Вы находитесь на странице: 1из 15

KORELASI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DENGAN PRESENTASI DIRI

MAHASISWA JURUSAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS RIAU

By: Heny Gustina


Email: henygustinasitompul@yahoo.co.id
Counselor:
Rumyeni, S.Sos, M.Sc

Jurusan Ilmu Komunikasi – Konsentrasi Hubungan Masyarakat


Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik
Universitas Riau

Kampus Bina Widya jl. H.R Soebrantas Km. 12,5 Simp. Baru Pekanbaru 28293-
Telp/Fax. 0761-63277

ABSTRACT
As the technologies develop nowadays, communication is not doing only by
face-to-face, but also by using another internet intermediaries media, such as social
media Instagram. Computer Mediated Communication theory or also well known as
CMC theory is the latest theory in communication sciences development which is
focused on how social media contributes in people communication and also describes
how people have another world out of the real world, as we know it cyber world. The
social media facilitates its users to present themselves. Self-presentation as one of the
purpose of communication is an act in showing himself by a person to get a good image
as what he expects.
The method used in this research was quantitative method with explanatory
survey, researcher collected data using questionnaires. The location of this research
was in the Communication Science Department, University of Riau. The number of
samples for this research were 155 respondents, sampling technique is using accidental
sampling technique. To determine how much correlation between these two variables,
researcher used the Pearson Product Moment Correlation analysis. As for the
questionnaire data processing use Statistics Program Product Of Service Solutions
(SPSS) windows version 20.
In the result of this correlation between social media Instagram and self-
presentation among the students of the Communication Sciences, University of Riau
research shows that the correlation coefficient values obtained in this study is Y =
10,010 + 0619 X with the significance level of 0.001 which is smaller than α = 0.05.
This result shows that there is correlation between social media Instagram and self-
presentation among the students of Communication Sciences in University of Riau as
much 58,8 % which is in moderate category. .

Keywords: Social Media, Instagram, Adolescent, Self-Presentation, CMC Theory,


Digital Communications, Social Life


Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi angkatan 2010

Jom FISIP Volume 2 No. 2 – Oktober 2015 1


PENDAHULUAN sebagai sebuah kondisi bagi pengguna
untuk lebih mudah mengontrol dan/
Pada dasarnya manusia telah
atau minimal dalam melakukan
melakukan tindakan komunikasi sejak
presentasi diri. (Papacharissi, 2002:644-
dilahirkan ke dunia. Tindakan
645)
komunikasi ini berlangsung terus
Instagram adalah salah satu jenis
menerus terjadi dalam proses kehidupan
media sosial dimana para penggunanya
manusia tersebut. Seiring
bisa mengunggah berbagai foto.
berkembangnya teknologi sekarang ini,
Instagram dapat digunakan di gadget
komunikasi tidak hanya bisa dilakukan
dengan sistem operasi iOS atau android
secara langsung atau tatap muka, namun
sehingga si pengguna bisa lebih mudah
bisa juga dilakukan dengan media
mengunggah berbagai foto untuk
perantara, seperti misalnya internet.
diperlihatkan kepada orang lain. Selain
Teori komunikasi dunia maya
itu Instagram juga memungkinkan
atau yang di kenal dengan teori
penggunanya meng-upload video
computer mediated communication
singkat yang bisa dilihat langsung oleh
(CMC) merupakan teori paling akhir
para followers (pengikutnya).
dalam pengembangan ilmu komunikasi
Melalui media sosial seperti
atau sosiologi komunikasi. Teori ini
Instagram ini seseorang menunjukan
menekankan bagaimana media sosial
atau menampilkan dirinya kepada orang
memberikan kontribusi dalam proses
lain atau yang disebut dengan presentasi
komunikasi manusia dan
diri. Presentasi diri yang dilakukan
menggambarkan bagaimana manusia
dengan memanfaatkan media sosial
mempunyai dunia lain diluar dunia
Instagram ditampilkan dalam bentuk
nyata, seperti misalnya di internet.
video singkat dan juga dalam bentuk
Media sosial memfasilitasi para
foto.. Dengan kata lain, individu
penggunanya untuk bebas berkreasi
menjadikan media sosial sebagai media
dalam mempresentasikan atau
presentasi diri (Rachmah, 2012).
menampilkan diri. Presentasi diri atau
Berdasarkan uraian diatas peneliti
sering juga disebut manajemen impresi
tertarik untuk melihat hubungan antara
(impression management) merupakan
media sosial Instagram dengan
sebuah tindakan menampilkan diri yang
presentasi diri mahasiswa Ilmu
dilakukan oleh setiap individu untuk
Komunikasi Universitas Riau.
mencapai sebuah citra diri yang
diharapkan dan biasanya merupakan
TINJAUAN PUSTAKA
citra positif. (Boyer, dkk, 2006:4)
Dalam mengkaitkan antara media
Internet
sosial dan presentasi diri, bisa terjadi
Lahirnya era komunikasi
pandangan yang cukup kontradiktif. Di
interaktif ditandai dengan terjadinya
satu sisi, presentasi diri yang berakar
diversivikasi teknologi informasi
dari interaksi tatap muka antar individu
dengan bergabungnya telepon, radio,
memandang presentasi diri melalui
komputer, dan televisi menjadi satu dan
media sosial akan menghilangkan
menandai teknologi yang disebut
elemen non verbal komunikasi dan
dengan internet (Bungin, 2006 : 113).
konteks terjadinya komunikasi.
Internet merupakan salah satu solusi
Sehingga presentasi diri tidak maksimal
luar biasa yang pernah diciptakan oleh
di dalam media sosial. Di sisi lain,
manusia, informasi apapun dan dari
ketidakhadiran elemen-elemen non
verbal dan konteks bisa dipandang

