You are on page 1of 53

LOGAM CAMPUR /

LOGAM PADUAN / ALLOY


RIRIN FITRI - 160110130079

LOGAM

DEFINISI
Berasal dari bahasa yunani : Metallon

Unsur kimia yang membentuk ion memiliki ikatan logam.


Material opak, merupakan penghantar yang baik untuk panas
dan listrik dan bila dipoles dengan baik dapat memantulkan
cahaya.

SIFAT-SIFAT LOGAM
Keras
Berkilat
Berat
Penghantar panas dan penghantar listrik yang baik
Opaque
Liat dan dapat dibentuk

KLASIFIKASI LOGAM

logam

logam

noble

precious

Non-noble

Non-precious

KLASIFIKASI LOGAM
Logam mulia (noble)

Tahan terhadap oksidasi, tarnish dan korosi selama


pemanasan (pengecoran dan penyolderan) dan di
mulut.
Contoh: Au, Pt, Pd, Ru, Rh, Ir, Os

KLASIFIKASI LOGAM
Logam tidak mulia (non-noble base metal)

Sifat berlawanan dengan noble base metal


Contoh: Ag, Cu, Zn, Co, Ni dan Cr

Perak / Silver

KLASIFIKASI LOGAM
Logam berharga (precious)

Termasuk di dalamnya logam mulia (noble) + perak


(silver/Ag)
Logam tidak berharga (non-precious)
Termasuk di dalamnya seluruh logam base metal
(non-noble) kecuali perak (silver)

Au

meningkatkan ketahanan korosi dan


elongasi

Cr

meningkatkan ketahanan korosi

Ni

meningkatkan ketahanan korosi dan


meningkatkan kekuatan
menimbulkan alergi

FUNGSI ELEMEN-ELEMEN YANG DIGUNAKAN DALAM


LOGAM PADUAN

Pt

meningkatkan kekuatan

Ag

meningkatkan kekuatan,
kekerasan, ketahanan tarnish

meningkatkan kekuatan,
kekerasan, ketahanan tarnish

Cu

FUNGSI ELEMEN-ELEMEN YANG DIGUNAKAN DALAM


LOGAM PADUAN

Pd

meningkatkan kekuatan

Zn

deoxiding agent

Be

meningkatkan castability

FUNGSI ELEMEN-ELEMEN YANG DIGUNAKAN DALAM


LOGAM PADUAN

LOGAM PADUAN

DEFINISI
Logam campur : paduan atau campuran dua logam
atau lebih (atau salah satunya logam) yang saling
melarutkan dalam keadaan cair.
Disebut : Biner bila terdiri dari 2 elemen
Terner bila terdiri dari 3 elemen
Kuartener bila terdiri dari 4 elemen

TUJUAN PENCAMPURAN
Untuk mendapatkan sifat-sifat yang diinginkan

sebab bila logam (tanpa dicampur) banyak


kekurangannya

KLASIFIKASI
Cast dental alloys dapat diklasifikasikan berdasarkan
lima kategori berikut:
1) Kegunaan (inlay all metal, mahkota dan jembatan,
protesa metal-keramik, posts and cores, gigi tiruan
sebagian lepasan, dan implan)
2) unsur utama (gold-base, palladium base, silver
base, nikel base, cobalt base, dan titanium base)

KLASIFIKASI
3) mobility (high noble, noble, dan predominantly

base metal)
4) Tiga unsur utama (emas-paladium-perak,
paladium-perak-timah, nikel-kromium-berilium,
kobalt-kromium-molibdenum, titaniumalumunium-vanadium, atau besi-nikel-kromium)
5) Sistem fase yang dominan (isomorfus, eutetik,
peritetik, atau antarlogam)

TUJUAN PEMBUATAN
Logam campur emas putih

Menggantikan logam campur emas kandungan tinggi

Alumunium Bronze = Orden


Sebagai restorasi yang tahan terhadap korosi
Stainless Steel (Baja tahan karat)

