You are on page 1of 32

L A P O R A N K E G I ATAN & M A N A J E M E N O U T R E A C H G R I YA

A S A P K B I K O TA S E M A R A N G D I W I L A YAH
RESOSIALISASI SUNAN KUNING AGUSTUS 2016

Andya Yudhi Wirawan


1410221008
Hudza Rabbani
1410221034
Twindy Rarasati 1410221020 Amelia
Lestari
1410221037
Riska Kurniawati 1410221026 Restu
Kaharseno
1410221047
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN
JAKARTA
2016

PENDAHULUAN
- OUTREACH -

PENDAHULUAN
WHO 2009 : Terdapat 30 jenis mikroba yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual.
Di negara berkembang, IMS peringkat 5 kategori penyakit pada dewasa yang mencari perawatan
kesehatan

Jumlah penderita HIV/AIDS di Indonesia tahun 2010 diperkirakan mencapai 93 ribu 130 ribu orang
Data terbaru jumlah penderita AIDS hingga Juni 2011 yaitu laki-laki sebanyak 19.139 orang dan
perempuan sebanyak 7.255 (89 tidak diketahui)

Jawa Tengah menempati peringkat 6 jumlah kasus HIV-AIDS di Indonesia (jumlah kasus hingga
Juni 2015 adalah 12.201 kasus dengan 6671 kasus HIV dan 5530 AIDS) dan Kota Semarang sebagai
peringkat pertama (49,07 % kasus yang terdeteksi)

Untuk mengurangi angka kesakitan IMS dan HIV AIDS di Jawa Tengah dan
Dinkes membentuk Griya Asa yang bertujuan untuk mengakomodir beberapa
program penanggulangan IV-AIDS dan IMS, antara lain klinik IMS, pelayanan
VCT, pelaksanaan program outreach dan PMTCT

Kegiatan Outreach adalah kegiatan menyediakan pelayanan kepada populasi


yang mungkin tidak memiliki akses terhadap pelayanan penanggulangan
HIV/AIDS dan IMS

Program outreach memudahkan memberikan pembinaan untuk mengubah


perilaku WPS agar selalu mempraktekan seks yang aman dengan kondom
yang mencegah transmisi HIV-AIDS dan IMS, skrining IMS, dan VCT rutin
guna pengendalian transmisi IMS dan HIV-AIDS dari kelompok risiko tinggi
tersebut ke masyarakat umum.

PENDAHULUAN
RUMUSAN MASALAH
Bagaimana manajemen
pelaksanaan program
outreach PKBI Kota Semarang
di Wilayah RSK?
Bagaimana persentase
penggunaan kondom
pelanggan selama pelayanan
yang dilakukan WPS di RSK?
Bagaimana tingkat rutinitas
skrining Infeksi Menular
Seksual (IMS) tiap 2 minggu
yg dilakukan oleh WPS di
RSK?
Bagaimana tingkat rutinitas

TUJUAN UMUM
Mengetahui keberhasilan
program outreach dalam
mengubah perilaku Wanita
Pekerja Seks (WPS) dari
berperilaku seks tidak aman
(unsafe sex) menjadi berperilaku
seks aman (safe sex)
TUJUAN KHUSUS
Mengetahui presentase
penggunaan kondom selama
pelayanan yang dilakukan WPS
di RSK
Mengetahui tingkat rutinitas
skrining Infeksi Menular Seksual

Sasaran
Outreach

Target
Outreach

Wanita Pekerja Seks


(WPS)

Penggunaan kondom
selama proses praktek
pekerja seks dilakukan
oleh 100% WPS di
Resosialisasi Sunan
Kuning

Angka IMS dan


HIV/AIDS WPS
terkendali

Memfasilitasi tersedianya
kondom

Petugas
Resosialisasi/Mucikari

Skrining Infeksi Menular


Seksual (IMS) secara
rutin setiap 2 minggu
dilakukan oleh 100%
WPS di Resosialisasi
Sunan Kuning