Jom FISIP Volume 2 No. 2 – Oktober 2015 2


manapun memungkinkan untuk Nama Instagram berasal dari
didapatkan melalui teknologi ini. pengertian dari keseluruhan fungsi
aplikasi ini. Kata ―insta‖ berasal dari
Media Sosial kata ―instan‖, seperti kamera polaroid
Media sosial atau dalam bahasa yang pada masanya lebih dikenal
Inggris social media menurut tata dengan sebutan ―foto instan‖. Instagram
bahasa, terdiri dari kata social yang juga dapat menampilkan foto-foto
memiliki arti kemasyarakatan atau secara instan, seperti polaroid di dalam
sebuah interaksi dan media adalah tampilannya. Sedangkan untuk kata
sebuah wadah atau tempat sosial itu ―gram‖ berasal dari kata ―telegram‖,
sendiri. Menurut Andreas Kaplan dan dimana cara kerja telegram sendiri
Micheal Haenlein mendefinisikan social adalah untuk mengirimkan informasi
media sebagai bagian dari media massa kepada orang lain dengan cepat. Sama
versi modern di mana pengertian dari halnya dengan Instagram yang dapat
media sosial adalah sebuah media yang mengunggah foto dengan menggunakan
difasilitasi internet atau disebut media jaringan internet, sehingga informasi
online. Media sosial melahirkan jejaring yang ingin disampaikan dapat diterima
sosial (social networking) yang dengan cepat. Oleh karena itulah
merupakan aplikasi dari sebuah media Instagram berasal dari instan-telegram.
sosial yang digunakan untuk Fitur-fitur dalam media sosial
berkomunikasi, menyebarkan dan Instagram ini adalah indikator yang
mendapatkan informasi. digunakan dalam penelitian ini
berdasarkan pendampat Bambang
Instagram (2012:53) dalam bukunya Instagram
Handbook menyatakan management) merupakan sebuah
indikator dari media sosial Instagram tindakan menampilkan diri yang
yaitu Hastag, Geotag, follow, share, dilakukan oleh setiap individu untuk
like, komentar dan mention. mencapai sebuah citra diri yang
diharapkan. Presentasi diri yang
Foto Sebagai Media Representasi dilakukan ini bisa dilakukan oleh
Representasi diartikan sebagai individu ataupun kelompok, tim,
perwakilan atas sesuatu. Melalui media organisasi (Boyer, 2006 : 4).
foto sebuah peristiwa diabadikan dalam
materi tertentu, kemudian dihadirkan Dalam mempresentasikan diri,
kembali. Sesuai dengan fungsinya yaitu para pengguna media sosial harus
representasi, foto merupakan salah satu mengatur penampilan mereka dengan
bentuk komunikasi. Foto dianggap bisa berbagai strategi. Maka dari itu,
mewakili citra/ identitas dari sang pengguna media sosial harus memiliki
pemilik. Pada titik inilah representasi strategi dalam mengkonstruksi
penting dibicarakan. Istilah representasi identitasnya. Maka dari itu, mereka
itu sendiri menunjukkan pada harus memiliki strategi dalam
seseorang, satu kelompok, gagasan atau mengkonstruksi identitas mereka. Jones
pendapat tertentu ditampilkan (Yusida (1990) menyatakan rangkuman dari
Lusiana, 2005) lima strategi dalam konstruksi
presentasi diri yang diperoleh dari
Presentasi Diri eksperimen terhadap situasi
Presentasi diri atau sering disebut interpersonal, yaitu ingratiation, self-
dengan manajemen impresi (impression

