You are on page 1of 6

2009-03-02

Sejarah Kapsul
Kapsul menjadi salah satu sediaan farmasi yang diproduksi oleh industri maupun
apotek. Berdasarkan FI IV kapsul didefinisikan sebagai sediaan padat yang terdiri dari obat
dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut. Cangkang dapat dibuat dari pati, gelatin,
atau bahan lainnya yang sesuai. Berbeda dengan kapsul lunak,pembuatan kapsul keras
khususnya yang berasal dari gelatin dapat dilakukan secara terpisah yakni pembuatan
cangkang yang dilanjutkan dengan pengisisian serbuk obat atau minyak atsiri yang tidak
mengganggu stabilitas cangkang gelatin.

Kapsul telah digunakan sejak abad 19. Salah satu masalah farmasis yang muncul pada
abad 19 adalah rasa dan bau yang tidak enak dari obat herbal, sediaan dan pelayanan yang
kurang baik bagi pasien. Banyak sediaan baru diciptakan agar obat lebih enak dikonsumsi.
Sediaan yang paling diminati adalah kapsul gelatin. Kapsul gelatin pertama kali di patenkan
oleh F.A.B .Mothes , mahasiswa dan Dublanc, seorang farmasis . Paten mereka diperoleh
pada tahun 1834, meliputi metode untuk memproduksi kapsul gelatin yang terdiri dari satu
bagian , berbentuk lonjong, ditutup dengan setetes larutan pekat gelatin panas sesudah diisi.
Penggunaan kapsul gelatin ini menyebar bahkan diproduksi oleh banyak Negara di eropa dan
amerika. Pembatasan penggunaan paten kapsul gelatin pada perusahaan tertentu saja, memicu
dua bentuk kapsul baru. Pada tahun 1839 di Paris, Garot menciptakan produk salut lapis tipis,
pil salut gelatin. Pada tahun 1846 famasis paris lainnya J.C. Lebhubby mematenkan kapsul 2
bagian yang sampai saat ini masih digunakan.

Kapsul keras yang terdiri dari satu bagian digunakan dari tahun 1830 hingga 1870.
perubahan yang signifikan dipelopori oleh A. Taetz pada tahun1874 yang menyarankan
inklusi gliserin saat formulasi agar kapsul lebih lunak dan dapat ditelan. Industri manufaktur
yang memproduksi kapsul gelatin keras dua bagian, pertama kali didirikan oleh seorang
farmasis Amerika di Detroit pada tahun 1874. he made accurate low cost molds from gauged
iron rods. Duamanufaktur lainnya yang menyusul di antaranya adalah Eli Lilly pada tahun
1897dan Parke Davis pada tahun 1901. Hingga tahun 1950 manufaktur yang memproduksi
kapsul keras gelatin dibatasi di USA. Dua perusahaan ini bertanggung jawab dalam
penyebaran industri dan penggunaan kapsul gelatin keras di seluruh dunia.

Kapsul gelatin memiliki banyak keunggulan dibanding sediaan obat lainnya. Kapsul
gelatin tidak berbau, tidak berasa dan mudah digunakan karena saat terbasahinya oleh air liur
akan segera diikuti daya bengkak dan daya larut airnya. Pengisian ke dalam kapsul
disarankan untuk obat yang memiliki rasa yang tidak enak atau bau yang tidak enak. Kapsul
yang dimpan dalam lingkungan yang kering menunjukkan dayha tahan dan kemantapan
penyimpanan yang baik dan dengan teknologi modern, pembuatannya lebih mudah dan cepat
serta ketepatan dosis lebih tinggi daripada tablet. Cara pengisian kapsul juga tidak perlu
memperhitungkan adanya perubahan sifat material asalnya dan pelepasan zat aktifnya.

Selain gelatin, cangkang kapsul juga dapat dibuat dari pati dan tepung gandum dan
digunakan untuk mewadahi bahan obat berbentuk serbuk. Kapsul pati ini, memiliki silinder
tertutup satu muka atau mangkuk kecil (garis tengah 15-25 mm dan tinggi 10 mm).
Walaupun tercantum dalam farmakope, tapi peranannya sampai saat ini tidak ada.

Label: farmaseteika, FI IV, gelatin, hard capsul, kapsul, sejarah kapsul, soft capsul
http://muslimah-online-assalamualaikum.blogspot.com/2009/03/sejarah-
kapsul.html

Top of Form

Go!

