Вы находитесь на странице: 1из 7

BAB I OPERCULINA

Operculina merupakan salah satu genus dari ordo foraminifera. Genus ini termasuk dalam foraminifera besar, yaitu foraminifera yang dapat dengan mudah dibedakan secara fisik dari golongan foraminifera kecil. Di samping ukurannya yang berbeda, struktur kamar bagian dalamnya juga lebih rumit dan kompleks sehingga memerlukan preparasi khusus (dengan sayatan tipis) dan observasi yang khusus pula (mempergunakan sinar transmisi). Golongan ini merupakan penyusun batuan yang penting dan sebagian besar merupakan unsur pembentuk batugamping atau gamping terumbu. Dengan demikian, untuk mengkaji batuan karbonat klastik kasar, foraminifera besar berperan cukup penting dalam penentuan ekologi pengendapan. Ukurannya berkisar antara 0,5mm-10 cm. Pada pembahasan kali ini, hanya akan difokuskan pada genus Operculina saja. 1.1. Taksonomi Operculina

Domain

Eukaryota Whittaker & Margulis, 1978 - lifeforms with nucletic cells

Superregnum

Bikonta Cabozoa

Kingdom Phylum Class Order Superfamily

Rhizaria Cavalier-Smith, 2002 Foraminifera d'Orbigny, 1826 Rotalidia Rotaliida Delage & Hrouard, 1896 Nummulitacea de Blainville, 1827

Family Genus Spesies

Nummulitidae de Blainville, 1827 Operculina d'Orbigny, 1826

 Operculina aequisepala (Domin)  Operculina aurea (Kellogg)  Operculina hamiltonii (G. Don)  Operculina macrocarpa  Operculina pteripes (G. Don)

 Operculina pterodes (Choisy)  Operculina tuberosa  Operculina turpethum  Operculina ventricosa (Bertero)

Operculina ammonoides

Operculina bartschi

Operculina gaimardi

Operculina Complanata

1.2. Morfologi

Morfologi dari genus ini memiliki test yang rata, halus maupun berornamen, terputar secara planispiral, memiliki susunan kamar polythalamus dan memiliki 3-4 kamar. Kamarnya membesar secara cepat. Genus ini dibagi menjadi 3 subgenus yaitu Operculinoides,

Operculinella, dan Operculina s.str. Perbedaaan dari subgenus Operculina s.str dan Operculinella adalah dari arah perputaran kamar dan ketebalannya. Subgenus Operculina s.str memiliki perputaran kamar yang evolute dan dengan dinding yang tipis sedangkan Operculinella memiliki arah perputaran kamar yang involute dan memiliki dinding yang tebal. Ornamentasi lebih banyak ditemukan pada Operculina dengan test evolute. Dilihat dari bentuknya genus ini merupakan bentuk peralihan antara Operculinella dan Nummulites. Dalam pemanfaatannya dalam dunia stratigrafi, Operculina masih sangat diragukan. Metode biometrik berdasarkan

pengukuran tes sulit dan memakan waktu yang sangat lama. Perbedaan Operculina dan Numulites adalah pada jumlah kamarnya. Operculina hanya memiliki 3-4 kamar yang meningkat dengan sangat cepat. Sedangkan Nummulites sebagian besar memiliki lebih dari 4 kamar dengan peningkatan yang sangat lambat.

1.3. Lingkungan Hidup Operculina hidup pada berbagai kedalaman, namun sebagian besar hidup pada lingkungan interrefal dan dan pada zona euphotic. Lingkungan interrefal yaitu lingkungan yang kaya akan terumbu. Terletak pada zona neritic sampai abyssal dengan kedalaman 30-3000 meter. Jadi dapat diketahui bahwa persebaran foraminifera ini cukup luas. Sedangkan zona euphotic adalah zona yang masih dapat ditembus dengan cahaya matahari, dan pada zona ini tumbuhan dapat berfotosintesis. Dikarenakan Operculina hidup di zona euphotic maka morfologi test pada Operculina sangat berpengaruh terhadap zona ini. Bentuk tebal melingkar spiral Operculina dengan intensif mendominasi di perairan dangkal (20 40 m), di bagian lebih dalam dari zona euphotic (120 m) mereka berubah menjadi bentuk yang memiliki cangkang yang lemah dan tipis melingkar spiral.

BAB II PALEOCENE-EOCENE THERMAL MAXIMUM

Perubahan Bumi paling ekstrim terjadi pada saat era Kenozoik antara zaman Paleocene dan Eocene 55,8 milyar tahun yang lalu. Kejadian ini yang disebut dengan Paleocene Eocene Thermal Maximum (PETM) atau biasanya disebut sebagai Eocene thermal maximum 1 (ETM1) atau Initial Eocene atau Late Thermal Thermal Maximum, yang bisa diasosiakan dengan adanya perubahan iklim yang cepat, perubahan besar dalam ekositem dan perubahan dalam siklus karbon. Temperatur global meningkat sebesar 6C (11F) selama 20.000 tahun. Temperatur maksimum diikuti oleh penurunan suhu global menuju batas antara zaman Eosen dan Oligosen, yang terjadi sekitar 34 juta tahun yang lalu. Bukti penurunan suhu global ini juga terwakili dalam sedimen laut dan dalam catatan paleontologis dari benua, dimana zona vegetasi bergerak menuju khatulistiwa. Banyak Foraminifera bentonik dan mamalia terrestrial mengalami kepunahan, tetapi sejumlah mamalia modern menghilang. Khususnya foraminifera yang dihidup pada laut dangkal. Hal ini disebabkan peningkatan gas metan dan suhu di laut. Pada laut dangkal, terjadi peningkatan CO2 yang menyebabkan peningkatan pH. Peningkatan pH ini berdampak negatif pada coral. Namun, peristiwa PETM ini tidak berpengaruh terdapat calcareous nanoplankton seperti pada coccolithophores. Peningkatan asam (acidification) tidak menyebabkan perubahan distribusi

nanoplankton tersebut. Acidification menyebabkan melimpahnya calcareous algae dan mengurangi populasi dari foraminifera planktonik. Kejadian ini dihubungkan dengan dengan pelepasan tiba-tiba karbon dioksida dan atau methane. Selain itu, ada beberapa hal lain yang memungkinkan penyebab terjadinya PETM, yaitu : 1. Aktivitas volcanik yang melepaskan lebih dari 1.500 gigaton karbon ke udara. 2. Tabrakan komet yang kaya akan unsur C.

3. Pembakaran maksimal dari lahan gambut yang menghasilkan karbon dalam jumlah yang banyak/ 4. Pelepasan gas metana di laut. Pada pelepasan gas metana, foraminifera planktonik yang lebih dulu merekam pada cangkannya dibanding foraminifera bentonik.

DAFTAR PUSTAKA

Pringgoprawiro Harsono,2000, Foraminifera Pengenalan mikrofosil dan aplikasi Biostratigrafi, ITB Publisher, Bandung http://www.marinespecies.org/foraminifera/aphia.php?p=taxdetails&id=221012 http://www.foraminifera.eu/operculina.php http://www.marenfaren.de/ http://www.fossiel.net/research/report3/veldwerk97.php#2.2 Large http://foraminifera.net/foraminifera-classification/larger-benthonic-foram/genusoperculina.php http://www.poppe-images.com/?t=17&photoid=927757 http://en.wikipedia.org/wiki/Paleocene%E2%80%93Eocene_Thermal_Maximum