Вы находитесь на странице: 1из 12

Perdagangan Internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas

dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang dimaksud dapat berupa antar perorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain.Bila dibandingkan dengan pelaksanaan perdagangan di dalam negri, maka perdagangan internasional sangatlah rumit dan kompleks. Kerumitan ini disebabkan oleh faktor-faktor antara lain : 1. Pembeli dan penjual terpisah oleh batas-batas kenegaraan 2. Barang harus dikirim dan diangkut dari suatu negara kenegara lainnya melalui bermacam peraturan seperti pabean, yang bersumber dari pembatasan yang dikeluarkan oleh masing-masing pemerintah. 3. Antara satu negara dengan negara lainnya terdapat perbedaan dalam bahasa, mata uang, taksiran dan timbangan, hukum dalam perdagangan dan sebagainya. Untuk melihat atau membandingkan tingkat perdagangan yang dilakukan suatu negara terhadap negara lain dibutuhkanlah tren perdagangan. Tren perdagangan ini merupakan perbandingan tingkat pertumbuhan perdagangan antarnegara yang memerlukan indikatorindikator lainnya seperti tingkat ekspor, tingkat impor, jumlah mata uang,dll. Berikut contoh trend perdagangan beberapa negara dengan negara lain : Indonesia Brazil Hubungan bilateral kedua negara terjalin pada Maret 1953 secara umum berlangsung baik. Kedua negara melakukan hubungan dagang ekspor dan impor. Produk-produk ekspor utama dari Indonesia ke Brasil adalah komoditi pertanian dan perkebunan seperti karet alam, Crude Palm Oil (CPO), kakao, dan minyak sawit; produk-produk manufaktur seperti benang poliester, suku cadang sepeda motor, traktor, kendaraan motor, peralatan pengolahan data otomatis, kertas dan produk kertas dan peralatan mesin elektronik. Sedangkan produk impor utama Indonesia dari Brasil adalah komoditi pertanian seperti ekstrak minyak kacang kedelai, tembakau dan gula; pertambangan seperti bijih besi; bahan-bahan mentah seperti bubur kertas (pulp) dan kapas; bahan-bahan kimia seperti soda dan sulfat; produk-produk manufaktur seperti turbo jet, tube inox dan mesin untuk pabrik selulose. Jika melihat perkembangan perdagangan Indonesia - Brasil terutama perkembangan ekspor Indonesia, dapat disimpulkan bahwa selama kurun waktu 6 tahun terakhir ekspor Indonesia ke Brasil telah meningkat menjadi lebih dari 300%, yaitu dari US$ 318 juta pada tahun 2003 menjadi lebih dari US$ 1 milyar pada tahun 2008. Untuk meningkatkan hubungan

1.

perdagangan tersebut, Menteri Perdagangan RI Mari Elka Pangestu dan rombongan pada tanggal 31 Juli 2 Agustus 2008 telah melakukan kunjungan kerja ke Brasil. Selama kunjungan Menteri Perdagangan melakukan pertemuan dengan Menteri Perdagangan dan Industri dan Menteri Luar Negeri Brasil, serta membuka Forum Bisnis antara pebisnis dari kedua negara. Beberapa hal pokok yang dibahas pada pertemuan adalah bidang-bidang kerjasama yang akan dimasukkan ke dalam Kemitraan Strategis, peningkatan perdagangan beberapa komoditi prioritas seperti kelapa sawit, kedelai, bijih besi, karet, coklat dan barang-barang manufaktur seperti suku cadang kendaraan, tekstil dan garmen. Selain itu Menteri Luar Negeri kedua negara pada tanggal 25 Agustus 2007 di Brasilia telah pula menandatangani pembentukan Komisi Bersama Indonesia Brasil. Sidang ke-1 Komisi Bersama direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 15 16 Oktober 2009 di Brasilia, Brasil. Berikut adalah tabel neraca perdagangan antara Negara Indonesia dan Brasil. NERACA PERDAGANGAN INDONESIA BRASIL PERIODE 2001 2011 (dalam ribuan US $)
Eksport Year Oil & Gas Non Oil & Gas Total Eksport Oil & Gas Import Non Oil & Gas Total Import Balance Total Trade

