You are on page 1of 33

JOURNAL READING

ANESTHESIOLOGY
Humidification during Mechanical Ventilation in the Adult
Patient
Humidifikasi selama Ventilasi Mekanis pada Pasien Dewasa
Haitham S. Al Ashry and Ariel M. Modrykamien

Twindy Rarasati
Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional Jakarta

IDENTIFIKASI JURNAL
Judul :
Humidification during Mechanical Ventilation in the Adult Patient

Penulis :
Haitham S. Al Ashry (Division of Internal Medicine, Department of

Medicine, Creighton University Medical Center, Omaha, NE 68131,


USA)
Ariel M. Modrykamien (Respiratory Care and Pulmonary Function

Laboratory, Division of Pulmonary and Critical Care Medicine, Baylor


University Medical Center, 3600 Gaston Avenue,Wadley Tower 1155,
Dallas, TX 75246, USA)

Penerbit :
Hindawi Publishing Corporation, BioMed Research International

PENDAHULUAN
Penelitian 18 pasien dalam anastesi umum menunjukkan setelah

3 jam terpajan gas kering anastesi sel epitel pernapasan


mengalami
Kerusakan siliar (39%)
Perubahan sitoplasma (39%)
Perubahan nukleus (48%)

Penelitian efek gas kering terhadap aliran mukus pada anjing yang

dibius untuk operasi bypass jantung-paru


Kelompok terpajan gas kering aliran mukus menurunkan kecepatan

pembersihan lendir dibandingkan kelompok dengan gas yang dilembabkan

Tujuan ulasan:
Menjelaskan tentang prinsip dasar humidifikasi airway pasien dengan
ventilasi mekanis, alat humidifikasi yang sering digunakan dan pemilihan alat
yang sesuai dengan kondisi klinis pasien.

KONTROL FISIOLOGIS PANAS & HUMIDITAS AIRWAY


Humiditas : jumlah uap air yang terkandung

dalam gas
Absolut

Berat air dalam


volume gas (mg/L)

Relatif

Rasio berat bersih


uap air (humiditas
absolut) relatif
terhadap kapasitas
gas untuk
mempertahankan
suhu air

Humiditas

KONTROL FISIOLOGIS PANAS & HUMIDITAS AIRWAY


[Gas] dalam sampel = kapasitas penguapan air

Humiditas relatif 100 %, gas jenuh


Peningkatan kapasitas penguapan sampel
meningkat secara eksponensial seiring dengan
peningkatan suhu
Pada nilai HA konstan
HR bila suhu
HR bila suhu (Kapasitas pengikat molekul air )

[Uap air] dalam udara > kapasitas berikatan

uap air dipadatkan menjadi tetesan air


akumulasi di titik terendah selang resistensi

KONTROL FISIOLOGIS PANAS & HUMIDITAS AIRWAY


Jaringan Ikat di Hidung
>> Vena berdinding tipis

Intubasi Endotrakeal

Menjaga lapisan mukus

Perangkap patogen

Penghubung
pertukaran
kelembaban

Menghangat
kan udara
inspirasi

pembawa
kelembaban

Sal. napas atas kehilangan


kemampuan
menghangatkan &
melembabkan udara yang
masuk
Beban berlebih pada sal. napas bawah

Udara inspirasi mencapai


isothermic saturation boundary (suhu
mencapai 37 C dan humiditas
relatifnya 100%) 5 cm di bawah
karina
Faktor yang dapat mengubah ISB :
Bernapas lewat mulut
Menghirup udara dingin dan kering
Ventilasi semenit tinggi

Kemampuan mengubah humiditas terbatas

Kapasitas

Penyaluran udara medis yang


dingin & kering
menyebabkan kerusakan
potensial epitel pernapasan
kerja napas,
atelektasis,
sekret tebal &
kering, batuk
atau
bronkospasme

KONTROL FISIOLOGIS PANAS & HUMIDITAS AIRWAY

TIPE HUMIDIFIER
Gelembung

Passover
Aktif
Counter-flow
Humidifier

Inline
vaporizer

Pasif

Heat and
Moisture
Exchangers
(HME)

