Вы находитесь на странице: 1из 21

Pandu Satrio Jati

Kelas Enjiner Pembangkit

No Sistem Fungsi Komponen


PLTU PLTGU
1 Air Pemasok kebutuhan air 1. Water Tank
Pendingin pendingin untuk alat- 2. Cooling Water Pump
Bantu alat bantu PLTGU 3. Strainer
4. Water Booster Pump
5. Circulating Cooling Water Pump
6. Closed Cooling Water Heat Exchanger
7. Water Cooler Fan

2 Air Penyedia dan Pemasok 1. Water Intake 1. Water Intake


Pendingin air pendingin yang 2. Screen 2. Stop Block
Utama diperlukan untuk 3. Cooling Water 3. Screen and
mengondensasi uap Pump rack
bekas dan drain uap di 4. Screen Back Wash 4. Cooling
dalam kondensor Pump Water Pump
5. Circulatong Water 5. Screen Back
Pump Wash Pump
6. Control Valve 6. Circulating
Water Pump
3 Pelumasan Pelindung dari gesekan 1. Lube Oil Reservoir
2. Vapour Extractor
untuk menghindari
3. Accumulator
keausan dan sebagai 4. Main Oil Pump
5. Auxiliary Oil Pump
penukar panas pada
6. Turning Gear Oil Pump
material unit seperti di 7. Emergency Oil Pump
8. Three Way Valve
bantalan turbin,
9. Twin Filter
bantalan generator. 10. Power Oil Pump
11. Rotor Barring Pump
12. Lube Oil Cooler
13. Oil Ejector
14. Jacking Oil Pump Oil Filter
4 Pendingin Penyerapan panas dari 1. Circulating Water Pump
Pelumasan 2. Pressure Limitting Valve
minyak pelumas
3. Accumulator
4. Generator Cooling
5. Cooler Fan
5 Suplai Sumber energi unit 1. Coal Stock Area 1. Scrubber
Bahan Bakar melalui proses 2. Conveyor 2. Coaleser
penyalaan, pemanasan 3. Silo 3. Knock Out
untuk menjalankan unit 4. Coal Gate Drum
mencapai kondisi 5. Feeder 4. Electrical
Clutch
Pandu Satrio Jati
Kelas Enjiner Pembangkit
operasi yang 6. Swing valve & 5. Control Valve
dibutuhkan actuator 6. Pressure
7. Mill Reducing
8. Pipe Unit
7. Separator
8. Flow Divider
9. Condensate
Tank
10. Drain Valve

6 Pembakaran 1. Igniter 1. Spark Plug


2. Fuel Nozzle 2. Fuel Nozzle
3. Burner 3. Vortex
4. Impeller Generator
5. Water Cooled 4. Crossfire
Burner Throat Tube
6. Obs. Port 5. Flame
7. Flame Sensor Detector
6. Combustion
Liners
7 Udara 1. Forced Draft Fan 1. Weather
Pembakaran 2. Vane Hoods
3. Heater 2. Filter
4. Windbox Modules
5. Primary Air Fan 3. Inlet Duct
6. Secondary Air Fan 4. IBH Nozzles
5. Adjustable
Vanes
6. Bleed Valves
8 Gas Hasil 1. Air Heater 1. Exhaust
Pembakaran 2. Electrostatic Diffuser
Precipitator 2. Exhaust
3. Induced Draft Fan Plenu,
4. Stack 3. Exhaust
Thermocouple
4. Damper
5. HSRG
6. Stack
9 Air Pengisi 1. Hotwell 1. Hotwell
2. Condensate Pump 2. Condensate
3. Condensate Pump
Polisher 3. Condensate
4. Gland Stean Polisher
Condensor 4. Gland Stean
5. Booster Pump Condensor
6. Steam Air Ejector 5. Booster Pump
Condensor 6. Steam Air
7. Condensate Ejector
Recirculation Line Condensor
Pandu Satrio Jati
Kelas Enjiner Pembangkit
8. Deaerator Level 7. Condensate
Control Valve Recirculation
9. LP Heater Line
10. Deaerator 8. Deaerator
Level Control
Valve
9. Condensate
PreHeater
10. Deaerator
10 Udara 1. Seal Oil Pump
Perapat 2. Diffuser Pressure Regulator
3. Relief Valve
4. Seal Oil Cooler
5. Seal Oil Filter
6. Drain Regulator
7. Filter/Separator
8. Comp Bleed Valve
Pandu Satrio Jati
Kelas Enjiner Pembangkit
Jawab

