Вы находитесь на странице: 1из 30

LISOSOM

Kelompok 5: Heri Herwanto Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar

Morfologi Lisosom
Lisosom Lyso = Pencernaan soma= Tubuh
kantong yang berbentuk agak bulat dikelilingi membran tunggal yang digunakan sel untuk mencerna makromolekul. Komposisi : membran lisosom & enzim hidrolitik

LISOSOM

berisi enzim yang dapat memecahkan (mencerna) polisakarida, lipid, fosfolipid, asam nukleat, dan protein

Lisosom adalah organel sel berupa kantong terikat membran yang berisi enzim hidrolitik yang berguna untuk mengontrol pencernaan intraseluler pada berbagai keadaan.

Lisosom ditemukan pada tahun 1950 oleh Christian de Duve dan ditemukan pada semua sel eukariotik. Di dalamnya, organel ini memiliki 40 jenis enzim hidrolitik asam seperti protease, nuklease, glikosidase, lipase, fosfolipase, fosfatase, ataupun sulfatase. Semua enzim tersebut aktif pada pH 5. Fungsi utama lisosom adalah endositosis, fagositosis, dan autofagi.

Badan golgi & lisosom

Gambar 1. Lisosom. Lisosom mengandung enzim lizozim (hidrolitik) yang dapat mencerna partikel yang masuk ke dalam sel ataupun sebagai fagositosis yang merombak organel yang sudah tua

Morfologi Lisosom Berdasarkan aktifitas fisiologisnya,dibedakan menjadi 3 jenis:

LISOSOM PRIMER

Lisosom yang terbentuk sebelum terlibat dalam proses kegiatan sel. Ciri-cirinya berselaput tunggal, mengandung enzim yang positif dengan reaksi-reaksi fosfatasa asam, penampangnya berbentuk membulat.

Morfologi Lisosom
LISOSOM SEKUNDE R lisosom yang sedang terlibat dalam proses pencernaan sel. Misal padaamoeba lisosom bergabung dengan vakuola untuk pencernaan, vakuola non kontraktil Terdiri atas dua jenis yaitu heterolisosom dan otolisosom

TELOLISOS OM

Lisosom yang sudah tua dan berisi sisa yang tidak dapat dicerna

Fungsi Lisosom

FAGOSITOSIS

ENDOSITOSIS

AUTOFAGI

eksositosis

FUNGSI LISOSOM

Endositosis

pemasukan makromolekul dari luar sel ke dalam sel melalui mekanisme endositosis, yang kemudian materimateri ini akan dibawa ke vesikel kecil dan tidak beraturan, yang disebut endosom awal.

Fagositosis

proses penghancuran partikel berukuran besar dan mikroorganisme seperti bakteri dan virus ke dalam sel, seperti lisosom yang dimiliki oleh amoeba yang digunakan untuk mencerna parramecium dengan lizozim + vakuola kontraktil Autofagi, yaitu menghancurkan struktur yang tidak dikehendaki, misalnya organel lain yang sudah tidak berfungsi dan biasa digunakan untuk pembuangan dan degradasi bagian sel sendiri, menghasilkan autofagus (rusak baru )

Autofagi

Gambar 2. Proses Fagositosis

Pembentukan Lisosom Terdapat dua pendapat yang berkenaan dengan asal dan pembentukan lisosom,yaitu: 1. Berbagai bukti telah ditemukan bahwa proteinprotein hidrolitik dibentuk oleh ribosom yang terdapat pada retikulum endoplasma.Dari retikulum endoplasma kasar, selanjutnya protein tersebut ditranslokasikan menuju permukaan pembentukan badan golgi untuk diproses lebih lanjut. Setelah itu, protein-protein hidrolitik dikemas dan dibungkus dalam bentuk vesikula-vesikula untuk selanjutnya dilepaskan sebagai lisosom primer.

Pembentukan Lisosom

2. Protein-protein hidrolitik dibentuk pada ribosom yang


terdapat pada retikulum endoplasma kasar, selanjutnya ia dilepaskan dalam bentuk vesikula menuju daerah GERL (Golgi associated Endoplasmic Reticulum giving rise to Lisosom) yang berdekatan dengan daerah permukaan matang badan golgi. Dari GERL, selanjutnya dilepaskan vesiula-vesikula yang disebut lisosom primer .

Pembentukan Lisosom

Dua ide tentang pembentukan lisosom (Thorpe,1984)

Pembentukan Lisosom

Peran Lisosom dalam Pencernaan SEL

Peran lisosom dalam proses pencernaan sel, Pada lisosom sekunder,memiliki dua fungsi yang berbeda:
Yaitu bila substrat yang

HETEROLISOSOM

dicerna berasal dari luar sel. Heterolisosom dibentuk dari hasil fusi antara lisosom primer dengan fagosom atau endosom. Heterolisosom sering disebut sebagai vakuola pencerna.

Peran Lisosom dalam Pencernaan Sel Vakuola Pencerna Badan badan multivesikula VAKUOLA PENCERNAAN : Hasil fusi antara fagosom
(partikelpartikel yang difagositosis seperti bakteri) dengan lisosom primer. BADAN-BADAN MULTIVESIKULA : Hasil fusi antara beberapa endosom (substrat yang masuk secara endositosis dan bukan dalam bentuk partikel) dengan lisosom primer. Dengan demikian, badan-badan multivesikula merupakan kantung-kantung berbatas membran dimana di dalamnya mengandung banyak vesikulavesikula kecil dengan diameter berkisar 50 nm.