Penggunaan instrumen dan kawat orto

Logam campur CoCr

Merupakan bahan yang sangat keras dan sebagai penanganan


akhir khusus

SIFAT-SIFAT YANG DIINGINKAN


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Tidak mahal
Biokompatibel
Kaku
Kekuatannya tinggi tetapi masih duktil
Mudah untuk di casting
Kepadatannya tinggi
Mempunyai penciutan dan kontraksi yang rendah
saat mendingin

LOGAM PADUAN EMAS

DASAR-DASAR METALURGI
Welding
Yaitu penyambungan dua buah logam tanpa menggunakan
alloy perantara membutuhkan adhesi antara kedua logam
Emas mempunyai keistimewaan , bisa welding pada suhu
kamar untuk menghasilkan suatu restorasi
Pekerjaan pengerasan
Kondensasi yang dilakukan untuk mendapat efek welding pada
suhu kamar menyebabkan logam mengalami pekerjaan
pengerasan memperbaiki kekerasan dan kekuatan serta
mengurangi ductility

BAHAN-BAHAN

Gold foil sheet


Mat gold
Powdered gold
Non-cohesive gold
Direct gold alloy

Gold foil sheet


Diproduksi

dengan cara menggulung dan menempapekerjaan

pengerasan
Tersedia

dalam lembaran,ukuran:1 0 1 , 6 mm 2

Biasanya

dibentuk menjadi silinder atau pellet emas

Mat gold
Diproduksi

dengan cara elektrolisa,kemudian dilakukan compression

dan sintering
Tersedia

dalam bentuk strip emas tipis

Dimanipulasi

dengan cara seperti gold foil

Mengandung sejumlah kecil kalsium,


platinum, dan silver (0,1-5 % satuan berat)
diduga dapat meningkatkan kekerasan dan

Direct gold alloy

kekuatan tanpa memberi pengaruh negatif


terhadap daya tahan korosi
Mengandung gas seperti amonia yang
terabsorpsi pada permukaannya
Kadang digunakan untuk lining

Non-cohesive gold

kavitetmudah beradaptasi dengan dinding


dan dasar kavitet
Diproduksi dengan cara atomisasi logam emas
cair atau dengan presipitasi
Tersedia dalam bentuk pellet,kadang-kadang

Powdered gold

dibungkus gold foil

MANIPULASI

Degassing
Sebelum pemasangan
gold foil ke dalam
kavitet, lakukan
pemanasan
(annealing).
Gunanya untuk
menghilangkan gas
yang terabsorpsi
meningkatkan
kemampuan welding

Pemadatan
Emas dimasukkan ke
dalam kavitet sedikit
demi sedikit diikuti
dengan kondensasi
atau pemadatan

Menyebabkan iritasi gingiva paling kecil


Daya tahan korosi sangat baik
Sangat sedikit terjadi kebocoran marginal di sekeliling tambalan gold foil

Gold foil yang dikondensasi dengan benar kekerasannya hampir sama


dengan inlay emas tipe I
Foil yang dilaminasi platinum menghasilkan restorasi yang lebih keras

Emas murni : 1 9 ,3 2 g/cm3


Gold foil : 1 6 g/cm3
Perbedaan akibat adanya porositas pada gold foil

Sifat-sifat
lain

Sifat-sifat
mekanis

Density

SIFAT-SIFAT

Sifat-sifat logam campur emas tergantung


dari :
1. Komposisi
Dari tipe 1 4 : kandungan Au menurun
Kandungan Cu & Zn meningkat
kekerasan meningkat dan sifat
mekanis pada umumnya meningkat
kecuali elongasi
brittle
2. Perlakuan mekanis
Rolling atau hammering

3. Perlakuan panas
- Pelunakan : pemanasan pada suhu 7050 C
selama 15 menit lalu dilakukan celup
cepat (quenching)
- Pengerasan : pemanasan pada 3700 C
selama 15 30 menit, lalu didinginkan
di udara terbuka
suhu ruang