1. Sistem Bahan Bakar

Sistem bahan bakar berfungsi sebagai sumber energi unit melalui proses penyalaan, pemanasan
untuk menjalankan unit mencapai kondisi operasi yang dibutuhkan.
a. Bahan Bakar Gas

Gas dari Sumber Distribusi diatur dengan Valve sebelum memasuki Coaleser untuk
dihilangkan kandungan air dan hidrokarbon fasa cair yang terkandung pada gas. Kondensat
yang tersaring dikuras menuju Condensate Tank untuk selanjutnya diproses lebih lanjut untuk
dibuang ke lingkungan. Gas bersih mengalir menuju Knock Out Drum untuk dipisahkan
kembali fasa uap, gas dengan cairan atau partikel padat yang terlarut dengan prinsip kerja gaya
gravitasi kemudian menuju Reducing Unit agar gas dapat dikondisikan pada tekanan operasi
tertentu sebagai safety function dengan membatasi tekanan keluar sesuai kondisi operasi yang
ditentukan sebelumnya. Kemudian Gas dilakukan pemisahan lanjut di Separator agar gas yang
masuk ke Gas Turbine benar-benar gas sesuai kriteria turbin untuk mencegah kerusakan pada
turbin. Fasa uap hasil penyaringan dialirkan menuju Gas Stack untuk dibuang ke lingkungan
sedangkan fasa cair dikuras.
Pandu Satrio Jati
Kelas Enjiner Pembangkit
b. Bahan Bakar Minyak

Bahan Bakar Minyak dilakukan pemurnian secara bertahap untuk mencapai sifat yang
diperlukan dalam operasi di turbin gas. Minyak yang sudah dimurnikan dialirkan dengan
beberapa jalur melalui berbagai macam komponen diantaranya:

• Stop Valve, sebagai pengaman untuk menghentikan aliran bahan bakar saat terjadi
kondisi darurat atau shutdown.
• Control Valve, sebagai pengatur aliran bahan bakar yang masuk ke ruang bakar, dengan
mem-bypass line pompa bahan bakar utama dan menjaga nilai tekanan aliran.
• Electrical Clutch, Penggerak pompa bahan bakar utama.
• Filter tekanan tinggi, Penyaring bahan bakar sebelum masuk ke ruang bakar.
• Flow divider, Pembagi jalur aliran dalam jumlah yang sama pada tiap-tiap ruang
pembakaran.
• Drain Valves pada rangka turbin & Exhaust, Tempat keluar bahan bakar yang ada di
ruang pembakaran jika terjadi gagal start.

Combustion Chamber
Bahan bakar gas dan minyak yang telah dibersihkan akan dilakukan pembakaran di
combustion chamber dengan fluida kerja bertekanan dan temperature tinggi. Bahan bakar
diinjeksikan melawati fuel nozzle dengan pemantikan hingga terjadi pembakaran. Hasil
pembakaran yang menghasilkan energi panas akan diubah menjadi energi kinetik dengan cara
udara panas melewati transition pieces yang juga berfungsi sebagai nozzle. Fungsi dari
keseluruhan sistem adalah untuk mamasok energi panas ke siklus turbin.
Pandu Satrio Jati
Kelas Enjiner Pembangkit

Ruang Pembakaran

2. Sistem Pelumasan Gas Turbine (GT) dan Steam Turbine (ST)

Sistem pelumasan pada Gas Turbin (Lube Oil System) merupakan sistem pada gas tutbin
yang mendistribusikan oli pelumas ke bearing dan untuk suplai ke power oil system dan jacking
oil system.
Pandu Satrio Jati
Kelas Enjiner Pembangkit
Sistem pelumasan diperlukan untuk memasok minyak pelumas yang bersih dengan tekanan
dan suhu tertentu kedalam bantalan turbin, bantalan Generator, sistem proteksi dan lain-
lainnya.

