You are on page 1of 97

DASAR-DASAR MESIN

TEKNIK KENDARAAN RINGAN(021)

1/6

Ilmu Statika
Ilmu Statika: adalah ilmu yang mempelajari
tentang kesetimbangan benda,
termasuk gaya-gaya yang bekerja pada
sebuah benda agar benda
tersebut dalam keadaan setimbang.

2/6

Teknologi dan Rekayasa

STATIKA
Gaya ( F ) :
Gaya adalah sesuatu yang menyebabkan benda
diam menjadi bergerak atau sebaliknya dari
bergerak menjadi diam
Contoh :gaya tarik,gaya gesek,gaya lentur dll.

3/6

Teknologi dan Rekayasa

Gaya biasanya
disimbolkan dengan huruf F
Satuan gaya adalah Newton.
Yaitu perkalian antara besarnya massa /m= ( kg )
dengan perpanjangan a ( m/det2).
F = m x a.

Teknologi dan Rekayasa

HUKUM NEWTON
Hukum 1 Newton
Hukum 1 Newton berbunyi: Benda
yang dalam keadaan diam akan
mempertahankan keadaannya untuk tetap
diam dan benda yang sedang bergerak
lurus beraturan akan cenderung
mempertahankan keadaannya untuk
bergerak lurus beraturan dalam arah yang
sama selama tidak ada gaya yang bekerja
padanya.
Teknologi dan Rekayasa

Penjelasan hukum 1 Newton


Sifat benda untuk mempertahankan
keadaannya yang diam tetap diam,
yang bergerak lurus beraturan tetap
bergerak lurus beraturan disebut
inersia (kelembaman) benda.
F=0,maka :
-benda diam (v= 0 m/det )
-benda bergerak lurus beraturan
(v=konstan).

Teknologi dan Rekayasa

Hukum 2 Newton
Hukum 2 Newton berbunyi Percepatan
sebuah benda yang diberi gaya adalah
sebanding dengan besar gaya dan
berbanding terbalik dengan massa benda

Teknologi dan Rekayasa

Penjelasan hukum 2 Newton

Dalam bentuk rumus hukum 2


Newton dapat dituliskan sbb
F=m.a
dimana,
F = gaya (N).
m = massa benda (kg).
a = percepatan benda (m/s2).

Teknologi dan Rekayasa

Hukum 3 Newton
Hukum 3 Newton berbunyi Setiap ada
gaya aksi, maka akan selalu ada gaya
reaksi yang besarnya sama tetapi arahnya
berlawanan.

Teknologi dan Rekayasa

.
Penjelasan hukum 3 Newton
Hukum 3 Newton menjelaskan bahwa
setiap ada gaya aksi akan timbul gaya
reaksi yang besarnya sama tetapi
arahnya berlawanan.
Ciri gaya aksi reaksi :
* besarnya sama.
* arah berlawanan.
* bekerja pada benda yang berlainan.

Teknologi dan Rekayasa

MACAM MACAM GAYA


Secara garis besar gaya terbagi dua yaitu
1. Gaya sentuh adalah gaya yang langsung mengenai benda
a. Gaya otot yaitu gaya yang ditimbulkan oleh otot
manusia dan hewan
b. Gaya gesek yaitu gaya yang menimbulkan gesekkan
ketika dua benda saling bersentuhan.
Gaya gesek dapat menimbulkan adanya hambatan
c. Gaya pegas yaitu gaya yang timbul karena tarikan
karena pegas atau per
Teknologi dan Rekayasa

2. Gaya tak sentuh yaitu gaya yang dikenakan pada


suatu benda tetapi tidak menyentuh bendanya
a. Gaya gravitasi bumi yaitu gaya yang timbul karena
adanya gaya tarik bumi
b. Gaya magnet yaitu gaya yang ditimbulkan
oleh magnet

