Вы находитесь на странице: 1из 30

GENETIKA POPULASI

Amanda Fauzia Pratiwi, Dani Nur Arifin, Dini Fatwa Kania, Puji Nurhayat
Suatu populasi dikatakan mengalami evolusi yaitu bila terjadi perubahan
struktur genetik dari suatu populasi atau perubahan frekuensi alel dan
genotipe dalam gen pool suatu populasi pada generasi ke generasi
berikutnya. Sedangkan geetika populasi menggambarkan hubungan
matematika dari frekuensi gen dalam populasi yang
menunjukanperbandingan alel suatu gen.

Here comes your footer Page 2


- Teorema Hardy-Weinberg menjelaskan suatu populasi yang tidak
berevolusi.
- Godfrey Harold Hardy (ahli matematika dari Inggris) dan Willhelm
Weinberg (Dokter dari Jerman) pada tahun 1908 menemukan hubungan
matematika dari frekuensi gen dalam populasi yang menunjukan
perbandingan alel suatu gen.
- Teorema Hardy-Weinberg berbunyi:
Bahwa dalam suatu kondisi tertentu yang stabil, frekuensi alel dan
frekuensi genotip suatu populasi akan tetap konstan (sama) dari generasi
ke generasi berikutnya dalam populasi yang bekembangbiak secara
seksual
Hukum ini menyatakan bahwa dalam suatu kondisi tertentu yang stabil,
frekuensi gen dan frekuensi genotif akan tetap konstan dari satu generasi
ke generasi dalam suatu populasi yang berbiak seksual, bila syarat
berikut dipenuhi:
- Genotipe yang ada memiliki viabilitas (kemampuan hidup) dan fertilitas
(kesuburan) yang sama
- Perkawinan yang terjadi berlangsung secara acak
- Tidak ada mutasi gen
- Tidak terjadi migrasi
- Tidak terjadi seleksi
Bagaimana peranan kesetimbangan Hardy-Weinberg dalam
teori evolusi?

Hukum Hardy-Weinberg ini berfungsi sebagai parameter


evolusi dalam suatu populasi. Bila frekuensi gen dalam suatu
populasi selalu konstan dari generasi ke generasi, maka
populasi tersebut tidak mengalami evolusi. Bila salah satu
saja syarat tidak dipenuhi maka frekuensi gen berubah,
artinya populasi tersebut telah dan sedang mengalami
evolusi
3. Jelaskan syarat-syarat berlakunya kesetimbangan Hardy-
Weinberg
Ukuran populasi harus sangat banyak, supaya perubahannya tidak
terlihat ct: manusia, senyum
Terisolasi dari populasi lain, tidak ada interaksi antara 1 dengan yang lain.
Tidak terjadi mutasi (tumbuhan hewan terpapar matahari, )
Perkawinan terjadi secara acak (random), kalo tidak mengerti bhasa
tubuh mana bisa saling tertarik, jarang ktmu juga gmna sling trtarik, pada
polen atau pada sel telur dan sperma yang umur sama atidak akan sama
tingkat kematangannya
Tidak terjadi seleksi alam (terjadi seleksi karena untuk keseimbangan,
keterbatasan sumber daya, adanya variabilitas)

Dulunya hukum sekarang jadi teori. Karena dalam ke5 syarat tidak jelas,
salah satunya pada populasi yang besar, besarnya tuh segimana
Ukuran populasi harus sangat banyak

Populasi dengan jumlah besar dapat dengan mudah


memenuhi syarat hukum kesetimbangan frekuensi gen.
Karena populasi yang besar dapat mempertemukan
jodoh dari tiap-tiap pasangan alel secara acak.