100% WPS melakukan


skrining setiap 2 minggu
dan VCT setiap 3 bulan
secara rutin

Outreach difokuskan
pada gang yang memiliki
risiko tinggi

Peer Educator

Voluntary Counselling
Test (VCT) dilakukan
secara rutin setiap 3
bulan oleh 100% WPS di
Resosialisasi Sunan
Kuning

Penggunaan kondom
oleh WPS 100%

Advokasi kepada tokoh


masyarakat maupun
stakeholder untuk
mendukung program
penurunan angka IMS
dan HIV/AIDS

Pelanggan WPS

Indikator
Outreach

Strategi
Outreach

Bekerjasama dengan
dinas kesehatan untuk
mendukung program
Memerangi penyebaran
HIV/AIDS

Outreach
Suatu strategi untuk menjangkau kelompok-kelompok
di dalam masyarakat yang karena beberapa faktor
memiliki hambatan untuk mengakses informasi dan
layanan publik yang ada didalam masyarakat

Tahapan kegiatan
Outreach

Kelompok
Berisiko Tinggi

Infeksi Menular
Seksual (IMS)
Infeksi menular seksual (IMS)
adalah infeksi yang sebagian
besar menular lewat hubungan
seksual dengan pasangan yang
sudah tertular

Usia

Cara Penularan
Infeksi Menular
Seksual
kontak langsung eksudat infeksius
dari lesi kulit/selaput lendir pada
saat melakukan hubungan seksual
dengan pasangan yang telah tertular

Pekerja seks
komersial atau
wanita pekerja
seks (WPS)

Darah

Pengguna
narkoba

Ibu kepada
bayi

Homo

PENGENDALIAN IMS
bertujuan untuk memutus rantai penularan infeksi IMS dan
mencegah berkembangnya IMS dan komplikasinya.
Pendidikan seks yang tepat untuk mengikis ketidaktahuan tentang seksualitas dan IMS.
Meningkatkan pemahaman & pelaksanaan ajaran agama untuk tidak berhubungan seks selain pasangannya.
PROMOTIF Menjaga keharmonisan hubungan suami istri tidak menyeleweng untuk meningkatkan ketahanan keluarga.

Hindari hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan atau dengan pekerja seks komersial (WTS).
Bila merasa terkena IMS, hindari melakukan hubungan seksual.
Bila tidak terhindarkan, untuk mencegah penularan pergunakan kondom.
PREVENTIF Memberikan penyuluhan dan pemeriksaan rutin pada kelompok risiko tinggi.
Penyuluhan dan pemeriksaan terhadap partner seksual penderita IMS.

KURATIF

Peningkatan kemampuan diagnosis dan pengobatan IMS yang tepat.


Membatasi komplikasi dengan melakukan pengobatan dini dan efektif baik simtomatik maupun
asimtomatik.

Memberikan perlakuan yang wajar terhadap penderita IMS, tidak mengucilkannya, terutama oleh
REHABILITASI keluarga dan partnernya, untuk mendukung kesembuhannya

LAPORAN HASIL
MANAJEMEN
- OUTREACH -

O V E R V I E W

R E S O S I A L I S A S I

R E S O S I A L I S A S I

S U N A N

S U N A N

K U N I N G

K U N I N G

B E R L O K A S I

D I

R W .

0 4

MASJID
GEDUNG
RESOS

Ibu Hartatik

MAKAM
Ibu Yem

Wartel
Kuncung

Ibu Tinah

Penjahit
Nur

Ibu Parmi
Hartiningsih

Ibu Riadi

Lastri
W.Gaul
Embing
(Resos)

W.Fanny
Tinuk/Suwandi
Anik

W.LinduAji
Rakinah

W.WatuLumbung
Yono

W.Mega
Angkasa
(Founji)

Syukron

Yohanes

Sukini

W.Amarilis
Hardiono

Toko
Bu Tun

SriMurti

W.KenanganDamai

W.Yani
Yani

W.505
Topo
(Resos)