• Lube Oil Tank, Penyimpan lube oil dan menampung oil return
• Vapour Extractor, Fungsi dari Vapour extractor adalah untuk menghindari
kebocoran oli dari Bearing Box dan menghisap minyak pelumas Bearing Box dengan
menciptakan tekanan negatif (Vacuum) didalam reservoir oli.
• Pompa Pelumas Utama (Main Oil Pump), Pompa ini dikopel dengan poros turbin,
pompa ini berfungsi untuk memberikan pasok minyak pelumas pada turbin ketika
turbin telah berputar pada putaran normal atau mendekati putaran normalnya.
• Accumulator, Menjaga tekanan lube oil agar tidak terjadi denyutan tekanan
• Pompa Pelumas Bantu (Auxiliary Oil Pump), Pompa ini digerakkan oleh motor
listrik AC dan memasok minyak pelumas ke turbin bila pompa minyak pelumas
utama tidak mampu memasok, misalnya ketika putaran rendah atau pada saat start
turbin. Seperti pompa minyak utama. Selain memasok sistem pelumasan, pompa ini
juga untuk memasok power oil dan pilot oil.
• Pompa Pelumas Turning Gear (Turning Gear Oil Pump), Pada turbin dengan
kapasitas besar biasanya untuk memasok minyak pelumas pada saat diputar dengan
turning gear digunakan pompa tersendiri. Pompa ini digerakkan oleh motor listrik AC
dan hanya memasok minyak pelumas saja. Pompa ini digunakan bila turbin sedang
diputar dengan Turning Gear sehingga pompanya disebut pompa pelumas turning
gear.
Pandu Satrio Jati
Kelas Enjiner Pembangkit
• Pompa Pelumas Darurat ( Emergency Oil Pump ), Pompa ini digerakkan oleh
motor listrik DC yang biasanya dipasok dari baterai. Pompa ini hanya memasok
minyak pelumas untuk bantalan dan hanya digunakan dalam keadaan darurat, yaitu
bila pasok minyak dari pompa lainnya terganggu.
• Lube Oil Cooler, Mendinginkan lube oil sebelum didistribusikan ke sistem
pelumasan
• Three Way Valve, Mengatur temnperatur lube oil sebelum di distribusikan
• Twin Filter, Menyaring Lube Oil dari kotoran sebelum di distribusikan
• Jacking Oil Pump, Mengangkat poros gas turbin
• Power Oil Pump, Sebagai suplai ke hydraulic trip unit, penggerak katup carriable
inlet guided Van (VIGV), supply ke control valve dan shut off valve fuel gas, fuel oil,
dan Nox Water
• Vapour Extractor Fan, membuang udara panas ke atmosfer
• Rotor Barring Pump, Memutar poros turbin <1rpm

Pendingin Minyak Pelumas (Lube oil Cooler)

Berfungsi untuk mengambil panas yang dikandung oleh minyak pelumas. Seperti diketahui
bahwa pada sistem pelumasan turbin, salah satu komponen yang dilalui minyak pelumas
adalah bantalan. Ketika melewati bantalan, minyak pelumas akan membawa “panas”.
Pandu Satrio Jati
Kelas Enjiner Pembangkit
Selanjutnya, panas yang dibawa oleh pelumas harus dibuang sebelum minyak tersebut
disirkulasikan kembali ke sistem.

