capital

secara linear atau apakah model dari 0,05 maka tidak terjadi
ditemukan adanya korelasi antar autokorelasi. Jika nilai asymp.sig (2-
variabel bebas (independen). Model tailed) lebih kecil dari 0,05 maka
regresi yang baik seharusnya tidak terdapat masalah autokorelasi.
terjadi korelasi diantara variabel
independen. Kriteria pengukurannya Uji Heteroskedastisitas
Jika tolerance > 0,10 dan VIF < 10, Uji heteroskedastisitas bertujuan
maka tidak terjadi multikolinieritas, dan menguji apakah dalam model regresi
Jika tolerance < 0,10 dan VIF > 10, terjadi ketidaksamaan variance dari
maka terjadi multikolinieritas. residual satu pengamatan ke
pengamatan yang lain (Ghozali,
Uji Autokorelasi 2012:139). Model regresi yang baik
Uji autokorelasi bertujuan untuk adalah tidak terjadi heteroskedastisitas.
menguji apakah dalam model regresi Kriteria pengukurannya dapat
linear ada korelasi antara kesalahan dilihat dalam grafik scatterplot yaitu
pengganggu pada periode tertentu Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik
dengan kesalahan pengganggu pada yang ada membentuk pola tertentu yang
periode sebelumnya(Ghozali,2012:110). teratur (bergelombang, melebar
Ada beberapa cara yang dapat kemudian menyempit), maka
digunakan untuk mendeteksi ada mengindikasikan telah terjadi
tidaknya autokorelasi yaitu Uji Durbin heteroskedastisitas dan Jika tidak ada
Watson dan Uji Runs Test. pola yang jelas, serta titik-titik
Tabel 1. Kriteria pengukurannya Durbin menyebar di atas dan di bawah angka 0
Waston
pada sumbu Y, maka tidak terjadi
Nilai hasil perhitungan Kriteria
heteroskedastisitas
0-1,046 Autokorelasi positif

1,046-1,535 Keraguan

1,535-2,465 Bebas autokorelasi


Analisis Regresi Linier Berganda
2,465-2,954 Keraguan

2,954-4 Autokorelasi negatif Analisis regresi linier berganda


Sumber: Chandra 2008 adalah hubungan secara linear antara
Kriteria pengujian Run Test, jika dua atau lebih variabel independen (X1,
nilai asymp.sig (2-tailed) lebih besar X2,….Xn) dengan variabel dependen

22 | CAPITAL, VOLUME 3, NOMOR 1, SEPTEMBER 2019


JURNAL EKONOMI DAN MANAJEMEN
CAPITAL P-ISSN: 2598-9022/ E-ISSN: 2598-9618
Available at: http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/capital

(Y). Analisis ini untuk mengetahui arah yaitu Kinerja Keuangan, sedangkan jika
hubungan antara variabel independen nilai signifikansi > 0,05 atau 5% maka
dengan variabel dependen apakah variabel bebas tidak terdapat pengaruh
masing-masing variabel independen yang signifikan terhadap variabel terikat
berhubungan positif atau negatif dan yaitu Kinerja Keuangan.
untuk memprediksi nilai dari variabel
dependen apabila nilai variabel Uji F (Simultan)
independen mengalami kenaikan atau Uji F adalah uji untuk melihat
penurunan. Data yang digunakan bagaimana pengaruh semua variabel
biasanya berskala interval atau rasio. bebasnya secara bersama-sama terhadap
variabel terikatnya.
Persamaan regresi linear berganda
Menurut Ghozali (2012:98) Dasar
sebagai berikut
pengambilan keputusannya yaitu Jika F
KK= α0+β.DAR+ β.DER+ β.TKP+e hitung> dari F tabel dan nilai
signifikansi<0,05, maka dapat diartikan
KK = Kinerja Keuangan
bahwa variabel independen berpengaruh
α0 = Konstanta
terhadap variabel dependen (Ho ditolak
DAR = Debt to aset ratio
dan Ha diterima), Sedangkan Jika F
DER = Debt to equity ratio
hitung<F tabel dan nilai
TKP = Tata Kelola Perusahaan
signifikansi>0,05, maka dapat diartikan
β = Koefisien regresi (nilai
bahwa variabel independen tidak
peningkatan ataupun penurunan
berpengaruh terhadap variabel
ε = Error term
dependen (Ho diterima dan Ha ditolak).

