You are on page 1of 4

Konsep induksi silang dapat dihubungkan dengan bagaimana cara kerja telepon

seluler, radio, atau TV. Telepon seluler dapat menerima sinyal listrik dari
perangkat lain walaupun kedua perangkat tidak saling bersentuhan atau
berhubungan. Demikian juga dengan radio dan TV. Secara luas juga mencakup
perangkat wireless (tanpa kabel) yang saat ini sangat bermanfaat dan banyak
digunakan sehari-hari.

Puiezo Electric

Efek Piezoelectric adalah efek dimana terjadi perubahan enegi mekanik menjadi
energy elektrik . piezoelectric ditemukan tahun 1880 oleh Curie besaudara. Cara
kerja adalah ketika tekanan (piezo dalam bahasa Yunani diartikan sebagai
tekanan) digunakan untuk Kristal yang terpolarisasi, menimbulkan bentuk
mekanik yang berbeda dalam beban elektrik. Piezoelectric microphones
merupakan sampling yang baik dari phenomenon. Microphones menimbulkan
tekanan acoustical pada titik teganganya. Sederhananya, ketika beban elektrik
digunakan untuk Kristal yang terpolarisasi, Kristal bergerak menuju bentuk
mekanik yang bias membuat tekanan acoustical. Contohnya dapat kita lihat
pada piezoelectric speakers (timbul disebabkan oleh system beeps yang terlalu
biasa pada computer jaman sekarang).

4.7 EFEK GELOMBANG ULTRASONIK

Ultrasonik sama dengan gelombang bunyi hanya saja frekuensi yang sangat
tinggi dan mempunyai efek:

a. Mekanik: yaitu membentuk emulsi asap/awan dan disitegrasi beberapa


benda padat, dipakai untuk menentukan lokasi batu empedu.

b. Panas : pada titik yang bersangkutan mengalami perubahan panas dan


refleksi. Pada jaringan bias terjadi pembentukan rongga dengan intensitas
yang tinggi.

c. Kimia : gelombang ultrasonic menyebabkan proses oksidasi dan terjadi


hidrolisis pada ikatan polyester.

d. Efek biologis : efek ini merupakan gabungan dari berbagai efek misalnya
akibat pemanasan menimbulkan pelebaran pembuluh darah.

4.8 PENGGUNAAN DALAM BIDANG KEDOKTERAN

1. Ultrasonic sebagai Pelengkap Diagnosis

Kristal piezo electric yang bertindak sebagai transduser mengirim gelombang


ultrasonic mencapai pada dinding berlawanan, kemudian dipantulkan dan
diterima oleh transduser tersebut pula. Trasnduser yang menerima gelombang
balik akan diteruskan ke amplifer berupa gelombang listrik kemudian gelombang
tersebut ditangkap oleh CRT (ossiloskop). Gambaran yang diperoleh CRT
tergantung teknik yang dipergunakan. Ada 3 macam metode dalam memperoleh
gambaran yaitu:

a. A Skanning ( Amplitude Scanning)

Bunyi yang dihasilkan oleh piezo electic melalui transduser akan mencapai
dinding B kemudian dipantulkan ke dinding A dan diterima oleh
transduser. A Skanning mendiagnosis tumor otak (echo encephalo
graphy), memberi informasi tentang penyakit-penyakit mata,
daerah/lokasi yang dalam dari bola mata, menentukan apakah kornea
atau lensa yang opaque atau ada tumor-tumor retina.

b. B Skanning (Bright Scanning)