Oleh karena itu, minyak pelumas dialirkan kedalam pendingin yang juga dialirkan air
pendingin yang diambil dari sistem pendingin. Didalam pendingin minyak terjadi transfer
panas dari minyak pelumas ke air pendingin yang mengakibatkan temperatur minyak
pelumas turun. Temperatur minyak pelumas keluar pendingin harus diatur dan pada
umumnya berkisar antara 37 °C - 40 °C.

• Circulatating Water Pump, mensirkulasikan air pendingin

• Pressure Limitting Valve, menjaga line distribusi air pendingin dari kelebihan
tekanan

• Accumultaor, menjaga tekanan air pendingin pada suction CWP

• Generator Cooling, Mendinginkan udara pendingin generator

• Cooler Fan, media pendingin air pendingin

3. Sistem Pendingin Utama

Sistem air pendingin utama menyediakan dan memasok air pendingin yang
diperlukan untuk mengkondensasikan uap bekas dan drain uap di dalam kondensor.
Air laut masuk melalui pintu kanal lalu tertampung dikanal dan disaring oleh saringan
kasar untuk menyaring kotoran kasar yang terbawa oleh air laut, kemudian disaring kembali
oleh saringan agar kotoran/sampah yang lolos dari saringan kasar dapat tersaring kembali.
Setelah melewati penyaringan bar screen, air laut tersebut masuk ke Travelling screen agar
kotoran yang lolos dari kedua saringan tersebut dapat terangkat. Sampah atau kotoran yang
menempel di screen dibersihkan oleh screen wash pump dengan menyemprotkan air dari sisi
dalam Travelling screen, sampah/kotoran akan jatuh ke penampung. Kemudian air laut yang
telah tersaring dipompakan oleh Circulating Water Pump menuju tube-tube kondensor.
Pandu Satrio Jati
Kelas Enjiner Pembangkit

Sistem air pendingin bantu merupakan pemasok kebutuhan air pendingin untuk alat-
alat bantu PLTGU. Sistem ini menggunakan air tawar atau air demin sebagai media
pendinginnya. Sirkulasi air pendingin bantu merupakan siklus tertutup sering disebut dengan
sistem air pendingin siklus tertutup (closed cycle atau closed loop).
Sebelum pompa air pendingin bantu dioperasikan, terlebih dahulu dioperasikan sistem
air pendingin utama dimana air laut sebelum masuk kondensor sebagian dialirkan ke Heat
Exchanger dengan mengoperasikan Sea Water Booster Pump yang dilengkapi dengan strainer
pada sisi masuk pompanya untuk menyaring sampah/kotoran yang berukuran sangat kecil agar
tidak menyumbat saluran Heat Exchanger selama unit beroperasi.
Pada Heat exchanger sisi air laut akan mendinginkan sisi air demin yang bersirkulasi
secara kontinu di dalam sistem pendingin tertutup pada masing-masing sistem seperti Oil
cooler, Seal oil cooler dan sebagainya.
Setelah melewati Heat Exchanger, air pendingin utama akan mengalir kembali ke
saluran yang digabung dengan saluran buang kondensor. Sedangkan pada peralatan bantu Gas
Turbine, air pendingin bantu di dalam sistem pendingin tertutup didinginkan dengan udara
pendingin yang dihembuskan fan cooler
Pandu Satrio Jati
Kelas Enjiner Pembangkit
4. Sistem Vacuum
q Gland steam condensor exhaust fan beroperasi dengan tekanan pada sisi suction ± 500
mmHg dan vacuum breaker harus dipastikan tertutup dengan sangat rapat.
q Dalam saat bersamaan Gland steam pressure CV akan mengatur suplai uap perapat ke
dalam sistem steam gland seal HP/IP dan LP turbin uap hingga tekanan header di atas
1.2 kg/cm2 sesuai setpointnya atau sesuai desain yang ditentukan dalam manual book.
q Setelah tekakan Gland steam header tercapai, selanjutnya pompa vakum dan ejector
gas/udara akan beroperasi dalam kondisi “hogging” hingga tekanan di dalam kondensor
vakum pada harga tertentu atau umumnya dicapai pada tekanan kurang dari -680 mmHg.
q Setelah mencapai harga vacum tertentu baru sistem ejector gas/udara berubah ke
kondisi operasi "Holding".
Pandu Satrio Jati
Kelas Enjiner Pembangkit

