You are on page 1of 16

LAPORAN PRAKTIKUM

ANALISIS KIMIA KUALITATIF

Disusun Oleh :

Prima W. Subagja
41204720109035

UNIVERSITAS NUSA BANGSA


MIPA KIMIA
2010
ANALISIS KATION
A. TUJUAN

Mengidentifikasi suatu unsur kimia dalam cuplikan yang tidak diketahui

B. DASAR TEORI

Metode dalam melakukan analisis kualitatif ini dilakukan secara


konvensional, yaitu memakai cara visual yang berdasarkan kelarutan. Pengujian
kelarutan dilakukan pertama-tama dengan mengelompokkan ion-ion yang
mempunyai kemiripan sifat. Pengelompokan dilakukan dalam bentuk
pengendapan di mana penambahan pereaksi tertentu mampu mengendapkan
sekelompok ion-ion. Cara ini menghasilkan 6 kelompok yang namanya
disesuaikan dengan pereaksi pengendap yang digunakan untuk mengendapkan
kelompok ion tersebut.

Kelompok ion-ion tersebut adalah: golongan klorida (I), golongan sulfide


(II), golongan hidroksida (III), golongan sulfide (IV), golongan karbonat (V),
dan golongan sisa (VI).

Yang berarti pada golongan I yang dihasilkan adalah endapan klorida,


golongan II menghasilkan sejumlah endapan garam sulfida, golongan III
menghasilkan endapan hidroksida, golongan IV menghasilkan endapan sulfida
yang larut dalam asam klorida, dan golongan V menghasilkan endapan karbonat

C. ALAT dan BAHAN


• Tabung reaksi
• Rak tabung
• Pipet volum
• HCl
• NH3
• H2S
• HNO3
• NaOH
• KI
• Na2CO3
• Na2HPO4

