Вы находитесь на странице: 1из 15

ANALISIS VALIDASI KUALITAS SOAL TES HASIL BELAJAR

PADA PELAKSANAAN PROGRAM PEMBELAJARAN

Sudji Munadi
FT Universitas Negeri Yogyakarta (e-mail: sudji.munadi@uny.ac.id.
HP. 08164267383)

Abstract: An Analysis of the Validation of the Quality Achievement Tests in


the Learning Program Implementation. This study aims to investigate the test
types developed by FE YSU, the steps of the development and validation, and
the quality based on theories. This study was a survey involving 192 lecturers
who taught basic science and technology subjects in the odd semester of
2008/2009. The sample, consisting of 92 lecturers, was selected using the
proportional random sampling technique. The data were collected through
documents and questionnaires and analyzed using the descriptive quantitative
technique. The results showed that 1) 55.42% of the lecturers developed essays
tests for measuring learning achievement, 13.03% developed objective tests,
and 31.55% combined both; 2) in the test development process, 35.87% made the
test blue-prints and 23.92% did not; only 13.59% developed new tests, 2.74%
used old tests, and 46.19% combined the old tests with the new ones; 3) 54.89%
rechecked the tests and 3.73% did not, 25.50% rechecked the tests by
themselves and 17.85% rechecked the tests with group members of the same
subject, 2.18% had other lecturers fully check the tests, 32.85% rechecked the
essay tests, 11.18% rechecked the objective tests, and 91% rechecked mostly the
relevance between the test and the learning competence; and 4) theoretically,
87% of the tests developed by lecturers were good in terms of the essence of the
test quality. However, there were still some weaknesses in the clarity or the
function of pictures and the scoring procedure of each test item (in essay test)
and the homogenity of the option length (in objective tests).

Keywords: achievement test, test quality, validation

PENDAHULUAN siswa dapat memperoleh pelayanan


Sejak bulan September 2007, Fa- akademik yang memuaskan dan pada
kultas Teknik Universitas Negeri Yog- akhirnya dapat menjadi lulusan yang
yakarta (FT-UNY) melaksanakan pro- berkualitas. Dengan diperolehnya lu-
gram pendidikan dan pengajaran de- lusan yang berkualitas diharapkan
ngan sistem manajemen mutu ISO para pengguna lulusan juga memper-
9001:2000. Dengan diterapkannya sis- oleh kepuasan terhadap kinerja para
tem manajemen mutu menggunakan lulusan.
standar proses ini, diharapkan maha-

145
146

Salah satu indikator yang selalu harus sudah divalidasi sehingga me-
menjadi tolok ukur utama untuk me- menuhi kaidah-kaidah sebagai alat
nilai keberhasilan pelaksanaan pen- ukur yang berkualitas. Untuk mem-
didikan dan pengajaran adalah indeks buat soal yang berkualitas memang
prestasi hasil belajar yang dicapai tidaklah mudah karena banyak faktor
oleh mahasiswa. Indeks prestasi me- yang mempengaruhinya, di antara-
rupakan nilai akhir yang menggam- nya kemampuan dosen dan fasilitas
barkan tingkat kualitas hasil belajar pendukung. Menurut hemat peneliti,
mahasiswa. Nilai akhir diperoleh dari faktor paling dominan yang dapat
proses pengolahan skor hasil belajar mempengaruhi kualitas soal tes ada-
berdasarkan data hasil pengukuran. lah kemampuan dosen. Dosen meme-
Untuk mendapatkan nilai akhir yang gang peran penting dalam upaya me-
tepat sehingga mampu menunjukkan laksanakan pembelajaran yang ber-
kriteria hasil belajar yang mendekati kualitas yang di dalamnya terdapat
kondisi yang sesungguhnya diperlu- proses asesmen Gitomer (2007:8).
kan progam asesmen yang baik. Ases- Oleh karena itu, setiap dosen FT-UNY
men adalah a very general terms that dituntut memiliki kemampuan yang
describes the many techniques that we memadai dalam mengembangkan dan
have used to measure and judge students membuat soal tes hasil belajar. Ke-
behavior and performance (Blerkom, mampuan dosen mengembangkan tes
2009:6). Untuk dapat melakukan ases- hasil belajar dapat mempengaruhi
men kompetensi hasil belajar maha- kualitas belajar mahasiswa. Dalam
siswa secara tepat diperlukan sepe- kaitan ini perlu diungkap lebih jauh
rangkat instrumen tes hasil belajar bagaimana dosen FT-UNY melakukan
yang berkualitas. Dengan instrumen validasi soal tes hasil belajar maha-
yang berkualitas, dapat disajikan in- siswa untuk memenuhi tuntutan per-
formasi hasil pengukuran dengan syaratan sistem manajemen mutu ISO
tingkat kesalahan yang sekecil mung- 9001:2000. Hal ini perlu dilakukan
kin sehingga keputusan yang diambil dan penting manfaatnya dalam upaya
bisa tepat (Mardapi, 1999:5). mengantisipasi agar pelaksanaan ke-
Dalam penerapan sistem manaje- bijakan mutu program pembelajaran
men mutu dituntut adanya persyarat- sesuai dengan yang direncanakan
an standar mutu pada semua aspek (Custer, 2000:128).
yang terkait dengan program pen- Salah satu kegiatan penting yang
didikan dan pengajaran sehingga men- tidak bisa ditinggalkan adalah ases-
dukung proses pencapaian indeks men hasil belajar yang tepat yang me-
prestasi yang tinggi. Salah satu syarat rupakan salah satu tugas pokok se-
yang harus dipenuhi menurut sistem orang dosen. Kegiatan ini dimaksud-
manajemen mutu ISO 9001:2000 ber- kan untu mendapatkan informasi baik
kaitan dengan pengukuran dan pe- secara kuantitatif maupun kualitatif
nilaian kompetensi hasil belajar ma- tentang hasil belajar mahasiswa se-
hasiswa adalah bahwa alat ukurnya hingga dapat diambil keputusan-

