You are on page 1of 10

POTENSI TANAMAN MIMBA (Azadirachta indica A.Juss) SEBAGAI PENCEGAH DAN OBAT ALTERNATIF KANKER PAYUDARA Oleh.

I Wayan Madiya Mahasiswa Jurusan S1 KKT Pendidikan Biologi, FMIPA, Undiksha

ABSTRAK
Kanker payudara masih merupakan masalah kesehatan pada wanita baik di negara maju maupun di negara berkembang. Di Indonesia kanker payudara merupakan penyakit ganas kedua terbanyak juga sering menyebabkan kematian. Selain itu, banyak penelitian di Indonesia yang menyatakan bahwa penderita kanker payudara mengobati penyakitnya ke rumah sakit atau ke dokter setelah penyakit masuk dalam stadium lanjut. Hal ini ditunjukkan oleh data yang terkumpul dari rumah sakit menunjukkan bahwa kanker payudara menduduki peringkat pertama diantara kanker lainnya. Berdasarkan fakta tersebut, tanaman mimba berpotensi sebagai pencegah dan obat alternatif kanker payudara, serta pengolahannya. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui kajian teoritis potensi mimba sebagai pencegah dan obat alternatif kanker payudara, serta pengolahannya. Berdasarkan hasil kajian beberapa literatur, hasil penelitian, analisis dan sintesis terhadap berapa tulisan ilmiah, seperti buku, jurnal dan laporan penelitian, dapat disimpulkan bahwa tanaman nimba berpotensi sebagai pencegah kanker payudara karena kandungan senyawa polisakarida GIa sebagai antikarsinogenik, senyawa aktif epicathecin dan cathecin sebagai antioestrogen dan asam galat sebagai imunomodulator. Tanaman nimba juga berpotensi sebagai obat alternatif kanker payudara karena kandungan senyawa polisakarida GIa sebagai antikanker, senyawa aktif epicathecin dan cathecin sebagai antiinflamasi, asam galat sebagai imunomodulator dan antiinflamasi, sodium nimbidat sebagai antiinflamasi, margolone, margolonone dan isomargolonone sebagai inhibitor terjadinya invasi dan metastasi. Pengolahan tanaman nimba secara kolektif dalam pencegahan dan pengobatan kanker payudara dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu pemanfaatan daun nimba dalam pencegahan kanker payudara serta pemanfaatan rebusan daun serta kulit pohon nimba sebagai obat alternatif bagi penderita kanker payudara. Kata Kunci: tanaman nimba, obat alternatif, kanker payudara

ABSTRACT
Breast cancer is still a health problem for women both in developed and developing countries. In Indonesia, breast cancer is a malignant disease is also the second most frequent cause of death. In addition, many studies in Indonesia, which states that breast cancer patients to the hospital to treat disease or to the doctor after the entry of disease in an advanced stage. This is shown by data collected from hospitals showed that breast cancer ranked first among other cancers. Based on these facts, neem plant has potential as a preventive and alternative medicine breast cancer, and its processing. The purpose of this article is to investigate the theoretical study of the potential of neem as a deterrent and alternative medicine breast cancer, and its processing. Based on the results of a literature review, research, analysis and synthesis of how the scientific literature, including books, journals and research reports, it can be concluded that the neem plant has the potential for the prevention of breast cancer because the content of the polysaccharide GIA as anticarcinogenic compounds, the active compound and catechin as an antioestrogen epicathecin and gallic acid as an immunomodulator. Neem plant also has potential as an alternative medicine breast cancer because the content of polysaccharide compounds as

Artikel Anfisman_Oleh I Wayan Madiya_Juni_2012

|1

anticancer GIA, the active compounds as anti-inflammatory epicathecin and catechin, gallic acid as an immunomodulatory and anti-inflammatory, sodium nimbidat as antiinflammatory, margolone, margolonone and isomargolonone as an inhibitor of the invasion and metastasis. Collective processing of neem plants in the prevention and treatment of breast cancer can be divided into two parts, namely the use of neem leaves in the prevention of breast cancer and the use of boiled leaves and bark of neem as an alternative drug for patients with breast cancer. Keywords: neem plants, alternative medicine, breast cancer

