You are on page 1of 18

BBLR

(Bayi Berat
Lahir
Rendah)
I MADE ADI NARENDRANATHA KOMARA
(1370121077)

Definisi BBLR

BBLR merupakan istilah yang digunakan pada bayi yang lahir dengan
berat badan kurang dari 2.500 gram.
BBLR merupakan kasus yang biasanya muncul pada 15% dari seluruh
kelahiran di dunia yang selalu dikaitkan dengan KRT dan status
sosioekonomi yang rendah.

Epidemiologi

Data WHO pada tahun 2012 menyataka bahwa kejadian BBLR


didapatkan sebanyak 28% kejadian pada daerah Asia Selatan,
13% pada daerah sub sahara-Afrika dan 9% Amerika latin. Hal
ini sesuai dengan estimasi WHO bahwa kejadian BBLR paling
sering ditemui pada negara-negara miskin dan berkembang,
hal tersebut masih banyak ditemukan khususnya di wilayah
Asia dan Afrika.

Etiologi BBLR

Secara umum, penyebab dari BBLR adalah kelahiran premature,


ditambah risiko 4 TERLALU.

Faktor Ibu

Penyakit
Komp.
Kehamilan
Usia Ibu dan
paritas
Faktor
kebiasaan
Ibu

Faktor Janin

Prematur
Hidramnion
Kehamilan
kembar
Kelainan
kromosom

Faktor
Lingkungan

Tempat
tinggal
Paparan
radiasi
Sosioekonomi
Konsumsi
makanan

Masalah BBLR
Dampak Jangka
Panjang

Dampak Langsung

Hipotermia

Gangguan tumbuh kembang

Gangguan cairan dan elektrolit

Gangguan penglihatan

Paten duktus arteriosus

Gangguan perilaku

Apneu

Penyakit paru kronis

Anemia

Sindrom gawat nafas

Kenaikan frekuensi
terjadinya kelainan bawaan

Manifestasi Klinis

Berat kurang dari 2.500 gram.


Panjang badan kurang dari 45 cm.
Lingkar dada kurang dari 30 cm.
Lingkar kepala kurang dari 33 cm.
Usia kehamilan kurang dari 37 minggu.
Kepala relatif besar dan kepala tidak
mampu tegak.
Kulit tipis, transparan, rambut lanugo
banyak, dan lemak kulit kurang.
Penurunan tonus otot.
Pernapasan tidak teratur dapat terjadi
gagal nafas.
Frekuensi nadi 100-140 kali per menit.
Pembesaran klitoris.
Skrotum mengecil, tidak ada kerutan,
dan terkadang testis tidak turun.
Masalah makan karena kesulitan
mengisap atau kesulitan dalam
koordinasi

Gambaran bayi berat lahir rendah

Tampak lanugo tumbuh pada punggung

BAGAIMANA CARA MENGETAHUI


SEORANG BUMIL BERISIKO
MELAHIRKAN BBLR ?

SKRINING BBLR

KEHAMILAN RISIKO TINGGI

Diagnosis BBLR
ANAMNESIS (Bumil)

Umur bumil

Riwayat Persalinan sebelumnya

Paritas, jarak kehamilan


sebelumnya

Kenaikkan berat badan selama


kehamilan

Aktivitas

Riwayat mengkonsumsi obat obatan

PEMERIKSAAN FISIK
(Bayi)

Antopometri (berat badan,


lingkar lengan atas, lingkar
dada)

Tanda bayi premature

Tanda bayi cukup atau


lebih bulan

Curiga BBLR pada


Kehamilan Risiko Tinggi
Hamil terlalu
muda <16 tahun.

Terlalu tua hamil


pertama >35
tahun.

Terlalu banyak
anak > 4 orang.

Hamil terlalu tua .


35 tahun.

Terlalu lambat
hamil pertama
setelah menikah
> 4 tahun.

Riwayat gagal
obstetrik

Terlalu cepat
jarak kehamilan
< 2 tahun.

