You are on page 1of 21

Proposal Penelitian PIT

PERBANDINGAN FIBRO Q DAN


FIB 4 PADA BERBAGAI DERAJAT
FIBROSIS HEPATITIS B KRONIK

Evy adrianti, Liong Boy Kurniawan, Ibrahim Abd.


Samad
Hepatitis B kronik merupakan masalah
kesehatan terutama di Asia 75 % dari 300
juta individu HBsAg positif menetap di
seluruh dunia
Menurut hasil Riskesdas (Riset Kesehatan
Dasar) tahun 2013 menunjukkan peningkatan
2 kali lipat jumlah penderita hepatitis dari
data tahun 2007.

2
I.PENDAHULUAN lanj...
Sirosis Hati
Timbul Aktivasi
Hepatitis peradanga
virus sel
n luas stellate
kronik
hati
Nekrosis luas
dan
pembentukan
Sel stellate penghasil
jaringan mirip matrix ekstraseluler
fibroblast
(ECM)
Tahap akhir proses difus fibrosis hati progresif yang
ditandai oleh distorsi arsitektur hati dan pembentukan
nodul regeneratif

3
I.PENDAHULUAN lanj...

Gold-standard terhadap penilaian dan penegakan


diagnosis penyakit hati kronik biopsi hati
Derajat fibrosis ditentukan berdasarkan hasil
elastografi transient/FibroScan terbukti
berkorelasi baik dengan fibrosis hati namun relatif
masih mahal dan belum tersedia di setiap
pelayanan rumah sakit.
Penanda serum biomarker non invasif terus
dikembangkan, beberapa biomarker non invasif
fibrosis hati yakni Indeks Fibro Q dan Fib 4

4
I.PENDAHULUAN lanj...
FIBRO Q dan FIB-4
Fibro Q tes juga diusulkan oleh Hsieh et al (2009)
Fibro Q tes sederhana dan berguna untuk
memprediksi signifikan fibrosis hepatitis kronik,
memiliki akurasi lebih baik dibandingkan dengan
AST to Platelet Ratio Index (APRI) dan sama
dengan AST/ALT Ratio (AAR).
Papastergiou et al (2012) indeks FIB-4 memiliki
kekuatan yang signifikan untuk diferensiasi antara
pasien dengan fibrosis ringan dan mungkin
berguna untuk memprediksi fibrosis hati.

5
II.TUJUAN PENELITIAN

Menilai dan membandingkan hasil Indeks Fibro Q


dan FIB 4 dengan fibroscan untuk memprediksi
derajat fibrosis hati pada pasien hepatitis B
kronis.

6
III. METODE PENELITIAN
Penelitian ini bersifat studi cross sectional
dengan jumlah subyek penelitian
sebanyak 145 pasien hepatitis B kronik
yang memeriksakan Fibroscan di RSUP
dr.Wahidin Sudirohusodo periode Juli 2014
Juni 2016.
Data Klinis : jenis kelamin, usia, tes
laboratorium: AST, ALT, PT, INR dan
Platelet

7
III.Metode Penelitian lanj...
Hasil Fibro Q diperoleh dari rumus
Fibro Q = (10 age (years) AST PT INR)/ (PLT ALT)
Hasil FIB 4 adalah hasil yang diperoleh dari rumus

FIB-4 = age (year) AST (U/L) / PLT (109/L) ALT (U/L))1/2

FibroScan adalah suatu teknologi elastography yang


mampu menentukan derajat fibrosis hati terdiri atas:
Normal (F0): < 5 kPa; Ringan(F1): 5-9 kPa; Sedang
(F2-F3) : 9,1- 14,5kPa ; Berat (F4) : > 14,5 kPa

8
IV. ANALISIS STATISTIK
Data dianalisis secara statistik dengan SPSS
22.0 dengan uji Kolmogrov Smirnov untuk
menilai distribusi data.
Uji Spearmans correlation untuk menilai
korelasi hubungan Fibro Q dan FIB 4
terhadap fibroscan
Uji Kruskal-Wallis untuk menilai perbandingan
rerata variabel menurut hasil fibroscan.