PENDAHULUAN Tanaman mimba (Azadirachta indica A. Juss) tergolong ke dalam famili Meliaceae, merupakan tanaman yang menyimpan berbagai keistimewaan sekaligus bernilai ekonomis tinggi. Salah satu di antaranya adalah mampu bertahan hidup di daerah kering. Jenis pohon yang berasal dari daratan India ini diketahui mengandung metabolit sekunder yang dapat digunakan untuk bahan pembuatan pestisida dari minyak bijinya (Firdaus, 2007). Tanaman ini juga efektif digunakan sebagai insektisida pengusir nyamuk (Kardinan, 2003). Daun, tangkai, dan bunga mimba juga merupakan bahan baku utama untuk pembuatan pupuk organik, obat-obatan, kosmetik, dan jamu (Firdaus, 2007). Sejak dahulu mimba sudah digunakan sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, khususnya di India. Mimba, khususnya daun berkhasiat sebagai antibakteri, anti-virus, berkhasiat menanggulangi penyakit kulit, menjaga kesehatan mulut dan gigi, sebagai obat malaria yang dapat disetarakan dengan kina, mengurangi rasa sakit (pain relief), obat demam, dapat mengontrol kelahiran (birth control), obat cacing untuk ternak, bahkan mampu menghambat pertumbuhan HIV (virus penyebab penyakit AIDS) (Ruskin, 1993).

Sangat banyak berita-berita yang menginformasikan khasiat mimba dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit, bahkan saat ini daun mimba sudah dijual dalam berbagai macam kemasan, mulai dari kapsul, tepung daun, daun kering ataupun teh mimba instant. Dalam kemasan tersebut disebutkan bahwa daun mimba mampu menanggulangi penyakit tumor, kanker, diabetes, kolesterol, asma, darah tinggi, asam urat dan lainnya. Diberitakan oleh Karjono dalam majalah Trubus (1998) mengenai suatu kasus seorang pasien yang sudah divonis dokter bahwa yang bersangkutan tidak bisa tertolong, namun berkat meminum ekstrak dari 7 (tujuh) lembar daun mimba, berangsurangsur si pasien sembuh, sampai akhirnya sembuh total dan sampai saat ini masih segar bugar dan meneruskan meminum teh mimba (Kardinan, 2003a). Selain pendapat di atas, ada yang menyatakan bahwa mimba adalah racun yang apabila digunakan sebagai obat akan sangat membahayakan si pasien. Ada juga menyatakan bahwa mimba adalah obat tradisional untuk berbagai jenis penyakit yang berkhasiat, karena telah digunakan sejak jaman dahulu dan sudah banyak bukti akan khasiat mimba dalam menanggulangi berbagai macam penyakit, hanya proses pembuatan dan dosisnya yang harus diperhatikan secara tepat dan benar. Suatu contoh bahwa untuk digunakan sebagai obat, hanya 7 (tujuh) lembar daun mimba atau setara

Artikel Anfisman_Oleh I Wayan Madiya_Juni_2012

|2

dengan sendok teh tepung daun mimba diseduh dengan air panas dalam satu gelas dan diminum selagi hangat, jangan sampai didiamkan sampai keesokan harinya, karena akan berubah menjadi racun. Dalam hal ini banyak kasus pasien keracunan karena si pasien ingin puas dan cepat sembuh, sehingga mengkonsumsi ekstrak mimba secara over dosis yang sangat membahayakan si pasien itu sendiri. Selain itu banyak kasus bahwa dengan alasan lupa meminum, akhirnya seduhan tadi mengendap sampai keesokan harinya dan diminum yang akhirnya juga membahayakan si pasien. Masyarakat Bali pun telah menggunakan tanaman mimba sejak dahulu dalam berbagai hal, khususnya upacara keagamaan dan obat tradisional. Sebagai obat, mimba terutama daunnya, dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan payudara dan melancarkan air susu ibu (ASI). Cara tradisional ini telah digunakan selama bertahun-tahun sampai saat ini oleh para wanita Bali. Hal ini menunjukkan bahwa daun mimba mempunyai khasiat obat. Menurut hasil penelitian Biswas, dkk (2002) khasiat mimba disebabkan karena mimba menghasilkan beberapa metabolit sekunder yang memiliki aktivitas biologis sebagai anti-inflamasi, anti-piretik, anti-arthritic, spermicidal, anti-fungi, anti-bakterial, anti-malarial, anti-tumor, anti-oksidan, anti-viral, hepatoprotektif, anti-ulcer, antikarsinogenik, imunostimulan, serta antifertility. Dengan kemampuan tersebut, maka tanaman mimba (Azadirachta indica A. Juss) berpotensi untuk digunakan sebagai obat alternatif penyakit kanker khususnya kanker payudara. Kanker payudara (KPD) masih merupakan masalah kesehatan pada wanita baik di negara maju maupun di negara berkembang. Di Indonesia kanker payudara merupakan penyakit