Jom FISIP Volume 2 No. 2 – Oktober 2015 3


promotion, intimidation, sekarang sedang dinyatakan dalam
exemplification, dan supplication kegiatan sosialnya (Danah Boyd, 2014)
Menurut Hurlock dalam Fagan
Remaja (2006), remaja terbagi dalam 3 kategori,
Remaja berada pada usia dimana yaitu :
mereka masih ingin menemukan tempat
mereka dalam masyarakat. Yang 1. Remaja awal (12-15)
membedakan sebagai bagian dari media 2.Remaja pertengahan (16-19)
sosial adalah bahwa keinginan abadi 3.Remaja akhir (20-22)
remaja untuk terkoneksi secara sosial
Teori CMC menekankan kelompok sosial yang
John memamparkan bahwa CMC berkembang manakala sekelompok
adalah proses di mana manusia individu yang saling berinteraksi dalam
berkomunikasi menggunakan komputer computer mediated communication
yang melibatkan orang-orang, konteks (Tjiptono, 2007: 170)
dan situasi tertentu dan segala proses
pemembentukan media untuk tujuan- Kerangka Pemikiran
tujuan tertentu. Apabila seseorang jeli Kerangka pemikiran membantu
akan kapabilitas komputer sebagai peneliti dalam penentuan tujuan dan
media komunikasi yang berpengaruh arah penelitiannya dan dalam memilih
besar dalam kehidupan bersosialisasi konsep-konsep yang tepat guna
dan bermasyarakat, maka ia akan pembentukan hipotesa-hipotesanya
menggunakan media ini untuk mencapai (Koentjaraningrat, 1986:21)
tujuan-tujuan mereka. Teori ini lebih

Variabel Independen Variabel Independen

Instagram Presentasi Diri


Posting Ingratiation
Following Self-Promotion
Followers Intimidatio
Like Exemplification
Comment supplification
Geotagging
(Atmoko, Bambang (Jones, 1990:80)
Dwi, 2012:28-63)

METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam ini dilakukan di jurusan Ilmu
penelitian ini adalah riset kuantitatif. Komunikasi Universitas Riau.
Jenis penyajian data dalam penelitian Dalam penelitian ini penulis
ini adalah kuantitatif, yaitu nilai membagi jadwal penelitian ke beberapa
pembahasan yang dapat dinyatakan tahapan penelitian yaitu:
dalam angka (Sony, 2004:267). 1.Tahap Persiapan dan pelaksanaan, yaitu
Sementara itu jenis atau tipe riset yang proses pengumpulan data dimulai dari
digunakan dalam penelitian ini adalah
Januari 2014 sampai Maret 2015.
metode Eksplanasi. Berdasarkan judul
yang telah dipaparkan diatas, penelitian 2.Tahap analisis data yang telah didapatkan
langsung dari lapangan pada tanggal 1 april
2015.

Jom FISIP Volume 2 No. 2 – Oktober 2015 4


3. Tahap pelaporan data, yaitu tahap penyusunan dan penyuntingan

Populasi yang penting bagi rencana analisisnya.


Menurut Sudjana dalam buku Misalnya, dalam populasi ada wanita
metode Statistika, populasi adalah total dan pria, atau ada yang kaya dan yang
semua nilai yang mungkin, baik itu dari miskin, ada manajer dan bukan manajer,
hasil menghitung maupun pengukuran dan perbedaan-perbedaan lainnya.
kuantitatif ataupun kualitatif dari Selama perbedaan gender, status
karateristik tertentu mengenai kemakmuran, dan kedudukan dalam
sekumpulan objek (Nawawi, 1983:141). organisasi, serta perbedaan-perbedaan
Populasi dalam penelitian ini adalah lain tersebut bukan merupakan sesuatu
mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi hal yang penting dan mempunyai
FISIP Universitas Riau angkatan 2013- pengaruh yang signifikan terhadap hasil
2014. Hal ini dikarenakan mahasiswa penelitian, maka peneliti dapat
pada angkatan ini masih berada pada mengambil sampel berdasarkan
kategori remaja madya yang berumur kebetulan, yaitu siapa saja yang secara
16-19 tahun. Dimana remaja pada kebetulan ditemui cocok sebagai
kategori ini masih cenderung memiliki sumber data.
kecenderungan untuk mencari identitas
diri dan juga mengungkapkan identitas
dirinya di hadapan orang lain (Hurlock, JENIS DAN SUMBER DATA
2006). Berdasarkan data yang berhasil
dihimpun, mahasiswa Ilmu Komunikasi Data Sekunder
FISIP Universitas Riau angkatan 2013- Data primer adalah data yang
2014 berjumlah 481 mahasiswa, dimana dihimpun secara langsung dari
terdiri dari 327 mahasiswa angkatan sumbernya dan kemudian diolah sendiri
2013 dan 154 mahasiswa angkatan oleh orang yang bersangkutan. Data
2014. primer dapat berbentuk opini subjek
secara individual atau kelompok, dan
Sampel merupakan hasil observasi terhadap
Sampel diartikan sebagai karateristik benda, kejadian, kegiatan,
sebagian atau wakil dari populasi yang dan hasil dari suatu pengujian (Ruslan,
sedang diteliti. Sampel penelitian adalah 2004:138). Data primer diperoleh
sebagian yang diambil dari keseluruhan peneliti melalui penyebaran kuisioner
objek yang sedang diteliti yang yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang
dianggap mewakili seluruh populasi dan berkaitan dengan korelasi media sosial
diambil dengan menggunakan teknik Instagram dengan pembuktian
tertentu. Sampel juga dapat diartikan eksistensi diri mahasiswa Ilmu
sebagai sebagian dari populasi atau Komunikasi Universitas Riau. Peneliti
kelompok kecil yang diamati juga menyertakan dokumentasi untuk
(Tanieradja, 2011:34). mendukung penelitian
Berdasarkan survey yang
dilakukan maka dalam pengambilan Data Sekunder
sampel peneliti memutuskan untuk Data sekunder dalam penelitian ini
menggunakan teknik accindental adalah data yang didapat penulis
sampling. Perbedaan karakter yang melalui penelitian terdahulu yang
mungkin ada pada setiap unsur atau biasanya beruba arsip perpustakaan dan
elemen populasi tidak merupakan hal