Terisolasi dari populasi lain


Bila populasi kecil dan tidak terisolasi maka dapat
dengan mudah kita memahami adanya perubahan
frekuensi gen bila ada anggota yang berpindah tempat.
Tidak terjadi mutasi

Mutasi adalah suatu perubahan kimia gen yang berakibat


berubahnya fungsi gen. Jika gen mengalami mutasi dengan kecepatan
tetap maka frekuensi gen akan sedikit menurun, sedangkan frekuensi alel
akan meningkat.
Mutasi yang setimbang tidak mengubah kesetimbangan gen. jika
mutasi gen tidak setimbang maka akan mengakibatkan berubahnya
frekuensi gen dalam mutasi
Perkawinan terjadi secara acak (random)

Tidak terjadi seleksi alam


Viabilitas atau kemampuan hidup dan fertilitas atau
kesuburan yang sama harus dimiliki suatu mahluk hidup.
Karena jika terjadi perbedaan kelangsungan hidup
dan keberhasilan reproduksi akan mengubah gene pool
dengan menguntungkan penyebaran beberapa alel dan
menekan alel lainnya.
Tidak terjadi seleksi alam

Viabilitas atau kemampuan hidup dan fertilitas atau kesuburan


yang sama harus dimiliki suatu mahluk hidup.
Karena jika terjadi perbedaan kelangsungan hidup dan
keberhasilan reproduksi akan mengubah gene pool dengan
menguntungkan penyebaran beberapa alel dan menekan alel lainnya.
4. Kondisi mana yang paling memungkinkan dalam
mempertahankan Teorema Hardy-Weinberg menurut Anda,
beri alasan !

Teorema Hardy-Weinberg :Bahwa dalam suatu kondisi tertentu yang


stabil, frekuensi alel dan frekuensi genotip suatu populasi akan tetap
konstan (sama) dari generasi ke generasi berikutnya dalam populasi
yang berkembangbiak secara seksual
Faktor yang menyebabkan perubahan keseimbangan hukum
Hardy-weinberg

-Hanyutan genetik (genetic drift),


- Arus gen (gene flow),
- Mutasi,
- Perkawinan tidak acak, dan
- Seleksi alam.

Jadi yang mempertahankan hukum tersebut yaitu ukuran


populasi yang besar.
Pertanyaan

5. Di suatu wilayah dari 1000 orang diperiksa golongan darahnya menurut


sistem ABO, ditemukan 130 orang mempunyai golongan darah A, 450
golongan darah B, 60 orang golongan darah AB, dan 360 orang golongan
darah O. Tentukan berapa:
a.Frekuensi alel IA , IB , dan IO pada populasi tersebut?
b.Dari 130 orang bergolongan darah A berapa diperkirakan homozigot I A
IA ?
c.Dari 450 orang bergolongan darah B berapa diperkirakan yang
heterozigot IB IO ?
Teorema Hardy-Weinberg

Frekuensi alel dangenotip suatu populasi selalu konstan dari generasi ke


generasi dengan kondisi tertentu.
1. IA IA = p2 Fenotip
2. IA i = 2pr A = p2 + 2pr
A = p2 + 2pr
3. IB IB = q 2 B = q2 + 2qr
B = q2 + 2qr
4. IB i = 2qr AB = 2pq
5. IA IB = 2pq O = r2
6. i i = r2
pIA = 1- (q + r)
= 1 (q + 0,6)
= 1 q 0,6
= 0,4 q
p = 0,4 0,3 = 0,1

Frekuensi IA = 0,1
Frekuensi IB = 0,3
Frekuensi IO = 0,6
b. IA IA = 0,1 x 0,1
= 0,01 = 1%
Maka dari 130 orang golongan darah A
IA IA 1% dari 130 = 13 orang
c. IB IO = 0,3 x 0,6
= 0,18 = 18%
Maka dari 450 orang golongan darah B
IB IO 18% dari 450 = 81 orang
Pertanyaan

6. Misalkan di suatu daerah terdapat 25% pria buta warna, penyakit buta
warna terpaut pada kromosom x, dimana wanita memiliki kode kromosom
xx dan pria adalah xy, tentukan berapa:
a.Persentase wanita buta warna
b.Persentase wanita normal
Jawaban