Heteroliso som

Peran Lisosom dalam Pencernaan Sel

AUTOLISO SOM

Yaitu lisosom yang mengandung dan mungkin mencerna substratsubstrat intraseluler yang berbatas membran (sitosegresom), misalnya organel-organel intraseluler seperti mitokondria. Autolisosom dibentuk dari hasil fusi antara sitosegresom dengan lisosom primer.

Peran Lisosom dalam Pencernaan Sel

Peran Lisosom dalam Pencernaan Sel

Pembentukan dan fungsi lisosom pada heterofagi dan autofagi seluler (Sheeler dan Bianchii, 1983)

Peran Lisosom dalam Pencernaan Sel

Di dalam sel, sesungguhnya terdapat kerjasama yang erat antara heterolisosom dengan autolisosom. Selama heterofagi berlangsung, protein protein ditempatkan di dalam vesikulavesikula endosom, kemudian berfusi dengan lisosom primer dan selanjutnya mengalami hidrolisis. Selama autofagi, sitosegresom berfusi dengan lisosom primer membentuk autolisosom dan memasuki siklus pencernaan intrasel

Peran Lisosom dalam Pencernaan Sel

Siklus pencernaan intrasel (Thorpe, 1984)

Peran Lisosom dalam Pencernaan Sel

Bentuk akhir heteroslisosom dan autolisoson

disebut telolisosom atau postlisosom atau badan residu. Bahan-bahan yang terkandung di dalam telolisosom sewaktu-waktu dapat dilepaskan. Proses pelepasannya dinamakan defekasi seluler. Bahan-bahan yang telah dicerna di dalam lisosom dapat kembali dilepaskan ke dalam sitoplasma dan selanjutnya terlibat di dalam proses katabolisme atau anabolisme.

Peran Lisosom dalam Proses Sekresi Lisosom memegan g peranan penting di dalam sekresi kelenjar tiroid oleh sel-sel epitel dari folikel tiroid

Peran Lisosom dalam Perkembangan dan Dinamika Jaringan Lisosom memainkan peranan yang sangat penting dalam resorbsi tulang yang dilakukan oleh osteoklas. Dalam darah, terdapat banyak sel-sel fagosit yang bekerja sebagai penghalang yang efektif dari invasi mikroorganisme atau benda-benda asing lainnya. Ada empat tipe fagosit darah, yaitu (i) Polymorpho Nuclear Neutrofic Leukocytes (PMNs), (ii) Eosinofil, (iii) Basofil, dan (iv) Monosit. Meskipun keempat tipe tersebut bersirkulasi di dalam darah, neutrofil dan manosit memiliki kemampuan untuk meninggalkan aliran darah dan mengembara di seluruh jaringan untuk menghilangkan bahan-bahan asing dalam jaringan dengan cara memfagositosisnya.

Peran Lisosom dalam Perkembangan dan Dinamika Jaringan

Monosit di dalam jaringan akan berkembang menjadi

dewasa dan menjadi sel-sel makrofag. Berbagai jenis makrofag antara lain histiosit dalam jaringan pengikat, makrofag alveolar di dalam paru-paru, sel-sel kuffer didalam jaringan hati, makrofag pelural di dalam peritoneal, osteoklas di dalam tulang, sel mikroglia di dalam sistim saraf pusat, sel schwann di dalam serabut saraf perifer, sel sinvial tipe A di dalam ruang sendi, dan makrofag di dalam jaringan limfoid dan jaringan ikat (Subowo, 1990).

Peran Lisosom dalam Perkembangan dan Dinamika Jaringan

Peranan lisosom dalam resorbsi tulang (Thorpe, 1984)

Peran Lisosom dalam Perkembangan dan Dinamika Jaringan

Lisosom memainkan peranan yang sangat penting selama berlangsungnya fertilisasi pada berbagai jenis hewan termasuk manusia,terutama selama berlang-sungnya reaksi akrosom. Enzim-enzim yang dilepaskan dari vesikula akrosom melakukan pencernaan terhadap selaput pelindung telur sehingga memungkinkan sel pronuklei jantan masuk menembus membran telur untuk berfusi dengan pronuklei betina .

Penyakit pada Lisosom

Lysosomal storage diseases adalah penyakit keturunan yang mempengaruhi metabolisme lisosom, terjadi karena mutasi di gen struktural sehingga kekurangan salah satu enzim hidrolitik aktif yang secara normal ada dalam lisosom. Substrat yang tidak tercerna akan menumpuk dan mengganggu fungsi seluler lainnya. Penyakit ini sangat jarang ditemukan, yaitu sekitar 1 dari 7700 kelahiran manusia. Salah satu contohnya adalah penyakit Pompe.

Lysosomal storage diseases

Penyakit pada Lisosom

Penyakit Pompe adalah penyakit genetik neuromuskular


yang dapat terjadi pada bayi, anak-anak, dan manusia

dewasa, yang membawa gen cacat dari orang tuanya.


Gejala penyakit ini adalah perkembangan otot lemah, terutama pada otot untuk bernafas dan bergerak.

Penyakit pada Lisosom

Pada bayi, penyakit ini juga menyerang otot jantung.

Penyebabnya adalah cacat pada gen yang bertanggung jawab


untuk membuat enzim acid alpha-glucosidase (GAA) yang

terletak pada kromosom 17. Enzim GAA ini hilang atau


diproduksi dalam jumlah sedikit. Fungsi enzim ini untuk memecah glikogen, bentuk gula yang disimpan pada otot, sehingga terjadi penumpukan glikogen pada lisosom.