Вы находитесь на странице: 1из 8

NERACA MASSA

Persamaan Neraca Massa

Finput

sistem

Foutput

INPUT - OUTPUT = ACCUMULATION


[laju massa masuk sistem] [laju massa keluar sistem] = [laju akumulasi massa di dalam sistem]

Laju massa: massa/waktu

Sistem: Pabrik Unit Alat

sistem

INPUT - OUTPUT = ACCUMULATION


[laju massa total masuk sistem] [laju massa total keluar sistem] = [laju akumulasi massa di dalam sistem]

PABRIK KIMIA

recycle

Finput
feed preparation reactor separation purification

Finput Foutput sistem Foutput Foutput

Foutput

Perhitungan Neraca Massa:

Finput

sistem

Foutput

Neraca Massa Total:


[laju massa total masuk sistem] [laju massa total keluar sistem] = [laju akumulasi massa total dalam sistem]

Neraca Massa Komponen i:


[laju massa komponen i masuk sistem] [laju massa komponen i keluar sistem] = [laju akumulasi massa komponen i dalam sistem]
laju massa komponen i = [ fraksi massa komponen i ] x [laju massa total]= [Xi ]x[ Ft ]

uap air, W kg/jam

susu segar F=100 kg/jam

evaporator
Gula, G kg/jam

SweetenedCondensed Milk, P kg/jam

proses kontinyu, kondisi: steady state) Data hasil analisa laboratorium Komposisi (% berat) Protein Fat Susu segar 3,6 3,8

SweetenedCondensed Milk 8,1 8,4

Berapa air yang teruapkan dalam evaporator? Berapa gula yg ditambahkan?

Sugar
Calcium Phosphorous water

4,9
0,1 0,1 87,5

54,8
0,3 0,2 28,2

A9 bypass A8 A3

Air Irigasi

(kandungan garam:1000 ppm)

A5
uap air

condenser

A6

A7

Air Minum (kandungan garam: 0 ppm)

A1 Air Payau 100 kg/jam

A2

evaporator

A4

Air Garam Kandungan garam: 24000 ppm)

Kandungan garam: 12000 ppm

Berapa air payau yang harus di-bypass (A3) jika diinginkan jumlah air minum yang diproduksi 1/10 jumlah air irigasi (proses kontinyu, kondisi steady state)berat jenis di semua arus sama yaitu 1 g/cm3

7,4 kg/menit n-hexana A6 n-hexana+ minyak kedelai A3 separator

n-hexana segar
A8

A7 2,3 kg/menit, biji kedelai press

n-hexana

A1

A2

extractor

produk minyak kedelai A5

A4

ampas (serat + protein + 3% n-hexana)

Biji kedelai sebanyak 2,3 kg/menit dihancurkan dengan cara ditekan dalam alat pres, kemudian dicampur dengan solven n-hexan dalam ekstraktor untuk diambil minyaknya. Minyak kedelai yang ter-ektraksi bersama dengan solven n-hexan dimasukkan dalam separator untuk dipisahkan n-hexannya agar dapat dipergunakan lagi di ekstraktor bersama dengan solven segar yg ditambahkan sebagai pengganti solven yg hilang karena terikut limbah ampas hasil dari ekstraktor. Jika kandungan biji kedelai adalah 37% minyak, 45% protein, dan 18% serat, hitunglah besarnya limbah ampas (kg/menit) pada proses pengambilan minyak tersebut.