Jom FISIP Volume 2 No. 2 – Oktober 2015 5


juga literatur serta tulisan yang seseorang tentang suatu objek sikap.
mendukung penelitian ini. Objek sikap biasanya telah ditentukan
secara spesifik dan sistematik oleh
periset. Indikator-indikator dari variable
TEKNIK PENGUMPULAN DATA sikap terhadap suatu objek merupakan
titik tolak dalam membuat pernyataan
1.Kuisioner yang harus diisi oleh responden
Kuisioner (angket), ialah teknik (Kriyantono, 2008:136)
pengumpulan data dengan menyerahkan Scoring dilakukan dengan cara
atau mengirim daftar pertanyaan untuk menentukan skor tiap item dari tiap-tiap
diisi sendiri oleh responden (orang yang pertanyaan atau pernyataan sehingga
memberikan tanggapan) (Soehartono, diperoleh skor total dari tiap kuesioner
2002:65). Angket tersebut disebarkan tersebut untuk masing-masing individu.
untuk mengetahui bagaimana korelasi Selanjutnya hasil yang diperoleh akan
dari media sosial Instagram dengan diinterpretasikan. Pada penelitian ini,
presentasi diri mahasiswa jurusan Ilmu alat ukur yang digunakan peneliti
Komunikasi Universitas Riau. adalah kuisioner atau angket, dan
masing masing pertanyaan atau
2.Dokumentasi pernyataan akan diberi tiga pilihan,
Pada penelitian kuantitatif, yaitu :
teknik pengumpulan data ini berfungsi 1.Option A (setuju) diberi nilai 3
untuk menghimpun secara selektif 2.Option B (kurang setuju) diberi nilai 2
bahan-bahan yang dipergunakan dalam 3. Option C (tidak setuju) diberi nilai 1
kerangka/landasan teori dan
penyusunan kerangka konsep (Nawawi, Pengujian hipotesis dapat
1983:133). Setiap data diperoleh, dilihat dari taraf probabilitas
dikumpulkan dan digunakan sebagai signifikan yang merupakan hasil
bahan penunjang dalam penelitian. perbandingan r hitung dan r tabel,
Dokumentasi merupakan teknik taraf signifikan yang digunakan
pengumpulan data dengan upaya adalah
menggali data-data yang berhubungan Jika r hitung ≥ r tabel, maka Ha
dengan penelitian yang berasal dari diterima dan H0 ditolak artinya
surat kabar, buku-buku, majalah, artikel, terdapat hubungan antara media sosial
brosur, wacana pada internet dan lain- Instagram dan presentasi diri
lain. mahasiswa Ilmu Komunikasi
Universitas Riau.
Jika r hitung ≤ r tabel, maka
TEKNIK PENGUKURAN DATA H0 diterima dan Ha ditolak, artinya
tidak terdapat hubungan antara media
Pengukuran data adalah sosial Instagram dan presentasi diri
pemberian tanda angka atau bilangan mahasiswa Ilmu Komunikasi
pada suatu objek dengan aturan tertentu. Universitas Riau (dalam Riduwan
Pengukuran adalah upaya memberikan dan Sunarto, 2007: 80 – 81)
nilai-nilai pada variabel (Kriyantono, Untuk menentukan besarnya
2008:133). Pada penelitian ini persentase jawaban responden, maka
digunakan skala Likert untuk mengukur peneliti menggunakan rumus
data dari responden. Skala Likert (Sudjana, 2003:40) sebagai berikut
digunakan untuk mengukur sikap