Humidifier Aktif

Memasukkan udara ke
dalam reservoir air yang
dihangatkan
Alat dipasang pada
inspiratory limb sirkuit
ventilasi, proksimal dari
ventilator
Kondensasi (pemadatan)
uap air dapat berakumulasi
seiring dengan penurunan
suhu pada inspiratory limb
harus sering
Humidifier beroperasi pada suhu 50C untuk mencapai HA 84 mg/L pada
dikosongkan mencegah
sisi
humidifier
namun
hanya mencapai HA 44 mg/L yang disebabkan oleh
resiko
kontaminasi
sirkuit

kondensasi air signifikan pada selang. Biasanya humidifier tipe ini


dilengkapi dengan kawat pemanas (heated wire-HWH) di seluruh
inspiratory limb untuk meminimalisir masalah ini.

Humidifier Aktif
Humidifier memiliki sensor pada outlet alat dan pada Y-piece dekat pasien
Sensor bekerja dalam kontrol loop tertutup umpan balik terus menerus ke regulator pusat
mempertahankan suhu yang diinginkan pada pusat mempertahankan suhu yang diinginkan pada Y-piece.
Bila suhu aktual melebihi atau menurun melampai kadar ekstrim tertentu, sistem alarm terpicu.
Meskipun idealnya sistem harus izin koreksi otomatis berdasarkan tingkat kelembaban, sensor yang
sekarang dijual secara komersial memberikan umpan balik berdasarkan perubahan suhu

Humidifier aktif dengan kawat panas di inspiratory limb kedua


sensor suhu, satu di sisi pasien dan lainnya di outlet reservoir air
yang dipanaskan
Pengaturan suhu untuk HH adalah 37C.
Kinerja humidifier dapat dipengaruhi oleh :
Suhu ruangan
Ventilasi semenit pasien
Peningkatan ventilasi semenit pada suhu yang sama dengan
reservoir yang dipanaskan mungkin tidak adekuat untuk
mengalirkan kelembaban absolut ke pasien. Sehingga, beberapa
humidifier yang dilengkapi dengan sistem kompensasi otomatis
yang menghitung jumlah energi termal yang diperlukan untuk
melembabkan gas dalam volume tertentu dan merubah suhu
reservoir air hingga sesuai.

Humidifier Aktif
Lellouche dkk mempelajari kinerja dua HWH dan HH tanpa kawat panas di bawah suhu ruangan
yang berbeda (tinggi, 28-30C; normal, 22-24C)
Para penulis juga meneliti kinerja alat dengan mengubah suhu gas dalam ventilator dan pada
dua tingkat ventilasi semenit yang berbeda (Ve) (Ve rendah sebesar 10 L/min dan Ve tinggi
sebesar 21 L/min)

Adanya ventilasi semenit tinggi dalam suhu kamar menyebabkan penurunan kinerja humidifikasi dengan
kelembaban absolut kurang dari 20 mgH2O/L.
Salah satu humidifier yang diuji memiliki sistem kompensasi otomatis setiap perubahan ventilasi semenit. Model
ini mencapai kelembaban absolut yang lebih tinggi daripada model yang hanya mengandalkan sensor suhu.

Penelitian lain juga memperkuat pengaruh suhu kamar, variasi ventilasi semenit, dan suhu gas
ventilator pada tingkat kelembaban absolut dialirkan ke pasien
Beberapa penelitian mengindikasikan bahwa heated humidifier tanpa kawat panas mencapai
tingkat humidifikasi lebih tinggi dari HWH. Hal ini berhubungan dengan kondensasi dan sekresi
jalan napas.
Kawat panas di inspiratory limb dapat meminimalisir kondensasi, namun udara ekspirasi dapat
membentuk kondensat di expiratory limb penggunaan sirkuit kawat panas ganda (double
heated wire)
Teknik lain yang dijelaskan untuk mengurangi pembentukan kondensat pada expiratory limb
adalah dengan sirkuit ekspiratori berpori