P2 + 2pq + q2
Keterangan:
Alel normal = p
Alel buta warna = q
Pria buta warna = XCbY dengan frekuensi q = 25% = 0,25
maka p = 1 0,25 = 0,75
Persentase wanita buta warna
q2 = (0,25)2 = 0,0625 x 100% = 6,25%
Persentase wanita normal
p2 = (0,75)2 = 0,5625 x 100% = 56,25%

Here comes your footer Page 19


Pertanyaan

6. Misalkan di suatu daerah terdapat tanaman bunga Rose bombay dengan


alel A (merah), Aa (merah muda) dan a putih, bila frekuensi alel A = 0.6, alel
a = 0.4 dan pada setiap generasi terjadi laju mutasi dari A ke
a.10% .A
b.Bagaimana frekuensi genotipe awal, generasi ke dua dan ketiga setelah
mutasi?
c.Apa kesimpulan dari peristiwa itu?
Generasi 1 A = 0,6 10% (0,6)
= 0,6 0,06
= 0,54
Generasi 2 A = 0,54 10% (0,54)
Catatan : A + a = 1
= 0,486
Generasi 3 A = 0,486 10% (0,486)
= 0,43
Generasi 1 a = 1 0,54
= 0,46
Generasi 2 a = 1 0,486
= 0,514 Kesimpulan: setiap penurunan 10%
Generasi 3 a = 1 0,43 pada genotipe A, maka genotipe a
akan mengalami kenaikan 10%.
= 0,57
Penyebab terjadinya mikroevolusi

Hanyutan genetik (genetic drift)


Aliran gen (gene flow)
Mutasi
Perkawinan yang tidak acak
Seleksi alam
1. Hanyutan genetik
Perubahan dalam kumpulan gen suatu populasi kecil akibat kejadian
acak.
Efek pembentuk/pendiri populasi

Hanyutan genetik dapat terjadi pada beberapa individu di


tempat yang terisolir. Bila dimasuki suatu organisme(hewan
hamil/biji tumbuhan), maka: komposisi genetik ditentukan
oleh keanekaragaman yang dibawa; suatu alel yg jarang
dlm populasi asal menjadi sangat berarti
Hanyutan genetik dalam sebuah kumpulan gen baru, dikenal
sbg efek pembentuk.
Efek leher botol/penyempitan
Berkurangnya ukuran populasi secara drastis, hanya beberapa yang
hidup dan tidak mewakili susunan genetik populasi semula. Populasi
baru yang terbentuk tidak akan sama dengan populasi asalnya.
2. Aliran gen

Suatu populasi bisa mendapatkan atau kehilangan suatu alel dari


peristiwa aliran gen, yaitu pertukaran genetik akibat migrasi individu yg
subur atau perpindahan gamet dari populasi satu ke populasi lainnya.
3. Mutasi

Mutasi merupakan
peristiwa terjadinya
perubahan kromosom
atau gen suatu organisme
dan terjadi secara alami
maupun buatan.
4. Perkawinan yang tidak acak
Individu umumnya lebih sering kawin dg individu yg lebih dekat jaraknya
dibandingkan dg anggota populasi yg lebih jauh atau yang seumur atau
yang sama-sama dewasa.

Tipe perkawinan tidak acak:


Homogami : perkawinan berfenotip sama, hanya menghasilkan individu
yg berfenotip sama
Heterogami: perkawinan berfenotip berbeda, salah satu alel
frekuensinya akan menurun
Konsanguinitas: perkawinan antar kerabat mengakibatkan terjadinya
homozigositas, fenotip yg jarang atau resesif homozigot
Autogami : individu yg mengalami pembuahan sendiri, generasi
selanjutnya hanya akan menghasilkan 2 fenotip saja
5. Seleksi alam

Seleksi alam mempertahankan genotipe yang menguntungkan dalam


populasi. Seleksi terarah baik secara buatan maupun alami, akan
mengakibatkan frek.alel akan mengarah pada salah satu sifat/karakter
yang diinginkan.
Populasi terlihat terjadinya evolusi ketika hasil akhir mengalahkan hasil
yang awal

Kapan bisa dipertahankan , supaya tidak ada perubahan ?