You are on page 1of 24

BRONKHITIS

UMMI YUSUF
12100115027
SMF RADIOLOGI
RSUD AL IHSAN
2016

DEFINISI
Bronkitis adalah penyakit respiratorius di mana membran
mukosa pada jalur bronkus di paru-paru mengalami
inflamasi. Karena mukosa bronkus tersebut membengkak
(edema) dan menebal sehingga akan mempersempit saluran
nafas yang menuju paru-paru

Epidemiologi
Di Indonesia belum ada data mengenai prevalensi penyakit bronkitis.

berdasarkan National Center for Health Statistics di Amerika Serikat,


terdapat sekitar 9,5 juta orang atau 4% dari jumlah populasinya
didiagnosis mengalami bronkitis kronik

KLASIFIKASI
Bronkitis Akut
Bronkitis akut biasanya terjadi dalam waktu yang cepat (kurang dari 3
minggu) dan membaik dalam beberapa minggu.
Bentuk dari bronkitis akut ini sering menyebabkan serangan batuk dan
produksi sputum yang dapat juga disertai oleh infeksi saluran nafas atas.
Dalam beberapa kasus, virus merupakan penyebab tersering infeksi
walaupun terkadang bakteri juga dapat menyebabkannya.

Bronkitis Kronik
Secara klinis didefinisikan sebagai batuk harian dengan produksi sputum
selama paling kurang selama 3 bulan dalam periode waktu 2 tahun.
Pada bronkitis kronis terdapat inflamasi dan pembengkakan pada dinding
lumen saluran nafas yang menyebabkan penyempitan dan obstruksi jalur
udara yang masuk.
Inflamsi ini akan merangsang produksi mukus di mana menyebabkan
obstruksi saluran nafas yang lebih berat lagi dan akan meningkatkan resiko
infeksi oleh bakteri pada paru-paru

Gejala Klinis

Batuk.

Jika batuk berlangsung lebih dari 5 hari maka bisa diarahkan sebagai
penyakit bronkitis akut.

Produksi sputum

Warna sputum biasanya jernih, kuning, hijau, atau bahkan seperti seperti
warna darah. Sputum purulen dilaporkan pada 50% orang dengan bronkitis
akut. warna sputum dikarenakan pelepasan peroksidase oleh leukosit
Perubahan dalam sputum. Karena itulah, warna sputum tidak dapat menjasi
indikator terhadap adanya infeksi bakteri.

Demam

Bukan merupakan tanda khas dan biasanya ketika disertai dengan batuk akan lebih
mengarah pada influenza ataupun pneumonia.

Kasus yang berat mungkin akan menyebabkan malaise dan nyeri dada. Ketika
keluhan berat hingga mengenai trakea, gejala dengan sensasi terbakar pada
daerah substernal akan dirasakan dan nyeri dada berhubungan pada saat batuk
serta proses bernafas

Sesak nafas dan sianosis tidak teramati pada penyakit bronkitis ini kecuali pasien
memiliki penyakit paru obstruktif kronik ataupun kondisi lainnya yang mengganggu
fungsi paru.

Gejala lain dari bronnkitis akut ini meliputi nyeri tenggorokan, hidung berair atau
tersumbat, nyeri kepala, nyeri otot dan kelelahan.

Patofisiologi

Selama episode bronkitis akut:


jaringan yang melapisi lumen bronkus megalami iritasi membran

mukosa menjadi hiperemis dan edema mengganggu fungsi mukosiliar


bronkus.

saluran nafas menjadi menjadi sempit akibat debris dan

proses inflamasi Respon akibat produksi mukus yang banyak ini akhirnya
ditandai dengan batuk produktif.

Bronkitis kronik dihubungkan dengan produksi mukus yang berlebihan


sehingga menyebabkan batuk berdahak selama lebih dari 3 bulan atau
lebih dalam periode waktu minimal 2 tahun.

Epitel alveoli merupakan target maupun tempat awal inflamasi pada


bronkitis kronik.