Bottom of Form

• Home
• Kumpulan Puisi
• Tentang Blog ini

Cangkang Kapsul
January 15, 2008
Kapsul keras diproduksi secara masal pertama kali di Amerika Serikat pada abad ke-19.
Kapsul mudah diterima oleh para konsumen karena penampilannya yang menarik dan
bentuknya yang didesain sedimikian rupa sehingga mudah untuk ditelan. Pada prinsipnya
kapsul dapat disi dengan berbagai macam bahan dari yang berbentuk serbuk sampai dengan
cairan berbahan dasar minyak.
Cangkang kapsul pada umumnya terbuat dari bahan gelatin. Gelatin dipilih sebagai bahan
pembuatan cangkang kapsul karena sifatnya yang stabil ketika berada di luar tubuh namun
dapat mudah larut di dalam tubuh.
Gelatin merupakan hasil olahan dari kolagen, sejenis protein, yang umum terdapat dalam
tulang, kulit, atau jaringan pengikat binatang. Pada umumnya gelatin dibuat dari tulang sapi
atau dari kulit babi. Gelatin type A biasa terbuat dari kulit babi sedangkan gelatin type B
biasa terbuat dari tulang sapi.
Proses pembuatan cangkang kapsul dimulai dari pembuatan larutan gelatin 25-30%. Bahan
dasar capule berupa gelatine dilarutkan di dalam air panas yang telah di demineralisasi.
Bahan tambahan seperti pengawet dan pewarna dicampurkan kedalam larutan gelatin
sehingga membentuk campuran yang homogen. Bahan dasar ini dimasukkan kedalam mesin
pembuatan kapsul untuk dicetak menjadi cangkang kapsul yang siap untuk digunakan.
Seperti bahan-bahan dasar obat yang lainnya proses pembuatan cangkang kapsul ini harus
memenuhi standar cGMP (cara pembuatan obat yang baik). Cangkang kapsul yang sudah jadi
akan diperiksa sesuai dengan standar cGMP. Selain pemeriksaan itu dimensi kapsul seperti
ketebalan, diameter, dan tinggi kapsul akan diperiksa untuk memastikan cangkang kapsul
siap digunakan pada proses pengisian kapsul.
Cangkang kapsul mempunyai standar dimensi fisik tertentu yang dipakai sebagai acuan pada
saat proses filling kapsul. Standar ukuran kapsul dapat dilihat pada tabel berikut:

Sumber : Capsule, Hard by Brian E Jones Encyclopedia of Pharmaceutical Technology

http://lutfiasyairi.wordpress.com/2008/01/15/cangkang-kapsul/

20:18 | Label: Chemistry

A. Sejarah Sediaan Kapsul


Awalnya obat dibuat dari tumbuhan keras, misalnya akar. Kulit kayu, dan kayu yang
diberikan dalam bentuk kapsul. Setelah dikenal obat sintetik, kapsul lalu digunakan untuk
pemberian obat yang tidak larut, misalnya : kalomel, garam bismuth, merkuri dan kapur.
Sediaan kapsul bisa digunakan untuk pemakaian dalam (secara oral, melalui hidung, melalui
rongga tubuh) dan pemakaian Luar (ditaburkan dibagian luar tubuh). Kapsul bisa
ditambahkan bahan bioadesif sehingga bisa melekat dan member efek dalam waktu lama.

B. Pengertian Umum

Sediaan kapsul merupakan partikel zat padat yang mempunyai ukuran 0,1- 10.000 μ. Dalam
ilmu farmasi, sediaan kapsul dapat diartikan sebagai campuran homogen dua atau lebih bahan
obat yang telah dihaluskan. Menurut farmakope Indonesia Edisi IV, sediaan kapsul adalah
campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan, yang ditujukan untuk pemakaian
oral atau untuk pemakaian luar.

C. Tujuan Pembuatan Sediaan Kapsul


Keuntungan Sediaan Kapsul
-Kombinasi bahan obat bervariasi sesuai kebutuhan pasien
-Dosis lebih tepat sesuai keadaan pasien
-Lebih stabil dibanding bentuk sediaan cair
-Ukuran partikel kecil sehingga disolusi dalam cairan tubuh lebih cepat disbanding kapsul, pil
dan tablet
.
Kerugian Sediaan Kapsul
-Kurang baik untuk bahan obat yang tak tahan lembab, kontak dengan udara
-Obat yang pahit akan menyebabkan muntah, korosif yang sulit diatasi
-Perlu waktu peracikan relative lama