D. CARA KERJA
1. Kation Golongan I : Pb dan Ag
• Sampel + HCl  amati  + NH3  amati  air panas 
amati

• Sampel + (NH4)2S  amati  + HNO3 amati  didihkan


 amati

• Sampel + NH3  amati  + NH3 berlebih  amati

• Sampel + NaOH  amati  + NaOH berlebih  amati

• Sampel + KI  amati  + KI berlebih  amati

• Sampel + Na2CO3  amati  + Na2CO3 berlebih  amati

• Sampel + Na2HPO4  amati

2. Kation Golongan II : Bi3+, Pb2+, Cu2+ dan Hg2+

• Sampel + (NH4)2S  amati  berlebih  amati

• Sampel + NH4OH  amati  berlebih  amati

• Sampel + KI  amati  berlebih  amati

• Sampel + NaOH  amati  berlebih  amati

3. Kation Golongan III : Fe, Al, Zn

• Sampel + NaOH  amati

• Sampel + NH4OH  amati


• Sampel + (NH4)2S  amati

• Sampel + Na-Asetat  amati

• Sampel + Na-Fosfat  amati

• Sampel + Na2CO3  amati

4. Kation Golongan IV : Ba2+ dan Ca2+

• Sampel + NH4OH  amati  berlebih  amati

• Sampel + (NH4)2CO3  amati  berlebih  amati

• Sampel + H2SO4 encer  amati  berlebih  amati

• Sampel + K2CrO4  amati  berlebih  amati

• Sampel + K2SO4  amati  berlebih  amati

E. PENGAMATAN
1. Kation Golongan I : Pb dan Ag

Kation Pereaksi Pengamatan Reaksi


HCl encer Terbentuk endapan putih Pb + 2HCl → PbCl2putih + 2H+
2+

PbCl2 + 2NH3 + 2H2O → Pb(OH)2 ↓


Pb
NH3 Terbentuk endapan putih putih + 2NH4Cl
Air Panas Larutan jernih, endapan turun Pb(OH)2 + H2O → Pb(OH)2 ↓ putih
HCl encer Terbentuk endapan putih, koloid Ag+ + HCl → AgCl ↓ putih + H-
Terbentuk endapan putih larut AgCl + NH3 + H2O → AgOH ↓putih
Ag
NH3 kembali + NH4Cl
Air Panas Jernih, ada endapan AgOH + H2O →
Pb2+ + (NH4)2S → PbS ↓ hitam +
(NH4)2S Terbentuk endapan hitam 2NH4+
Pb Uap putih, terbentuk endapan abu-
PbS + 2HNO3 → PbNO3 + H2S
HNO3 abu
Dididihkan Larutan jernih, endapan putih PbNO3 + H2O → Pb(OH)2 ↓ putih
(NH4)2S Terbentuk endapan hitam 2Ag+ + (NH4)2S → Ag2S ↓ + 2NH4
Ag HNO3 Uap putih, terbentuk endapan hitam Ag2S + 2HNO3 → 2AgNO3 + H2S
Larutan jernih, terbentuk endapan
AgNO3 + H2O → AgOH + HNO3
Dididihkan hitam
NH3 tidak ada perubahan 2Ag+ + 2NH4 OH → 2 AgOH + NH+
Ag
NH3 berlebih kompleks AgOH + NH3 →
Pb NH3 Terbentuk endapan putih Pb2+ +2 NH4OH → Pb(OH)2 ↓ putih +
2 NH4+
NH3 berlebih lebih cepat turun Pb(OH)2 + NH4OH →
Pb2+ + 2NaOH → Pb(OH)2 ↓ putih + 2
Pb NaOH Terbentuk endapan putih selai Na+
NaOH berlebih Endapan lebih banyak Pb(OH)2 + 2NaOH → Na2Pb(OH)4
NaOH Terbentuk endapan coklat muda Ag+ + NaOH → AgOH + Na+ ↓ coklat
Ag
NaOH berlebih Endapan semakin coklat AgOH + NaOH →
KI Terbentuk endapan kuning halus Pb2+ + 2KI → PbI2
Pb
KI berlebih Terbentuk endapan kuning halus PbI2 + 2 KI → K2[PbI4]
KI Terbentuk endapan kuning Ag+ + KI → AgI + K+
Ag
KI berlebih tidak ada perubahan AgI + KI →
Na2CO3 Terbentuk endapan putih Pb2+ + Na2CO3 → PbCO3 + 2Na+
Pb
Na2CO3 berlebih Larutan putih PbCO3 + Na2CO3 →
Na2CO3 Terbentuk endapan putih kuning Ag+ + 2Na2CO3 → Ag(CO3)2 + 4Na+
Ag
Na2CO3 berlebih Larutan putih Ag(CO3)2 + Na2CO3 →
Na2HPO4 Terbentuk endapan kuning koloid Pb2+ + Na2HPO4 → PbHPO4 + 2Na+
Pb
Na2HPO4 Terbentuk endapan putih selai PbHPO4 + Na2HPO4