Yatmi
(Dian)

Dewi

Mariono

W.MawarJingga
MbahSurip

W.Larisma
Haryati

Susi
SawungKencana
Sastro
W.Damai9
Sopiah

Masronah

Kasmiyati

SriSuharti

Karaoke Miami
AdemAyem

W.Anugerah
Sutiah/Hendro

Rini
W.Q-yu
Yani

Jumarni
W.Gabriel
Dede

Darmi

Sutinem

Solekah
Masiyem
SriAgustina

SriRidwan

W.Bagong
Unarni

Daryono

JokoSulistyo

Sumardi
Aris/Catur

Toko
Material

W.GiriAsri
Karti

W.Indah
Marfuah
W.Angga
Harno

W.WaruDoyong
Tanu

W.PojokAsri
Darsono

W.PojokAsri
Darsono

W.Evi
Ibu Evi

Waginah

Rukayah

Hadi
Mulyono

Warung
Saimun
W.Idola
SumToge

Slamet
Suwandi

Suwarno

Yuli

Suwarti
Kartini Bawah

Lusi

Deny Susanti

Bengkel
Cahyo

W.Arema

Temu

Sumiyati

Kartini Atas

W.Ambon
(Ambon)

Pani

Mantuk

W.ArumDalu
SriJumi

Ibu Sri

(Kosong)

Ibu Tawi
Mak Yah

W.Teratai
Tarti Mujiono

W.Kenangan
Parti Gogo

Ketua RT 2

Suparmi

Ibu Santi

W.Cempaka
Surati
Rusmiati

W.NS Ucrit

W.Arimbi
Sutiyem
W.Adem Ayem
Suwandi EP
(Ketua Resos)

Ahmadi

Sutiyem
Sidiq

Ibu Kumaedah

Insyiah

Bp Anas
(sutinem)
W.3Saudara

W.Pelangi
Nur Sumiyati

W.ArgaMulya
Tri/Samijem

W.Samudra
Budi Triyono

Wisma Maya
W.Hakim
Tatik

BarbieHouseIII
Sumiati

Ibu Maya

W.Edo
Bu Cerry

W.Ragil Kuning
Sawonggaling
Sudirjo
(Rikem)

W.Anugrah
Paryumi Bawah

Sriyati

Kumala
Dewi

Mardi
Tarti

Ahmad

Meilina

Bu Rus

Pijat
Berkah
Yeni

W.Parahyangan

Veri

W.Putri
KumonoCoro

Ibu Murtinah
(oshin)

Ibu Nasriah
W.Melati
Ibu Karni

W.ManggaDua
Panorama
Caf

W.Anugrah
Paryumi Atas

Sularman

Karsono

BarbieHouse
Sukiyatno
Karaoke
BarbieHouse

W.3Dewa
SlametEfendi

Sulistyowati

W.TilamSari
SriHartatik

Sutiyem
(Sati)
W.TiasAsri
Sikem

W.Pangestu
Suwarti

Toko
Sembako

SriJarum

Ibu Suwanti
Ibu Giri

Ibu Sofia
W.WijayaKusuma

Hartono

Griya ASA

W.Rini
Ibu Sarini

Ibu Nuryati

Sumi

Sopiah

Isgondo

Toko

Ibu Wartini

Mariah

Ngadimo
(slamet)

Pak Muri

Warsiti
Ibu Temu

E.Sarini

Agus Sugito
(Sayani)

Rus Alfiah
(Rusmiati)

Martik

Surip
Mak Siti

W.Melati
Ibu Nuryeni

Mak Tik

W.Kantil
Ibu Warni

Karaoke
sri peni

W.Adem Asri
Ibu Jumirah
Ibu Murni
Bp Rohmat
Ibu Sumini
Bp Karmi
(ketua RT 1)

