You are on page 1of 37

OTOT-OTOT KEPALA

I. PENDAHULUAN
Otot:

Otot skeletal : melekat pd tulang,


fascia, kulit
Otot polos : organ visera, otot mata
internal, saluran nafas & arteri besar
Otot jantung: dinding jantung

Origo & insersio


Pada

ekstremitas :

Origo : ujung proksimal otot


Insersio : ujung distal otot
Pada

pergerakan dari/ke posisi


anatomi, insersio selalu bergerak
ke arah origo yang statis bila otot
berkontraksi
Di kepala, leher, batang tubuh:
perbedaan tidak jelas terlihat.

OTOT-OTOT EKSPRESI WAJAH

Berdasarkan

aksi kerja, otot-otot


wajah dikelompokkan menjadi:

1. Kulit Kepala / Osipitofrontalis


Frontalis: mengangkat alis dan
kerutan dahi seperti pada saat
terkejut.
Osipitalis: bekerja bersama frontalis
mengangkat alis

2. Telinga
Aurikular anterior menggerakkan
telinga ke atas dan ke depan
Aurikular superior menggerakkan
telinga ke atas
Aurikular posterior
menggerakkan telinga ke
belakang

3. Orbikularis okuli, 3 bagian:


Bagian orbita: menutup erat mata untuk
melindungi mata dari cahaya silau dan debu.
Bagian palpebra yang tipis: menutup mata utk
menjaga kornea dari kekeringan (berkedip).
Bagian lakrimal (jauh ke bagian palpebra dan
menjadi bagian palpebra) yang menutup
kanalikuli lakrimal dan berjalan di belakang
sakus lakrimal (kontrol air mata).
Jika semua berkontraksi, mata akan tertutup
kuat dan kulit sekitarnya berkerut. Ppermanen
pada usia 30-35 tahun.

4. Hidung
Proserus:

dari dahi ke jembatan hidung.


Membentuk sudut tengah alis dan kerutan pada
jembatan hidung.
Depresor septi: dari fosa insisor ke septum nasal.
Melebarkan apertura saat bernafas dalam
&menekan septum nasal.
Nasalis: terdiri dari
Compressor nares: dari maksila di atas geligi insisif ke
dorsum hidung. Mengompres pembukaan nasal anterior.
Dilator nares: dari maksila ke kartilago alar pada
hidung. Otot-otot ini melebarkan pembukaan nasal
anterior. Pada anak-anak, meningkatnya aksi otot-otot
ini menunjukkan kemungkinan terjadinya gangguan
pernafasan (pneumonia).

Mulut
Levator

labii superior: maksila di atas foramen infraorbital (di


bawah margin infraorbita) masuk ke bibir atas. Berfungsi
menggerakkan bibir ke atas.
Levator labii superior ala nasi: berjalan dari prosesus frontalis
pada maksila menuju ala hidung dan bibir. Berfungsi
mengangkat bibir dan dilatasi nares.
Zigomatikus mayor: berjalan dari tulang zigomatikus ke
dalam orbikularis oris dekat sudut mulut. Otot-otot ini
menggerakkan sudut mulut ke atas dan belakang, seperti
pada saat tertawa dan tersenyum.
Zigomatikus minor: otot tambahan yang bersambung dengan
orbikularis okuli dan masuk ke sudut mulut. Bersama dengan
levator labii superior dan levator labii superior ala nasi,
membantu membentuk nasolabial groove. Otot ini membantu
mengangkat sudut mulut saat tersenyum dan mendalamkan
nasolabial groove saat sedih.

Levator

anguli oris (kaninus): dari


maksila, di bawah foramen
infraorbital, ke mulut. Bersama
dengan levator labii superior, ala
nasi, dan zigomatikus minor, otot
ini mengangkat sudut mulut.
Risorius: disebut otot-otot
tertawa

Depresor

labii inferior: depresi bibir bawah,


mengerakkan bibir ke bawah dan belakang.
Depresor anguli oris: dekat perlekatan
platisma ke mulut. Otot ini menggerakkan
ke bawah atau depresi mulut.
Mentalis: otot kecil di anterior foramen
mental, berjalan dari mandibula dan ke
inferior geligi insisif. Bekerja mengangkat
dan mengerutkan kulit pada dagu dan
mendorong bibir atas dan bawah.

Platisma:

Lapisan otot tipis di fasia


superfisial Bekerja meretraksi dan depresi
sudut mulut.
Orbikularis oris: mengelilingi mulut
seluruhnya, tanpa perlekatan dengan
tulang. Bekerja menutup mulut,
memprotrusikan bibir, dan menekan bibir
ke gigi saat melakukan artikulasi dan
mastikasi (mengunyah).
Businator: dari ligamen pterigomandibular
u otot-otot di sekitar mulut.