Prinsip B Skanning sama dengan A Skanning. Hanya saja pada B Skanning


transdusernya digerakkan (moving) sedangkan pada A Skanning
transdusernya tidak digerakkan. Gerakkan transduser mula-mula akan
menghasilkan echo, dapat dilihat adanya dot (dot ini disimpan pada CRT)
kemudian transduser digerakkan ke arah lain menghasilkan echo pula
sehingga kemudian tercipta suatu gambaran dua dimensi.pada B
Skanning ini, operator boleh memilih dua mode control pada alat
elektronik; untuk mencapai nilai ambang agar memperoleh gambaran
yang dikehendakinya maka dipakai alat control leading edge display.
Untuk mengatur cahaya benderang pada layar TV (CRT=Tabung Sinar
Metode) yang sebanding dengan besarnya echo/gema yang dihasilkan
oleh transduser ultrasonic maka dipakai alat gray scale display. B
Skanning bergunan untuk : memperoleh informasi struktur dalam dari
tubuh manusia, misalnya hati, lambung, usus, mata, mamma, jantung
janin. Untuk mendeteksi kehamilan sekitar 6 minggu, kelainan uterus dan
kasus-kasus perdarahan yang abnormal.

c. M Skanning (modulation Scanning)

M Skanning ini merupakan dua metode yang digunakan untuk


memperoleh informasi gerakan organ-organ dengan mempergunakan
ultrasonic. Misalnya: mempelajari gerakan jantung dan gerakan vulva,
atau teknik Doppler yang dipergunakan untuk mengukur informasi
tentang jantung, vulva jantung, pericardinal effusion (timbunan zat cair
dalam kantong jantung).

2. Penggunakan Ultrasonik dalam pengobatan

Efek kimia dan biologi pada ultrasonic memungkinkan ultrasonic dapat


dipergunakan dalam dipergunakan dalam pengobatan. Ultrasonik memberi efek
kenaikan temperature dan peningkatan tekanan. Efek ini timbul karena jaringan
mengabsorbsi energy bunyi dengan demikian ultrasonic dipakai sebagai
diaremi/pemanasan. Daya ultrasonic yang dipakai sebesar beberapa W/cm
dilakukan dalam 3-10 menit, dua kali sehari, seminggu dilakukan 3 kali.
Ultrasonic sebagai diathermi, intensitas yang dipakai 1-10 W/cm dengan
frekuensi sebesar 1 MHz pemindahan amplitude sebesar 10 W/c ke dalam
jaringan + 10 cm, maksimum tekanan 5 atm. Tekanan mula-mula maksimum,
berubah menjadi minimum dengan panjang gelombang ½ λ; untuk 1 MHz
gelombang ke dalam jaringan sebesar ½ λ= 0,7 mm.

Frekuensi dan daya ultrasonic yang dipakai dalam kedokteran menurut


kebutuhan, apabila ultrasonic yang digunakan untuk diagnostic maka frekuensi
yang digunakan sebesar 1 MHz samapai 5 MHz dengan daya 0,01 W/cm. apabila
daya ultrasonic ditingkatkan sampai 1 W/cm akan dipakai sebagai pengobatan,
sedangkan untuk merusakkan jaringan kanker dipakai daya 10 W/cm.

Prinsip dasar penggunaan ultrasonic adalah efek Doppler yaitu terjadi perubahan
frekuensi akibat adanya pergerakan pendengar atau sebaliknya. Dan getaran
bunyi yang dikirim ke tempa tertentu (ke obyek) akan direfleksi oleh obyek itu
sendiri. Dimulai dari pemahaman akan adanya satu intraksi inti atom dengan
medan magnet di sekitar tahun 1940-an, kemudian berkembang pemanfaatan
untuk keperluan MI, karena pada dasarnya tubuh manusia 75% adalah molekul
air, dimana atom hydrogen, dimana atom hydrogen adalah salah satu komponen
penyusun molekul air. Karena tiap atom hydrogen secara alami berputar
(spinning), sehingga menghasilkan momen magnet yang dapat dibayangkan
seperti batang magnet yang kecil. Tetapi Karen orientasi yang acak, sehingga
total dari momen magnet tersebut tidak menghasilkan informasi yang dapat
dimanfaatkan. Dalam medan magnet yang relative kuat, kira-kira lebih dari 20
ribu kali dari kuat medan magnet bumi, momen magnet tiap atom hydrogen
dapat dibuat sejajar dengan arah medan magnet yang digunakan. Untuk
membuat suatu citra jaringan sel yang diinginkan, pulsa dalam radio frekuensi
(RF) ditransmisikan dari antenna khusus, untuk memaksa orientasi momen
magnet yang telah sejajar berubah dari posisi awal. Kemudian setelah
pengaruah pulsa (RF) hilang. Orientasi momen mangnet dari atom hydrogen
berbondong-bondong kembali ke posisi awal (sejajar dengan medan magnet),
sambil mengemisikan sinyal radio yang lemah pada frequensi tertentu.
Kemudian dengan coil, sinyal radio itu dideteksi dan dianalisa serta diolah
dengan computer digital untuk menghasilkan suatu citra.

