Вы находитесь на странице: 1из 20

PERANAN SURVEI MODEL DALAM PENENTUAN DESAIN DAN ARAH PASANG GIGITIRUAN SEBAGIAN LEPASAN

KELOMPOK 8

Nama Anggota Kelompok :


Hafizah (110600073) Ulfa Fitria A (110600074) Monica Nindia P (110600075) Rahmi Fitriana (110600076) Agnes Tresnawati (110600077) Elfiza Fetrianis (110600078) Cantika Permata P (110600079) Jessica R Imelda (110600080) Eka Rismi Ayu(110600081) Yulindia Fitri(110600082) Ribka Julia Sihombing(110600083)

PENGERTIAN SURVEI MODEL


SURVEI MODEL
prosedur untuk menentukan dan membatasi kontur dan posisi gigi penyangga serta jaringan yang berhubungan sebelum merancang gigi tiruan.

TUJUAN untuk menentukan arah pemasangan & bidang bidang pengarah (guiding plane) bagi geligi tiruan Untuk menentukan undercut yang dapat digunakan untuk menahan geligi tiruan

SURVEYOR
alat yang digunakan untuk menentukan permukaan yang sejajar dari permukaan gigi

BAGIAN SURVEYOR 1. dasar Horizontal 2. kolom atas 3. Cross arm dengan spindle housing 4. Spindle 5. meja survey Dasar Tilt top

6. alat survey A. Analyzing rodUntuk mengetahui adanya undercut atau tidak


B. Undercut gauges Memberitahu lokasi dengan memberi tanda C. Penanda Carbon [graphite] memberikan garis pada gigi dan permukaan jaringan lunak pada model

CARA MENSURVEI
1. Kuncilah model pada meja titling dari surveyor sehingga bidang oklusal gigi sejajar dengan basis surveyor dan bersudut tegak lurus terhadap rod marker grafit

2. Periksa tanda grafit dan pastikan bahwa tanda ini tidak terhapus dan mempunyai sudut yg lurus serta vertikal 3. Dengan meja terkunci pada posisinya,gerakkan sisi rod marker agar berkontak dengan tiap gigi bergantian dan gerakkan di sekitar gigi dengan rod marker menyentuh model membentuk garis besar dari luas horizontal daerah undercut

Bila undercut gigi-gigi dan jaringan lunak sudah disurvei dalam hubungannya dengan arah pergeseran umum, ganti grafit dengan analysing rod dan tentukanlah arah pemasangan dan pelepasan geligi tiruan (tegak lurus terhadap bidang oklusal) Bila arah pemasangan dan pelepasan dari geligi tiruan sudah ditentukan, model harus disurvai dalam hubungannya dengan arah tersebut, dengan menggunakan marker yang berbeda warnanya dari marker yang digunakan untuk menentukan daerah undercut. Gunakan pengukuran undercut 0,25 mm dan 0,50 mm untuk mengukur kedalaman undercut pada aspek bukal dan lingual dari gigi-gigi yang akan diberi cengkram

Guna survei model dalam pembuatan desain GTSL


Untuk menandai diameter terbesar dari gigi dan jaringan lunak Untuk mengidentifikasi daerah undercut pada gigi dan linggir alveolar dari model Untuk menentukan letak permukaan gigi yang dapat membantu mengarahkan geligi tiruan tiruan sebagaian lepasan ke posisi yg tepat dalam rongga mulut Untuk membantu penentuan desaindab lokasi lengan cengkram yang tepat Untuk memblokir undercut yang tidak diinginkan

Untuk membantu mendefenisikan dimana tepi basis geligi tiruan harus berakhir dalam hubungannya dengan garis survei pada gigi asli dan memastikan bahwa tidak ada celahantara gigi gigi dengan basis tiruan Untuk membantu merencanakan pembuatan geligi tiruan cekat sebelum preparasi gigi Untuk membantu penentuan lokasi dan kesejajaran dari precision attachments Untuk menentukan permukaan sejajar atau permukaan dengan sudut khusus, pada penyangga dan bar dan untuk membuat lubang sejajar.

HUBUNGAN GARIS SURVEY DENGAN LETAK CANGKOLAN


Garis survei adalah sebagai pemisah antara daerah undercut dan non undercut, yang mana ditentukan oleh kedudukan gigi terhadap sumbu tegak lurus gigi. Tiap-tiap gigi mempunyai lingkaran terbesar masingmasing. Setelah didapatkan garis survei gigi penyangga, kita dapat menentukan posisi cangkolan yang tepat pada gigi penyangga dengan melihat daerah undercut dan non undercut yang menguntungkan maupun tidak bagi gigi tiruan tsb.

menempatkan wax atau malam ke daerah yang dapat menghalangi pemasangan gigi tiruan pada master cast.