Uji t (Parsial) Uji R2 (Koefisien Determinasi)


Uji parsial dilakukan untuk
Uji koefisien determinasi pada
mengetahui signifikan pengaruh dari
penelitian ini betujuan untuk mengukur
variabel bebas terhadap variabel terikat
seberapa jauh kemampuan model dalam
(Ghozali, 2012:98).
menerangkan variasi variabel dependen
Kriteria pengujian uji t yaitu jika
(Ghozali, 2012:97). Semakin tinggi R2
nilai signifikansi < 0,05 atau 5% berarti
maka semakin besar proporsi dari total
variabel bebas mempunyai pengaruh
variasi dari total variasi variabel
yang signifikan terhadap variabel terikat

23 | CAPITAL, VOLUME 3, NOMOR 1, SEPTEMBER 2019


JURNAL EKONOMI DAN MANAJEMEN
CAPITAL P-ISSN: 2598-9022/ E-ISSN: 2598-9618
Available at: http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/capital

dependen yang dapat dijelaskan oleh 7,43, sedangkan perusahaan yang


variabel dependen (Ghozali, 2013:46). memiliki jumlah DER tertinggi adalah
Industri Indofarma (Persero) Tbk
D. HASIL DAN PEMBAHASAN (INAF) pada tahun 2017 sebesar
Analisis Statistik Deskriptif 190,62.
Tabel 1. Analisis Statistik Deskriptif
Std.
MIN MAX Mean Deviation TKP nilai minimum sebesar
DAR (X1) 7,07 69,12 33,4153 15,91244
DER(X2) 7,43 190,62 55,9613 43,64047 3,33; maksimum sebesar 60,00; nilai
Tata
Kelola
Perusaha
33,33 60,00 40,3322 8,62039
mean sebesar 40,3323 dan standar
an (X3)
Kinerja
Keuangan -4,19 25,62 10,0355 7,44165 deviasi 8,62039. Perusahaan yang
(Y)
Sumber: Hasil Output SPSS 2018 memiliki jumlah DKI terendah adalah
Dari hasil pengujian statistik deskriptif Darya Varia Laboratoria Tbk (DVLA)
diatas dapat dijelaskan sebagai berikut : pada tahun 2015, Indofarma (Persero)
Tbk (INAF) pada tahun 2014-2017,
DAR nilai minimum sebesar
Kalbe Farma Tbk (KLBF) pada tahun
7,07; maksimum sebesar 69,12; nilai
2013-2014, Merck Indonesia Tbk
mean (rata-rata) sebesar 33,4152 dan
(MERK) tahun 2013-2017, Pyridam
standar deviasi 15,91244. Perusahaan
Farma Tbk (PYFA) tahun 2013-2014,
yang memiliki jumlah DAR terendah
Industri Jamu & Farmasi dan Sido
adalah Industri Jamu & Farmasi Sido
Muncul Tbk (SIDO) tahun 2013-2017,
Muncul (SIDO) pada tahun 2015 yaitu
yaitu sebesar 3,33, sedangkan
sebesar 7,07, sedangkan perusahaan
perusahaan yang memiliki jumlah TKP
yang memiliki jumlah DAR tertinggi
tertinggi adalah Tempo Scan Pasific
adalah Industri Jamu & Farmasi Sido
Tbk (TSPC) tahun 2013-2014 dan
Muncul (SIDO) pada tahun 2014
2016-2017 sebesar 60,00.
sebesar 69,12.
Kinerja Keuangan nilai
DER nilai minimum sebesar
minimum sebesar 4,19; maksimum
7,43; maksimum sebesar 190,62; nilai
sebesar 25,62; nilai mean sebesar
mean sebesar 55,9612 dan standar
10,0355 dan standar deviasi 7,44165.
deviasi 43,64047. Perusahaan yang
Perusahaan yang memiliki jumlah
memiliki jumlah DER terendah adalah
Kinerja Keuangan terendah adalah
Industri Jamu & Farmasi Sido Muncul
Indofarma (Persero) Tbk (INAF) tahun
(SIDO) pada tahun 2014 yaitu sebesar

24 | CAPITAL, VOLUME 3, NOMOR 1, SEPTEMBER 2019


JURNAL EKONOMI DAN MANAJEMEN
CAPITAL P-ISSN: 2598-9022/ E-ISSN: 2598-9618
Available at: http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/capital

2013 yaitu sebesar -4,19, sedangkan sehingga dapat dikatakan bahwa data
perusahaan yang memiliki jumlah berdistribusi normal.
Kinerja Keuangan tertinggi adalah
Merck Indonesia Tbk (MERK) tahun
2014 sebesar 25,62.