2. Kation Golongan II : Bi3+, Pb2+, Cu2+ dan Hg2+

Kation Pereaksi Pengamatan Pengamatan Berlebih


Terbentuk endapan coklat, larutan Terbentuk endapan hitam, larutan
(NH4)2S
coklat keruh coklat bening
Terbentuk endapan putih yang lebih
NH4OH Terbentuk endapan putih
Pb2+ banyak
Terbentuk endapan kuning yang lebih
KI Terbentuk endapan kuning
banyak
NaOH Terbentuk endapan putih Terbentuk endapan putih, larutan keruh
Terbentuk endapan hitam, larutan Terbentuk endapan hitam, larutan
(NH4)2S
berwarna abu-abu coklat terang
Terbentuk endapan putih dalam jumlah
NH4OH Tidak ada perubahan
Bi3+ yang kecil
KI Larutan berwana hijau muda Larutan kuning terang
Terbentuk endapan putih dalam
NaOH Terbentuk koloid putih
jumlah yang sedikit
Terbentuk endapan coklat, larutan
(NH4)2S Terbentuk endapan coklat dan koloid
berwarna hijau
Terbentuk endapan biru, larutan
NH4OH Warna biru tua larut
Cu2+ berwarna biru
Terbentuk endapan abu-abu, larutan
KI Larutan hijau terang
berwarna coklat
NaOH Terbentuk koloid Terbentuk koloid
Hg2+ Endapan berubah menjadi endapan
(NH4)2S Terbentuk endapan hijau
berwarna hitam, larutan coklat tua
NH4OH Terbentuk endapan putih Endapan putih lebih banyak
KI Tidak ada perubahan Terbentuk endapan orange, larutan
berwarna orange tua
Terbentuk endapan kuning, larutan Terbentuk endapan kuning, larutan
NaOH
berwana kuning kuning

3. Kation Golongan III : Fe, Al, Zn

Kation Pereaksi Pengamatan Reaksi


Fe Terbentuk endapan hijau toska Fe + NaOH → Fe(OH)3 ↓+ Na+
Terbentuk endapan putih, mudah
Al NaOH Al + NaOH → Al(OH)3 ↓+ Na+
hilang
Zn Terbentuk suspensi putih Zn + NaOH → Zn(OH)2 ↓ + Na+
Terbentuk endapan hijau toska,
Fe + NH4OH →
Fe berbau
NH4OH Al + NH4OH →
Al Terbentuk endapan selai berbau
Zn Terbentuk suspensi putih Zn + NH4OH →
Fe Terbentuk endapan hitam Fe + (NH4)2S → Fe2S3
Terbentuk endapan + larutan
(NH4)2S Al + (NH4)2S → Al2S3
Al putih
Zn Terbentuk endapan kuning Zn + (NH4)2S → ZnS
Fe Larutan kuning keruh Fe + Na Asetat →
Al Na Asetat Larutan berminyak Al + Na Asetat →
Zn Larutan jernih Zn + Na Asetat →
Fe Terbentuk endapan kuning Fe + Na Fosfat →
Al Na Fosfat Terbentuk endapan putih Al + Na Fosfat →
Zn Terbentuk endaan putih selai Zn + Na Fosfat →
Fe Terbentuk endapan biru-hijau Fe + Na2CO3 →
Al Na2CO3 Terbentuk endapan putih Al + Na2CO3 → Al2CO3
Zn Terbentuk endapan putih Zn + Na2CO3 → ZnCO3