Cakrawala Pendidikan, Februari 2011, Th. XXX, No. 1


147

keputusan tertentu berkaitan dengan tas belajar mahasiswa selalu dinyata-


posisi mahasiswa selanjutnya. Harlen kan dalam bentuk angka yang ber-
(2010:292) mengemukakan bahwa the skala interval. Hasil pengukuran se-
summative uses of assessment can be lanjutnya dijadikan dasar untuk pe-
grouped into internal and external. In- nilaian.
ternal uses include using regular grading Untuk melakukan penilaian hasil
for record keeping, informing decisions belajar dapat dilakuklan dengan ber-
about courses to follow. Untuk itu, di- bagai cara. Dalam Peraturan Menteri
perlukan kemampuan dan keteram- Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun
pilan dalam merencanakan dan me- 2007 disebutkan bahwa teknik peni-
ngembangkan soal tes hasil belajar. laian hasil belajar dapat berupa tes,
Menurut Sumadi (1997:28), sejumlah observasi, penugasan, dan bentuk lain
kemampuan yang harus dimiliki oleh sesuai dengan karakteristik kompe-
dosen agar dapat membuat soal tes tensi dan perkembangan peserta di-
hasil belajar yang baik, antara lain: (1) dik. Dalam kegiatan pengukuran dan
menguasai bahan yang akan diujikan; penilaian selalu ada alat yang di-
(2) memahami tata nilai yang men- gunakan yang biasa disebut dengan
dasari pendidikan; (3) memahami ka- istilah tes. Test is an instrument or sys-
rakteristik peserta didik; (4) mampu tematic procedure for measuring a sample
menggunakan bahasa yang efektif; (5) of behavior (Grondlund & Linn, 1990:
menguasai teknik penulisan soal; dan 5). Reynold, Livingston, & Wilson
(6) kesadaran akan kekuatan dan ke- (2010:3). menyatakan bahwa a test is
lemahan dalam menulis soal. procedure in which a sample of an indi-
Dua kegiatan yang saling berkait- vidual’s behavior is obtained, evaluated,
an dalam proses evaluasi hasil belajar, and scored using standardized procedur-
yaitu pengukuran dan penilaian. es. Pendapat lain seperti yang dike-
Pengukuran adalah membandingkan mukakan oleh Nitko & Brookhart
hasil pengamatan dengan kriteria se- (2007:7) bahwa a test is defined as an in-
dangkan penilaian adalah menjelas- strument of systematic procedure for ob-
kan dan menafsirkan hasil pengukur- serving and describing one or more cha-
an (Mardapi, 2008:2-6). Pengukuran di- racteristics of a student using either a nu-
artikan sebagai pemberian angka ke- merical scale or a clasification scheme.
pada suatu atribut atau karakteristik Secara ringkas dapat diartikan bahwa
tertentu yang dimiliki orang, hal, atau tes merupakan sejumlah pertanyaan
objek tertentu menurut aturan atau yang harus dijawab, atau sejumlah per-
formulasi yang jelas (Asmawi Z. dan nyataan yang harus dipilih, ditang-
Noehi N., 2005). Dalam pengukuran gapi, atau seperangkat tugas yang ha-
terdapat dua karakteristik utama, ya- rus dilakukan oleh yang dites dengan
itu penggunaan angka atau skala ter- tujuan untuk mendapatkan informasi
tentu dan penentuan angka tersebut tentang aspek-aspek tertentu dari
menurut aturan atau formula terten- orang yang dites tersebut (Sumarna,
tu. Hasil pengukuran terhadap aktivi-

Analisis Validasi Kualitas Soal Tes Hasil Belajar pada Pelaksanaan Program
148

2005:19; Syaifuddin A., 2007:2; Dep- per and pencil test), penilaian proyek,
dikbud, 1999:15). penilaian produk, penilaian melalui
Tes merupakan sejumlah perta- kumpulan hasil kerja/karya peserta
nyaan yang memiliki jawaban benar didik (portofolio), dan penilaian diri.
atau salah, pertanyaan yang mem- Telah dikemukakan bahwa ke-
butuhkan jawaban, pertanyaan yang giatan utama dalam pembelajaran
harus diberikan tanggapan dengan tu- yang tidak bisa ditinggalkan oleh do-
juan mengukur tingkat kemampuan sen adalah membuat tes hasil belajar.
seseorang atau mengungkap aspek Tes buatan dosen memiliki peran pen-
tertentu dari orang yang dikenai tes. ting dalam proses pembelajaran. Kua-
Dengan demikian, setiap tes menun- litas tes buatan dosen dapat mempe-
tut keharusan adanya respons dari ngaruhi kualitas pembelajaran dan se-
orang yang dites yang dapat disim- kaligus kualitas hasil belajar peserta
pulkan sebagai suatu atribut yang di- didik. Dengan demikian, kemampuan
miliki oleh orang tersebut yang se- dosen membuat tes dalam proses
dang dicari informasinya. Secara pembelajaran menjadi sesuatu yang
umum, es dapat dipilah-pilahkan ber- penting dan menjadi suatu kompe-
dasarkan bentuk, tipe dan ragamnya. tensi yang harus dimiliki oleh dosen.
Menurut bentuknya: tes bentuk urai- Kusmiyati (2005:23) mengutip makna
an/esei dan tes bentuk objektif. Tes tes buatan dosen atau guru berdasar-
uraian dapat dipilah menjadi tes urai- kan Goldfields District Education
an terbatas dan tes uraian bebas. Tes Office sebagai berikut.
bentuk objektif dapat dipilah menjadi “Teacher-made test are written or oral
tes benar-salah, tes menjodohkan dan assessment that are not commercially pro-
tes pilihan ganda. Tes pilihan ganda duced or standardized, a test that is de-
signed spesifically for his/her students.
dapat dijabarkan lagi menjadi pilihan
Teacher-made test can consist of variety of
ganda biasa, pilihan ganda hubungan
formats, including matching items, fill-in-
antarhal, pilihan ganda analisis kasus, the-bank items, true/false question, or
pilihan ganda kompleks, dan pilihan essays.”
ganda membaca diagram.
Tes buatan dosen dimaknai se-
Tes hasil belajar adalah alat yang
bagai suatu penilaian baik secara ter-
digunakan untuk mengukur kemam-
tulis maupun lisan yang tidak dipro-
puan peserta didik dalam memahami
duksi untuk tujuan komersial atau di-
kompetensi dasar satuan pembelajar-
bakukan, suatu tes yang dibuat khu-
an yang diikuti peserta didik tersebut.
sus untuk peserta didik. Tes buatan
Anas Sudijono (2006:90-107) bahwa
guru atau dosen biasanya memiliki
tes hasil belajar dapat dibuat dalam
format yang beragam, baik dari tipe
bentuk uraian dan bentuk objektif.
dan jenisnya.
Penilaian hasil belajar juga dapat di-
Tes buatan dosen dapat dikelom-
lakukan melalui berbagai cara, seperti
pokkan menjadi: (1) sesuai dengan
penilaian unjuk kerja (performance),
bentuk butir yaitu uraian dan objektif;
penilaian sikap, penilaian tertulis (pa-