Pak To
(Resos)
Suratmin
Sarman

OVERVIEW

Total Wanita Pekerja Seks : 540 orang


Wanita Pekerja Seks terdaftar (KTA) : 540 orang
Wanita Pekerja Seks tidak terdaftar : 0 orang
Jumlah gang : 6 gang
Wisma : 158 wisma aktif
Operator: 250 orang
Mucikari/ GM : 158 orang
Pendamping Edukator RT 01 06 : 12 orang
aktif (masing-masing RT 2 orang)

STRUKTUR ORGANISASI

RANGKUMAN HASIL WAWANCARA DENGAN


KETUA RESOSIALISASI

Dengan Ketua RW 04, pada hari Sabtu, 13 Agustus


2016 pukul 07.30 WIB
Resosialisasi Sunan Kuning berdiri sejak tahun 1993
Tanggal 19-23 September 2003, diadakan pertemuan
mucikari nasional di Hotel Siliwangi Semarang
membahas perubahan lokalisasi menjadi suatu
resosialisasi dan rehabilitasi yang menampung WPS
untuk dibina tujuan membantu pemberantasan
HIV-AIDS kelompok risiko tinggi seperti WPS

RANGKUMAN HASIL
WAWANCARA DENGAN KETUA
RESOSIALISASI
Para
WPS
diberikan
pembelajaran
mengenai
kesehatan dalam kelas besar
Dalam
pengendalian
IMS
dilakukan
dengan
mengadakan skrining IMS setiap 2 minggu.
Pengendalian infeksi HIV-AIDS dilakukan dengan
mengadakan VCT setiap 3 bulan.
Dalam upaya membantu pelaksanaan pengendalian
HIV-AIDS dari Komisi Penanggulangan HIV-AIDS,
program pemakaian kondom/kondomisasi resosialisasi
diberikan
kepada
WPS
100%.
Tetapi,
dalam
pelaksanaannya masih mencapai 80%

RANGKUMAN HASIL
WAWANCARA DENGAN KETUA
RESOSIALISASI

Bagi WPS yang tidak mentaati program yang


telah dicanangkan, dikenakan sanksi
Pengentasan merupakan upaya resosialisasi dan
alih profesi, yaitu WPS harus menabung 50.000
dan bisa diambil ketika bulan puasa
Keterampilan yang diberikan meliputi membuat
kerajinan sandal, manik manik perhiasan dan
tataboga

HASIL WAWANCARA
DENGAN PEER EDUCATOR
Distribusi Kondom WPS
Penggerakan Kegiatan Pembinaan (Sekolah)
-> LSM
Penggerakan Kegiatan Skrining IMS dan VCT
Penggerakan Kegiatan Senam
Penertiban Kegiatan Penerimaan Tamu

HASIL WAWANCARA
DENGAN MUCIKARI/
PENGASUH
Sabtu, 13 Agustus 2016
pada pukul 7.30 9.00
WIB, dengan Tn. W
pemilik Wisma S di RT 4,
158 mucikiari
130 wisma
Harga Kamar 25 K-50 K
Melakukan fungsi kontrol,
Punishment dan Reward

Wisma S Karoke milik


operator Ny. D dan Tn. D
Penghasilan 1.500 K /bln
Semua Terdaftar dan
Terdata secara administratif
Terdapat Peraturan dan Tata
Tertib berdasarkan
Pengurus RSK

HASIL WAWANCARA
DENGAN OPERATOR

Sabtu, 13 Agustus 2016


pada pukul 8.00 8.30
WIB dengan Ny. D
Operator memperoleh 5
K /jam
Dari tamu karaoke 10
K/jam
Melakukan fungsi
kontrol, Punishment dan
Reward

Distribusi
Kondom WPS

Penggerakan
Kegiatan
Pembinaan
(Sekolah)