Uji Asumsi Klasik


Uji Normalitas
Tabel 2. Uji Normalitas Kolmogorov Sminov
Unstandardized
Gambar 2.Gambar Probability Plot
Residual Berdasarkan gambar grafik
40
N
Normal Mean probability plot diatas dapat dilihat
Parametersa,b ,0000000
Std.
4,30923366
bahwa, plot-plot mengikuti garis fit line,
Deviation
Most Extreme Absolute
Differences)
,080 titik-titik dalam grafik scatterplot diatas
Positive ,080
Negative -,055
tersebar mengikuti garis miring
Test Statistic ,080 (diagonal) dan tidak terpancar jauh,
Asymp. Sig. (2-tailed) c,d
,200
maka dari hasil tersebut dapat
Sumber: Hasil Output SPSS 2018
disimpulkan bahwa variabel
Berdasarkan tabel diatas
berdistribusi normal.
menunjukkan besarnya nilai
probabilitas adalah 0,200 > 0,05 Uji Multikolinearitas
sehingga dikatakan bahwa data
Tabel 3. Uji Multikolinearitas
berdistribusi normal.
Tolerance VIF
(Constant)

,334 2,995
DAR (X1)
,331 3,022
DER (X2)

Tata Kelola
,982 1,018
Perusahaan (X3)

Sumber: Hasil Output SPSS 2018


Gambar 1.Gambar Histogram Berdasarkan hasil VIF
Berdasarkan grafik histogram
menunjukkan DAR sebesar 2,995,
diatas dapat disimpulkan bahwa grafik
DER sebesar 3,022, Tata Kelola
histogram tersebut menyebar disekitar
Perusahaan sebesar 1,018 dan hasil
garis diagonal dan mengikuti arah garis
tolerance menunjukkan Debt to Aset
diagonal atau grafik histogram,

25 | CAPITAL, VOLUME 3, NOMOR 1, SEPTEMBER 2019


JURNAL EKONOMI DAN MANAJEMEN
CAPITAL P-ISSN: 2598-9022/ E-ISSN: 2598-9618
Available at: http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/capital

Ratio sebesar 0,334, Debt to Equity Uji Heteroskedastisitas


Ratio sebesar 0,331, Tata Kelola
Perusahaan sebesar 0,982 yang berarti
dapat dikatakan tidak terjadi gejala
multikolinearitas dikarenakan nilai VIF
< 10 dan nilai toleransi > 0,10.

Uji Autokorelasi
Gambar 3.Gambar Scattetplot
Tabel 4. Uji Autokorelasi
Mode R R Adjuste Sig. F Durbin Dari pola grafik scatterplot
Squa dR Chang Wasto
l
re Square e n
2,32
tersebut dapat dilihat bahwa pola grafik
,665 ,637 ,000
1 ,815a 5
Sumber: Hasil Output SPSS 2018 berbentuk acak, serta tersebar baik
Apabila dilihat dari hasil diatas maupun dibawah angka 0 pada
pengujian diperoleh nilai Durbin sumbu Y, maka dapat disimpulkan
Waston sebesar 2,325, nilai tersebut bahwa tidak terdapat gejala
berdasarkan kriteria pengujian Durbin heteroskedastisitas.
Waston (Chandra, 2008) terletak
Uji Analisis Regresi Linier Berganda
diantara 1,535-2,465 sehingga dapat
dikatakan bahwa bebas dari Tabel 6. Analisis Regresi Linier Berganda
Variabel B Std.
autokorelasi. Error t Sig.
(Constant) 29,534 3,892 7,588 ,000
Tabel 5. Run Test DAR (X1) -,082 ,078 -1,050 ,301
Unstandardized
Residual DER (X2) -,110 ,029 -3,851 ,000
a
Test Value -,08996 Tata Kelola
Cases < Test Value 20 Perusahaan -,263 ,084 -3,124 ,004
Cases >= Test Value 20
(X3)
Total Cases 40 Sumber: Hasil Output SPSS 2018
Number of Runs 20 Berdasarkan tabel diatas, Maka
Z -,160
Asymp. Sig. (2-tailed) persamaan regresi linier berganda yang
,873
Sumber: Hasil Output SPSS 2018 dapat diformulasikan adalah sebagai
Nilai asymp. Sig (2-tailed) lebih berikut :
besar dari 0,05 (0,873 > 0,05) sehingga
KK= 29,534 – 0,082.DAR – 0,110.DER
dapat disimpulkan bahwa model regresi
- 0,263.TKP + e
tidak terdapat masalah autokorelasi.
Keterangan =