Cakrawala Pendidikan, Februari 2011, Th. XXX, No. 1


149

(2) berdasarkan tipe material stimulus al; (5) uji coba soal termasuk analisis-
yaitu verbal dan nonverbal; (3) ber- nya; (6) perakitan soal menjadi pe-
dasarkan tujuan; seperti achievement rangkat tes; (7) penyajian tes; (8) skor-
dan performance Berdasarkan uraian ing; (9) pelaporan hasil tes; dan (10)
tersebut, dapat dikatakan bahwa tes pemanfaatan hasil tes.
buatan dosen dapat mempengaruhi Langkah selajutnya dalam proses
efektifitas program pembelajaran dan pengukuran dan penilaian adalah pe-
juga hasil belajar peserta didik. Oleh nulisan soal tes hasil belajar. Bentuk
karena itu, dosen dituntut untuk da- soal tes hasil belajar dapat berbentuk
pat membuat tes sendiri, baik uraian uraian dan objektif. Agar soal tes me-
maupun objektif untuk mengukur ha- miliki kualitas perlu diperhatikan
sil belajar mahasiswa. kaidah-kaidah dalam penulisan soal.
Suatu tes akan memberikan arti Menurut Depdiknas (1999), penulisan
penting jika tes tersebut memiliki soal tes hasil belajar perlu memper-
butir-butir soal yang menguji tujuan hatikan kaidah-kaidah yang berkaitan
yang penting dan mewakili ranah pe- dengan masalah materi, konstruksi,
ngetahuan, kemampuan dan keteram- dan bahasa.
pilan secara representatif. Untuk itu, Langkah penting selajutnya yang
diperlukan perencanaan penyusunan harus dilakukan adalah analisis kua-
tes yang baik. Menurut Asmawi Z. litas perangkat soal tes hasil belajar
dan Noehi N. (2005:19), ada enam hal yang dapat dilakukan dengan dua
yang perlu diperhatikan dalam peren- cara, yaitu analisis secara teoritik (kua-
canaan tes, yaitu: (1) pengambilan litatif) dan analisis secara empiris
sampel dan pemilihan butir soal; (2) (kuantitatif). Analisis secara teoretis
tipe tes yang akan digunakan; (3) as- adalah telaah soal yang difokuskan
pek yang akan diuji; (4) format butir pada aspek materi, konstruksi, dan
soal; (5) jumlah butir soal; dan (6) dis- bahasa. Aspek materi berkaitan de-
tribusi tingkat kesukaran butir soal. ngan substansi keilmuan yang dita-
Pengembangan tes hasil belajar nyakan serta tingkat berpikir yang
dapat dilakukan dengan langkah-lang- terlibat, aspek konstruksi berkaitan
kah sebagai berikut: (1) pengembang- dengan teknik penulisan soal, dan as-
an spesifikasi tes; (2) penulisan soal; pek bahasa berkaitan dengan keko-
(3) penelaahan soal; (4) pengujian bu- munikatifan/kejelasan hal yang dita-
tir-butir soal secara empiris; (5) admi- nyakan (Mardapi, 2004:128 dan Hayat,
nistrasi tes bentuk akhir untuk tujuan 1995:5-6). Langkah kegiatan seperti ini
pembakuan (Spector, 1992:8 dan Su- dapat diartikan sebagai analisis vali-
madi, S. 1997:2). Depdiknas (1999:23) dasi soal. Menurut Brennan (2006:17)
dan Brennan (2006:17) mendeskripsi- validation involves the development of
kan langkah-langkah umum pengem- evidence to support proposed interpre-
bangan tes sebagai (1) penentuan tu- tations and uses. Validation is associated
juan tes; (2) penyusunan kisi-kisi tes; with and evaluation of the extent to which
(3) penulisan soal; (4) penelaahan so- the proposed interpretations and uses are