Jom FISIP Volume 2 No. 2 – Oktober 2015 6


Tabel 1
Rekapitulasi Jawaban Responden terhadap indikator media sosial Instagram
No Item Pertanyaan S KS TS Total
N % N % N % N %
1 Saya menggunakan 59 38,1 % 67 43,2 % 29 18,7 155 100%
postingan foto di Instagram %
saya sebagai media dengan
tujuan untuk membuat
orang suka kepada saya
2 Saya menggunakan 75 48,4 % 59 38,1 % 21 13,5 155 100%
postingan foto di Instagram %
saya untuk menciptakan
citra diri yang baik dan
berkualitas.
3 Saya merasa senang jika 65 42 % 71 45,8 % 19 12,2 155 100%
memiliki banyak followers %
di akun Instagram saya
karena saya merasa
pengguna Instagram lain
menyukai saya
4 Saya merasa semakin 88 56,7 % 59 38,1 % 8 5,2% 155 100%
banyak followers di akun
Instagram saya berarti
semakin banyak juga orang
yang ingin mengenal saya
lebih dekat
5 Saya mem-follow akun 47 30,3 % 55 35,5 % 53 34,2 155 100%
Instagram orang lain untuk %
menampilkan citra yang
baik dan ramah karena
saya mau berkomunikasi
dengan mereka
6 Saya merasa semakin 59 38,1 % 77 49,7 % 19 12,2 155 100%
banyak likes (tanda suka) %
yang saya dapatkan di foto
yang saya posting
menunjukkan bahwa
banyak orang yang
menyukai saya.
7 Saya merasa senang jika 52 33,5 % 72 46,5 % 31 20 % 155 100%
banyak orang yang
menyukai foto saya di
Instagram karena artinya
saya berhasil menciptakan
citra diri yang baik
8 Saya merasa senang jika 90 58 % 65 42 % - - 155 100%
orang lain meninggalkan
komentar di foto saya yang
berisi pujian kepada saya
karena itu berarti mereka
mengakui saya menarik

9 Saya merasa dengan me- 81 52,3 % 55 35,5 % 19 12,2 155 100 %


link-an postingan
%
Instagram saya ke media

Jom FISIP Volume 2 No. 2 – Oktober 2015 7


sosial lain semakian
mempermudah saya dalam
menunjukkan siapa diri
saya
Sumber : Data Olahan Peneliti, 2015

Tabel 2
Rekapitulasi Jawaban Responden terhadap indikator presentasi diri
No Item Pertanyaan S KS TS Total
N % N % N % N %
1 Saya berusaha untuk 67 43,2 % 79 51 % 9 5,8 % 155 100 %
menciptakan citra diri yang
baik dengan memuji atau
mengomentari foto
pengguna Instagram
lainnya
2 Saya tidak segan 104 67,1 % 51 32,9 % - - 155 100 %
mengunggah foto ketika
melakukan hal-hal konyol
dan tidak biasa untuk
menciptakan kesan bahwa
saya orang yang lucu dan
humoris
3 Dengan menggunggah foto 78 50,3 % 75 48,4 % 2 1,3 % 155 100%
ketika mengenakan busana
yang up to date dan sedang
ngetren ke dalam media
sosial Instagram, saya ingin
menunjukkan pengetahuan
fashion saya kepada
followers saya
4 Saya mengunggah foto 102 65,8 % 51 32,9 % 2 1,3 % 155 100%
ketika berada di tempat
yang bagus atau makanan
yang saya makan ketika
berada di sebuah tempat
makan yang mewah untuk
menunjukkan bahwa saya
mampu.
5 Saya akan membalas 60 38,7 % 91 58,7 % 4 2,6 % 155 100%
komentar yang menjelek-
jelekkan saya di foto saya
untuk menunjukan bahwa
saya orang yang kuat
6 Saya menuliskan komentar 84 54,2 44 28,4 % 27 17,4 155 100%
pada foto di akun
%
Instagram milik seseorang
atau oknum tertentu yang
menunjukan tindakan
tidak terpuji untuk
menunjukan bahwa saya
tidak menyukai tindakan
mereka

Jom FISIP Volume 2 No. 2 – Oktober 2015 8


7 Saya suka mengunggah 75 48,4 % 57 36,8 % 23 14,8 155 100%
foto ketika berada di %
rumah ibadah atau ketika
mengikuti kegiatan rohani
agar dipandang sebagai
orang yang relijius.
8 Saya mengunggah foto 104 67,1 % 51 32,9 % - - 155 100%
yang berisi dukungan atas
sebuah peristiwa atau
musibah yang sedang
terjadi untuk menunjukan
bahwa saya adalah orang
dengan rasa kepedulian
yang tinggi
9 Saya suka memposting foto 60 38,7 % 91 58,7 % 4 2,6% 155 100%
yang menunjukkan
keadaan yang tidak
berdaya untuk
mendapatkan simpati dan
dukungan dari pengguna
Instagram lain
Sumber : Data Olahan Peneliti, 2015

B. ANALISIS DATA sampai 0,50 telah dapat memberikan


kontribusi yang baik terhadap efisiensi
1. Uji Validitas lembaga penelitian. Oleh karena itu,
Uji validitas yang menggunakan SPSS masing-masing butir pernyataan
Windows versi 16 pada tabel dengan dikatakan valid apabila nilai dari
nama item-total statistik. Melihat corrected item-total correlation
validitas masing-masing butir minimal sebesar 0,30. Ada pun hasil uji
pernyataan, cronbach alpha (dalam validitas pada penelitian ini adalah
Azwar, 2004:158) mengatakan bahwa sebagai berikut :
koefisien yang berkisar antara 0,30