Bubble Heated Humidifier


Gas dipaksa turun tabung ke bagian bawah reservoir Gas keluar dari ujung
distal tabung, di bawah permukaan air membentuk gelembung dilembabkan
seiring gelembung naik ke permukaan air
Beberapa humidifier tipe ini memiliki diffuser di ujung distal tabung memecah
gas menjadi gelembung kecil
Semakin < gelembung semakin > permukaan temu air-gas kadar uap
air

Faktor-faktor lain yang mempengaruhi kandungan uap air dari gas yang dihasilkan

adalah
jumlah air dalam wadah (semakin tinggi kolom air dalam wadah makin luas permukaan temu air
udara)
laju aliran (pengaliran lambat waktu humidifikasi gas lebih lama)

Bubble heated humidifier memberikan humiditas absolut yang lebih tinggi. Alat ini

dirancang untuk bekerja dengan laju aliran sebesar 100 L/menit


Kerugian BHH :
Resistensi aliran udara
Memaksakan kerja napas lebih kuat dibandingkan humidifier passover
Menghasilkan mikroaerosol

Pedoman CDC pencegahan HAP jumlah aerosol yang dihasilkan oleh humidifier ini

mungkin tidak signifikan secara klinis, namun penggunaannya kurang populer

Passover Heated Humidifier


Gas melewati reservoir air panas yang membawa uap air ke pasien
Gas masuk reservoir melewati sumbu yang bertindak sebagai spons dengan ujung
distal terendam dalam air pori-pori menyediakan permukaan temu air-gas yang luas
humidifikasi lebih baik daripada humidifier passover sederhana
Reservoir air diisi melalui sistem tertutup (dapat diisi dengan air secara manual melalui
tutupnya atau dengan float-feed system yang menjamin volume air konstan sepanjang
waktu)
Gas kering memasuki ruangan dan mengalir melalui sumbu panas dan humiditas
Tidak ada gas yang muncul di bawah air Gelembung ( - )
Gas kering melewati membran
Karakteristik hidrofobik yang hanya memungkinkan uap air untuk lewat
sedangkan cairan tidak
Gelembung ( - ), mikroaerosol ( - )

Passover Heated Humidifier


Keuntungan :
Resistensi aliran udara lebih rendah daripada bubble humidifier
Mikroaerosol ( - )
Sensor suhu berada di dekat Y-Piece sirkuit ventilator memastikan

pengaliran gas dengan suhu optimal.


American Association of Respiratory Care (AARC) Guideline
merekomendasikan pengaliran gas dengan suhu maksimum 37C &
humiditas relatif sebesar 100% (44 mgH2O/L).
Beberapa perangkat dalam sistem Heated Humidifier
Unsur plakat panas (hot plate element) terletak di bagian dasar humidifier
Wraparound element, yang mengelilingi ruang humidifier
Collar element, berada antara reservoir dan outlet
Immersed heater,berada di dalam reservoir air dan kawat panas di

inspiratory limb ventilator

Counter-flow Humidifier
Air dipanaskan di luar vaporizer air dipompa ke atas

humidifier masuk ke dalam humidifier melalui pori-pori


diameter kecil mengalir ke area permukaan besar di bagian
bawah.
Gas mengalir dari arah berlawanan.
Selama perjalanan melalui ruang humidifier, udara
dilembabkan dan dihangatkan sesuai suhu tubuh.
Schumann dkk membandingkan Counter-flow humidifier,
passover dan HME pada model paru buatan.
Counter-flow humidifier menyebabkan peningkatan kerja napas lebih

sedikit dibanding humidifier lain


Kinerja Counter-flow humidifier tidak dipengaruhi aliran atau frekuensi
napas

Inline Vaporizer Heated Humidifier


Uap air dari kapsul plastik kecil disuntikkan ke gas pada

inspiratory limb sirkuit ventilator proksimal dari wye pasien


Selain uap air, pemanasan gas dilakukan oleh lempengan
pemanas kecil di kapsul. Air dialirkan ke kapsul oleh pompa
peristaltik bertempat diruang kontrol
Jumlah air yang dikirim ke kapsul diatur oleh dokter berdasarkan
volume pernapasan semenit melalui sirkuit
Suhu dan kelembaban dapat diatur dan ditampilkan terusmenerus.
Produsen alat ini melaporkan produksi kelembaban absolut yang
sangat tinggi dengan penggunaan humidifier ini. Namun sistem
ini hanya diteliti selama ventilasi perkusif frekuensi tinggi