Analisis Validasi Kualitas Soal Tes Hasil Belajar pada Pelaksanaan Program
150

plausible and appropriate. Menurut bih jauh bagaimana para dosen FT-
Thorndike (2005:145), validity refers to UNY melakukan validasi terhadap so-
the degree to which evidence and theory al ujian yang mereka buat untuk
support the interpretations of test scores mengukur hasil belajar mahasiswa
entailed by proposed uses of test. Lang- yang dilaksanakan pada ujian akhir
kah validasi ini merupakan langkah semester. Analisis validasi soal difo-
penting sebelum soal dujikan. Jadi, kuskan pada analisis secara teoritis
kegiatan ini harus dilakukan oleh (kualitatif).
guru atau dosen dalam proses peren- Berdasarkan uraian di atas, per-
canaan dan pengembangan soal tes masalahan yang akan diungkap lebih
hasil belajar. jauh sebagai berikut. (1) Bagaimana-
Analisis secara empiris adalah te- kah bentuk tes hasil belajar mahasis-
laah soal tes hasil belajar berdasarkan wa yang dibuat oleh dosen FT-UNY?
data hasil uji coba lapangan. Untuk (2) Langkah-langkah apakah yang di-
tes bentuk objektif, analisis difokus- lakukan oleh dosen FT-UNY dalam
kan pada masalah: tingkat kesukaran, menyusun soal tes hasil belajar maha-
daya beda, efektifitas disktraktor, in- siswa? (3) Bagaimanakah langkah-
deks kehandalan, dan kesalahan baku langkah yang dilakukan oleh dosen
pengukuran (standard error measure- FT-UNY dalam proses validasi soal
ment). Di samping itu, analisis empiris tes hasil belajar? (4) Bagaimanakah
juga difokuskan pada analisis validi- tingkat kualitas tes hasil belajar buat-
tas dan reliabilitas. an dosen FT-UNY ditinjau dari telaah
Seperti telah dikemukakan di atas teoritis (kualitatif)?
bahwa tugas utama dosen adalah
melaksanakan pembelajaran. Untuk METODE
mengetahui hasil pembelajarannya, Penelitian ini telah dilaksanakan
dosen yang bersangkutan harus me- selama empat bulan, dari bulan Juni
lakukan pengukuran dengan mem- sampai dengan bulan September 2008.
buat tes hasil relajar. Tes buatan do- Penelitian dilaksanakan di FT-UNY
sen menjadi sangat penting artinya menggunakan teknik survei terhadap
dalam kaitannya dengan efektivitas objek dan subjek penelitian. Objek pe-
proses pembelajaran dan peningkatan nelitian adalah kualitas soal tes hasil
hasil belajar mahasiswa. Berdasarkan belajar semester genap 2007/2008 un-
uraian-uraian pada kajian pustaka di tuk mata kuliah bidang studi. Popu-
muka dapat dikemukakan bahwa un- lasi penelitian sebagai sumber data
tuk dapat membuat soal tes hasil be- adalah para dosen FT-UNY yang
lajar yang berkualitas perlu memper- mengajar pada semester genap 2007/
hatikan kaidah-kaidah soal yang ver- 2008 untuk mata kuliah bidang studi
kualitas, baik pada proses perencana- sebanyak 92 orang. Sampel penelitian
an maupun pada proses pengem- ditentukan dengan menggunakan tek-
bangan dan penulisannya. Tulisan ini nik random secara proporsional
dimaksudkan untuk mengungkap le-

Cakrawala Pendidikan, Februari 2011, Th. XXX, No. 1


151

(proportional random sampling tech- retis. Deskripsi terhadap hasil analisis


nique). tersebut adalah seperti berikut.
Pengumpulan data menggunakan
teknik dokumentasi dan kuesioner. BENTUK SOAL
Dokumentasi digunakan untuk me- Secara deskriptif, pengembangan
ngumpulkan naskah-naskah soal yang bentuk soal tes hasil belajar yang di-
terdokumen di bagian pengajaran ju- lakukan oleh dosen adalah (1) bentuk
rusan. Kuesioner digunakan untuk uraian 55,42%; (2) bentuk objektif
menjaring data tentang langkah-lang- 13,03%; dan (3) bentuk kombinasi
kah dalam pembuatan soal tes hasil uraian dan objektif 31,55%.
belajar dan langkah-langkah dalam
proses validasi soal yang akan diuji- BENTUK SOAL
kan. Instrumen untuk dokumentasi
menggunakan lembar observasi yang Kombinasi Uraian
dan Obyektif ;
berbentuk format-format untuk men- 31,55%
catat jumlah dan nama dosen, jumlah Bentuk Uraian ;
55,42%
dan nama mata kuliah, dan bentuk
tes. Instrumen kuesioner mengguna-
Bentuk Obyektif ;
kan format kuesioner terbuka dan 13,03%
tertutup yang dimaksudkan untuk
mengungkap langkah-langkah yang Gambar 1. Persentase Jumlah
dilakukan dosen, baik pada proses Dosen dalam Membuat Soal
perencanaan, pengembangan, dan pe-
nulisan soal maupun pada proses va- Berdasarkan hasil analisis pada
lidasi soal. Gambar 1, tampak bahwa lebih dari
Data yang terkumpul dianalisis separoh dosen FT-UNY membuat soat
secara deskriptif kuantitatif. Analisis tes hasil belajar dalam bentuk uraian,
difokuskan pada pendeskripsian da- sedangkan sekitar 13% membuat tes
lam bentuk presentase tentang lang- bentuk objektif, dan sepertiga yang
kah-langkah yang dilakukan oleh do- lain membuat kombinasi antara tes
sen pada proses perencanaan dan uraian dan tes objektif. Penyusunan
pengembangan soal serta hasil telaah soal tes hasil belajar yang cenderung
soal secara teoretis (kualitatif). berbentuk uraian dilakukan meng-
ingat sifat mata kuliah bidang studi
HASIL DAN PEMBAHASAN yang kebanyakan bidang sains dan
Analisis data hasil penelitian di- teknologi yang bersifat aplikatif.
fokuskan pada bentuk soal yang di-
buat oleh dosen, langkah-langkah da- PENYUSUNAN SOAL TES
lam penyusunan soal, langkah-lang- Dalam proses penyusunan soal
kah dalam memvalidasi soal, dan kua- terdapat dua kegiatan yang dilakukan
litas soal berdasarkan tinjauan teo- oleh dosen, yaitu pengembangan kisi-
kisi dan penulisan butis soal.