26 | CAPITAL, VOLUME 3, NOMOR 1, SEPTEMBER 2019


JURNAL EKONOMI DAN MANAJEMEN
CAPITAL P-ISSN: 2598-9022/ E-ISSN: 2598-9618
Available at: http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/capital

KK = Kinerja Keuangan lainnya tetap atau sama dengan


DAR = Debt to Aset ratio dengan nol.
DER = Debt to Equity ratio d. TKP terhadap Kinerja Keuangan
TKP = Tata Kelola Perusahaan Koefisien regresi Tata Kelola
e = Error term Perusahaan (X3) sebesar -0,263
Persamaan regresi tersebut dapat memiliki arti bahwa setiap
diuraikan sebagai berikut: peningkatan TKP 1 satuan, maka
a. Konstanta (α) dari persamaan Kinerja Keuangan akan mengalami
regresi sebesar 29,534 menyatakan penurunan sebesar -0,263 dengan
bahwa jika nilai variabel asumsi bahwa nilai koefisien
independen bernilai nol, maka nilai variabel independen lainnya tetap
Kinerja Keuangan sebesar nilai atau sama dengan dengan nol.
konstanta yaitu 29,534.
Tabel 7. Uji t (Parsial)
b. DAR terhadap Kinerja Keuangan Variabel
T Sig.
Nilai Koefisien regresi Debt to Aset (Constant) 7,588 ,000

Ratio (X1) sebesar -0,082 memiliki DAR (X1) -1,050 ,301

DER (X2) -3,851 ,000


arti bahwa setiap peningkatan DAR
Tata Kelola
1 satuan, maka Kinerja Keuangan Perusahaan (X3) -3,124 ,004

akan mengalami penurunan sebesar


Sumber: Hasil Output SPSS 2018
-0,082 dengan asumsi bahwa nilai
a. Pengaruh DAR terhadap Kinerja
koefisien variabel independen
Keuangan
lainnya tetap atau sama dengan
Berdasarkan tabel diperoleh
dengan nol.
nilai signifikansi 0,301 > 0,050,
c. DER terhadap Kinerja Keuangan
maka dapat disimpulkan bahwa
Koefisien regresi Debt to Equity
secara parsial DAR tidak
Ratio (X2) sebesar -0,110 memiliki
berpengaruh signifikan terhadap
arti bahwa setiap peningkatan DER
kinerja keuangan. Ho diterima H1
1 satuan, maka Kinerja Keuangan
ditolak
akan mengalami penurunan sebesar
b. Pengaruh DER terhadap Kinerja
-0,110 dengan asumsi bahwa nilai
Keuangan
koefisien variabel independen
Berdasarkan tabel diperoleh
nilai t-signifikansi 0,000<0,050,

27 | CAPITAL, VOLUME 3, NOMOR 1, SEPTEMBER 2019


JURNAL EKONOMI DAN MANAJEMEN
CAPITAL P-ISSN: 2598-9022/ E-ISSN: 2598-9618
Available at: http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/capital

