You are on page 1of 15

By nia nuraini

Kejang/konvulsi : cetusan aktivitas listrik abnormal yang terjadi secara mendadak dan bersifat sementara di antara saraf-saraf di otak yang tidak dapat dikendalikan penurunan kesadaran dan gerakan tonik atau klonik (gerakan mendadak dan serentak otot-otot yang tidak bisa dikendalikan, biasanya bersifat menyeluruh)

intrakranial

ekstrakranial

keturunan

Trauma Tumor Radang/infeksi Pendarahan Hipoksia

Demam tinggi karena infeksi Toksik Gangguan metabolik

Contoh : Epilepsi

1. Epilepsi

2. Non-epilepsi
Sistemik Intoksikasi Tumor Trauma Infeksi Serebrovaskuler

Epilepsi : manifestasi gangguan otak dengan berbagai etiologi namun dengan gejala tunggal yang khas (serangan karena lepasnya muatan listrik neuron kortikal secara berlebihan kejang) yang datang secara berulang-ulang, dan bersifat reversibel

Diagnosis cukup dari anamnesis lengkap, terutama mengenai gambaran serangan, hasil pemeriksaan umum dan neurologik serta elektroensefaligrafi (EEG)

1. Epilepsi

2. Non-epilepsi
Sistemik Intoksikasi Tumor Trauma Infeksi Serebrovaskuler

Gangguan metabolik : hiponatremia dan hipernatremia

hiponatremia
- Asupan cairan melebihi kemampuan ekskresi - Ketidakmampuan menekan sekresi ADH
edema sel otak karena air dari ektrasel masuk ke intrasel yang osmolalitas-nya lebih tinggi kejang Koreksi Na berdasarkan kategori hiponatremia-nya

hipernatremia
volume otak mengecil dan menimbulkan robekan - Kekurangan air (diabetes pada vena menyebabkan insipidus) perdarahan lokal dan subarakhnoid kejang
menurunkan kadar Na dalam plasma

Penegakan diagnosa cukup sulit


laboratorium toksikologi (sampel berupa 50 ml urin, 10 ml serum, muntahan, feses) serta bukti-bukti di TKP

Pemeriksaan fisik
harus ditemukan dugaan tempat masuknya racun, ukuran pupil mata, frekuensi napas dan denyut jantung

Pemeriksaan lain
radiologis, laboratorium klinik, dan EKG

Standar penatalaksanaan
stabilisasi, dekontaminasi, eliminasi,dan pemberian antidotum

Kejang fokal dapat merupakan manifestasi pertama tumor intrakranial pada 15% penderita (gejala dini meningioma)

Kejang umum dapat timbul sebagai manifestasi tekanan intrakranial yang melonjak secara cepat (glioblastoma multiforme)

Kejang tonik (tumor di fossa kranii posterior)

Cedera kepala kejang hipoksia otak dan kenaikan TIK serta memperberat edem otak

Penatalaksanaan : diazepam 10 mg i.v perlahan-lahan (boleh 2x), fenitoin15 mg/kgBB i.v perlahan-lahan (kec. tidak melebihi 50mg/menit)

Infeksi intrakranial
berupa meningitis atau abses dalam bentuk empiema epidural, subdural, atau abses otak

Infeksi ekstrakranial
infeksi saluran pernafasan atas, otitis media, pneumonia, gastroenteritis, infeksi saluran kemih

Stroke : gangguan neurologik mendadak yang terjadi akibat pembatasan atau terhentinya aliran darah melalui sistem suplai arteri otak kejang

Konvulsi umum atau fokal dapat bangkit baik pada stroke hemoragik maupun stroke nonhemoragik

Segera dibawa ke klinik/RS terdekat Agar pasien tidak cedera, pindahkan benda-benda keras atau tajam yang berada didekatnya Miringkan posisi tubuh pasien agar penderita tidak menelan cairan muntahnya sendiri yang bisa mengganggu pernapasannya

Mardjono, Mahar, Prof. Neurologi Klinis Dasar. Dian Rakyat. Jakarta: 2006Budiman, Gregory. Basic Neuroanatomical Pathways. Second Edition. FKUI.Jakarta: 2009. Dewanto, George, dkk. Panduan Praktis Diangnosis dan Tata Laksana Penyakit Saraf.EGC. Jakarta: 2009.