Penggerakan
Kegiatan
Skrining IMS
dan VCT

Penggerakan
Kegiatan
Senam

Penertiban
Kegiatan
Penerimaan
Tamu

HASIL WAWANCARA
DENGAN WPS An
Usia 30 thn, Pekalongan
Belum nikah
Bekerja di SK 2bulan
dgn Background
ekonomi
Sebelumnya sebagai
karyawan salon
Pengetahuan tentang
IMS telah diberikan dan
diterapkan
Baru di skrining 1x ini

VCT bulan lalu


Perilaku membilas
area kemaluan
dengan sabun pasca
berhubungan telah
dilakukan
Menggunakan
kondom saat melayani
Tamu
Tuan Rumah
berkontrobusi
memasang spanduk

HASIL WAWANCARA
DENGAN WPS Ni

Usia 28th, dari Jepara


Menikah dgn 2 anak,
usia 2 th dan 1,5 th.
Ditinggal suami
Bekerja si SK 2 bln,dgn
Background ekonomi
dan ajakan teman.
Info mengenai IMS dan
pencegahan sudah
diterapkan
Sudah 1x skrining, VCT
1bln lalu

f. Perilaku membilas area


kemaluan dengan sabun
sirih pasca berhubungan
telah dilakukan
Menggunakan kondom saat
melayani Tamu, namun
ada tamu yg meminta tdk
pakai
24kondom/ week.
Memakaikan kondom saat
ereksi
j. Tuan Rumah berkontrobusi

HASIL WAWANCARA
DENGAN WPS li
Usia 35th, Semarang
Punya ASELI
Belum menikah,dgn
ayah blm bekerja dan
ibu rt. Adik SMP
Bekerja di SK 2bln dgn
Background ekonimi.
Dulu kerja di Salon
Info ttg IMS dsb sudah
diketahui
Sudah 1x skrining

Perilaku membilas area


kemaluan dengan sabun
sirih pasca berhubungan
telah dilakukan. Alkoholic
Menggunakan kondom saat
melayani Tamu, namun
ada tamu yg meminta tdk
pakai
24kondom/ week.
Memakaikan kondom saat
ereksi
Tuan Rumah berkontribusi

No

Pertanyaan

Ya

Tidak

Memperoleh informasi tentang IMS/HIV-AIDS/skrining/VCT

Mengetahui cara mencegah penularan IMS/HIV-AIDS

Skrining IMS secara rutin ke Griya Asa/Puskesmas Lebdosari

Mengetahui kegunaan skrining IMS secara rutin

Pernah mendeita IMS selama ini

Melakukan VCT secara rutin

Mengetahui kegunaan VCT secara rutin

Kebiasaan membilas vagina

Kebiasaan minum alkohol

10

Mengetahui kegunaan penggunaan kondom dalam hubungan seksual

11

Selalu menggunakan kondom di setiap hubungan seksual (100%)

12

Pelanggan yang menolak sebagai alasan utama tidak menggunakan kondom

13

Kondom yang diberikan cukup dengan kebutuhan WPS

14

Pengurus resosialisasi, Koordinator lapangan, Mucikari, PE dan yang lain berperan sebagai

Tabulasi Data Wawancara WPS

pembina WPS terutama mengenai kesehatan dan pengentasan selama berada di resosialisasi
Sunan Kuning

K E G I ATAN O U T R E A C H
Sabtu, 13 Agustus 2016 pukul 06.00 9.00 di Resosialisasi Sunan Kuning.
Dengan di bimbing oleh Bapak Bambang

Pendekata
n

Wawancara

Mengikuti
kegiatan
pembinaan

Tujuan : agar memperoleh kepercayaan dari WPS


sehingga mempermudah mendapatkan info yang dapat
digunakan sebagai data

Proses pembinaan diisi oleh jajaran pengurus


resosialisasi Mengingatkan menggunakan
kondom untuk melakukan praktek safe-sex,
melakukan skrining IMS setiap 2 minggu sekali dan
VCT setiap 3 bulan sekali.

Hasil kegiatan outreach


dapat melakukan wawancara
dengan PE dan beberapa WPS.

