You are on page 1of 18

Analisa Kebijakan Publik di Bidang Kesehatan

Permenkes No.99/2015 :
Pelayanan Kesehatan
pada Jaminan Kesehatan Nasional

Alissa Nindyakirana, dr
NPM :158020138
Manajemen Administrasi Rumah Sakit
Pascasarjana UNPAS Angkatan X
Pembimbing :
Dr. H. Hanny Rono S, dr, SpOG, M.M.

Riwayat Penulis
Nama : Alissa Nindyakirana
Tempat/tgl lahir
: Bandung, 22 Mei 1983
Status menikah
: Menikah
Alamat : Jl. Omega No 16
Cigadung II - Bandung
Riwayat pendidikan : Fakultas Kedokteran
Universitas Sumatera Utara
Riwayat pekerjaan :
RS Boloni-Medan
RS Adenin-Adenan Medan
RS Hermina Arcamanik-Bandung
RSIA Hermina Pasteur-Bandung

LATAR BELAKANG

Jaminan Kesehatan
Nasional
Bagian dari SJSN UU NO.40 Thn 2004
Asuransi kesehatan sosial yang bersifat
wajib
Bertujuan untuk memenuhi kebutuhan
dasar kesehatan masyarakat yang
layak yang diberikan kepada setiap
orang yang telah membayar iuran /
dibayar oleh pemerintah

Dasar Hukum

Hasil Survey

survey melalui kuesioner tertulis dilakukan kepada 28 orang


karyawan rsia Herrmina Pasteur, di bagian penunajng Medis
(Farmasi dan Rehabilitasi Medis)

Perubahan
Permenkes 71/2013
1. Pasal 3
99/2015
Laboratorium sederhana di PPK 1 Laboratorium Pratama
di PPK 1
2. Pasal 4A
BPJS (Faskes yang sudah kerjasama) dilaporkan ke
Pemda
3. Pasal 5
Kerjasama BPJS-Faskes : .. Kapasitas fasilitas kesehatan,
serta jumlah penduduk
4. Pasal 8, ayat 2 dihilangkan ayat 1
Dalam rangka pemberian pelayanan kebidanan di suatu
wilayah tertentu, BPJS Kesehatan dapat bekerja sama
dengan praktik bidan.

Permenkes 71/2013
99/2015

5. Pasal 9
ayat 2a kredensialing melibatkan Dinkes /
Asosiasi FasKes
ayat 2b bila Dinkes/Asosiasi Faskes tidak
terlibat dalam kredensialing terlibat dalam
menetapkan hasil
6. Pasal 16
cakupan pelayanan non spesialistik di PPK 1
transfusi darah (X)

Permenkes 71/2013
99/2015

7. Pasal 15A

Fasilitas Kesehatan
wajib
memberikan
informasi
mengenai hak dan
kewajiban pasien,
termasuk
pelayanan JKN
* survey melalui kuesioner tertulis dilakukan kepada 28 orang
karyawan rsia Herrmina Pasteur, di bagian penunajng Medis
(Farmasi dan Rehabilitasi Medis)

8.

Permenkes 71/2013
99/2015
Pasal 22A

Informasi ketersediaan ruang rawat inap untuk JKN


9. Pasal 25
memperlancar penyediaan obat rujuk balik BPJS
kerjasama dg apotek, ruang farmasi/instalasi farmasi
di PPK1 yg mudah diakses
10.Pasal 32 A
Pelayanan non kapitasi di jejaring faskes BPJS
membayarkan langsung kepada jejaring faskes tersebut
11.Pasal 39
BPJS Kesehatan wajib melaporkan hasil Utilization
Review secara berkala kepada Menteri dan DJSN.

Permenkes 71/2013
99/2015
12.Pasal 39A & 39B
39A : Peserta/masyarakat dapat menyampaikan
pengaduan thd JKN disampaikan kepada
FASKES/BPJS, dikelola bersama-sama. Dinkes
melakukan pengawasan thd pengelolaan
pengaduan
39B : Faskes & BPJS mekanisme pengelolaan
pengaduan yang cepat dan tuntas

Permenkes 71/2013
99/2015
13.Pasal 41
jangka waktu harus
terakreditasinya faskes
untuk dapat
bekerjasama dengan
BPJS.
PPK 1 7 tahun (s.d.
sebelum 1 Januari 2023)
PPK 2, 3 5 tahun (s.d
sebelum 1 Januari 2021)

Sumber data : KARS 2015

survey melalui kuesioner tertulis dilakukan kepada 28 orang


karyawan rsia Herrmina Pasteur, di bagian penunajng Medis
(Farmasi dan Rehabilitasi Medis)

KESIMPULAN & SARAN


Permenkes 99 tahun 2015 dibuat untuk
memperbaiki sistem pelayanan Jaminan Kesehatan
Nasional, agar target Universal Coverage pada
tahun 2019 dapat tercapai
Evaluasi dan perbaikan pelayanan JKN harus terus
dilakukan untuk mengejar target yang ditentukan
Sosialisasi mengenai Peraturan baru sebaiknya
dibuat sistem agar institusi yang terkait
tersosialisasi
Sebaiknya ada peraturan mengenai standar
pelayanan pasien di ruang intensif yang lebih
detail

TERIMAKASIH