Analisis Validasi Kualitas Soal Tes Hasil Belajar pada Pelaksanaan Program
152

Pengembangan Kisi-kisi 13,59%; (2) menggunakan soal tahun


Persiapan yang dilakukan oleh lalu 2,74%; (3) kombinasi soal tahun
dosen sebelum membuat soal tes hasil lalu dan soal baru 46,19%; dan (4)
belajar berbeda-beda. Berikut ini fakta tidak Jelas (tidak ada tanggapan)
yang dilakukan dosen sebelum mem- 37,48%.
buat soal, yaitu (1) membuat kisi-kisi
soal 35,87%; (2) tidak membuat kisi- PENULISAN SOAL
kisi soal 23,92%; dan (3) tidak jelas
Membuat soal baru ;
(tidak ada tanggapan) 40,21%. Tidak Jelas ; 13,59%
37,48% Menggunakan soal
tahun lalu ; 2,74%
PERSIAPAN RAMBU-RAMBU SOAL UJIAN

Kombinasi soal
tahun lalu dan soal
Tidak jelas ; 40,21% Membuat kisi-kisi baru ; 46,19%
soal ; 35,87%

Gambar 3. Persentase Jumlah Dosen


Tidak membuat kisi-
kisi soal ; 23,92% dalam Menulis Soal
Berdasarkan deskripsi data pada
Gambar 2. Persentase Jumlah Dosen Tabel 3, tampak bahwa hanya sekitar
dalam Membuat Kisi-kisi Soal 13,59% dosen FT-UNY yang membuat
soal baru untuk ujian akhir semester
Berdasarkan hasil analisis yang
mahasiswa, sedangkan 46,19% dosen
ditampilkan pada Gambar 2, dapat
membuat soal kombinasi antara soal
dikemukakan bahwa hanya sekitar se-
tahun lalu dan soal baru dan hanya se-
pertiga dosen FT-UNY yang memper-
bagian kecil yang menggunakan soal
hatikan kisi-kisi dalam proses penyu-
tahun lalu. Di samping itu, terdapat
sunan soal tes hasil belajar, sedang-
sekitar sepertiga lebih dosen tidak
kan sekitar seperempatnya tidak mem-
memberikan tanggapan terhadap pem-
buat kisi-kisi. 40% dosen tidak mem-
buatan soal.
berikan tanggapan apakah membuat
kisi-kisi atau tidak dengan alasan bah-
Validasi Teoretis
wa pada proses pembuatan sudah
Hasil analisis yang berkaitan de-
memperhatikan kompetensi hasil be-
ngan cara yang dilakukan dosen da-
lajar yang ditetapkan.
lam memvalidasi kualitas soal yang
Penulisan Soal sudah dibuat (1) melakukan telaah
ulang 54,89%; dan (2) tidak melakukan
Hasil analisis bagaimana dosen
telaah 45,11%.
membuat soal untuk mengukur hasil
belajar mahasiswa dapat dikelompok-
kan menjadi (1) membuat soal baru

Cakrawala Pendidikan, Februari 2011, Th. XXX, No. 1


153

kualitas. Sisanya, 45,11% dosen tidak


VALIDASI TEORITIS melakukan telaah ulang dengan alas-
Tidak an bahwa telaah ini telah dilakukan
melakukan
telaah ulang;
pada saat pembuatan soal.
45,11% Melakukan Aspek-aspek yang ditelaah ulang
telaah ulang ; pada tes uraian meliputi (1) kesesuai-
54,89%
an butir dengan kompetensi 97%; (2)
kejelasan pertanyaan dan jawaban
yang diharapkan 85,50%; (3) ketepat-
an kata tanya/perintah 71,37%; (4) ke-
jelasan petunjuk cara pengerjaan soal
Gambar 4. Persentase Jumlah Dosen 70%; (5) kejelasan pedoman penskor-
dalam Telaah Ulang an 61%; (6) kejelasan grafik/tabel/ gam-
Berdasarkan Gambar 4, hanya bar/peta yang menyertai soal 49,5%;
54,89% dosen yang melakukan tela dan (7) kesederhanaan penggunaan
ulang terhadap soal yang sudah di- bahasa 63%.
susun dalam rangka untuk menyiap-
kan soal tes hasil belajar yang ber-

ASPEK-ASPEK YANG DITELAAH ULANG PADA TES URAIAN


97% 1 : Kesesuaian butir dengan
kompetensi
100% 85,50%
2 : Kejelasan pertanyaan dan jawaban
71,37% 70% yg diharapkan
80% 61% 63%
49,50% 3 : Ketepatan kata Tanya/perintah

60%
4 : Kejelasan petunjuk cara pengerjaan
soal
40%
5 : Kejelasan pedoman penskoran

20%
6 : Kejelasan grafik/tabel/gambar/peta
yang menyertai soal
0%
1 2 3 4 5 6 7 7 : Kesederhanaan penggunaan
bahasa

Gambar 5. Persentase Jumlah Dosen dalam Menelaah Kualitas Soal Uraian

Berdasarkan deskripsi data di atas si hasil belajar juga telah ditelaah


dapat dikemukakan bahwa aspek-as- ulang oleh hampir semua dosen yang
pek penting berkaitan dengan kua- membuat tes uraian (97%).
litas tes bentuk uraian sudah ditelaah
ulang oleh dosen walaupun dalam Aspek yang Ditelaah Ulang pada Tes
persentase jumlah yang belum opti- Objektif
mal. Salah satu aspek penting berkait- Aspek yang ditelaah ulang meli-
an dengan kualitas soal, yaitu kese- puti: (1) kesesuaian butir soal dengan
suaian materi soal dengan kompeten- indikator kompetensi 85,72%; (2)

Analisis Validasi Kualitas Soal Tes Hasil Belajar pada Pelaksanaan Program
154

ketepatan alternatif jawaban yang be- jawaban 64,28%; (6) semua pilihan ja-
nar 73,80%; (3) keterkaitan pengecoh waban homogen 38,10%; (7) ketidak-
(distractor) dengan pokok soal 66,77%; tergantungan antarbutir soal satu de-
(4) kejelasan rumusan pokok soal ngan lainnya 64,28%; dan (8) keber-
59,52%; (5) kejelasan rumusan pilihan fungsian gambar/grafik 28,57%.