keganasan kedua terbanyak juga sering menyebabkan kematian. Selain itu, banyak penelitian di Indonesia yang menyatakan bahwa penderita kanker payudara mengobati penyakitnya ke rumah sakit atau ke dokter setelah penyakit masuk dalam stadium lanjut. Jumlah penderita kanker payudara di Indonesia sampai saat ini belum ada data akurat tentang penderita kanker payudara, tetapi data yang terkumpul dari rumah sakit menunjukkan bahwa kanker payudara menduduki peringkat pertama diantara kanker lainnya. Upaya pencegahan yang telah dilakukan adalah dengan cara deteksi dini terhadap kanker payudara. Terdapat tiga cara utama untuk melakukan deteksi dini. Upaya yang pertama dikenal dengan akronim SADARI (Periksa Payudara Sendiri) atau breast self-examination. Kedua, dilakukan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan atau (clinical breast examination). Dan ketiga, lakukan mamografi yaitu pemeriksaan penunjang dengan X-ray pada payudara. Tujuannya adalah untuk memastikan ada tidaknya perubahan pertanda kanker yang tidak terlihat saat pemeriksaan fisik. Pemeriksaan ini cukup efektif untuk wanita berusia diatas 40 tahun. Upaya pencegahan yang lain adalah dengan mengkonsumsi makanan yang tepat, seperti rumput laut. Langkah pengobatan kanker payudara dapat dilakukan dengan cara operasi, kemoterapi, radioterapi, terapi hormon, terapi antibodi (imunologi) dan kombinasinya. Efek samping yang berat sering timbul pada pasien pasca kemoterapi, sering kali tidak dapat ditoleransi pasien, bahkan menimbulkan kematian. Efek samping frekuensi terbesar adalah gangguan mual dan muntah. Gangguan ini bervariasi tingkatnya dari yang ringan sampai pada kematian akibat dehidrasi dan kekurangan zat makanan (Suhadi, dkk.).

Artikel Anfisman_Oleh I Wayan Madiya_Juni_2012

|3

Tetapi jumlah penderita kanker payudara di Indonesia, khususnya Bali tergolong tinggi. Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan Provinsi Bali jumlah penderita kanker payudara adalah 230 kasus (neuplasma ganas payudara). Data ini berasal dari rumah sakit daerah 9 kabupaten/kotamadya maupun RSUP Sanglah selama tahun 2006. Pada tahun 2006, RS Sanglah menangani kanker payudara dengan jumlah kasus yang terbanyak yaitu 59 kasus. Salah satu penderitanya adalah laki-laki. Penderita kebanyakan menderita kanker stadium IIIB dan IV. Pada tahun 2007, juga ada 59 kasus yang kebanyakan menderita stadium IV yaitu 28 pasien. Upaya pencegahan dan pengobatan perlu ditingkatkan untuk menurunkan tingkat kematian akibat kanker payudara. Aktivitas biologis yang dihasilkan oleh tanaman Mimba (Azadirachta indica A. Juss) membuat tanaman tersebut mempunyai potensi sebagai pencegah maupun obat kanker khususnya kanker payudara. Adapun tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk: (1) mengkaji secara teoritis penyebab tanaman mimba (Azadirachta indica A. Juss) berpotensi sebagai pencegah kanker payudara, (2) mengkaji secara teoritis dan meramalkan mekanisme metabolit sekunder yang dihasilkan tanaman mimba (Azadirachta indica A. Juss) sebagai obat alternatif untuk kanker payudara, dan (3) mengetahui cara yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan tanaman mimba (Azadirachta indica A. Juss) dalam mencegah dan mengobati kanker payudara, serta kekurangan dan kelebihannya. Artikel ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada pembaca, masyarakat luas dan pemerintah: (1)

mengenai potensi tanaman mimba (Azadirachta indica A. Juss) sebagai pencegah kanker payudara, (2) mekanisme metabolit sekunder yang dihasilkan tanaman mimba dalam pengobatan kanker payudara, dan (3) suatu cara dan upaya memanfaatkan tanaman mimba (Azadirachta indica A. Juss) sebagai pencegah dan obat alternatif kanker payudara beserta kelemahan dan kelebihannya.