WHITE ALLOY
Digunakan sebagai pengganti alloy yang mengandung

lebih banyak emas (kandungan emas tinggi) karena


harganya lebih murah
Alloy ini sangat cepat mengalami pengerasan (work
harden)

Komposisi
Au

Ag

Pd

Cu

Zn

30%

35 66%

10 35%

6 25%

Dalam %
rendah
(1%)

Sifat
95

Modulus elastisitas
(Gn/m2)

Lunak

Kondisi

Batas keseimbangan
(MN/m2)

345

Ultimate tensile
strength (MN/m2)

480
12

Densitas (g/cm3)

950 1050

Melting range (0C)

140 170

Hardness (BHN)

Elongasi (%)

Batas keseimbangan
dan ultimate tensile
strength alloy ini lebih
kecil dari alloy emas
tipe IV

NIKEL-CHROMIUM (NiCr)
Komposisi

Nikel 70-80% (sebagian dapat digantikan kobalt)

Chromium 10-25%

Dapat menagndung molybdenum, tungsten,mangan dan


berylium

Kebaikan

Daya tahan korosi baik

Kekurangan

Nikel dapat menimbulkan alergi

Creep selama pembakaran

Berilylium dapat bersifat toksik


Kemungkinan sukar dituang,

porselen hanya sedikit

karena densitas yang rendah dan

Memiliki modulus elastisitas


tinggi
Yield strength tinggi

besarnya pengerutan selama


pendinginan
Sukar diasah dan dihaluskan
Dapat terjadi kegagalan
adhesive bonding dengan
porselen

Kegunaan
Alloy ini dapat digunakan pada
teknik resin bonded bridge

Sebagai bahan restorasi


Stainless steel 18/8 dapat digunakan
sebagai kawat orthodonsia dan dan
pembuatan landasan gigi tiruan

ALUMINUM BRONZE = ORDEN


biasa dipakai dalam kedokteran gigi untuk membuat

pasak cor pada gigi tiruan.


Merupakan logam campuran Cu (tembaga)
Sebagai restorasi
ahan terhadap korosi

Komposisi
Cu
Al
Ni
Fe
Mn

81 88%
7 11%
2 4%
1 4%
% rendah

STAINLESS STEEL
Komposisi : Baja (logam campur Fe & C (2%))
dengan Cr dan Ni
krom oksida (lapisan
pasif)
Tipe : yang sering 18 - 8 karena mengandung :
Cr
18%
Ni
8%
Penggunaan : instrumen
kawat Ortho

LOGAM PADUAN KOBALT KROMIUM (CoCr)

Komposisi : Co
35 65%
Cr
20 35%
Ni
0 30%
Sifat dan penggunaan :
- kaku krn modulus elastisitas 2,5 x alloy emas
- keras
- elongasi : 4%
brittle
- ringan krn density 0,5 x alloy emas
frame RA
- tahan korosi krn ada Cr

implant dental

Manipulasi Logam Paduan Kobalt Kromium


Suhu leleh tinggi : 1250 14500 C
Investment yang digunakan
tahan panas tinggi
yaitu silika atau fosfat bonded
Alat-alat untuk memanaskan :
1. Oksi asetilen : O2
oksidasi
2. Induksi elektrik
Sangat keras
perlu penanganan akhir khusus,
untuk pemolesan menggunakan alat poles elektrik

LOGAM CAMPUR PORSELEN


Yaitu logam campur yang digunakan dalam pembuatan
restorasi porselen
Restorasi logam porselen :
Logam campur kekuatan + Porselen estetik
Persyaratan logam campur :
Tidak mengandung tembaga dan silver hijau pada porselen
Suhu leleh lebih tinggi dari porselen
Kuat, keras, kaku. Bila fleksibel, porselen retak.
Koefisien termal sebanding porselen
Contoh : NiCr, logam campur emas