4. Kation Golongan IV : Ba2+ dan Ca2+

Kation Pereaksi Pengamatan Pengamatan Berlebih


NH4OH Larutan keruh Terbentuk endapan putih
(NH4)2CO3 Tidak ada perubahan Tidak ada perubahan
Terbentuk endapan putih yang lebih
Ba H2SO4 Terbentuk endapan putih
banyak
K2CrO4 Larutan kuning teramg Larutan kuning terang
K2SO4 Tidak ada perubahan Terbentuk endapan putih
NH4OH Tidak ada perubahan Larutan keruh berwarna putih
(NH4)2CO3 Tidak ada perubahan Larutan keruh berwarna putih
Ca H2SO4 Tidak ada perubahan Larutan keruh berwarna putih
K2CrO4 Larutan kuning terang Larutan kuning terang
K2SO4 Tidak ada perubahan Tidak ada perubahan
E. PEMBAHASAN
Beberapa kation dapat di analisa secara kualitatif , yakni dengan reaksi
basah berdasarkan pembentukan endapan atau tidak, atau perubahan larutan yang
terjadi karena penambahn pereaksi. Pereaksi-pereaksi yang digunakan harus
spesifik agar endapan/larutan yang terbentuk dapat diketahui jenisnya. Selain
analisis kualitatif reaksi basah, ada juga analisa kualitatif reaksi kering yang
dapat digunakan pada zat padat. Kebanyakan reaksi kering yang diuraikan
digunakan untuk analisis semimikro dengan hanya modifikasi kecil.
Dalam praktikum kali ini, pereaksi yang digunakan yaitu HCL encer, am.
sulfida, amonia, natrium hidroksida, kalium iodida, natrium karbonat. Sebagai
contoh, kation perak (Ag+) dapat dianalisis secara kualitatif yakni sebagai
berikut:
• Dengan HCL encer
Kation perak (Ag+) bila direaksikan dengan HCl maka akan terbentuk
endapan AgCl2 yang berwana putih dengan reaksi :
Ag+ + 2HCl  AgCl2 ↓ putih + H+
• Dengan (NH4)2S
Kation perak (Ag+) bila direaksikan dengan (NH4)2S maka akan
terbentuk endapan Ag2S yang berwana hitam dengan reaksi :
2Ag+ + (NH4)2S → Ag2S ↓ + 2NH4
• Dengan NaOH
Kation perak (Ag+) bila direaksikan dengan NaOH maka akan terbentuk
endapan AgOH yang berwana coklat dengan reaksi
Ag+ + NaOH → AgOH + Na+ ↓ coklat
• Dengan KI
Kation perak (Ag+) bila direaksikan dengan KI maka akan terbentuk
endapan AgI yang berwana kuning dengan reaksi
Ag+ + KI → AgI + K+
• Dengan Na2CO3
Kation perak (Ag+) bila direaksikan dengan KI maka akan terbentuk
endapan Ag(CO3)2 yang berwana kuning dengan reaksi
Ag+ + 2Na2CO3 → Ag(CO3)2 + 4Na+
Reaksi-reaksi lainnya

F. KESIMPULAN
Didalam kation ada beberapa golongan yang memiliki ciri khas tertentu
diantaranya:
1. Golongan I : Kation golongan ini membentuk endapan dengan asam klorida
encer. Ion golongan ini adalah Pb, Ag, Hg.
2. Golongan II : Kation golongan ini bereaksi dengan asam klorida, tetapi
membentuk endapan dengan hidrogen sulfida dalam suasana
asam mineral encer. Ion golongan ini adalah Hg, Bi, Cu, cd, As,
Sb, Sn.
3. Golongan III : Kation golongan ini tidak bereaksi dengan asam klorida encer,
ataupun dengan hidrogen sulfida dalam suasana asam mineral
encer. Namun kation ini membentuk endapan dengan
ammonium sulfida dalam suasana netral / amoniakal. Kation
golongan ini Co, Fe, Al, Cr, Co, Mn, Zn.
4. Golongan IV : Kation golongan ini bereaksi dengan golongan I, II, III. Kation
ini membentuk endapan dengan ammonium karbonat dengan
adanya ammonium klorida, dalam suasana netral atau sedikit
asam. Ion golongan ini adalah Ba, Ca, Sr.
ANALISIS ANION
A. TUJUAN
Untuk mengetahui atau mengidentifikasi kebenaran dari anion – anion
dengan menggunakan reagensia yang ada.
B. DASAR TEORI
Pemisahan anion-anion dapat dipisahkan kedalam golongan utama,
bergantung pada kelarutan garam perak, garam kalsium atau garam barium, dan
garam Zinknya., pada hakekatnya, proses-proses yang dipakai dapat dibagi
kedalam : (A) proses yang melibatkan identifikasi produk-produk yang mudah
menguap, yang diperoleh pada pengolahan dengan asam-asam dan (B) proses
yang bergantung pada reaksi-reaksi dalam larutan.