METODE PENULISAN Artikel ini ditulis secara naratif berdasarkan hasil kajian dan ulasan beberapa literatur, hasil penelitian, analisis dan sintesis terhadap berapa tulisan ilmiah, seperti buku, jurnal, laporan penelitian, maupun prosiding.

PEMBAHASAN Pencegahan Kanker Payudara dengan Mimba (Azadirachta indica A. Juss) Pencegahan kanker payudara dengan mimba didasari oleh adanya kandungan senyawa metabolit aktif yang dikenal dengan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada tanaman mimba. Senyawa yang berperan dalam usaha pencegahan ini adalah polisakarida GIa sebagai antikarsinogenik, epicathecin dan cathecin sebagai anti-oestrogen, serta asam galat sebagai imunomodulator. Secara ringkas, metabolit sekunder yang berperan dalam pencegahan kanker payudara disajikan pada Tabel 1.

Artikel Anfisman_Oleh I Wayan Madiya_Juni_2012

|4

Tabel 1. Senyawa Bioaktif pada Tanaman Mimba serta Sifat Pengobatannya


Senyawa Nimbidin Sumber Daun Aktivitas Biologi Antiinflamasi, Antiarthritic, antipiretik, hypoglycaemic, antigastrik ulcer, spermisidal, antifungal, antibakterial, diuretik Antiinflamasi Spermisidal Antibakterial Antifungi, antimalaria Antimalaria, insektisida Antibakterial Antiinflamasi, immunomodulatory Antibakteri, antifungi Antifungi Antitumor Antiinflamasi Immunomodulatory Antiviral

Sodium nimbidate Nimbin Nimbolide Gedunin Azadirachtin Mahmoodin Gallic acid, (-) epicathecin, catechin Margolone, margolonone, isomargolonone Siklik trisulfida, siklik tetrasulfida Polisakarida GIa, Gib, Polisakarida GIIa, GIIIa NB-II peptidoglycan NCL-II

Daun Minyak biji Minyak biji Minyak biji Biji, daun Minyak biji Kulit pohon Kulit pohon Daun Kulit pohon Kulit pohon Kulit pohon Daun

Sumber : Biswas, dkk (dalam Madiya, dkk, 2011)

Polisakarida GIa berperan sebagai anti-karsinogenik karena adanya pentosa dalam polisakarida tersebut yang strukturnya identik dengan struktur ribosa dan dapat berikatan dengan basa purin. Hal ini mengakibatkan terhambatnya replikasi DNA saat terjadinya perubahan dari sel normal menjadi sel kanker. Terikatnya basa purin dari nukleus menyebabkan sel tidak dapat berkembang. Ikatan antara basa purin adenin dengan polisakarida Gia disajikan pada Gambar 1.

Gambar 1. Ikatan antara Basa Purin Adenin dengan Polisakarida GIa Aktivitas antikarsinogenik daun mimba sangat efektif untuk sel kanker yang tumbuh akibat adanya senyawa dimetilbenzantrana (DMBA), dan sebagai penghambat perkembangan sel

kanker pada neoplasma atau payudara. Ekstrak mimba ini dapat mengakibatkan pencegahan secara kimia pada jaringan mukosa yang melindungi dampak dari N-metil-N-nitro-N-nitrosoguanidin (MNNG) (senyawa yang bersifat karsinogenik). Jadi, selain dengan basa purin dari DNA, polisakarida GIa juga bereaksi dengan senyawa MNNG, sehingga tidak terbentuk sel kanker payudara. Sekresi hormon oestrogen yang berlebih juga akan memicu terbentuknya sel kanker payudara. Usaha pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan senyawa yang bersifat antioestrogen seperti tamoxifen (King, 2000). Tamoxifen adalan turunan dari senyawa dietilstilboestrol. Tamoxifen akan menonaktifkan transkripsi gen karena ikatan yang terjadi DNA dengan tamoxifen. Seperti tamoxifen yang bersifat anti-oestrogen, pada mimba juga terdapat senyawa yang memiliki sifat sama yaitu cathecin. Mekanisme cathecin dan tamoxifen menonaktifkan transkripsi gen disajikan pada Gambar 2.

