You are on page 1of 27

Tugas

ETIK UMB

MOTIVASI SUKSES
KELOMPOK 7
Anggota
Fieka Rara Ustiarti - 41215110028
Muhammad Fauzan Putro Utomo - 41215110044
Septi Noercahyady - 41215110111
Adrian Arasy - 41215110108
1.

PENGERTIAN
MOTIVASI
Pengertian Motivasi

Motivasi (motivation) memiliki definisi sebagai proses yang


menjelaskan
intensitas,
arah,
dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya.
Pengertian Motivasi

Intensitas berhubungan dengan seberapa giat seseorang


berusaha.
Arah berhubungan dengan pengaitan upaya kepada arah dan
tujuan yang menguntungkan organisasi, dan
mempertimbangkan kualitas serta intensitas upaya secara
bersamaan.
Ketekunan merupakan ukuran mengenai berapa lama
seseorang bisa mempertahankan usahanya.
2.

KONSEP
MOTIVASI
Konsep Motivasi
Konsep motivasi telah berusaha dikembangkan oleh banyak orang, dan
beberapa teori yang paling terkenal mengenai motivasi antara lain teori
hierarki kebutuhan, teori X dan teori Y, teori dua faktor, teori kebutuhan Mc
Clelland, teori evaluasi kognitif, teori penentuan tujuan, teori MBO, teori
efektivitas diri, teori penguatan, teori keadilan, dan teori harapan. Akan
tetapi dalam kenyataannya perlu adanya penerapan konsep-konsep ini ke
dalam aplikasi praktis.

Motivasi merupakan satu penggerak dari dalam hati seseorang untuk


melakukan atau mencapai sesuatu tujuan.

Motivasi dapat berupa motivasi intrinsik dan ekstrinsik.


Konsep Motivasi
Teori Motivasi Abraham Maslow (1943-1970)

Abraham Maslow (1943;1970) mengemukakan bahwa pada dasarnya semua manusia


memiliki kebutuhan pokok. Ia menunjukkannya dalam 5 tingkatan yang berbentuk
piramid, orang memulai dorongan dari tingkatan terbawah.
Kebutuhan fisiologis (rasa lapar, rasa haus, dan sebagainya)
Kebutuhan rasa aman (merasa aman dan terlindung, jauh dari bahaya)
Kebutuhan akan rasa cinta dan rasa memiliki (berafiliasi dengan orang lain, diterima, memiliki)
Kebutuhan akan penghargaan (berprestasi, berkompetensi, dan mendapatkan dukungan serta
pengakuan)
Kebutuhan aktualisasi diri (kebutuhan kognitif: mengetahui, memahami, dan menjelajahi;
kebutuhan estetik: keserasian, keteraturan, dan keindahan; kebutuhan aktualisasi diri:
mendapatkan kepuasan diri dan menyadari potensinya)
Bila makanan dan rasa aman sulit diperoleh, pemenuhan kebutuhan tersebut akan
mendominasi tindakan seseorang dan motif-motif yang lebih tinggi akan menjadi kurang
signifikan. Orang hanya akan mempunyai waktu dan energi untuk menekuni minat
estetika dan intelektual, jika kebutuhan dasarnya sudah dapat dipenuhi dengan mudah.
Karya seni dan karya ilmiah tidak akan tumbuh subur dalam masyarakat yang
anggotanya masih harus bersusah payah mencari makan, perlindungan, dan rasa aman.
Konsep Motivasi
Teori Motivasi Herzberg (1966)

Menurut Herzberg (1966), ada dua jenis faktor yang mendorong seseorang
untuk berusaha mencapai kepuasan dan menjauhkan diri dari ketidakpuasan.
Dua faktor itu disebutnya faktor higiene (faktor ekstrinsik) dan faktor motivator
(faktor intrinsik). Faktor higiene memotivasi seseorang untuk keluar dari
ketidakpuasan, termasuk didalamnya adalah hubungan antar manusia,
imbalan, kondisi lingkungan, dan sebagainya (faktor ekstrinsik), sedangkan
faktor motivator memotivasi seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan,
yang termasuk didalamnya adalahachievement,pengakuan, kemajuan tingkat
kehidupan, dsb (faktor intrinsik).
Konsep Motivasi
Teori Motivasi Vroom