C. ALAT dan BAHAN


• Tabung reaksi
• Rak tabung
• Pipet volum
• HCl
• NH3
• H2S
• HNO3
• NaOH
• KI
• Na2CO3
• Na2HPO4

D. CARA KERJA
1. Siapkan 5 buah tabung reaksi yng diisi dengan anion-anion yang telah
disiapkan (SO42-, CrO42-, Cl-, CO32-, dan CH3COO- )

2. Masing-masing anion yang akan daianlisa, ditambahkan pereaksi yang


berbeda, untuk :

• SO42- (sebanyak + 1 ml) ditambah BaCl2 encer


• CrO42- (sebanyak + 1 ml) ditambah Pb(NO3)2 encer

• Cl- (sebanyak + 1 ml) ditambah NH4OH encer

• CO32- (sebanyak + 1 ml) ditambah HCl/H2SO4 encer

• CH3COO- (sebanyak + 1 ml) ditambah etanol

3. Amati dan dicatat perubahan yang tejadi pada masing-masing Anion

E. PENGAMATAN
Anion Pereaksi Hasil Reaksi Hasil Reaksi Berlebih
AgNO3 Larutan menjadi keruh Larutan menjadi keruh
Larutan menjadi keruh, Larutan menjadi keruh,
Pb(CH3COOH)2
endapan putih endapan putih
CuSO4 Tidak ada reaksi Larutan menjadi biru seulas
Tidak ada perubahan, larutan Tidak ada perubahan, larutan
H2SO4
jernih jernih
Larutan menjadi kuning Larutan menjadi kuning
SO42- FeCl3
seulas seulas
Larutan menjadi putih keruh
Ba(NO3)2 Larutan menjadi putih keruh
dan endapan putih
Tidak ada perubahan,larutan Tidak ada perubahan,larutan
MgSO4
tetap jernih tetap jernih
PbNo3 Larutan keruh, endapan putih Larutan keruh, endapan putih
BaCl2 Larutan keruh berwarna putih Larutan keruh berwarna putih
AgNO3 Endapan merah Endapan merah
Larutan dan endapan Larutan dan endapan
Pb(CH3COOH)2
berwarna kuning berwarna kuning
Larutan menjadi kuning Larutan menjadi kuning
CuSO4
kecoklatan kecoklatan
H2SO4 Larutan orange terang Larutan orange pekat
CrO4 FeCl3 Larutan orange terang Larutan orange pekat
Ba(NO3)2 Koloid kuning Koloid kuning
MgSO4 Larutan kuning terang Larutan kuning pekat
Koloid kuning, endapan Koloid kuning, endapan
PbNO3
kuning kuning
Larutan kuning keruh, Larutan kuning keruh,
BaCL2
endapan putih endapan putih
CO32- Larutan keruh, endapan
AgNO3 Larutan keruh, endapan putih
putih(sedikit)
Pb(CH3COOH)2 Larutan keruh, endapan putih Larutan keruh, endapan putih
CuSO4 Larutan biru, endapan biru Larutan biru, endapan biru
Mengeluarkan gelembung Mengeluarkan gelembung
H2SO4
udara udara
FeCl3 Mengeluarkan gelembung Mengeluarkan gelembung
gas, larutan koloid merah gas, larutan koloid merah
Larutan koloid putih,endapan Larutan koloid putih,endapan
Ba(NO3)2
putih putih
Larutan putih keruh, sedikit Larutan putih keruh, sedikit
MgSO4
koloid koloid
Larutan keruh,endapan putih Larutan keruh,endapan putih
PbNO3
kemerahan kemerahan
BaCl2 Larutan keruh (koloid) Larutan keruh (koloid)
Tidak ada perubahan,larutan Tidak ada perubahan,larutan
AgNO3
jernih jernih
Tidak ada perubahan,larutan Tidak ada perubahan,larutan
Pb(CH3COOH)2
jernih jernih
CuSO4 Larutan menjadi biru jernih Larutan menjadi biru jernih
Tidak ada perubahan,larutan Tidak ada perubahan,larutan
H2SO4
CH3C jernih jernih
OO- FeCl3 Larutan kuning terang Larutan kuning terang
Tidak ada perubahan,larutan Tidak ada perubahan,larutan
Ba(NO3)2
jernih jernih
MgSO4 Tidak ada perubahan Tidak ada perubahan
PbNO3 Tidak ada perubahan Tidak ada perubahan
Tidak ada perubahan,larutan Tidak ada perubahan,larutan
BaCL2
jernih jernih
AgNO3 Larutan keruh,endapan putih Larutan keruh,endapan putih
Larutan bening,endapan
Pb(CH3COOH)2 Larutan bening,endapan putih
putih
CuSO4 Larutan menjadi hijau seulas Larutan menjadi hijau seulas
Tidak ada perubahan,larutan Tidak ada perubahan,larutan
H2SO4
jernih jernih
FeCl3 Larutan kuning terang Larutan kuning terang
CL-
Tidak ada perubahan,larutan Tidak ada perubahan,larutan
Ba(NO3)2
jernih jernih
Tidak ada perubahan,larutan Tidak ada perubahan,larutan
MgSO4
jernih jernih
PbNO3 Endapan putih Endapan putih
Tidak ada perubahan,larutan Tidak ada perubahan,larutan
BaCL2
jernih jernih
CNS- AgNO3 Larutan keruh Larutan keruh
Larutan putih keruh, endapan
Pb(CH3COOH)2 Larutan putih keruh
putih
Larutan menjadi merah Larutan menjadi merah
CuSO4
kehitaman kehitaman
Larutan berwarna merah Larutan berwarna merah
H2SO4
kekuningan kekuningan
Larutan merah darah, sedikit
FeCl3 Larutan merah darah
endapan
Tidak ada perubahan,larutan Tidak ada perubahan,larutan
Ba(NO3)2
jernih jernih
Tidak ada perubahan,larutan Tidak ada perubahan,larutan
MgSO4
jernih jernih
PbNO3 Koloid putih,endapan putih Koloid putih,endapan putih
Tidak ada perubahan,larutan Tidak ada perubahan,larutan
BaCL2
jernih jernih
AgNO3 Koloid kuning Koloid kuning
Larutan putih keruh,endapan Larutan putih keruh,endapan
Pb(CH3COOH)2
putih putih
CuSO4 Koloid biru Koloid biru
H2SO4 Tidak ada perubahan Tidak ada perubahan
PO43- FeCl3 Larutan kuning Larutan kuning
Ba(NO3)2 Larutan putih keruh Larutan putih, endapan putih
MgSO4 Koloid putih Koloid putih
PbNO3 Larutan jernih, endapan putih Larutan jernih, endapan putih
Enapan putih semakin
BaCL2 Larutan keruh, endapan putih
banyak