Teknologi dan Rekayasa

PENGARUH GAYA TERHADAP BENDA


1. Gaya menyebabkan benda diam menjadi bergerak
2. Gaya menyebabkan benda bergerak menjadi diam
3. Gaya dapat menyebabkan benda berubah arah
4. Gaya dapat menyebabkan benda bergerak lebih
cepat.
5. Gaya dapat merubah bentuk benda

Teknologi dan Rekayasa

ARAH GAYA
Gaya merupakan besaran vektor, yaitu besaran yang
memiliki besar dan arah. Karena merupakan besaran
vektor, maka gaya dapat dilukiskan dengan diagram
vektor, yaitu sebuah anak panah

Misalkan sebuah gaya F yang dilukiskan dengan panjang


OA seperti ditunjukkan gambar
Anak panah memiliki titik tangkap O, ujung A, panjang OA,
dan arahnya dari O ke A.
Teknologi dan Rekayasa

Contoh :
Sebuah gaya F1 yang berarah ke kanan dan besarnya 4 N
dilukiskan dengan diagram vektor yang panjangnya 2 cm,
seperti pada gambar

Lukiskan diagram vektor-vektor gaya :


a. F2 = 3 N ke kanan
b. F3 = 6 N ke kiri
c. F4 = 5 N ke atas
d. F5 = 8 N ke bawah
Teknologi dan Rekayasa

Penyelesaian
Besar gaya 4 N dilukiskan dengan panjang 2 cm, artinya
besar gaya 2 N dilukiskann dengan panjang 1 cm. Atau 1
cm mewakili 2 N

Teknologi dan Rekayasa

a. Diagram vektor F2 = 3 N ke kanan dilukiskan dengan


anak panah yang mempunyai titik tangkap A, berarah
ke kanan dan panjangnya 1,5 cm
b. Diagram vektor F3 = 6 N ke kiri dilukiskan dengan
anak panah yang mempunyai titik tangkap A, berarah
ke kiri dan panjangnya 3 cm
c. Diagram vektor F4 = 5 N ke atas dilukiskan dengan
anak panah yang mempunyai titik tangkap A, berarah
ke atas dan panjangnya 2,5 cm
d. Diagram vektor F5 = 8 N ke bawah dilukiskan dengan
anak panah yang mempunyai titik tangkap A, berarah
ke bawah dan panjangnya 4 cm
Teknologi dan Rekayasa

RESULTAN GAYA
Resultan gaya searah

Teknologi dan Rekayasa

CONTOH SOAL
Dua orang anak mendorong sebuah lemari dengan gaya searah masing-masing
25N dan 33 N. Berapakah resultan gaya kedua anak tersebut?
Penyelesaian:
Diketahui:
F1 = 25 N
F2 = 33 N
Ditanyakan:
R = . . .?
Jawab:
Kedua anak tersebut mendorong lemari sehingga kedua gaya yang diberikan
searah.
R = F1 + F2
R = 25 + 33
R = 58 N
Jadi, resultan gaya kedua anak adalah 58 N.
Teknologi dan Rekayasa

Resultan Gaya-gaya yang Berlawanan Arah

Teknologi dan Rekayasa

CONTOH SOAL

Dua buah gaya masing-masing F1 = 12 N ke kanan dan F2 = 8 N ke kiri.


Tentukan besar dan arah resultan gaya-gaya tersebut!
Penyelesaian:
Diketahui:
F1 = 12 N ke kanan F2 = 8 N ke kiri
Ditanyakan:
R = . . .?.
Jawab:
Karena kedua gaya berlawanan arah maka
R =F1 F2
R = 12 8
R = 4 N ke kanan
Jadi, resultan kedua gaya tersebut adalah 4 N ke arah kanan
Teknologi dan Rekayasa

LATIHAN SOAL
1. Tiga buah gaya segaris dan searah masing-masing
besarnya 2 N, 5 N, dan 10 N.
Tentukan resultan gaya-gaya tersebut!
2. Perhatikan gambar di bawah ini!

