You are on page 1of 38

FCTC:

Sejarah, Pengaturan dan


Urgensi untuk Indonesia
HERY CHARIANSYAH, SH., MH.
Komnas Pengendalian Tembakau
RAYA Indonesia
(Rumah Kajian dan Advokasi Kerakyatan)

Framework Convention on
Tobacco Control
FCTC adalah konvensi yang berdasar bukti
ilmiah mengenai peranan tembakau dalam
meningkatkan epidemi Penyakit Tidak
Menular (NCD), terutama di negara
berkembang
Merupakan pengukuhan hak setiap orang
untuk mencapai derajat kesehatan yang
setinggi-tingginya
Sebagai evidence based respons terhadap
epidemi global penyakit akibat tembakau

Sejarah FCTC
Tahun 1992, WHO menyelenggarakan
Conference on Tobacco or Health di Argentina
Mai 1996 Sidang Umum WHO memberi
mandat kepada Direktur Jenderal WHO untuk
menyusun kerangka perjanjian multilateral
(convention) untuk mengendalikan tembakau
Tahun 1999 Framework Convention on
Tobacco Control (FCTC) disusun Melalui 6 kali
pertemuan negosiasi (INB)
Disahkan dalam Sidang Umum WHO tahun
2003

INDONESIA BERPARTISIPASI DALAM


SEMUA NEGOSIASI FCTC 2000 - 2003
Pemerintah Indonesia
berpartisipasi penuh dalam
SEMUA 6 pertemuan di Jenewa
untuk merancang & menyetujui
Teks FCTC
Total perwakilan pemerintah
dalam 6 pertemuan 42 pejabat

KEHADIRAN INDONESIA DALAM


NEGOSIASI FCTC (INB) 2000 2003, JENEWA
Pertemuan Negosiasi
Tanggal
FCTC di Jenewa
1st INB
16-21 Oct 2000

Delegasi Indonesia yang Hadir


Total 6 delegasi

2nd INB

30 Apr 5 May 2001 Total 4 delegasi

3rd INB

22 - 28 Nov 2001

Total 5 delegasi

4th INB

18-23 Mar 2002

Total 8 delegasi

5th INB

14-25 Oct 2002

Total 9 delegasi

6th INB

17-28 Feb 2003

Total 10 delegasi

Sikap Dunia Terhadap


FCTC
Sampai akhir tahun 2013 sudah ada 176
negara (dari 190) anggota WHO yang
menanda tangani
Di Asia tinggal Indonesia yang belum
menanda tangani dan tidak menjadi party
sehingga tidak diikutkan dalam Conference
of the Parties untuk membahas langkahlangkah lanjutan FCTC

Negara yang Belum


Tandatangan dan Ratifikasi
FCTC
Sampai saat ini, ada 16 Negara yang belum Ratifikasi
FCTC, tetapi 7 Negara diantaranya sudah Tandatangan.

Belum Ratifikasi Tapi


Sudah Tandatangan

Belum Ratifikasi Juga


Belum Tanda Tangan

Argentina

Andora

Kuba

Dominican Republic

Haiti

Eritrea

Maroko

Indonesia

Mozambik

Liechtenstein

Swiss

Malawi

USA

Monaco
Somalia
Sudan Selatan

Urgensi Indonesia Aksesi FCTC

KOMPOSISI SEBATANG ROKOK


Nikotin
Arsenic
Cadmium
Ammonia
Tar
Napthelene
Lead
Acetic acid

Racun serangga
Racun Tikus
Baterai mobil/aki
Pembersih toilet
Aspal
Kapur barus
Cat
Cat rambut