F. PEMBAHASAN

Kemungkinan adanya Anion dapat diperkirakan dengan mengetahui


kepastian kation apa saja yang terdapat dalam larutan sampel pada percobaan
terdahulu yaitu Percobaan Analisis Kation.

Pengujian antara reaksi asam sulfat encer dan berlebih merupakan salah
satu cara untuk mengetahui anion apa saja yang terdapat dalam larutan sampel.
Hal tersebut dikarenakan asam sulfat yang merupakan asam kuat mampu
mendesak anion lemah keluar dari senyawanya. Sebagai contoh, larutan yang
mengandung garam karbonat akan keluar dan terurai menjadi air dan gas
karbondioksida dengan bantuan asam sulfat yang mendesak asam karbonat.

Reaksi-reaksi lainnya

G. KESIMPULAN

Dengan memperhatikan daftar kelarutan berbagai garam dalam air dan


pelarut yang lain, jenis anion yang terdapat dalam larutan bisa diperkirakan.
Misalnya garam sulfida tidak larut dalam asam, garam karbonat tidak larut dalam
sulfida. Untuk mendeteksi anion tidak diperlukan metode sistematik seperti pada
kation. Anion dapat dipisahkan dalam golongan-golongan utama, bergantung
pada kelarutan garam peraknya, garam kalsium atau bariumnya, dan garam
zinknya. Namun, ini hanya dianggap berguna untuk memberi indikasi dari
keterbatasan pada metode ini.