Tentukan besar dan arah resultan gaya-gaya


tersebut
Teknologi dan Rekayasa

MENYUSUN RESULTAN GAYA


MENYUSUN DUA BUAH GAYA SECARA GRAFIS

Teknologi dan Rekayasa

Teknologi dan Rekayasa

Penjumlahan 3 gaya yang mempunyai titik tangkap tunggal

R2 = R1 + K3
= K1 + K2 + K3

Teknologi dan Rekayasa

MENYUSUN GAYA SECARA POLIGON


Metode ini dengan cara memindahkan gaya P2 ke ujung
P1, P3 ke ujungP2, P4 ke ujung P3, dan seterusnya
secara berantai. Pemindahan gayagaya
tersebut besar dan arahnya harus sama. Pemindahan
dilakukan berurutan
Resultan gaya diperoleh dengan menarik garis dari titik A
sampai ke ujung gaya yang terakhir, dan arahnya dari A
menuju titik ujung gaya terakhir itu

Teknologi dan Rekayasa

Teknologi dan Rekayasa

MENYUSUN DUA BUAH GAYA SECARA ANALISIS

Teknologi dan Rekayasa

Teknologi dan Rekayasa

LATIHAN SOAL
Tentukan resultan dari gaya-gaya berikut dengan metode grafis dan
analisis.

Teknologi dan Rekayasa

Empat gaya K1, K2, K3 dan K4 dengan besar dan arah seperti pada
gambar. Tentukan resultan dari gaya-gaya berikut dengan metode
polygon

Teknologi dan Rekayasa

TEGANGAN
Tegangan adalah reaksi yang timbul di seluruh bagian
spesimen dalam rangka menahan beban yang
diberikan. Bila penampangnya kecil itu dijumlah hingga
mencapai penampang spesimen, maka jumlah gaya per
satuan luas yang muncul di dalam bahan itu harus
menjadi sama dengan beban dari luar

: Tegangan (N/m2)
F : gaya (Newton)
A : luas (m2)

Teknologi dan Rekayasa

MACAM-MACAM TEGANGAN
Tegangan timbul akibat adanya tekanan, tarikan,
bengkokan, dan reaksi. Pada pembebanan tarik terjadi
tegangan tarik, pada pembebanan tekan terjadi tegangan
tekan, begitu pula pada pembebanan yang lain
a. Tegangan Normal
b. Tegangan Tarik
c. Tegangan Tekan
d. Tegangan Geser
e. Tegangan Lengkung
f. Tegangan Puntir
Teknologi dan Rekayasa

A. TEGANGAN NORMAL
Tegangan normasl terjadi akibat adanya reaksi yang
diberikan pada benda. Jika gaya dalam diukur dalam N,
sedangkan luas penampang dalam m2, maka satuan
tegangan adalah N/m2 atau dyne/cm2.

Teknologi dan Rekayasa

B. TEGANGAN TARIK
Tegangan tarik
pada umumnya
terjadi pada
rantai, tali, paku
keling, dan lainlain. Rantai yang
diberi beban W
akan mengalami
tegangan tarik
yang besarnya
tergantung pada
beratnya.
Teknologi dan Rekayasa

Teknologi dan Rekayasa

C. TEGANGAN TEKAN
Tegangan tekan terjadi bila suatu batang diberi gaya F
yang saling berlawanan dan terletak dalam satu garis
gaya. Misalnya, terjadi pada tiang bangunan yang belum
mengalami tekukan, porok sepeda, dan batang torak.
Tegangan tekan dapat ditulis:

Teknologi dan Rekayasa

Teknologi dan Rekayasa

D. TEGANGAN GESER
Tegangan geser terjadi jika
suatu benda bekerja
dengan dua gaya yang
berlawanan arah, tegak
lurus sumbu batang, tidak
segaris gaya namun pada
penampangnya tidak
terjadi momen. Tegangan
ini banyak terjadi pada
konstruksi. Misalnya:
sambungan keling,
gunting, dan sambungan
baut
Teknologi dan Rekayasa