2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 Trend

0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0

309.242,9 311.423,0 318.379,6 329.832,1 402.604,3 626.135,6 786.353,2 992.699,7 888.403,3

309.242,9 311.423,0 318.379,6 329.832,1 402.604,3 626.135,6 786.353,2 992.699,7 888.403,3

32,8 41,3 58,12 76,9 96,1 128,2 1,2 1,4 37,8 21,6 47,5

312.824,3 315.344,1 322.710,88 441.930,2 454.279,3 515.018,3 686.730,3

312.857,1 315.385,4 322.769,0 442.007,1 454.375,4 515.146,5 686.731,5

-3.614,2 -3.921,1 -4.389,4 -112.175 -51.771,1 110.989,1 99.621,7 -382.691,6

622.100 626.808,4 641.148,6 771.839,2 856.979,7 1.141.282,1 1.473.084,8 2.368.091,0 1.975.363,8 3.245.714,6 2.904.136,9 29,3 %

1.375.389,9 1.375.391,3

1.086.922,8 1.086.960,6 -198.519,5 1.717.452,0 1.717.473,6 1.452.089,7 1.452.137,2 31,35 % -189.211 -137,5 0,0

1.528.241,0 1.528.241,0 1.419.735,7 1.419.735,7 23,8 %

2000 1800 1600 1400 1200 1000 800 600 400 200 0 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 eksport Import

Grafik Tingkat Eksport Import Negara Indonesia Brasil Periode 2001-2011 (dalam juta US$)

Trend volume perdagangan kedua negara dalam kurun waktu 2001-2011 meningkat sebesar 29,3 %. Volume perdagangan tahun 2008 sebesar US$ 2.368.091 (Indonesia minus US$ 382,6 juta). Krisis ekonomi dunia tahun 2009 mempengaruhi volume perdagangan kedua negara dalam kurun waktu Januari-Oktober 2009 sebesar -18,47% dibandingkan periode yang sama tahun 2008 . Neraca perdagangan periode Januari-Oktober 2009 sebesar US$ 1.589.334 (Indonesia minus US$ 191, 3 juta). Sedangkan pada tahun 2010 mengalami peningkatan jumlah perdagangan yang signifikan menjadi US$ 1.717,47 juta (dengan Indonesia minus US$ 189 juta). 2. Amerika Serikat Indonesia a. Ekspor Indonesia adalah negara tujuan ekspor Amerika Serikat terbesar ke-32. Barang ekspor AS ke Indonesia pada 2010 adalah $ 6.900.000.000, naik 35,9% ($ 1,8 milyar) dari 2009, dan naik 147% dari 1994. Kategori ekspor utama pada tahun 2010 adalah: Pesawat ($ 1,7 miliar), benih, buah (terutama kedelai) ($ 827,000,000), Mesin ($ 678,000,000), limbah makanan dan pakan ternak ($ 425,000,000) , dan mesin listrik ($ 307,000,000).

Ekspor produk pertanian AS ke Indonesia mencapai $ 2,2 miliar pada 2010, yang terbesar ke-8 dalam pasar ekspor Amerika Serikat. Produk pertanian tersebut meliputi: kedelai ($ 806,000,000), kapas ($ 294,000,000), produk makanan murah (tidak termasuk makanan hewan peliharaan) ($ 267,000,000), produk susu ($ 160 juta), dan gandum ($ 130 juta). Ekspor layanan komersial swasta Amerika Serikat * (yaitu, tidak termasuk militer dan pemerintah) untuk Indonesia adalah $ 1,4 miliar pada 2009 (data terakhir yang tersedia), 11,7% ($ 187 juta) kurang dari 2008, namun 61% lebih besar dari tingkat 1994. Kategori jasa swasta lain (kebanyakan bisnis, profesional, dan pelayanan teknis) menyumbang sebagian besar ekspor AS pada tahun 2009.

