You are on page 1of 23

PEMBUATAN KEPUTUSAN

SECARA ETIS

Yustiana Olfah, M.Kes.


Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

TEORI DASAR PEMBUATAN


KEPUTUSAN

Teori dasar/prinsip etika merupakan penuntun


untuk membuat keputusan etis praktik
profesional
Teori etik digunakan dalam pembuatan
keputusan bila terjadi konflik antara prinsip
dan aturan
Klasifikasi teori etik : teori teleologi dan
deontologi

TELEOLOGI

Teleologi berasal dari bahasa Yunani telos berarti


akhir
Teleologi dan utilitarianisme sering digunakan saling
bergantian
Teleologi merupakan suatu doktrin yang menjelaskan
fenomena berdasarkan akibat yang dihasilkan atau
konsekuensi yang dapat terjadi
Merupakan pendekatan The end justifies the means
atau makna dari suatu tindakan ditentukan oleh
hasil akhir yang terjadi
Pencapaian hasil dengan kebaikan maksimal dan
ketidakbaikan sekecil mungkin bagi manusia

TELEOLOGI

Teleologi atau utilitarianisme dibedakan menjadi rule


utilitarianisme dan act utilitarianisme
Rule utilitarianisme berprinsip bahwa manfaat atau nilai
suatu tindakan bergantung pada sejauh mana tindakan
tersebut memberikan kebaikan atau kebahagiaan pada
manusia
Act utilitarianisme bersifat lebih terbatas, tidak melibatkan
aturan umum, tetapi berupaya menjelaskan pada suatu
situasi tertentu dengan bertimbangan terhadap tindakan apa
yang dapat memberikan kebaikan sebanyak-banyaknya atau
ketidakbaikan sekecil-kecilnya kepada individu
Contoh penerapan teori ini : bayi yang lahir cacat lebih baik
diijinkan meninggal dari pada nantinya menjadi beban
masyarakat

DEONTOLOGI (FORMALISME)

Berasal dari bahasa Yunani, deon berarti tugas


(berprinsip pada aksi atau tindakan)
Kant, menyatakan bahwa benar atau salah
bukan ditentukan oleh hasil akhir atau
konsekuensi dari suatu tindakan melainkan oleh
nilai moralnya
Tindakan melakukan tanggung jawab moral
merupakan penentu apakah tindakan tersebut
secara moral benar atau salah

DEONTOLOGI (FORMALISME)

Berasal dari bahasa Yunani, deon berarti tugas


(berprinsip pada aksi atau tindakan)
Kant, menyatakan bahwa benar atau salah bukan
ditentukan oleh hasil akhir atau konsekuensi dari
suatu tindakan melainkan oleh nilai moralnya
Tindakan melakukan tanggung jawab moral
merupakan penentu apakah tindakan tersebut secara
moral benar atau salah
Prinsip moral atau yang terkait dengan tugas harus
bersift universal, tidak kondisional den imperatif

DEONTOLOGI (FORMALISME)

Contoh : seorang perawat yang yakin bahwa


klien harus diberi tahu tentang yang sebenarnya
terjadi walaupun kenyataan tersebut sangat
menyakitkan
Contoh lain : seorang perawat menolak
membantu pelaksanaan abortus karena
keyakinan agamanya melarang tindakan
membunuh

DEONTOLOGI (FORMALISME)

Secara luas teori deontologi dikembangkan


menjadi lima prinsip penting :
o Kemurahan hati (Benefience)
o Keadilan (Justice)
o Otonomi
o Kejujuran (Veracity)
o Ketaatan (Fidelity)

KEMURAHAN HATI (BENEFIENCE)

Prinsip kemurahan hati adalah tanggung jawab


untuk melakukan kebaikan yang
menguntungkan klien dan menghindari
perbuatan yang merugikan atau membahayakan
klien
Prinsip ini sering kali sulit diterapkan dalam
praktik keperawatan
Contoh : perawat menasihati klien tentang
program latihan untuk memperbaiki kesehatan
secara umum, tetapi tidak seharusnya
melakukan apabila klien dalam keadaan risiko
serangan jantung

KEMURAHAN HATI (BENEFIENCE)

Megan, menyatakan bahwa proses


pengembangan nilai individu adalah sebagai
berikut :

Menghargai : 1) menjunjung dan menghargai


keyakinan dan perilaku seseorang, 2) menegaskan di
depan umum bila diperlukan
o Memilih : 3) memilih dari berbagai alternatif,4)
memilih setelah mempertimbangkan
konsekuensinya, 5) memilih secara bebas
o Bertindak : 6) bertindak, 7) bertindak sesuai dengan
pola, konsistensi, dan repetisi (mengulang yang telah
disepakati)
o

KEADILAN (JUSTICE)

Prinsip keadilan adalah mereka yang sederajat harus


diperlakukan sederajat, sedangkan yang tidak
sederajat diperlakukan secara tidak sederajat, sesuai
dengan kebutuhan mereka
Ketika seseorang mempunyai kebutuhan kesehatan
yang besar harus mendapatkan sumber kesehatan
yang besar pula
Kegiatan alokasi dan distribusi sumber
memungkinkan dicapainya keadilan dalam
pembagian sumber asuhan kesehatan kepada klien
secara adil sesuai kebutuhan

