You are on page 1of 25

MANAJEMEN NYERI PADA METASTATIC BONE DISEASE

A.A DIAH HASWANI POONEETHAWATHI SANTRAN

PENDAHULUAN
Metastatic bone disease adalah salah satu penyebab nyeri pada pasien kanker

Kanker yang umum metastasis ke tulang: kanker paru, kanker payudara, kanker prostat, dan kanker tiroid.

Metastatic bone disease tulang axial

Destruksi lesi pada tulang

Pada pasien berumur 40-80 tahun

PENDAHULUAN
Keganasan pada tiroid, ginjal, dan bronkus juga umum menyebabkan metastasic bone disease dengan persentase 30-40% pada pemeriksaan post mortem.

Menurut WHO, untuk perkembangan terakhir dalam terapi implan, langkah besar telah dibuat untuk memenuhi kebutuhan pasien.

Pendekatan alternative non opioid yang muncul untuk meningkatkan tingkat keberhasilan dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

DEFINISI
definisi
Metastatic bone disease adalah salah satu penyebab paling umum dari nyeri pada kanker. Tulang adalah organ yang paling umum untuk terjadinya metastasis pada kanker.

morbiditas

Morbiditas yang tinggi hiperkalemia, fraktur patologi, dan kompresi pada spinal cord Sebuah penelitian pada pasien kanker munculnya gejala metastasis bone disease terjadi setiap 3-6 bulan

prognosis

Prognosis tergantung dari lokasi primernya. Pada kanker payudara dan kanker prostat memiliki survival rate dalam hitungan tahun sedangkan kanker paru memiliki survival rate dalam hitungan bulan

MEKANISME NYERI

PAIN ASSESSMENT

pencatatan yang akurat dari anamnesis, pemeriksaan fisik yang terinci dan studi imaging yang sesuai

Riwayat penyakit yang dirasakan pasien harus disertai dengan deskripsi nyeri, onset, faktor memperberat dan memperingan, serta intensitas nyeri menurut pasien

numeric rating scale yang paling umum digunakan, visual analog scale, the Iowa Pain Thermometer Scale, and the Faces Pain Scale

PEMERIKSAAN PENUNJANG

MRI adalah modalitas pencitraan yang paling akurat dalam medeteksi metastatic bone disease pada fase awal

CT- SCAN dapat digunakan untuk pasien yang tidak dapat mentoleransi MRI

Radionuclide bone scan berguna untuk mengidentifikasi tingkat lesi tulang pada tubuh

TERAPI (NON FARMAKOLOGIS) Stimulasi kutaneous


Thermoterapi yang digunakan yaitu kantong air panas, botol air panas, bantalan pemanas elektrik, dan perendaman pada air panas

Krioterapi menggunakan kantong es, handuk yang direndam dalam air es, kantong gel kimia siap pakai

harus digunakan dengan hati-hati pada pasien dengan kanker yang masih aktif dan tidak dapat digunakan secara langsung pada lokasi kanker.

TERAPI (NON FARMAKOLOGIS) TENS ( Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation )

stimulasi listrik tegangan kecil hingga besar pada serat bermyelin

dapat menghilangkan rasa sakit dengan menghambat gerbang stimulus nyeri

Namun penggunaan TENS untuk mengurangi nyeri kanker masih controversial dan masih diperlukan penelitian lebih lanjut

TERAPI (NON FARMAKOLOGIS) Massage therapy (terapi pijat)

Terapi pijat dapat membantu meringankan sakit yang umum dan rasa nyeri, terutama pada pasien yang memiliki mobilitas terbatas

Sebuah penelitian terbaru yang melibatkan 30 pasien kanker di Taiwan dengan metastase ke tulang merasakan efek dari terapi pijat dalam 16-18 jam

TERAPI (NON FARMAKOLOGIS) Exercise (latihan)

Pasien harus aktif kembali

imobilisasi lama dapat menurunkan daya tahan tubuh pada musculoskeletal dan menurunnya psikososial

hidroterapi dapat membantu dalam relaksasi otot, dan meningkatkan keadaan emosional secara keseluruhan

TERAPI (NON FARMAKOLOGIS) manajemen psiko terapeutik


Tehnik relaksasi : latihan sederhana yang focus pada pernapasan, relaksasi otot progresif, meditasi, dan relaksasi dengan musik

Tehnik ini mudah dipelajari dan tidak membutuhkan pelatih khusus

Tehnik ini dapat mengurangi gejala seperti lelah dan mual/ muntah, dan meningkatkan mood, tidur dan kualitas hidup dari pasien dengan kanker

TERAPI (NON FARMAKOLOGIS) manajemen psiko terapeutik


Hipnosis perawatan kanker paliatif terutama mengontrol mual terkait dengan kemoterapi dan meningkatkan ambang nyeri dengan mengurangi baik mengganggu sensasi atau perhatian yang ditujukan pada rasa sakit