Teknologi dan Rekayasa

Tegangan geser terjadi karena adanya gaya radial F yang


bekerja pada penampang normal dengan jarak yang relatif
kecil, maka pelengkungan benda diabaikan. Untuk hal ini
tegangan yang terjadi adalah Apabila pada konstruksi
mempunyai n buah paku keling, maka sesuai dengan
persamaan dibawah ini tegangan gesernya adalah

Teknologi dan Rekayasa

E. TEGANGAN LENGKUNG
Misalnya, pada
poros-poros mesin
dan poros roda yang
dalam keadaan
ditumpu. Jadi,
merupakan tegangan
tangensial. Tegangan
lengkung pada
batang rocker arm

Teknologi dan Rekayasa

Teknologi dan Rekayasa

F. TEGANGAN PUNTIR
Tegagan puntir sering terjadi pada poros roda
gigi dan batang-batang torsi pada mobil, juga
saat melakukan pengeboran. Jadi, merupakan
tegangan trangensial.

Teknologi dan Rekayasa

POROS RODA

TRANSMISI

Teknologi dan Rekayasa

CONTOH SOAL:
Sebuah batang dengan diameter 8 cm mendapat beban
tarik sebesar 10 ton. Berapakah besarnya tegangan tarik
yang timbul?

Teknologi dan Rekayasa

MOMEN
Momen gaya F terhadap titik pusat O adalah hasil kali
antara besarnya gayaF dengan
jarak garis gaya, ke titik pusat O. Besarnya momen
tergantung dari besarnya gayaF dan jarak
garis gaya terhadap titik putarnya (L). Dalam bidang
teknik mesin momen sering terjadi pada
saat mengencangkan mur atau baut, pengguntingan
pelat, sistem pegas, dan sebagainya

Teknologi dan Rekayasa

Dimana F = gaya, d= jarak gaya terhadap titik pusat, dan M = Momen gaya.
Dalam satuan SI (standar international), momen memiliki satuan Newton
meter (N.m)

Teknologi dan Rekayasa

Jika terdapat beberapa gaya yang tidak satu garis kerja seperti
gambar di bawah maka momen gayanya adalah jumlah dari
momen gaya-momen gaya itu terhadap titik tersebut

Teknologi dan Rekayasa

Contoh Momen.

Teknologi dan Rekayasa

Ada 2 jenis momen berdasarkan pada


posisi gaya terhadap benda kerja.
1.Momen puntir/putar ( Mp).
Terbentuk oleh gaya puntiran/putar
(Fp) yang bekerja pada jarak
tertentu (r ) dari suatu benda yang
mengakibatkan benda terpelintir
disepanjang sumbunya.
Mp = Fp x r
Teknologi dan Rekayasa

2. Momen lentur/lengkung ( Ml).


Terbentuk oleh gaya lentur (Fl) yang
bekerja pada jarak tertentu (l ) dari
tumpuan peyangga benda yang
mengakibatkan benda
melentur/melendut disepanjang
sumbunya.
ML = Fl x l

Teknologi dan Rekayasa

Poros
Poros dalam sebuah mesin berfungsi untuk
meneruskan tenaga melalui putaran
mesin. Setiap elemen mesin yang berputar, seperti
cakra tali, puli sabuk mesin, piringan
kabel, tromol kabel, roda jalan, dan roda gigi,
dipasang berputar terhadap poros dukung
yang tetap atau dipasang tetap pada poros dukung
yang berputar.
Contoh sebuah
poros dukung yang berputar, yaitu poros roda
kereta api, as gardan, dan lain-lain.
Teknologi dan Rekayasa