Tabel 3
Hasil Uji Validitas Instrumen

Variabel Item r hitung r table Keterangan

(X) Instagram 1 0,458 0,30 Valid

2 0,427 0,30 Valid

3 0,614 0,30 Valid

4 0,514 0,30 Valid

5 0,518 0,30 Valid

6 0,642 0,30 Valid

7 0,580 0,30 Valid

Jom FISIP Volume 2 No. 2 – Oktober 2015 9


8 0,512 0,30 Valid

9 0,452 0,30 Valid

(Y) Presentasi Diri 1 0,459 0,30 Valid

2 0,657 0,30 Valid

3 0,513 0,30 Valid

4 0,437 0,30 Valid

5 0,696 0,30 Valid

6 0,559 0,30 Valid

7 0,630 0,30 Valid

8 0,657 0,30 Valid

9 0, 696 0,30 Valid

Dari pengujian validitas dengan Uji reliabilitas merupakan


pengujian SPSS menyatakan bahwa ukuran suatu kestabilan dan koefisien
semua butir pertanyaan dapat digunakan responden dalam menjawab hal yang
karena koefisien lebih besar dari 0,30 berkaitan dengan konstruk-konstruk
sehingga dapat dikatakan memenuhi pertanyaan yang merupakan dimensi
syarat validitas dan untuk item yang suatu variabel dan disusun dalam suatu
memiliki koefisien di atas 0,30 berarti bentuk kuesioner. Variabel tersebut
memberikan hasil yang memuaskan akan dikatakan reliabel jika Cronbach’s
(Azwar, 2004:87) yang artinya item Alpha-Nya memiliki nilai lebih besar
pertanyaan tersebut layak untuk dari 0,6 (Azwar, 2004:158). Adapun
dijadikan sebagai pertanyaan dalam hasil uji reliabilitas pada penelitian ini
penelitian ini. sebagai berikut :

2. Uji Reliabilitas

Tabel 4
Hasil Uji Reliabilitas Instrumen
Variabel Jumlah Item Cronbach’s Keterangan
Alpha

(X) Instagram 9 0,645 Reliabel

(Y) (Presentasi Diri) 9 0,749 Reliabel

Sumber : Data Olahan Peneliti, 2015

Jom FISIP Volume 2 No. 2 – Oktober 2015 10


ANALISIS KORELASI PRODUCT Y = a + bX
MOMENT
Keterangan :
Untuk menguji apakah kedua Y = subjek variabel presentasi diri
variabel saling berhubungan yaitu X = subjek variabel Instagram
antara media sosial Instagram dengan a = konstanta (harga Y bila X = 0)
presentasi diri mahasiswa jurusan Ilmu b = koefisien regresi, yang
Komunikasi Universitas Riau, maka menunjukkan angka peningkatan
pengujian hipotesisnya akan dilakukan atau penurunan variabel bebas (X)
dengan menggunakan analisis statistik yang didasarkan pada hubungan
menggunakan rumus korelasi product variabel terikat (Y)
moment, dengan rumusnya sebagai n = jumlah sampel
berikut :

Tabel 5
Hasil Rekapitulasi Perhitungan Statistik
N Variabel Koefeisien t t tabel Signifikansi Keteranga
o Regresi hitung n
1 Konstanta (a) 10,010 2,990 1.970 0.001 Signifikan
2 Media Sosial 0.619
Instagram
Sumber : Data Olahan Peneliti, 2015

Berdasarkan tabel 5 terlihat hasil regresi tabel sebesar 1,970 dengan tingkat
linear sederhana, diperoleh nilai signifikansi 0,001 lebih kecil dari α =
koefisien regresi pada penelitian ini 0,05. Berdasarkan perhitungan statistik
adalah Y = 10,010+ 0,619 X. Bilangan yang diperoleh, maka hipotesis untuk
konstanta (a) sebesar 10,010 dan penelitian ini yaitu Ha terdapat
koefisien variabel Instagram sebesar hubungan antara Instagram dengan
0,619. Sementara itu t hitung 2,990 presentasi diri mahasiswa jurusan Ilmu
lebih besar jika dibandingkan dengan t Komunikasi Universitas Riau

Tabel 6
Uji Koefisien Determinasi
Model R R Square Ajusted R Std. Error of
Square the Estimate
1 ,346 ,588 ,341 2,442
Sumber : Data Olahan Peneliti, 2015

Tabel 6 menunjukkan pengertian bahwa Riau sebesar 58,8 persen yang berada
adanya korelasi atau hubungan antara dalam kategori hubungan yang sedang.
penggunaan media sosial Instagram
dengan presentasi diri mahasiswa
jurusan Ilmu Komunikasi Universitas