b. Impor Indonesia adalah pemasok terbesar ke-24 Amerika Serikat dalam impor barang di tahun 2010. Barang impor AS dari Indonesia mencapai 16,5 miliar pada 2010, naik 27,3% ($ 3.5 milyar) dari 2009, dan naik 153% selama 16 tahun terakhir. Lima kategori impor terbesar di 2010 adalah: Pakaian ($ 2,5 milyar), karet ($ 2,2 miliar), pakaian kain ($ 1,9 milyar), mesin listrik ($ 1,8 milyar), dan bahan bakar mineral (minyak) ($ 1,1 milyar). Impor produk pertanian AS dari Indonesia mencapai $ 2,9 milyar 2010, pemasok terbesar impor ke-6. Kategori terkemuka termasuk: produk karet ($ 1,7 miliar), biji kakao ($ 324 juta), kopi ($ 236 juta), rempah-rempah ($ 146 juta), dan coklat bubuk pasta dan kakao ($ 123 juta). Impor AS berupa layanan komersial swasta * (yaitu, tidak termasuk militer dan pemerintah) adalah $ 425.000.000 pada tahun 2009 (data terakhir yang tersedia), turun 18,7% ($ 98 juta) dari tahun 2008 dan turun 4,0% dari tahun 1994 tingkat. Kategori perjalanan dan layanan swasta lain (bisnis, profesional, dan pelayanan teknis) menyumbang sebagian besar impor jasa AS dari Indonesia.

NERACA PERDAGANGAN AMERIKA SERIKAT INDONESIA PERIODE 2001 2011 (dalam milyar US$)

Year

Oil & Gas 0,02 0,01 0,01 0,03 0,05 0,08 0,07 0,14 0,04 0,09 0,1

Eksport Non Oil & Gas 3,19 2,63 2,68 2,00 2,07 3,96 4,71 7,73 7,03 9,29 8,78

Total Eksport 3,21 2,64 2,69 2,03 2,12 4,05 4,78 7,88 7,08 9,39 8,88 26,51 %

Oil & Gas 0,41 0,39 0,42 0,41 0,45 0,54 0,30 0,50 0,37 0,94 0,71

Import Non Oil & Gas 7,34 7,17 6,96 5,34 6,23 10,68 11,31 12,53 10,47 13,32 13,22

Total Import 7,75 7,56 7,37 5,76 6,68 11,23 11,61 13,03 10,85 14,26 13,93 4,38 %

Balance -4,54 -4,92 -6,68 -3,72 -4,56 -7,17 -6,82 -5,15 -3,76 -4,86 -5,05 0,0

Total Trade 10,96 10,20 10,07 7,80 8,80 15,28 16,40 20,91 17,93 23,66 22,82 10,95 %

2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011
Trend

14 12 10 8 Eksport 6 4 2 0 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 Import

Grafik Tingkat Ekspor dan Impor Amerika Serikat Indonesia Periode 2001-2011 (dalam milyar US$)

Selama 10 tahun terakhir (periode 2001-2011) tren perdagangan Amerika Serikat dengan Indonesia tumbuh sebesar 10,95 %. Pertumbuhan impor AS ke Indonesia selama 5 tahun terakhir rata-rata sebesar 0,19%. Pada tahun 2003, total nilai impor AS ke Indonesia sebesar US$ 7,37 milyar, turun 2,45% dibanding tahun 2002 yang sebesar US$ 7,56 milyar. Pada tahun 2004 (Jan-Agt) sebesar US$ 5,76 milyar, naik 13,47 % dibanding tahun 2003 periode yang sama yang sebesar 5,08 milyar. Penurunan nilai total impor non-migas AS dari

