You are on page 1of 6

Pelaksanaan putusan

arbitrase domestik
Pertemuan ke 11

Pengaturan pelaksanaan putusan


arbitrase diatur sekaligus dalam suatu
paket, agar UU No. 30 Tahun 1999 dapat
dioperasikan sampai pelaksanaan
putusan, baik yang menyangkut masalah
arbitrase nasional maupun internasional
dan hal ini secara sistem hukum
dibenarkan. Pelaksanaan putusan
arbitrase nasional diatur dalam pasal 59
sampai dengan Pasal 64 UU No. 30
Tahun 1999.

Pada dasarnya, putusan arbitrase


nasional harus dilaksanakan oleh para
pihak secara sukarela. Jika para pihak
tidak bersedia memenuhi pelaksanaan
putusan arbitrase nasional tersebut
secara sukarela, maka putusan arbitrase
nasional itu dilaksanakan secara paksa.
Supaya putusan arbitrase nasional dapat
dilaksanakan, putusan tersebut harus
dideponir dulu dalam akta pendaftaran di
kepaniteraan Pengadilan Negeri.

Tindakan dideponir ini dilakukan dengan cara


menyerahkan dan mendaftarkan lembar asli
atau salinan autentik putusan arbitrase nasional
oleh arbiter atau kuasanya kepada panitera
Pengadilan Negeri. Penyerahan dan
pendaftaran yang dimaksud dilakukan dengan
pencatatan dan penandatanganan bersamasama pada bagian akhir atau dipinggir putusan
oleh Panitera Pengadilan Negeri dan arbiter
atau kuasanya yang menyerahkannya.
Selanjutnya, catatan tersebut menjadi dan
merupakan akta pendaftaran putusan arbitrase
nasional.

Pasal 59 UU No. 30 Tahun 1999


menentukan batas waktu penyerahan dan
pendaftaran putusan arbitrase nasional
tersebut, yaitu dilakukan dalam waktu
palinglama 30 (tiga puluh) hari terhitung
sejak tanggal putusan diucapkan oleh
arbiter atau majelis arbitrase. Bila tindakan
deponir terhadap putusan arbitrase
nasional tidak dipenuhi, maka berakibat
putusan arbitrase nasional yang
bersangkutan tidak dapat dilaksanakan.