OTONOMI

Prinsip otonomi menyatakan bahwa setiap


individu mempunyai kebebasan untuk
menentukan tindakan atau keputusan
berdasarkan rencana yang mereka pilih
Masalah yang muncul dari penerapan prinsip ini
adalah adanya variasi kemampuan otonomi
klien yang dipengaruhi oleh banyak hal (tingkat
kesadaran, usia, penyakit, lingkungan rumah
sakit, ekonomi, tersedianya informasi, dll)

KEJUJURAN (VERACITY)

Prinsip kejujuran adalah menyatakan hal yang


sebenarnya dan tidak bohong
Kejujuran harus dimiliki perawat saat
berhubungan dengan klien
Kejujuran merupakan merupakan dasar
terbinanya hubungan saling percaya
Perawat sering tidak memberitahukan kejadian
yang sebenarnya pada klien yang sakit parah
Penelitian pada klien terminal menjelaskan
bahwa klien ingin diberi tahu tentang
kondisinya secar jujur (Veactch, 1978)

KETAATAN (FIDELITY)

Prinsip ketaatan adalah tanggung jawab untuk


tetap setia pada suatu kesepakatan
Tangung jawab dalam konteks hubungan
perawat klien meliputi tanggung jawab menjaga
janji, mempertahankan konfidensi, dan
memberikan perhatian/kepedulian
Kesetiaan perawat terhadap janji mungkin tidak
mengurangi penyakit atau mencegah kematian
tetapi akan mempengaruhi kehidupan klien dan
kualitas kehidupannya

UNSUR UTAMA YG TERLIBAT DLM


PEMBUATAN KEP. & TINDK. MORAL

Unsur yg mempengaruhi kerangka pemb. keputusan :


Nilai dan kepercayaan pribadi
o Kode etik keperawatan
o Konsep moral keperawatan
o Teori prinsip etika
o

Kerangka pembuatan keputusan


Keputusan dan tindakan moral

KERANGKA PEMBUATAN KEPUTUSAN


Pengenalan Dilema Etika Keperawatan

Mengumpulkan Data Aktual Yang Relevan


Menganalisis dan Mencari Kejelasan Individu yang Terlibat
Mengonsep dan Mengevaluasi Argumentasi Untuk Setiap
Isy dan Membuat Alternatif
Mengambil Tindakan

Mengadakan Evaluasi

Pertanyaan dasar etika menurut Fry


Hal apakah yang membuat tindakan benar apakah
benar?
Jenis tindakan apa yang benar ?
Bagaimanakah aturan-aturan dapat diterapkan
pada situasi tertentu?
Apakah yang harus dilakukan pada situasi tertentu?

Berikut akan dibahas tentang berbagai model


pengambilan keputusan etis keperawatan yang
dikembangkan oleh Thomson dan Jameton:

MODEL PENYELESAIAN MASALAH ETIK


KEPERAWATAN (METODE JAMETON)

Model I : Enam Tahap

Identifikasi masalah
Perawat harus mengumpulkan data tambahan
Perawat harus mengidentifikasi semua pilihan
semua pilihan atau alternatif secara terbuka kepada
pembuat keputusan
Perawat harus memikirkan masalah etis secara
berkesinambungan
Pembuat keputusan harus membuat keputusan
Melakukan tindakan dan mengkaji keputusan dan
hasil

MODEL PENYELESAIAN MASALAH ETIK


KEPERAWATAN (METODE JAMETON)

Model II : Tujuh Tahap

Mengenal dengan tajam masalah yang terjadi


Mengumpulkan data atau identifikasi informasi
Menganalisis data
Mencari kejelasan konsep etika
Mengonsep argumentasi
Mengambil keputusan
Mengevaluasi

MODEL PENYELESAIAN MASALAH ETIK


KEPERAWATAN (METODE JAMETON)

Model III : Model Keputusan Bioetis

Tinjau ulang situasi yang dihadapi


Kumpulkan informasi tambahan untuk memperjelas
situasi
Identifikasi aspek etis dari masalah yang dihadapi
Ketahui atau bedakan posisi pribadi dan posisi
moral profesional
Identifikasi konflik-konflik nilai bila ada
Gali siapa yang harus membuat keputusan
Identifikasi tentang tindakan dan hasil yang
diharapkan
Tentukan tindakan dan laksanakan
Evaluasi hasil dari keputusan/tindakan

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


PENGAMBILAN KEPUTUSAN ETIS DALAM
PRAKTIK KEPERAWATAN

Faktor agama dan adat istiadat


Faktor sosial
Faktor ilmu pengetahuan dan tekhnologi
Faktor legislasi dan keputusan yuridis
Faktor dana/keuangan
Faktor pekerjaan
Kode etik keperawatan
Hak-hak klien

KONSEP MORAL DALAM PRAKTIK


KEPERAWATAN

Advokasi
Sering digunakan dalam konteks hukum yang berkaitan
dengan upaya melindungi hak manusia bagi mereka yang
tidak mampu membela diri

Responsibilitas dan akuntabilitas


Resposibilitas (tanggung jawab) yaitu eksekusi terhadap
tugas yang berhubungan dengan peran tertentu dalam
keperawatan. Akuntabilitas (tanggung gugat) yaitu dapat
menjawab segala hal yang berhubungan dengan
tindangan seseorang

Loyalitas
Suatu konsep yang meliputi simpati, peduli dan hubungan
timbal balik terhadap pihak yang secara profesional
berhubungan dengan perawat