ASPEK-ASPEK YANG DITELAAH ULANG PADA TES OBYEKTIF

85,72% 1 : Kesesuaian butir soal dengan


90% indikator
73,80% 2 : Ketepatan alternatif jawaban yang
80% 66,77% 64,28% benar
59,52% 64,28%
70% 3 : Keterkaitan pengecoh (distractor)
dengan pokok soal
60%
4 : Kejelasan rumusan pokok soal
50% 38,10%
5 : Kejelasan rumusan pilihan jawaban
40% 28,57%

30% 6 : Semua pilihan jawaban homogen


20%
7 : Ketidaktergantungan antar butir
10% soal satu dengan lainnya
8 : Keberfungsian gambar/grafik
0%
1 2 3 4 5 6 7 8

Gambar 6. Presentase Jumlah Dosen dalam Telaah Soal Objektif

Berdasarkan deskripsi data dan baik. Namun demikian, hasil analisis


Gambar 6, semua aspek yang berkait- yang dilakukan oleh peneliti masih
an dengan kualitas soal bentuk objek- menemukan adanya beberapa kele-
tif dilakukan sudah telaah ulang se- mahan seperti tampak pada Tabel 1
cara teoretis oleh dosen, meskipun dan 2 berikut.
belum semua melakukannya. Namun
Tabel 1. Persentase Jumlah Soal
demikian, salah satu aspek penting
Bentuk Uraian yang Dinilai Lemah
dalam tes objektif sudah ditelaah oleh
sebagian besar dosen (85,72%). No Aspek-aspek Jumlah
yang Dinilai Lemah Soal (%)
Kualitas Soal Berdasarkan Tinjauan 1. Tidak ada kriteria pembobotan
36%
Teoretis nilai pada masing-masing butir.
Berdasarkan deskripsi data pada 2. Kebebasan memilih soal yang
Gambar 5 dan 6 dapat dikemukakan dikerjakan (jumlah soal yang
28%
dibuat lebih banyak dari pada
bahwa dengan telah dilakukannya te-
yang harus dikerjakan).
laah ulang secara teoretis terhadap
aspek-aspek yang berkaitan dengan Berdasarkan Tabel 1, dapat dike-
kualitas soal maka dapat dikatakan mukakan bahwa 36% dari semua soal
bahwa secara keseluruhan soal tes ha- bentuk uraian tidak mencantumkan
sil belajar yang dibuat oleh dosen 85% bobot nilai masing-masing butir, 28%

Cakrawala Pendidikan, Februari 2011, Th. XXX, No. 1


155

soal memberi kebebasan memilih soal berbagai problem keteknikan. Namun


yang dikerjakan, dan 18% perangkat demikian, tidak berarti jika tes ter-
soal yang dinilai lemah pada gambar sebut tidak bisa dibuat dalam bentuk
yang menyertai soal. tes obyektif. Untuk membuat tes ob-
jektif pada mata kuliah yang bersifat
Tabel 2. Persentase Jumlah Soal Ben-
aplikatif membutuhkan keahlian dan
tuk Objektif yang Dinilai Lemah
kecermatan khusus sehingga soal yang
No Aspek-Aspek yang Dinilai Jumlah tidak cenderung mengungkap kemam-
Lemah Soal puan hafalan semata. Dengan demi-
(%) kian, tidak mengherankan jika hanya
1 Tata letak antara pokok soal dan 13,03% dosen membuat soal tes hasil
35%
jawaban tidak satu halaman belajar dalam bentuk objektif yang
2 Ketidakjelasan gambar yang
15% umumnya bertipe pilihan ganda biasa.
menyertai soal
Menurut hemat penulis, sebetulnya
3 Penilaian hasil belajar masih
cenderung dalam ranah 34% akan lebih bermakna lagi jika tes hasil
pengetahuan dan pemahaman belajar dibuat dengan kombinasi an-
tara tes esei dan tes objektif.
Tabel 2 di atas menunjukkan bah- Kedua, dalam mengembangkan
wa masih ditemukan dalam 35% pe- dan membuat soal, hanya 35,87% do-
rangkat soal yang beberapa pada bu- sen membuat kisi-kisi soal, 23,92% ti-
tir soal pokok soalnya tidak satu ha- dak membuat kisi-kisi soal, dan bah-
laman dengan pilihan jawaban, 15% kan 40,21% dosen tidak jelas apakah
soal masih memiliki gambar yang me- membuat kisi-kisi soal atau tidak. Me-
nyertai soal termasuk tidak jelas. Di lihat data tersebut dapat juga dikata-
samping itu, terdapat 34% perangkat kan bahwa dalam merencanakan dan
soal yang hanya menilai kompetensi mengembangkan soal tes hasil belajar
hasil belajar terbatas pada ranah pe- para dosen belum seluruhnya mela-
ngetahuan dan pemahaman. kukan langkah-langkah awal pem-
Berdasarkan uraian-uraian singkat buatan tes sebagaimana yang diha-
terhadap deskripsi data di atas, dapat rapkan. Hal ini tentunya belum opti-
diungkap empat hal pokok yang men- mal karena untuk dapat membuat
jadi permasalahan dalam penelitian soal yang baik maka kisi-kisi soal sa-
ini. Pertama, lebih dari separoh dosen ngat diperlukan. Dengan adanya kisi-
FT-UNY (55,42%) membuat tes hasil kisi, soal yang dibuat diharapkan ti-
belajar dalam bentuk tes esei atau dak menyimpang dari komptensi da-
uraian. Hal ini dapat dimengerti ka- sar yang sudah ditetapkan. Di sam-
rena karakteristik dari matakuliah bi- ping itu, sekitar 46,19% dari dosen FT-
dang studi lebih cenderung pada apli- UNY membuat soal dengan cara kom-
kasi dan pemecahan masalah. Dengan binasi soal baru dan soal tahun lalu.
bentuk tes esei, diharapkan mahasis- Akan lebih baik jika semua soal tes
wa dapat mengembangkan kemam- dibuat baru karena sangat dimung-
puan penalaran dalam menyelesaikan kinkan soal tahun lalu masih mudah

