You are on page 1of 7

1. Analisis Bolton Tujuan 1. Memperkirakan relasi overbite dan overjet yang terjadi setelah perawatan 2.

Mengidentifikasi kelainan oklusi yang terjadi yang disebabkan perbedaan ukuran gigi 3. Menentukan efek pencabutan pada oklusi di posterior dan anterior Membandingkan ukuran geligi RA dengan ukuran geligi RB Terdapat dua pengukuran: - Rasio anterior (6 gigi anterior) - Rasio total (12 gigi)

Jika: rasio anterior > 77,2% dan rasio total > 91,3% Maka ukuran geligi Maksila benar dan Mandibula terlalu besar dibandingkan seharusnya Gunakan ukuran gigi maksila yang benar tersebut untuk melihat ukuran gigi Mandibula yang seharusnya pada tabel Bolton. Ukur gigi mandibula dari Pasien Kurangi dengan ukuran gigi mandibula dari tabel Hasil pengurangan ini merupakan selisih kelebihan ukuran gigi mandibula.

Jika: rasio anterior < 77,2% dan rasio total < 91,3 % Maka ukuran geligi mandibula benar, ukuran geligi maksila terlalu besar dibandingkan seharusnya Gunakan ukuran gigi mandibula yang benar tersebut untuk melihat ukuran gigi maksila yang seharusnya pada tabel Bolton. Ukur gigi maksila dari Pasien Kurangi dengan ukuran gigi maksila dari tabel Hasil pengurangan ini merupakan selisih kelebihan ukuran gigi maksila.

2. Analisis Pont Indeks Pont diperkenalkan pada tahun 1909 bertujuan untuk menentukan lebar lengkung gigi maksila yang ideal dari jumlah lebar mesiodistal insisivus sentralis dan lateralis kanan dan kiri maksila. Lebar lengkung gigi anterior ideal dapat diperoleh dengan menjumlahkan lebar mesiodistal gigi insisivus rahang atas, dikali 100 kemudian dibagi 80. Untuk mendapatkan lebar lengkung gigi posterior ideal, jumlah lebar mesiodistal gigi insisivus rahang atas, dikali 100 kemudian dibagi 64. Jika ukuran interpremolar dan intermolar pada lengkung gigi sama dengan

hasil analisa berdasarkan indeks Pont, maka dinyatakan lebar lengkung gigi individu tersebut adalah ideal dengan ukuran giginya. 3. Etiologi Maloklusi Etiologi maloklusi terbagi menjadi 2, yaitu: Prenatal 1. Herediter

Kedudukan uterus Fibroma pada uterus Kurangnya cairan amnion Kekurangan gizi saat kehamilan Gangguan metabolik saat kehamilan Kedudukan fetus dalam uterus

2. Congenital

Labioschisis dan palatoschisis Paralisisi cerebral Torticollis Sipilis congenital hutchingson teeth Cleidocranial dysostosis Penutupan sutura cranialis lambat

Post Natal 1. Intrinsik Ketidakseimbangan kelenjar endokrin Gangguan metabolik Penyakit (rachitis, syphilis, TB tulang) Malnutrisi

2. Ekstrinsik Kebiasaan buruk (menghisap ibu jari, menggigit kuku, pensil, letak

tidur,tongue trust, cara bicara dan menelan) Sikap tubuh Trauma

TUGAS DISKUSI ORTHODONTIK ANALISIS BOLTON (TSD), ANALISIS PONT, DAN ETIOLOGI MALOKLUSI

Oleh: Nur Sakinah Fuadi 160110080097

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS PADJAJARAN BANDUNG 2012