maka dapat disimpulkan bahwa Pembahasan


secara parsial DER berpengaruh
Penelitian yang dilakukan untuk
signifikan terhadap kinerja
mengetahui pengaruh debt to aset ratio,
keuangan. Ho diterima H2 ditolak
debt to equity ratio dan tata kelola
c. Pengaruh TKP terhadap Kinerja
perusahaan terhadap Kinerja Keuangan
Keuangan
pada Perusahaan Manufaktur Sub
Berdasarkan tabel diperoleh
Sektor Farmasi yang terdaftar di Bursa
nilai signifikansi 0,004<0,050,
Efek Indonesia untuk periode
maka dapat disimpulkan bahwa
pengamatan 2013-2017. Dari hasil
secara parsial TKP berpengaruh
penelitian diperoleh hasil bahwa :
signifikan terhadap kinerja
a. Pengaruh Debt to Aset Ratio secara
keuangan. Ho diterima H3 ditolak.
parsial terhadap kinerja keuangan.
Tabel 8. Uji F (Simultan) Dari hasil pengujian diperoleh
Variabel
Sum of Mean
nilai signifikansi 0,301 > 0,050, maka
Square Squar Sig
s e F .
dapat disimpulkan bahwa variabel DAR
Regresion 1435,535 478,512 ,000 ,000b secara parsial tidak berpengaruh
Residual 724,210 20,117 signifikan terhadap kinerja keuangan.
Total 2159,745
Sumber: Hasil Output SPSS 2018 Ho diterima H1 ditolak.
Berdasarkan perhitungan yang Debt to asset ratio tidak
ditunjukkan pada tabel diatas dapat berpengaruh terhadap kinerja keuangan,
dilihat nilai signifikansi sebesar 0,000 yang artinya bahwa pemenuhan
lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05) dan kebutuhan perusahaan tidak tergantung
nilai F hitung pada tabel sebesar23,786 oleh hutang. Sejalan dengan ungkapan
dan nilai F tabel sebesar 2,86 (F hitung Fahmi (2014:63) bahwa semakin rendah
23,786 > F tabel 2,86), sehingga dapat DAR maka semakin baik karena aman
disimpulkan bahwa secara simultan bagi kreditor saat likuidasi. Berdasarkan
DAR, DER, dan TKP berpengaruh teori DAR dijelaskan bahwa semakin
signifikan terhadap Kinerja Keuangan tinggi debt to aset ratio (DAR)
dengan kata lain Ho ditolak H4 menunjukkan semakin besar jumlah
diterima. modal pinjaman yang digunakan
didalam menghasilkan keuntungan bagi
perusahaan. Perusahaan yang memiliki

28 | CAPITAL, VOLUME 3, NOMOR 1, SEPTEMBER 2019


JURNAL EKONOMI DAN MANAJEMEN
CAPITAL P-ISSN: 2598-9022/ E-ISSN: 2598-9618
Available at: http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/capital

utang dalam kategori relatif tinggi kinerja perusahaan, karena dengan


cenderung dapat menurunkan tingkat modal yang besar maka kesempatan
profitabilitasnya. Hal ini disebabkan untuk meraih tingkat keuntungan juga
karena perusahaan wajib membayar besar. Dengan demikian pengaruh DER
bunga atas pinjaman yang dilakukan. terhadap ROA adalah positif. Hal
Sehingga dapat disimpulkan bahwa tersebut didukung oleh pecking order
semakin tinggi debt to aset ratio akan theory yang menetapkan suatu urutan
menyebabkan kinerja keuangan berupa keputusan pendanaan dimana para
return on aset semakin kecil sehingga manajer pertama kali akan memilih
lebih baik perusahaan memiliki DAR untuk menggunakan laba ditahan,
yang rendah. kemudian hutang, dan modal sendiri
Hasil Penelitian ini sejalam eksternal sebagai pilihan terakhir
dengan penelitian yang dilakukan oleh (Brigham dan Houston, 2001:85)
Utama (2014), Maulita (2018), Hasil Penelitian ini sama dengan
Widiyanti (2015), Asiah (2011) dan penelitian yang dilakukan oleh
Kusuma (2016) yang menunjukkan Jatismara (2011), Efendi (2016), Utama
bahwa debt to aset ratio tidak (2014) dan Farihah (2016) dan Limin
berpengaruh signifikan terhadap Kinerja (2014) yang menunjukkan bahwa DER
Keuangan berpengaruh signifikan terhadap Kinerja
b. Pengaruh Debt to Equity Ratio Keuangan
secara parsial terhadap kinerja c. Pengaruh Tata Kelola Perusahaan
keuangan. secara parsial terhadap kinerja
Dari hasil pengujian diperoleh keuangan.
nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,050, Dari hasil pengujian nilai t-
maka dapat disimpulkan bahwa secara signifikansi sebesar 0,004 < 0,050,
parsial DER berpengaruh signifikan maka dapat disimpulkan bahwa secara
terhadap kinerja keuangan. Ho ditolak parsial TKP berpengaruh signifikan
H2 diterima. terhadap kinerja keuangan. Ho ditolak
Semakin tinggi DER H3 diterima.
menunjukkan semakin besar Secara teori komisaris independen
kepercayaan dari pihak luar, hal ini dapat bertindak sebagai penengah dalam
sangat memungkinkan meningkatkan suatu perselisihan yang terjadi antara