Artikel Anfisman_Oleh I Wayan Madiya_Juni_2012

|5

Gambar 2. Mekanisme Cathecin Menonaktifkan Transkripsi Gen. Mimba dapat mencegah kanker juga disebabkan oleh adanya asam galat, cathecin dan epicathecin yang bersifat imunomodulator. Dari hasil penelitian Biswas (2002), aktivitas imunomodulator pada ekstrak daun mimba dapat meningkatkan konsentrasi IgM dan IgG serta peningkatan jumlah antibodi. Minyak mimba juga telah diketahui mempunyai aktivitas imunostimulan dengan mengaktifkan sel imun pada tubuh. Pengobatan Kanker Payudara dengan Mimba (Azadirachta indica A. Juss) Metabolit aktif pada mimba yang berperan sebagai obat kanker adalah sodium nimbidat sebagai anti-inflamasi, polisakarida GIa sebagai antikanker, epicathecin dan cathecin sebagai antiinflamasi, serta asam galat sebagai imunomodulator. Senyawa-senyawa ini berperan secara sinergis antara satu dengan lainnya. Sodium nimbidat, cathecin dan epicathecin yang berfungsi sebagai anti-inflamasi akan menghambat dan menghentikan sindrom sitokin saat limfosit bereaksi untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker. Asam galat, cathecin dan epicathecin yang berfungsi sebagai imunomodulator meningkatkan konsentrasi limfosit, sehingga sel kanker difagosit oleh limfosit. Polisakarida dan azadiractin sebagai anti kanker, menghambat pertumbuhan sel kanker payudara. Margolone dan margolonone berfungsi menghambat terjadinya invasi dan metastase. Gambar 3 berikut menyajikan senyawa aktif pada mimba berfungsi secara sinergis.

Artikel Anfisman_Oleh I Wayan Madiya_Juni_2012

|6

Gambar 3. Sinergisme Senyawa Aktif Mimba dalam Pengobatan Kanker Payudara. Pengolahan Mimba (Azadirachta indica A. Juss) untuk Pencegahan dan Pengobatan Kanker Payudara Bagian utama dari mimba yang dapat dimanfaatkan dalam pencegahan kanker payudara adalah daun mimba. Cara yang dapat dilakukan, daun mimba digunakan secara langsung atau tidak langsung. Secara langsung, daun mimba yang segar dan telah dibersihkan ditempelkan pada seluruh bagian payudara seperti melakukan pengompresan pada saat demam. Secara tidak langsung, 7 daun mimba yang segar ataupun yang kering diseduh dengan air panas sebanyak 2 gelas, dan dibiarkan hingga menjadi kurang lebih 1,5 gelas. Setelah dingin, disaring. Kemudian diminum sekali dalam sehari. Untuk pengobatan kanker payudara bagian mimba yang dimanfaatkan adalah daun dan kulit batangnya. Belum ada penelitian terkait pemanfaatan tanaman mimba dalam pengobatan kanker payudara. Namun, berdasarkan potensi yang terdapat pada tanaman mimba, formulasi ramuan antikanker payudara dari tanaman mimba dapat dibuat dalam bentuk simplisia maupun sirup, seperti disajikan pada Gambar 4.

Artikel Anfisman_Oleh I Wayan Madiya_Juni_2012

|7

Gambar 4. Bagan Pemanfaatan Tanaman Mimba dalam Pengobatan Pasien Kanker Payudara

Daun dapat dipergunakan langsung dalam keadaan segar maupun dikeringkan, sehingga di peroleh simplisia kering, namun ada juga yang dibuat tepung, sehingga lebih praktis pengemasannya. Dalam keadaan segar tidak memerlukan perlakuan khusus, hanya perlu dibersihkan dari kotoran yang menempel dengan cara dicuci, selanjutnya apabila akan digunakan sebagai obat, cukup menyeduh tujuh lembar daun dalam dua gelas air sampai menjadi satu gelas air. Selanjutnya air rebusan tersebut diminum tiga kali sehari, sebagai antipiretik, serta imunostimulan bagi pasien dengan gejala kanker payudara. Daun tanaman mimba dapat pula digunakan dalam bentuk simplisia. Simplisia kering daun diperoleh dengan cara mengering-anginkan daun sampai daun bisa diremas menjadi serpihan. Bisa juga dilakukan pemanasan dengan oven yang dilengkapi fan (kipas angin) pada suhu maksimal 400C atau ada juga yang menjemur di bawah sinar matahari di bawah jam 10 pagi (tidak terlalu terik). Pengolahan kulit pohon mimba dalam pengobatan dapat dipisahkan dengan pengolahan daunnya, namun