9
V. HASIL &
PEMBAHASAN
Subyek penelitian adalah laki-laki (66,9 %)
dengan rentang umur 16-67 tahun.
Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan
nilai indeks Fibro Q dalam rentang 3,31
sampai 226,03 dengan rerata 21,12.
Nilai indeks FIB-4 dalam rentang 3,16 sampai
906,88 dengan rerata 65,23.
Hasil fibroscan mempunyai rentang 0,60
sampai 30,30 dengan rerata 7,88 ditunjukkan

10
V. HASIL & PEMBAHASAN (lanj...)
Tabel 1. Karakteristik Biologis dan Laboratoris (n=145)
Variabel n % Rentang RerataSD
Jenis Laki-Laki 97 66,9

Kelamin Perempuan 48 33,1
<30 tahun 30 20,7
30-39 tahun 44 30,3
Umur
40-49 tahun 40 27,6 16 67 39,7 11,5
>=50 tahun 31 21,4
Indeks 3,31 21,12

Fibro Q 226,03 24,08
Indeks FIB- 3,16 - 65,23

4 906,88 114,14
Fibroscan 0,60 30,30 7,88 4,56
11
V. HASIL & PEMBAHASAN (lanj...)
Terdapat korelasi positif yang signifikan,
semakin tinggi nilai indeks Fibro Q
Terdapat korelasi positif yang signifikan semakin tinggi nilai indeks FIB-4 semakin
semakin tinggi pula fibroscan (p<0,01) tinggi nilai fibroscan p<0,001)

r=0,25 r=0,51
5 7
p=0,00 p=0,00
2 0

Gambar 1. Korelasi indeks Fibro Q dengan Gambar 2. Korelasi indeks FIB-4 dengan
fibroscan fibroscan 12
V. HASIL & PEMBAHASAN (lanj...)
Uji Kruskal-Wallis dilakukan untuk menilai perbandingan
rerata indeks Fibro Q dan FIB-4 berdasarkan hasil fibroscan.

Tabel 2. Perbandingan Rerata Indeks Fibro Q dan FIB-4 dengan fibroscan


Fibrosca
Variables N Median Rerata SD *p
n
Indeks Fibro Q Normal 32 14,35 16,54 12,29
Ringan 75 13,30 19,11 26,88
Sedang 28 25,75 29,31 26,40 0,005

Berat 10 22,17 27,95 18,90


Indeks FIB-4 Normal 32 16,30 25,30 38,12
Ringan 75 26,93 47,38 67,90
Sedang 28 52,46 101,65 121,88 0,000

Berat 10 72,43 224,89 283,18


13
V. HASIL & PEMBAHASAN
(lanj...)
Terdapat
perbedaan
signifikan rerata
indeks Fibro Q
menurut
fibroscan,
rerata indeks
Fibro Q paling
tinggi pada
derajat Sedang
Gambar 3.Perbandingan rerata Indeks Fibro Q
14
V. HASIL & PEMBAHASAN
(lanj...)

Terdapat r=0,255
p=0,002
perbedaan
signifikan rerata
indeks FIB-4
menurut
fibroscan, rerata
indeks FIB-4
paling tinggi pada
derajat Berat

Gambar 4.Perbandingan rerata Indeks FIB-4


15
V. HASIL & PEMBAHASAN
lanj...

Laki-laki (66,9%) dengan kelompok umur


terbanyak 30-39 tahun (30,3 %) dan kelompok
umur 40-49 tahun (27,6 %).
Korelasi positif yang signifikan (p<0,01),
semakin tinggi nilai indeks Fibro Q dan FIB-4
semakin tinggi fibroscan .
Uji sensitivitas dan spesifitas indeks Fibro Q
terhadap fibroscan, memiliki nilai AUC 57,9 %
menggunakan cut-of 9,33 memiliki
sensitivitas 80,5 % dan spesifitasnya 28,1%.

16
V. HASIL & PEMBAHASAN
lanj...

Uji sensitivitas dan spesifitas Indeks FIB-4


terhadap fibroscan, pada fibrosis ringan,
sedang dan berat memiliki nilai AUC 72,3%
menggunakan cut-of 14,31 dengan
sensitivitas 80,5% dan spesifitas 46,9%.
Nilai prediksi positif 84,3 % dan nilai prediksi
negatifnya 40,5 %, begitu juga pada indeks
Fibro Q memiliki nilai prediksi positif 79,8 %
dan nilai prediksi negatifnya 29,0 %.

17
V. HASIL & PEMBAHASAN
(lanj...)

18
V. HASIL & PEMBAHASAN
lanj...

Indeks FIB4 AUC paling tinggi


dibandingkan indeks Fibro Q
Hepatosit rusak penurunan produksi
trombopoeitin, peningkatan ALT, AST dan
gangguan proses koagulasi
Indeks Fibro Q dan FIB-4 dapat digunakan
untuk menilai sirosis hati seperti halnya
dengan fibroscan

19
VI. SIMPULAN DAN
SARAN
Terdapat kesesuaian yang bermakna antara
indeks Fibro Q dan FIB-4 terhadap hasil
fibroscan pada pasien hepatitis B kronik.
Fib4 Index mempunyai nilai diagnostik yang
lebih tinggi terhadap fibroscan dibandingkan
indeks Fibro Q.
Sehingga petanda ini dapat dijadikan sebagai
alat skrining sederhana pada fasilitas kesehatan
yang belum memiliki alat fibroscan.

20
TERIMA KASIH
21