29 | CAPITAL, VOLUME 3, NOMOR 1, SEPTEMBER 2019


JURNAL EKONOMI DAN MANAJEMEN
CAPITAL P-ISSN: 2598-9022/ E-ISSN: 2598-9618
Available at: http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/capital

para manajer internal dan mengawasi dari 0,05 (0,000 < 0,05) dan nilai F
kebijakan direksi serta bertugas sebagai hitung 23,786 > Ftabel 2,86, sehingga
pemberi nasihat kepada direksi. dapat disimpulkan bahwa secara
Komisaris independen merupakan simultan DAR, DER, dan TKP
sebuah posisi yang baik untuk berpengaruh positif signifikan terhadap
melaksanakan fungsi pengawasan Kinerja Keuangan. Ho ditolak H4
terhadap pengelolaan perusahaan diterima.
supaya tercipta suatu perusahaan yang Semakin besar presentase
good corporate governance, sehingga pendanaan yang disediakan oleh ekuitas
bisa meningkatkan kinerja perusahaan. pemegang saham, semakin besar
jika perusahaan menerapkan prinsip- jaminan perlindungan yang didapat oleh
prinsip GCG, maka laporan keuangan investor atau kreditor perusahaan. Dapat
yang dihasilkan dapat diungkapkan disimpulkan bahwa semakin tinggi debt
secara transparan dan akurat, sehingga to aset ratio (DAR) dan debt to equity
dapat membantu investor dan pihak- ratio (DER) semakin besar pula risiko
pihak lain yang berkepentingan dalam keuangannya, ataupun sebaliknya
suatu perusahaan untuk mengambil semakin rendah rasio ini akan semakin
keputusan sehingga dapat meningkatkan rendah risiko keuangannya.Semakin
kinerja keuangan. tinggi dalam menerapkan tata kelola
Hasil penelitian ini sama dengan perusahaan akan semakin baik dalam
penelitian yang dilakukan oleh Isaura meningkatkan kinerja keuangan
(2014), Tefanus (2011), Hutami (2014), perusahaan, dengan begitu perusahaan
Putra (2017) dan Hendratni (2018) yang tersebut semakin efisien dalam
menunjukkan bahwa TKP berpengaruh menggunakan asetnya, berarti
signifikan terhadap Kinerja Keuangan. perusahaan tersebut dapat menghasilkan
uang yang lebih banyak dengan
d. Pengaruh Debt to Aset Ratio, Debt investasi yang sedikit. Semakin baik
to Equity Ratio dan Tata Kelola praktik tata kelola yang diterapkan
Perusahaan secara simultan maka kinerja perusahaan juga akan
terhadap kinerja keuangan. meningkat.
Dari hasil pengujian nilai Hasil penelitian ini sama dengan
signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil penelitian yang dilakukan oleh Augtiah

30 | CAPITAL, VOLUME 3, NOMOR 1, SEPTEMBER 2019


JURNAL EKONOMI DAN MANAJEMEN
CAPITAL P-ISSN: 2598-9022/ E-ISSN: 2598-9618
Available at: http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/capital

(2017), Yulianawati (2014), Sa’ani berpengaruh terhadap Kinerja


(2008), Ali (2012) dan Sulistyani Keuangan
(2018). Berdasarkan penelitian dapat
disimpulkan bahwa secara parsial Tata
E. SIMPULAN Kelola Perusahaan berpengaruh
Berdasarkan hasil penelitian dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan
pembahasan yang telah dikemukakan dibuktikan dengan nilai signifikansi
sebelumnya maka dapat diambil sebesar 0,004<0,050, yang berarti Ho
kesimpulan sebagai berikut : ditolak H3 diterima.
a. Hipotesis Pertama (H1) : d. Hipotesis Keempat (H4) :
menyatakan bahwa Debt to Aset menyatakan bahwa secara simultan
Ratio berpengaruh terhadap Kinerja Debt to Aset Ratio, Debt to Equity
Keuangan Ratio dan Tata Kelola Perusahaan
Berdasarkan penelitian dapat berpengaruh signifikan terhadap
disimpulkan bahwa secara parsial Debt Kinerja Keuangan
to Aset Ratio tidak berpengaruh Berdasarkan penelitian dapat
signifikan terhadap Kinerja Keuangan, disimpulkan bahwa secara simultan in
dibuktikan dengan nilai signifikansi Debt to aset ratio, Debt to equity ratio
0,301>0,050, yang berarti Ho diterima dan Tata Kelola Perusahaan
H1 ditolak. berpengaruh signifikan terhadap Kinerja
b. Hipotesis Kedua (H2) : menyatakan Keuangan yang dibuktikan dengan nilai
bahwa Debt to Equity Ratio signifikansi sebesar 0,000 < 0,050 dan
berpengaruh terhadap Kinerja nilai F hitung 23,786 > Ftabel 2,86,
Keuangan yang berarti Ho ditolak H4 diterima
Berdasarkan penelitian dapat
disimpulkan bahwa secara parsial Debt
to Equity Rasio berpengaruh signifikan
terhadap Kinerja Keuangan, dibuktikan
dengan nilai signifikansi 0,000<0,050,
yang berarti Ho ditolak H2 diterima.
c. Hipotesis Ketiga (H3) : menyatakan
bahwa Tata Kelola Perusahaan