5. Sistem Feed Water Pump Tekanan Rendah

Uap air keluaran turbin dikondensasikan di kondensor dengan penukar panas bermedia
pendingin air sungai/laut yang disirkulasikan. Air kondensat dialirkan menuju Condensat
Polisher dengan Condensat Extraction Pump (CEP) untuk dilakukan proses Ion Exhanger
untuk menghilangkan Ion mineral baik positif maupun negatif dengan cara mengalirkan secara
kontak langsung bahan kimia menggunakan resin kation dan anion. Air bebas mineral
dipanaskan dengan cara melalui Gland Steam Condensor yang memanfaatkan uap panas dari
turbin tekanan rendah dan dilanjut pemanasan bertahap di Condensate Pre Heater sebagai
pemanas lanjutan air kondensat sebelum memasuki deaerator untuk mengurangi jumlah uap
yang dibutuhkan untuk proses deaerasi. Di dalam preheater, pemanasan air pengisi mencapai
temperatur sedikit di bawah titik didih. Air tersebut dipompakan menuju deaerator, untuk
menghilangkan oksigen (fasa gas) dan gas yang terlarut dari air pengisi yang dapat
menyebabkan korosi di dalam elemen-elemen penukar panas HRSG. Gas utama yang
dihilangkan ialah oksigen yang konsentrasinya harus dijaga dibawah 5 p.p.b (part per bilion)
pada boiler tekanan tinggi. Gas-gas dihilangkan dari air pengisi dengan cara mendidihkan dan
penghamburan (diffusion). Deaerator mempunyai tiga fungsi utama, yaitu:
• Menghilangkan dissolved oksigen dan non-condensable gas dari condensate
• Menaikkan temperatur air pengisi (feedwater) sampai saturated temperature.
• Sebagai reservoir untuk menjaga proses pengisian drum tetap stabil pada demand
fluktuatif.
Pandu Satrio Jati
Kelas Enjiner Pembangkit

Prinsip kerjanya adalah air dikabutkan dari bagian atas secara gravitasi kemudian
melewati perforated tray dengan tujuan memperluas bidang kontak antara air dan steam, dari
arah berlawanan (bawah) dihembuskan extraction steam dengan cara kontak langsung sehingga
kelarutan gas dalam air turun dan gas terpisah dengan air. Gas dibuang melewati air vent
menuju atmosfer, air ditampung di feed tank. Kelarutan gas oksigen turun seiring
bertambahnya temperature operasi.
Pandu Satrio Jati
Kelas Enjiner Pembangkit

6. Sistem Feed Water Pump Tekanan Tinggi

Air dari deaerator dipompakan dengan Feed Water Pump menuju economizer yang
memanfaatkan panas dari gas keluaran turbin gas untuk dipanaskan menjadi uap jenuh. Uap
jenuh ditampung di steam drum untuk dipisahkan antara uap jenuh dengan kandungan air
yang masih tersisa dengan proses sirkulasi alami. Air yang tersisa dialirkan menuju
evaporator dengan media pemanas yang lebih tinggi untuk dijadikan uap jenuh dengan
perpindahan panas yang terjadi. Uap yang sudah mencapai kondisi operasi dari steam drum
mengalir ke superheater untuk dijadikan uap panas lanjut.
Pandu Satrio Jati
Kelas Enjiner Pembangkit
7. Sistem Steam Flow ST

Uap panas lanjut dari superheater yang dipanaskan dengan gas buang dari turbin
mencapai nilai tekanan dan temperature yang tinggi menghasilkan entalpi yang tinggi
dimanfaatkan untuk menggerakan turbin. Aliran uap menggerakan sudu-sudu turbin dengan
tekanan yang menurun. Proses ini dilakukan secara bertahap bergantung pada jumlah stage
yang dilakukan dari mulai Tekanan Tinggi, Tekanan menengah hingga rendah. Turbin dikopel
langsung dengan generator sehingga energi mekanik dari hasil konversi energi panas pada
turbin dapat langsung diubah menjadi energi listrik pada generator.

