You are on page 1of 15

FISIKA DASAR 1

PENDAHULUAN
Fisika adalah ilmu yang mempelajari benda-benda dan
fenomena yang terkait dengan benda-benda tersebut. Untuk mendeskripsikan keadaan suatu benda atau suatu fenomena yang terjadi pada benda, maka didefinisikan berbagai besaranbesaran fisika.
Besaran-besaran fisika ini selalu dapat terukur dan memiliki nilai yang merupakan hasil pengukuran.

Satuan adalah suatu pembanding dalam pengukuran dan menunjukkan kuantitas dan suatu besaran atau membandingkan besaran dengan yang lain yang dipakai oleh patokan. Pengukuran adalah kegiatan mengukur besaran fisika dari sebuah obyek atau benda. Mengukur adalah membandingakan antara dua hal, dengan salah satunya menjadi pembanding atau alat ukur, yang besarnya sudah di standarkan.

Besaran Pokok ; Besaran yang satuannya di definisikan tersendiri dan tidak dapat di jabarkan dari besaran yang lain. Ada tujuh besaran pokok.
hContoh

Besaran Turunan; adalah besaran yang di jabarkan dari besaran pokok contoh:

0,2 Analisis Dimensi


Analisis Dimensi adalah alat konseptual yang sering diterapkan dalam fisika,kimia, dan teknik untuk memahami keadaan fisis yang melibatkan besaran fisis yang berbeda-beda.

Analisa Dimensi

Suatu besaran dapat dijumlahkan atau dikurangkan apabila memiliki dimensi yang sama. Setiap suku dalam persamaan fisika harus memiliki dimensi yang sama.

1.2

PENGUKURAN DAN KETIDAK PASTIAN


Pengukuran di dalam ilmu fisika merupakan aspek penting. Tidak ada pengukuran yang presisi yang secara mutlak, terdapat ketidakpastian sehubungan setiap pengukuran.

Pemberian hasil suatu pengukuran harus disertai dengan estimasi ketidakpastian ( estimated uncertainty). Misalkan : lebar papan tulis di tulis 5,2 0,1cm. Lebar aktual papan berada di antara 5,1 dan 5,3 cm.

1.3 ANGKA SIGNIFIKAN ( ANGKA BERARATI )


Angka hasil pengukuran yang terdiri dari beberapa angka pasti dan satu angka terakhir yang berupa perkiraan. Aturan penulisan angka penting 1. Semua angka bukan nol adalah angka penting. 2. Angka nol dibelakang angka bukan nol adalah bukan angka penting, kecuali diberi tanda khusus misal garis bawah. 3. Angka nol yang terletak diantara dua angka bukan nol adalah angka penting. 4. Angka nol di depan angka bukan nol adalah bukan angka penting. 5. Angka nol dibelakang tanda desimal dan mengikuti angka bukan nol adalah angka penting.

Hasil perkalian, pembagian, pengurangan dan penjumlahan dua bilangan atau Lebih hendaknya ditulis dalam jumlah angka yang sama dengan jumlah angka Signifikan terkecil dari bilangan induk.

1.5

VEKTOR

Vektor berasal dari bahasa latin yang berarti pembawa. Vektor digunakan untuk menggambar perpindahan suatu partikel atau benda yang bergerak atau juga untuk menggambar suatu gaya. Sebagai contoh untuk vektor, sekaligus sebagai dasar dari konsep vektor, adalah vektor posisi. Untuk menentukan posisi sebuah titik relatif terhadap titik yang lain, kita harus memiliki sistem koordinat. Dalam ruang berdimensi tiga, dibutuhkan sistem koordinat x; y; z untuk mendiskripsikan posisi suatu titik relatif terhadap suatu titik asal (O).

Metode Analitik ( Dua Dimensi ) Penjumlahan vektor vektor yang masing masing diuaraikan dalam komponen komponen vektor arahnya. 2. Perkalian Vektor Ada tiga macam perkalian vektor : 1. perkalian silang (cross product) Perkalian silang dari dua buah vector A dan B dituliskan sebagai A x B ( dibaca A silang B ). Perkalian silang A x B didefinisikan sebagai suatu vector yang tegak lurus pada bidang di mana A dan B berada, dan besarnya sama dengan hasil kali dari besar kedua vector dengan sinus sudut apitnya. Jadi, Jika C = A x B maka C = AB sin 2. perkalian titik ( Dot product ) Perkalian titik dari dua buah vector A dan B dituliskan sebagai A B ( dibaca A titik B). Perkalian titik A B didefinisikan sebagai suatu scalar yang sama dengan hasil kali dari besar kedua vector dengan kosinus sudut apitnya. Sesuai definisinya maka A B = A B cos dan AB=BA

Perkalian langsung (direct product)


Hasil perkalian langsung dua buah vektor adalah sebuah tensor atau matriks. Perkalian ini tidak bersifat komutatif.

Perkalian langsung dua buah vektor satuan tidak memiliki hubungan yang khusus.

Perkalian Titik Unit Vektor :


Perkalian komponen vektor yang sejenis ( searah ) akan menghasilkan nilai 1, seperti : i i = j j = k k = 1. Perkalian komponen vektor yang tidak sejenis ( saling tegak lurus ) akan menghasilkan nilai 0,seperti : i j = j k = k i = 0.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.elsmandagiri.com/fxbab1/1_angka_penting.html http://cobaberbagi.files.wordpress.com/2010/01/fisika-dasar.pdf