D. Syarat/ Karakteristik Sediaan Kapsul

-Homogen : setiap bagian campuran kapsul harus mengandung bahan yang sama dalam
perbandingan yang sama pula.
-Kering : tidak boleh menggumpal atau mengandung air karena mengandung bahan yang
higroskopis, efloresen, deliquesen ataupun campuran eutektik.
-Derajat kehalusan tertentu
-Bila ukuran partikel kapsul sangat halus, maka :
-Kapsul lebih homogen
-Disolusi makin cepat sehingga kadar obat dalam darah yang tinggi cepat dicapai

Dengan permukaan yang luas akan memberi daya adsorpsi yang besar. Hal ini penting untuk
kapsul antasida, anti diare dan antidotum

http://cacingbusuk.blogspot.com/2010/07/sediaan-kapsul.html

Capsulle DOSAGE Form/Sediaan Kapsul


Sediaan adl sesuatu yg telah dipersiapkan dan telah diformulasikan.
Kapsul dibagi : Sediaan kapsul
1. Keras, terdiri 2 bagian, kalo ditekan gak keras.
Cara buat: bisa diisi secara manual dan biasanya cangkang kapsul dpt dbeli/ tdk dibuat
sendiri. Kapsul ini lbh stabil cz diproduksi dg tujuan single use.
**Berbahaya bila memasukkan obat dr bahan alam scr keseluruhan dg ampasnya, sebaiknya
diekstraksi dulu.
2. Lunak, terdiri 1 bagian, lbh kenyal, lunak. Pembuatan kapsul ini lebih sulit dibandingkan
kapsul keras cz pembuatannya hrs sekaligus. Digunakan utk anak yg gak suka minum obat,
misal vit.A, vit.E, minyak ikan. Stabilitas kapsul lunak lebih jelek daripada kapsul keras cz
kapsul lunak berbentuk cair.
Soal:
1. Kriteria bahan aktif yg bisa diformulasikan utk :
Kapsul Keras Kapsul Lunak
- Bentuknya kering, semisolid -> isinya serbuk, granul, butiran, tablet .
- Dpt diisi ddg bhn cair pi penutupan cangkang hrs tepat.
- Gak mengandung pelarut yg ngrusak cangkang.
- Stabil thdp pemanasan/pengeringan
- Homogen
- Inert thdp cangkang
- Zat aktif gak mudah teroksidasi - Bentuknya harus cair.
- Berupa minyak-minyak (lipofil).
- Kalo gak cair bisa pi sulit bwangd.
- Kalo hidrofil (PEG) boLe, pi jumlahnya hrs sekecil mungkin.
- Inert thd cangkang
- Zat aktif labil thdp pemanasan/pengeringan
- Zat aktif mudah teroksidasi

2. Kelebihan dan kekurangan kapsul keras dan lunak


Parameter Kapsul Keras Kapsul Lunak
Kelebihan - Isi lebih fleksibel
- Lebih mudah dlm pembuatan
- Lebih stabil
- Cangkang dapat diberi identitas
- Material yg dimasukkan lbh banyak - Dari segi bentuk, lebih menarik
- Dalam pemakaian lebih mudah, ex. suppositoria
- Penggunaan bisa bermacam-macam
- Cangkang dapat ditambah bahan pengharum

Kekurangan - Kurang steril


- Dari segi bentuk monoton
- Penggunaan sempit - Kestabilan jelek cz dalamnya cair
- Proses pabrikasi relatif lebih mahal
- Butuh profesionalisme yg lebih tinggi

3. Kontrol kualitas yg perlu dilakukan supaya kapsul memenuhi kualitas yg baik yaitu :
a. Cangkang harus inert (gak bereaksi dg isinya)
b. Kelembaban dari cangkang
c. Homogenitas (obat masih di luar, sebelum dimasukkan cangkang)
d. Keseragaman bobot (obat yg sudah dimasukkan ke dalam cangkang)
e. Keseragaman zat aktif
f. Elastisitas cangkang, misalnya pada kapsul lunak. Kapsul tersebut begitu keluar dr rol
berupa pita. Dari pita itu yg diukur adl ketebalan pita.
g. Warna
kapsul lunak◊h. Rasa, tekstur
peredaran darah◊ diabsorbsi tubuh ◊i. Dissolusi (terlepas zatnya). Maksudnya terlepas
obatnya
Bahan dasar cangkang kapsul :
a. Gelatin : babi -> tulang (lbh elastis) & kulit; sapi (biasanya ditambah pelunak)
b. non gelatin -> selulosa atau bahan alam lain

Diposkan oleh Rita Riata di 04:31


Label: teknologi formulasi

http://ritariata.blogspot.com/2010/01/capsulle-dosage-formsediaan-kapsul.html