Teori dari Vroom (1964) tentang cognitive theory of motivation menjelaskan mengapa
seseorang tidak akan melakukan sesuatu yang ia yakini ia tidak dapat melakukannya,
sekalipun hasil dari pekerjaan itu sangat dapat ia inginkan. Menurut Vroom, tinggi
rendahnya motivasi seseorang ditentukan oleh tiga komponen, yaitu:

Ekspektasi (harapan) keberhasilan pada suatu tugas

Instrumentalis, yaitu penilaian tentang apa yang akan terjadi jika berhasil dalam
melakukan suatu tugas (keberhasilan tugas untuk mendapatkan outcome tertentu).

Valensi, yaitu respon terhadap outcome seperti perasaan posistif, netral, atau negatif.
Motivasi tinggi jika usaha menghasilkan sesuatu yang melebihi harapanMotivasi
rendah jika usahanya menghasilkan kurang dari yang diharapkan
Konsep Motivasi
Achievement Theory, Teori Achievement Mc Clelland (1961)

Teori motivasi ini disebut juga sebagai teori kebutuhan. Mc Clelland (1961)
menyatakan ada tiga hal penting yang menjadi kebutuhan manusia, yaitu:

o Need for achievement (kebutuhan akan prestasi)

o Need for afiliation (kebutuhan akan hubungan sosial/hampir sama dengan


social need-nya Maslow)

o Need for Power (dorongan untuk mengatur)


Konsep Motivasi
Teori Motivasi Clayton Alderfer (teori ERG)
Clayton Alderfer mengetengahkan teori motivasi ERG yang didasarkan pada kebutuhan
manusia akan keberadaan (exsistence), hubungan (relatedness), dan pertumbuhan (growth).
Teori ini sedikit berbeda dengan teori maslow. Disini Alfeder mngemukakan bahwa jika
kebutuhan yang lebih tinggi tidak atau belum dapat dipenuhi maka manusia akan kembali
pada gerak yang fleksibel dari pemenuhan kebutuhan dari waktu kewaktu dan dari situasi ke
situasi.