Analisis Validasi Kualitas Soal Tes Hasil Belajar pada Pelaksanaan Program
156

diingat oleh mahasiswa yang kebetul- saran dari berbagai pihak yang ter-
an mengulang, kecuali ada modifikasi libat dalam telaah ulang tersebut.
terhadap soal tahun tersebut. Ber- Dalam menelaah soal-soal yang
dasarkan analisis data, hanya 13,59% sudah dibuat dapat dikatakan sudah
dosen FT-UNY yang membuat soal dilakukan terhadap semua aspek-
yang betul-betul baru. Persentase ini aspek yang seharusnya dicermati.
memang dirasa masih rendah karena Namun demikian, masih ada bebe-
semestinya semua dosen dapat me- rapa aspek yang kurang diperhatikan
ngembangkan soal-soal tes yang baru oleh dosen. Misalnya, untuk tes esei,
sesuai dengan tuntutan kompetensi mencermati kejelasan gambar hanya
dan perkembangan ilmu dan tekno- dilakukan oleh 49,50% dosen dan
logi. mencermati ketepatan bahasa dilaku-
Ketiga, dalam proses validasi dan kan oleh 26,50% dosen. Hal ini dapat
verifikasi terhadap kualitas soal dapat dikatakan bahwa dalam menelaah ke-
dikatakan sudah cukup baik. Seba- dua aspek tersebut masih kurang tun-
nyak 54,89% dosen FT-UNY melaku- tas. Padahal jika gambar yang me-
kan telaah ulang terhadap soal tes ha- nyertai butir soal kurang jelas akan
sil belajar sebelum diujikan. Namun mempengaruhi ketepatan mahasiswa
demikian, sangat baik dan berarti jika dalam menjawab soal tes. Termasuk
semua dosen melakukan telaah ulang juga dari segi bahasa seharusnya ti-
terhadap soal-soal tes yang sudah di- dak menimbulkan multitafsir atau be-
susun. Telaah ulang mencakup tiga ragam interpretasi. Demikian juga te-
hal, yaitu dari aspek materi, konstruk- laah terhadap tes objektif, ternyata
si dan bahasa. Dikarenakan hampir tidak ada 50% dosen FT-UNY yang
50% dosen tidak melakukan telaah melakukan telaah secara teoretis ter-
ulang secara teoretis, maka dapat di- hadap semua aspek yang semestinya
mengerti jika masih ada sebagian pe- diperhatikan. Terdapat tiga aspek yang
rangkat soal tes hasil belajar yang be- masih sangat kurang diperhatikan
lum memenuhi kaidah-kaidah seba- oleh dosen dalam membuat tes ben-
gai tes yang baik. Di samping itu, te- tuk objektif, yaitu homogenitas pilih-
laah ulang soal yang baik jika dilaku- an jawaban (17,75%), panjang alterna-
kan bersama-sama dengan dosen lain tif pilihan jawaban yang relatif sama:
yang sebidang, tidak dilakukan sen- (16,75%), dan telaah keberfungsian
diri. Berdasarkan analisis data, baru gambar/grafik (14%). Berdasarkan da-
sebagian kecil telaah ulang dilakukan ta juga dapat dikatakan bahwa telaah
dengan dosen lain yang sebidang, teoretis terhadap soal tes bentuk esei
yaitu sekitar 17,85%. Padahal, jika te- lebih diperhatikan daripada telaah
laah ulang semua dilakukan dengan terhadap soal tes bentuk objektif.
dosen lain yang sebidang, ketidakte- Keempat, berdasarkan hasil anali-
patan bahasa dan substansi tes dapat sis peneliti terhadap dokumen soal
diatasi karena adanya masukan dan yang dijadikan sampel ditemukan be-
berapa kelemahan. Kelemahan yang

Cakrawala Pendidikan, Februari 2011, Th. XXX, No. 1


157

paling dominan adalah bahwa soal Dalam pengembangan soal tes ha-
tes lebih cenderung mengukur aspek sil belajar belum semua dosen (sekitar
pengetahuan dan pemahaman, belum 76%) membuat kisi-kisi soal yang di-
banyak merambah pada aspek apli- jadikan acuan penulisan butir soal.
kasi, analisis, sintesis bahkan evaluasi. Padahal kisi-kisi sangat penting arti-
Padahal, untuk tingkat mahasiswa nya pada proses penulisan soal yang
pengukuran kemampuan belajar mu- baik. Di samping itu, dalam penulisan
lai dari aplikasi sampai dengan eva- soal, sebagian besar dosen melakukan
luasi merupakan hal yang harus dan kombinasi antara soal tahun lalu dan
utama dilakukan. Di samping itu, un- soal baru. Pembuatan soal baru akan
tuk tes uraian masih ditemukan gam- lebih bermakna berkaitan dengan per-
bar-gambar yang kurang jelas, kebe- kembangan sains dan teknologi.
basan memilih soal yang dikerjakan, Belum semua dosen FT-UNY me-
dan bobot nilai untuk masing-masing lakukan telaah ulang secara teoretis
butir. Hal ini semua akan mempe- menyangkut kualitas soal yang sudah
ngaruhi ketepatan kesimpulan hasil dibuat. Meskipun demikian, ada satu
penilaian terhadap tingkat kompeten- hal yang cukup baik dan positif da-
si belajar. Di samping itu, untuk tes lam telaah ulang yang sudah dilaku-
objektif, adanya ketidakhomogenan kan oleh sebagian besar dosen, yaitu
pilihan jawaban (panjang pendeknya aspek yang paling banyak ditelaah
pernyataan semua pilihan jawaban), ulang adalah kesesuaian materi soal
dan terpisahnya halaman pokok soal dengan kompetensi hasil belajar.
dengan halaman jawaban menunjuk- Masih ditemukan beberapa kele-
kan bahwa telaah belum dilaksanakan mahan pada sejumlah perangkat soal,
secara mendalam. Dengan kata lain, yaitu pembobotan nilai tiap butir dan
ada hubungan antara kegiatan yang kebebasan memilih soal, untuk tes
dilakukan dalam proses telaah kua- uraian. Untuk tes objektif, aspek yang
litas soal dengan berbagai kelemahan masih lemah adalah adanya ketidak-
soal yang digunakan untuk ujian. seragaman panjang pendeknya per-
nyataan antarpilihan jawaban, terpi-
KESIMPULAN sahnya halaman pokok soal dengan
Kecenderungan dosen FT-UNY halaman jawaban. Kelemahan lain un-
membuat soal tes hasil belajar dalam tuk kedua bentuk tes tersebut adalah
bentuk uraian didasarkan atas karak- masih ada gambar-gambar yang me-
teristik mata kuliah yang bersifat nyertai soal yang kurang jelas.
sains dan teknologi. Dengan bentuk
tes uraian, lebih mudah dikembang- SARAN
kan soal-soal yang mampu mengung- Berdasarkan simpulan di atas, da-
kap kemampuan aplikatif, analisis, pat disarankan perlu adanya program
sintesis, dan evaluasi mahasiswa dari atau kebijakan dalam pengembangan
pada tes objektif. dan penyusunan soal tes hasil belajar
mahasiswa sehingga diperoleh soa tes

