You are on page 1of 17

LENTURAN

Pembebanan lentur murni yaitu pembebanan lentur baik akibat gaya lintang maupun momen
bengkok yang tidak terkombinasi dengan gaya normal maupun momen punter. Seperti pada gambar dibawah ini.
q q

(a) Balok Cantilever (b) Balok Di atas Dua tumpuan Pembebanan Lentur

Pemecahan Pendekatan
Pendekatan yang dilakukan untuk pemecahan masalah ini digunakan teori balok menurut
makanika klasik, dikenal dengan pemecahan pendekatan karena persoalannya dideskripsikan secara pasti namun kemudian digunakan asumsi-asumsi. Pendekatan lain adalah penyelesaian menurut teori elastisitas yang dikenal dengan penyelesaian eksak, karena pada pendekatan ini persoalannya disederhanakan namun tidak dilakukan asumsi-asumsi. Untuk kepentingan praktis penyelesaian pendekatan cukup akurat apabila balok tersebut cukup panjang, L 10h, dengan h adalah tinggi balok.

Momen Lentur dan Distribusi Tegangan Normal


Gambar (a) di bawah menunjukkan sebuah balok sebelum mendapatkan pembebanan. Gambar (b)
setelah mengalami perubahan bentuk.
A
xz

r
xz

Mxz
G N gn. y A B

Mxz
L C D

C
x

( (a) Batang Sebelum Terbebani

(b) Batang Setelah Terbebani

Dengan demikian dapat diketahui bahwa serat sepanjang bagian AB

mengalami pembebanan tekan, sedangkan serat sepanjang bagian CD mengalami pembebanan tarik. Kemudian karena serat sepanjang titik berat penampang lintang yaitu GN tidak mengalami perubahan panjang, maka sering disebut dengan garis netral, yaitu suatu bagian yang tidak mengalami tegangan sama sekali, atau tegangannya sama dengan nol.