Teknologi dan Rekayasa

Teknologi dan Rekayasa

Macam-macam poros
1.Gandar
Gandar merupakan poros yang tidak
mendapatkan beban puntir, fungsinya
hanya sebagai penahan beban, biasanya
tidak berputar. Contohnya seperti
yang dipasang pada roda-roda kereta barang,
atau pada as truk bagian depan

Teknologi dan Rekayasa

2.Spindle
Poros transmisi yang relatif pendek, seperti poros utama mesin
perkakas, di mana beban utamanya berupa puntiran, disebut
spindle. Syarat yang harus dipenuhi poros ini adalah
deformasinya harus kecil dan bentuk
serta ukurannya harus teliti.

Teknologi dan Rekayasa

3.Poros transmisi
Poros transmisi berfungsi untuk
memindahkan tenaga mekanik salah
satu elemen mesin ke elemen mesin yang
lain. Poros transmisi mendapat
beban puntir murni atau puntir dan lentur
yang akan meneruskan daya ke
poros melalui kopling, roda gigi, puli sabuk
atau sproket rantai, dan lain-lain.

Teknologi dan Rekayasa

Teknologi dan Rekayasa

Transmissi
Jenis Penggerak Roda Gigi

Teknologi dan Rekayasa

Klasifikasi Roda Gigi


1. Roda Gigi Spur
Roda gigi lurus, yaitu suatu elemen mesin
yang berfungsi sebagai penerus daya dan
putaran dari poros penggerak ke poros
yang digerakkan tanpa terjadi slip, dimana
sumbu kedua poros tersebut terletak saling
sejajar

Roda gigi ini bersifat tetap yang mana


dalam artinya tidak dapat dilepas pada
saat mesin dalam keadaan berputar

Teknologi dan Rekayasa

ANIMASI TRANSMISI 5 SPEED

Teknologi dan Rekayasa

Klasifikasi Roda Gigi


2. Roda Gigi Helik

Bentuk dasar geometrisnya sama dengan roda gigi lurus, tetapi arah alur profil
giginya mempunyai kemiringan terhadap sumbu putar. Selain untuk posisi
sumbu yang sejajar, Roda Gigi miring dapat digunakan pula untuk pemasangan
sumbu bersilangan. Dengan adanya kemiringan alur gigi, maka perbandingan
kontak yang terjadi jauh lebih besar dibanding Roda gigi lurus yang seukuran,
sehingga pemindahan putaran maupun beban pada gigi-giginya berlangsung
lebih halus. Sifat ini sangat baik untuk penggunaan pada putaran tinggi dan
beban besar

Khusus untuk penggunaan dalam posisi sumbu sejajar, serta untuk


menetralisir gaya aksial yang terjadi, dibuat roda gigi miring atau lebig
populer disebut Roda gigi"Herring bone", yaitu dengan dibuat dua alur profil
gigi dengan posisi sudut kemiringan saling berlawanan.
Roda gigi Herring bone dapat dibuat dalam lisa macam, yaitu :
a. Herring bone dengan gigi V setangkup
b. Herring bone dengan gigi V bersilang
c. Herring bone dengan gigi V berpotongan tengah

Teknologi dan Rekayasa

Teknologi dan Rekayasa

Klasifikasi Roda Gigi


Roda gigi dobel helik
Roda gigi heliks ganda (double helical
gear) atau roda gigi herringbone muncul
karena masalah dorongan aksial (axial
thrust) dari roda gigi heliks tunggal. Double
helical gear memuliki dua pasang gigi yang
berbentuk V sehingga seolah-olah ada dua
roda gigi heliks yang disatukan. Hal ini
akan menyebabkan dorongan aksial saling
meniadakan. Roda gigi heliks ganda lebih
sulit untuk dibuat karena kerumitan
bentuknya.

