You are on page 1of 48

pl

DEFINISI
PERTUMBUHAN SEL HATI ABNORMAL
YANG DITANDAI DENGAN
BERTAMBAHNYA JUMLAH SEL DALAM
HATI YANG MEMILIKI KEMAMPUAN
MEMBELAH/MITOSIS DISERTAI DENGAN
PERUBAHAN SEL HATI YANG MENJADI
GANAS

E P I D E M I O LO G I

E P I D E M I O LO G I

Insidensi di Amerika Utara dan Selatan, Eropa Utara dan tengah,


Australia adalah 3 7 kasus per 100.000 populasi
Negara sekitar Mediterania 20 kasus per 100.000

Carrier HBV setelah penularan vertikal dari ibu yang terinfeksi


meningkatkan resiko HCC pada masa dewasa sebesar 200 kali
lipat
Di dunia, perbandingan HCC laki-laki : perempuan = 3 : 1 (daerah
insidensi rendah) dan 8 : 1 (daerah insidensi tinggi

Taiwan, Mozambik dan Cina tenggara 150 kasus pria per 100.000

Prevalensi infeksi HBV


Alkoholisme
Penyakit hati kronis

Pada daerah insidensi rendah tumor sering ditemukan pada usia


60 70 tahun
Pada daerah insidensi tinggi tumor sering ditemukan pada usia 30

E T I O LO G I

PAT O G E N E S I S

H I S T O PAT O LO G I

Makroskopis Massa soliter besar / nodul multipel / lesi


infiltratif difus
Mikroskopis
Neoplasma disusun oleh hepatosit abnormal dengan berbagai
diferensiasi.
Tumor dengan diferensiasi yang lebih baik disusun oleh sel-sel
mirip hepatosit, teratur dalam pita-pita yang terpisah oleh
sinusoid-sinusoid. Sel-sel ini berinti besar, memperlihatkan
anak inti yang menonjol dan hiperkromasi dan dapat
mengandung empedu di dalam sitoplasmanya.
Tumor tumor yang kurang berdiferensiasi baik mempunyai
lembaran-lembaran sel-sel anaplastik. Invasi radikulus vena
hepatika merupakan gambaran khas yang membedakan
dengan adenoma. Sulit membedakan karsinoma hepatoselular

H I S T O PAT O LO G I

K A RA KT E R I S T I K K L I N I S
Di Indonesia (khususnya di Jakarta)
>> Usia 50 60 tahun
Laki-laki : Perempuan = 2 6 : 1

Nyeri atau tidak nyaman di kuadran kanan atas abdomen


Hepatomegali +/- bruit hepatik
Splenomegali
Asites
Ikterus
Demam
Atrofi otot
Varises esofagus
Peritonitis bakterial spontan

Anamnesis
Nyeri perut kanan atas (tumpul, terus menerus, diperparah
dengan gerakan)
Benjolan perut kanan atas
Asites (perut buncit)
Malaise
Anoreksia
Perasaan lekas kenyang
Melena (feses hitam)
Demam
Kaki bengkak
Hemoroid

Pe m e r i k s a a n Fi s i k
Palpasi hepar
Teraba membesar
Epigastrium sugestif lobus kiri
Hipokondrium dextra sugestif lobus kanan

Berbenjol-benjol
Tepi tidak rata
Tumpul
Nyeri tekan +/-

Pe m e r i k s a a n
Laboratorium
Alfa-fetoprotein (AFP)
Protein serum normal yang disintesis
oleh sel hati fetal
Rentang normal AFP serum adalah 0 -20
ng/ml
Kadar AFP meningkat pada 60%-70%
pada penderita kanker hepar

Pe m e r i k s a a n U S G
HEPATOMA DIFUS
Echopattern kasar,
mengelompok
dengan batas
tidak teratur dan
bagian sentral
lebih echogenik
Distorsi pembuluh
darah sekitar

Pe m e r i k s a a n U S G
HEPATOMA NODULAR
Ukuran 3 cm Early
Hepatoma
Hipoechoic, kadang
berbentuk seperti Bulls
Eye

Ukuran > 3 cm
Advanced Hepatoma
Hyperechoic atau
multiple echo yang
menunjukkan nekrosis
atau fibrosis dalam tumor

CT SCAN ABDOMEN

(A) CT scan hepar tanpa kontras. Lobus dekstra hepar hanya


menunjukkan pola inhomogenitas. (B) Area hepar yang sama saat
infusi kontras (Fase arterial). Beberapa peningkatan kontras pada lesi
dapat dibedakan, berdiameter antara 1,5-4 cm

MRI

KLASIFIKAS
I TNM

S TA D I U
M
KLINIS

KL ASIFIKASI CHILDPUGH

K L A S I F I K A S I S TA D I U M
OKUDA

KL ASIFIKASI BCLC

KL ASIFIKASI HCC

INDEKS
PROGNOSTIK

KL ASIFIKASI CLIP

DIAGNOSIS BANDING
HEPATIC
CYST
Sharply
demarcated
wall
Water density
Nonenhancing

DIAGNOSIS BANDING
HEMANGIOM
A
Peripheral filling
in of contrast
over time
Light bulb
sign on T2 MRI

DIAGNOSIS BANDING
FOCAL NODULAR
HYPERPLASIA
Early filling in arterial phase
Central filling defect (Scar)

DIAGNOSIS BANDING
HEPATOCELLULAR
ADENOMA
Variable, central changes
due to hemorrhage often
seen
Multiple hypoenhancing
heterogenous lesions
Enhancing hepatic veins