Jom FISIP Volume 2 No. 2 – Oktober 2015 11


PEMBAHASAN
Berdasarkan pada pemaparan disampaikan sebagai bentuk presentasi
sebelumnya, menujukan bahwa diri melalui internet dan jejaring sosial.
penelitian ini memiliki signifikansi Seperti yang bisa dilihat dari hasil
sebesar 0,001. Itu artinya hasil tersebut penelitian ini, mayoritas responden
lebih kecil dari α = 0,05. Hal ini berarti mengatakan mereka mengunggah foto
terdapat hubungan atau korelasi antara mereka ketika sedang melakukan hal
media sosial Instagram dengan lucu atau konyol agar orang lain melihat
presentasi diri mahasiswa jurusan Ilmu mereka sebagai sosok yang humoris dan
Komunikasi Universitas Riau dengan lucu. Hal ini merupakan salah satu
nilai 58,8% dimana nilai ini termasuk stategi presentasi diri, yaitu ingratiation
dalam hubungan yang sedang. dimana orang akan mengatakan hal
John December (1997) positif tentang orang lain untuk
memamparkan bahwa Computer menyatakan keakraban dan mengatakan
Mediated Communication (CMC) atau melakukan hal berbau humor untuk
adalah proses di mana manusia menciptakan kesan positif akan dirinya
berkomunikasi menggunakan komputer (Jones, 1990).
yang melibatkan orang-orang, konteks Melalui hasil yang diperoleh
dan situasi tertentu dan segala proses oleh peniliti dalam penelitian ini maka
pemembentukan media untuk tujuan- dapat disimpulkan beberapa
tujuan tertentu. Salah satu tujuan yang perbandingan dari penelitian terdahulu
hendak dicapai dengan memanfaatkan yang serupa. Seperti misalnya penelitian
komunikasi yang berbasis computer ini yang dilakukan oleh Budi Tarigan pada
adalah mempresentasikan dirinya tahun 2012 dengan judul Korelasi
kepada khalayak. Media Sosial Twitter dengan Tingkat
Presentasi diri yang dilakukan Keterbukaan Diri Mahasiswa FISIP
lewat teknologi internet sebagai bagian Universitas Sumatera Utara. Hasil dari
dari Computer Mediated penelitian menunjukan bahwa terdapat
Communication (CMC), salah satunya korelasi atau hubungan antara Twitter
jejaring sosial, membuat orang lebih dengan tingkat keterbukaan diri
mudah mengontrol informasi yang akan mahasiswa FISIP sebesar 40 %

Jom FISIP Volume 2 No. 2 – Oktober 2015 12


KESIMPULAN menggunakan media sosial
Instagram sebagai sarana atau
Hasil analisis yang ditemukan media dalam mempresentasikan
pada penelitian korelasi media sosial dirinya karena mereka dapat lebih
Instagram dengan presentasi diri mudah mengatur kesan atau
mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi impression yang ingin didapatkan
Universitas Riau merupakan hasil dari dari orang lain melalui teks dan
pengolahan data korelasi product gambar di media sosial Instagram.
moment, menggunakan program SPSS
20, menujukkan hasil sebagai berikut:
a. Nilai koefisien pada penelitian ini SARAN
adalah Y = 10,010 + 0,619 X.
bilangan konstanta (a) sebesar Adapun saran-saran yang dapat
10,010 dan koefisien variabel diberikan oleh peneliti berdasarkan hasil
presentasi diri sebesar 0,619. penelitian ini yang telah dilakukan
Sementara t hitung 2,990 lebih adalah sebagai berikut:
besar dari t tabel 1,975, dengan 1. Diketahui bahwa terdapat
tingkat signifikansi 0,001 lebih hubungan atau korelasi antara
kecil dari α = 0.05. Berdasarkan media sosial Instagram dengan
perhitungan statistik yang presentasi diri sebesar 58,8 %
diperoleh, maka hipotesis dalam dengan kategori sedang.
penelitian ini yaitu terdapat Diharapkan agar mahasiswa Ilmu
korelasi antara media sosial Komunikasi Universitas bisa
Instagram dengan presentasi diri menggunakan media sosial, salah
mahasiswa jurusan Ilmu satunya Instagram dengan cermat.
Komunikasi Universitas Riau. 2. Demi mengembangkan Ilmu
b. Berdasarkan tabel ―Model Komunikasi terkait penggunaan
Summary‖ memperlihatkan bahwa media sosial diharapkan untuk
nilai R = 0,346 dan koefisien peneliti selanjutnya yang memiliki
determinasi ( ) adalah ketertarikan untuk meneliti objek
sebesar 0,588. Angka tersebut yang sama, yaitu mengenai korelasi
menunjukkan pengertian bahwa media sosial dengan presentasi atau
hubungan antara penggunaan media penampilan diri agar dapat
sosial Instagram dengan presentasi melakukan penelitian diluar faktor
diri dalah sebesar 58,8 % dengan yang telah disajikan dalam
kategori sedang. Hal ini penelitian ini. Sehingga hasil dari
menunjukkan bahwa mahasiswa penelitian nantinya akan lebih
jurusan Ilmu Komunikasi melengkapi dan beragam
Daftar Pustaka Atmoko, Bambang Dwi. 2012.
BUKU : Instagram Handbook. Jakarta:
Agger, Ben. (2004). The virtual self. Mediakita.
Melbourne: Blackwell. Azwar, Saifuddin. 2004. Metode
Ardianto, Elvinaro. 2010. Metode Penelitian. Yogyakarta. Pustaka
Penelitian untuk Public Pelajar
Realtions Kuantitatif dan Barthes, R. 1977. Image – Music – Text.
Kualitatif. Bandung: Simbiosa Translated by S Heath. Glasglow
Rekatama Media. : Fontana