Teknologi dan Rekayasa

Klasifikasi Roda Gigi


3. Roda Gigi Bevel
Roda Gigi Payung sering disebut juga
Roda Gigi kerucut atau Bevel Gear.
Peaggunaannya secara umum untuk
pengtransmisian putaran dan beban
dengan posisi sumbu menyudut
berpotongan dimana kebanyakan bersudut
90@. Khusus jenis Roda gigi payung
hypoid, posisi sumbunya bersilangan. Pada
pemasangan Roda gigi payung umumnya
salah satu dipasang dengan kanstruksi
tumpuan melayang, terutama pada Roda
gigi penggerak

Teknologi dan Rekayasa

Roda Gigi Payung Gigi Lurus (Plain Bevel)

Untuk jenis ini mempunyai konstruksi yang


sederhana dibandins jenis roda gigi payung
laiimya. Pembuatannya relatip mudah dan
penggunaannya untuk konstruksi umum
yang sederhana sampai sedang, baik
dalam menerima beban maupun putaran

Teknologi dan Rekayasa

Roda Gigi Payung Gigi Miring


Disebut juga Spiral bevel gear. Perbendaan
antara Bentuk gigi lurus dengan bentuk gigi
miring pada Roda Gigi payung ini, kurang
lebih seperti perbedaan yang terdapat pada
Roda gigi lurus dengan Roda gigi miring
(Spur Gear), dimana dengan adanya
kemiringan tersebut akan meningkan
kemampuan menerima beban,
mengurangi kebisingan sehingga dapat
digunakan pada putaran yang lebih tinggi
dibanding dengan Roda Gigi payung gigi
lurus pada ukuran geometris yang sama

Teknologi dan Rekayasa

Roda Gigi Payung Zero


Bentuk gigi berupa lengkung spiral dengan
sudut spiral nol derajat, sehingga secara
sepintas tampak seperti Roda gigi lurus
dengan gigi melengkung. Kemampuan
Roda Gigi Payung Zerol ini kurang lebih
sama seperti Roda Gigi payung gigi miring
(Spiral), hanya pembuatannya lebih sulit
dan bekerja lebih tenang serta tahan lama

Teknologi dan Rekayasa

Roda Gigi Payung Hypoid


Jenis Roda Gigi payung ini lebih populer
digu- nakan pada, kendaraan bermotor
saja, tapi untuk konstruksi general,
mekanik yang memerlukan putaran tinggi
serta beban besar yang dinamis dapat
menggunakan jenis Roda gigi payung ini.
Bentuk alur giginya berupa lengkung
hypoid, sehingga posisi sumbu tidak tegak
lurus berpotongan, tetapi bersilangan,
sehingga akan memudahkan pemasangan
tumpuan bantalan pada kedua Roda
giginya

Teknologi dan Rekayasa

Teknologi dan Rekayasa

Klasifikasi Roda Gigi


3. Roda Gigi Cacing
Roda gigi cacing di gunakan
untuk posisi sumbu bersilangan
dan pengtransmisian putaran
selalu berupa reduksi.Pada
sepasang roda gigi cacing
terdiri dari batang cacing yang
selalu sebagai penggerak dan
Roda gigi cacing sebagai
pengikut.Bahan batang cacing
umumnya lebih kuat dari pada
roda cacingnya,selain itu
batang cacing umumnya di buat
berupa kontruksi
terpadu,dimana bentuk alur
cacingnya berupa spiral
Teknologi dan Rekayasa

ANIMASI POWER STERING

Teknologi dan Rekayasa

Transmissi
Jenis Penggerak Rantai
Pemakaian komponen penggerak dengan
roda gigi mewajibkan jarak antara nokenas dan kruk-as harus pendek dan biasanya
di gunakan pada mesin motor jenis OHV
(overhead valve). Karena kerja dari
komponen ini saling bertautan antar gigi
yang akan menimbulkan suara berisik,
maka roda gigi di buat miring dan biasanya
roda gigi noken-as di buat dari bahan
sintetis. -