DIAGNOSIS BANDING
METASTASIS
Mostly multiple low
attenuation lesions,
rim enhancement
without filling in
Multiple
hypoenhancing
heterogenous
lesions

DIAGNOSIS BANDING
METASTASIS
Gambaran koronal
PET Scan
menunjukkan
metastasis hepar
rekuren dan
metastasis tulang

DIAGNOSIS BANDING
ABSCESS
Well demarcated
hypodense areas with
peripheral enhancement,
may see gas
Well demarcated
hypoenhancing lesion
Rim of increased
enhancement relative to
central region

T E RA P I
OPERATIF
RESEKSI HEPATIK
CYROSURGERY
TRANSPLANTASI HEPAR

ABLASI TUMOR PERKUTAN


PALIATIF (Trans-Arterial Embolization /
Trans-Arterial Chemo-Embolization)
INFUSI GEL CISPLATIN (Percobaan klinis)

A L G O R I T M A P E N ATA L A K S A N A A N

Re s e k s i H e p a r
Seleksi pasien :
Non-sirosis dengan fungsi hepar normal
Child-Pugh A

Reseksi tidak diindikasikan bila :


Tumor sudah menyebar ke bagian lain hepar atau tubuh
Ukuran atau lokasi tumor (dekat pembuluh darah besar)
menghalanginya untuk diangkat tanpa mengganggu fungsi
hepar
Sirosis atau penyakit hepar lain
Keadaan medis lain yang menyebabkan operasi kurang
aman

Re s e k s i H e p a r
Kontraindikasi
Jaundice tanpa obstruksi
biliaris
Asites
Insufisiensi renal
Pemanjangan PT/APTT

Faktor prognosis baik :


Tumor berdiferensiasi
baik atau fibrolamelar
Tidak invasi vaskular
Diameter tumor < 5 cm

Cyrosurgery
Penempatan satu atau lebih cyroprobe ke
dalam tumor dengan panduan USG
Nitrogen cair dengan suhu 190 derajat
Celcius disirkulasikan pada sistem tertutup
melalui ujung probe menyebabkan
terbentuknya bola es di ujungnya
Bola es membungkus tumor dan kira-kira
1,5 inci dari tepinya
Tumor dibekukan dan dicairkan dua kali
(30 menit)
Indikasi relatif
Tumor multipel yang tidak dapat direseksi
Tumor yang lokasi anatomisnya tidak
memungkinkan untuk direseksi
Kondisi hepar yang tidak memungkinkan
untuk dilakukan reseksi
Penyakit komorbid yang membatasi
kemapuan pasien mentoleransi reseksi hepar

Batas ukuran tumor 6 8 cm

Tr a n s p l a n t a s i H e p a r
Survival rate 3 tahun
hingga 80%
Survival rate 5 tahun
hingga 92% (+ antiviral
perioperatif lamivudin /
ribavirin / IFN)
Kematian pascatransplantasi >> rekurensi
tumor yang mungkin
diperkuat oleh obat anti
rejeksi.
Rekurensi tumor dengan
d<3cm < tumor d<5cm

A b l a s i Tu m o r Pe r k u t a n
INJEKSI ETANOL PERKUTAN
(PEI)
Untuk tumor d < 5cm
dengan resektabilitas
terbatas karena sirosis hati
(Child Pugh A)
Efikasi tinggi
Efek samping rendah
Murah
Prinsip Kerja dehidrasi,
nekrosis, oklusi vaskular dan
fibrosis

A b l a s i Tu m o r Pe r k u t a n
RADIOFREQUENCY ABLATION
(RFA)
Sebuah probe tipis diletakkan
dalam tumor dengan panduan
ultrasound. Setelah melepaskan
ujung probe, panas dengan
suhu 80 100 derajat Celcius
menghancurkan tumor
Angka keberhasilan RFA > PEI
dengan efikasi untuk tumor >
3cm
Kekurangan :
Tidak berpengaruh terhadap
harapan hidup pasien
Mahal
Efek samping > PEI

A b l a s i Tu m o r Pe r k u t a n
RADIOFREQUENCY ABLATION (RFA)

A b l a s i Tu m o r Pe r k u t a n
RADIOFREQUENCY ABLATION (RFA)

Radiofrequency
Ablation

Pa l i a t i f
HCC Stadium menengah
lanjut dapat dilakukan
TAE/TACE untuk menurunkan
pertumbuhan tumor pada
HCC & meningkatkan
harapan hidup pasien
Pasien fungsi hati baik (Child
Pugh A) TACE 3 hingga 4 kali /
tahun (atau tumor
multinodular asimtomatik
tanpa invasi vaskular atau
penyebaran ekstrahepatik
yang tidak dapat diterapi
radikal)
Pasien gagal hati (Child Pugh
B C) Efek samping berat
karena iskemia

Infusi Gel Cisplatin Perkutan


Percobaan Klinis
Memasukkan jarum kecil
hingga aspek terdalam
tumor dan dilakukan
infusi gel cisplatin
Gel perlahan berdifusi
keluar tumor dan
berfungsi sebagai
pembawa obat
kemoterapi
Tumor d>7 cm tidak
dapat diterapi dengan
teknik ini

P E M I L I H A N P E N ATA L A K S A N A A N

PROGNOSIS
Ad malam
Tanpa pengobatan kematian 6 7 bulan
setelah keluhan pertama
Dengan pengobatan menunda kematian
11 12 bulan
Kematian karena :
Koma hepatik
Hematemesis / melena syok