3. Penggunaan Ultrasonografi dalam pemeriksaan janin

Ultrasongraphy (USG) merupakan suatu metode diagnostic dengan


menggunakan gelombang ultrasonic. Gelombang ultrasonic adalah suara atau
getaran dengan frekuensi yang terlalu tinggi untuk bias didengar oleh manusia,
yaitu kira-kira diatas 20 kilohertz. Dalam hal ini gelombang ultrasonic merupakan
gelombang di atas frekuensi suara. Gelombang ultrasonic dapat merambat
dalam medium padat, cair dan gas. Reflektifitas dari gelombang ultrasonic ini
dipermukaan cairan hampir sama dengan permukaan padat, tetapi pada tekstil
dan busa dapat didengar, bersifat langsung dan mudah difokuskan. Kelebihan
gelombang ultrasonic yang tidak dapat didengar, bersifat langsung dan mudah
difokuskan. Jarak suatu benda yang memanfaatkan delay gelombang pantul dan
gelombang dating seperti pada system radar dan deteksi gerakan oleh sensor
pada robot atau hewan.

Pada awalnya penemuan alat USG diawali dengan penemuan gelombang


ultrasonic kemudian bertahun-tahun setelah itu, tepatnya sekitar tahun 1920-an,
prinsip kerja gelombang ultrasonic mulai diterapkan dalam bidang kedokteran.
Penggunaan ultrasonic dalam bidang kedokteran ini pertama kali diaplikasikan
untuk kepentingan terapi bukan untuk mendiagnosis suatu penyakit.

Dalam hal ini yang dimanfaatkan adalah kemampuan gelombang ultrasonic


dalam menghancurkan sel-sel atau jaringan “berbahaya” ini kemudian secara
luas diterapkan pula untuk penyembuhan penyakit-penyakit lainnya. Misalnya,
terapi untuk penderita arthritis, haermorrhoids, asma, thyroxicosis, ulcus
pepticum (tukak lambung), elephanthiasis (kaki gajah), dan bahkan terapi untuk
penderita angina pectoris (nyeri dada). Baru pada awal tahun 1940, gelombang
ultrasonic dinilai memungkinkan untuk digunakan sebagai alat mendiagnosis
suatu penyakit, bukan lagi hanya untuk terapi. Hal tersebut disimpulkan berkat
hasil eksperimen Karl Theodore Dussik, seoran dakter ahli sara dari Universitas
Vienna, Austria. Bersama dengan saudaranya, freinderich, seorang ahli fisika,
berhasil menemukan lokasi tumor otak dan pembuluh darah pada otak besar
dengan mengukur transmisi pantulan gelombang ultrasonic melalui tulang
tengkorak. Dengan menggunakan transduser (kombinasi alat pengirim dan
penerima data), hasil pemindaian masih berupa gambar dua dimensi yang terdiri
dari barisan titik-titik berinteraksi rendah. Kemudian George Ludwig, ahli fisika
Amerika menyempurnakan alat Dussik.

Seperti yang kita ketahui bahwa ultrasonography adalah salah satu dari produk
teknologi medical imaging yang dikenal sampai saat ini Medical Imaging (MI)
adalah suatu teknik yang digunakan untuk mencitrakan bagian dalam organ atau
suatu jaringan sel (tissue) pada tubuh, tanpa membuat sayatan atau luka (non-
invasive). Interaksi antara fenomena fisik tissue dan diikuti dengan teknik
pendetektian hasil interaksi itu sendiri>