Kebutuhan akan keberadaan diri adalah kebutuhan fisiologis dan material seperti
kebutuhan akan minuman, makanan, pakaian, dan tempat tinggal serta kebutuhan akan rasa
aman. Di dalam organisasi, kebutuhan ini mencakup upah, situasi kerja, jaminan sosial, dan
lain sebagainya. Kebutuhan akan keterkaitan dengan orang lain meliputi semua kebutuhan
yang berkaitan dengan kepuasan hubungan antar pribadi. Sedangkan kebutuhan akan
perkembangan diri meliputi kebutuhan akan pengembangan potensi seorang individu.
Konsep Motivasi
Teori Keadilan (Equity Theory)
Seseorang akan merasa puas atau tidak tergantung dari apakah dia merasa adanya keadilan
atau tidak atas suatu situasi. Teori ini menekankan bahwa faktor utama dalam motivasi
pekerjaan adalah evaluasi individu atas keadilan dari penghargaan yang diterima. Perasaan
equityatau inequity atas suatu situasi diperoleh seseorang dengan cara membandingkan
dirinya dengan orang lain yang setara, sekantor, maupun di tempat lain.
Konsep Motivasi
Teori Evaluasi Kognitif (Cognitive Evaluation Theory)
Teori ini mengatakan bahwa memberikan penghargaan ekstrinsik akan menghilangkan
motivasi instrinsik. Artinya apabila seseorang mengerjakan sesuatu karena ia menyukainya
dan kemudian diberi reward maka lama kelamaan motivasinya akan bergeser. Pada akhirnya
motivasi seseorang mengerjakan suatu hal bukan karena ia menyukainya tapi karena
mengharpkan imbalan yang akan diperolehnya karena mengerjakan hal tersebut.
Konsep Motivasi
TeoriGoal-Setting
Teori ini menjelaskan bahwa agar seseorang berkinerja dengan baik maka diperlukan
penentuan sasaran keberhasilan berupa target-target yang spesifik, disertai dengan umpan
balik di setiap tahapan pekerjaan.
Konsep Motivasi
Teori Penguatan (reinforcement theory)
Teori ini menyatakan bahwa seseorang akan berperilaku dengan memperhatikan akibat-
akibat dari perilakunya tersebut. Sehingga apabila kita menginginkan seseorang berperilaku
yang baik maka kita harus memberikan konsekuensi yang baik pula misalkan memberikan
upah dan imbalan. Begitu pula sebaliknya, agar seseorang tidak melakukan perilaku yang
buruk maka kita harus memberikan konsekuensi yang buruk pula terhadap perilaku buruk
tersebut apabila dilakukan, misalnya dengan memberikan hukuman.
Konsep Motivasi
Teori Pengharapan (expectancy theory)
Teori ini mengungkapkan bahwa seseorang akan berperilaku tertentu karena ia
mengharapkan sesuatu yang dianggap berharga yang akan dihasilkan dari perilakunya
tersebut.

Teori ini memiliki tiga elemen dasar yaitu harapan, instrumentalitas, dan valensi. Harapan
mengacu pada persepsi individu bahwa usaha akan menghasilkan kinerja. Instrumentalitas
mengacu pada persepsi individu bahwa kinerja bisa menghasilkan hal positif seperti kenaikan
gaji atau hal negatif seperti kelelahan fisik. Sedangkan valensi mengacu pada nilai individu
yang melekat pada reward yang diterima seseorang.

Secara sederhana, tiga elemen dasar teori pengharapan bisa diringkas sebagai berikut :
apabila pekerjaan berusaha, maka mereka bisa berkinerja (harapan), apabila berkinerja
mereka akan mendapatkan hasil/imbalan (instrumentalitas), dan apabila mereka
mendapatkan imbalan tersebut merupakan sesuatu yang dianggap berharga oleh si pekerja
(valensi).
3.

JENIS - JENIS
MOTIVASI
JENIS JENIS MOTIVASI
Berbagai jenis motivasi tentunya untuk berbagai jenis orang, yang pada
dasarnya terdapat 7 jenis motivasi, seperti :

Motivasi prestasi. Orang dengan tipe motivasi ini fokus pada pencapaian
tujuan. Motivasi ini membentuk dasar bagi kehidupan yang baik, memberikan
motivasi kepribadian dinamis dan menghormati diri sendiri.

Motivasi peningkatan diri. Jika Anda tidak mendapatkan motivasi dari luar,
temukan motivasi dari diri sendiri. Motivasi diri adalah kemampuan untuk
memenuhi keinginan, harapan, atau tujuan tanpa dipengaruhi oleh orang lain

Motivasi ekstrinsik. Bentuk motivasi yang memanifestasikan dirinya positif


serta negatif. Motivasi positif muncul dalam bentuk hadiah atau mengobati, dan
dapat dinyatakan dalam arti negatif dengan cara memeras atau mengancam.
JENIS JENIS MOTIVASI
Motivasi takut. Ketakutan juga merupakan salah satu motivasi. Kita
takut mengemudi di sisi jalan yang salah. Kita takut berjalan terlalu dekat
dengan tepi tebing. Kita takut bahan kimia beracun. Ketakutan ini
memotivasi kita untuk membuat keputusan yang baik soal keselamatan
kita. Tapi jangan biarkan menjadi kebiasaan yang dapat mengendalikan
kita.