Indonesia pada tahun 2003 terutama disebabkan oleh penurunan beberapa kelompok produkproduk ekspor antara lain alas kaki, mesin proses data, meubel, sound recorder, veneers, plywood,,rempah-rempah, kopi dan coklat. 3. Amerika Serikat China

a. Ekspor Negara China termasuk dalam 20 besar negara tujuan ekspor dari Amerika Serikat. Komoditas ekspor utama Amerika Serikat ke China adalah mesin listrik, peralatan transportasi, bijih besi, minyak mentah, buah-buahan, dan mesin industri umum. Ekspor bijih logam dan buah-buahan telah tumbuh lebih dari 12 kali dan 6 kali, masing-masing sejak tahun 1999, menunjukkan kebutuhan China akan bahan baku industri dan pertanian telah relatif berkembang dibandingkan untuk mesin industri dan peralatan lainnya. Diantar komoditas ekspor tersebut, serat tekstil telah mengalami pertumbuhan terbesar dalam lima tahun terakhir yaitu sebesar 969 %. b. Impor Amerika Serikat merupakan salah satu tujuan ekspor dari China. 6 teratas dari komoditas impor Amerika Serikat dari China adalah mesin kantor dan pengolah data otomatis, peralatan telekomunikasi dan suara, berbagai macam peralatan pabrik, pakaian dan aksesoris, mesin listrik, dan perabotan. Nilai impor Amerika Serikat - RRC untuk mesin kantor dan pengolah data otomatis saja sebesar $ 42,2 miliar melebihi total ekspor AS ke China pada tahun 2005 sebesar $ 41,8 miliar. Sementara impor AS di semua kategori telah meningkat, yang paling mengherankan, peningkatan persentase perubahan tidak di industri tradisional padat karya tetapi dalam sektor-sektor yang mencakup teknologi canggih, seperti mesin kantor dan pengolahan data (naik 284% antara 2000 dan 2005), peralatan telekomunikasi dan suara (245%), dan mesin industri umum (234%).

NERACA PERDAGANGAN AMERIKA SERIKAT CHINA PERIODE 2001-2011 (dalam milyar US$)

Eksport Year Total Eksport Change (%)

Import

Total Import

Change (%)

Balance

Trend (%)

Total Trade

2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011

19.2 22.1 28.4 34.7 41.8 55.2 65.2 71.5 69.6 91.9 94.1

18.3 14.7 28.9 22.2 20.5 32.0 18.1 9.5 -2.6 32.1 32,6

102.3 125.2 152.4 196.7 243.5 287.8 321.5 337.8 296.4 364.9 366.4

2.2 22.4 21.7 29.1 23.8 18.2 11.7 5.1 -12.3 23.1 23.7

-83.0 -103.1 -124.0 -162.0 -201.6 -232.5 -256.3 -266.3 -226.8 -273.1 -272.3 0.0

21.5 23.1 24.7 25.4 27.3 28.1 29.9 32.5 31.2 37.4 38.1 31,9

121.5 147.2 180.8 231.4 285.3 343.0 386.7 409.2 366.0 456.8 460.5

400 350 300 250 Eksport 200 150 100 50 0 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 Import Trend

Grafik Total Eksport Import Amerika Serikat China periode 2001-2011 (dalam milyar US$)