HUMIDIFIER PASIF HME (Heat & Moisture Exchangers)


HME ditempatkan di antara Y piece dan pasien

meningkatkan resistensi aliran udara selama inspirasi


dan ekspirasi
Desain awal HME (HME sederhana) menggunakan
kondensor yang terbuat dari unsur logam yang
memiliki konduktivitas termal yang tinggi. alat
tersebut mampu mengambil kembali hanya 50% dari
kelembaban napas hembus pasien menghasilkan
humidifikasi dari 10-14mg H2O/L, pada volume tidal
(VT) berkisar antara 500 ml dan 1000 mL
Desain baru HME
Hidrofobik - kondensor terbuat dari unsur penolak air
dengan konduktivitas termal rendah yang dapat
mempertahankan gradien suhu lebih tinggi daripada HME
sederhana.
Kombinasi higroskopis hidrofobik - garam higroskopis
(kalsium klorida atau lithium) ditambahkan ke HME
hidrofobik. Garam-garam ini memiliki afinitas kimiawi yang
dapat menarik partikel air sehingga meningkatkan kapasitas
humidifikasi HME.
Higroskopis murni - hanya memiliki kompartemen

HUMIDIFIER PASIF HME (Heat & Moisture Exchangers)


HME + filter
Filter berlipat

Padat serat
Biaya lebih murah
Berfungsi lebih baik sebagai sawar terhadap patogen bakteri & virus
Menyebabkan resistensi aliran udara lebih tinggi

Filter elektrostatik

Desain & kinerja standar HME oleh International Organization for Standardization

(ISO) :
Efisiensi minimal 70%
Menghasilkan minimal 30 mg/L uap air

Lellouche dkk secara independen menilai kapasitas humidifikasi dari 32 HME


36% dari HME yang diuji memiliki humiditas absolut sebesar 4 mg H2O/L lebih rendah dari yang
dicantumkan produsen.
Pada beberapa alat ditemukan perbedaan lebih besar dari 8 mgH2O/L.

HUMIDIFIER PASIF HME (Heat & Moisture Exchangers)


Tipe HME aktif (Sumber air panas aktif dapat ditambahkan ke HME pasif aktif)
Booster

Unit pemanas di antara HME dan pasien. Selama inspirasi gas melewati HME membawa uap air
unit pemanas konten kelembaban gas sebelum mencapai pasien. Air memasuki HME-Booster
penjenuhan membran hidrofobik yang terkandung di dalamnya. Kelembaban dalam membran
yang jenuh dipanaskan oleh elemen kontrol suhu positif yang terhubung dengannya.
Diperkirakan bahwa penggunaan alat ini dapat HA sebesar 2-3mg/L H2O lebih banyak dari HME
pasif

Performer
Pelat logam di antara dua hidrofobik dan membran higroskopis. Pelat logam dipanaskan oleh
sumber eksternal yang dapat mengalirkan tiga set yaitu 40C, 50C, dan 60C. Sumber air
dihubungkan pada ujung humidifier. Air mencapai membran dipanaskan oleh pelat logam air
menguap & [uap air] pada gas inspirasi. HME-Performer dapat menghasilkan HA dari 31,9
hingga 34,3 pada kondisi normotermik
Humid Heat

HME higroskopis yang memiliki sumber pemanas eksternal dengan air yang ditambahkan pada sisi
pasien. HME-Humid Heat dapat menyediakan HA sebesar 34.5mg H2O/L. Humid Heat memiliki
nilai yang sudah ditetapkan sebelumnya untuk suhu dan humiditas. Satu-satunya parameter yang
perlu diatur adalah nilai volume semenit ventilator

Hygrovent Gold
HME hidrofobik aktif yang memiliki adaptor dengan elemen pemanas di dalamnya dan saluran air