8. Sistem Udara Tekan


Udara luar dikompresi menggunakan kompresor untuk dimanfaatkan sebagai :
1. Udara Bilas

Sistem udara bilas berfungsi membersihkan bahan bakar minyak sisa untuk menghindari
terjadinya karbonisasi minyak di combustion nozzle pada saat penggantian bahan bakar (oil to
gas) dan mencegah arus balik gas pembakaran dari ruang bakar (combustor) ke pilot oil
manifold selama pembakaran gas.

Udara luar dikompresi dengan kompresor untuk diisi di HP Receiver. Bila HP Purge Air
Receiver masih dalam kondisi tekanan rendah, sensor akan memerintahkan kompresor tetap
beroperasi hingga mencapai tekanan tinggi tercapai. Udara tekanan tinggi ditampung dan
Pandu Satrio Jati
Kelas Enjiner Pembangkit
dalam kondisi stand by. HP Purge Air Supply Pressure Control valve akan membuka ketika
GT shutdown dan menutup ketika GT start.

2. Udara Instrumen
Menyuplai udara tekan secara kontinu sebagai pengendalian operasi katup sistem pneumatic.
Instrument Air disuplai dari 2 x 100 % kapasitas Air Compressor (satu beroperasi dan yang
satu stand by). Udara yang dihasilkan oleh Instrument Air Compressor dilewatkan melalui 2 x
100% Line Filters dan Air Dryer kemudian disimpan dalam 2 buah Instrument Air Receiver.
Konfigurasi operasi loading dan unloading instrumnet air compressor berdasarkan tekanan.

3. Sistem Udara Servis


Sebagai udara bantu untuk pemeliharaan peralatan seperti operasional turbin, HRSG dan
pompa kimia di demineralize plant serta sebagai back up udara instrument. Udara luar
dikompresi dengan kompresor untuk ditampung pada receive tank untuk dialirkan sesuai
dengan kondisi peralatan yang ingin dipelihara. Pada operasi normal valve akan tertutp dan
terbuka pada saat suplai instrument air tidak terpenuhi. Konfigurasi operasi berdasarkan
tekanan.
Pandu Satrio Jati
Kelas Enjiner Pembangkit
9. Sistem drain/kuras pada HRSG

