You are on page 1of 16

OLEH : K2

PENGARUH APLIKASI PUPUK N, P, K


DENGAN PENAMBAHAN PUPUK
KOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN
TANAMAN JAGUNG

HIPOTESIS :
Penelitian pengaruh penggunaan pupuk N,
P,dan pupuk kompos berpengaruh terhadap
pertumbuhan tanaman jagung
Penelitian pengaruh penggunaan pupuk N, P,
K dan pupuk kompos tidak berpengaruh
terhadap pertumbuhan tinggi tanaman jagung


METODOLOGI


Waktu : 03 Oktober 2013 29 November 2013
Tempat : Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan,
Kabupaten Malang, Jawa Timur dan
Kebun Praktikum Jurusan Tanah
Fakultas Pertanian
Analisa Lab yang dilakukan : Analisis Ph,Analisis N,P,K
total,dan c-Organik




KONDISI UMUM WILAYAH
Secara astronomis jatikerto terletak pada
87'32.84" LS dan 11231'48.76"BT
Jenis Tanah Kecamatan Kromengan adalah
Inceptisol dan Asosiasi Alfisol, dengan nama
great group Typic Tropudalf dan Fluventic
Ustropept
ketinggian tempat 220-400 m
Kondisi umum lahan merupakan lahan bekas
penanaman jagung dan pepaya.
METODE PENELITIAN
ANALISA DASAR Denah Percobaan
ANALISIS Ph

Analisis N total

Timbang 10 gr sample
tanah
Tambahkan aquades
10 ml
Kocok satu
jam
Biarkan 1
hari
Ukur dengan
pH meter
Timbang tanah 0,5 gram
Masukkan dalam tabung
Kjedahl
Tambahkan garam selen
Tambahkan 5 ml H
2
SO
4

Di distruksi selama 15 menit diruang asam lalu didiamkan sampai dingin
Encerkan dengan Aquades 60 ml
Tambahkan 25 ml NaOH
Destilasi dengan Borat 20 ml selama 3 menit sampai berwarna hijau dengan
volume 50 ml
Titrasi dengan NaOH sampai berwarna coklat kemerahan
Analisis P Total
Timbang tanah 2 gram
Taruh dalam Fial Film
Jika pH > 6,5 ditambah larutan Olsen (NaHCO3) lalu dikocok selama 2
jam
Jika pH 5 6,5 ditambah larutan Bray 1 lalu dikocok selama 5 menit
Jika pH < 5 ditambah larutan Bray 2 lalu dikocok selama 5 menit
Disaring dengan kertas Whatman tanpa endapan dan
diambil 5 ml
Tambahkan Aquades 20 ml
Tambahkan Reagen 8 ml ( Ascorbid Acid powder 1,056 g + 200
ml untuk 15 sampel)
Tunggu 30 menit ( menunggu
bereaksi)
Tambahkan larutan sample 3 ml (warna
biru)
Tambahkan Aquades sampai batas 50 ml
Ukur P-tersedia dengan Spektrofotometer
Timbang tanah 1 gram
Taruh dalam Fial Film
Tambahkan NH
4
OAc 20 ml
Lalu dikocok selama 1 Jam
Saring dan ukur K-tersedia dengan alat Spektrofotometer
Jika terlalu pekat lakukan pengenceran ( 2 ml larutan + 10 ml Aquades)
Analisis K total

Analisis C-organik
Timbang tanah 1 gram
Taruh dalam Fial Film
Tambahkan NH
4
OAc 20 ml
Lalu dikocok selama 1 Jam
Saring dan ukur K-tersedia dengan alat Spektrofotometer
Jika terlalu pekat lakukan pengenceran ( 2 ml larutan + 10 ml Aquades)
GRAFIK PERTUMBUHAN TANAMAN

HASIL DAN PEMBAHASAN
0
20
40
60
80
100
Minggu 1Minggu 2Minggu 3Minggu 4Minggu 5Minggu 6
T
i
n
g
g
i

T
a
n
a
m
a
n

Waktu Pengamatan
Grafik Pertumbuhan Tinggi Tanaman
(Jagung)
K2P1U1
K2P1U2
K2P1U3
K2P2U1
K2P2U2
K2P2U3
K2P3U1
K2P3U2
K2P3U3
pada 3 perlakuan dengan
3 kali ulangan, tanaman
yang paling tinggi terdapat
pada perlakuan B3 (BO
20%), A3 (tanpa BO)
Grafik Jumlah Daun

0
2
4
6
8
10
12
Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Minggu 4 Minggu 5 Minggu 6
J
u
m
l
a
h

D
a
u
n

Waktu Pengamatan
Grafik Jumlah Daun
K2P1U1 K2P1U2 K2P1U3 K2P2U1 K2P2U2
K2P2U3 K2P3U1 K2P3U2 K2P3U3
3 perlakuan dengan 3
kali ulangan, tanaman
yang memiliki jumlah
daun paling banyak
terdapat pada tanaman
dengan perlakuan B dan
C. Hal ini dikarenakan
pengaruh bahan
organik yang terdapat
di dalam tanah
meberikan nutrisi
tanaman dalam
pembentukan daun
Tabel hasil pengamatan sebelum dan
sesudah perlakuan

Grafik hasil pengamatan sebelum dan
sesudah perlakuan

0
20
40
60
80
100
120
140
160
180
Sebel
um
A
B
C
Keterangan:
Hasil Analisis
N
i
l
a
i

A
n
a
l
i
s
i
s

Pada perlakuan A dengan
perlakuan tanpa penambahan
bahan organik memberikan
pengaruh penambahan unsure
hara paling sedikit kecuali pada
unsure hara P.
Pada perlakuan B dengan
penambahan bahan organik
20% memberikan pengaruh
paling tinggi dengan
kandungan N (0,307407) dan K
(0,307407).
Pada perlakuan C dengan
penamabahan bahan organik
40% didapatkan kandungan C-
Organik yang paling tinggi.
KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan dan pengamatan tidak terjadi
interaksi beda nyata pada taraf uji F 5% dan 1%
terhadap semua variabel yang diamati
F hitung < nilai F tabel 5%, hal ini sehingga H
0
diterima
dan H
1
ditolak
Berdasarkan pengamatan tinggi tanaman pertumbuhan
dan perkembangan paling baik ditunjukkan pada
perlakuan control dan penambahan 20% bahan organic
jumlah daun paling banyak terdapat pada tanaman
dengan perlakuan B dan C. Hal ini dikarenakan
pengaruh bahan organik yang terdapat di dalam tanah
meberikan nutrisi tanaman dalam pembentukan daun


TERIMAKASIH