You are on page 1of 8

HIRADC

Hazard Identification Risk Assessment


Determining Control
PT Sanggar Sarana Baja Kuala
Kencana

AULIA
WAHYUNI
Kesehatan
Masyarakat
UIN Alauddin
Makassar

Manajemen K3
Tujuan utama penerapan sistem manajemen K3
adalah
untuk
mengurangi
atau
mencegah
kecelakaan yang menyebabkan cedera atau
kerugian materi
Manajemen risiko K3 adalah suatu upaya
pengelolaan bahan yang berpotensi menimbulkan
risiko terhadap kesehatan dan keselamatan kerja
untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang tidak
diinginkan secara komperehensif, terencana dan
terstruktur dalam suatu kesisteman yang baik.

OHSAS 18001 merupakan salah satu sistem manajemen K3


yang sudah banyak diterapkan di kalangan industri dunia.
Sesuai persyaratan OHSAS 18001 klausul 4.3.1 bahwa
organisasi harus menetapkan prosedur dan melakukan
identifi kasi bahaya (Hazard Identifi cation), penilaian risiko
(Risk Assessment) dan pengendalian risiko (Determining
Control) Atau disingkat HIRADC
Potensi bahaya terdapat disetiap tempat dimana dilakukan
aktivitas , baik di rumah, d jalan maupun di tempat kerja.
Melalui Hazard manajement process, risiko yang mungkin
timbul dapat diidentifi kasi, dinilai dan dikendalikan sedini
mungkin melalui pendekatan preventif, inovatif dan
partisipatif.

Faktor Bahaya Pada Area


Produksi
Bahaya fisik
Bahaya mekanik
Bahaya kimia
Bahaya Ergonomi
Bahaya Biologi

Tahap Pembuatan HIRADC


1.

2.
3.

4.
5.

Adanya SOP pada setiap job kerja


Dilakukan observasi area untuk melihat jenis kerja
apakah sesuai dengan SOP yang telah ada
Melihat secara visual risiko yang ada pada setiap
aktivitas kerja dan melakukan wawancara foremen
maupun pekerja untuk mengetahui lebih jelas risiko
risiko yang ada pada area tersebut.
Dilakukanlah penilaian risiko pada setiap aktivitas
kerja.
Membuat rencana mitigasi dan selanjutnya akan
dilakukan pengimplementasian pengendalian untuk
setiap risiko pada area kerja

Hasil HIRADC
ROD AS STEERING CYLINDER
ROD AS TILT CYLINDER
REPLACEMENT SEAT PASSANGERS AND
INSTALL ARMOR

Kesimpulan
1. Setiap

aktivitas kerja yang dilakukan memiliki


potensi bahaya yang perlu perhatian khusus.
Setelah mengidentifikasi risiko dan melakukan
penilaian risiko pada job yang telah diberikan,
potensi bahaya tidak hanya pada pekerja akan
tetapi pada lingkungan kerja dan pada benda
kerja itu sendiri.
2. Adapun upaya yang dilakukan untuk mengurangi
tingkat risiko pada tempat kerja yaitu adanya
rencana mitigasi yang ada pada setiap HIRADC
yang
dibuat
untuk
dilaksanakan
upaya
meninimalisir bahaya pada area kerja

Thanks
You