Teknologi dan Rekayasa

Teknologi dan Rekayasa

Teknologi dan Rekayasa

Komponen penggerak jenis rantai


(Timing chain/keteng/kamrat)
Pemakaian komponen penggerak rantai lebih unggul dari penggerak roda
gigi. Karena selain jarak antara noken-as dan kruk-as bisa di buat
panjang, komponen penggerak dengan rantai relatif tidak menimbulkan
suara berisik apalagi yang sudah pakai rantai silent chain seperti pada
motor generasi SUZUKI SHOGUN dan penggerak rantai biasa di pakai
pada mesin motor jenis OHC (overhead camshaft). -

Teknologi dan Rekayasa

Teknologi dan Rekayasa

Rantai tersedia dalam tiga jenis :


Rantai mata-gigi rata atau dapat dilepaskan (plain or detachable link chain)
Rantai gelinding (Roller chain)
Rantai tak bersuara (Silent chain)

Roller chain
detachable link chain

Silent chain

Teknologi dan Rekayasa

Keunggulan Penggerak Rantai


Penggerak rantai bekerja efisien dan tidak selip
Penggerak cukup fleksibel dan compact.
Penggerak rantai cukup murah
Rantai mempertahankan rasio kecepatan tetap tanpa selip
Rantai tahan terhadap panas dan kotoran serta tidak terpengaruh
oleh cuaca apabila dilumasi dengan benar.
Penggerak rantai dapat menahan beban yang lebih berat daripada
belt.
Kelemahan Penggerak Rantai
Penggerak rantai cukup bising
Rantai biasanya sering memerlukan pelumasan.
Sebagian besar rantai akan menerima kesalahan pelurusan yang
sangat kecil.
Rantai umumnya tidak digunakan dimana penggerak sering
mengalami selip (terdapat pengecualian).
Teknologi dan Rekayasa

Transmissi
Jenis Penggerak Sabuk

Komponen penggerak jenis Sabuk (Timing belt)


Penggunaan komponen penggerak sabuk bertujuan untuk menekan suara
berisik. Sabuk dibuat bergigi agar penyetelan tidak berubah, karena jika
penyetelan sabuk salah atau berubah dapat mengakibatkan klep dan piston
bertabrakan. Sabuk (timing belt) terbuat dari karet sintetis yang diperkuat
dengan polyester. -

Teknologi dan Rekayasa

Bantalan
Bantalan diperlukan untuk menumpu poros
berbeban, agar dapat berputar atau
bergerak bolak-balik secara kontinyu serta
tidak berisik akibat adaya gesekan. Posisi
bantalan harus kuat, hal ini agar elemen
mesin dan poros dapat bekerja dengan
sempurna.

Teknologi dan Rekayasa

BANTALAN
Bantalan luncur
A. Bantalan luncur Radial

Bantalan Radial atau disebut jurnal bearing, dimana arah beban yang
ditumpu bantalan adalah tegak lurus terhadap sumbu poros. Bantalan ini
untuk mendukung gaya radial dari batang torak saat berputar.
Konstruksinya terbagi / terbelah menjadi dua agar dapat dipasang pada
poros engkol..

85

Teknologi dan Rekayasa

B. Bantalan Luncur Aksial


Bantalan aksial atau disebut trust
bearing, yaitu arah beban yang
ditumpu bantalan adalah sejajar
dengan sumbu poros.Bantalan ini
menghantarkan poros engkol
menerima gaya aksial yaitu
terutama pada saat terjadi
melepas / menghubungkan plat
kopling saat mobil berjalan.
Konstruksi bantalan ini juga
terbelah / terbagi menjadi dua dan
dipasang pada poros jurnal
bagian paling tengah.
Teknologi dan Rekayasa