Tren perdagangan antara Amerika Serikat dan China cenderung menanjak, kecuali pada tahun 2009. Secara keseluruhan tren perdagangan antara Amerika Serikat dan China dari tahun 2001 -2011 sebesar 31,9 % dengan posisi minus pada Amerika Serikat yang selalu mengalami defisit terhadap China. 4. Jepang China China merupakan mitra dagang terbesar Jepang. Jepang dianggap Cina sebagai sumber signifikan dari batubara, minyak, dan mineral strategis, seperti tungsten dan kromium, dan sebagai pasar yang penting bagi baja Jepang, peralatan mesin pabrik, produk kimia, dan serat tekstil sintetis. Selain itu terdapat beberapa komoditas utama ekspor Jepang ke China seperti, peralatan transportasi, mesin-mesin elektronik, mesin atau peralatan umum, makanan, buahbuahan. Sedangkan impor utama Jepang dari China berupa mesin dan peralatan, bahan bakar, bahan makanan, bahan kimia, tekstil, dan bahan baku. China merupakan importir utama bagi Jepang dengan 22,2 % dari total impor Jepang. Total impor Jepang dari China mencapai US$ 12,2 miliar. Berikut ini neraca perdagangan antara Jepang dan China. NERACA PERDAGANGAN JEPANG CHINA PERIODE 2001 2011 (dalam miliar US$)
Eksport Year Total Eksport Change (%) Import Balance Total Trade

Total Import
65.3 69.1 75.3 94.2 109.1 118.5 127.6 142.3 122.5 152.8 160.3 10 %

Change (%)

2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011
Trend

54.2 59.6 63.4 73.8 80.3 92.8 109 124 109.6 149 156.2 18.9 %

12.1 10.4 12.5 29 8.8 15.6 17.4 13.7 -11.6 36 8.3

13.9 8.3 9.7 25.3 15.8 8.6 7.7 11.5 -13.9 24.7 7.8

-11.1 -9.5 -11.9 -20.4 -28.7 -25.6 -18.5 -18.3 -12.9 -3.7 -4.1 0.0

119.5 128.7 138.7 168 189.4 211.3 236.6 266.3 232.1 301.8 316.5 22 %

180 160 140 120 100 80 60 40 20 0 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 Eksport Import

Grafik Perdagangan Jepang-China periode 2001-2011 (dalam milyar US$)

Tren perdagangan antara Jepang dan China dalam periode 2001-2011 tumbuh sebesar 22 %. Meskipun sempat mengalami penurunan karena konflik politik antar kedua negara pada tahun 2010, namun kembali normal pada tahun 2011. 5. Amerika Serikat India

Perdagangan barang-barang dan jasa Amerika Serikat dengan India mencapai $ 60 miliar pada 2009 (data terbaru yang tersedia untuk perdagangan barang dan jasa gabungan). Ekspor mencapai $ 26 miliar; Impor mencapai $ 34 miliar. Barang-barang AS dan defisit perdagangan dengan India adalah $ 7 miliar pada 2009. India saat ini merupakan negara terbesar ke-12 yang bermitra dengan Amerika Serikat yang mempunyai total perdagangan $ 48,8 miliar selama 2010. Barang ekspor mencapai $ 19,2 miliar; Barang impor mencapai $ 29,5 miliar. Defisit perdagangan barang Amerika Serikat dengan India adalah $ 10,3 miliar pada tahun 2010. Perdagangan jasa dengan India (ekspor dan impor) sebesar $ 22,3 miliar pada tahun 2009 (data terbaru yang tersedia untuk perdagangan jasa). Layanan ekspor $ 9,9 miliar; Layanan impor $ 12,4 miliar. Jasa AS defisit perdagangan dengan India adalah $ 2,4 miliar pada tahun 2009.

