Вы находитесь на странице: 1из 26

ANITA HANDAYANI

041141007
PROGRAM STUDI MAGISTER SAINS MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2013

BAB 1 LATAR BELAKANG


1.1 Pendahuluan
Keputusan struktur modal berkaitan dengan penentuan
proporsi antara utang jangka panjang dan modal sendiri
yang akan digunakan perusahaan baik perusahaan
multinasional dan perusahaan domestik untuk membiayai
kegiatan investasi perusahaan.
Proporsi utang jangka panjang dan modal sendiri baik di
perusahaan multinasional dan perusahaan domestik dapat
dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal.
Faktor internal terkait dengan karakteristik perusahaan itu
sendiri, sedangkan faktor ekstenal terkait dengan
karakteristik negara tempat perusahaan itu berada.

Berdasarkan data empiris menunjukkan bahwa perusahaan


multinasional menggunakan utang jangka panjang lebih
besar yaitu 94% dibandingkan dengan perusahaan domestik
yang sebesar 65% selama tahun 2009-2011.
Perbedaan ini mengimplikasikan bahwa keputusan penentuan
struktur modal perusahaan baik perusahaan multinasional
dan perusahaan domestik dapat dipengaruhi oleh faktor
internal dari perusahaan tersebut
Selain faktor internal keputusan pendanaan perusahaan juga
dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal yang terkait dengan
kondisi negara tempat perusahaan berada. Berdasarkan data
empiris menunjukkan bahwa GDP negara maju lebih kecil
dibandingkan dengan GDP negara berkembang yaitu 0,165
% dan 3,85%, dan inflasi negara maju 0,978% lebih kecil dari
negara berkembang sebesar 3,49%.
Hal ini mengimplikasikan bahwa pertumbuhan perekonomian
yang baik pada suatu negara dapat memengaruhi keputusan
pendanaan perusahaan baik perusahaan multinasional dan
perusahaan domestik yang ada di negara tersebut

1.2 Rumusan Masalah

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Penelitian Terdahulu
1. Mari Avarmaa (2011)
Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat perbedaan
yang signifikan leverage perusahaan multinasional dan
domestik di negara Baltik, yaitu perusahaan multinasional
lebih banyak menggunakan leverage keuangan
dibandingkan dengan perusahaan domestik
2. Shumi Akhtar (2009)
Hasil penelitian menyatakan bahwa perusahaan
multinasional Jepang memiliki leverage keuangan yang kecil
dibandingkan dengan perusahaan domestik Jepang.

BAB 3 RERANGKA KONSEPTUAL


3.1 Rerangka Konseptual
1. Perbedaan struktur modal antara perusahaan
multinasional dan domestik di negara maju

2. Perbedaan struktur modal antara

perusahaan multinasional dan domestik di


negara berkembang

3. Perbedaan struktur modal perusahaan

multinasional di negara maju dan


berkembang

4. Perbedaan struktur modal perusahaan


domestik di negara maju dan berkembang

5.
Pengaruh Karakteristik Perusahaan dan
Negara terhadap struktur modal

3.2 Hipotesis

3.2 Hipotesis (Lanjutan)

3.3 Model Analisis


1. Permasalahan 1-4 menggunakan analisis
perbandingan yaitu uji beda
2. Permasalahan 5 menggunakan regresi data
panel

BAB 4 METODE
PENELITIAN

4.1 Pendekatan Penelitian


Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah
pendekatan kuantitaif.
4.2 Populasi dan Sampel
Populasi-perusahaan unggulan yang terdaftar di masingmasing pasar modal yang ada di negara maju dan
berkembang.
sampel-LQ 45 Indonesia, FTSE Bursa Malaysia KLCI Malaysia,
SET 50 Thailand, PSEi 30 Filipina, DJIA Amerika, TOPIX 70
Jepang, DAX 30 Jerman, dengan teknik purposive sampling.

4.3

Variabel Penelitian dan Definisi Operasional

1. Struktur Modal, merupakan proporsi penggunaan utang jangka

panjang dibandingkan dengan equity. Pada penelitian ini struktur


modal diukur dengan menggunakan rumus :
Struktur modal =

2. Firm age, merupakan jangka waktu perusahaan dari mulai berdiri

sampai dengan periode penelitian yaitu 2009-2011. Usia perusahaan


di dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan rumus :
Age = Ln(age firm, in years from date of incorporation)

3. Firm size, merupakan besar kecilnya perusahaan berdasarkan total

asset perusahaan selama periode penelitian yaitu 2009-2011.