Aceton

Cat kuku

Benzene

Semen

Butane

Korek api gas

Hydrazine

Bakar pesawat

Formaline

Pengawet mayat

Polonium 210

Elemen
radioaktif
Bahan pembuat
lilin
Lem perekat

Stearic acid
Toluene

Carbon Monoxide Asap knalpot


Hydrogen
cyanide
Menthol

Gas racun

Phenol

Pembuat plastic

Obat bius

Undang-Undang Cukai
UU No.39 Tahun 2007 Tentang Perubahan atas UU No
11 Tahun 1995 tentang CUKAI Pasal 2 ayat (1):
Barang-barang tertentu yang mempunyai sifat atau
karakteristik:
Konsumsinya perlu dikendalikan;
Peredarannya perlu diawasi;
Pemakaiannya berdampak negatif bagi
masyarakat atau lingkungan hidup
Pemakaiannya perlu pembebanan pungutan
negara demi keadilan dan keseimbangan
Dikenai cukai berdasarkan undang undang ini

Rokok Sebagai Faktor Resiko

GENERASI MUDA DALAM


PANDANGAN INDUSTRI ROKOK
Serangkaian Penelitian Terhadap Anak Muda

(Berderap Memangsa Kaum Muda, Mardhiyah Chamim,


2007):
Memo internal Young adult smokers lifestyle and
attitudes No. Kode 6800696085/6094 tentang hasil
riset Kenyon & Eckhard Advertising:
- Merokok adalah perilaku group
- Kecenderungan remaja untuk memberontak
- Remaja suka tantangan

Remaja hari ini adalah calon


pelanggan tetap hari esok karena
mayoritas perokok memulai merokok
ketika remaja.. (Laporan Peneliti Myron E. Johnson ke
Wakil Presiden Riset dan Pengembangan Phillip Morris)

Perokok remaja telah menjadi


faktor penting dalam
perkembangan setiap industri rokok
dalam 50 tahun terakhir. Perokok
remaja adalah satu-satunya sumber
perokok pengganti. Jika para remaja
tidak merokok maka industri akan
bangkrut sebagaimana sebuah
masyarakat yang tidak melahirkan
generasi penerus akan punah.. (Perokok
Remaja: Strategi dan Peluang, R.J Reynolds Tobacco Company Memo

Generasi Muda Target Industri


Rokok
Substitusi
Remaja adalah target pasar untuk
menggantikan perokok senior yang sudah
meninggal atau berhenti merokok
Kontinuitas
Semakin dini remaja merokok, semakin besar
keuntungan bagi industri rokok (basis konsumen
jangka panjang)
Loyalitas
Remaja sangat loyal terhadap merek rokok yang
dihisapnya

STRATEGI INDUSTRI ROKOK


MENJUAL KEMATIAN

Iklan Rokok

Remaja Terpapar Iklan Rokok di


Semua Media
92% anak usia 13-15 tahun melihat iklan rokok di televisi
99,6% anak usia 13-15 tahun melihat iklan rokok di
media luar ruang
25% anak usia 13-15 tahun melihat iklan rokok di media
cetak

Komisi Nasional Perlindungan Anak 2012, Survey Cepat di 10 Kota

Musik
Musik memiliki pesona
universal dan
berpengaruh kuat untuk
membidik target pasar
remaja
(Dokumen Internal Perusahaan Rokok Kent
No. 5000010132)
Berderap Memangsa Kaum Muda, Mardhiyah
Chamim, 2007

Menjajakan nikotin

Olah Raga
Olah raga adalah cara
terbaik menarik perhatian,
memberi contoh dan
mempengaruhi target pasar
kita
(Dokumen Internal Phillip Morris)
Berderap Memangsa Kaum Muda, Mardhiyah
Chamim, 2007

Membangun Dukungan Melalui


CSR
Target group:
- Masyarakat miskin
- Civitas akademika
- Media

Strategi membangun
imej good corporate
citizen
Strategi
menarik
simpati masyarakat

Industri Rokok mempromosikan produknya secara


sistematis dan masif serta menggunakan strategi
subliminal advertising yaitu sebuah teknik yang
memaparkan individu dengan isi pesan yang
dilakukan berulang-ulang sehingga tanpa sadar
telah membuat individu tersebut mengingat isi
pesan dalam iklan dan pada akhirnya membentuk
sebuah hubungan yang kuat dan irasional antara
emosi individu dengan produk yang diiklankan.