31 | CAPITAL, VOLUME 3, NOMOR 1, SEPTEMBER 2019


JURNAL EKONOMI DAN MANAJEMEN
CAPITAL P-ISSN: 2598-9022/ E-ISSN: 2598-9618
Available at: http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/capital

DAFTAR PUSTAKA
Online Journal
Afifah. (2017). Pengaruh Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Pada
Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011-2014.
Jurnal Ekonomi vol 3, No.4, pp. 305-360.

Afrianty. (2011). Skripsi Analisis Pengaruh Current Ratio, Total Assets Turnover, Debt to
Equity Ratio, Sales dan Size Terhadap Return on Assets. Universitas Diponegoro
Semarang.

Akbar. (2016). Pengaruh Debt to Asset Ratio dan Debt to Equity Ratio terhadap Return on
Aset Pada Perusahaan Sektor Food & Beverages Yang Terdaftar di Bursa Efek
Indonesia.

Ali. (2012). Pengaruh Good Corporate Governance Dan Leverage Terhadap Kinerja
Keuangan Perbankan Di BEI Tahun 2007-2010. Skripsi. Surakarta. Universitas
Muhammadiyah Surakarta.

Augtiah. (2017). Skripsi. Pengaruh Good Corporate Governance Dan Leverage Terhadap
Kinerja Keuangan Pada Bank Umum Yang Terdaftar Di Bei Tahun 2013-2015. Fakultas
Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Barus. (2013). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Profitabilitas Pada Perusahaan


Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil
Volume 3, Nomor 02, Oktober 2013.

Efendi. (2017). Skripsi Pengaruh Debt To Equity Ratio (Der) Dan Debt To Asset Ratio (Dar)
Terhadap Kinerja Perusahaan Di Sektor Keuangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek
Indonesia. Akuntansi Manajerial Jurusan Manajemen Bisnis Politeknik Negeri Batam.

Hastuti. (2010). Analisis Pengaruh Periode Perputaran Persediaan, Periode Perputaran


Hutang Dagang, Rasio Lancar, Leverage, Pertumbuhan Penjualan Dan Ukuran
Perusahaan Terhadap Profitabilitas Perusahaan Perusahaan Manufaktur yang
Terdaftar di BEI pada tahun 2006-2008. Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas
Diponegoro.

Hendratni. (2018). Analisis Pengaruh Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan


Sektor Perbankan Yang Terdaftar Di Bei Tahun 2012-2016. Jurnal Riset Manajemen dan
Bisnis (JRMB) Fakultas Ekonomi UNIAT Vol.3, No.1 Februari 2018: 37 – 52

Isaura. (2014). Pengaruh Tata Kelola Perusahaan Terhadap Kinerja Keuangan Pada
Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ekonom vol 14,
No.3, Juli 2011.

Jatismara. (2011). Analisis pengaruh TATO, DER, Dividend, Sales dan Current Ratio
terhadap Return On Asset, Skripsi, Universitas Diponegoro Semarang.

32 | CAPITAL, VOLUME 3, NOMOR 1, SEPTEMBER 2019


JURNAL EKONOMI DAN MANAJEMEN
CAPITAL P-ISSN: 2598-9022/ E-ISSN: 2598-9618
Available at: http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/capital

Julita. (2012). “Pengaruh Debt to Equity Ratio dan Debt to Asset Ratio Pada Perusahaan
Transformasi Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”. Jurnal Akuntansi.