Terlalu lama
hamil lagi > 10
tahun.

Tinggi badan
bumil <145 cm.

Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan Skor Ballard.
Tes Kocok dianjurkan pada bayi kurang bulan.
Darah rutin, glukosa darah, elektrolit, dan bila
perlu lakukan analisa gas darah.

Foto rontgen dada dan USG diperlukan pada bayi


yang baru lahir dengan umur kehamilan < 35
minggu.

Penatalaksanaan Awal
Prinsip penatalaksanaan BBLR adalah (Ministry of Health Republic of
Rwanda, 2012; WHO, 2014):
Perawatan Saat Lahir
Mengirim bayi dari tempat lahir menuju tempat yang memiliki
fasilitas optimum untuk BBLR
Mencegah hipotermia
Resusitasi efisien
Tempat Perawatan yang Tepat
Berat badan > 1800 g : Rumah
Berat badan 1500-1800 g : Unit pelayanan sekunder
Berat badan < 1500 g : Intensive Care Unit (ICU)
Proteksi Suhu
Jangan mandikan bayi segera setelah lahir
Kontak dengan ibu
Metode kangguru
Ruangan hangat dan inkubator

Penatalaksanaan Awal
Nutrisi
Cairan intravena
Pemberian ASI dengan menggunakan katori spoon (pipa
lambung)
Menyusui langsung
Pengawasan dan Deteksi Dini Komplikasi
Berat dan tanda klinis
Elektronik
Biokimia

1000 gram
1. Tambahan 0,5 1 ml, interval 1
jam, setiap 24 jam.
2. Setelah 2 minggu, berikan ASI

1000 1500
gram
1. ASI perah.
2. Selanjutnya minum
ditingkatkan jika

perah hingga berat badan

memberikan toleransi yang

mencapai 2000 gram.

baik tambahan 1 2 ml,


interval 2 jam, setiap > 24
jam.

1500 2000 gram


1. Tambahan 2 4 ml, interval
3 jam, setiap 12 24 jam.
2. Setelah 2 minggu, berikan
ASI perah ditambah HMF/ full
strength preterm formula.

2000 - 2500 gram


1. Apabila mampu sebaiknya
dibeikan minum peroral
2. ASI perah/ term formula

Jika bayi sakit,


berikan.
1. Pemberian minum awal : < 10 ml/kg/hari.
2. Jika toleransi baik, minuman ditingkatkan : tambahan 3 5 ml interval
3 jam, setiap > 8 jam.

Terapi Suportif
1. Jaga dan pantau jalan nafas.
2. Jaga dan pantau suhu tubuh.
3. Pantau kecukupan gizi, cairan dan elektrolit.
4. Lakukan terapi kelola apabila muncul penyulit, contohnya :
hipotermia.

Komplikasi
-Keterlambatan perkembangan dan keterbelakangan mental
-Risiko kematian dan angka kesakitan yang tinggi
-Respiratory Distress Syndrome (RDS)
-Neonatal jaundice
-Sepsis

Prognosis
Prognosis BBLR menjadi semakin buruk pada kondisi berat
badan yang sangat rendah. Prognosis pada bayi dengan berat
lahir 1800 gram atau lebih akan lebih baik dibandingkan bayi
yang lahir dengan berat antara 1500-1800 gram

Daftar Pustaka
Carpenito, Lynda Juall. 2000. Buku Saku Diagnosa Keperawatan, Edisi 8. Jakarta :
EGC.
Doenges, E.Marilynn. 2012.Rencana Asuhan Keperawatan - Edisi 3.Jakarta :
EGC.
Herdman, T. Heather. 2012. Diagnosis Keperawatan : Definisi dan Klasifikasi 2012-2014.
Jakarta : EGC
Arizona
Health
Matters.
2015. Babies
with
Low
Birth
Weight.http
://www.arizonahealthmatters.org/modules.php?op=modload&name=NS-Indicator&fil
e=indicator&iid=17275074
. Di akses Tanggal 12 Oktober 2016.

TERIMA KASIH