You are on page 1of 19

Akuisisi Pengetahuan

Apa itu Akuisisi Pengetahuan??

Akuisisi pengetahuan adalah pengumpulan data-data dari


seorang pakar ke dalam suatu sistem (program komputer).

3 Proses Penting dalam akuisisi pengetahuan

Pengumpulan,

Pemindahan,

Perubahan bentuk

Dalam 3 tahap tersebut knowledge


engineer berusaha menyerap
pengetahuan untuk selanjutnya
ditransfer ke dalam basis
pengetahuan*.
*Basis pengetahuan akan kita bahas pada halaman selanjutnya

Sumber-sumber yang sangat potensial dijadikan sumber pengetahuan antara lain :

Pengetahuan diperoleh dari


pakar dilengkapi dengan buku,
basis data, laporan penelitian
dan pengalaman pemakai.

Keuntungan Partisipasi Banyak Pakar


Menimalisasi kesalahan karena dapat saling melakukan
koreksi
Muncul kerja sama untuk membuat sesuatu menjadi
standar sehingga hilang sifat ego pribadi
Domain pengetahuan lebih besar dimana setiap pakar
saling melengkapi menambah kualitas produk sistem
pakar tersebut

Sumber yang dipakai HARUS


terpercaya dan dapat
dipertanggung jawabkan.

Menurut Turban (1988), terdapat tiga metode utama dalam akuisisi pengetahuan, yaitu:

1.Wawancara.
Wawancara adalah metode akuisisi yang paling banyak
digunakan. Metode ini melibatkan pembicaraan dengan pakar
secara langsung dalam suatu wawancara. Terdapat beberapa
bentuk wawancara yang dapat digunakan.
a) Contoh masalah (kasus).
Dalam bentuk wawancara ini, pakar dihadapkan dengan suatu
masalah nyata.

b)
Wawancara klasifikasi.
Maksud dari bentuk wawancara ini adalah untuk
memperoleh wawancara pakar untuk domain
permasalahan tertentu.
c)
Wawancara terarah (directed interview).
Metode ini biasanya merupakan pelengkap bagi metode
wawancara dengan menggunakan contoh masalah dan
wawancara klasifikasi. Dalam bentuk wawancara ini,
pakar dan knowledge engineer mendiskusikan domain
dan cara penyelesaian masalah dalam tingkat yang lebih
umum dari dua metode sebelumnya.

d)
Diskusi kasus dalam konteks dari sebuah prototipe
sistem.
Dalam metode ini pakar dihadapkan dengan sebuah kasus
contoh dari prototipe sistem. Metode ini digunakan untuk
melihat apa yang pakar pikiran tentang prototipe sistem.

2. Analisis protokol.
Dalam metode akuisisi ini, pakar diminta untuk melakukan
suatu pekerjaan dan menggungkapkan proses
pemikirannya, dengan menggunakan kata-kata. Pekerjaan
tersebut direkam, dituliskan, dan dianalisis.
3. Observasi pada pekerjaan pakar.
Dalam metode ini, pekerjaan dalam bidang tertentu yang
dilakukan pakar direkam dan diobservasi.

Basis Pengetahuan

Penalaran berbasis aturan


Penalaran berbasis kasus

Penalaran berbasis aturan


Pengetahuan direpresentasikan dengan menggunanakan
aturan berbentuk IF THEN
Bentuk ini digunakan apabila kita memiliki sejumlah
pengetahuan pakar pada suatu permasalahan tertentu,
dan si pakar dapat meyelesaikan masalah tersebut
secara berurutan

Penalaran berbasis kasus


Basis pengetahuan akan berisi solusi-solusi yang telah
dicapai sebelumnya, kemudian akan diturunkan suatu
solusi untuk keadaan yang terjadi sekarang (fakta yang
ada).
Bentuk ini digunakan apabila user menginginkan untuk
tahu lebih banyak lagi pada kasus kasus yang hampir
sama (mirip).

Terima Kasih