You are on page 1of 25

Jawaban Kisi-kisi Sistem Terdistribusi

1. Pengertian Sistem terdistribusi apa? 2. Pengamanan dan perlindungan?

3. Alur proses sistem terdistribusi?

4. Bahaya yang berhubungan dengan strategi manajemen?

5. Sistem Terdistribusi yang hirarkis?

6. Rancangan sistem terdistribusi?

Jawab :

1. Sebuah sistem yg komponennya berada pd jaringan

komputer. Komponen tsb saling berkomunikasi & melakukan

koordinasi hanya dgn pengiriman pesan (message passing).

Contoh: Internet, intranet, mobile computing


4. . Bahaya yang berhubungan dengan strategi manajemen?

• Hilangnya Kontrol Manajemen

• Penggunaan mesin yang inkompatibel

• Hilangnya otoritas pengolahan data pusat, karena kekecewaan penjadualan biaya,

ataupun pengembangan aplikasi)

• Program tidak dapat dijalankan pada mesin yang berbeda

• Mesin tidak dapat menggunakan jaringan komputer yang umum, tanpa dimodifikasi

• Media Penyimpan yang tidak sesuai

• Aplikasi terpusat

Beberapa aplikasi sangat baik dijalankan pada mesin yang terpusat, begitu pula

dengan datanya sangat baik disimpan dipusat, namun ada beberapa aplikasi yang
sebaiknya disimpan dan dijalankan dilokasi pemakai, dan seringkali aplikasi ini

membutuhkan data dari tempat lain.

• Perancangan Data

Data hanya mungkin digunakan hanya pada satu departemen, dan mungkin juga

digunakan ditempat lain tergantung dari apliksinya.

• Perangkat lunak tingkat rendah

Software komputer mini sudah berkembang, namun banyak software mini yang

tidak menggunakan software yang efektif seperti sistem manajemen database

5. sistem distribusi yg hiriarkis ?


6. Rancangan sistem terdistribusi

Perancangan Terdistribusi
Hal yang diperlukan dalam Perancangan Sistem Terdistribusi:
- Unjuk Kerja: berapa cepat respon yang diberikan?
o Reponsiveness: delay respon interaktif yang cepat
terhadap remote request; menggunakan caching,
replikasi, mirroring.
o Throughput: bergantung pada kecepatan server dan
data transfer.
o Load balancing: menggunakan appletk, multiple server
- Kualitas Layanan (Quality of Services (QoC)) merupakan
kebutuhan
non-fungsionalitas: mis. apakah gambar dan suara sinkron ?
o Sifat Deadline: hard deadline (terbatas dalam waktu T unit
waktu), soft deadline (mis. 90% kesempatan jumlah data
yang dikirim selama T unit waktu).
 Trafik multimedia, sinkronisasi video/suara
 Bergantung pada ketersediaan resource yang
memadai
o Kemampuan beradaptasi dengan perubahan konfigurasi
- Ketergantungan: apakah sudah bekerja dengan benar ?
o Kebenaran proses,
o Fault-tolerance: kemampuan toleransi/recover kesalahan,
mis.
Jumlah redundancy.
o Keamanan: kemampuan untuk melindungi dari serangan.
Mis.
Penggunaan enkripsi

2. Pengamanan dan perlindungan?

 Relevansi keamanan sistem informasi

➢ Informasi sebagai komoditi ekonomi  obyek kepemilikan yang


harus dijaga

➢ Informasi menciptakan “dunia” baru (mis: Internet) → membawa


beragam dinamika dari dunia nyata

• Komunikasi digital (e-mail, e-news, …)

• Aktifitas digital (e-commerce, e-learning, …)

• Konflik digital (cyber war, …)

 Mengapa sistem informasi rentan terhadap gangguan keamanan


➢ Sistem yg dirancang untuk bersifat “terbuka” (mis: Internet)

• Tidak ada batas fisik dan kontrol terpusat

• Perkembangan jaringan (internetworking) yang amat cepat

➢ Sikap dan pandangan pemakai

• Aspek keamanan belum banyak dimengerti

• Menempatkan keamanan sistem pada prioritas rendah

➢ Tidak ada solusi yang komprehensif

 Solusi terhadap masalah keamanan sistem informasi

➢ Pusat-pusat informasi tentang keamanan

• CERT

• Milis-milis tentang keamanan sistem

• Institusi lainnya: SecurityFocus, Symantec

➢ Penggunaan mekanisme deteksi global

• Pembentukan jaringan tim penanggap insiden di seluruh


dunia

➢ Peningkatan kesadaran terhadap masalah keamanan

• Pendidikan bagi pengguna umum

• Pelatihan bagi personil teknis (administrator sistem dan


jaringan, CIO, CTO)