Daerah undercut yang mempengaruhi arah pasang harus di-blocking out dengan malam. Apabila terdapat indikasi resesi abnormal atau adanya pembentukan poket, maka tepi servikal dari jaringan harus di-blocking out

Cara Blocking Out


1. Satu lembar pelat dasar lilin dengan satu stick lilin inlay hijau meleleh. 2. Wax yang meleleh tersebut diaplikasikan menggunakan spatula. 3. Blocking out wax tidak boleh ditempatkan pada ujung clasp, guiding planes dan diatas garis kontur.

ARAH PASANG GTSL


Ditentukan oleh operator + surveyor arah dimana restorasi harus dimasukkan dan dibuka dari gigi penyangga dipasang sejajar dengan tangan vertikal sewaktu model disurvei.

Kemiringan model
Tilting merubah posisi model yng mana berubah sepanjng axis setiap gigi yang sejajar dalam posisi horizontal TUJUAN Untuk memberikan posisi yang menyimpang dari posisi horizontal guna mencapai arah pasang yang sesuai dengan gigi penyangga dimana gigi penyangga tidak dalam poros vertikal yang sama sehingga sukar dicari permukaan yang sejajar dalam posisi horizontal

POSISI KEMIRINGAN MODEL


Tilting anterior Tilting Poserior
Tilting lateral kanan dan kiri

Bagian posterior dari model gigi diarahkan ke atas. Biasanya digunakan pada kasus I kennedy Bagian anterior dari model gigi diarahkan ke atas. Biasanya digunakan pada kasus IV kennedy
Tilting Lateral kanan dimana bagian kanan model gigi diarahkan kebawah Tilting Lateral kiri dimana bagian kiri model gigi diarahkan kebawah Biasanya digunakan pada kasus dimana salah satu dari gigi penyangga berada diluar lengkung rahang Menggunakan salah satu kemiringan untuk kasus dimana daerah tidak bergigi dibatasi dengan penyangga, maka model harus dimiringkan sehingga gigi penyangga akan menunjukkan dukungan dan retensi yang baik

Tilting Posterior dan anterior

HUBUNGAN TILTING MODEL DENGAN ARAH PASANG


Arah pasang adalah dimana gigi tiruan dipasang ke posisinya pada lengkung rahang. Menurut David M.Watt (1992) arah pasang adalah arah dimana gigitiruan dipasang ke dalam mulut. Arah pasang gigi tiruan bergantung pada kemiringan model

Hubungan tilting model dengan arah pasang yaitu: Tilting anterior arah pasang akan mengarah dari posterior ke anterior, arah lepas dari anterior ke posterior Tilting Posterior arah pasang dari arah anterior ke posterior, arah lepas dari posterior ke anterior Tilting kanan dan kiri arah pasang dari arah kanan ke kiri dan arah lepas dari kiri ke kanan

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH DENGAN ARAH PASANG GTSL


1. GUIDING PLANE
Permukaan proksimal gigi sandaran harus dibuat sejajar sebagai dataran penunjuk ketika pemasangan dan pelepasan gigi tiruan. Guiding plane ini dapat memastikan fungsi clasp termasuk retensi dan stabilisasi.
2. DAERAH RETENTIF daerah retentif ini harus ada yang berfungsi untuk menahan gaya yang melepaskan. ESTETIS
Dalam pemasangan gigi tiruan tidak boleh ada celah anterior. Sehingga faktor estetis ini sangat berperan dalam survei model.

Gigi tiruan ketika dipasang harus bebas dari halangan baik dari gigi penyangga maupun jaringan lunak.Halangan yang terjadi ini dapat diatasi dengan melakukan preparasi gigi.

INTERFERENCE

AKIBAT YANG MUNGKIN DITIMBULKAN JIKA TIDAK DILAKUKAN SURVEI PADA PEMBUATAN GTSL

Cangkolan tidak mempunyai retensi yang baik dan mudah lepas sewaktu berfungsi Adanya kontak yang rapat antara gigi penyangga dan gigi tiruan yang akan menyebabkan pergerakan dalam arah horizontal pada waktu berfungsi Tidak mengetahui arah kemungkinan gigi tiruan terdorong kuat pada jaringan periodontal

DAFTAR PUSTAKA
1. Carr AB, Mcgiveney GP, Brown DT. McCrackenS Removable Partial Prosthodontisc.11 th Ed . 2011. Mosby elsivier. 172-173. 2. Steward KL, Rudd KD Keubler WA, 1983. Clinical Removable Partial Prosthodontics, 1st ed, St. Louis : Mosby Company , PP. 219-45 3. Watt D,MacGregor.Penentuan Desain Geligi Tiruan Sebagian Lepasan. Ahli Bahasa.Lilian Yuwono. Jakarta: Hipokrates,1992: 5671 4. Neill D, Walter J.geligi Tiruan Sebagian Lepasan.Ahli Bahasa.Lilian Yuwono. Jakarta: EGC, 1992:ed(2): 23-27 5. Ahmed T. Surveying Of Partially Edentulous Cast. 2014. (Http://Faculty.Mu.Edu.Sa/Public/Uploads/1367399583.7837surve y.Ppt)

Thank you