Blowdown system dalam boiler HRSG berguna untuk mengontrol kandungan solid dalam
feedwater agar tidak berlebih. Ada dua jenis blowdown, yaitu intermittent blowdown dan
continuous blowdown. Intermittent blowdown dioperasikan secara manual oleh operator,
berdasarkan hasil pengukuran kwalitas feedwater (pengukuran electrolytic conductivity dalam
feedwater) atau hasil pengukuran steam purity dengan menggunakan sodium analyzer.
Sedangkan continuous blowdown akan membuang air yang mengandung solid dalam drum
secara terus menerus dengan besarnya aliran buangan dikontrol berdasarkan hasil
pengukuran/perkiraan jumlah kandungan solid dalam feedwater di boiler drum.
q Blowdown pada tangki boiler (HRSG steam drum blowdown)
Pada drum HRSG, air dari ekonomiser dan campuran air dan uap jenuh dari penguap
(evaporator) akan terpisahkan menjadi fasa air dan fasa uap. Fasa uap akan meninggalkan drum
sebagai uap jenuh yang hampir murni tanpa kontaminasi. Fasa air akan mengalir kembali ke
bagian penguap bersama kotoran yang dikandungnya air penambah yang ditambahkan ke
dalam drum. Untuk membatasi konsentrasi kotoran, sejumlah aliran tertentu air secara terus
menerus dibuang dari tangki boiler selama operasi normal. Buangan uap air ini disalurkan ke
tangki atmospheric flash tank dan blowdown tank, sedangkan uap alirannya dibuang ke udara
luar melalui silencer, fasa airnya dibuang ke air limbah.
q Blow down pada pengering (superheater drain)
Pada saat start-up dan shutdown, bagian pengering selalu dikuras (drained). Walaupun aliran
air ini bersih dan masih bisa digunakan sebagai air pengisi, tetapi dialirkan ke tangki buangan
flash tank, karena dari sudut pandang kimia air ini tidak bisa digunakan lagi.
q Blow down pada pipa uap utama (Steam line drain)
Pada saat start-up pipa uap utama komponen peralatan yang terpasang padanya harus
dipanaskan terlebih dahulu dengan uap yang melaluinya, sehingga uap dan kondensat yang
terjadi dialirkan ke tangki kuras (drain flash tank). Walaupun uap-air kuras ini tidak
terkontaminasi tetapi tidak digunakan lagi dan uapnya dibuang ke luar.
q HRSG Blowdown/Flash Tank Exchanger
Pada saat unit beroperasi tangki blowdown akan selalu terisi dari proses pengurasan terus
menerus pada tangki uap. Pada saat level tangki blowdown sudah tinggi, uap air yang masih
sangat panas dengan suhu ± 80 oC ~ 100 oC harus terlebih dahulu didinginkan sebelum dialirkan
ke tempat penampungan pada sistem pengolah limbah air boiler HRSG agar mempercepat
proses penetralan larutan-larutan kimia yang berbahaya terhadap lingkungan. Uap air dari
tangki blowdown bisa didinginkan dengan air mentah (raw water / service water) atau dengan
Pandu Satrio Jati
Kelas Enjiner Pembangkit
air laut. Prinsip kerjanya dengan menyemprotkan air pada blowdown outlet dan dikontrol pada
temperatur tertentu lebih kurang 50 oC ~ 60 oC.

10. Sistem Perapat


Sistem uap perapat adalah sistem penyediaan uap pada ujung-ujung poros turbin untuk
menjaga atau mencegah kebocoran uap dari dalam turbin ke udara luar atau sebaliknya
melewati sirip-sirip perapat (gland seal) sepanjang poros turbin. Agar uap yang berada di dalam
ruang perapat tidak keluar dan selanjutnya tidak mencemari ruang gedung pembangkit , maka
uap tersebut di hisap oleh penghisap uap perapat dan udara akan di buang ke udara melalui
cerobong pipa. Seal steam system terdiri atas beberapa komponen utama, berikut adalah
komponen-komponen tersebut :

q Labyrinth Seal

Komponen ini menjadi tempat bertemunya fluida kerja uap air di dalam turbin dengan udara
bebas dari atmosfer. Lintasan seal ini yang berbelok-belok akan menurunkan tekanan uap air
dari dalam turbin maupun udara dari luar sampai nilai tekanan keduanya sama. Di tengah-
tengah labirin terdapat lubang sebagai saluran buangan campuran uap air dan udara tadi.
Selain terdapat saluran buang, di dalam labirin sisi yang lebih dekat dengan turbin terdapat
lubang untuk supply uap air yang dibutuhkan pada saat fluida kerja uap air utama belum
masuk ke dalam turbin uap.

Labyrinth Seal Pada Turbin Uap Sisi High Pressure

Labyrinth seal pada turbin HP selain memiliki lubang saluran untuk masuknya uap air sealing
serta lubang saluran untuk membuang campuran antara uap air seal dengan udara, juga
Pandu Satrio Jati
Kelas Enjiner Pembangkit
terdapat lubang saluran bernama leak off yang berfungsi untuk membuang kelebihan tekanan
uap air seal.