PEMANTAUAN SISTEM HUMIDIFIKASI


Level humidifikasi pasien dengan ventilasi mekanis oleh

American National Standard Institude [uap air] > 30 mg/L


Rekomendasi oleh Association of Respiratory Care (AARC) :
Suhu 33 2C
Humiditas relatif 100%
[Uap air] 44 mg/L

Parameter pengukur kelembaban termometer higrometer

(namun tidak selalu tersedia di samping pasien)


Parameter pengganti
Melihat karakteristik sekret
Observasi visual kondensat
Instilasi salin

PEMANTAUAN SISTEM HUMIDIFIKASI


Volume sekret berbanding lurus dengan tingkat humidifikasi
Humidifikasi >> meningkatkan volume sekret
Humidifikasi suboptimal pembentukan krusta, inspisasi sekret dan penurunan voluma
Frekuensi instilasi salin telah diusulkan oleh beberapa penelitian sebagai pengganti dari

humiditas gas. Namun, aplikasi teknik ini bisa sangat berbeda dari satu praktisi dengan yang
lain
Ricard dkk melakukan uji klinis acak prospektif pada 45 pasien dengan ventilasi mekanik
untuk menilai apakah pengamatan visual dari kondensat dalam sistem tabung berhubungan
dengan studi higrometrik dari HME dan HH.
Seorang pengamat independen tanpa mengetahui hasil higrometrik menilai sistem selang
sebagai berikut:
Kering
Lembab
Lembab dengan beberapa tetesan air
Lembab dengan tetesan air sedang
Lembab dengan banyak tetesan air
Kuyup

Terdapat korelasi signifikan antara metode pengamatan visual dengan pengukuran

higroskopis

MEMILIH HUMIDIFIER YANG TEPAT

Kinerja Humidifikasi
Berdasarkan pedoman AARC
Heated Humidifier humiditas absolut 33 44 mgH2O/L
HME humiditas absolut minimal 30 mgH2O/L
HME pengaturan bius jangka waktu singkat
6 HME berbeda dilaporkan dapat memberikan humiditas absolut 14 hingga 26

mgH2O/L

HME pengaturan ICU


Peningkatan kejadian oklusi ETT
Cohen dkk melaporkan
15 kasus oklusi ETT saat penggunaan HME dengan filter hidrofobik sedangkan

dilaporkan hanya
1 kasus oklusi ETT pada penggunaan bubble humidifier.
Namun demikian, sebagian besar pasien dengan oklusi ETT diperlukan ventilasi
semenit lebih besar dari 10 L/menit, mengurangi generalisasi hasil penelitian
tersebut.

Kinerja Humidifikasi
Pada uji coba prospektif acak terkontrol sebuah HME dengan filter

dibandingkan dengan HH. HME dengan filter diganti setaip hari.


Data dianalisis dari 31 pasien dengan HME filter dan 42 pasien
dalam kelompok HH.
Enam pasien HME dengan filter mengalami oklusi ETT
Pada kelompok HH tidak terjadi oklusi
Penelitian ini dihentikan sebelum selesai setelah kematian seorang pasien

dengan obstruksi total tabung trakeanya.


Roustan dkk : oklusi ETT lebih banyak ditemukan pada pasien

dengan HME filter bila dibandingkan dengan HH. Namun, perlu


dicatat bahwa penelitian ini dilakukan dengan HME hidrofobik, dan
kebanyakan oklusi ETT dilaporkan dengan ventilasi semenit tinggi.
HME hidrofobik higroskopik lebih disarankan untuk menjadi pilihan
pertama bila humidikasi pasif yang dipilih, karena mereka memiliki
kapasitas humidifikasi yang lebih baik daripada tipe hidrofobik.

Kinerja Humidifikasi
Pada percobaan acak terkontrol membandingkan HME higroskopik

hidrofobik dengan HME hidrofobik dengan HH dan dengan ventilasi


semenit 10,8 L/menit, 11,6 L/menit, dan 10,2 L/menit setelah 72 jam,
diameter ETT telah mengalami penurunan
6.5 mm pada pasien dengan HME hidrofobik
2.5 mm dengan HME higroskopis hidrofobik
1.5 mm dengan HH

Pada uji multisenter acak terkontrol, pasien diperkirakan

membutuhkan ventilasi mekanis selama > 48 jam, secara acak


diberikan HME higroskopik hidrofobik dengan filter atau dengan HWH.
Oklusi tabung endotrakeal terjadi pada lima pasien dengan HWH dan hanya satu

pasien dalam kelompok HME dengan filter.