Masyarakat dan Anak-anak menganggap


rokok sebagai produk yang biasa, normal,
menarik, baik hati, berdampak positif, dan
seperti yang diiklankan

Rokok Dianggap Normal?


Orang merokok dimana saja
Rokok dapat dibeli dimana saja
Rokok dapat dibeli oleh siapa saja (termasuk
anak-anak)

HASILNYA: Prevalensi Perokok


Terus Meningkat
PREVALENSI PEROKOK

Data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan

Umur Mulai Merokok di Indonesia


(Data RISKESDAS 2013)
USIA

LAKI-LAKI

PEREMPUAN

5 9 Thn

1,5 %

1,4 %

10 14 Thn

18,1 %

9,3 %

15 19 Thn

57,3 %

29,2 %

20 24 Thn

16,1 %

18,6 %

FCTC Sebagai Jawaban

Tujuan FCTC
Untuk melindungi generasi sekarang dan
masa depan dari kehancuran
kesehatan, konsekuensi sosial, lingkungan
dan ekonomi konsumsi tembakau
dan paparan asap tembakau ...
untuk mengurangi secara terus-menerus
dan secara substansial prevalensi
konsumsi tembakau dan paparan asap
tembakau. "
( Pasal 3)

Inti FCTC
Mengendalikan/mengurangi konsumsi produk
tembakau melalui:
1. Mekanisme harga dan cukai
2. Non-price measures:
Perlindungan dari asap tembakau
Pengaturan tentang isi produk tembakau
Pengaturan kemasan rokok
Pendidikan masyarakat
Pengaturan tentang iklan dan sponsorship
Pertolongan kepada yang ingin berhenti
merokok

Inti FCTC
3. Pengendalian supply/akses terhadap rokok

Menghentikan penyelundupan dan


perdagangan gelap produk tembakau
Melarang penjualan rokok kepada anak-anak
Mengadakan kegiatan peralihan
(pertanian/industri tembakau) yang secara
ekonomis akan viable

Prinsip-prinsip
Pemberian informasi mengenai risiko
kesehatan, sifat ketagihan, dan ancaman
kematian akibat mengkonsumsi rokok dan
asap rokok, termasuk risiko khusus yang
berkaitan dengan jender
Berkomitmen untuk melindungi setiap
orang dari pengaruh asap rokok
Mencegah bukan perokok agar tidak mulai
merokok

Prinsip-prinsip
Mendorong partisipasi masyarakat dalam
pengendalian konsumsi produk tembakau
Tindakan multisektoral menyeluruh untuk
menurunkan konsumsi produk tembakau di
tingkat nasional, regional dan internasional
untuk mencegah timbulnya penyakit,
kecacatan dan kematian dini akibat
mengkonsumsi produk tembakau

Prinsip-prinsip
Kerjasama internasional khususnya alih
teknologi, pengetahuan, bantuan keuangan
dan penyediaan tenaga ahli untuk
menyusun program pengendalian
tembakau yang efektif dengan
memperhatikan budaya setempat
Kerjasama bantuan teknis dan keuangan
untuk transisi ekonomi para petani dan
pekerja di bidang tembakau

Perjanjian mengikat secara


hukum pada negara-negara
yang meratifikasinya
Tanggung jawab akan
berada di pemerintah untuk
mengimplementasikan FCTC
dan protokol terkait
Conference of Parties (COP)
badan untuk memantau
pelaksanaan & kepatuhan

Photo: FCA

APAKAH FCTC MENGIKAT SECARA


HUKUM?

6 INB sessions in Geneva


Convention Secretariat in WHO

TERIMAKASIH...