Pencegahan IMS dan HIV-AIDS pada WPS di


Resosialisasi Sunan Kuning sudah berjalan baik
dengan adanya program kondomisasi pada pelanggan
yang datang, PWS wajib skrining IMS yang dilakukan
1 kali/2 minggu dan VCT 1 kali/3 bulan

permasalahan dilapangan adalah ada beberapa


pelanggan yang masih tidak mau menggunakan
kondom dengan berbagai macam alasan

PERMASALAHAN
Pelaksanaan penggunaan kondom selama pelayanan
di Resosialisasi Sunan Kuning hanya 80-90% karena
pelanggan sering menolak.
Masih dididapatkan skrining dengan hasil IMS
positif pada pemetaan bulan Juli 2016 di
Resosialisasi Sunan Kuning
Pelaksanaan pengentasan Resosialisasi Sunan
Kuning kadang mengalami hambatan karena
penipuan oleh pelanggan

PEMBAHASAN
Pelaksanaan
penggunaan kondom di
RSK < 100%
Hasil pemetaan kasus
IMS bulan Juli 2016
masih didapatkan hasil
skrining IMS (+)
Pelaksanaan
pengentasan RSK
kadang mengalami
hambatan karena
penipuan oleh
pelanggan

salah satunya disebabkan oleh kurangnya kesadaran para pelanggan dan


WPS untuk melakukan hubungan seksual menggunakan kondom.
Keadaan tersebut menyebabkan sebagian WPS menjadi korban hubungan
seksual tanpa kondom dan meningkatkan resiko IMS dan HIV-AIDS

IMS menyebabkan inflamasi & perlukaan pada organ genital dan saluran
reproduksi meningkatkan risiko infeksi HIV menjadi 10 kali lipat
Dari pihak Griya Asa telah memperketat aturan minum obat.
WPS yang menderita IMS diwajibkan meminum obat saat itu juga di depan
dokter, namun angka IMS masih ditemukan cukup tinggi

Sebagian pelanggan terkadang memanfaatkan WPS untuk diambil uangnya


dengan diberikan janji manis akan dinikahi sehingga harus ikut urun dalam
pengadaan rumah dan mobil lalu kemudian ditipu.

PEMECAHAN MASALAH

Diperlukan edukasi
pada masyarakat
mengenai
penggunaan kondom
bila melakukan
hubungan seksual
dengan kelompok
risiko tinggi.

Diperlukan edukasi
pada WPS mengenai
penyakit dan bahaya
IMS dan HIV-AIDS
sehingga diharapkan
makin meningkatkan
kesadaran WPS untuk
mencegah transmisi
secara simultan.

Diperlukan edukasi
pada WPS agar tidak
terperdaya tipu
muslihat pelanggan
sehingga dapat
mentas tepat waktu.

KESIMPULAN

SARAN

Pelaksanaan penggunaan kondom selama


pelayanan di RSK hanya 80-90% karena
pelanggan sering menolak
Masih terdapat hasil IMS (+) pada
pemetaan bulan Juli 2016 di RSK
Pelaksanaan pengentasan RSK kadang
mengalami hambatan karena penipuan
oleh pelanggan
Perlu diadakan suatu evaluasi berkala mengenai pelaksanaan
program outreach PKBI Kota Semarang yang sudah ada dan
melakukan revitalisasi program (apabila diperlukan) di Wilayah RSK
Semarang agar program pencegahan dan pengendalian penyakit IMS
maupun HIV-AIDS dapat berjalan semakin baik
Edukasi pada masyarakat mengenai penggunaan kondom bila
melakukan hubungan seksual dengan kelompok RISTI
Edukasi pada WPS mengenai penyakit dan bahaya IMS dan HIV-AIDS
sehingga diharapkan makin meningkatkan kesadaran WPS untuk
mencegah transmisi secara simultan
Diperlukan edukasi pada WPS agar tidak terperdaya tipu muslihat
pelanggan sehingga dapat mentas tepat waktu

TERIMA KASIH