Perbedaan ini tidak signifikan secara statistik.
Pasien dengan kontraindikasi penggunaan HME dikeluarkan dari penelitian ini,
terutama karena adanya sekret yang tebal.

Kinerja Humidifikasi

Sebagian produsen merekomendasikan penggantian HME tiap 24 jam


Djedaini dkk : Tidak terdapat resistensi aliran udara pada HME hidrofobik-higroskopis bila HME
diganti tiap 48 jam dibandingkan dengan 24 jam
Penelitian lain : HME higroskopis-hidrofobik dapat mencapai kadar HA yang sama bila digunakan
selama 24 jam atau 48 jam tanpa mengalami rerata tekanan airway pada 48 jam
Hasil yang serupa ditemukan pada penelitian berikutnya yang menggunakan HME selama 48 jam
bukannya 24 jam
Penelitian lain mengutarakan HME dapat digunakan selama 96 jam tanpa mengalami perubahan yang
signifikan dalam kemampuannya menghasilkan HA. Namun demikian, data ini diperoleh dari 13 pasien
dengan ventilasi mekanik untuk alasan neurologis, permasalahan pernapasan kronis sebelumnya ( - )
Tromachot dkk mengadakan penelitian acak prospektif terkontrol, menguji penggunaan HME
hidrofobik yang diperpanjang hingga 7 hari

Tidak ada kejadian oklusi ETT


Resistensi HME tidak bila dibandingkan dengan penggantian HME tiap 24 jam

Kapadia dkk mengadakan penelitian untuk melihat gangguan airway pada 7900 pasien dengan
ventilasi mekanis selama lebih dari 6 tahun.

Pada 3 tahun pertama penelitian, HME diganti setiap 24 jam dan pada periode ini tidak ditemukan oklusi
ETT
Pada 3 tahun terakhir HME diganti setiap 48 jam dan pada peride ini ditemukan 13 oklusi ETT dari 2932
subjek penelitian
Insidensi oklusi ETT ini masih terbilang sangat rendah dibandingkan pada penelitian yang dilakukan pada
HME hidrofobik kinerja buruk

Kinerja Humidifikasi
HME merupakan alat pasif yang memerlukan retensi panas untuk

berfungsi seara efektif, alat ini dianggap kontraindikasi untuk


pasien hipotermia dengan suhu lebih rendah dari 32C.
Lellouche dkk melakukan penelitian crossover acak prospektif untuk
menilai pengaruh HME pada sembilan pasien dengan hipotermia
sedang setelah serangan jantung.
HME menghasilkan humidifikasi < HH. Dalam rangka mengkompensasi

kerugian potensial ini, HME aktif digunakan pada praktek klinis.

Meskipun HME aktif memiliki keuntungan dalam hal humidifikasi,

HME memiliki kelemahan dalam menempatkan sumber panas dekat


pasien dan penggunaannya luas ruang rugi > HME pasif. Selain
itu, HME dihubungkan dengan risiko oklusi ETT dibandingkan
dengan HH. Oleh karena itu, dianjurkan untuk tidak digunakan pada
pasien dengan sekret kental.