II. OTOT-OTOT PENGUNYAHAN


M.

Temporalis
M. Maseter
M. Pterigoideus Medialis
M. Pteriogoideus Lateral

M. Temporalis
Berbentuk

kipas, tepi kipas


melekat pada sisi kepala dan
tangan kipas melekat
pros.koronoideus.
Otot tertutup memb.fascia kuat,
melekat di superior linea
temporalis sup.

Origo M. Temporalis :
Linea

temporalis inferior
Fossa temporalis di bawah linea
temporalis
Fascia temporalis di atasnya.

Insersio M. Temporalis :
Permk.medial

prosesus

koronoideus
Tepi antero-medial ramus
mandibula.

Aksi M.Temporalis :
Tonus

istirahat
Elevasi
Retrusi
Gerak ipsilateral

M. Maseter
Menutupi

sebagian besar
permukaan lateral ramus
mandibula.
Sebagian gl. parotis, duct.
parotideus, a. transversa fasialis,
berbagai cabang n. fasialis
terletak di permk.otot.
Terbagi menjadi bagian
superfisialis dan profunda.

Origo m.maseter:
Superfisial:

Proc.zigomatikus
maksila & inferior 2/3 ant arcus
zigomatikus
Dalam: permk.dalam arkus
zigomatikus & tepi inf. 1/3 post
arkus zigomatikus.

Insersio m.maseter:
Superfisial:

ke inf & post, masuk


ke angulus & lateral ramus
bawah.
Profunda: ramus lateral

Aksi m. maseter :
Mengangkat:

sangat aktif selama


oklusi sentrik yang kuat
(clenching)
Pergerakan lateral
Retrusi

M. Pterigoideus Medialis
(M.Pteriogoideus Internal)
M.

pterigoideus medialis dan


lateralis terletak di dalam fossa
infratemporalis
hampir merupakan cerminan m.
maseter.
berbentuk rhomboid, berjalan
hampir pada arah yang sama
dengan permukaan dalam ramus
mandibula.

Origo m. pterigoideus
medialis :
permukaan

medial lamina
lateralis prosesus pterigoidei

Insersio M. Pteriogoideus
medialis :
Serabut

berjalan ke bawah, ke
posterior, dan sedikit ke
permukaan medial dari ramus
mandibula.
Insersio meluas tepat di bawah
sulkus milohioideus ke tepi
inferior dan angulus mandibula.

Aksi M. Pteriogoideus
medialis :
Menutup

rahang

Protrusi
Gerak

kontralateral

M. Pterigoideus Lateralis
(Pterigoideus Eksternal)
berbentuk

segitiga
dua caput terpisah : superior &
inferior
satu-satunya otot dari keempat
otot terutama yang terletak pada
posisi horisontal

Origo M. Pterigoideus Lateralis :


Caput

superior keluar sebagai


serabut dari seluruh atap fossa
infratemporalis.
Caput inferior keluar berupa
serabut dari permukaan lateral
lamina lateralis prosesus
pterigoidei.

Insersio M. Pterigoideus Lateralis


:
Caput

sup: ke posterior & lateral,


untuk berinsersio pada kapsula
artikularis & diskus artikularis.
Caput inferior : ke posterior, atas
& sedikit ke lateral untuk
berinsersi pada fovea pterigoidea
di permukaan anterior collum
mandibula.

Aksi M. Pterigoideus Lateralis :


Protrusi
Depresi
Gerak

kontralateral

Ringkasan Gerak
Mandibula :
Elevasi

(menutup mulut):

M. Temporalis sin & dx


M. Maseter dx & sin
M. Pterigoideus medialis dx & sin

Depresi

(membuka mulut) :

M. Pterigoideus lateralis dx & sin


Mm. Suprahiaoid dx & sin
Mm. Infrahioid dx & sin

Protrusi

M. Pterigoideus lateralis dx & sin


M. Pterigoideus medialisdx & sin

Retrusi

M. Temporalis dx & sin


M. Maseter dx & sin (caput
profundus)

Lateral

M.
M.
M.
M.

kanan :

Maseter dx
Temporalis dx
Pterigoideus medialis
Pterigoideus lateralis sin

Lateral

M.
M.
M.
M.

kiri :

Maseter sin
Temporalis sin
Pterigoideus medialis dx
Pterigoideus lateralis dx

Terimakasih