You are on page 1of 22

HIPOGLIKEMIA PADA

PENDERITA DIABETES
MELLITUS
Kelompok
Anisa Widiastuti
Auni Lestari
Dafiana Niken
Elly Hardiany
Fitriana Yunita Sandy
Identitas pasien
No. RM : 04-53-83
Nama : Tn. H.W
Umur : 89 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Pekerjaan : pedagang/wiraswasta
Alamat : Notopraja NG II/79 Yogya,
Kel.Notopraja Kec.ngampilan Kab.yogyakarta
Suku Q: Indonesia/Jawa
Tanggal MRS : 14 April 2013,03.30 Wib
Diagnosis awal : Obs. Hipoglikemia pada DM
ASSESMENT
Antropometri
TB
= 168 cm
BB = 63 kg
BBI = TB(m)2 x 22,5
= (1,68)2 x 22,5
= 63,5 kg
IMT = = = 23,68 (normal)
Biokimia
Hasil pemeriksaan laboratorium tanggal 14-04-2013
Jenis Hasil
Nilai
pemeriksaa pemeriksaa Satuan unit Keterangan
rujukan
n n

Leukosit 13,2 4-10 Rb/ul Tinggi

Hb 12,2 12,0-16,0 Normal


GDS
03.30 36 Rendah
05.30 132 Normal
07.45 78 70-140 Mg/dl Normal
09.30 59 Rendah
11.30 43 Rendah
13.30 166 Tinggi
Ureum 52 18-55 Mg/dl Normal

Kreatinin 0,6 <1,3 Mg/dl Normal

Asam urat 2,9 3,2-7,0 Mg/dl rendah


Biokimia
Hasil pemeriksaan laboratorium tanggal 15-04-2013
Jenis Hasil
Nilai
pemeriksaa pemeriksaa Satuan unit Keterangan
rujukan
n n
GDS

07.00 63 Rendah

07.30 270 70-140 Mg/dl Tinggi

12.00 219 Tinggi

17.00 152 Tinggi


Biokimia
Hasil pemeriksaan laboratorium tanggal 16-04-2013
Jenis Hasil
Nilai
pemeriksaa pemeriksaa Satuan unit Keterangan
rujukan
n n
GDS
06.00 136 Normal
11.00 142 70-140 Mg/dl Tinggi
17.00 161 Tinggi
23.00 283 Tinggi

AL 8,0 4-10 Rb/ul normal


Pembahasan
Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa kadar gula
darah naik pada pagi hari. Hal ini di sebabkan karena pada
saat jam 01.00 sampai jam 08.00 kadar hormon kortisol
(hormon yang dapat meningkatkan gula darah) di produksi
tubuh lebih banyak.
Sampai saat ini pemberian insulin masih
belum sepenuhnya dapat meniru pola sekresi
insulin yang fisiologis. Makan akan
meningkatkan kadar glukosa darah dalam
beberapa menit dan mencapai puncak
sesudah 1 jam. Bahkan insulin yang
bekerjanya paling cepat bila diberikan
subkutan belum mampu menirukan
kecepatan peningkatan kadar puncak
tersebut dan berakibat menghasilkan puncak
konsentrasi insulin 1-2 jam sesudah
disuntikkkan.
Oleh sebab itu waktu dimana resiko
hipoglikemia paling tinggi adalah saat
menjelang makan berikutnya dan malam
hari. Hampir semua pasien yang mendapat
terapi insulin dan sebagian besar pasien
yang mendapat sulfonylurea pernah
mengalami keadaan dimana kadar insulin
disirkulasi tetap tinggi sementara kadar
glukosa darah sudah dibawah normal.
Clinis
Keadaan umum : Composmentis,lemah (somnolen)
Jenis Pemeriksaan
Tanggal Hasil
pemeriksaan TD Nadi Suhu

14-03-2013 140/70 mmHg 80 x/mnt 38C


15-03-2013 140/80 mmHg 80 x/mnt 37C
16-03-2013 130/90 mmHg 80 x/mnt 36,5C
17-03-2013 140/80 mmHg 80 x/mnt 36C
Dietery history
Pasien tidak ada pantangan makan. Kebiasaan
makanan pasien sehari-harinya,yaitu
Makanan utama : nasi 3x sehari

Lauk hewani : telur 3x per minggu


Ayam 2x per minggu
Ikan 3x per minggu
Sering konsumsi lauk nabati tahu dan tempe 2-

4x per hari
Senang mengkonsumsi sayuran terutama

bayam,nangka muda
Jarang konsumsi buah,2x per minggu

Os suka minum teh manis lebih dari 3x

sehari
CLIENT HISTORY
a. Keluhan utama
Os mengeluh tiba-tiba lemas,komunikasi
menurun,tidak dapat berdiri.
b. Riwayat penyakit dahulu :
pasien sudah sering masuk RS dengan
diagnosis hipoglikemia dan DM
c. Riwayat penyakit sekarang
a) Hipoglikemia pada DM
b) Susp. CHF
d. Riwayat penyakit keluarga
-
e.Keadaan sosial ekonomi
pasien sudah pensiun dari pekerjaannya.
Dahulu os bekerja sebagai
pedagang/swasta,os memiliki 6 orang anak.
f.Obat-obatan yang diberikan
obat injeksi : paro DM,nantin
obat oral :
vomceron,lactulac,lancid,geriavita,cefixime
DIAGNOSIS GIZI
NI.5.4 Penurunan zat gizi spesifik natrium (P)
berkaitan dengan adanya tekanan darah
tinggi (E) ditandai dengan tekanan darah
140/70 mmHg (S).
NB.1.4 kurangnya kontrol diri (P) berkaitan
dengan ketidaksiapan untuk melakukan
diet/merubah pola hidup (E) ditunjukkan
dengan suka minum teh manis > 3x dan
riwayat penyakit DM (S).
NC.2.2 Perubahan nilai laboratorium yang
terkait dengan gizi (P) berkaitan dengan
hipoglikemia (E) ditandai dengan hasil
lab GDS jam 03.30 rendah, yaitu 36
mg/Dl (S).
INTERVENSI

BBI = 63,5 kg
Energi Bassal = BBI 30 kal
= 63,5 30 = 1905
TEE = Energi bassal + AF + FS KU
= 1905 + 10% + 13% - 20%
= 1905 + 190,5 + 247,65 381
= 1962,15 kkal
Protein =
Lemak =
Karbohidrat =
MONITORING
Antropometri : mempertahankan
status gizi agar tetap normal
Biokimia: memantau hasil laboratorium
(GDS)
Fisik dan Klinik: tekanan darah, suhu,
nadi
Dietary : memantau asupan zat gizi
pasien dan daya terima terhadap diet
yang diberikan
TERIMAKASIH