a. Ekspor India adalah negara tujuan ekspor Amerika Serikat terbesar ke-17 dalam pasar barang pada tahun 2010. Barang ekspor AS ke India pada 2010 adalah $ 19,2 miliar, naik 16,9% ($ 2,8 milyar) dari 2009, dan naik 738% dari 1994. Ekspor AS ke India adalah sebesar 1,5% dari ekspor AS secara keseluruhan pada tahun 2010. Ekspor atas kategori pada tahun 2010 adalah: berlian dan emas (US$ 4,2 miliar), Mesin ($ 2,7 milyar), Mesin Listrik ($ 1,4 milyar), Pesawat Terbang ($ 1,3 miliar), dan Pupuk ($ 1,1 milyar ). Ekspor produk pertanian AS ke India mencapai $ 755 juta pada tahun 2010. Kategori tersebut termasuk: kacang-kacangan ($ 244,000,000), minyak kedelai ($ 133 juta), dan kapas ($ 69 juta). Ekspor layanan komersial swasta AS * (yaitu, tidak termasuk militer dan pemerintah) ke India adalah $ 9,9 miliar pada tahun 2009 (data terakhir yang tersedia), 2,1% ($ 213 juta) kurang dari tahun 2008, tapi 712% lebih besar dari tingkat 1994. Layanan swasta lainnya (pendidikan), dan kategori travel (perjalanan) menyumbang sebagian besar ekspor AS pada tahun 2009. b. Impor India adalah pemasok ke-14 terbesar Amerika Serikat dalam impor barang di tahun 2010. Barang impor AS dari India mencapai $ 29,5 miliar pada 2010, naik 39,5% (US$ 8,4 miliar) dari 2009, dan naik 457% selama 16 tahun terakhir. Impor AS dari India adalah sebesar 1,5% dari impor AS secara keseluruhan pada tahun 2010. Lima kategori impor terbesar di 2010 adalah: diamond ($ 6,9 miliar), produk farmasi ($ 2,4 milyar), Bahan Bakar Mineral (minyak) ($ 2,3 miliar), Pakaian/Kain ($ 1,7 miliar), dan Kimia Organik ($ 1,7 miliar) . Impor produk pertanian AS dari India mencapai $ 1,6 miliar pada 2010. Kategori tersebut termasuk: kacang-kacangan ($ 191 juta), rempah-rempah ($ 162 juta), minyak esensial ($ 122 juta), beras ($ 110 juta), dan buah-buahan dan sayuran olahan ($ 102 juta). Impor swasta layanan komersial AS dari India * (yaitu, tidak termasuk militer dan pemerintah) adalah $ 12,4 miliar pada tahun 2009 (data terakhir yang tersedia), turun 0,7% ($ 85 juta) dari tahun 2008, tetapi sampai 1.526% dari tahun 1994. Layanan swasta lainnya (bisnis, profesional, dan pelayanan teknis - komputer dan pelayanan pengolahan data) dan kategori travel (perjalanan) menyumbang sebagian besar impor AS layanan dari India.

Eksport Year Total Eksport Change (%) 12,2 23,1 25,9 28.3 32,7 20,3 49,8 18,5 14,6 21,2 8,9

Import

Total Import
9,7 11,8 13,0 15,5 18,8 21,8 24,0 25,7 21,1 29,5 33,5

Change (%) 21,4 19,8 18,9 17,5 26,3 23,5 19,6 14,3 -23,8 29,4 21,3

Balance

Trend (%)

Total Trade

2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011

3,7 4,1 4,9 6,1

-5,9 -7,7 -8,0 -9,4 -10,8 -12,1 -9,1 -8,0 -4,7 -10,2 -13,8

21,8 23,4 24,1 25,9 27,2 28,1 31,3 32,4 33,1 35,5 35,9 31,87 %

13,4 15,9 17,9 21,6 26,7 31,4 38,9 43,3 37,5 48,7 53,1 43,4

7,9
9,6 14,9 17,6 16,4 19,2 19,6

30

25

20 Eksport 15 Import Trend (%) 10

0 2001 2002 2003 2004 2005 2006

Grafik Perdagangan Amerika SerikatIndia periode 2001-2011 (dalam milyar US$) Trend perdagangan antara Amerika Serikat dan India berkisar di angka 31,87 % dengan posisi minus pada Amerika Serikat.

Daftar Pustaka
https://www.uschina.org/statistics/tradetable.html

www.census.gov/foreign-trade/.../c5700.html

http://www.kemendag.go.id/statistik_neraca_perdagangan_dengan_negara_mitra_ dagang/

http://www.census.gov/foreign-trade/balance/

http://www.tradingeconomics.com/indonesia/balance-of-trade