Ukuran perusahaan di dalam penelitian ini diukur dengan
menggunakan rumus :
SIZE = Ln(total asset)
4. Tangibility, merupakan aset tetap berwujud yang bisa digunakan
oleh perusahaan sebagai jaminan kepada kreditur selama periode
penelitian yaitu 2009-2011. Tangibility di dalam penelitian ini diukur
dengan menggunakan rumus :
Tangibility =

5. Profitability, merupakan kemampuan suatu

perusahaan untuk menghasilkan laba dengan


asetnya selama periode tertentu yaitu selama
periode penelitian 2009-2011. Profitabilitas didalam
penelitian ini diukur dengan menggunakan rumus :
ROA =

6. Gross Domestic Product, merupakan

pertumbuhan perekonomian suatu negara yang


diukur dengan persentase pertumbuhan GDP
selama periode penelitian yaitu 2009-2011 yang
diperoleh dari world bank.
7. Inflasi, merupakan suatu keadaan perekonomian
yang ditandai dengan kenaikan harga secara terusmenerus dan bersamaan, yang diukur dengan
tingkat persentase inflasi selama periode yaitu
2009-2011 yang diperoleh dari world bank.

4.4 Jenis dan Sumber Data


Data sekunder dalam penelitian ini berupa
laporan keuangan tahunan dari LQ 45
Indonesia, FTSE Bursa Malaysia KLCI Malaysia,
SET 50 Thailand, PSEi 30 Filipina, DJIA Amerika,
TOPIX 70 Jepang, DAX 30 Jerman, serta GDP
dan inflasi yang berupa data tahunan yang
diperoleh dari Worldbank selama periode
penelitian yaitu 20092011

4.5 Prosedur Pengumpulan Data


Teknik pengumpulan data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi.
yaitu dengan mengumpulkan data sekunder
berupa laporan keuangan ( neraca , laporan
laba / rugi, ) dan data untuk GDP dan inflasi
yang kemudian diolah dan dianalisis secara
kuantitatif.

4.6 Teknik Analisis

BAB 5 PEMBAHASAN
5.1 Gambaran umum obyek penelitian
Obyek penelitian adalah perusahaan
unggulan yang dibagi dalam kelompok
perusahaan multinasional dan domestik
yang terdaftar di masing-masing negara
maju dan berkembang selama periode
penelitian.

PEMBAHASAN (Lanjutan)
Tabel 5.2 Hasil Uji Beda Struktur Modal Perusahaan Multinasional dan Domestik di Negara Maju
dan Berkembang
Independent Samples Test
Struktur
Modal
Perusahaan
Maju
Berkembang

Negara
MNC
DC
MNC
DC

t-test for
Equality of
Mean
Means
Sig
1,2026
0,001
0,6383
0,6565
0,638
0,6084

Tabel 5.3 Hasil Uji Beda Struktur Modal Perusahaan Multinasional dan Domestik di Negara Maju
dan Berkembang
Independent Samples Test
Struktur
Modal
Perusahaan
MNC
DC

Negara
Maju
Berkembang
Maju
Berkembang

t-test for
Equality of
Mean
Means
Sig
1,2026
0,000
0,6084
0,6363
0,909
0,6565

PEMBAHASAN (Lanjutan)
Tabel 5.4 Hasil Regresi Perusahaan Multinasional dan Domestik di Negara Maju
Negara Maju
Variabel

Multinasional

Domestik

Pengaru
h

Probabilitas

Pengaruh

tidak signifikan

tidak
signifikan

signifikan

signifikan

signifikan

tidak
signifikan

tidak signifikan

tidak
signifikan

GDP

tidak signifikan

signifikan

INFLASI
R-squared

signifikan

signifikan

AGE
ROA
SIZE
TANG

Durbin
watson

Probabilitas

0.324685

R-squared 0.311505

1.171708

Durbin
watson

1.067978

PEMBAHASAN (Lanjutan)
Tabel 5.5 Hasil Regresi Perusahaan Multinasional di Negara Maju dan Berkembang
Multinasional
Variabel

Negara Maju
Pengaruh

Probabilitas

Negara Berkembang
Pengaruh

Probabilitas

tidak
signifikan

tidak
signifikan

ROA

signifikan

signifikan

SIZE

signifikan

signifikan

tidak
signifikan

signifikan

tidak
signifikan

tidak
signifikan

signifikan

Tidak
signifikan

AGE

TANG
GDP
INFLASI
R-squared

0.324685

R-squared

0.353412

Durbin

1.171708

Durbin

1.604521

Kesimpulan

Saran

TERIMA KASIH