You are on page 1of 5

BERKOTHBAH

Ayat bacaan:Titus 2:7


MELALUI "Dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan
PERBUATAN dalam berbuat baik."

Manusia seringkali menunjukkan perbedaan nyata


antara teori dan praktikal. Banyak yang
mengajarkan tentang larangan ini dan itu
sementara orang yang mengajar itulah yang
menjadi pelakunya. Dalam kehidupan manusia ada
perbedaan yang sangat nyata antara apa yang
perkatakan dengan tindakan yang dilakukan.
Kepada setiap kita pun telah disematkan tugas
mulia untukmewartakan Injil ke seluruh dunia,
menjadikan seluruh bangsa sebagai
muridNya.(Matius 28:19-20),menjadi saksi Kristus
dimanapun kita berada, bahkan sampai ke ujung
bumi.(Kisah Para Rasul 1:8).

Tetapi bagaimana mungkin kitaboleh menjalankan


tugas ini hanya dengan menyampaikan secara
teori saja? Meskipun kita terus menyampaikan
firman Tuhan sampai berbuih mulut sekalipun jika
tidak disertai dengan keteladanan nyata dari sikap
hidup kita, semua itu tidak akan membawa hasil
apa-apa.

1
Yesus mengajak kita semua untukmenjadi
terang dan garam dunia.(Matius 5:13-16).
Garam tidak akan berfungsi apa-apa jika tidak
dipakai. Cobalah letakkan garam dalam botol,
adakah kegunaan garam disana? Tidak ada
sama sekali.

Begitu pula dengan terang. Lampu tidak akan


boleh menerangi ruangan jika tidak dinyalakan,
atau cuba letak lampu di bawah sebuah
tempurung, maka lampu itu pun tidak akan
bermanfaat sama sekali. Keteladanan melalui
sikap dan perbuatan kita merupakan hal yang
mutlak untuk kita perhatikan apabila kita ingin
menjadi agen-agen Tuhan yang baik di dunia
ini.

Jadilah contoh dan teladan, itu adalah hal yang


sangat penting dalam kehidupan kita di muka
bumi ini. Dalam Titus 2 kita melihat
serangkaian nasihat yang menggambarkan
kewajiban kita, orang tua, pemuda dan hamba
dalam kehidupan. Pertama, kita diminta
untukmemberitakan apa yang sesuai dengan
ajaran yang sehat.(Titus 2:1).
2
Lelaki dewasa disarankan untuk"hidup
sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam
iman, dalam kasih dan dalam ketekunan."(ay
2). Sementara wanita dewasa"hendaklah
mereka hidup sebagai orang-orang beribadah,
jangan memfitnah, jangan menjadi hamba
anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang
baik dan dengan demikian mendidik
perempuan-perempuan muda mengasihi suami
dan anak-anaknya, hidup bijaksana dan suci,
rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan
taat kepada suaminya, agar Firman Allah
jangan dihujat orang."(ay 3-5).

Anak-anak muda diminta agar


mampu"menguasai diri dalam segala hal".(ay
6). Semua pesan ini menunjukkan perintah
untukmemberikan keteladanan secara
nyata.Itulah yang akan mampu membuat
ajaran yang sehat bisa diterima oleh orang lain
secara baik dan membuahkan perubahan."dan
jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam
berbuat baik."(ay 7).

3
Keteladanan juga sudah ditemukan jauh
sebelumnya dalam kitab Ulangan untuk
dilakukan oleh para orang tua. Ketika
pesan"haruslah engkau mengajarkannya
berulang-ulang kepada anak-anakmu dan
membicarakannya apabila engkau duduk di
rumahmu, apabila engkau sedang dalam
perjalanan, apabila engkau berbaring dan
apabila engkau bangun"(Ulangan 6:7)
diberikan, setelahnya ditambahkan pula
keharusan untuk mengaplikasikan itu ke
dalam kehidupan sehari-hari yang mampu
memberikan teladan.

"Haruslah juga engkau mengikatkannya


sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah
itu menjadi lambang di dahimu, dan
haruslah engkau menuliskannya pada tiang
pintu rumahmu dan pada pintu
gerbangmu."(ay 8-9). Ini adalah hal yang
harus mengikuti setiap kehidupan anak-
anak Tuhan. Kita tidak akan pernah cukup
menyampaikan saja, tetapi terlebih pula
harus mampu menunjukkan secara langsung
melalui keteladanan melalui kehidupan kita.
4
Banyak yang menyangka bahwa memberitakan
kabar keselamatan haruslah berbentuk kotbah
yang panjang lebar. Tetapi sebenarnya ketika
kita boleh menunjukkan perbuatan-perbuatan
baik yang sesuai dengan firman Tuhan setiap
hari saja, itu lebih baik untuk memperkenalkan
pribadi Kristus kepada orang lain yang akan
mampu membawa sebuah perubahan besar
dalam persekitaran di mana kita berada.

Ada banyak orang yang mengaku anak Tuhan


tetapi sama sekali tidak menunjukkan itu
dalam perilaku dan perbuatan sehari-
hari.Bukannya kesaksian yang datang, malah
mereka menjadi batu sandungan.Tuhan ingin
kita menjadi teladan dalam perbuatan baik.
Kita harus menunjukkan bahwa kita mampu.
Ingatlah bahwa tindakan yang kita lakukan
akan membawa kesan, apakah itu baik atau
buruk, dan itu tergantung dari tindakan seperti
apa yang kita lakukan. Mari hari ini kita
menjadi anak-anak Allah yang mampu menjadi
teladan, khususnya dalam menyatakan kasih
dan perbuatan baik bagi orang-orang di sekitar
kita. Itulah kothbah yang sejati.
5