Etiologi

Bronkhitis akut

Infeksi Virus, Bakteri, dan Mikroorganisme lain

Penyebab Bronkitis Kronik

Terdapat tiga faktor utama yang mempengaruhi timbulnya bronkhitis, yaitu :


rokok, infeksi dan polusi.
Selain itu terdapat pula hubungannya dengan faktor keturunan dan status sosia

Diagnosis

Anamnesis

Pemeriksaan fisik

Bila ada keluhan sesak akan terdengar ronki pada waktu ekspirasi maupun inspirasi
disertai bising mengi.
Pasien biasanya tampak kurus dengan barrel-shape chest
Iga lebih horizontal dan sudut subkostal bertambah.
Perkusi dada hipersonor, peranjakan hati mengecil, batas paru hati lebih rendah,
pekak jantung berkurang.
Pada pembesaran jantung kanan, akan terlihat pulsasi di dada kiri bawah di pinggir
sternum.

Penunjang

Cultures dan Staining


Kadar Procalcitonin.
Sitologi sputum.
Radiografi Dada.
Bronkoskopi
Spirometri
Temuan histologis

Gambaran
Bronkitis

Radiologi

Pada

Bronkitis akut

Radang akut bronkus berhubungan dengan infeksi saluran nafas bagian atas.
Juga tidak terdapat gambaran roentgen yang positif pada keadaan ini. Tetapi
foto roentgen berguna jika ada komplikasi pneumonitis pada penderita
dengan infeksi akut saluran nafas.

Bronkitis kronik

Penyakit bronkitis kronik tidak selalu memperlihatkan gambaran khas pada foto
thoraks.
Pada foto hanya tampak corakan yang ramai di bagian basal paru. Gambaran
radiogram bronkitis kronik hanya memperlihatkan perubahan yang minimal dan
biasanya tidak spesifik. Kadang-kadang tampak corakan peribronkial yang bertambah
di basis paru oleh penebalan dinding bronkus dan peribronkus.
Corakan yang ramai di basal paru ini dapat merupakan variasi normal foto thoraks.
Tidak ada kriteria yang pasti untuk menegakkan diagnosis bronkitis kronik pada foto
thoraks biasa. Penyakit ini disebabkan oleh bermacam-macam etiologi, misalnya
asma, infeksi, dan lain-lain

Bronkitis kronik secara radiologik dibagi dalam 3 golongan, yaitu:


1.

Ringan : ditemukan corakan paru yang ramai di bagian basal paru.

2. Sedang : selain corakan paru yang ramai, juga terdapat emfisema dan
kadang-kadang disertai bronkiektasis di pericardial kanan dan kiri
3. Berat : ditemukan hal-hal tersebut di atas dan disertai cor pulmonale
sebagai komplikasi bronkitis kronik

Dirty chest yang


menunjukkan adanya
corakan bronkuvaskular
yang ramai hingga menuju
percabangan perifer di
paru

Gambaran Tubular
Shadow menunjukkan
adanya bayangan garisgaris yang paralel keluar
dari hilus menuju basal
paru dari corakan paru
yang bertambah

Gambaran berupa tramline


shadow

berupa

garis

parallel akibat penebalan


dinding bronkus yang juga
menjadi

gambaran

bronkiektasis.

khas

Sisi lapangan paru kiri atas


yang diperbesar
menunjukkan struktur
bronkovaskuler yang
irregular dengan diameter
yang bervariasi.

Terlihat adanya corakan


bronkovaskular ramai
disertai emfisema.
Volume paru tampak
membesar, sela iga
melebar, dan difragma
mendatar.

Gambaran tremline
shadow appearance
berupa garis paralel
sejajar akibat penebalan
dinding bronkus dan
dilatasi bronkus ringan
akibat peradangan
bronkus.

Penebalan dinding
bronkus akibat bronkitis
kronis berdasarkan
gambaran Computed
Tomography (CT) scan
(panah merah) dan lendir
di dalam bronkus (panah
kuning)