Psikoterapi juga dapat diberikan pada pasien yang memiliki riwayat penyakit jiwa atau pada pasien yang mengarah ke gejala depresi akibat penyakitnya. Psikoterapi juga dapat diberikan sebagai ajuvan untuk perawatan medis pasien dengan riwayat kecanduan

TERAPI FARMAKOLOGIS
TERAPI SISTEMIK TERAPI LOKAL

Kemoterapi Terapi Hormonal

EBRT Teknik Ablasi

Immunoterapi
Radiopharmaceuticals Bifosfanat

Operasi
Terapi dengan Polymethyl Methacrylate

KEMOTERAPI

Kemoterapi adalah terapi dengan menggunakan obat anti- kanker yang dimasukkan melalui infuse vena, suntikan, dalam bentuk pil atau cairan Kemoterapi menghambat atau menghentikan pertumbuhan sel-sel onkogen (kanker) dengan menyerang fase tertentu pada pembelahan mitosis dan secara langsung dapat mengurangkan nyeri yang dirasakan pasien.

TERAPI HORMONAL
Keberadaan hormon estrogen dan testosterone dapat mendorong pertumbuhan sel-sel kanker maka diperlukan untuk memblokir efek atau menurunkan kadar hormon ini dalam rangka mengobati kanker payudara dan prostat. Kanker payudara : tamoxifen > melawat efek estrogen, aromtase inhibitor> menghentikan tubuh dari menghasilkan estrogen, ablasi ovarium Kanker Prostat : luteinizing hormone-releasing hormone (LHRH) agonis atau antagonis, yang memblokir produksi testosteron, Ablasi testis.

Immunoterapi
Imunoterapi digunakan untuk merangsang sistem kekebalan tubuh melawan kanker. Misal, vaksin yang terdiri dari antigen diperoleh dari sel tumor bisa menaikkan fungsi tubuh pada antibodi atau sel kekebalan (t limfosit). Jenis imunoterapi yang digunakan : sitokin, antibodi monoklonal, dan vaksin tumor.

Radiopharmaceuticals
Merupakan kelompok obat yang memiliki unsur-unsur radioaktif. Obat ini disuntikkan ke pembuluh darah dan menetap di daerah-daerah tulang yang mengandung sel sel kanker. Radiasi yang dihasilkan dapa tmembunuh selsel kanker dan rasa nyeri yang disebabkan oleh metastasis ke tulang. Strontium-89 (Metastron ) dansamarium-153 (Quadramet ).

Bifosfonat

Obat ini dapat memperkuat tulang yang telah melemah dengan menginvasi sel-sel kanker dan mengurangi risiko patah/retak tulang. Bifosfonat juga dapat membantu mencegah pengeroposan tulang (osteoporosis) yang merupakan hasil dari pengobatan yang lain atau yang disebabkan oleh kemoterapi.

TERAPI LOKAL

EBRT
Pancaran sinar eksternal adalah penggunaan ionizing radiasi untuk membunuh sel kanker payudara yang ada di dalam tubuh.Efek dari terapi radiasi adalah setempat dan lokal didaerah. Terapi radiasi melukai atau menghancurkan selsel di daerah yang sedang ditangani dengan merusak materi genetik mereka, sehingga mustahil bagi sel-sel untuk terus tumbuh dan membelah. danmembatasi invasi sel kanker ke jaringan sehat di dekatnya

Teknik Ablasi
RFA banyak digunakan untuk mengobati tumor di daerah liver, pankreas, ginjal dan tulang. Metodenya adalah dengan memasukkan alat seperti jarum (RFA probe) ke lokasi tumor untuk memasak tumor tersebut dengan gelombang radio. RFA biasanya dikombinasikan dengan kemoterapi local. Terapi kanker dengan metode RFA juga dapat digunakan untuk kasus-kasus kanker tahap lanjut (paliatif care) untuk mengurangi rasa sakit.

Operasi

Meskipun operasi untuk mengeksisi tumor tulang primer (yang dimulai pada tulang) sering dilakukan untuk mencoba dan menyembuhkan kanker, tujuan pembedahan mengobati metastasis tulang adalah untuk meredakan gejala dan / atau menstabilkan tulang.

operasi sering dapat menghilangkan rasa sakit dengan cepat dan membantu pasien kembali ke kegiatan seharian mereka

Polymethyl Methacrylate
Percutaneous vertebroplasty merupakan teknik penyuntikan suatu semen tulang acrylic (polymethylmethacrylate; PMMA) ke bagian tulang belakang melalui jarum trokar yang bertujuan untuk mengurangi rasa sakit, menjaga kestabilan tulang belakang, dan pada beberapa kasus dapat mengembalikan postur tubuh. Kyphoplasty merupakan pengembangan dari teknik vertebroplasty, dimana semen tulang buatan dari akrilik, yaitu PMMA disuntikkan melalui kulit langsung ke daerah tulang belakang yang patah untuk menstabilkan tulang belakang. Ketika semen tulang disuntikkan untuk memperkuat tulang selain tulang belakang, disebut cementoplasty