UJI KUALITATIF SAMPEL KOSMETIK

A. TUJUAN
Untuk mengetahui keberadaan dan jenis logam-logam apa saja yang
terkandung dalam kosmetik.
.
B. DASAR TEORI
Beberapa sample kosmetik dapat di uji logam-logam yang terdapat dalam
kosmetik tersebut dengan menggunakan reagensia yang digunakan untuk
mendeteksi kation golongan I-V. bila kosmetik tersebut mengendap dengan
reagensia I-V, berarti dalam kosmetik tersebut mengandung logam-logam yang
ada pada golongan kation I-V.
Dalam praktikum ini sampel yang di analisa adalah kosmetik cream
(SAMANTHA PEARL CREAM).

C. ALAT dan BAHAN


Alat :
• Tabung reaksi

• Rak tabung reaksi

• Pipet tetes

• Penangas air

• Piala gelas

• Penjepit tabung reaksi

• Spatula
Bahan :

• HCl 6 M

• H2O2

• HCl 6 N

• (NH4)2S

• NH4OH

• H2I

• H2S

• HNO3

• K2CR04

D. CARA KERJA
• Masukan sampel kedalam tabung reaksi dengan menggunakan spatula
• Tambahkan beberapa tetes HCl 6 M

• Pisahkan larutan tersebut (1) dengan menggunakan pipet tetes

 endapan yang ada (Gol. 1) ditambahkan HCl. Endapan yang terbentuk


dilarukan dengan menggunakan air atau aqudest panas. Larutan tersebut
dibagi menjadi 3 bagian dan diamati masing-masing kation sebagai Pb2+,
Ag+, Hg+.

 Filtrat yang terbentuk ditambahkanlarutan H2O2 ; HCl 6 N; dan


panaskan, kemudian tambahkan (NH4)2S dan NH4OH pekat.

• Pisahkan larutan tersebut (2) dengan menggunakan pipet tetes.

 endapan yang terbentuk, sebagai kation-kation golongan II A.

 filtrate yang ada, ditambahkan larutan NH4OH dan H2S ...... (3)
• Pisahkan larutan tersebut (3) dengan menggunakan pipet tetes

 Endapan yang terbentuk, diuji sebagai kation-kation golongan III A

 Filtrat yang ada, ditambahkan larutan NH4OH encer sampai netral.


Kemudian ditambahakan H2S……(4)

• Pisahkan larutan (4) dengan menggunakan pipet tetes.

 Endapan yang terbentuk, diuji sebagai kation-kation golongan III B.

 Filtrat yang ada merupakan residu gol V kemudian uapkan dan


tambahkan 3 ml HNO3 lalu dipanaskan.....(5).

E. PENGAMATAN

Golongan Golongan Golongan


Sample Golongan II Golongan V
I IIIA IIIB
Pearl Terbentuk Terbentuk Tidak ada Larutan
cream endapan putih endapan abu- endapan berwarna
kehijauan, abu unsurnya kuning,
unsurnya Ag Fe

F. PEMBAHASAN
Hasil analisa menunjukan :
PbCrO4 = Negatif
Ag = Positif
Hg = Positif

G. KESIMPULAN
Pada sample Pearl cream, diduga mengandung kation atau logam dari
golongan gol I (Ag dan Hg)
SUMBER :

Shvehla, G. 1995. Vogel Buku Teks Analisis Makro dan Semimikro I. PT. Kalman
Media Pustaka: Jakarta.

Haryadi. 1990. Ilmu Kimia Analitik Dasar. PT. Gramedia: Jakarta.