Jom FISIP Volume 2 No. 2 – Oktober 2015 13


Bungin, Burhan. 2006. Sosiologi Perkembangannya. Jakarta:
Komunikasi: Teori. Paradigma. Fakultas Ekonomi Universitas
dan Diskursus Teknologi Indonesia.
Komunikasi di Masyarakat. Nawawi, Hadari. 1983. Metode
Jakarta: Kencana. Penelitian Bidang Sosial.
Bungin, Burhan. 2011. Metode Yogyakarta: Gadjah Mada
Penelitian Kuantitatif University Press
Komunikasi. Ekonomi. dan Nawawi, Hadari. 2001. Metode
Kebijakan Publik Serta Ilmu- Penelitian Bidang Sosial, Gajah
Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Mada University Press,
Kencana. Yogyakarta.
Fagan, R. (2006). Counseling and Rachmah, Amy Julia. 2012.
Treating Adolescents with Pemanfaatan Situs Jejaring
Alcohol and Other Substance Sosial Sebagai Media
Use Problems and their Family. Pembelajaraan. JEPTI (Jurnal
The Family Journal: Counseling Elektronik Pendidikan Teknik
therapy For Couples and Informatika). Vol. 1. No.3.
Families. Vol.14. No.4.326-333. Bulan November. 2012
Goffman, Erving. 1959. The Riduwan dan Akdon. 2007. Rumus dan
Presentation of Self in Everyday Data dalam Analisis Statistika.
Life. Harmondworth : Penguin Bandung: Alfabeta
Hasan, Iqbal. 2002. Pokok-Pokok Schau, H. J., & Gilly, M. C. (2003). We
Materi Metode Penelitian & are what we post? Self
Aplikasinya. Bogor: Ghalia presentation in Personal
Indonesia. Web Space. Journal of
Hurlock, Elizabeth B. 2004. Consumer Research, 30(3),
Developmental Psychology. 385—404.
Jakarta: Erlangga.
Kriyantono, Rachmat. 2008. Teknik Schlenker, B. R., & Britt, T. W. (1999).
Praktis Riset kominikasi. Beneficial impression
Jakarta: Kancana. management: strategically
Lubis, Suwardi. 1997. Teknologi controlling information to help
Komunikasi dan Pembangunan. friends. Journal of Personality
Medan: USU Perss. & Social Psychology, 76(4),
Mitra, Ananda. P. 2010. Digital 559-573.
Communications: From E-mail Severin, W.J dan Tankard, J.W., 2007.
to Cyber Community. New Teori Komunikasi: Sejarah,
York: Infobase Publishing. Metode, dan Terapan di Dalam
Mulyana, Deddy. 2004. Ilmu Media Massa. Jakarta: Kencana.
Komunikasi Suatu Pengantar. Slater, Don. 1995. Photography and
Bandung: Rosda Modern Vision: The Spectacle of
Nasrullah, Rulli. 2011. Media Internet : ‘Natural Magic’. In: Chris
Konstruksi Identitas Keagamaan Jenks (ed.), Visual Culture.
(Terorisme) di Dunia Cyber. London: Routledge
Jakarta : Sincere.
Nasution, Zulkarimein. 1990. Teknologi Solis, Brian. 2011. Engage : The
Komunikasi dalam Perspektif: Complete Guide for Brands and
Latar Belakang dan Businesses to Build. Cultivate.

Jom FISIP Volume 2 No. 2 – Oktober 2015 14


and Measure Succes in the New
Web. New Jersey: John Wiley & WEBSITE :
Sons. (http://mhs.blog.ui.edu/diat.nurhidayat7
Taniredja, Tukiran dan Hidayati 1/category/uncategorized/)
Mustafidah. 2011. Penelitian University of Yale/The Social Life of
Kuantitatif : Sebuah Pengantar. Networked Teens (www.yale.edu)
Bandung : Alfa Beta. diakses pada tanggal 7 Desember 2014
Vardiansyah, D. 2004. Pengantar Ilmu
Komunikasi. Bogor: Ghalia
Indonesia. JURNAL ONLINE :
Walther, J. B. (1996). Computer- Boyer, L., Brunner, B.R., Charles, T.,
mediated communication: and Coleman, P. 2006.
Impersonal, interpersonal, and Managing Impessions in a
hyperpersonal interaction. virtual environment: Is ethnic
Communication Research, 23 diversity a self-presentation
(1), 3-43 strategy for colleges and
Walther, J. B., & Burgoon, J. K. (1992). universities?. Journal of
Relational communication in Computer-Mediated
computermediated interaction. Communication.
Human Communication Winter. K.W. Wong. 2012. Faces on
Research, 19, 50-88 Facebook:A Study of Self-
Yasir, 2009. Pengantar Ilmu presentation and Social Support
Komunikasi. Pekanbaru: Witra
Irzani.

Jom FISIP Volume 2 No. 2 – Oktober 2015 15