Motivasi investasi. Penting untuk menginvestasikan diri secara fisik,


emosional, dan finansial dalam suatu tugas. Semakin diinvestasikan dalam
suatu tugas, semakin besar kemungkinan ia akan mampu melakukan
pekerjaan dengan baik dan lengkap.
JENIS JENIS MOTIVASI

Motivasi sosial. Banyak orang menganggap kehidupan sosial mereka


sebagai motivasi terbesar mereka. Teman-teman mereka adalah motivator
terbaik mereka. Ide untuk diterima di antara sekelompok orang adalah
motivasi untuk mencapai tujuan hidup.

Motivasi sikap. Jika Anda berpikir positif, Anda bisa mencapai hal-hal
yang kadang dianggap tidak realistis oleh orang lain. Sikap positif
membantu Anda membangun hubungan yang kuat dan tetap termotivasi
4.

TIPS
MOTIVASI
TIPS MOTIVASI
Beberapa orang memiliki masalah dalam hidup yang membuat pribadi
mereka menjadi :

Kurangnya kepercayaan diri: Jika anda tidak percaya diri sendiri bahwa
anda bisa sukses, lalu untuk apa anda mencoba? disini, kita perlu
membulatkan tekad dalam melakukan sesuatu yang yang ingin kita raih.

Tidak Fokus. Jika anda tidak tahu apa yang benar-benar anda inginkan,
lalu bagaimana anda bisa mendapatkan sesuatu? Coba pikirkan hal ini, dan
renungkan sejenak lalu tanya diri sendiri "Apa sebenarnya yang benar-
benar saya inginkan dalam hidup ini?"
TIPS MOTIVASI
1. Bagaimana cara untuk memotivasi diri sendiri?
Caranya adalah

.fokus pada rasa syukur,

.fokuslah pada apa yang anda miliki,

.pada apa yang telah anda capai dan telah anda raih.

Luangkan waktu untuk membuat daftar kekuatan mental anda, kesuksesan anda
dimasa lalu, dan keuntungan anda saat ini, agar pikiran kita tetap dalam frekuensi
yang positif, yang mana anda akan menyadari betapa sukses dan kompetennya
anda. Hal ini bisa menumbuhkan kembali rasa percaya diri anda dan mulai
membangun kesuksesan anda kembali.
TIPS MOTIVASI
2. Bagaimana agar tetap Fokus?
FOCUS (Finding Opportunity Until You Succeed

"Mana yang lebih dominan yang sering anda pikirkan, apakah anda fokus pada apa
yang anda inginkan atau fokus pada apa yang tidak anda inginkan?". Jika jawaban
anda lebih sering fokus pada apa yang tidak anda inginkan, kenapa anda tidak
fokus pada tujuan yang konkret?.

Memfokuskan pikiran anda pada suatu hal yang positif bukan fokus pada rasa takut
yang mengganggu pikiran anda.

langkah pertama ketika anda merasa termotivasi adalah dengan mengambil action
(tindakan) sekarang juga, tidak menduga-duga, dan tidak menunda-nunda.
TIPS MOTIVASI
3. Bagaimana Mengembangkan Tujuan Hidup?
Langkah ketiga agar temotivasi adalah mengetahui tujuan hidup anda. Jika fokus
berarti anda memiliki goal-goal, maka memiliki tujuan berarti anda melakukan
action (tindakan) berstrategi untuk meraihnya.

Kunci untuk menemukan arah tujuan adalah dengan mengidentifikasi tindakan-


tindakan anda sehari-hari yang bisa membawa anda pada kesuksesan. Untuk
meraih setiap goal ada aktivitas yang harus anda bayar. Buatlah daftar aktivitas-
aktivitas dan mengaturnya berdasarkan hasil yang ingin anda raih.Kemudian
lakukan action yang kongkret untuk mengarahkan pada tujuan anda.
TERIMA KASIH