You are on page 1of 10

ILM (Increametual Launching Method)

ILM adalah suatu metode erection pada jembatan bentang panjang yang

sudah diimplementasikan sejak tahun 1962 yaitu di Rio Caroni Bridge di

Venezuela. Metode ini ditemukan oleh Prof. Dr. Ing. F. Leonhardt dan partnernya

Willi Baur. Metode ini telah dipatentkan sejak tahun 1967. Metode jembatan
ini
dibangun biasanya karena adanya syarat bahwa tidak diperbolehkan
adanya
gangguan pada sisi bawah lantai jembatan. Metode ini mengharuskan
tersedianya
lahan yang cukup luas di lokasi belakang abutment untuk produksi segment lantai

jembatan.

Adapun mekanisme proses pelaksanaan erection jembatan dengan

menggunakan metode ILM ini dapat dijelaskan secara prinsip sebagai


berikut:
1. Lantai jembatan diproduksi di area belakang jembatan secara kontinu tiap

segment. Segment tersebut dihubungkan secara monolit dengan segment

sebelurnnya. Panjang segment berkisar 15 - 25 m.

Gambar 3.5 Produksi Lantai


Jembatan

22
2. Pada bagian Ujung depan lantai dipasang Nose yang terbuat dari struktur
baja.
Nose tersebut akan berfungsi sebagai tambahan lantai sedemikian mengurangi

momen yang besar yang terjadi ketika rangkaian pelat lantai membentuk

struktur Cantilever. Nose berfungsi mengurangi besarnya momen kantilever

yang terjadi. Nose didesign seringan mungkin untuk mengurangi tambahan

beban yang harus dipikul oleh struktur lantai jembatan. Struktur Nose

merniliki panjang sekitar 65% terhadap bentang jembatan yang typical.

Gambar 3.6 Nose

3. Pada saat segment yang telah diproduksi dan umur beton telah
mencukupi,
maka seluruh lantai jernbatan didorong dengan menggunakan metode Pulling

Jack yang dipasang di abutment.

23
Gambar 3.7 Pulling
Jack

4. Permukaan pilar dikondisikan merniliki tahanan geser yang kecil. Hal ini

untuk memudahkan proses mendorong rangkaian segment lantai jembatan.

Dapat menggunakan suatu alat khusus dengan permukaan teflon.

Gambar 3.8 Permukaan Teflon

24
5. Jika diperlukan berdasarkan perhitungan, dapat ditambahkan temporary

support di tengah bentang antara pilar jembatan. Temporary support ini akan

berfungsi mengurangi besarnya momen yang dipikul oleh struktur pelat lantai

jembatan.

Gambar 3.9 Temporary Support

25
6. Pilar jembatan dapat ditambahkan perkuatan. Hal ini disebabkan jernbatan

akan mendapat beban horizontal tambahan selama proses launching.

Tambahan beban ini akan mempengaruhi kemampuan pilar dalam menahan

beban. Untuk mengatasi tambahan beban gaya maka pilar dipasang


horizontal,
perkuatan kabel.

Gambar 3.10 Perkuatan Kabel

Contoh jembatan yang menggunakan metode ILM (Incremental Launching

Method) adalah Jembatan Le Viaduc De Millau. Viaduc de Millau


merupakan
jembatan jalan raya tertinggi di dunia. J embatan Millau Viaduct (bahasa Perancis
:
le Viaduc de Millau) adalah jembatan kabel raksasa yg membentang di atas

lembah sungai Tam dekat Millau di Perancis Selatan.

26
3.1.3 Balanced Cantilever dengan FonnTraveller

Metode konstruksi balanced cantilever adalah metode pembangunan

jembatan dimana dengan memanfaatkan efek kantilever seimbangnya maka

struktur dapat berdiri sendiri, mendukung berat sendirinya tanpa bantuan

sokongan lain (perancahlfalsework). Metode ini dilakukan dari atas struktur

sehingga tidak diperlukan sokongan di bawahnya yang mungkin dapat

mengganggu aktivitas di bawah jembatan. Metode balanced cantilever dapat

dilakukan secara cor seternpat (cast in situ) atau secara segmen pracetak (precast

segmental).

Konsep utamanya adalah struktur jembatan dibangun dengan pertama kali

membangun struktur-struktur kantilever seimbang. Kantilever yang pertama

dibuat adalah kantilever "N", dan seterusnya dibangun kantilever "N+l",

kantilever "N+2", kantilever "N+3" dan kantilever "N+i".

Kantilever Kantilever
N .. ''N+ I''

Gambar 3.11 Metode Balanced Cantilever.

27
Secara umum urutan pekerjaan erection precast balanced cantilever untuk

satu kantilever setelah segmen pracetak ditransportasi dari casting yard ke

lapangan adalah:

1. Pier segment diterima pertama kali di lokasi perakitan

Gambar 3.12 Transportasi Segmen


Pracetak

2. Satu buah field segment (segmen di depan/belakang pier segment) diterima

setelah pier segment

Field Segment

Pier Segment

Gambar 3.13 Field Segment setelah Pier


Segment

28
3. Segmen yang pertama kali dipasang adalah pier segment, karena bearing

belum dapat diak:tifkan maka harus tumpuan sementara untuk


diadak:an
mendukung segmen tersebut. Kemudian dilak:ukan koordinat
penyesuaian
untuk alinyemen horisontal dan elevasi untuk alinyemen vertikal.

Gambar 3.14 Erection Pier Segment

4. Field segment pertama dipasang di arah depan/belak:ang pier segment,

dilak:ukan Iagi penyesuaian koordinat untuk alinemen horisontal dan elevasi

untuk alinemen vertical untuk kedua segmen. Kemudian dilakukan grouting

pot bearing.

Field Segment
bazian depan

Gambar 3.15 Erection Field Segment

29
5. Kemudian dipasangfield segment-field segment yang lain sampai selesai satu

kantilever
.

Gambar 3.16 Pemasanga Field Segment


Selanjutnya

6. Pemasangan dilanjutkan ke kantilever yang berikutnya.

Gambar 3.17 Pemasangan Kantilever


Selanjutnya
7. Setelah 1 Buah kantilever selesai dibangun maka kantilever disatukan
tersebut
dengan kantilever sebelumnya.

Gambar 3.18 Struktur Seimbang


Kantilever

Metode konstruksi balanced cantilever sangat umum, telah banyak

digunakan di dalam maupun luar Negeri. Salah satu contoh yang menerapkan

Metode konstruksi balanced cantilever ini adalah pada pembangunan Jalan

Layang Pasupati - Bandung, dengan panjang jalan berkisar 2,5 kilometer dan

difungsikan pada tahun 2005.

Gambar 3.19 Jalan Layang Pasupati - Bandung