You are on page 1of 17

CLINICAL SCIENCE SESSION

ANIMAL BITES
RAISA CESARDA
TIARA SENJA DYANDRA
SMF BEDAH RS AL ISLAM
2014

GIGITAN

Gigitan pada manusia disebabkan


oleh berbagai macam binatang

Macam-macam binatang yang biasa


menggigit manusia ialah :
Binatang darat :
ular,anjing,kucing,binatang liar
lainnya
Binatang laut : ubur-ubur,

Gigitan Ular

Epidemiologi : Di US, sekitar 5-6


orang meninggal akibat gigitan ular
dan terjadi sekitar 6000-7000
kejadian tiap tahun

Di dunia, sekitar 30000 kejadian


gigitan ular terjadi tiap tahunnya

2 macam ular yang paling berbisa :


Pit viper(rattlesnake, water
mocassin,copperhead)
Coral snake

Derajat toksisitas gigitan ular


bergantung pada potensi dan jumlah
venom, jenis ular, dan ukuran tubuh
yg tergigit.
Tanda dan gejala yg terjadi biasanya
nyeri, edema lokal, numbness,
ekimosis

Mual , muntah, demam, berkeringat


biasanya juga terjadi
Gum bleeding serta hematemesis
merupakan manfes umum dari
perdarahan
Jika tidak terjadi edema dan eritema
dalam 8 jam, biasanya tidak terjadi
envenomation

Treatment

Paling utama : menentukan jenis ular


berbisa atau tidak

Pada kasus jari tergigit, apabila ada


bengkak yg berat, pucat, biru, kaku
maka dapat dilakukan digit
dermotomy

Antivenom dapat diberikan dalam


rentang waktu 4 jam setelah terjadi
gigitan

Supportive treatment seperti hospitalisasi


untuk monitoring hematokrit, PT ,platelet
count.

Luka bekas gigitan dibersihkan dan


ditutup ( debridement)

Anti tetanus dan antibiotik profilaksis


seperti penicillin,ampicillin, tetracyclin
dapat digunakan pada kasus berat

Gigitan Serangga

Serangga yang dapat berakibat fatal


dan menimbulkan reaksi anafilaksi fatal
berasal dari antropods hymenoptera
95 grup ini terdiri dari honeybee,
bumblebee, wasp, yellow and black
hornets, and the fire ant.
Venom yang dihasilkan bersifat potent
dan menyebabkan kematian di USA.

Gejala terdiri dari :


localized pain,
swelling,

generalized erythema,
a feeling of intense heat throughout
the body,
headache,
blurred vision
, injected conjunctivae, s
wollen and tender joints,
itching, apprehension,
urticaria,
petechial hemorrhages of the skin and
mucous membranes,
dizziness,
weakness,
sweating,
severe nausea,
abdominal cramps,
dyspnea,
constriction of the chest,
asthma,
angioneurotic edema
vascular collapse, and
possible death from anaphylaxis.

Kasus fatal

bermanifestasi edema
pada glottal dan
laryngeal, pulmonary
and cerebral edema,
visceral congestion,
meningeal hyperemia,
and intraventricular
hemorrhage.
Kematian berasal dari
kombinasi shock, gagal
napas dan perubahan
CNS. Kematian dari
gigitan serangga terjadi
dalam waktu 15-39
menit.

Awal penanganan menggunakan


mencegah penyebaran cepat venom.
pasien diberikan epinephrine
injection.

Portuguese Man-of-War
Gejala : severe nausea, gastric cramping, and
constriction and tightness of throat and chest with
severe muscle spasm. burning pain with weakness and
perhaps respiratory distress.
Treatment :
inaktifasi nematocyct, untuk mencegah penyebaran toxin. Dengan

penggunaan substansi high alcohol seperti rubbing alcohol, diikuti


dengan penggunaan agen kering seperti flour, baking soda, talc,
or shaving cream.
Tentakel bisa dihilangkan dengan cara dicukur
Agen alkaline seperti baking soda untuk menetralisir toxin
Meperidine and diphenhydramine meredakan nyeri dan gejala
Aerosol corticosteroid-analgesic balm juga dapat membantu

Alhamdulilah