 Keamanan sebagai bagian dari sistem QoS

➢ Ketersediaan, kehandalan, kepastian operasional, dan keamanan

➢ Keamanan: perlindungan thdp obyek-obyek dlm kaitannya dengan


kerahasiaan dan integritas

• Obyek  komponen pasif

 CPU, disk, program, …

• Subyek  komponen aktif

 pemakai, proses, …

➢ Keamanan sbg. fungsi waktu: Sec(t)

• Memungkinkan kuantifikasi tingkat-tingkat keamanan, mirip


dengan konsep MTTF (mean time to failure) pada kehandalan
 Biaya pengamanan sistem

➢ Pengertian “aman”: penyusup hrs mengeluarkan usaha, biaya, dan


waktu yg besar utk dpt menembus sistem

➢ Biaya pengamanan  kombinasi banyak faktor yg saling


berpengaruh

➢ Perlu dicari optimisasi: biaya pengamanan vs potensi kerusakan

Perlindungan :

 Kebijakan keamanan

➢ Mengatur apa yang diijinkan dan tidak diijinkan dlm operasi normal

• Mengatur bgmn subyek dapat mengakses obyek

➢ Sering bersifat “politis” drpd teknis

➢ Harus mencerminkan proteksi thdp sistem secara seimbang,


komprehen-sif, dan cost-effective

➢ Proses: analisis ancaman  kebijakan keamanan → mekanisme


pengamanan

• Analisis ancaman: memperkirakan jenis ancaman dan potensi


merusaknya

• Mekanisme pengamanan: implementasi kebijakan keamanan

➢ Kebijakan keamanan harus berfungsi dengan baik sekaligus mudah


dipakai

• Dapat mencegah penyusup pada umumnya

• Mampu menarik pemakai untuk mengguna-kannya

3. Alur proses sistem terdistribusi?

Gambar 23.1. Struktur Sistem Terdistribusi

Ta
Tambahan untuk baca-baca :

Karakteristik sistem terdistribusi adalah sebagai berikut:


1. Concurrency of components. Pengaksesan suatu komponen/sumber daya
(segala hal yang dapat digunakan bersama dalam jaringan komputer,
meliputi H/W dan S/W) secara bersamaan. Contoh: Beberapa
pemakai browser mengakses halaman web secara bersamaan
2. No global clock. Hal ini menyebabkan kesulitan dalam mensinkronkan
waktu seluruh komputer/perangkat yang terlibat. Dapat berpengaruh pada
pengiriman pesan/data, seperti saat beberapa proses berebut ingin masuk
ke critical session.
3. Independent failures of components. Setiap komponen/perangkat dapat
mengalami kegagalan namun komponen/perangkat lain tetap berjalan
dengan baik.
Ada empat alasan utama untuk membangun sistem terdistribusi, yaitu:
1. Resource Sharing. Dalam sistem terdistribusi, situs-situs yang berbeda
saling terhubung satu sama lain melalui jaringan sehingga situs yang satu
dapat mengakses dan menggunakan sumber daya yang terdapat dalam situs
lain. Misalnya, user di situs A dapat menggunakan laser printer yang
dimiliki situs B dan sebaliknya user di situs B dapat mengakses file yang
terdapat di situs A.
2. Computation Speedup. Apabila sebuah komputasi dapat dipartisi menjadi
beberapa subkomputasi yang berjalan bersamaan, maka sistem terdistribusi
akan mendistribusikan subkomputasi tersebut ke situs-situs dalam sistem.
Dengan demikian, hal ini meningkatkan kecepatan komputasi (computation
speedup).
3. Reliability. Dalam sistem terdistribusi, apabila sebuah situs mengalami
kegagalan, maka situs yang tersisa dapat melanjutkan operasi yang sedang
berjalan. Hal ini menyebabkan reliabilitas sistem menjadi lebih baik.
4. Communication. Ketika banyak situs saling terhubung melalui jaringan
komunikasi, user dari situs-situs yang berbeda mempunyai kesempatan
untuk dapat bertukar informasi.
Tantangan-tantangan yang harus dipenuhi oleh sebuah sistem terdistribusi:
1. Keheterogenan perangkat/multiplisitas perangkat. Suatu sistem
terdistribusi dapat dibangun dari berbagai macam perangkat yang berbeda,
baik sistem operasi, H/W maupun S/W.
2. Keterbukaan. Setiap perangkat memiliki antarmuka (interface) yang di-
publish ke komponen lain. Perlu integrasi berbagai komponen yang dibuat
oleh programmer atau vendor yang berbeda
3. Keamanan. Shared resources dan transmisi informasi/data perlu
dilengkapi dengan enkripsi.
4. Penangan kegagalan. Setiap perangkat dapat mengalami kegagalan secara
independen. Namun, perangkat lain harus tetap berjalan dengan baik.
5. Concurrency of components. Pengaksesan suatu komponen/sumber daya
secara bersamaan oleh banyak pengguna.
6. Transparansi. Bagi pemakai, keberadaan berbagai perangkat (multiplisitas
perangkat) dalam sistem terdistribusi tampak sebagai satu sistem saja.
Gambar 23.2. Local Area Network
Dalam sistem operasi terdistribusi, user mengakses sumber daya jarak jauh
(remote resources) sama halnya dengan mengakses sumber daya lokal (local
resources). Migrasi data dan proses dari satu situs ke situs yang lain dikontrol oleh
sistem operasi terdistribusi.
Berikut ini adalah fitur-fitur yang didukung oleh sistem operasi terdistribusi:
1. Data Migration. Misalnya, userdi situs A ingin mengakses data di situs B.
Maka, transfer data dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu dengan
mentransfer keseluruhan data atau mentransfer sebagian data yang
dibutuhkan untuk immediate task.
2. Computation Migration. Terkadang, kita ingin mentransfer komputasi,
bukan data. Pendekatan ini yang disebut dengan computation migration
3. Process Migration. Ketika sebuah proses dieksekusi, proses tersebut tidak
selalu dieksekusi di situs di mana ia pertama kali diinisiasi. Keseluruhan
proses, atau sebagian daripadanya, dapat saja dieksekusi pada situs yang
berbeda. Hal ini dilakukan karena beberapa alasan: Load balancing. Proses
atau subproses-subproses didistribusikan ke jaringan untuk memeratakan
beban kerja.Computation speedup. Apabila sebuah proses dapat dibagi
menjadi beberapa subproses yang berjalan bersamaan di situs yang berbeda-
beda, maka total dari process turnaround time dapat dikurangi. Hardware
preference. Proses mungkin mempunyai karakteristik tertentu yang
menyebabkan proses tersebut lebih cocok dieksekusi di prosesor
lain.Misalnya, proses inversi matriks, lebih cocok dilakukan di array
processor daripada di microprocessor Software preference. Proses
membutuhkan software yang tersedia di situs lain, di mana software tersebut
tidak dapat dipindahkan atau lebih murah untuk melakukan migrasi proses
daripada software Data access.
Sistem operasi terdistribusi (distributed operating system) menyediakan semua
fitur di atas dengan kemudahan penggunaan dan akses dibandingkan dengan sistem
operasi jaringan (network operating system).
Berikut adalah dua tipe jaringan yang dipakai dalam sistem terdistribusi:
• Local Area Network (LAN). LAN muncul pada awal tahun 1970-an
sebagai pengganti dari sistem komputer mainframe. LAN, didesain untuk
area geografis yang kecil. Misalnya, LAN digunakan untuk jaringan dalam
sebuah bangunan atau beberapa bangunan yang berdekatan. Umumnya,
jarak antara situs satu dengan situs yang lain dalam LAN berdekatan. Oleh
karena itu, kecepatan komunikasinya lebih tinggi dan peluang terjadi
kesalahan (error rate) lebih rendah. Dalam LAN, dibutuhkan high quality
cable supaya kecepatan yang lebih tinggi dan reliabilitas tercapai. Jenis
kabel yang biasanya dipakai adalah twisted-pair dan fiber-optic. Berikut
adalah ilustrasi dari Local Area Network:
• Wide Area Network. WAN muncul pada akhir tahun 1960-an, digunakan
sebagai proyek riset akademis agar tersedia layanan komunikasi yang efektif
antara situs, memperbolehkan berbagihardware dan software secara
ekonomis antar pengguna. WAN yang pertama kali didesain dan
dikembangkan adalah Arpanet yang pada akhirnya menjadi cikal bakal
dari Internet. Situs-situs dalam WAN tersebar pada area geografis yang luas.
Oleh karena itu, komunikasi berjalan relatif lambat dan reliabilitas tidak
terjamin. Hubungan antara link yang satu dengan yang lain dalam jaringan
diatur oleh communication processor. Berikut adalah ilustrasi dari Wide
Area Network

<? GOOD LUCK ?>


Kejarlah nilai setinggi-tingginya, lalu kejar apa yang belum pernah anda kejar sebelumnya
(vice,28Jan11)