Kusuma. (2016). Pengaruh DAR, Ukuran Perusahaan, Risiko, Pajak,Dan Likuiditas


Terhadap Profitabilitas perusahaan Sektor Pertambangan Di Indonesia. BISMA –
Bisnis dan Manajemen –Volume 8 No. 2 Februari 2016

Limin. Pengaruh Current Ratio, Ukuran Perusahaan, dan DER Terhadap ROA Perusahaan
Yang Tergabung Dalam Lq 45 Di Bursa Efek Indonesia. Skripsi. Fakultas Ekonomi
Universitas Tanjungpura

Widiyanti. (2015). Pengaruh Financial Leverage Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan


Sub Sektor Otomotif Dan Komponen Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal
Manajemen dan Bisnis Sriwijaya Vol.13 No.1 Maret 2015.

Maulita. (2018). Pengaruh Debt To Equity Ratio (Der), Debt To Asset Ratio (Dar), Dan Long
Term Debt To Equity Ratio (Lder) Terhadap Profitabilitas (Studi Pada Perusahaan
Manufaktur Sub Sektor Makanan dan Minuman Yang Terdaftar Di BEI Periode 2011-
2016). Jurnal Akuntansi, Vol 5 No. 2, Juli 2018.

Nugroho. (2011). Analisis pengaruh Likuiditas, Pertumbuhan Penjualan, Perputaran Modal


Kerja, Ukuran Perusahaan dan Leverage terhadap profitabilitas perusahaan, Skripsi,
Universitas Diponegoro, Semarang.

Putra. (2017). Pengaruh Corporate Governance Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan


Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2015). Jurnal
Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 47 No.1 Juni 2017.

Utama. (2014). Pengaruh Current Ratio, Debt Equity Ratio, Debt Asset Ratio, Dan
Perputaran Modal Kerja Terhadap Return On Asset Pada Perusahaan Manufaktur Yang
Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010 – 2012. Diponegoro Journal Of
Accounting Volume 03, Nomor 02, Tahun 2014

Veno. (2015). Pengaruh good corporate governance terhadap kinerja perusahaan pada
perusahaan manufaktur go public. BENEFIT Jurnal Manajemen dan BisnisVolume 19,
Nomor 1, Juni 2015, hlm 95-112.

Wikardi. (2017). Pengaruh Debt to Equity Ratio, Firm Size, Inventory Turnover, Assets
Turnover dan Pertumbuhan Penjualan Terhadap Profitabilitas (Studi Kasus Pada
Industri Makanan dan Minuman yang Terdaftar di BEI Periode 2011-2015). Jurnal
Online Insan Akuntan, Vol.2, No.1, Juni 2017, 99 – 118.

Yulianawati. (2014) Pengaruh Good Corporate Governance dan Leverage Terhadap Kinerja
Keuangan (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di BEI Tahun 2011-
2012. Skripsi. Surakarta : Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Muhammdiyah
Surakarta

Books, Chapters In Books, Reports, Etc.


One Author
33 | CAPITAL, VOLUME 3, NOMOR 1, SEPTEMBER 2019
JURNAL EKONOMI DAN MANAJEMEN
CAPITAL P-ISSN: 2598-9022/ E-ISSN: 2598-9618
Available at: http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/capital

Fahmi, Irham. (2011). Analisis Kinerja Keuangan. Bandung: Alfabeta.

Fahmi, Irham. (2014. Analisis Kinerja Keuangan. ALFABETA CV BANDUNG.

Fahmi, Irham. (2015). Analisis Laporan Keuangan. ALFABETA CV BANDUNG.

Ghozali, I. (2006). Aplikasi Analisis Multivariate dengan SPSS (Cetakan Keempat ed.).
Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Ghozali, I. (2009. Aplikasi Analisis Multivariate dengan SPSS (Edisi Keempat ed.).
Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hanafi. (2009). Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

IAI. (2007). Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Salemba Empat.

Kasmir. (2007). Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya Edisi Enam. Jakarta: PT Gaja
Grafindo Persada.

Sawir. (2008). Analisa Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan. Jakarta:
PT Gramedia Pustaka Utama.

Subramanyam. (2010). Analisis Laporan Keuangan (Financial Statement Analysis).


SALAMBA EMPAT.

Sartono, A. (2010). Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi.Edisi ke Empat. Yogyakarta.


BPFE
.
Syamsuddin, L. (2011). Manajemen Keuangan Perusahaan: Konsep Aplikasi Dalam
Perencanaan, Pengawasan dan Pengambilan Keputusan. EdisiBaru. Jakarta: Rajawali
Press.

34 | CAPITAL, VOLUME 3, NOMOR 1, SEPTEMBER 2019