demi efisiensi dapat pula langsung digabungkankan pada saat pembuatan simplisia dari daun mimba. Dalam pemanfaatannya, simplisia ini dapat langsung diseduh dengan air hangat selanjutnya dikonsumsi untuk penderita gejala kanker payudara. Untuk mempermudah pengemasan dan pemanfaatannya, simplisia dari daun dan kulit batang mimba dapat dikemas seperti teh seduh atau teh celup. Tepung mimba diperoleh dengan cara menggrinder simplisia kering tadi dengan alat khusus (grinder) atau dapat juga dengan alat penghancur yang ada pada mixer (Kardinan, 2003). Untuk pemanfaatannya bagi penderita kanker payudara, tepung ini dapat digunakan selayaknya puyer dengan melarutkannya dalam air hangat serta ditambahkan madu, lalu diminum sebagai sirup.

SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan sintesis di atas maka dapat disimpulkan bahwa.

Artikel Anfisman_Oleh I Wayan Madiya_Juni_2012

|8

1. Tanaman mimba (Azadirachta indica A. Juss) berpotensi sebagai pencegah kanker payudara karena kandungan senyawa polisakarida GIa sebagai antikarsinogenik, senyawa aktif epicathecin dan cathecin sebagai anti-oestrogen dan asam galat sebagai imunomodulator. 2. Tanaman mimba (Azadirachta indica A. Juss) berpotensi sebagai obat alternatif kanker payudara karena kandungan senyawa polisakarida GIa sebagai antikanker, senyawa aktif epicathecin dan cathecin sebagai anti-inflamasi, asam galat sebagai imunomodulator dan anti-inflamasi, sodium nimbidat sebagai antiinflamasi, margolone, margolonone dan isomargolonone sebagai inhibitor terjadinya invasi dan metastasi. 3. Pengolahan tanaman mimba secara kolektif dalam pencegahan dan pengobatan kanker payudara dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu pemanfaatan daun mimba dalam pencegahan kanker payudara serta pemanfaatan rebusan daun serta kulit pohon mimba sebagai obat alternatif bagi penderita kanker payudara.

aegypti serta memanfaatkan tanaman mimba dalam pengobatan DBD dengan metode seperti yang telah diuraikan pada pembahasan.

REFERENSI Biswas, Kausik,et al. 2002. Biological Properties and Medical Properties of Neem (Azadirachta indica). Current Science, Vol 82, No.11,10 June 2002. Page 13361345 Firdaus,Isro. 2007. Tanaman Mimba (Azadirachta indica). Denpasar : PT Intaran Indonesia. Diakses dari www.indoneem.com pada tanggal 31 Juli 2007 Kardinan, Agus. 2003. Tanaman Pengusir dan Pembasmi Nyamuk. Tangerang: Agromedia Pustaka. Kardinan, Agus & Azmi Dhalimi. 2003. Nimba (Azadirachta indica A. Juss) Tanaman Multimanfaat . Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Perkembangan Teknologi TRO Vol. XV, No. 1, 2003 King, Roger J.B. 2000. Cancer Biology. Harlow: Prentice Hall. Ruskin, F.R., 1993. Neem : A Tree for Solving Global Problems. National Academy Press, Washington, D.C.141 pp.In

REKOMENDASI Dari penulisan ini, saran yang dapat diberikan adalah 1. Para peneliti diharapkan melakukan penelitian mengenai pemanfaatan tanaman mimba untuk menghasilkan obat yang teruji mutu, keamanan, serta khasiatnya agar bisa dikembangkan sebagai pencegah dan obat alternatif dan dimanfaatkan dalam pengobatan formal kanker payudara. 2. Masyarakat disarankan untuk menggunakan tanaman mimba dalam upaya pengendalian perkembangbiakan nyamuk Aedes

Artikel Anfisman_Oleh I Wayan Madiya_Juni_2012

|9

ARTIKEL ANFISMAN

POTENSI TANAMAN MIMBA (Azadirachta indica A.Juss) SEBAGAI PENCEGAH DAN OBAT ALTERNATIF KANKER PAYUDARA

OLEH. I WAYAN MADIYA

S1 KKT PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA 2012

Artikel Anfisman_Oleh I Wayan Madiya_Juni_2012

| 10