Efek Ventilasi Mekanis


HME ruang rugi paru ventilasi alveolar
PaCO2
volume tidal pasien Volume induced lung injury
Pada pasien yang bernapas spontan, penambahan ruang mati paru yang disebabkan oleh penggunaan HME
dapat meningkatkan kerja napas dan menghalangi pembebasan ventilasi mekanik.
Prat dkk menunjukkan terdapat [PaCO2] rata-rata 17 mmHg pada pasien ARDS bila menggunakan HH
dibandingkan HME. Hal ini diduga terkait dengan perbedaan dalam ruang mati sebanyak 95 mL antara
kedua alat. Optimalisasi PaCO2 pada pasien ARDS dengan cara mengganti HMEs menjadi HH juga
ditunjukkan dalam penelitian lain.
Le Bourdell`es dkk melakukan uji coba crossover secara acak membandingkan HME ke HH selama
penyapihan dari lima belas pasien.
Meskipun ruang rugi yang ditambahkan oleh HME mungkin sepele, hal itu mungkin merugikan
mempengaruhi proses penyapihan pada pasien dengan pernapasan cadangan terbatas.
Iotti dkk membandingkan membandingkan efek dari HH, HME tanpa filter, dan HME dengan filter pada
sepuluh pasien ventilasi dengan mode PSV
Peningkatan tekanan tambahan yang dibutuhkan rata-rata 12,8 cmH2O dengan HH, 14,8 cmH2O
dengan HME tanpa filter, dan 17,6 cmH2O dengan HME dengan filter.
HME resistensi inspirasi & ekspirasi pengembangan PEEP intrinsik

Ventilation Associated Pneumonia


Cook dkk (1998), meta-analisis 5 penelitian acak kontrol tahun 1990 1997
Insidensi VAP lebih rendah pada penggunaan HME dibandingkan dengan HH
Rasio VAP rendah hanya ditemukan pada 1 dari 5 penelitian
Meta-analisis berikutnya, tidak ditemukan perbedaan antara HH dan HME
Pada meta-analisis yang lebih baru (13 penelitian acak kontrol) ditemukan

tidak ada perbedaan insidensi VAP


Heterogenitas guideline :
British Society for Antimicrobial Chemoterapy 2008, merekomendasikan

penggunaan HME daripada HH untuk menurunkan insidensi VAP


Rekomendasi CDC tidak mengunggulkan baik HME maupun HH
American Thoracic Society menyatakan bahwa HME tidak dapat dijadikan alat untuk
mencegah terjadinya VAP
Europian Respiratory Society (ERS), the Europian Society of Clinical Microbiology
and Infectious Diseases (ESCMID) and the Europian Society of Intensive Care
Medicine (ESICM) tahun 2009, pernyataan gabungan yang lebih memilih
pengggunaan HME dibading HH sebagai pencegahan VAP.
VAP Guidelines Comitte dan Canadian Critial Care Trials Group 2009 menyatakan
bahwa tidak ada perbedaan insidensi VAP antara penggunaan HME dan HH

Ventilation Associated Pneumonia


Secara umum, HME lebih mudah digunakan dan lebih ringan

daripada HH sehingga memudahkan pemindahan pasien dengan


ventilaisi mekanis dan HME tidak memiliki resiko bahaya termal.
Secara teori, HH melembabkan udara lebih baik daripada HME. HH
umumnya dipilih untuk pasien dengan sekret yang lengket atau bila
dipikirkan membutuhkan ventilasi dalam jangka lama.
Ulasan sistematis Cochrane menunjukkan
Tidak terdapat perbedaan outcome secara klinis
PaCO2 dan ventilasi semenit ditemukan lebih tinggi pada HME,

menunjukkan HH merupakan pilihan yang lebih baik untuk pasien dengan


pemeliharaan saluran napas terbatas
Kerugian khas HH : pembentukan kondensat di sirkuit yang

dihubungkan pada penelitian sebelumnya dengan peningkatan


resiko infeksi nosokomial. Meskipun demikian, tidak terdapat
perbedaan insidensi pneumonia antara heated humidifier dan

RINGKASAN
Humidifikasi jalan napas merupakan kunci penting

intervensi pada pasien dengan ventilasi mekanis.


Pengaturan atau pemilihan humidifier yang kurang tepat
dapat berakibat negatif terhadap hasil klinis dengan
merusak mukosa jalan napas, memperpanjang durasi
ventilasi mekanis atau meningkatkan usaha bernapas.
Humidifier dapat berfungsi secara pasif atau aktif
tergantung sumber panas dan kelembabannya.
Berdasarkan skenario klinis, pemilihan humidifier dapat
berubah seiring perjalanan waktu, sehingga, pengetahuan
mengenai keuntungan dan kerugian masing-masing alat
sangatlah penting bagi tenaga medis.