Analisis Validasi Kualitas Soal Tes Hasil Belajar pada Pelaksanaan Program
158

hasil belajar yang berkualitas. Lem- Brennan, Robert L. 2006. Educational


baga perlu mengadakan program pe- Measurement. Fourth Editon.
nyegaran (refreshing) bagi dosen-do- Road West, Westport CT:
sen untuk menyamakan wawasan Praeger Publishers.
tentang pengukuran dan penilaian
hasil belajar mahasiswa. Custer, Rodney I., Ruhland, Sheila K.,
Beberapa langkah konkret yang & Stewart, Bob 2000. “Assess-
perlu dilakukan antara lain adalah (1) ing Teach Prep Implementa-
melaksanakan validasi pada semua tion”. Journal of Vocational and
soal yang sudah disusun sehingga Technical Education. Volume 3,
soal memenuhi memenuhi kriteria Number 2, 125-135.
substansi, konstruksi dan bahasa; (2)
membuat rubrik untuk memudahkan Depdiknas. 1999. Pengelolaan Penguji-
proses penskoran pada soal-soal yang an bagi Guru Mata Pelajaran. Ja-
berbentuk uraian; dan (3) pengukuran karta: Ditjen Dikdasmen, Direk-
hasil belajar perlu difokuskan pada torat PMU, Depdiknas.
aspek-aspek aplikasi, analisis, sintesis,
dan evaluasi. Gitomer, Drew H. 2007. Measurement
Issues and Assessment for Teach-
UCAPAN TERIMA KASIH ing Quality. California: Sage
Artikel ini diambil dari hasil pe- Publications, Inc.
nelitian yang penulis lakukan. Penu-
Harlen, Wynne. 2010. Student Assess-
lis sangat menghargai atas dukungan
ment and Testing. California:
berbagai pihak, khususnya yang ber-
Sage Publications Inc.
kaitan dengan pelaksanaan penelitian.
Untuk itu, pada kesempatan ini per-
Hayat, Bahrul, dkk. 1995. Petunjuk
kenankan penulis mengucapkan ba-
Pelaksanaan Pengembangan Bank
nyak terima kasih kepada Dekan FT-
Soal I Wilayah. Jakarta: Pusat
UNY beserta staf akademik yang te-
Penelitian dan Pengembangan
lah membantu kelancaran pelaksana-
Sistem Pengujian Depdikbud.
an penelitian dan analisis data pene-
litian. Kusmiyati. 2005. “Karakteristik Butir
Tes Ujian Akhir IPA SLTA
DAFTAR PUSTAKA Buatan Guru”. Tesis. Tidak di-
Azwar, Syaifuddin. 2000. Penyusunan terbitkan, Universitas Negeri
Skala Psikologi. Yogyakarta: Pus- Yogyakarta.
taka Pelajar.
Mardapi, Djemari. 1999. Estimasi Ke-
Blerkom, Van M.L. 2009. Measurement salahan Pengukuran Alam Bidang
and Statistics for Teacher. New Penidikan dan Implikasinya pada
York: Routledge. Ujian Nasional. Makalah Disaji-
kan dalam Pidato Pengukuhan

Cakrawala Pendidikan, Februari 2011, Th. XXX, No. 1


159

Guru Besar di Universitas Ne- Sudijono, Anas. 2006. Pengantar Eva-


geri Yogyakarta. luasi Pendidikan. Jakarta: PT.
Raja Grafindo Persada.
_______. 2008. Teknik Penyusunan In-
strumen Tes dan Nontes. Yogya- Suryabrata, Sumadi 1997. Pengem-
karta: Mitra Cendikia Press. bangan Tes Hasil Belajar. Jakarta:
PT. Raja Grafindo Persada.
Nitko, Anthony J,. & Brookhart, Susan
M. 2007. Educational Assessment Thorndike, Robert L. 2005. Measure-
of Student. New Jersey: Pearson ment and Evaluation in Psycho-
Education Inc. logy and Education. Seventh Edi-
tion. New Jersey: Pearson
Reynolds, Cecil R., Livingstone, Ro- Education, Inc.
nald B., & Wilson Victor. 2010.
Measurement and Assessment in Zainul, Asmawi dan Nasution, Noehi
Education. New Jersey: Pearson 2005. Penilaian Hasil Belajar. Dir-
Education Inc. jen Dikti, Depdiknas. Jakarta.

Spector, Paul E. 1992. Summated Rating


Scale Construction. California:
Sage Publications, Inc.

Analisis Validasi Kualitas Soal Tes Hasil Belajar pada Pelaksanaan Program