Bantalan gelinding
Di mana terjadi gesekan gelinding antara
bagian yang
berputar dengan yang diam melalui
elemen gelinding seperti rol atau rol
jarum
Bearing ini mempunyai alur dalam pada
kedua cincinnya. Karena memiliki alur,
maka jenis ini mempunyai kapasitas
dapat menahan beban secara ideal pada
arah radial dan aksial. Maksud dari
beban radial adalah beban yang tegak
lurus terhadap sumbu poros, sedangkan
beban aksial adalah beban yang searah
sumbu poros.
Teknologi dan Rekayasa

Teknologi dan Rekayasa

Single row groove ball


bearings
Bearing ini mempunyai alur
dalam pada kedua cincinnya.
Karena memiliki alur, maka
jenis ini mempunyai
kapasitas dapat menahan
beban secara ideal pada arah
radial dan aksial. Maksud
dari beban radial adalah
beban yang tegak lurus
terhadap sumbu poros,
sedangkan beban aksial
adalah beban yang searah
sumbu poros.

Teknologi dan Rekayasa

Double row self aligning ball


bearings
Jenis ini mempunyai dua baris
bola, masing-masing baris
mempunyai alur sendiri-sendiri
pada cincin bagian dalamnya.
Pada umumnya terdapat alur
bola pada cincin luarnya. Cincin
bagian dalamnya mampu
bergerak sendiri untuk
menyesuaikan posisinya. Inilah
kelebihan dari jenis ini, yaitu
dapat mengatasi masalah poros
yang kurang sebaris.
Teknologi dan Rekayasa

Single row angular


contact ball bearings
Berdasarkan
konstruksinya, jenis ini
ideal untuk beban
radial. Bearing ini
biasanya dipasangkan
dengan bearing lain,
baik itu dipasang
secara pararel
maupun bertolak
belakang, sehingga
mampu juga untuk
menahan beban aksial

Teknologi dan Rekayasa

Double row angular


contact ball bearings
Disamping dapat
menahan beban radial,
jenis ini jgua dapat
menahan beban aksial
dalam dua arah. Karena
konstruksinya juga, jenis
ini dapat menahan beban
torsi. Jenis ini juga
digunakan untuk
mengganti dua buah
bearing jika ruangan yang
tersedia tidak mencukupi

Teknologi dan Rekayasa

Double row barrel roller


bearings
Bearing ini mempunyai dua baris
elemen roller yang pada
umumnya mempunyai alur
berbentuk bola pada cincin
luarnya. Jenis ini memiliki
kapasitas beban radial yang
besar sehingga ideal untuk
menahan beban kejut

Teknologi dan Rekayasa

Single row cylindrical bearings


Jenis ini mempunyai dua alur pada
satu cincin yang biasanya terpisah.
Eek dari pemisahan ini, cincin dapat
bergerak aksial dengan mengikuti
cincin yang lain. Hal ini merupakan
suatu keuntungan, karena apabila
bearing harus mengalami perubahan
bentuk karena temperatur, maka
cincinya akan dengan mudah
menyesuaikan posisinya. Jenis ini
mempunyai kapasitas beban radial
yang besar pula dan juga cocok untuk
kecepatan tinggi
Teknologi dan Rekayasa

Tapered roller bearings


Dilihat dari konstriksinya,
jenis ini ideal untuk beban
aksial maupun radial. Jenis
ini dapat dipisah, dimana
cincin dalamnya dipasang
bersama dengan rollernya
dan cincin luarnya terpisah

Teknologi dan Rekayasa

Berdasarkan arah beban terhadap poros, maka bantalan


dibedakan menjadi:

Bantalan radial, di mana arah beban yang ditumpu bantalan tegak lurus
sumbu poros.

96

Teknologi dan Rekayasa

Bantalan aksial, di mana arah beban bantalan ini sejajar dengan sumbu
poros.

Bantalan gelinding khusus, di mana bantalan ini menumpu beban yang


arahnya sejajar dan tegak lurus sumbu poros.

97

Teknologi dan Rekayasa