Labyrinth Seal Pada Turbin Uap Sisi Low Pressure

Pada saat turbin normal beroperasi, uap air seal pada turbin HP didapatkan dari fluida kerja
turbin yang bertekanan tinggi. Untuk menjaga agar tekanan uap air seal selalu stabil pada
nilai tertentu maka sebagian uap air seal akan dibuang melalui saluran leak off. Pada
labyrinth seal turbin LP, karena tekanan uap air di dalam turbin sudah lebih vakum daripada
tekanan udara luar, maka dibutuhkan supply uap air tambahan untuk sistem seal dari uap air
buangan sistem leak off turbin HP.

q Seal Steam & Gland Steam Header Pipeline.

Sistem seal pada turbin uap menggunakan uap air sebagai media pembatas antara sisi uap air
di dalam turbin uap dengan udara atmosfer. Uap air tersebut biasa disebut dengan seal steam.
Pada saat turbin uap beroperasi dengan beban penuh, seal steam didapatkan dari uap air yang
berada di dalam turbin uap tersebut. Hal ini biasa disebut dengan self sealing.

Uap air di dalam turbin terutama turbin HP memiliki tekanan yang tinggi, sedangkan seal
steam tidak membutuhkan tekanan yang terlalu besar. Sehingga untuk menjaga agar tekanan
seal steam stabil berada pada nilai tertentu, maka pada seal steam header terdapat saluran
pipa dan kontrol leak off valve. Saluran pipa ini akan membuang uap air yang berlebihan ke
kondensor.

Pada kondisi ini seal steam header berfungsi untuk mendistribusikan tekanan uap air seal
yang berasal dari labirin seal turbin HP ke labirin yang lain terutama pada turbin LP yang
memiliki tekanan kerja uap air di dalam turbin yang lebih rendah.

Sedangkan pada saat turbin uap masih dalam kondisi start up maupun shut down, maka tidak
akan terjadi self sealing. Pada kondisi tersebut kebutuhan seal steam harus dipenuhi dari luar,
sehingga pada seal steam header terdapat saluran dan valve kontrol untuk supply uap air dari
Pandu Satrio Jati
Kelas Enjiner Pembangkit
luar. Pada kondisi ini seal steam header berfungsi untuk mendistribusikan seal steam ke
seluruh labyrinth seal turbin.

11. Sistem Minyak Kontrol (Control Oil System)


Fungsi sistem minyak pengaturan (control oil) adalah Menyediakan minyak pengaturan yang
bersih dan bertekanan sesuai kebutuhan, minyak berasal dari saluran keluar minyak
pelumasan setelah pompa minyak pelumas dan Menggerakkan penggerak (actuator) katup
utama bahan bakar (main stop valve, katup pengatur aliran bahan bakar (fuel control valve)
dan katup stop darurat (emergency stop valve)
Bagian-bagian sistem minyak pengatur (control oil) :
• Pompa minyak pengaturan (Control Oil pump) untuk menaikkan tekanan dan mengalirkan
minyak pengaturan ke penggerak-penggerak katup
• Saringan minyak pengaturan (control oil filter) untuk membersihkan minyak yang
mengalir ke penggerak katup (actuator)
• Penyangga tekanan minyak (accumulator) untuk menjaga kestabilan tekanan minyak
pengaturan
• Katup stop darurat (trip valve) untuk melepas (to drain) aliran/tekanan minyak pengaturan
segera kembali ke tangki minyak, sehingga minyak pengaturan kehilangan tekanannya dan
fungsinya.
Pandu Satrio Jati
Kelas Enjiner Pembangkit
Pada Turbin uap, suplai minyak atau oli bertekanan disuplai oleh pompa pelumas melalui HP
Oil Ejector. Sistem Control oil pada Turbin uap terdiri dari :
• HP Oil System
• Auto Stop Oil System

Oil ejector pada sistem pelumasan Turbin Uap


Auto stop oil akan mengirimkan sinyal TRIP ke Servo Motor atau E/H Converter untuk
menutup Main steam Control Valve pada saat salah satu kondisi di bawah ini bekerja yaitu :
ü Mechanical Overspeed Trip
ü Solenoid Trip
ü Manual Trip

Diagram suplai oli pada sistem Control oil Turbin Uap