Sifat Ikatan Logam Porselen


I. Antara porselen dengan logam campur emas
(nobel)
1. Ikatan mekanis
Porselen mengisi kekasaran permukaan logam
mechanical interlocking
2. Ikatan kimia
Logam campur yang mengandung Sn dan
Indium
oksida pada pemanasan
akan berikatan dengan oksida dari porselen

3. Ikatan kompresi
Bila Porselen berkontraksi lebih besar dari
logam, saat porselen membeku akan
menekan logam
ikatan lebih kuat

Gambar Restorasi Logam


Porselen

II. Antara porselen dengan logam campur non


noble (base metal)
Untuk mendapatkan ikatan yang kuat :
Degassing
oksidasi pada permukaan
Bebas dari kontaminan
Sandblasiting
permukaan kasar
ikatan mekanis

Pengujian Kekuatan Ikatan


1. Antara porselen dengan logam campur emas
(nobel)
Retak terjadi pada porselen
ikatan
sangat kuat
2. Antara porselen dengan logam campur non noble
(base metal)
NiCr
Retak pada interface / pertemuan antara
porselen dengan NiCr
kurang kuat

Gambar Kekuatan Ikatan Logam Campur Dan Porselen

INVESTMENT

DEFINISI DAN KOMPOSISI


Definisi

Material keramik yang digunakan untuk membentuk


rongga cetak (mold) , tempat kita melakukan pengecoran
Komposisi :
1. Binder : untuk menyatukan semua komponen
2. Bahan tahan panas (refraktori) : bahan yang
menyebabkan investment tahan terhadap panas &
untukekspansi termal
3. Bahan lain untuksifat yang diinginkan
contoh : sodium klorida, asam borat,
potasium sulfat, grafit dll.

PERSYARATAN
Mudah dimanipulasi
Kuat pada suhu ruangan dan pada suhu tinggi
Saat dipanaskan pada suhu tinggi tidak mengalami dekomposisi
Mempunyai ekspansi yang cukup untuk mengkompensasi penciutan lilin dan logam /
alloy
Berporus agar udara / gas dapat keluar dari rongga cetak saat pengecoran
Dapat menghasilkan permukaan halus dan dapat mengahasilkan daerah yang detail
maupun daerah margin
Mudah dipisahkan dari logam bila selesai pengecoran
Tidak mahal

ADAS NO. 2 tentang investmen untuk logam


campuran emas
1. Tipe 1 : untuk inlay ekspansi termal
2. Tipe 2 : untuk inlay ekspansi higroskopis
3. Tipe 3 : untuk gigi tiruan sebagian (GTS)
ekspansi termal

KLASIFIKASI

Tipe 1

Untuk inlay ekspansi


termal

Tipe 2

Untuk inlay ekspansi


higroskopis

Tipe 3

Untuk gigi tiruan sebagian


(GTS) ekspansi termal

MACAM-MACAM
Gipsum bonded
Fosfat bonded
Silika bonded
Brazing/soldering investment
All ceramic investment

GIPSUM BONDED
Komposisi
Binder

: kalsium sulfat hemihidrat


30 35%

Refraktori : silikon dioksida dalam


bentuk kuartz, kristobalit
atau campurannya 60-65%
Bahan lain : sodium klorida dan asam borat

Sediaan :
Berupa bubuk dengan bahan pengaduk air
W/P ratio pabrik.
Pemanasan :
7000 C sebab kalsium sulfat akan
berdekomposisi menjadi sulfur dioksida atau
sulfur trioksida rapuh.
Penggunaan :
Untuk logam campur emas atau base metal
dengan suhu leleh rendah.

FOSFAT BONDED

Komposisi
Binder

: MgO (basa) dan monnoamonium fosfat (NH 4H2PO4)

Refraktori

: silika kuartz atau kristobalit

Liquid

: air atau khusus (sol silika)

Reaksi

: asam basa sistem binding


binding media dengan filler tertanam
dalam matrix

Penggunaan : logam campur dg suhu leleh


tinggi dan logam porselen